Journal of E-Learning. Multimedia, and Discourse of Teachers Volume 1 . 2025, 55-69 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Optimalisasi Peran Unit Layanan Khusus dalam Mendukung Kebutuhan Belajar Siswa di Sekolah Aulia Okti Ramadhani1. Natasya Putri Nadhifah1 1Universitas Bengkulu. Bengkulu. Indonesia Corresponding author e-mail: auliaoktiramadhani@gmail. Article History: Received on 8 March 2025. Revised on 20 April 2025. Published on 23 May 2025 Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran Unit Layanan Khusus (ULK) dalam mendukung kebutuhan belajar siswa di sekolah melalui analisis kebijakan, praktik implementasi, dan dampaknya terhadap proses Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi pada beberapa sekolah yang memiliki ULK aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ULK memiliki kontribusi signifikan dalam pemetaan kebutuhan individual siswa, penyediaan layanan intervensi, serta kolaborasi dengan guru dan orang tua, meskipun masih terdapat tantangan dalam hal sumber daya dan koordinasi. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pemetaan strategis fungsi ULK secara menyeluruh dalam konteks sekolah inklusif. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan rekomendasi praktis bagi pengembangan kebijakan pendidikan dan pelaksanaan layanan ULK yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan siswa. Kata kunci: Kebutuhan Belajar Siswa. Proses Pembelajaran. Unit Layanan Khusus Abstract: This study aims to optimize the role of the Special Service Unit (ULK) in supporting students' learning needs in schools through policy analysis, implementation practices, and their impact on the learning process. The method used is a descriptive qualitative approach with interview techniques, observation, and documentation studies in several schools that have active ULK. The results of the study indicate that ULK has a significant contribution in mapping individual student needs, providing intervention services, and collaborating with teachers and parents, although there are still challenges in terms of resources and coordination. The novelty of this study lies in the strategic mapping of ULK functions as a whole in the context of inclusive schools. This study contributes to providing practical recommendations for the development of educational policies and the implementation of ULK services that are more effective and responsive to student needs. Keywords: Learning Process. Special Service Unit. Student Learning Needs Pendahuluan Unit Layanan Khusus (ULK) di sekolah telah diakui sebagai komponen pendukung Journal of E-Learning. Multimedia, and Discourse of Teachers Volume 1 . 2025, 55-69 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x penting dalam penyelenggaraan pendidikan yang inklusif, dengan peran utamanya memberikan layanan asesmen, konseling, dan intervensi bagi siswa yang memiliki kebutuhan belajar beragam. Saat ini, yang telah diketahui adalah bahwa keberadaan ULK mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas layanan pembelajaran, khususnya bagi siswa dengan kebutuhan khusus maupun yang mengalami kesulitan belajar. Namun, yang belum diketahui secara jelas adalah bagaimana optimalisasi peran ULK dapat diterapkan secara sistematis agar efektif menjawab tantangan di lapangan, termasuk dalam aspek manajerial, teknis, dan Kondisi terkini menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan ULK masih belum merata, sering kali bersifat administratif semata, dan belum terintegrasi penuh dalam sistem pembelajaran sekolah. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pendekatan analisis strategis berbasis praktik empirik untuk mengembangkan model optimalisasi peran ULK yang kontekstual dan aplikatif. Penelitian ini berkontribusi dengan memberikan rekomendasi berbasis data untuk perbaikan kebijakan, peningkatan kapasitas SDM, serta penguatan sinergi antar pemangku kepentingan dalam layanan pendidikan. Berdasarkan latar belakang tersebut, pertanyaan penelitian yang diajukan adalah: Bagaimana strategi optimalisasi peran Unit Layanan Khusus dapat meningkatkan efektivitas dukungan terhadap kebutuhan belajar siswa di lingkungan sekolah? Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuan memahami secara mendalam proses optimalisasi peran Unit Layanan Khusus (ULK) dalam mendukung kebutuhan belajar siswa di sekolah. Penelitian dilakukan di tiga sekolah dasar negeri di Kota Bandung yang telah memiliki ULK aktif dan menjalankan layanan pendidikan inklusif. Responden dalam penelitian ini terdiri dari 3 kepala sekolah, 6 guru kelas, 3 guru pendamping khusus (GPK), 3 petugas ULK, dan 6 orang tua siswa yang anaknya mendapatkan layanan dari ULK. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung terhadap pelaksanaan layanan ULK di sekolah, serta studi dokumentasi terhadap program kerja ULK, catatan asesmen siswa, dan laporan intervensi. Instrumen yang digunakan mencakup pedoman wawancara semi-terstruktur, lembar observasi aktivitas ULK, dan format pencatatan dokumen. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi pola pelaksanaan, faktor pendukung dan penghambat, serta potensi pengembangan ULK dalam konteks kebutuhan belajar siswa. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk menyusun rekomendasi strategis berdasarkan praktik nyata dan kondisi kontekstual sekolah, guna mendukung optimalisasi layanan pendidikan yang lebih responsif dan inklusif. Journal of E-Learning. Multimedia, and Discourse of Teachers Volume 1 . 2025, 55-69 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Hasil penelitian dan Pembahasan No. Judul dan Pengarang Transformasi Digital Layanan Perpustakaan Madrasah melalui Pengembangan Website Inovatif untuk Optimalisasi Koleksi dan Laporan Terpadu (Khalid et al. , 2. Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru di Era Kurikukum Merdeka (Mulyono et , 2. Objek Penelitian Objek penelitian adalah sistem perpustakaan digital berbasis web yang dikembangkan untuk madrasah di bawah naungan Kementerian Agama Kota Medan. Fokusnya adalah pengembangan sistem E-PERPUSMAD sebagai solusi digital dalam pengelolaan Objek penelitian dalam jurnal ini adalah kompetensi manajerial kepala sekolah dan pengaruhnya terhadap peningkatan kinerja guru di sekolah. Metodologi Penelitian Penelitian ini menggunakan metode pengembangan sistem waterfall, yang terdiri dari lima tahap: analisis kebutuhan, desain sistem, pengkodean, pengujian, dan Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara dengan pihak perpustakaan, dan studi Penemuan Utama Sistem perpustakaan digital yang dikembangkan mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan perpustakaan Sistem ini dilengkapi dengan berbagai fitur seperti pencarian koleksi digital, peminjaman dan pengembalian buku, serta manajemen akun Pengujian dengan metode blackbox menunjukkan bahwa semua fungsi berjalan dengan baik sesuai kebutuhan Kesimpulan Implementasi perpustakaan digital berbasis web melalui sistem E-PERPUSMAD memberikan solusi inovatif terhadap keterbatasan sistem manual yang selama ini Sistem ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional perpustakaan madrasah secara individual, tetapi juga mendorong kolaborasi antar-madrasah dan mendukung transformasi digital pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka . ibrary researc. , dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari jurnal, buku, dan literatur lain yang relevan. Proses analisis dilakukan melalui empat tahap: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian menemukan bahwa kompetensi manajerial kepala sekolah sangat memengaruhi peningkatan kinerja guru. Kompetensi ini meliputi kemampuan dalam merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, dan mengevaluasi. Kinerja guru yang baik mencakup kemampuan merancang, melaksanakan, mengevaluasi, serta memberikan pembelajaran remedial atau pengayaan. Kepala sekolah yang memiliki kompetensi Kepala sekolah harus memiliki dan menerapkan kompetensi manajerial yang komprehensif agar dapat mendorong kinerja guru yang optimal. Hal ini akan berdampak pada tercapainya tujuan pendidikan, terutama dalam konteks kurikulum merdeka belajar. Kompetensi manajerial bukan hanya sekadar keterampilan teknis, tetapi juga meliputi keterampilan interpersonal dan konseptual dalam Journal of E-Learning. Multimedia, and Discourse of Teachers Volume 1 . 2025, 55-69 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Optimalisasi Program Layanan Khusus di Sekolah Untuk Peningkatan Kualitas Peserta Didik (Norhadiana, 2. Objek dalam penelitian ini adalah manajemen layanan khusus di sekolah. Penelitian ini menyoroti bagaimana layanan-layanan khusus seperti bimbingan dan perpustakaan, kantin, transportasi, asrama, dan laboratorium dikelola untuk pendidikan dan perkembangan peserta didik secara optimal. Metode Penelitian ini menggunakan metode studi Penulis mengumpulkan data dari berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, dan referensi lainnya yang berkaitan dengan perencanaan kebijakan pendidikan serta manajemen layanan khusus di sekolah. Manajemen Layanan Khusus Unit Koperasi Berbasis E-money Pada Objek penelitian adalah manajemen layanan khusus unit Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik manajerial yang baik dapat menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, memanfaatkan sumber daya secara optimal, serta memotivasi guru untuk meningkatkan kualitas kerja Penelitian ini menemukan bahwa manajemen layanan khusus memainkan peran penting dalam mendukung kegiatan Layanan ini tidak hanya melayani kebutuhan dasar siswa, tetapi juga mendukung perkembangan emosional, sosial, dan akademik mereka. Tiap jenis layanan memiliki fungsi spesifik, seperti bimbingan konseling untuk pembentukan karakter, perpustakaan sebagai pusat pembelajaran, kantin sebagai penyedia gizi. UKS sebagai penjaga kesehatan, transportasi untuk mendukung kehadiran, asrama untuk siswa dari luar daerah, dan laboratorium sebagai sarana pengembangan keterampilan ilmiah. mengelola sumber daya sekolah secara efektif dan Penelitian ini menemukan bahwa manajemen koperasi berbasis emoney di pondok pesantren Manajemen layanan khusus unit koperasi berbasis e-money di pondok pesantren Manajemen layanan khusus merupakan bagian integral dari manajemen berbasis sekolah yang bertujuan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Pengelolaan yang baik terhadap layanan-layanan ini dapat menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan mendukung perkembangan holistik peserta didik. Sekolah perlu menata dan mengoptimalkan layanan ini agar mampu menjawab tantangan pendidikan modern, termasuk inklusivitas dan pemerataan layanan bagi seluruh peserta didik. Journal of E-Learning. Multimedia, and Discourse of Teachers Volume 1 . 2025, 55-69 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Pondok Pesantren Modern Di Jawa Timur (Fatimah & Aminah, koperasi berbasis emoney di pondok pesantren modern di Jawa Timur. pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipasi pasif, wawancara semistruktur, dan meliputi beberapa aspek penting: Perencanaan dilakukan dalam dua bentuk, yaitu jangka panjang seperti digitalisasi sistem dan jangka pendek seperti peningkatan usaha toko. Pengorganisasian melibatkan pengurus, pengawas, dan ustadzah, namun tidak melibatkan santri dalam Pelaksanaan koperasi mencakup berbagai layanan seperti toko makanan, toko seragam, laundry, dan wartel, yang seluruh transaksinya dilakukan melalui e-money. Pengawasan dilakukan secara langsung oleh ketua koperasi setiap hari, dan evaluasi dilakukan secara rutin setiap bulan dan tahunan dengan laporan pembukuan otomatis. dilaksanakan sesuai fungsifungsi manajemen: pelaksanaan, pengawasan dan Sistem e-money terbukti membantu meningkatkan efisiensi manajemen, mengurangi kehilangan uang di kalangan santri, dan mempermudah pembukuan koperasi secara Pengelolaan Sarana Dan Prasarana Pendidikan Di Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatus Syarifah Sidoarjo (Dewi & Noor, 2. Objek penelitian dalam jurnal ini adalah pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan di MI Tarbiyatus Syarifah Sidoarjo, sebuah madrasah ibtidaiyah swasta yang berada di bawah naungan Kementerian Agama. Metodologi penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang sarana prasarana, observasi nonpartisipan, serta studi Data dianalisis Penemuan utama dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan sarana dan prasarana di MI Tarbiyatus Syarifah dilakukan melalui tahapan perencanaan, pengadaan, penyimpanan, pemeliharaan, inventarisasi, dan penghapusan. Perencanaan dilakukan melalui rapat bersama yang melibatkan pihak sekolah dan yayasan. Proses Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan yang baik dan sistematis di MI Tarbiyatus Syarifah Sidoarjo berperan penting dalam mendukung proses pembelajaran yang Meskipun sudah berjalan cukup baik, masih terdapat beberapa kekurangan Journal of E-Learning. Multimedia, and Discourse of Teachers Volume 1 . 2025, 55-69 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Implementasi Sistem Informasi Manajemen Dalam Mendukung Pelayanan Administrasi (Azizah et al. , 2. Penelitian ini bertujuan untuk bagaimana proses pengelolaan sarana dan prasarana dilakukan di sekolah tersebut, terutama setelah masa pandemi Covid-19. menggunakan teknik dari Miles dan Huberman yang mencakup kondensasi data, penyajian data, dan penarikan pengadaan disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan dana, baik dari BOSDA maupun bantuan pemerintah pusat. Penyimpanan barang dilakukan di gudang dan lemari di setiap unit. Pemeliharaan dilakukan secara rutin, dengan melibatkan jasa dari luar dan dukungan internal melalui jadwal piket siswa dan Inventarisasi masih dalam tahap pengembangan, di mana data masih dikelola dalam bentuk soft file. Penghapusan dilakukan terhadap barang-barang yang sudah tidak layak pakai dengan mekanisme seleksi, dan barang yang dihapus bisa dijual, dibakar, atau disumbangkan. yang perlu dibenahi, seperti pada aspek inventarisasi dan dokumentasi barang. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori dan praktik pengelolaan sarana dan prasarana di lembaga pendidikan swasta. Penelitian ini mengkaji implementasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) di MA Miftahul Ulum Cermenan Ngoro Jombang, khususnya dalam administrasi di Fokus penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan kepala madrasah, staf tata usaha, dan siswa, serta dokumentasi yang relevan. Analisis data dilakukan dengan model interaktif yang terdiri dari tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan Penemuan utama penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan SIM di MA Miftahul Ulum dimulai dengan rapat pleno yang sistematis, namun perlu perbaikan dalam alokasi sumber daya dan Pengorganisasian SIM belum optimal, dengan kesenjangan antara struktur yang direncanakan dan Kepemimpinan partisipatif diterapkan oleh kepala madrasah untuk meningkatkan Implementasi SIM di MA Miftahul Ulum Cermenan menunjukkan kemajuan dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan Meskipun ada perbaikan dalam berbagai aspek, seperti pengelolaan jadwal dan administrasi keuangan, beberapa tantangan masih ada, seperti ketidakcocokan antara struktur organisasi dan praktik di Journal of E-Learning. Multimedia, and Discourse of Teachers Volume 1 . 2025, 55-69 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x bagaimana SIM dapat meningkatkan efisiensi administrasi, dengan integrasi teknologi, sumber daya manusia, dan proses organisasi dalam konteks pendidikan Islam. penarikan kesimpulan. Peran Sarana dan Prasarana dalam Optimalisasi Manajemen Bimbingan dan Konseling di Sekolah (Salwa Almaliyah & Uman Suherman, 2. Penelitian ini mengkaji peran sarana dan prasarana dalam manajemen bimbingan dan konseling (BK) di sekolah, serta bagaimana fasilitas tersebut mendukung efektivitas layanan BK dalam mendukung perkembangan peserta Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan . ibrary researc. , yaitu menganalisis literatur terkait topik penelitian untuk mengumpulkan dan menyimpulkan data yang relevan dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, artikel, dan dokumen. Analisis Kebutuhan Layanan Bimbingan Untuk Mengembangkan Resiliensi Siswa Sekolah Dasar Objek penelitian dalam studi ini adalah kebutuhan layanan bimbingan dan konseling untuk Metodologi yang digunakan adalah pendekatan mixed methods dengan survei sebagai metode utama. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang divalidasi oleh transparansi dan komunikasi. Pengawasan dilakukan setiap dua tahun sekali, meskipun masih ada kebutuhan untuk perbaikan dalam kapasitas SDM dan infrastruktur IT. SIM telah meningkatkan efisiensi administrasi, tetapi masalah sinkronisasi data antar departemen masih menjadi Penelitian menunjukkan bahwa sarana dan prasarana yang memadai sangat berpengaruh terhadap efektivitas layanan bimbingan dan konseling (BK) di Sarana yang tidak memadai dapat menghambat kualitas layanan, sedangkan sarana yang sesuai dapat meningkatkan efektivitas program BK. Selain itu, ruang konseling yang nyaman, alat peraga, dan teknologi informasi yang memadai juga mendukung kelancaran proses BK. Penemuan utama dari penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas guru belum memahami dengan baik mengenai bimbingan dan konseling di sekolah dasar, dengan sebagian besar lapangan, serta infrastruktur yang perlu diperbarui. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan pengembangan teknologi informasi menjadi kunci untuk memaksimalkan manfaat SIM dalam mendukung pelayanan administrasi yang lebih efektif di madrasah. Sarana dan prasarana pendidikan yang memadai sangat penting untuk mendukung optimalisasi layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Implementasi Permendikbud No 111 Tahun 2014 terkait pemenuhan fasilitas ini sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas layanan BK. Sekolah perlu memastikan penyediaan sarana dan prasarana yang sesuai untuk mendukung pengembangan potensi siswa melalui layanan bimbingan yang efektif. Kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa layanan bimbingan dan konseling perlu dioptimalkan di sekolah dasar untuk mengembangkan resiliensi siswa, dan Journal of E-Learning. Multimedia, and Discourse of Teachers Volume 1 . 2025, 55-69 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x (Haryani et al. , 2. resiliensi siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pemahaman dan pelaksanaan layanan bimbingan serta sejauh mana guru kelas memahami resiliensi dan menerapkannya dalam proses pembelajaran. expert judgement dan Focus Group Discussion (FGD) untuk memperoleh data yang lebih mendalam. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan menganggap layanan ini penting namun lebih cenderung bersifat kuratif daripada preventif. Selain itu, meskipun pemahaman tentang resiliensi di kalangan guru cukup tinggi, hal ini belum banyak diterapkan dalam pembelajaran sehari-hari. Diperlukan model layanan bimbingan dan konseling yang lebih terstruktur dan dapat diterapkan oleh guru kelas dalam mengembangkan resiliensi siswa, terutama mengingat keterbatasan sumber daya di sekolah dasar. dibutuhkan model layanan yang dapat diterapkan oleh guru kelas untuk mendukung pengembangan tersebut. Peran Perpustakaan Sekolah Dalam Mendukung Proses Pembelajaran SMP IT Alfarisi Sleman Di Yogyakarta (Khasiati. Objek penelitian ini adalah perpustakaan sekolah di SMPIT Salman Alfarisi Sleman. Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Fasilitas perpustakaan di SMPIT Salman Alfarisi masih sangat terbatas, seperti ruangan yang sempit, pencahayaan yang kurang, dan sirkulasi udara yang tidak Koleksi buku masih minim dan belum memenuhi standar nasional. Pelayanan peminjaman masih dilakukan secara manual dan kunjungan siswa ke perpustakaan relatif Pengelolaan koleksi buku masih dilakukan secara sederhana dan belum terkomputerisasi. Tenaga perpustakaan hanya satu orang dan belum cukup memadai untuk menjalankan semua fungsi Perpustakaan di SMPIT Salman Alfarisi belum sepenuhnya mendukung proses pembelajaran secara optimal karena keterbatasan fasilitas, koleksi buku, sumber daya manusia, dan sistem Namun, perpustakaan tetap menjalankan peran sebagai penunjang pembelajaran meskipun dengan keterbatasan Journal of E-Learning. Multimedia, and Discourse of Teachers Volume 1 . 2025, 55-69 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Optimalisasi Pengelolaan Pendidikan Inklusif (Lisyawati et , 2. Objek penelitian ini adalah bagaimana SOU mengelola berbagai aspek pendidikan inklusif yang mencakup kesiswaan, kurikulum inklusif, tenaga kependidikan, fasilitas dan infrastruktur, pembiayaan, serta Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Proses analisis data dilakukan secara sistematis melalui teknik analisis tema, mulai dari reduksi data, penyajian data, hingga penarikan kesimpulan. Landasan Filosofis Dalam Optimalisasi Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Inklusi (Andriani et al. , 2. Penelitian ini membahas tentang pendidikan inklusi sebagai upaya untuk memastikan bahwa anak-anak dengan kebutuhan khusus dapat belajar di sekolah reguler bersama teman sebaya Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan . ibrary researc. Peneliti mengumpulkan informasi dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, artikel, dan hasil penelitian terdahulu. Semua data dianalisis secara kritis untuk mendapatkan Penelitian ini menemukan bahwa SOU berhasil mengelola pendidikan inklusif secara optimal berkat keterlibatan dua lembaga penting, yaitu Learning Support Center (LSC) dan Research and Development (R&D). LSC berperan sebagai pusat terapi dan konsultasi untuk peserta didik berkebutuhan khusus, sedangkan R&D berperan dalam pengembangan kurikulum dan pengelolaan tenaga kependidikan serta sarana prasarana khusus. SOU juga mengintegrasikan pendidikan inklusif dalam empat pilar kurikulum yang mencakup orientasi pada alam, life skill, karakter, dan logika bisnis, yang dilaksanakan melalui pembelajaran berbasis alam, kegiatan outbound, dan magang belajar dari maestro. Penelitian ini menemukan bahwa pendidikan inklusi sangat selaras dengan semangat konstitusi Indonesia, terutama Pasal 31 UUD 1945 dan UU SISDIKNAS No. Tahun 2003, yang menekankan hak setiap warga negara untuk mendapatkan pendidikan tanpa Namun, dalam praktiknya, masih terdapat banyak Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pendekatan manajemen berbasis sekolah yang diterapkan oleh SOU mampu mengoptimalkan layanan pendidikan inklusif. Pendekatan ini memungkinkan pelayanan yang berkelanjutan dan terpadu bagi peserta didik berkebutuhan khusus sehingga mereka dapat berkembang menjadi individu yang mandiri dan berdaya saing. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pendidikan inklusi bukan hanya sebuah kebijakan, tetapi juga merupakan manifestasi dari nilai-nilai dasar seperti keadilan, kesetaraan, dan penghargaan terhadap Oleh karena itu, penting untuk memahami dan Journal of E-Learning. Multimedia, and Discourse of Teachers Volume 1 . 2025, 55-69 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Manajemen Layanan Khusus Pendidikan (Ritman Hendra & Monadia Turrahmi. Objek utama dari penelitian ini adalah pendidikan inklusi, khususnya dari sisi landasan filosofis dan hukum, serta bagaimana dapat dioptimalkan di Indonesia. Tujuannya adalah untuk pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya pendidikan inklusi dan bagaimana pelaksanaannya bisa lebih efektif. Manajemen layanan khusus pendidikan dalam konteks manajemen berbasis sekolah (MBS). Fokus utamanya adalah bagaimana layananlayanan tersebut dapat menunjang tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. pemahaman yang komprehensif tentang pendidikan inklusi, serta mengevaluasi bagaimana prinsip-prinsip filosofis dan hukum dapat diterapkan dalam praktik. hambatan seperti kurangnya tenaga pendidik yang kompeten, fasilitas yang belum memadai, minimnya sosialisasi, serta lemahnya koordinasi antar pihak Di sisi lain, penelitian ini juga menegaskan bahwa pendidikan inklusi dapat meningkatkan interaksi sosial dan pengalaman belajar bersama antar siswa, yang pada akhirnya dapat mendukung pembangunan karakter dan sumber daya manusia yang unggul. memperkuat landasan filosofis pendidikan inklusi agar pelaksanaannya dapat memberikan manfaat maksimal bagi semua pihak, terutama bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus. Pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka . ibrary researc. Data dikumpulkan dari jurnal, artikel, dan buku relevan, kemudian dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan Manajemen layanan khusus pendidikan merupakan bagian integral dari MBS yang meliputi berbagai jenis layanan . endidikan, perpustakaan, bimbingan konseling, kafetaria, asrama, transportasi, koperasi, dan OSIS). Dengan perencanaan yang matang dan prinsip manajemen yang kuat, layanan-layanan ini mampu memberikan dukungan maksimal terhadap proses belajar mengajar dan peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Manajemen layanan khusus pendidikan sangat penting untuk mendukung pencapaian tujuan pendidikan. Dengan pengelolaan yang profesional dan proporsional, layananlayanan ini dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan peserta didik secara optimal dan menyeluruh. Journal of E-Learning. Multimedia, and Discourse of Teachers Volume 1 . 2025, 55-69 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Pendampingan Optimalisasi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) (Sutriningsih et , 2. Penelitian ini berfokus pada optimalisasi pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di TK Baitul Huda. Dusun Krobyokan. Desa Jedong. Kecamatan Wagir. Kabupaten Malang. Tujuannya adalah untuk pendampingan dalam mengaktifkan kembali program UKS agar dapat mendukung terciptanya peserta didik yang sehat serta meningkatkan potensi belajar anak. Optimalisasi Perpustakaan Sebagai Sumber Belajar di SD Negeri 08 Marong Penelitian ini berfokus pada perpustakaan di SDN 08 Marong. Kecamatan Ledo. Metodologi yang digunakan dalam kegiatan ini berupa pengabdian kepada masyarakat dengan pendekatan observatif dan Proses dimulai dari observasi langsung terhadap kondisi ruang dan fasilitas UKS yang ada, kemudian melakukan inventarisasi kebutuhan yang mengacu pada pedoman teknis pelaksanaan UKS di tingkat PAUD. Selanjutnya dilakukan identifikasi terhadap pelaksanaan Trias UKS yang mencakup tiga komponen utama, yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dianalisis secara univariat. Kegiatan juga dilengkapi dengan sosialisasi UKS kepada kepala sekolah, guru, dan warga sekolah melalui diskusi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Penelitian deskriptif Dari hasil observasi dan evaluasi, ditemukan bahwa ruang UKS masih belum permanen dan digunakan bersama dengan ruang kepala sekolah. Fasilitas kesehatan sangat minim, hanya terdiri dari tempat tidur sederhana dan kotak P3K. Pelaksanaan Trias UKS juga masih sangat kurang dalam semua Tidak tersedia sarana cuci tangan sebagai bagian dari penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan upaya deteksi tumbuh kembang anak masih terbatas pada pengukuran tinggi dan berat badan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pelaksanaan UKS di TK Baitul Huda masih jauh dari optimal. Diperlukan pendampingan yang berkelanjutan, baik dalam penyediaan ruang dan peralatan UKS maupun dalam edukasi terkait pelaksanaan Trias UKS. Penguatan program UKS secara holistik dan terintegrasi dinilai sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan mendukung perkembangan serta prestasi peserta didik. Perpustakaan di SDN 08 Marong belum dapat berfungsi secara Beberapa kendala yang dihadapi antara lain kurangnya Perpustakaan memiliki peranan penting dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah. Journal of E-Learning. Multimedia, and Discourse of Teachers Volume 1 . 2025, 55-69 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x (Iyok, 2. Kabupaten Bengkayang. Penelitiannya bertujuan untuk pengelolaan dan perpustakaan di sekolah ini dalam mendukung kegiatan belajar mengajar. dilakukan dengan tujuan untuk menggambarkan kondisi yang ada tanpa melakukan perubahan terhadap objek yang diteliti. Data dikumpulkan melalui instrumen penelitian yang menghasilkan data angka yang kemudian dijelaskan dalam bentuk naratif. Penelitian ini dilaksanakan dari 12 Mei hingga 20 Juni 2020. Implementasi strategi layanan bimbingan dan Komprehensif bagi siswa tunanetra di MTs Yaketunis Objek penelitian ini adalah implementasi strategi layanan bimbingan dan komprehensif bagi Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru bimbingan dan konseling serta pelayanan yang maksimal, tidak adanya petugas perpustakaan yang khusus, serta terbatasnya sarana dan prasarana yang Selain itu, faktor penghambat lainnya adalah ketidakadanya struktur organisasi perpustakaan di sekolah dan kurangnya perhatian terhadap pengelolaan perpustakaan. Faktorfaktor pendukung yang ada, seperti semangat guru dan siswa, serta koleksi buku yang cukup mendukung pembelajaran, dapat menjadi langkah untuk memperbaiki fungsi perpustakaan. Dalam upaya pengoptimalan, disarankan agar pengelolaan perpustakaan dilakukan secara profesional, serta ditunjang dengan penggunaan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Suasana perpustakaan yang nyaman dan mudah diakses juga penting untuk mendukung minat siswa dalam memanfaatkan perpustakaan. Penelitian ini menemukan bahwa penerapan strategi layanan bimbingan dan konseling komprehensif di MTs Yaketunis Yogyakarta berjalan dengan baik. Strategi ini mencakup layanan Keberadaannya sebagai pusat informasi dan sumber belajar sangat krusial dalam meningkatkan kualitas Agar dapat berfungsi secara optimal, perpustakaan perlu dikelola dengan baik, menyediakan koleksi yang memadai, serta memberikan layanan yang ramah dan mudah diakses oleh siswa. Selain itu, pengelolaan perpustakaan yang terorganisir dan didukung oleh seluruh pihak sekolah dapat meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar dan membentuk budaya literasi yang lebih baik di kalangan siswa. Kesimpulannya, implementasi strategi layanan bimbingan dan konseling komprehensif di MTs Yaketunis Yogyakarta sudah berjalan dengan baik. Semua komponen layanan Journal of E-Learning. Multimedia, and Discourse of Teachers Volume 1 . 2025, 55-69 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Yogyakarta (Rahmat, siswa tunanetra di MTs Yaketunis Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru bimbingan dan konseling serta dokumentasi terkait. Proses analisis data dilakukan dengan menelaah data wawancara dan menyusunnya dalam kategori, dan memeriksa keabsahan dokumentasi terkait. Proses analisis data dilakukan dengan menelaah data wawancara dan observasi, menyusunnya dalam kategori, dan memeriksa keabsahan data. dasar yang meliputi bimbingan klasikal, orientasi, informasi, dan bimbingan kelompok. Layanan responsif diterapkan dengan konseling individual, konseling kelompok, kolaborasi dengan guru dan orang tua, serta kunjungan Perencanaan individual difokuskan pada penempatan dan penyaluran siswa, sementara dukungan sistem dilakukan dengan pengembangan jejaring, manajemen kegiatan, dan riset untuk meningkatkan kualitas yang diperlukan untuk mendukung perkembangan siswa tunanetra telah diterapkan secara efektif, termasuk upaya untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh siswa tunanetra melalui berbagai strategi bimbingan dan konseling yang mendalam dan terencana. Journal of E-Learning. Multimedia, and Discourse of Teachers Volume 1 . 2025, 55-69 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Kesimpulan Optimalisasi peran Unit Layanan Khusus (ULK) di sekolah mendukung kebutuhan belajar siswa melalui bimbingan konseling, dukungan psikologis, dan pendampingan akademik. Dengan layanan yang responsif dan inklusif. ULK membantu siswa mengatasi hambatan belajar, mengembangkan potensi, dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Dukungan sekolah, guru, dan orang tua memperkuat upaya ini, sehingga siswa dapat mencapai prestasi akademik yang lebih baik dan siap menghadapi tantangan masa depan. Ucapan Terima Kasih Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Journal of ELearning. Multimedia, and Discourse of Teacher atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan untuk mempublikasikan artikel kami. Proses editorial yang profesional serta masukan dari para reviewer sangat membantu dalam penyempurnaan karya kami. Semoga jurnal ini terus menjadi wadah ilmiah yang unggul dan inspiratif bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi di bidang pendidikan, e-learning, dan multimedia. Daftar Pustaka