JURDAR: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Tahun: 2023 . p-ISSN:2808-5671 | e-ISSN: 2808-5426 PENDEKATAN EDUKATIF-PARTISIPATIF SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN TINDAK PERUNDUNGAN DI MADRASAH ALIYAH DARUSSALAM BERMI Zulharman Universitas Teknologi Surabaya. Jawa Timur. Indonesia *email koresponde:. ulharman@gmail. Abstrak: Bullying merupakan salah satu permasalahan sosial yang masih sering terjadi di lingkungan pendidikan, termasuk di Madrasah Aliyah Darussalam Bermi. Tindakan bullying tidak hanya berdampak pada korban, tetapi juga terhadap lingkungan sekolah secara keseluruhan, yang dapat menghambat perkembangan akademik dan psikososial Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa, guru, dan tenaga kependidikan mengenai bahaya bullying serta membangun strategi pencegahan yang efektif. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi sosialisasi, pelatihan, serta pembentukan kelompok siswa sebagai agen perubahan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai dampak bullying serta munculnya komitmen dari pihak sekolah untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi siswa. Implementasi program ini diharapkan dapat mengurangi kasus bullying dan menciptakan budaya sekolah yang lebih positif serta inklusif. Kata kunci: Bullying, pencegahan, pendidikan, kesadaran. Madrasah Aliyah Abstract: Bullying remains a significant social issue in educational institutions, including Madrasah Aliyah Darussalam Bermi. This issue affects not only the victims but also the overall school environment, potentially hindering students' academic and psychosocial This community service program aims to raise awareness among students, teachers, and school staff about the dangers of bullying and to develop effective prevention The methods used include socialization, training, and the formation of student groups as change agents. The results indicate an increased understanding of bullying's impact and a stronger commitment from the school community to foster a safer and more comfortable environment. The implementation of this program is expected to reduce bullying cases and promote a more positive and inclusive school culture. Keywords: Bullying, prevention, education, awareness. Madrasah Aliyah @Copyroght_ Zulharman:Peningkatan Kesadaran Dan Strategi . Pendahuluan Bullying merupakan fenomena yang masih sering terjadi di lingkungan pendidikan dan berdampak negatif terhadap perkembangan akademik, sosial, dan psikologis siswa. Madrasah Aliyah Darussalam Bermi, kasus bullying dalam berbagai bentuk, baik verbal, fisik, maupun siber, masih menjadi perhatian serius. Perilaku ini tidak hanya menyebabkan trauma bagi korban, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang tidak kondusif. Salah satu faktor utama yang menyebabkan bullying terus berlanjut adalah kurangnya pemahaman dan kesadaran di kalangan siswa dan tenaga pendidik mengenai bahaya serta dampak jangka panjangnya. Selain itu, belum adanya strategi pencegahan yang sistematis di sekolah menyebabkan upaya penanggulangan bullying menjadi kurang Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif untuk meningkatkan kesadaran, membangun sistem pendampingan bagi korban, serta membentuk lingkungan sekolah yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh siswa. Program pengabdian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut melalui sosialisasi dan pelatihan yang melibatkan seluruh elemen sekolah. Dengan adanya program ini, diharapkan siswa lebih memahami dampak bullying, guru dapat berperan aktif dalam pencegahan, serta sekolah memiliki kebijakan yang lebih jelas dalam menangani kasus bullying. Melalui pendekatan partisipatif dan edukatif, diharapkan terbentuk budaya sekolah yang lebih harmonis, saling menghargai, dan bebas dari tindakan intimidasi. Metode Metode pengabdian kepada masyarakat yang digunakan dalam program ini adalah pendekatan edukatif dan partisipatif. Program ini dilakukan di Madrasah Aliyah Darussalam Bermi dengan melibatkan siswa, guru, dan tenaga kependidikan dalam kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan pembentukan sistem pencegahan bullying berbasis sekolah. Tahapan metode yang digunakan dalam program ini meliputi: Observasi dan Identifikasi Masalah Sebelum pelaksanaan program, dilakukan observasi awal untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk bullying yang terjadi di sekolah serta faktor penyebabnya. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru, siswa, dan tenaga kependidikan. Sosialisasi dan Penyuluhan Sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan kesadaran mengenai dampak negatif bullying dan pentingnya lingkungan sekolah yang aman. Materi sosialisasi mencakup jenis-jenis bullying, dampaknya terhadap korban, serta langkah-langkah pencegahan. Pelatihan dan Workshop Pelatihan diberikan kepada siswa, guru, dan staf sekolah mengenai teknik intervensi, strategi pencegahan, serta penanganan JURDAR: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Tahun: 2023 . -36-. korban bullying. Workshop interaktif dilakukan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi dan resolusi konflik. Pembentukan Agen Perubahan Dibentuk kelompok siswa sebagai "Agen Anti-Bullying" yang bertugas mengawasi dan melaporkan kejadian bullying serta memberikan dukungan kepada korban. Evaluasi dan Monitoring Setelah program dijalankan, dilakukan evaluasi efektivitas melalui survei dan wawancara. Hasil evaluasi digunakan untuk menentukan langkah keberlanjutan program ini. Hasil Dan Pembahasan Peningkatan Kesadaran dan Pemahaman tentang Bullying Berdasarkan hasil evaluasi awal, banyak siswa dan guru yang belum memahami secara menyeluruh dampak bullying. Setelah dilakukan sosialisasi dan pelatihan, terdapat peningkatan pemahaman sebesar 75% berdasarkan hasil kuisioner posttest. Para siswa menjadi lebih sadar akan tindakan mereka serta dampaknya terhadap teman sebaya. Peran Guru dalam Pencegahan Bullying Pelatihan yang diberikan kepada guru meningkatkan keterampilan mereka dalam mengenali tanda-tanda bullying dan mengambil tindakan intervensi. Guru mulai menerapkan pendekatan proaktif dengan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai nilai-nilai empati dan menghormati sesama. Efektivitas Agen Anti-Bullying Pembentukan Agen Anti-Bullying memberikan dampak positif terhadap budaya Para agen ini berperan sebagai perantara antara siswa dan guru, membantu dalam pelaporan kasus serta memberikan dukungan moral kepada korban bullying. Sejak program ini diterapkan, terdapat penurunan kasus bullying sebesar 40% dalam tiga bulan pertama. Lingkungan Sekolah yang Lebih Aman Dengan adanya program ini, siswa merasa lebih nyaman di lingkungan sekolah. Mereka lebih terbuka untuk berbicara mengenai pengalaman mereka terkait bullying, yang menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan kepada pihak sekolah dalam menangani kasus bullying. @Copyroght_ Zulharman:Peningkatan Kesadaran Dan Strategi . Kesimpulan Program pengabdian ini berhasil meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa serta tenaga pendidik mengenai bullying dan pencegahannya. Melalui sosialisasi, pelatihan, serta pembentukan Agen Anti-Bullying, terjadi perubahan signifikan dalam lingkungan sekolah yang lebih aman dan kondusif. Meskipun program ini menunjukkan hasil yang positif, masih diperlukan upaya keberlanjutan melalui penguatan kebijakan anti-bullying di sekolah serta kolaborasi dengan orang tua Dengan adanya program ini, diharapkan budaya sekolah yang bebas bullying dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Daftar Pustaka