AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Febuari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 39-43 Pemanfaatan Kulit Kakao menjadi Produk Kerupuk sebagai Solusi Gagal Panen Perkebunan Kakao di Desa Karang Radja Sefrani IG Siregar1*. Vera Khoirunisa1. Muhammad R. Ramanda2. Dina Fithriyani2 1Program Studi Teknik Fisika. Jurusan Teknologi Produksi dan Industri. Institut Teknologi Sumatera. Indonesia 2Program Studi Teknologi Pangan. Jurusan Teknologi Produksi. Institut Teknologi Sumatera. Indonesia Email: 1* isdarmaya. gokmaria@tf. AbstrakOe Kakao merupakan salah satu komoditas penting untuk perekonomian Indonesia. Kakao menempati posisi ketiga sebagai penyumbang devisa negara. Namun demikian, kegagalan panen kakao pada tahun 2020 dan 2021 di desa Karang Raja. Kabupaten Lampung selatan berdampak pada perekonomian petani di desa Pemanfaatan limbah kulit kakao menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kerugian panen dan untuk mengurangi tingginya limbah kulit kakao di desa Karang Radja. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengadakan pelatihan kepada masyarakat desa Karang Radja untuk dapat mengolah limbah kulit kakao menjadi kerupuk. Metode pelaksanaan dilakukan dengan survei, persiapan alat dan bahan, dan pelatihan produksi krupuk dari kulit kakao. Hasil dari program pengabdian masyarakat ini adalah produk kerupuk kakao yang memiliki rasa enak, tekstur unik, dan aroma coklat yang kuat. Produk krupuk kulit kakao diharapkan dapat menjadi salah satu produk unggulan desa Karang Radja. Kata Kunci: Kulit Kakao. Desa Karang Raja. Kerupuk. Gagal panen. Pelatihan AbstractOeCocoa is one of the highly valuable commodities in the Indonesian economy. In terms of its contribution to the nation's foreign exchange, cocoa comes in third. Nevertheless, the farmers' livelihoods in the village of Karang Raja. South Lampung Regency, have been impacted by the failure of the cocoa crop in 2020 and 2021. One way to prevent crop losses and lower the high cocoa shell waste in Karang Radja village is to use the leftover cocoa shells. With the help of this community service program, the residents of the village of Karang Radja will receive training on how to turn leftover cocoa shells into crackers. Surveys are conducted as part of the implementation process, and tools and materials are prepared as well as training in the cracker Keywords: Cacao Skin. Karang Raja Village. Crackers. Crop failure. Training PENDAHULUAN Kakao merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan nasional yang memberikan sumbangan devisa ketiga terbesar setelah kelapa sawit dan karet (Goenadi et al. , 2. Indonesia menjadi menjadi pengekspor kakao ketiga terbesar dunia setelah Pantai Gading dan Nigeria dengan pangsa 14,6% pada tahun 2010 (Intracen, 2. Menurut data dari Ditjenbun tahun 2011. Sumatera menduduki peringkat kedua produksi kakao terbesar di Indonesia dengan persentase produksi 20,08% dari total produksi kakao Indonesia atau setara dengan 156. 655 ton per Ha. Fakta ini mendukung tingginya nilai ekonomis tanaman kakao bagi sektor perkebunan di Sumatera pada umumnya dan Desa Karang Raja. Merbau Mataram. Lampung Selatan pada khususnya. Produksi kakao di Kabupaten Lampung Selatan tergolong tinggi. Berdasarkan data Dinas Perkebunan Pemerintah Provinsi Lampung. Lampung mampu memproduksi 9. 571 Ton Kakao pada Produk utama dari perkebunan kakao adalah biji kakao kering. Biji kakao kering dapat diolah menjadi berbagai produk coklat seperti bubuk coklat, pasta/selai, dan coklat batangan. Sementara itu, pemanfaatan daging buah dan kulit kakao hanya sebatas kompos atau pakan ternak. Sehingga pengelolaan hasil perkebunan kakao belum maksimal. Kegagalan panen kakao tahun 2020-2021 sangat berdampak pada perekonomian petani di Desa Karang Raja. Merbau Mataram. Kabupaten Lampung Selatan. Serangan hama penggerek (Conophomorpa cramerell. mengakibatkan turunnya kualitas dan kuantitas produksi buah kakao hingga 80%. Selain itu, peningkatan limbah kakao berupa kulit dan bagian yang busuk juga menjadi masalah dalam kegagalan panen ini. Oleh karena itu, perlu adanya usaha untuk mengatasi dua permasalahan gagal panen tersebut. Sefani IG Siregar | https://journal. id/index. php/amma | Page 39 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Febuari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 39-43 Program pengabdian kepada masyarakat (PkM) dilakukan untuk memberikan pelatihan pengolahan limbah kulit kakao kepada masyarakat desa Karang Radja. Pelatihan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar dapat memanfaatkan dan mengolah limbah kakao menjadi sebuah produk yang memiliki daya ekonomi yang tinggi. Program ini diharapkan menjadi program perintis untuk meningkatkan perekonomian lewat pemberdayaan masyarakat. METODE PELAKSANAAN Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui kegiatan pelatihan yang dilakukan dengan metode ceramah dan praktik. Tahapan pelaksanaan kegiatan pelatihan terbagi menjadi 3 tahapan utama, yaitu persiapan alat dan bahan, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi pelaksanaan pelatihan dengan menggunakan pre-test dan post-test. 1 Tahap Persiapan Tahap persiapan meliputi langkah-langkah sebagai berikut : Penyusunan jadwal dan materi pelatihan Kunjungan awal ke Desa Karang Radja untuk sosialisasi program pelatihan Persiapan alat dan bahan untuk pelatihan produksi dan pelatihan untuk membuat desain logo. Pelaksanaan Pelatihan Pelatihan terbagi ke dalam dua kegiatan. Kegiatan pertama adalah workshop produksi kerupuk dari kulit kakao. Pada workshop ini peserta diberikan materi dan demonstrasi bagaimana mengolah kulit kakao menjadi kerupuk sesuai dengan prosedur pada Gambar 1. Gambar 1. Skema Produksi Kerupuk Kulit Kakao. Sefani IG Siregar | https://journal. id/index. php/amma | Page 40 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Febuari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 39-43 Kegiatan kedua adalah pelatihan pembuatan logo kemasan menggunakan Canva. Pelatihan dilakukan dengan metode ceramah dan praktik menggunakan Canva. Untuk mengukur ketersampaian materi, dilakukan juga evaluasi berupa pre-test dan post-test kepada peserta. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pelatihan produksi krupuk dari kulit kakao dan pelatihan Canva telah dilakukan di Desa Karang Radja. Hasil dari kedua pelatihan dijelaskan sebagai berikut. 1 Pelatihan Produksi Kerupuk dari Kulit Kakao Pelatihan produksi kerupuk dari kulit kakao diberikan dalam bentuk demonstrasi proses. Perwakilan peserta juga ikut dalam proses demonstrasi untuk mempraktek bagaimana proses membuat kerupuk dari kulit kakao. Pelatihan dilakukan dalam tiga sesi. Ketiga sesi tersebut adalah . sesi Penjelasan proses produksi, . sesi demonstrasi proses produksi, dan . sesi pengemasan kerupuk hasil produksi. Langkah-langkah dalam pelatihan mengikuti diagram alir pada Gambar 1. Kulit yang digunakan sebagai bahan campuran kerupuk adalah kulit kakao bagian dalam. Bagian ini dipilih karena teksturnya yang mirip buah labu sehingga mudah diolah. Potongan bagian dalam kulit dicuci dan kemudian dikukus selama 30 menit. Potongan bagian dalam kulit kemudian dihaluskan dan dicampurkan dengan tepung dan penyedap. Adonan kemudian dioles tipis di atas daun pisang, dikukus, dan didiamkan dalam suhu ruang. Setelah mengeras, bahan dipotong kecil-kecil dan dijemur selama dua sampai tiga hari sehingga menjadi kerupuk mentah. Kerupuk mentah kemudian digoreng dan diberi tambahan perasa/bumbu. Kerupuk hasil produksi kemudian dikemas dengan kemasan yang menarik. Kerupuk dari kulit kakao yang diproduksi dapat dilihat di Gambar 2. Gambar 2. Kerupuk Kulit Kakao. Produksi awal Kerupuk Kulit Kakao dilakukan dalam skala kecil dengan model industri Respon masyarakat mengenai produk ini sangat baik. Dalam dialog langsung, masyarakat menilai bahwa rasanya enak dan teksturnya unik. Produk ini juga memiliki aroma cokelat yang kuat. Melihat potensi yang dimiliki. Desa Karang Raja berniat menjadikan produk ini sebagai salah satu produk UMKM desa, juga sebagai bentuk penberdayaan petani dan masyarakat desa terutama ibuibu PKK. Sefani IG Siregar | https://journal. id/index. php/amma | Page 41 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Febuari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 39-43 2 Pelatihan Canva Kegiatan pelatihan pembuatan kerupuk kulit kakao dan desain kemasan telah dilaksanakan di Balai Desa Karang Raja dalam kurun waktu antara April sampai Oktober. Dari rangkaian acara tersebut, yang paling akhir dilaksanakan adalah pelatihan desain kemasan dengan menggunakan Canva yang dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 14 Oktober 2022. Kegiatan tersebut terbagi menjadi empat tahapan utama yaitu observasi, pemaparan materi, workshop, dan evaluasi. Detail susunan acara disertakan pada Tabel 5. Tabel 1. Susunan Acara Pelatihan Waktu Kegiatan 00 - 09. Pembukaan dan penyampaian sambutan 30 - 09. Pre-test 45 - 11. Pelatihan penggunaan canva untuk desain logo 30 - 12. Post-test Penutup Dengan adanya pelatihan ini diharapkan penduduk Desa Karang Raja dapat lebih kreatif dalam desain produk, tidak hanya untuk produk Kerupuk Kulit Kakao, tapi juga produk lain yang nantinya dapat dihasilkan sebagai produk unggulan desa. Gambar 3. Acara Pelatihan Desain Kemasan Menggunakan Canva KESIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah menghasilkan prototype berupa produk kerupuk dengan campuran bahan kulit kakao yang diberi nama dagang Kerupuk Kulit Kakao. samping itu, pelaksanaan pelatihan desain produk menggunakan Canva yang merupakan kelanjutan dari kegiatan pengabdian ini juga telah dilaksanakan dan mendapat respon yang baik dari Dengan adanya pelatihan desain kemasan produk ini diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kreasinya dalam desain produk yang akan membantu dalam pemasaran produkproduk unggulan desa sehingga dapat memasuki dan bersaing di pasar yang lebih besar. Sefani IG Siregar | https://journal. id/index. php/amma | Page 42 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Febuari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 39-43 REFERENCES