JIGE 6 . JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION id/index. php/jige DOI: https://doi. org/10. 55681/jige. Media Zona Tumbuh Kembang dalam Membangun Karakter Anti Bullying Melalui Pola Asuh Otoritatif di Sekolah Dasar Maria Ulfa1*. Wa Ode Husniah1. Kosilah2. Nur Fadillah1. Silvia Nur Aini Samal1. Wa Ode Nikmatul Koriah1 Program Studi Bimbingan dan Konseling. Universitas Muhammadiyah Buton. Baubau. Indonesia Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Muhammadiyah Buton. Baubau. Indonesia *Corresponding author email: maria. ulfa@umbuton. Article Info Article history: Received August 05, 2025 Approved August 25, 2025 Keywords: Growth Zone Media. AntiBullying Characters. Authoritative Parenting Style. ABSTRACT Bullying in schools can have an impact on students' academic performance, character development and mental health. One of the factors causing bullying behavior is the application of inappropriate parenting. Prevention efforts require a holistic approach that actively involves the school and family environment, especially building anti-bullying character from an early age by involving parenting. The purpose of the study was to develop and test the effectiveness of the growth and development zone media in building anti-bullying character through authoritative parenting in elementary schools. The study used a research and development (R&D) approaches referring to Borg & Gall with a mixed method analysis method. The research location is State Elementary School 1 Batulo, the research population in class i . and the research sample is students and parents / guardians of students totaling 40 students and 40 parents. The results showed that the media developed, namely the Emotion Zone, the Children's Kindness Zone, the Children's Star and the Parents' Wish Board, were well validated and effective in increasing students' moral awareness, empathy, and prosocial behavior. Statistical test results showed a significant increase between pretest and posttest results with a Z value 921 and Asym. Sig. -taile. 000 and it is concluded that media implementation is effective in increasing students' anti-bullying behavior. Media implementation also increases parental involvement in authoritative parenting practices. This research concludes that character-based media and authoritative parenting have great potential in preventing bullying preventively and educationally. ABSTRAK Tindakan Bullying di sekolah dapat berdampak pada prestasi akademik, perkembangan karakter dan kesehatan mental siswa. Salah satu faktor penyebab perilaku bullying adalah penerapan pola asuh yang kurang tepat. Upaya pencegahan memerlukan pendekatan holistic yang melibatkan lingkungan sekolah dan keluaga secara aktif, khususnya membangun karakter anti-bullying sejak dini dengan melibatkan pola asuh orang tua. Tujuan penelitian untuk mengembangkan dan menguji efektivitas media zona tumbuh kembang dalam membangun karakter anti-bullyiing melalui pola asuh otoritatiif di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan research and development (R&D) mengacu pada Borg & Gall dengan metode analisis mixed method. Lokasi penelitian di Sekolah Dasar Negeri 1 Batulo. Populasi penelitian pada kelas i . dan sampel penelitian adalah siswa dan orang tua/wali siswa berjumlah 40 siswa dan 40 orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan yakni Zona emosi. Zona Media Zona Tumbuh Kembang dalam Membangun Karakter Anti Bullying A - 2005 Ulfa et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . kebaikan anak. Bintang Anak dan Papan harapan orang tua tervalidasi dengan baik dan efektif meningkatkan kesadaran moral, empati, serta perilaku prososial siswa. Hasil uji statistic menunjukkan peningkatan siggnifikan antara hasil pretest dan posttest dengan nilai Z sebesar -3. 921 dan Asym. Sig. -taile. sebesar 0,000 dan disimpulkan implementasi media, efektif meningkatkan perilaku anti bullying siswa. Impementasi media juga meningkatkan keterlibatan orang tua dalam praktik pola asuh otoritatif. Peneilitian ini menyimpulkan bahwa media berbasis karakter dan pola asuh otoritatif memiliki potensi besar dalm mencegah bullying secara preventif dan edukatif. Copyright A 2025. The Author. This is an open access article under the CCAeBY-SA license How to cite: Ulfa. Husniah. Kosilah. Fadillah. Samal. , & Koriah. Media Zona Tumbuh Kembang dalam Membangun Karakter Anti Bullying Melalui Pola Asuh Otoritatif di Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Global Education, 6. , 2005Ae2025. https://doi. org/10. 55681/jige. PENDAHULUAN Bullying saat ini menjadi perhatian global. Unesco menyebutkan sekitar 32% siswa diseluruh dunia mengalami bullying di sekolah yang minimal sebulan sekali dalam bentuk bullying fisik, verbal dan cyberbullying. Data rilis Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI-PPA). Januari-Februari 2024 berkisar 1. 993 anak mengalami Jika membandingkan data kasus kekerasan pada tahun 2023, data ini terus meningkat, terutama di lingkungan Pendidikan. Berdasarkan data Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), sepanjang tahun 2023 ditemukan 3. 547 pengaduan kasus kekerasan terhadap anak. Dari jumlah tersebut, 861 kasus terjadi di lingkup satuan Pendidikan (Novianto et al. , 2. Menurut UNICEF, siswa yang menyaksikan atau mengalami kekerasan di sekolah termasuk bullying 84%. Meskipun Pemerintah Indonesia telah menerapkan beberapa program dan kebijakan untuk mengatasi bullying di sekolah serta penerapan dalam kurikulum sekolah, seperti program Sekolah Ramah Anak, kampanye Anti-Perundungan. Pendidikan Karakter melalui proses pembelajaran, namun belum signifikan mengurangi bullying. Hal tersebut juga disebutkan oleh Aswat dkk. , (Aswat et al. , 2. penerapan pendidikan karakter yang diterapkan dalam kurikulum masih kurang efektif mengurangi perilaku bullying. Bullying berdampak negatif pada semua sisi, baik bagi korban, pelaku dan lingkungan secara menyeluruh. Banyak siswa yang menjadi korban bullying tidak sadar sedang di-bully akan tetapi merasa khawatir dan takut untuk melaporkan tindakan tersebut kepada orang tua atau guru (Mayunita et al. , 2. Hal ini disebabkan oleh kekuatan atau pengaruh yang dimiliki oleh pelaku bullying. Siswa yang menjadi korban bullying dapat mengalami gangguan emosional, psikologis, serta akademis yang serius dan (Yunita et al. , 2. , menimbulkan maladjustment seperti kesepian, tekanan mental dan kecemasan, trauma, perasaan tidak berdaya, frustrasi, kesepian, dan kehilangan rasa percaya diri (Fadillah et al. , 2. , depresi, penurunan konsentrasi, anti sosial, keinginan balas dendam, dan bunuh diri. Disisi lain, pelaku bullying menjadi minim empati, perilaku hiperaktif, dan masalah sosial (Tobing. Jessica & Lestari, 2. Dampak bullying sangat mempengaruhi lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat. Olehnya penting untuk merancangkan strategi yang efektif untuk mengatasi dan mencegah perilaku bullying di sekolah. Salah satu pendekatan yang diterapkan dengan membangun karakter anti-bullying sejak dini melalui media Zona Tumbuh Kembang. Beberapa hasil penelitian terdahulu menguraikan bentuk bullying yang banyak terjadi pada anak usia dini Media Zona Tumbuh Kembang dalam Membangun Karakter Anti Bullying A - 2006 Ulfa et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . dominan pada bullying fisik dan verbal seperti perilaku agresif (Maghfiroh & Sugito, 2. , menendang, mengejek, memandang sinis (Sofyan et al. , 2. , akibat dari tindakan bullying tersebut siswa trauma dan berhenti sekolah karena merasa dikucilkan, dihina dan diolok-olok (Aswat et al. , 2. Selain itu, penerapan pendidikan karakter dalam mengurangi bullying verbal pada generasi milenial menyoroti pentingnya peran orang tua sebagai panutan yang memberikan kasih sayang, memantau kegiatan serta perkembangan anak, dan peran guru sebagai teladan dalam ucapan serta tindakan (Rujiani, 2. Pencapaian mutu pendidikan karakter tergantung pada peran sekolah, pihak guru bertindak sebagai orang tua kedua dalam memantau perubahan sikap dan perilaku siswa (Yuyarti, 2. Maka dibutuhkan kerjasama dan kolaborasi antara guru BK, guru kelas, orang tua dan pihak sekolah dalam mendukung pendidikan karakter. Salah satu penyebabnya tindakan bullying adalah penerapan pola asuh yang kurang tepat. Anak-anak yang mendapatkan perhatian yang baik, komunikasi terbuka (Fanny Febrianti & Untung Subroto, 2. dan pengawasan yang seimbang akan cenderung membentuk perilaku yang positif (Rachmawati et al. , 2. Anak-anak yang diasuh secara otoriter, dominan akan berperilaku kasar, menjadi permisif dan menimbulkan perilaku agresif pada anak (Wiyani, 2. Sikap dan perilaku anak merupakan cerminan sikap dan perilaku dari orang tua. Maka, disinilah peran pola asuh orang tua dibutuhkan. (Rachmawati et al. , 2. Melalui penerapan pola asuh otoritatif . , anak menjadi pribadi yang baik dan tidak melakukan perilaku bullying. Media zona tumbuh kembang yang dirancang akan menjadi elemen dalam proses pembelajaran melalui penerapan pendidikan karakter. Penggunaan media Zona Tumbuh Kembang sebagai alat bantu visual dan interaktif dapat menjadi sarana efektif dalam membangun karakter anti bullying. Zona ini memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi, mengekspresikan, dan memperbaiki sikap dan perilaku mereka dalam konteks yang terstruktur, mendukung mereka untuk memahami pentingnya empati, kerjasama, dan toleransi. Selain media Zona Tumbuh Kembang, peran pola asuh orang tua juga sangat penting dalam membentuk perilaku anak. Guru sebagai orang tua kedua siswa di sekolah (Indrawati & Sugiarti, 2. dan orang tua atau wali siswa dapat menerapkan pola asuh otoritatif ini. Pola asuh otoritatif merupakan gaya pengasuhan yang menyeimbangkan tuntutan dan responsivitas orang tua, dan telah terbukti secara empiris sebagai pendekatan yang paling efektif dalam membentuk karakter dan kepribadian anak menjadi mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki kontrol diri yang baik (Ulfa et al. , 2. , selain itu pola asuh otoritatif mampu membentuk disiplin dan kematangan sosial yang baik (Ulfa et al. , 2. , sehingga berpengaruh pada perilaku anak terhadap situasi sosial, termasuk bullying. Selain itu, pola asuh orang tua mempengaruhi perkembangan mental anak dan berdampak pada kompetensi anak termasuk penerapan pola asuh yang kurang tepat yang dapat mengganggu perkembangan kemandirian dan ketangguhan mental anak (Baumrind, 1967, 1. Siswa yang terlibat dalam bullying, baik pelaku maupun korban pada dasarnya sangat membutuhkan pendampingan psikologis dalam pencegahan dan penanganannya. Melalui media zona tumbuh kembang ini, para wali kelas dan orang tua berkolaborasi dalam mencegah dan menangani perilaku bullying pada anak. Beberapa hasil temuan yang mendasari dan menjadi penunjang dalam penelitian ini diantaranya Edgerton (Edgerton et al. , 2. menggunakan strategi konten dan komunikasi di situs StopBullying. gov, namun hasil analisis menemukan adanya kesenjangan besar antara istilah yang digunakan orang saat mencari informasi terkait bullying dengan konten yang tersedia secara daring, sehingga perlu perbaikan yang cukup signifikan. Waters (Waters et al. Media Zona Tumbuh Kembang dalam Membangun Karakter Anti Bullying A - 2007 Ulfa et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . menekankan pentingnya sebuah aplikasi dan sumber daya praktis yang dapat digunakan oleh guru dalam penggunaan media sosial secara positif guna mengatasi masalah cyberbullying. Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) belum berdampak signifikan terhadap perilaku bullying di sekolah dasar (Yuliastri et al. , 2. dan kurang menghalau perilaku bullying (Aswat et al. , 2. Merujuk pada beberapa hasil temuan tersebut, belum ada penelitian terkait penggunaan media zona tumbuh kembang. Untuk itu penelitian ini merancang sebuah media visual dengan pendekatan psikologis. Rancangan media ini disebut zona tumbuh kembang. Penggunaannya dengan melibatkan peran guru, siswa dan orang tua. Media ini meliputi papan harapan orang tua. Zona kebaikan anak, bintang anak, dan zona emosi. Rancangan media ini juga disertai dengan psikoedukasi parenting untuk orang tua siswa. Dengan menggabungkan media Zona Tumbuh Kembang dan penerapan pola asuh otoritatif di rumah, diharapkan dapat membentuk karakter siswa yang anti-bullying. Olehnya itu, merujuk pada uraian tersebut di atas, rumusan masalah penelitian yaitu bagaimana bentuk media zona tumbuh kembang yang tepat, optimal dan rasional dalam membangun karakter anti bullying pada siswa sekolah dasar melalui pola asuh otoritatif? Dan bagaimana efektivitas media zona tumbuh kembang dalam membangun karakter anti bullying pada siswa sekolah dasar melalui pola asuh otoritatif? METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan research and development (RnD) atau penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan produk berupa model. Produk atau model yang dimaksud dalam penelitian ini adalah beberapa media yang akan dibuat dan dirancang berdasarkan psikologis tumbuh kembang siswa. Adapun prosedur pengembangan menggunakan teori Brog and Gall dengan garis besar: . survey pendahuluan, . pengembangan produk awal . uji coba produk . revisi produk . uji coba lapangan, . uji revisi hasil uji coba, . uji lapangan, . revisi produk akhir, dan . Desain penelitian pengembangan 10 tahap di atas disederhanakan melalui enam tahap dengan memaksimalkan seluruh tahapan menurut Borg and Gall tersebut. Tahap pertama yaitu mengidentifikasi masalah dan persiapan pengembangan model media zona tumbuh kembang dalam membangun karakter anti bullying melalui pola asuh otoritatif. Tahap II : Merancang dan Menyusun media visual (Zona Tumbuh Kemban. dalam membangun karakter siswa anti bullying melalui pola asuh otoritatif. Tahap i : Uji kelayakan Ahli . xpert judgmen. dan merancang dan merevisi model Hipotetik. Tahap IV : Uji Coba lapangan Hipotetik (Teruji I) mengkaji kelayakan model hipotetik. Memperbaiki model hipotetik secara kolaboratif . asukan dan perbaika. odel teruji I). Tahap V : Uji lapangan dan mendeskripsikan hasil uji Tahap VI : merumuskan dan menetapkan model akhir (Teruji II) yaitu evaluasi hasil uji lapangan media zona tumbuh kembang dalam membangun karakter anti bullying melalui pola asuh otoritatif. Desiminasi dilakukan dengan menyusun model akhir media zona tumbuh kembang dalam membangun karakter anti bullying melalui pola asuh otoritatif. Berikut ini beberapa rangkaian tahap di gambarkan dalam bagan sebagai berikut. Media Zona Tumbuh Kembang dalam Membangun Karakter Anti Bullying A - 2008 Ulfa et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Tahap I Tahap II Tahap i A Analisis Konseptual A Eksplorasi lapangan A Analisis hasil penelitian Merancang model (Hipoteti. A Uji kelayakan model Aanalisis rasional model ARevisi model Hipotetik Merancang media visual (Zona Tumbuh Kemban. dengan membangun karakter siswa anti bullying Tahap V Tahap IV Revisi model akhir AUji lapangan . Tahap IV AUji coba lapangan ARevisi hasil uji coba Gambar 1. Alur penelitian dan pengembangan Merumuskan model/produk berupa media Zona tumbuh kembang dengan merujuk pada penguatan pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah dasar guna membangun karakter anti bullying merupakan tujuan akhir dari penelitian ini. Isi dan komponen model/produk ini dikembangkan melalui pendekatan psikologis dan berdasarkan konsep dan teori tumbuh kembang anak dan perilaku bullying, tinjauan terhadap model hipotetis dalam pelaksanaannya, serta kajian empiris mengenai kondisi terkini penguatan pendidikan karakter yang diterapkan dalam mengurangi perilaku bullying di sekolah dasar dan peran pola asuh otoritatif dalam mendukung dan memperkuat upaya membangun karakter siswa anti bullying dari rumah. Penelitian ini berlokasi di Sekolah Dasar Negeri 1 Batulo. Kelurahan Kadolo Katapi Kecamatan Wolio Kota Baubau Sulawesi Tenggara. Subyek penelitian berjumlah 60 siswa menggunakan kelas i yang terdiri dari kelas iA dan iB 40 siswa yang digunakan sebagai uji lapangan dan siswa kelas iC sejumlah 20 siswa yang digunakan uji coba terbatas. Selain itu, penelitian ini juga melibatkan guru wali kelas, dan orang tua siswa dalam berkolaborasi pada penerapan pola asuh otoritatif di sekolah maupun di rumah. Dalam uji validasi media dan instrument melibatkan 2 validator yaitu 1 ahli psikologi perkembangan merupakan dosen Universitas Muhammadiyah Buton dan 1 ahli Pendidikan dasar meupakan guru SD Negeri 1 Batulo. Adapun teknik pengambilan sampling melalui purposive sampling dengan pertimbangan tertentu yang memiliki indikasi perilaku bullying verbal dan fisik ringan seperti mengejek, mendorong serta saling menertawakan dan beberapa siswa yang menunjukkan perilaku menarik diri dan kurang percaya diri sehingga sulit mengungkapkan perasaan siswa tersebut. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk Teknik analisis data dengan menggunakan uji validitas menggunakan skala likert dan uji Wilcoxon. Berikut tingkat kelayakan validasi media dan instrument disajikan dalam table di bawah ini: Tabel 1. Tabel Kategori validasi Skor Rata-rata Kategori Kriteria Penilaian Validasi Tidak layak Media tidak sesuai dan tidak layak digunakan 0% -20% Kurang Layak Media kurang seseuai dan perlu revisi menyeluruh 21%-40% Cukup layak Media perlu revisi sebelum digunakan 41%-60% Layak Media layak digunakan dengan sedikit revisi 61%-80% Sangat Layak Media sangat sesuai dan dapat digunakan tanpa revisi 81%-100% Media Zona Tumbuh Kembang dalam Membangun Karakter Anti Bullying A - 2009 Ulfa et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Mei 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengahasilkan Media Zona Tumbuh Kembang yang tepat, optimal dan rasional dalam membangun karakter anti bullying pada siswa sekolah dasar melalui pola asuh otoritatif. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan gambaran obyektif penerapan penguatan pendidikan karakter dalam mencegah dan mengatasi bullying, serta efektivitas media zona tumbuh kembang dalam membangun karakter anti bullying pada siswa sekolah dasar melalui pola asuh otoritatif. Melalui tahapan penelitian dan pengembangan Brog and Gall yang disederhanakan melalui enam tahap dengan memaksimalkan seluruh Adapun beberapa hasil temuan penelitian berdasarkan tahapan tersebut dijabarkan sebagai berikut: Tahap pertama (Analisis Konseptual. Ekplorasi dan analisis hasil lapanga. yaitu hasil observasi dan wawancara menunjukkan bentuk bullying masih dalam kategori ringan yang dominan pada bullying fisik dan verbal seperti mengejek, mendorong serta saling menertawakan dan beberapa siswa yang menunjukkan perilaku menarik diri dan kurang percaya diri sehingga sulit mengungkapkan perasaan siswa tersebut. Selain itu Sebagian besar guru dan terkhusus pada orang tua belum sepenuhnya memahami konsep Pendidikan karakter yang aplikatif dalam menangani perilaku bullying. Ditambah lagi, anak-anak yang menjadi korban bullying cenderung tidak melaporkan tindakan bullying karena takut dan malu. Tahap kedua . erancang model II), peneliti merancang media zona tumbuh kembang yang bertujuan membangun kesadaran, empati, dan perilaku positif anak dengan melibatkan kolaborasi dengan guru kelas, penyusunan konsep media visual seperti Zona Emosi. Zona Kebaikan Anak. Bintang Anak, dan papan harapan orang tua dan pengintegrasian psikoedukasi parenting berbasis pola asuh otoritatif. Keempat media tersebut di desain secara sistematis berbasis pendekatan psikologis tumbuh kembang anak dan prinsip-prinsip penguatan karakter untuk memfasilitasi siswa dalam mengenali emosi menumbuhkan empati serta menginternalisasi nilai-nilai positif dalam interaksi sosial sehari-hari baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. media zona emosi dirancang untuk membantu anak mengekspresikan dan mengelola emosi dan perasaan secara sehat zona kebaikan anak dan Bintang anak digunakan sebagai bentuk penguatan positif dan apresiasi terhadap perilaku prososial siswa sedangkan papan harapan orang tua menjadi jembatan komunikasi antara rumah dan sekolah untuk menyelaraskan nilainilai pola asuh dan harapan karakter yang ingin ditanamkan. Berikut desain media sebelum dan sesudah revisi: Tabel 2. Desain Media sebelum dan sesudah revisi Sebelum Sesudah Media Zona Tumbuh Kembang dalam Membangun Karakter Anti Bullying A - 2010 Ulfa et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Sebelum Sesudah Media Zona Tumbuh Kembang dalam Membangun Karakter Anti Bullying A - 2011 Ulfa et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Sebelum Sesudah Tahap ketiga, peneliti melanjutkan proses tahapan pengembangan produk awal yang memuat rancangan visual media dan perangkat pendukung berupa lembar panduan penggunaan media serta materi psikoedukasi untuk orang tua. seluruh komponen tersebut dikembangkan dengan memperhatikan kaidah pedagogis, psikologis, relevansi konteks kebutuhan siswa sekolah Desain awal kemudian divalidasi oleh dua ahli yaitu ahli pendidikan dasar . dan ahli Psikologi perkembangan anak . , untuk memastikan kelayakan isi, daya tarik visual, interaktivitas, serta efektivitas implementasi media. Berikut hasil validasi kualitatif dan kuantitatif disajikan dalam tabel. Tabel 3. Hasil validasi kualitatif Ahli Media Media Validator 1 Validator 2 Zona Emosi Berikan pelatihan guru untuk tambahkan petunjuk kegiatan yang membantu siswa mengenali dan mengatur emosinya Sertakan visual ekspresi wajah yang lebih beragam dan gunakan warna warna yang mendukung suasan hati positif dan tenang, serta tambahkan ekspresi netrak atau tidak tahu Zona Kebaikan anak Berikan indikator kebaikan yang bisa diukur dan dilihat secara konkrit dalam perilaku siswa dan sebaiknya dibuat fleksibel untuk berbagai jenjang kelas Sertakan penjelasan nilai moral dari setiap tindakan kebaikan yang dicatat anak agar mereka memahami maknanya serta lengkapi dengan mekanisme refleksi sederhana agar anak dapat mengevaluasi sikap secara mandiri Media Zona Tumbuh Kembang dalam Membangun Karakter Anti Bullying A - 2012 Ulfa et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Validator 1 Validator 2 Bintang Media Sertakan dengan penghargaan simbolik yang variatif bukan hanya bintang, tetapi dengan reward verbal Sertakan afirmasi positif untuk menguatkan harga diri anak setiap menerima bintang dan hindari system pemberian yang kompetitif agar tidak memicu kecemburuan Papan harapan orang Lengkapi dengan panduan yang jelas agar guru dapat membantu pengintegrasian perlu penguatan dengan aktivitas belajar harian Sediakan ruang untuk menanggapi harapan orang tua sebagai bentuk emosional seperti gambar atau symbol ekpresi perasaan anak Tabel 4. Data analisis kuantitatif Hasil Uji Kelayakan Media Media Zona Emosi Zona Kebaikan Bintang Papan orang tua Validator 1 Skor PersenMaksimal tase (%) Oc Validator 2 Skor PersenMaksima tase (%) Skor Rata Aspek Kelayakan Isi Desain Visual 95,55 92,25 Interaktivitas 86,65 Manfaat 93,35 Kelayakan Isi 85,55 Desain Visual Interaktivitas 93,35 Manfaat Kelayakan Isi 94,45 Desain Visual Interaktivitas Manfaat Kelayakan Isi Desain Visual 84,45 Interaktivitas Manfaat Merujuk pada tabel 3. di atas, dalam penerapan empat media tersebut dengan masing masing aspek penilaian kelayakan isi, desain visual, inraktivitas dan manfaat psikologis menghasilkan rata rata persentasi pada kategori sangat layak dengan nilai minimal persentasi 84,45% sampai dengan maksimal persentasi 97,8%. Sehingga ditarik simpulan rata rata hasil validasi hasil uji kelayakan media sebesar 91,5% kategori AuSangat LayakAy dengan merevisi dan menambahkan beberapa komentar dan saran dari validator. Pada tahap ketiga ini, juga dilakukan Media Zona Tumbuh Kembang dalam Membangun Karakter Anti Bullying A - 2013 Ulfa et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . tahap revisi media setelah divalidasi oleh validator. Revisi dilakukan sesuai dengan saran dan masukan yang telah diberikan oelh validator. Tahap keempat adalah tahap uji coba terbatas . mall group try ou. dan tahap revisi hasil uji coba lapangan. Uji coba terbatas yaitu media diimplementasikan secara terbatas pada sekelompok siswa dan guru kelas. Tap ini dilaksanakan pada awal bulan April 2025. Dalam implementasi media pada kelompok terbatas meliputi tahap pretest, penerapan media dan Pretes dilakukan ke sejumlah 20 siswa untuk memperoleh data awal tentang sikap dan perilaku anti bullying siswa sebelum menarapkan media zona tumbuh kembang. Pada penerapan media zona tumbuh kembang, melalui integrasi media karakter visual dan psikoedukasi dalam proses pembelajaran dan interaksi sekolah. Media yang digunakan diantaranya Zona Emosi. Zona kebaikan. Bintang anak. Harapan Orang tua dan Psikoedukasi Parenting Berbasis Pola Asuh Otoritatif. Penggunaan media dilakukan selama 3 minggu dengan kegiatan kolaboratif antara siswa, guru dan orang tua. Postets bertujuan untuk mengukur perubahan perilaku dan sikap anti bullying setelah intervensi media dilakukan dengan menggunakan instrument yang sama dan diharapkan terjadi peningkatan skor terutama pada aspek empati, kepedulian, komunikasi asertif, dan pengendalian diri. Tujuan uji coba ini adalah memperoleh umpan balik mengenai kepraktisan, keterpahaman, dan keterlibatan siswa serta guru dalam penggunaan Berikut hasil uji normalitas data disajikan dalam tabel: Tabel 5. Hasil Uji Normalitas Shapiro-Wilk Data Sig. Keterangan 0,032 Tidak normal Pretest 20 0,041 Tidak normal Postest 20 Penggunaan uji normalitas Shapiro-Wilk didasarkan pada jumlah sampel penelitian yang kurang dari 50 sampel. Dan hasil uji normalitas menunjukkan data tidak berdistribusi normal, maka dilanjutkan dengan menggunakan uji non parametrik yaitu uji Wilcoxon. Tabel 6. Hasil uji test stastistic Wilcoxon Pretest-Postest Asym. Sig. -taile. Merujuk pada hasil uji Wilcoxon pada tabel 5 di atas, terdapat perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest, dengan nilai Z sebesar -3. 921 dan Asym. Sig. -taile. sebesar 0,000 dan disimpulkan implementasi media, efektif meningkatkan perilaku anti bullying siswa. Pada implementasi media pada kelompok terbatas ini, selain memberikan pretest, penerapan media dan postest, peneliti juga memberikan lembar angket respon siswa. Berikut deskripsi Uji coba kelompok kecil untuk angket respon siswa: Produk yang di uji Coba : Media Zona Tumbuh Kembangg (Zona Emosi. Zona Kebaikan Anak. Bintang Anak, dan Harapan Ana. Jumlah Subyek : 20 Siswa Kelas iC Instrumen Angket respon siswa . pernantaan skala likert 1-4. 1 =sangat tidak setuju, 4 sangat Observasi keterlibatan siswa Media Zona Tumbuh Kembang dalam Membangun Karakter Anti Bullying A - 2014 Ulfa et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Wawancara singkat untuk mendalami kesan, saran dan hambatan, mengobservasi keterlibatan siswa serta wawancara singkat. Dalam menentukan Kategorisasi dengan menggunakan skala likert, yang perlu diketahui adalah skor terendah . kor minimu. dan dan tertinggi . kor maksimu. , serta jumlah aitem pernyataan yaitu 10 maka dirumuskan dalam interval kategori. Kategorisasi dijabarkan sebagai Tabel 7. Kategorisasi Hasil respon angket siswa Rentang skor rata-rata Kategori 1,00 Ae 1,75 1,76 Ae 2,50 2,51 Ae 3,25 3,26 Ae 4,00 Sangat Kurang Cukup Baik Sangat Baik Berikut hasil analisis respon angket siswa dalam penggunaan media zona tumbuh kembang disajikan dalam tabel: Tabel 8. Analisis hasil respon angket siswa uji coba kelompok kecil Media Zona Emosi Aspek Kelayakan Isi Desain Visual Interaktivitas Manfaat psikologis Zona Kebaikan Kelayakan Isi Desain Visual Interaktivitas Manfaat psikologis Bintang anak Kelayakan Isi Desain Visual Interaktivitas Manfaat psikologis Papan harapan Kelayakan Isi orang tua Desain Visual Interaktivitas Manfaat psikologis Rata-rata keseluruhan Skor rata-rata Kategori . Sangat Baik Sangat Baik Baik Sangat Baik Baik Sangat Baik Baik Sangat Baik Baik Sangat Baik Sangat Baik Baik Baik Baik Cukup Baik Baik Baik-Sangat Baik Bersumber pada tabel 8. di atas terkait hasil angket respon siswa menunjukkan, skor tertinggi terdapat pada aspek manfaat psikologis . ata-rata 3. 7 pada Zona Emos. yang berarti, media ini membantu siswa lebih memahami dan mengekspresikan emosi mereka. Dan skor yang relatif rendah terdapat pada aspek interaktivitas pada media Harapan Orang Tua dengan rerata 1, yang menandakan masih perlu penguatan keterlibatan antara siswa dan orang tua. Dalam observasi keterlibatan siswa, siswa terlihat antusias saat menggunakan media berbasis visual Media Zona Tumbuh Kembang dalam Membangun Karakter Anti Bullying A - 2015 Ulfa et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . seperti Zona Emosi dan Bintang Anak. Keterlibatan menurun saat menggunakan Papan Harapan Orang Tua karena intruksi memerlukan peran keluarga . yah dan ibu /wal. di luar kelas. Saat wawancara singkt Sebagian besar siswa merasa media ini menyenangkan dan membantu siswa Auberbicara dengan symbolAy ketika sulit mengungkapkan perasaannya. Beberapa siswa menyarankan agar desain dibuat lebih berwarna dan menggunakan Bahasa yang sederhana dan siswa berharap media ini dapat dipadukan dengan apliasi digital agar lebih menarik. Berdasarkan hasil uji coba terbatas, media Zona Tumbuh Kembang dinilai layak digunakan dengan rata-rata skor 3. 4 (Baik-Sangat bai. , media ini terbukti mampu meningkatkan kesadaran emosional, memotivasi perilaku positif, dan memberi ruang bagi siswa untuk Namun dalam uji coba terbatas ini, terdapat pula kelemahan pada aspek interaktivitas khususnya pada Papan Harapan Orang Tua, yang memerlukan stratei tambahan agar peran orang tua lebih terlibat. Merujuk pada hasil uji coba terbatas tersebut, dilakukan revisi minor untuk menyempurnakan konten dan tampilan media. Selanjutnya tahap revisi produk dilakukan setelah pelaksanaan uji coba kelompok kecil pada 20 siswa kelas iC. Revisi produk didasarkan pada hasil analisis angket, observasi keterlibatan siswa, hasil wawancara dan masukan guru. Adapun beberapa tindakan revisi produk dilakukan pada beberapa aspek sebgai berikut: Tabel 9. Tindakan revisi produk Media Zona Emosi Revisi Menambahkan ikon sederhana dengan waran berrbeda untuk tiap emosi dan intruksi ditulis dengan kalimat Zona Kebaikan Anak Menmbahkan contoh perilaku baik sehari-hari . enolong, menjaga keberrsihan, berbagi alat tuli. dan reinforcement verrbl setiap kali siswa mengisii zona ini Bintang Anak Menambahkan opsi penghargaan tambahan (AuSuper Star of the Wee. untuk meningkatkan motivasi Papapan Harapan Orang Tua Menambahkan panduan singkat untuk orang tua agar orangtua/wali memahai tujuan media ini dan disiapkan alternatif AuKotak Harapan Orang tuaAy di kelas bagi siswa yang orang tuanya sulit terlibat langsung Dengan revisi ini, produk Media Zona Tumbuh Kembang diharapkan lebih muda dipahami oleh siswa,guru dan orang tua, meningkatkan keterlibatan orang tua melalui instruksi yang lebih jelas, lebih interaktif dan menyenangkan, sehingga siswa merasa termotivasi serta memberikan dukungan nyata pada upaya guru dalam membentuk karakter anti-bullying. Media ini juga telah dilengkapi dengan modul Media Edukasi Anti-Bullying Kolaborasi Guru dan Orang Tua. Tahap kelima berikutnya adalah field testing atau uji lapangan yang lebih luas yaitu dengan mengimplementasikan media. Tujuan dalam tahap ini adalah menguji efektivitas media zona tumbuh kembang secara lebih luas dan menyeluruh dalam konteks pembelajaran nyata selama beberapa minggu serta observasi ketrlibatan aktif siswa, guru dan orang tua selama implementasi. Dalam konteks pembelajaran nyata dengan melibatkan guru, siswa. dan orang tua secara aktif Media Zona Tumbuh Kembang dalam Membangun Karakter Anti Bullying A - 2016 Ulfa et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . serta menyebar angket sikap dan perilaku anti bullying berbasis media. Tahap ini dilakukan di bullan Mei 2025. Desain pelaksanaan dilakukan dengan melibatkan 40 siswa dari dua kelas SD Negeri 1 Batulo, 2 guru Wali kelas dan 40 orang. Dilaksanakan selama 4 minggu dengan frekuensi 3-4 kali per minggu dalam aktivitas kelas dan komunikasi dengan orang tua. Menggunakan angket sikap dan perilaku anti bullying dengan lima pilijan jawaban . kala liker. , observasi terstruktur terhadap perilaku siswa yang dilakukan oleh guru dan peneliti, wawancara semi terstruktur untuk guru dan orang tua serta aktivitas dokumentasi media (Zona emosi. Zona kebaikan. Bintang anak. Harapan Orang tua dan Psikoedukasi Parentin. Berikut rentang skor dan interpretasi skala ditampilkan dalam tabel sebagai berikut: Tabel 10. Kategorisasi sikap Rentang skor <35 Kategori Sikap Sangat Baik (Anti Bullying kua. Baik (Anti Bullying sedan. Cukup (Perlu pembinaa. Kurang (Rentan jadi pelaku/korba. Rentang skor pada tabel 6 di atas menggunakan perhitungan skala likert dengan 20 jumlah aitem perrnyataan dan empat pilihan jawaban. Setelah penetapan rentang skor, selanjutnya menganalisis hasil Pretest dan postest sikap dan perilaku anti bullying sejumlah 40 siswa. Berikut hasil pretest dan posttest sebagai berikut. Tabel 11. Skor Pretest dan postest Skala Sikap dan Perilaku Anti Bullying No Aspek Rerata Kategori Posttes Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Rerata Empati terhadap teman Kontrol diri . Keberanian melapor Menolak Keterlibatan orang tua Kategori Peningkatan Sangat baik Baik Sangat baik Baik Sangat baik Berdasarkan pada tabel 11 di atas, aspek tertinggi adalah keterlibatan orang tua, empati dan keberanian melapor yang menunjukkan zona tumbuh kembang efektif dalam menjalin kolaborasi rumah dan sekolah. Aspek kontrol diri dan menolak bullying juga mengalami peningkatan yang signifikan yang mencerminkan kemampuan dan keberdayaan siswa. Secara menyeluruh, semua aspek mengalami peningkatan yang signifikan, artinya implementasi media zona tumbuh kembang menunjukkan efektivitas penggunaannya. Berikut hasil uji pretest dan posttest dengan analisis uji Wilcoxon. Tabel 12. Hasil Analisis Uji Wilcoxon (Uji lapanga. Asym. Sig. -taile. Pretest-Postest Media Zona Tumbuh Kembang dalam Membangun Karakter Anti Bullying A - 2017 Ulfa et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Hasil uji Wilcoxon pada tabel 12 di atas, terdapat perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest, dengan nilai Z sebesar -5. 621 dan Asym. Sig. -taile. sebesar 0,000 dan disimpulkan implementasi media, efektif meningkatkan perilaku anti bullying siswa. Hasil temuan berdasarkan analisis uji Wilcoxon menunjukan terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah perlakuan atau dapat diartikan penerapan media zona tumbuh kembang efektif dalam meningkatkan sikap anti bullying siswa. Dalam uji lapangan ini, peneliti juga memberikan angket respon siswa guna mengetahui efektivitas dan manfaat media. Berikut hasil respon angket siswa dalam Uji lapangan (Field Tes. Tabel 13. Hasil Respon Angket Siswa Uji Lapangan Media Zona Emosi Aspek Kelayakan Isi Desain Visual Interaktivitas Manfaat psikologis Zona Kebaikan Kelayakan Isi Desain Visual Interaktivitas Manfaat psikologis Bintang anak Kelayakan Isi Desain Visual Interaktivitas Manfaat psikologis Papan orang tua Kelayakan Isi Desain Visual Interaktivitas Manfaat psikologis Rata-rata keseluruhan Skor rata-rata . Kategori Sangat Baik Sangat Baik Baik Sangat Baik Baik Sangat Baik Baik Sangat Baik Baik Sangat Baik Sangat Baik Baik Baik Baik Cukup Baik Baik Baik-Sangat Baik Mendeskripsikan tabel 13. di atas terkait hasil angket respon siswa dalam uji lapangan menunjukkan, skor tertinggi terdapat pada aspek manfaat psikologis . pada Zona Emosi yang berarti, media ini membantu siswa lebih memahami dan mengekspresikan perasan siswa. Dan skor yang relatif rendah terdapat pada aspek interaktivitas pada media Harapan Orang Tua dengan rerata 3. 2, yang menandakan masih ada tantangan dalam melibatkan peran orang tua secara langsung. Dalam observasi keterlibatan siswa, siswa terlihat antusias saat menggunakan Zona Emosi dan Bintang Anak karena visual yang menarik dan interaktif. Zona kebaikan anak mendorong perilaku prososial sederhana seperti saling membantu dan menghargai teman. Keterlibatan pada papan harapan orang tua bervriasi:Sebagian siswa membawa rerspon dari orang tua dan Sebagian lainnya kurang konsisten. saat menggunakan Papan Harapan Orang Tua karena intruksi memerlukan peran keluarga . yah dan ibu /wal. di luar kelas. Saat wawancara singkat Sebagian besar siswa merasa media ini menyenangkan dan membantu siswa Auberbicara Media Zona Tumbuh Kembang dalam Membangun Karakter Anti Bullying A - 2018 Ulfa et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . dengan symbolAy ketika sulit mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata. guru merasa media ini mendukung pembelajaran karakter dan membantu mengurangi konflik kecil di kelas. Orang tua yang aktiif berepartisipasi melalui Papan Harapan Orang Tua memberi Kesan Positif. Namun Sebagian besar masih memerlukan sosialisasi lebih lanjut . Berdasarkan hasil uji lapangan. Media Zona Tumbuh Kembang efektif terbukti efektif digunakan di kelas dengan kategori penilaian Baik-sangat baik dan secara signifikan dalam membentuk perilaku anti bullying siswa sekolah dasar. Media ini terbukti membantu siswa lebih sadar akan emosi, termotivasi berperilku baik, dan menghargai teman. Tantangan utama masih pada interaktivitas denga orang tua, sehingga perlu strategi lanjutan agar keterlibatan keluarga lebih konsisten. Disamping itu, guru meniai media ini sangat potensial untuk diintegrasikan dalam Pendidikan karakter dan program anti-bullying di sekolah dasar. Kolaborasi antara guru dan orang tua menjadi faktor penguat keberhasilan media, terutama saat menkolaborasikan dengan penerapan pola asuh otoritatif. Uji lapangan ini memberikan bukti emperik bahwa penguatan karakter melalui media visual interaktif dapat berdampak langsung pada perilaku sosial siswa. Maka dapat disimpulkan, hasil uji efektivitas menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada sikap anti bullying siswa, seiring dengan meningkatnya keterlibatan orang tua dalam menerapkan pola asuh otoritatif di rumah. Tahap terakhir adalah penyempurnaan produk/revisi model akhir berdasarkan hasil uji lapangan dan analisis data kuantitatif serta kualitatif produk akhir berupa model Media Zona Tumbuh Kembang dirumuskan sebagai hasil integratif dari media visual. Modul Media Edukasi Anti-Bullying Kolaborasi Guru dan Orang Tua, dan perangkat evaluasi sikap siswa yang dapat direplikasi dan diimplementasikan oleh sekolah lain. Model ini menjadi kontribusi inovatif dalam mendukung program penguatan pendidikan karakter dan pencegahan bullying di sekolah dasar yang sejalan dengan semangat sekolah ramah anak. Dengan demikian model ini tidak hanya berfungsi sebagai media bantu pembelajaran tetapi juga sebagai strategi preventif dan promotif dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang aman. Inklusif, dan berkarakter. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media zona tumbuh kembang secara signifikan meningkatkan sikap dan perilaku anti bullying siswa sekolah dasar. Peningkatan ini tampak pada hasil uji statistik non parametrik wilcoxon yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara Skor pretest dan postest siswa setelah implementasi media. Temuan ini sejalan dengan teori perkembangan moral menurut Kohlwberg yang menekankan bahwa perkembangan moral anak dipengaruhi oleh stimulus lingkungan dan interaksi sosial yang sistematis (Buon et , 2. Anak dengan pemberian stimulus visual yang positif serta dukungan keluarga dan sekolah yang konsisten, akan lebih mudah mengintegrasiikan dan menginternalisasikan nilainilai moral seperti empati, keadilan dan tanggung jawab. Melalui media visual seperti zona emosi dan zona kebaikan anak, siswa diajak untuk mengenali mengekspresikan dan merefleksikan pengalaman emosi seperti perilaku prososial mereka dalam konteks yang aman dan terstruktur. Pendekatan holistik melalui media Zona Emosi dan edukasi interaktif dapat menjadi langkah efektif untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, suportif, dan bebas dari bullying (Ulfa. Kosilah, et al. , 2. Hal ini memperkuat konsep scaffolding Dalam teori Vyotsky (Lasmawan & Budiarta, 2. , menyebutkan guru dan media pembelajaran Media Zona Tumbuh Kembang dalam Membangun Karakter Anti Bullying A - 2019 Ulfa et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . bertindak sebagai alat bantu untuk mendorong perkembangan zona proksimal anak menuju kesadaran moral dan sosial yang lebih matang. Penelitian ini juga mendukung studi sebelumnya yang menunjukkan bahwa intervensi berbasis pendidikan karakter dapat menurunkan perilaku bullying apabila diintegrasikan secara sistematis dalam pembelajaran (Gaffney et al. , 2021. Waasdorp et al. , 2. Sejalan dengan Thornberg et al . , interrvensi dengan meliibatkan pemahaman emosi, peran sosial, dan komunikasi empatik secara signifikan dapat meneurunkan instesitas bullying di sekolah dasar. Dalam konteks ini media zona tumbuh kembang tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu visual tetapi juga sebagai Affective Pedagogy atau pedagogi yang menyentuh aspek afektif anak yaitu empati, tanggung jawab sosial, dan refleksi diri (Lovat, 2. Media seperti papan harapan orang tua memperkuat koneksi emosional antara siswa dan lingkungan rumah membangun kesadaran bahwa perilaku mereka. Media seperti papan harapan orang tua memperkuat koneksi emosional antara siswa dan lingkungan rumah membangun kesadaran bahwa perilaku mereka, diperhatikan dan dihargai oleh orang dewasa baik di rumah maupun di sekolah. Selain itu keterlibatan orang tua dalam bentuk psiko-edukasi berbasis pola asuh otoritatif berkontribusi besar dalam mendukung perubahan sikap siswa. Pola asuh ini menyeimbangkan antara kontrol dan kehangatan yang terbukti meningkatkan kemampuan anak dalam mengelola emosi, membentuk perilaku sosial positif dan karakter anak, melatih orang tua dalam menerapkan pola asuh demokratis dengan pendekatan komunikasi yang efektif dan disiplin positif, serta memudahkan guru dalam memahami peran keluarga dalam mencegah perilaku bullying di sekolah dan membangun kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas bullying (Baumrind, 2013. Pinquart, 2016. Ulfa et al. , 2023. Ulfa. Edison, et al. , 2025. Ulfa. Wijaya, et al. , 2. Penelitian oleh Jeynes (Jeynes, 2. juga menunjukkan bahwa kolaborasi sekolah dan keluarga dalam program pendidikan karakter dapat memperkuat ketahanan moral anak dan menurunkan tingkat agresivitas sosial. Implementasi media zona tumbuh kembang juga berhasil membangun kesadaran kolektif dalam komunitas sekolah terhadao pentingnya pencegahan bullying. Pendekatan holistic ini memperkuat hasil studi oleh Bradshaw (Bradshaw, 2. yang menekankan bahwa efektivitas program anti-bullying ditentukan oleh keterlibatan semua aktor Pendidikan, termasuk guru, siswa, dan orang tua. Dengan kata lain, hasil penelitian ini, bukan hanya mmengkonffirmasii efektivitas interrvensi visual dalam Pendidikan karakter, tetapi memperluas pemehaman teoritis menggenai integrasi penddekatan keluarga dan sekolah dalam membangun ekosistem pembelajarran yang menduukung perkembangan sosial-emosional anak (Durlak et al. , 2011. Jones et al. , 2. Oleh karena itu hasil penelitian ini dapat diinterpretasikan sebagai bukti empiris bahwa pendekatan komprehensif yang menggabungkan media visual intervensi sekolah dan keterlibatan keluarga efektif dalam membentuk karakter bullying pada anak usia sekolah Hasil penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan teori pendidikan karakter dan praktik pencegahan Bullying berbasis intervensi lingkungan. Secara teoretis temuan ini memperkaya pendekatan ecological system theory dari Bronfenbrenner (Olivia & McLeod, 2. yang menempatkan antara individu dan lingkungannya sebagai faktor kunci dalam perkembangan sosial dan moral anak. Melalui desain media zona tumbuh kembang pendekatan sistemik ini diimplementasikan dengan melibatkan tiga lingkup ekosistem utama yaitu kelas, keluarga dan komunitas sekolah untuk membentuk ekologi positif yang konsisten Media Zona Tumbuh Kembang dalam Membangun Karakter Anti Bullying A - 2020 Ulfa et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . dalam menumbuhkan karakter anti bullying. Dengan demikian penelitian ini memperluas penerapan teori Bronfenbrenner ke dalam praktik konkret di tingkat sekolah dasar. Di sisi lain, pendekatan berbasis pola asuh otoritatif yang dipadukan dalam psiko-edukasi Parenting yang memperkuat landasan teori Baumrind mengenai pentingnya keseimbangan antara kontrol dan kehangatan dalam membentuk moralitas dan regulasi diri anak (Baumrind. Dalam konteks praktek pendidikan penelitian ini menegaskan bahwa Pendidikan karakter yang efektif tidak hanya bertumpu pada instruksi verbal atau kurikulum eksklusif, tetapi juga melalui mediated experience atau pengalaman yang bermakna yang difasilitasi oleh media visual simbolik dan afektif. Sejalan dengan gagasan Lickona . bahwa Pendidikan karakter yang kuat memerlukan pendekatan yang holistik dan integratif. Zona tumbuh kembang dapat dianggap sebagai wujud konkret dalam pembelajaran yang menghubungkan kognisi moral emosi sosial dan perilaku nyata dalam kehidupan anak sehari-hari. Secara praktis media ini memberikan solusi inovatif yang direplikasi oleh guru dan orang tua dalam membentuk budaya Sekolah yang aman dan sportif. Guru dapat menggunakan zona emosi untuk membantu siswa mengenai dan mengekspresikan emosinya secara sehat sementara zona kebaikan dan Bintang anak menjadi sarana visual memperkuat positive reinfoorcement terhadap perilaku prososial. Hasil ini konsisten dengan studi yang menunjukkan bahwa intervensi visual dan simbolik dalam lingkungan sekolah dapat meningkatkan empati dan menurunkan perilaku agresif (Cook et al. , 2010. Mammen & Paulus, 2023. Sapouna & Wolke. Dalam praktik Parenting papan harapan orang tua menjadi media reflektif yang memperkuat komunikasi emosional antara anak dan orang tua serta memperluas tanggung jawab moral ke luar konteks sekolah. Dengan demikian penelitian ini tidak hanya memperkuat landasan teori yang telah ada tetapi juga memberikan model implementasi yang aplikatif dan relevan di era pendidikan modern khususnya dalam menjawab tantangan sosial seperti bullying yang semakin Kompleks di era digital dan media sosial. Meski penelitian ini menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam pengembangan media zona tumbuh kembang untuk membentuk karakter anti bullying yang berbasis pola asuh otoritatif, terdapat beberapa keterbatasan yang perlu dicermati untuk menghindari generalisasi yang berlebihan yaitu cakupan sampel yang terbatas dengan latar belakang . osial, budaya, dan ekonom. , durasi implementasi media yang dilakukan cukup singkat, dan pengembangan media masih secara manual atau fisik. Dengan mempertimbangkan beberapa keterbatasan bentuk fisik ini mengindikasikan keberrlanjutan dan pengutan dampak media zona tumbuh kembang sangat bergantung pada strategi pengembangan digitalisasi ke depan. Oleh karena itu, langkah transformatif menuju media digital yang responsif terhahap kebutuhan anak di era digital menjadi krusial untuk ditindak lanjuti dalam penelitian lanjutan. KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan dan implementasi media zona tumbuh kembang terbukti efektif dalam membangun karakter anti bullying pada siswa sekolah dasar melalui integrasi pendekatan edukatif, visual, dan kolaboratif yang mengedepankan prinsip pola asuh otoritatif media yang dikembangkan meliputi zona emosi, zona kebaikan anak Bintang anak, dan Papan harapan orang tua, secara signifikan meningkatkan empati kesadaran moral serta perilaku prososial Selain itu keterlibatan aktif guru dan orang tua dalam proses psikoedukasi memperkuat proses internalisasi nilai dan transfer perilaku positif anak di rumah maupun di sekolah. Hasil uji coba terbatas dan uji lapangan menunjukkan adanya peningkatan Media Zona Tumbuh Kembang dalam Membangun Karakter Anti Bullying A - 2021 Ulfa et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . signifikan pada Sikap dan perilaku anti bullying siswa berdasarkan hasil pretest dan posttest yang diperkuat oleh data kuantitatif melalui uji Wilcoxon serta validasi ahli media dan isi. Penerapan media juga mampu membangun ekosistem pembelajaran yang suportif, partisipatif dan adaptif terhadap kebutuhan perkembangan anak secara holistic. Namun demikian, keterbatasan utama terletak pada bentuk media yang masih manual atau fisik dan belum terdigitalisasi sehingga membatasi jangkauan dan fleksibilitas dalam konteks pendidikan digital dan pembelajaran jarak Oleh karena itu pengembangan lanjutan dalam bentuk platform digital yang lebih interaktif dan berkelanjutan menjadi langkah strategis berikutnya. Secara keseluruhan, temuan ini memberikan kontribusi teoritis terhadap penguatan pendidikan karakter berbasis pendekatan pola asuh otoritatif dan kontribusi praktis terhadap pengembangan media edukatif yang kontekstual dan aplikatif. penelitian ini juga menawarkan implikasi luas di bidang pendidikan, sosial, dan budaya terutama dalam membangun generasi anak yang tangguh berempati dan bebas dari perilaku perundungan di era digital yang kompleks. DAFTAR PUSTAKA