JURNAL COMM-EDU ISSN : 2622-5492 (Prin. 2615-1480 (Onlin. Volume 7 Nomor 1. Januari 2024 UPAYA PENINGKATAN KECAKAPAN HIDUP PESERTA DIDIK PAKET C MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH KAYU Wina Susilawati 1*. Nandang Rukanda 2. Anita Rakhman 3 1,2,3 Pendidikan Masyarakat. IKIP Siliwangi. Cimahi. Jawa Barat. Indonesia winasusilawati44757@gmail. Received: Juli, 2023. Accepted: January, 2024 Abstract This research aims to examine the effectiveness of wood waste processing training in fostering entrepreneurial spirit among students in Package C. The training methods employed include lectures, discussions, and hands-on practices in wood waste processing. The research sample consists of 20 students in Package C who have an interest in enhancing their skills through wood waste processing. This study utilizes a qualitative descriptive method. Data were collected through interviews and documentation observation to measure knowledge of wood waste processing, entrepreneurial attitudes, and entrepreneurial intentions. The results of the research indicate that wood waste processing training significantly enhances students' knowledge of wood waste processing. Furthermore, the training also has a positive impact on students' entrepreneurial attitudes, as evidenced by a significant improvement in proactive attitudes, initiative, and opportunity orientation. Additionally, the training significantly influences students' entrepreneurial intentions. These findings suggest that wood waste processing training is effective in cultivating entrepreneurial spirit among students in Package C. The implications of this research underscore the importance of integrating entrepreneurship training into the Package C curriculum to provide students with relevant skills and knowledge in wood waste processing. Keywords: Training. Entrepreneurship. Wood Waste Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pelatihan pengolahan limbah kayu dalam membentuk jiwa kewirausahaan peserta didik paket C. Metode pelatihan yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, dan praktik langsung dalam pengolahan limbah kayu. Sampel penelitian terdiri dari 20 peserta didik paket C yang memiliki minat dalam peningkatan keterampilan melalui pengolahan limbah kayu. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui hasil wawancara dan observasi dokumentasi yang mengukur pengetahuan tentang pengolahan limbah kayu, sikap kewirausahaan, dan niat berwirausaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan pengolahan limbah kayu secara signifikan meningkatkan pengetahuan peserta didik tentang pengolahan limbah Selain itu, pelatihan juga berdampak positif pada sikap kewirausahaan peserta didik, yang ditunjukkan dengan peningkatan signifikan dalam sikap proaktif, inisiatif, dan orientasi pada peluang. Selain itu, pelatihan juga berpengaruh signifikan terhadap niat berwirausaha peserta didik. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan pengolahan limbah kayu efektif dalam membentuk jiwa kewirausahaan peserta didik paket C. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya mengintegrasikan pelatihan kewirausahaan dalam kurikulum paket C untuk memberikan keterampilan dan pengetahuan yang relevan kepada peserta didik dalam pengolahan limbah kayu. Kata Kunci: Pelatihan. Kewirausahaan. Limbah Kayu How to Cite: Susilawati. Rukanda. & Rakhman. Upaya Peningkatan Kecakapan Hidup Peserta Didik Paket C Melalui Pelatihan Pengolahan Limbah Kayu. Comm-Edu (Community Education Journa. , 7 . , 145-151 146 Susilawati. Rukanda & Rakhman. Upaya Peningkatan Kecakapan Hidup Peserta Didik Paket C Melalui Pelatihan Pengolahan Limbah Kayu PENDAHULUAN Kualitas yang sangat tinggi dari tenaga kerja saat ini menjadi kebutuhan utama untuk mendorong kemajuan dan pertumbuhan suatu wilayah. Potensi manusia yang dioptimalkan secara efektif akan mendorong tercapainya pertumbuhan wilayah dalam berbagai aspek seperti pengetahuan, emosi, dan keterampilan fisik. Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan ini adalah melalui pendidikan dan pelatihan. Pentingnya meningkatkan keterampilan pengolahan limbah kayu adalah karena dapat bermanfaat bagi banyak pihak karena mengurangi polusi dan limbah kayu yang boros. Telah ditekankan dalam UU no. tahun 1999 bahwa penjajahan hutan dan eksploitasinya dapat merusak ekosistem, oleh karena itu telah dilarang. Namun, ada pengecualian untuk jenis hutan industri. Jenis hutan ini dapat dimanfaatkan dan aturannya telah diatur lebih lanjut. I Wayan Sutarman . mengatakan bahwa saat ini, penggunaan limbah kayu di perusahaan industri perkayuan di Indonesia masih belum optimal, terbatas hanya sebagai bahan bakar. Fenomena ini disebabkan oleh kurangnya inovasi dan kreativitas masyarakat. Oleh karena itu, meningkatkan kreativitas kecakapan hidup sangat penting untuk kelangsungan hidup seseorang di masa depan. Menurut definisi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), keterampilan kehidupan merujuk pada kemampuan individu untuk berperilaku dengan efektif dan positif, memungkinkan mereka menghadapi tantangan sehari-hari dan memenuhi kebutuhan mereka. Pada dasarnya, keterampilan kehidupan merupakan kemampuan seseorang dalam beradaptasi dan bertahan hidup. Oleh karena itu, keterampilan kehidupan sangat penting bagi setiap individu, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik, untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi. Pada penelitian ini, pengolahan limbah kayu akan dimanfaatkan menjadi barang yang kreatif seperti. meja, rak buku dan hiasan dinding. Menurut Iful Rahmawati Mega & Sri Sugiyarti . mengatakan bahwa Keterbatasan peluang pekerjaan bagi para angkatan kerja muda tidak hanya disebabkan oleh kurangnya lowongan pekerjaan, tetapi juga karena kurangnya atau kurang memadainya keterampilan yang Tidak hanya bagi generasi muda, tetapi juga bagi individu yang berada dalam usia produktif, kebutuhan akan keterampilan hidup sangat penting. Oleh karena itu, persiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor kunci dalam memasuki persaingan untuk mendapatkan pekerjaan. Peningkatan keterampilan bagi warga untuk belajar pemanfaatan pengolahan limbah kayu menjadi kerajinan merupakan salah satu pembelajaran yang diperlukan untuk bekal warga belajar di masa depan. Hal ini sesuai dengan apa yang disebutkan oleh Ricky Muhammad Reza . bahwa warga yang mengikuti program pendidikan paket C tidak hanya membutuhkan pengetahuan akademik, tetapi juga memerlukan pengetahuan yang relevan dengan lingkungan hidup mereka. Hal ini memungkinkan mereka untuk langsung terlibat dalam pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan yang diperoleh selama pendidikan kecakapan hidup. Dalam program paket c ini dilakukan untuk meningkatkan keterampilan melalui pengolahan limbah kayu dengan membimbing, melatih dan menumbuhkan minat berwirausaha agar memiliki bekal kehidupan di masa depan. Melalui proses pembelajaran yang akhirnya warga belajar dapat mengembangkan kreativitasnya dan memiliki kecakapan hidup. Terkait hal ini menjadi perhatian bagi PKBM Bhinaswakrya yang merupakan pusat kegiatan belajar masyarakat yang memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelatihan dan kesempatan bagi warga belajarnya untuk dapat mengembangkan dan menggali potensi atau bakat kreatif warga belajarnya di PKBM Bhinaswakarya yang berlokasi di Batujajar. Dalam pernyataan di atas. Volume 7. No. Januari 2024 pp 145-151 penulis mengambil judul "Upaya peningkatan kecakapan hidup peserta didik paket C melalui pelatihan pengolahan limbah kayuAy. METODE PENELITIAN Penelitian ini berfokus pada peserta didik paket c dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi mereka. Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang melibatkan tahap perencanaan, pelaksanaan, dan analisis hasil penelitian. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini melibatkan penggunaan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini mengkaji 5 orang peserta didik paket C yang berasal dari PKBM Bhinaswakarya. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana peserta didik dalam meningkatkan jiwa kewirausahaan mereka dengan memberikan pelatihan kecakapan hidup melalui pengolahan limbah kayu. Wawancara dan observasi ini digunakan untuk mengumpulkan data. Kajian kedua ini berfokus pada pelatihan pengolahan limbah kayu dalam membentuk jiwa kewirausahaan pada peserta didik paket C. Studi ini menjelaskan bagaimana pelatihan pengolahan limbah kayu dalam membentuk jiwa kewirausahaan peserta Pada teknik pengumpulan data kali menggunakan wawancara kepada seorang tutor yang menjelaskan bahwa pelatihan pengolahan limbah kayu dapat dijadikan sebuah program untuk meningkatkan kreativitas peserta didik paket C, dan dapat menjadikan ide untuk berwirausaha karena produk yang dihasilkan dari pelatihan pengolahan limbah kayu ini jika diolah dengan kreatif dan inovatif maka kan memiliki nilai jual yang tinggi. Selain dari dilakukannya wawancara dan observasi kepada tutor, peneliti juga melakukan wawancara kepada pengelola yang telah membentuk program tersebut. Pengelola menyebutkan bahwa pelatihan pengolahan limbah kayu ini memiliki manfaat yang baik bagi lingkungan dan industri-industri yang menghasilkan limbah kayu yang menumpuk dan jika peserta didik paket c atau warga belajar ini telah mengikuti pelatihan ini maka siklus dari limbah kayu yang tidak memiliki nilai jual menjadi produk yang dapat didaur ulang menjadi barang yang bermanfaat dan dapat dijadikan produk untuk berwirausaha serta bagi lingkunganpun akan mengurangi pencemaran bagi lingkungan masyarakat. Dengan pemikiran penelitian yang dilakukan bertujuan untuk membangun hubungan dengan data yang telah dikumpulan. Penelitian ini berfokus pada peserta didik paket c di PKBM Bhinaswakarya yang mengikuti pelatihan pengolahan limbah kayu di PKBM Bhinaswakarya untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif Dengan menggunakan tahan pelaksanaan dan hasil. Penelitian dilakukan dengan teknik wawancara dan pengumpulan data yang meliputi observasi dan dokumentasi. Penelitian ini mengkaji lima orang peserta didik, satu orang pengelola dan dua orang tutor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengumpulkan informasi dari peserta didik paket c dan tutor tentang bagaimana pelatihan pengolahan limbah kayu dalam meumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi peserta didik paket C. Teknik pengumpulan data pada penelitian kualitatif ini dengan cara . Wawancara Interview atau wawancara yang digunakan sebagai teknik akuisi dan ketika peneliti bermaksud melakukan penelitian awal untuk wawancara, dapat dilakukan secara langsung atau dengan perantara lain seperti telepon (Sugiyono, 2. Tujuan dari pedoman wawancara yang peneliti buat adalah untuk menanyakan kepada peserta didik paket C tentang bagaimana kurangnya kreativitas dalam diri mereka dalam berwirausaha dan juga untuk menanyakan kepada tutor dan pengelola tentang bagaimana mereka menumbuhkan atau menanamkan jiwa 148 Susilawati. Rukanda & Rakhman. Upaya Peningkatan Kecakapan Hidup Peserta Didik Paket C Melalui Pelatihan Pengolahan Limbah Kayu kewirausahaan bagi peserta didik mereka. Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah semi terstruktur atau peneliti menggunakan pertanyaan wawancara yang telah Namun, ketika bahan materi semakin luas maka pertanyaan penelitian menjadi bebas dari instruksi wawancara yang telah disiapkan sebelumnya. Observasi Teknik pengumpulan data pada proses observasi ini yaitu dengan melihat dan mengamati kondisi PKBM Bhinaswakrya secara langsung dan berkomunikasi dengan pengelola, tutor dan peserta didik paket C. Serta melihat bagaimana proses pelaksanaan pelatihan pengolahan limbah kayu tersebut. Dalam penelitian ini teknik observasi digunakan untuk mengamati interaksi warga belajar dengan teman lainnya. Dokumentasi Dalam penelitian kualitatif, dokumentasi berfungsi sebagai pendukung bagi metode observasi dan wawancara. Keabsahan hasil penelitian dari observasi dan wawancara akan lebih terjamin jika didukung oleh dokumentasi mengenai riwayat kehidupan masa kecil, catatan sekolah, pengalaman kerja, dan autobiografi individu (Sugiyono, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pendapatan dan keterampilan peserta didik paket C Setelah melakukan wawancara dengan tutor pelatihan pengolahan limbah kayu, ditemukan bahwa peserta didik paket C kurang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam berwirausaha, sehingga banyak dari mereka mengalami pengangguran. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan dan pelatihan yang diperlukan untuk meningkatkan keterampilan hidup mereka dalam menciptakan peluang usaha masih kurang. Selain itu, berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti, menurut informan mengatakan bahwa pendapatan masyarakat yang mengikuti pelatihan tersebut rendah. Informasi ini juga ditegaskan oleh pengelola PKBM, yang mengungkapkan bahwa peserta didik paket C belum memiliki pendapatan yang mencukupi, sehingga banyak dari mereka yang menganggur. Pelaksanaan program pengolahan limbah kayu Program pelatihan pengolahan limbah kayu merupakan inisiatif dari pemerintah untuk meningkatkan keterampilan hidup peserta didik paket C, dan program ini dijalankan oleh PKBM Bhinaswakarya sebagai penyelenggara. Program pelatihan ini memiliki durasi selama satu bulan, dengan pembagian waktu yang terdiri dari satu minggu untuk pembelajaran teori dan tiga minggu untuk praktek. Berikut adalah urutan langkah-langkah dalam proses pembinaan dan pengajaran pengolahan limbah kayu di PKBM Bhinaswakarya: Selama periode satu minggu, terdapat pembelajaran materi yang meliputi pengenalan dasar mengenai pengolahan limbah kayu, pendahuluan dalam studi kewirausahaann, familiarisasi dengan bahan-bahan dan peralatan yang digunakan dalam pekerjaan, pemahaman terhadap risiko kerja, keterampilan dalam melayani pelanggan, penanganan keluhan, serta topik-topik Selanjutnya, selama tiga minggu berikutnya, terdapat pembelajaran praktek yang bertujuan untuk menerapkan materi yang telah diajarkan kepada para peserta didik. Praktik ini mencakup penggunaan bahan kerja, alat kerja, teknik desain, pengukuran, pemotongan, dan Volume 7. No. Januari 2024 pp 145-151 berbagai keterampilan lainnya. Program ini dibimbing oleh satu tutor dan satu instruktur yang memiliki keahlian dalam bidang pengolahan kayu, dan mereka akan terus mendampingi peserta didik hingga mencapai keberhasilan dalam program tersebut. Sejumlah 20 peserta didik telah mengikuti kegiatan pelatihan sesuai dengan kapasitasnya. Namun, terdapat 40 peserta didik lain yang sangat berminat untuk mengikuti pelatihan tersebut dengan tujuan meningkatkan keterampilan hidup mereka dan mengeksplorasi peluang serta pembelajaran dalam mengembangkan potensi wirausaha yang ada dalam diri mereka. Hasil program pelatihan pengolahan limbah kayu dalam meningkatkan kecakapan hidup peserta didik Berdasarkan hasil penelitian mengenai peningkatan keterampilan hidup peserta didik paket C melalui program pelatihan pengolahan limbah kayu, ditemukan bahwa keterampilan pengolahan limbah kayu memiliki manfaat yang signifikan bagi peserta didik dan berperan dalam sektor jasa. Selain dapat mencari pekerjaan di industri kayu, keterampilan ini juga memungkinkan mereka untuk memulai bisnis mandiri dengan membuka usaha kerajinan kayu. Tujuan utama dari pembelajaran keterampilan pengolahan limbah kayu ini adalah meningkatkan pendapatan peserta didik melalui hasil kerja, baik melalui produk yang dihasilkan maupun layanan yang mereka berikan dengan menerima upah yang sesuai. Oleh karena itu, pelatihan keterampilan pengolahan limbah kayu di PKBM Bhinaswakarya memberikan manfaat nyata bagi peserta didik, terutama mereka dengan tingkat ekonomi Salah satu peserta didik paket C. Wisnu Nugraha, yang mengikuti pelatihan pengolahan limbah kayu, mengungkapkan bahwa program pelatihan tersebut sangat membantu peserta didik, terutama mereka yang memiliki tingkat ekonomi rendah. Sebelumnya. Wisnu Nugraha hanya menghasilkan pendapatan terbatas melalui pekerjaan sebagai pengemudi gojek, namun sekarang ia dengan berhasil mendirikan bisnis jasa kerajinan kayu di tempat tinggalnya. Wisnu Nugraha mampu meraih pendapatan bersih sebesar Rp. 000 setiap bulannya. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa program pelatihan pengolahan limbah kayu telah berhasil mencapai tujuannya dalam meningkatkan pendapatan masyarakat. Pembahasan Menghasilkan individu yang memiliki keunggulan dan kompetensi dalam sumber daya manusia memang merupakan proses yang kompleks dan memerlukan perubahan paradigma masyarakat agar lebih adaptif. Di lingkungan PKBM Bhinaswakarya, kondisi peserta didik saat ini memerlukan upaya untuk menciptakan kondisi di mana masyarakat mampu berpikir ke PKBM Bhinaswakarya dan pemerintah telah melakukan langkah-langkah tersebut dengan mengadakan program pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, mengubah pola pikir peserta didik, serta mengembangkan sikap yang dapat meningkatkan pendapatan mereka melalui pekerjaan atau usaha. Pentingnya peningkatan kecakapan hidup ini sejalan dengan pandangan Iful Rahmawati Mega & Sri Sugiyarti . yang menyatakan kemungkinan mendapatkan pekerjaan bagi generasi muda tidak hanya dipengaruhi oleh keterbatasan lowongan pekerjaan, melainkan juga oleh kekurangan atau ketiadaan keterampilan yang dimiliki. Tidak hanya generasi muda, tetapi juga individu pada usia produktif memerlukan keterampilan hidup. Oleh karena itu, persiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor utama dalam bersaing dalam mencari pekerjaan. Dengan demikian, perlu adanya transformasi pikiran dan upaya yang dilakukan oleh PKBM Bhinaswakarya dan pemerintah untuk mengembangkan keterampilan hidup masyarakat, 150 Susilawati. Rukanda & Rakhman. Upaya Peningkatan Kecakapan Hidup Peserta Didik Paket C Melalui Pelatihan Pengolahan Limbah Kayu mengubah pola pikir, dan menciptakan kondisi yang mendukung peningkatan pendapatan melalui pekerjaan atau usaha. Setiap individu perlu memiliki kemampuan kecakapan hidup atau lifeskill agar dapat bersaing dengan orang lain dan beradaptasi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk menerapkan kecakapan hidup atau lifeskill, penting memiliki kemampuan untuk mengeluarkan kreativitas melalui penggunaan limbah kayu. Dilihat dari produk yang dihasilkan, kemajuan warga belajar dapat dinilai sebagai sukses dalam meraih masa depan (Restu, 2. Kegiatan ini bertujuan agar warga belajar dapat ningkatkan kecakapan hidup mereka walaupun sedikit kurang maksimal dengan kurangnya fasilitas yang kurang memadai. Salah satu aspek pembelajaran kecakapan hidup atau lifeskills yang diadakan di PKBM Bhinaswakarya adalah keterampilan pengolahan limbah kayu. Keterampilan ini merupakan bagian dari pendidikan nonformal yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan belajar Program pembelajaran keterampilan pengolahan limbah kayu dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan pembelajaran kepada masyarakat, terutama mereka yang berada dalam kondisi ekonomi rendah. Oleh karena itu, pelatihan pengolahan limbah kayu merupakan upaya nyata dari berbagai pihak untuk membantu masyarakat agar dapat mandiri. Pada pelatihan pengolahan limbah kayu ini dalam prakteknya peserta didik dan menghasilkan produk yang mereka desain sendiri, produk yang dibuat adalah meja, hiasan dinding , kursi dan rak buku. Namun, dalam pelaksanaan pelatihan pengolahan limbah kayu juga terdapat beberapa faktor penghambat. Salah satunya adalah keterbatasan lahan pembelajaran yang terlalu sempit untuk menampung 20 orang peserta. Selain itu, juga terdapat kekurangan pengajar yang dapat membimbing peserta dalam pelaksanaan praktek pengolahan limbah kayu. KESIMPULAN Pendidikan di luar formal yang berfokus pada pengembangan kecakapan hidup, terutama dalam bidang keterampilan pengolahan limbah kayu, memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat atau peserta didik. Salah satu langkah untuk meningkatkan penghasilan masyarakat adalah melalui program pelatihan dalam pengolahan limbah kayu. Dalam hal keefektifan program ini, terdapat dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat dan memotivasi mereka untuk mengubah kehidupan mereka menjadi lebih baik. Pelatihan dalam pengolahan limbah kayu melibatkan serangkaian tahapan, termasuk pembelajaran materi yang mencakup pengenalan dasar tentang pengolahan limbah kayu, pengenalan konsep kewirausahaan, familiarisasi dengan bahan-bahan dan peralatan kerja, pengenalan risiko kerja, penanganan pelanggan, menangani keluhan, dan topik lainnya. Tahap ini berlangsung selama satu minggu. Selama periode tiga minggu, peserta didik melaksanakan pembelajaran praktik di mana mereka menerapkan materi yang telah dipelajari sebelumnya dengan melakukan praktek Mereka belajar mengenai penggunaan bahan kerja, alat kerja, teknik desain, pengukuran, dan pemotongan. Program ini memberikan kontribusi berharga dalam bentuk prinsip dasar untuk merumuskan kebijakan pendidikan, sebagai salah satu strategi dalam pengembangan sumber daya manusia. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terimakasih kepada pengelola PKBM Bhinaswakarya yang telah mengijinkan kegiatan penelitiannya dan terimakasih kepada warga belajar paket C yang telah mengikuti kegiatan pelatihan pengolahan limbah kayu dalam membentuk jiwa kewirausahaan peserta didik paket Penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dan mendukung kegiatan ini, meskipun tidak dapat disebutkan satu per satu. Volume 7. No. Januari 2024 pp 145-151 DAFTAR PUSTAKA