PEMANFAATAN MEDIA WORDWALL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA USE OF WORDWALL MEDIA IN AN EFFORT TO IMPROVE STUDENT LEARNING OUTCOMES IN INDONESIAN LANGUAGE SUBJECTS Galuh Dwi Anindyawati SMP Negeri 1 Slogohimo. Kecamatan Slogohimo. Kabupaten Wonogiri E-mail: galuhanindyawati54@guru. Diterima: 16 Februari 2024 Direvisi: 28 Mei 2024 Disetujui: 31 Mei 2024 ABSTRAK Pada mata Pelajaran Bahasa Indonesia Tingkat SMP pembelajaran berbasis teks dan sastra menyebabkan siswa memiliki tingkat kejenuhan yang tinggi. Realitanya pembelajaran Bahasa dan sastra merupakan salah satu mata ajar yang membutuhkan konsentrasi dan kejelian dalam memahami maksut dari sajian teks baik fiksi maupun non fiksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media pembelajaran Wordwall dalam meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia pada peserta didik kelas Vi A SMP Negeri 1 Slogohimo. Subjek penelitian ini adalah 24 peserta didik kelas Vi A SMP Negeri 1 Slogohimo. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif . ixed metho. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan Instrumen penelitian dengan tes, observasi dan angket. Data penelitian yang diperoleh dari pretest dan posttest dalam bentuk persentase skor total masing-masing responden dan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar dengan penerapan media Wordwall Kata kunci: media pembelajaran inovatif, aplikasi Wordwall, hasil belajar. ABSTRACT In the junior high school level. Indonesian language subjects, students consider text and literaturebased learning to have a high level of saturation. Especially when in an environment students have low literacy. In reality, language and literature learning is a subject that requires concentration and astuteness in understanding the meaning of texts, both fiction and non-fiction. This research aims to analyze the influence of Wordwall learning media in improving Indonesian language learning outcomes for students in class Vi A of SMP Negeri 1 Slogohimo. The subjects of this research were 24 students in class Vi A of SMP Negeri 1 Slogohimo. The research method uses a quantitative and qualitative approach . ixed metho. The type of research is classroom action research with research stages consisting of planning, implementing actions, observing and Research instruments with tests, observations and questionnaires. Research data obtained from the pretest and posttest is in the form of a percentage of each respondent's total score and the average. The research results show that there is an increase in learning outcomes with the application of Wordwall media Keywords: innovative learning media. Wordwall application, learning outcomes. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah s a t u f a k t o r ya ng memegang peranan penting Dalam d u n i a pendidikan, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi (I P T E K ) sangat berguna untuk menunjang keberhasilan suatu system pembelajaran. Perkembangan teknologi khususnya dalam dunia pendidikan di Indonesia, dikatakan berkembang pesat dan membawa banyak dampak dalam peradaban manusia. Triyani . bahwa pemanfaatan teknologi dalam dunia Pemanfaatan Media Wordwall untuk Meningkatkan. Galuh Dwi Anindyawati pendidikan dapat mendorong semua pihak. Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset. Teknologi . selaku pemangku peran penting dalam dunia pendidikan agar terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam hal yang positif. Pengoptimalan pemanfaatan teknologi dalam hal positif ini pun melibatkan pendidik untuk kemajuan teknologi dalam pembelajaran di lingkup Oleh sebab itu, seluruh pihak yang berada dalam dunia pendidikan harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi itu sebagai salah satu upaya dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan (Arrosyad et al. , 2023 dalam Jurnal Imam Tanthowi et , 2. Menurut Dwijayani . , beberapa hal yang erat kaitannya dengan metode, media, dan hasil belajar merupakan hal yang memengaruhi keberhasilan suatu sistem Media diperlukan sebagai cara mudah dalam menyalurkan bahan ajar kepada peserta Sementara itu, metode belajar juga diperlukan guru sebagai alat yang mengatur strategi dalam menyampaikan materi atau bahan ajar. Kemudian, hasil belajar itu sendiri memilii fungsi sebagai parameter besarnya minat dan potensi peserta didik terhadap mata pelajaran. Ahmadi dan Supriyono . memaparkan bahwa kesulitan belajar dapat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu internal dan eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dirinya sendiri seperti psikologis . dan fisiologis . Sedangkan faktor eksternal berasal dari luar Faktor eksternal dapat dipengaruhi oleh tiga hal, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat (Chesaria et al. , 2. Dalam upaya meningkatkan hasil belajar peserta didik, faktor seperti minat serta motivasi sangat diperlukan untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran. Karena masih rendahnya motivasi yang dimiliki peserta didik, hal itu berpengaruh pada peningkatan hasil belajarnya. Salah satu cara yang dapat diterapkan untuk meningkatkan motivasi peserta didik yaitu dengan menerapkan suatu media interaktif dalam proses belajar mengajar di kelas. Namun dalam penerapan media pembelajaran ini perlu memperhatikan berbagai hal, seperti: kondisi yang sedang dialami peserta didik, materi pembelajaran, sarana yang perlu disediakan, serta kemampuan dari pendidik Pendidik perlu memastikan apakah peserta didik telah memahami materi atau belum, dengan tujuan untuk memastikan adanya peningkatan hasil belajar mereka. Hasil belajar peserta didik tersebut akan digunakan guru sebagai tolok ukur dalam mengevaluasi tujuan pembelajaran yang telah dibuat sebelumnya. Dengan demikian, tujuan pembelajaran dapat dicapai. Berdasarkan keadaan yang benarbenar terjadi di lapangan, hasil belajar peserta didik kelas Vi A SMPN 1 Slogohimo menurun sejak terjadinya pandemi Covid-19, terbukti dari hasil ulangan peserta didik saat semester ganjil. Dari 24 peserta didik, 12 peserta didik mengalami kenaikan nilai sedangkan 12 peserta didik mengalami Proses pembelajaran yang dilaksanakan selama ini belum sepenuhnya memanfaatkan penggunaan teknologi dengan Hal tersebut menyebabkanaktivitas pembelajaran menjadi kurang menarik dan Dari wawancara dengan beberapa peserta didik, diperoleh informasi bahwa peserta didik lebih tertarik pada pembelajaran menggunakan media pembelajaran yang interaktif. Maka dari itu, dibutuhkan media pembelajaran interaktif guna menumbuhkan motivasi belajar agar hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat Pembelajaran mandiri merupakan salah satu keterampilan yang disorot dalam Pendidikan 4. 0 (Hasram et al. , 2. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti memilih untuk menggunakan media pembelajaran berbasis website berupa Wordwall. Wordwall ini merupakan media interaktif yang dapat digunakan guru untuk mengevaluasi peserta didik. Aplikasi ini terbilang menyenangkan bagi peserta didik karena pilihan permainannya yang sangat beragam, seperti halnya bermain kuis, mencocokkan atau memasangkan kata, mencari kata, mengacak kata, dan lain-lain. Aplikasi ini mudah diakses dan digunakan oleh guru maupun peserta didik karena dapat diakses melalui browser. Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 10 Nomor 1 Ae Juni 2024 Adapun tujuan penelitian dari ini adalah menganalisis pengaruh dari penggunaan media pembelajaran Wordwall terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik kelas Vi A SMPN 1 Slogohimo pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. LANDASAN TEORI Media Pembelajaran Inovatif Media pembelajaran ialah media yang melaksanakan proses pembelajaran sehingga informasinya mampu tersampaikan pada peserta didik. Tujuan pembelajaran pun dapat terlaksana sesuai denan yang diharapkan. Hasil belajar adalah hasil yang diperoleh peserta didik setelah dilakukannya kegiatan belajar mengajar dengan menilai sikap, pemahaman, serta kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik. Media pembelajaran berguna bagi peserta didik ketika memperoleh informasi yang diberikan oleh pendidik sehingga informasi terkait pembelajaran tersebut dapat tersalurkan, sehingga dapat berpotensi menambah dan membentuk pengetahuan peserta didik (Teni Nurrita. Penggunaan menjadi unsur penting dalam tercapainya tujuan pembelajaran. Hal ini selaras dengan pendapat Putri & Hamimah . yang menyatakan bahwa pengembangan media pada proses pembelajaran tidak terlepas dari adanya perkembangan teknologi. Yang mana, agar proses pembelajaran terus berjalan sesuai kebutuhan peserta didik, maka penggunaan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif perlu dilakukan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai (Ningsih & Putra, 2. Media pembelajaran ini perlu dikemas dengan baik agar mampu menstimulus peserta didik untuk giat belajar. Adapun faktor-faktor yang dapat menyebabkan kurang beragamnya media pembelajaran adalah durasi pembelajaran yang terbatas, kondisi sekolah, karakter peserta didik, dan juga kurangnya kontribusi guru dalam mengoptimalkan perkembangan (Putra & Nugroho, 2. Namun, sekarang ini masih kerap kita temukan kurangnya penguasaan terhadap teknologi bagi pendidik dan peserta didik, serta kurang memadainya sarana prasarana menjadi masalah tersendiri (Tatsa Galuh Pradani, 2022 dalam Jurnal Imam Tanthowi et al, 2. Permasalahan tersebut memiliki indikasi terhadap kurangnya realisasi terhadap keaktifan peserta didik dalam memahami suatu konsep pada proses pembelajaran. Hal ini secara tidak langsung akan mengakibatkan melemahnya kualitas pendidikan. Oleh sebab itu, sudah seharusnya pendidik dapat penggunaan teknologi dalam mengembangkan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Dengan demikian, pembelajaran akan lebih Pembelajaran bermakna ini adalah suatu proses belajar yang diharapkan oleh peserta didik karena mereka terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini, pendidik harus mengembangkan nalar, kemampuan berpikir, dan konsep diri dari peserta didik. Pendidik perlu pula memiliki pembelajaran secara kreatif, inovatif, dan menarik bagi peserta didik. Dengan ini, capaian pembelajaran yang dihasilkan akan tersampaikan dengan baik dan berkualitas Hasil penelitian ToAolqinova Khamidova . menunjukkan bahwa media pengajaran non-tradisional dikatakan lebih efisien jika dibandingkan dengan metode Tes berbasis kertas membuat peserta didik merasa tidak tertarik untuk memelajari hal baru. Hal itu menjadi tidak efektif bila digunakan untuk menunjukkan pengetahuan yang sebenarnya. Dengan menggunakan media interaktif seperti Wordwall ini dapat memotivasi peserta didik dalam meningkatkan kosa kata mereka, karena Wordwall dirancang sebagai media interaktif bagi peserta didik serta berisi susunan kata dapat digunakan selama proses Aplikasi Wordwall Wordwall menurut (Kajian et al. ialah aplikasi browser yang inovatif sebagai sumber belajar, media, dan alat untuk evaluasi yang menarik dan menyenangkan untuk peserta didik. Wordwall adalah adalah game edukasi yang berbasis web. Kerap Pemanfaatan Media Wordwall untuk Meningkatkan. Galuh Dwi Anindyawati digunakan untuk membuat game berbasis kuis yang menyenangkan bagi peserta didik. Pada wordwall, guru dapat membuat berbagai jenis game edukasi dengan berbagai tema yang beragam, mulai dari seperti kuis, memasangkan pasangan, anagram, acak kata, pencarian kata, mengelompokkan,dan sebagainya Wordwall ini dibuat oleh organisasi yang berasal dari United Kingdom. Visual Education Ltd. Wordwall ini dapat dijadikan sebagai alat untuk evaluasi pembelajara. Tampilannya unik dan memikat para Selain itu, aplikasi Wordwall dapat dimainkan tanpa adanya jaringan internet dan perolehan score setelah memainkannya bisa langsung dicetak. dalam Wordwall juga terdapat fitur share games supaya dapat dibagikan ke beberapa aplikasi dan embedded code. Salah satu fitur Wordwall yang Gameshow Quiz, leaderboard atau papan peringkat yang menunjukkan peringkat tiga teratas. Hal ini dapat menjadi memicu peserta didik untuk belajar peserta didik yang nilainya muncul di papan score akan merasa bangga karena namanya tercantum dalam peringkat teratas, lantas peserta didik yang namanya belum muncul akan memiliki motivasi belajar yang dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia mereka. Media Wordwall merupakan salah satu tipe media pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan peserta didik dalam penguasaan materi (Hartaningsih. Wordwall adalah salah satu platform berbasis website yang digunakan sebagai berbagai variasi template seperti kuis, mengelompokkan, pencarian kata, dan berbagai template lainnya (Arrosyad et al. Hasil Belajar Dalam penelitian Gunawan et al. hasil belajar adalah penilaian yang diperoleh peserta didik sebagai wujud dari unjuk kerjanya selama kegiatan belajar mengajar. Hasil belajar merupakan wujud evaluasi akhir dari siklus yang telah dilakukan secara Dampak positif dari adanya peningkatkan hasil belajar peserta didik dengan memanfaatkan media pembelajaran adalah sebagai berikut: peserta didik memperoleh pemahaman terhadap materi yang diterima dengan lebih meningkat karena kegiatan pembelajaran . meningkatkan efisiensi belajar peserta didik, hal ini karena adanya kesesuaian dengan tujuan pembelajaran, . meningkatnya fokus belajar peserta didik ketika belajar karena adanya media pembelajaran sesuai dengan yang dibutuhkan peserta didik, . meningkatnya motivasi belajar peserta didik karena perhatiannya terhadap pelajaran juga meningkat, . peserta didik dapat memahami materi yang diberikan karena adanya pengalaman menyeluruh dalam belajar, . peserta didik secara efektif mengikuti dan terlibat dalam proses belajar mengajar, serta peserta didik berkesempatan keterampilan yang dimilikinya. (Dwijayani. METODE PENELITIAN Penelitian pendekatan kuantitatif dan kualitatif . ixed Mixed method ini merupakan gabungan antara metode kuantitatif dan kualitatif di dalam satu penelitian. Pendekatan kualitatif digunakan guna menelusuri dan memperoleh secara jelas kaitannya dengan fenomena yang terlihat selama proses pembelajaran. Fenomena ini memiliki kaitan erat dengan situasi kelas dan tingkah laku peserta didik selama proses pembelajaran (Utami & Mulyani, 2. Sedangkan penelitian kuantitatif digunakan untuk meneliti sampel dengan memakai teknik pengumpulan sampel yang pada biasanya dilakukan secara acak (Murtadho, 2. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas ialah penelitian tindakan yang implementasinya dapat dilihat, dirasakan, dan dihayati lalu menimbulkan pertanyaan mengenai praktik-praktik pembelajaran yang Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 10 Nomor 1 Ae Juni 2024 selama ini dilakukan memiliki efektifitas yang tinggi ataupun tidak (Hartaningsih. Penelitian ini dilakukan di SMPN 1 Slogohimo pada bulan Desember pada 2023/2024. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tes, observasi dan Instrumen observasi digunakan selama proses beajar dan mengajar Sedangkan untuk instrumen tes dalam penelitian ini meliputi pretest dan Guna melengkapi data yang diperoleh dari pretest dan posttest, peserta didik diberikan kuesioner. Teknik analisis data dari kegiatan pretest dan posttest pada kelas ViA nilai/skor masing-masing responden dan rata-rata presentase pada pretest dan posttest. Pada prhitungan N-Gain. N-Gain Meltzer dalam (Utami & Mulyani, 2. menyatakan, rumus untuk skor N-Gain ternormalisasi adalah: Kemudian, guna mengetahui nilai rata-rata kuesioner mengenai efektivitas pembelajaran media Wordwall terhadap hasil belajar peserta didik pada materi Artikel Ilmiah Populer Penelitian ini disusun dalam rangka pembelajaran Wordwall terhadap peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia peserta didik kelas ViA. Subjek penelitian ini sebanyak 24 peserta didik ViA SMPN 1 Slogohimo sebagai kelas eksperimen. Penelitian ini dimulai pada 6 November 2023 di SMPN 1 Slogohimo. Adapun variabel dalam penelitian ini ialah Media Pembelajaran Wordwall (X) dan Hasil Belajar (Y). Berikut kerangka penelitian yang akan dilakukan Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimen One Group PretestPosttest Design dengan menggunakan metode kualitatif. Sudijono dalam Effendy . mengatakan bahwa pre-test . es yang dilakukan di awa. adalah tes yang berguna untuk mengetahui besarnya pengetahuan peserta didik terkait materi yang akan disampaikan oleh guru. Sedangkan post-test . es yang dilakukan di akhi. adalah tes yang bertujuan utuk mengetahui penguasaan peserta didik terkait materi yang sudah disampaikan oleh Hasil kedua tes tersebut dapat menjadi tolok ukur keberhasilan peserta didik yang mana dapat meningkatkan motivasi mereka Kedua tes tersebut juga berguna untuk melihat berhasil tidaknya kegiatan belajar Sudijono dalam Effendy . mengatakan bahwa pre-test . es yang dilakukan di awa. adalah tes yang berguna untuk mengetahui besarnya pengetahuan siswa terkait materi yang akan disampaikan oleh guru. Sedangkan post-test . es yang dilakukan di akhi. adalah tes yang bertujuan untuk mengetahui penguasaan siswa terkait materi yang sudah disampaikan oleh guru. Pemanfaatan Media Wordwall untuk Meningkatkan. Galuh Dwi Anindyawati Hasil kedua tes tersebut dapat menjadi tolok ukur keberhasilan siswa yang mana dapat meningkatkan motivasi mereka pula. Kedua tes tersebut juga berguna untuk melihat berhasil tidaknya kegiatan belajar mengajar. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan selama 1 Terdiri dari empat tahapan, . perencanaan, . tindakan, . observasi, dan . Pada tahap pertama, peneliti melakukan persiapan mengenai pelaksanaan pembelajaran dengan Integrasi model pembelajaran InSTAD ((Inquiry-Student Team Achievment Divisio. Dengan materi penulisan Artikel Ilmiah populer. Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini yaitu menentukan materi yang diajarkan, membuat rencana pelaksanaan pembelajaran yaitu modul ajar, menyusun media pembelajaran yaitu Wordwall, membuat alat evaluasi berupa pretest dan posttest, menyusun soalsoal kuesioner dan membuat instrumen penilaian untuk mengetahui hasil belajar peserta didik dengan berpedoman pada lembar observasi. Kegiatan pertama yang dilakukan yaitu memberikan pretest kepada peserta didik guna mengukur kemampuan awal peserta didik pada materi teks fiksi dan Selanjutnya, peneliti memberikan stimulus kepada peserta didik dengan menjelaskan materi s e c a r a singkat kepada peserta didik serta menjelaskan pelaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran dengan Integrasi InSTAD (Inquiry-Student Team Achievment Divisio. Kemudian, peneliti membentuk peserta didik menjadi kelompok menjadi 4 kelompok yang setiap kelompok terdiri dari 6 peserta didik. Selanjutnya, peneliti melaksanakan kegiatan pembelajaran menggunakan media Wordwall. Lalu, peneliti melakukan posttest untuk mengetahui hasil belajar dari hasil penerapan integrasi model pembelajaran InSTAD Kemudian, dilakukan pretest dan posttest untuk mengetahui hasil belajar peserta didik. Lalu akan diperoleh data yang memuat angka angka mengenai nilai yang diperoleh peserta didik. Hasil analisis deskriptif kuantitatif menunjukkan nilai ratarata kelas yang diperoleh peserta didik dari mengerjakan pretest dan posttest Dari hasil pretest diperoleh data sebagai berikut: Pada hasil pretest diketahui bahwa perolehan nilai peserta didik yang mendapat nilai tidak tuntas masih sebesar 85%, sedangkan peserta didik yang nilainya tuntas sebesar 15%, dari pencapaian nilai di atas, tujuan pembelajaran belum sepenuhnya Berikutnya treatment . terhadap sampel yaitu pembelajaran dengan menggunakan media Wordwall, yang mana media Wordwall ini diharapkan mampu membantu proses Peserta didik juga diharapkan untuk lebih aktif dalam membangun interaksi dengan pendidik. Dengan hadirnya teknologi, diharapkan peserta didik tak mengalami kejenuhan saat pembelajaran berlangsung. Selain itu, pendidik pun dapat berinovasi dalam pemanfaatan media pembelajaran. Dari Wordwall, dapat dilihat keefektivitasannya dari hasil pengerjaan soal oleh peserta didik menunjukkan hasil yang lebih baik. Dari hasil posttest, diketahui bahwa persentase nilai peserta didik yang nilainya tuntas sebesar 85%, sedangkan peserta didik yang mendapatkan nilai tidak tuntas menyisakan prosentase 15%, dengan pencapaian nilai tersebut tujuan pembelajaran dikatakan telah telah tercapai. Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 10 Nomor 1 Ae Juni 2024 Pengaruh Media Pembelajaran Wordwall (X) terhadap Hasil Belajar (Y) Setelah dilaksanakan pretest dan posttest, peneliti membagikan lembar kuesioner kepada sampel. Kuesioner tersebut berisi 10 butir pertanyaan yang kemudian dijawab oleh peserta didik menggunakan parameter sangat setuju, setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju. Hasil Kuesioner peserta didik juga menyatakan bahwa mereka sangat setuju bahwa media pembelajaran Wordwall memengaruhi hasil belajar Bahasa Indonesia. Berikut penjelasan hasil rekapitulasi jawaban responden secara keseluruhan dalam penelitian ini: karena jika semakin tinggi motivasi serta usaha yang dilakukan, semakin tinggi pula minat belajar mereka. Selain itu, minat juga berpotensi memengaruhi hasil belajar. Peserta didik yang tidak berminat untuk belajar tentunya tidak akan ada keinginan untuk belajar, karena minat peserta didik dapat dilihat dan diukur dari kontribusinya ketika proses pembelajaran berlangsung. Menurut Sakinata dan Heni . , dalam jurnalnya disebutkan fungsi dari uji gain . -Gai. yaitu untuk melihat besarnya peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkannya perlakuan. Data ditentukan berdasarkan nilai pre-test dan post-test yang sudah dilaksanakan siswa. Berikut adalah kriteria perhitungan nilai rata-rata n-Gain: n-Gain dikatakan AutinggiAy jika n-Gain > 0,7. n-Gain dikatakan AusedangAy. Jika n-Gain terletak antara 0,3 < n-Gain O 0,7 n-Gain dikatakan AurendahAy jika n-Gain O 0,3 Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden sangat setuju bahwa media Wordwall dapat memengaruhi hasil belajar Bahasa Indonesia bagi peserta didik, yang mana hal tersebut didorong pula oleh berbagai faktor, di antaranya seperti minat dan motivasi mereka dalam belajar Bahasa Indonesia. Hal ini dapat terlihat dari jumlah frekuensi terbanyak adalah sangat Mudahnya mengakses aplikasi Wordwall serta tampilannya yang menarik menggunakan aplikasi tersebut sebagai media pembelajaran Bahasa Indonesia. Penggunaan fitur game . interaktif pada Wordwall menstimulus motivasi peserta didik untuk belajar materi Bahasa Indonesia. Peningkatan motivasi belajar ini yang pada akhirnya membantu meningkatkan hasil belajar peserta didik. Hal ini sependapat dengan penelitian Wahyuni . , bahwa peserta didik yang motivasinya tinggi dalam belajar berpotensi memiliki minat belajar yang tinggi pula. Minat berperan penting dalam kegiatan pembelajaran karena pelajaran yang diberikan oleh guru tidak akan bisa dikuasai jika tidak adanya minat. Peserta didik tidak akan berusaha maksimal selama proses pembelajaran jika minat belajar yang dimiliki Nilai gain kelas eksperimen yaitu sebesar 21,75, sedangkan nilai n-Gain yang didapatkan adalah 0,51. Nilai n-Gain tersebut diinterpretasikan ke dalam kriteria nilai nGain, sehingga kesimpulannya adalah nilai nGain pada kelas eksperimen digolongkan Pemanfaatan Media Wordwall untuk Meningkatkan. Galuh Dwi Anindyawati KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat diperoleh kesimpulan bahwa dari hasil posttest setelah pembelajaran menggunakan Wordwall, keefektivitasannya dari hasil pengerjaan soal oleh peserta didik menunjukkan hasil yang lebih baik. Diketahui bahwa persentase nilai peserta didik yang nilainya tuntas sebesar 85%, sedangkan peserta didik yang mendapatkan nilai tidak tuntas menyisakan prosentase 15%, dengan pencapaian nilai tersebut tujuan pembelajaran dikatakan telah telah tercapai. Kemudian , responden pun sangat setuju bahwa media Wordwall dapat memengaruhi hasil belajar Bahasa Indonesia bagi peserta didik, yang mana hal tersebut didorong pula oleh berbagai faktor, di antaranya seperti minat dan motivasi mereka dalam belajar Bahasa Indonesia. Saran dari penelitian ini. Hendaknya seorang pendidik senantiasa harus berusaha untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Yaitu dilakukan dengan menggunakan media pembelajaran bervariasi dan out of the box, agar pembelajaran di kelas jauh lebih Selain itu, sekolah pun hendaknya menyediakan sarana dan prasarana yang memadai, sehingga dapat mendukung kelancaran proses belajar mengajar. DAFTAR PUSTAKA