e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Jurnal Kebidanan. Keperawatan dan Kesehatan (J-BIKES) 2025. Vol. 4 (No. : Halaman : 75-80 Hubungan Tingkat Kepuasan Terapi Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas X di Banten Tahun 2024 The Relationship Between Therapy Satisfaction Level and Medication Compliance of Type II Diabetes Mellitus Patients at X Health Center in Banten in 2024 Lucky Dita Agustiansyah1*. Ahmad Bari Jaelani2 & Sumarlin3 1,2,3Universitas MathlaAoul Anwar. Indonesia Disubmit: 17 Maret 2025. Diproses: 17 Maret 2025. Diaccept: 30 Maret 2025. Dipublish: 31 Maret 2025 *Corresponding *Corresponding author: E-mail: luckyditaa@gmail. Abstrak Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan salah satu penyakit dengan prevalensi tinggi, sebanyak 537 juta orang menderita DM dan jumlah ini akan terus bertambah menjadi 643 juta pada tahun 2030 dan 783 juta pada tahun 2045, termasuk menjadi penyakit terbanyak ketiga di Puskesmas X di banten. Pengobatan farmakologi DM dipengaruhi oleh tingkat kepuasan terapi, yang berdampak pada kepatuhan minum obat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kepuasan terapi dan kepatuhan minum obat pasien DM tipe 2 di Puskesmas X, di Banten. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengumpulan sampel menggunakan Purposive sampling. Tingkat kepuasan terapi diukur menggunakan SATMED-QA dan kepatuhan minum obat dengan MARS-5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan terapi termasuk kedalam kategori "sangat puas" . ilai rata-rata 89,. dan kepatuhan minum obat kategori "sedang" . Analisis korelasi Pearson menunjukkan hubungan signifikan antara kepuasan terapi dengan kepatuhan minum obat . = 0,000. r = 0,389, kategori sedan. Ini menunjukkan bahwa kepuasan terapi berhubungan signifikan dengan kepatuhan minum obat pasien DM tipe 2. Kata kunci: DM tipe 2. Kepatuhan minum obat. Kepuasan terapi Abstract Diabetes Mellitus (DM) type 2 is one of the diseases with high prevalence, as many as 537 million people suffer from DM and this number will continue to increase to 643 million in 2030 and 783 million in 2045, including being the third most common disease in Health Center X in Banten. Pharmacological treatment of DM is influenced by the level of therapy satisfaction, which has an impact on medication adherence. This study aims to see the relationship between therapy satisfaction and medication adherence in type 2 DM patients at Health Center X, in Banten. This study used a descriptive observational method with a crosectional approach, the sample collection technique used Purposive sampling. The level of therapy satisfaction was measured using SATMED-QA and medication adherence with MARS-5. The results showed that the level of therapy satisfaction was included in the category of "very satisfied" . verage value of 89. and medication adherence was in the category of "moderate" . Pearson correlation analysis showed a significant relationship between therapy satisfaction and medication adherence . = r = 0. 389, moderate categor. This shows that therapy satisfaction is significantly related to medication adherence in type 2 DM patients. Keywords: Type 2 DM. Medication adherence. Therapy satisfaction DOI: 10. 51849/j-bikes. v%vi%i. Rekomendasi mensitasi : Agustiansyah. LD. Jaelani. AB & Sumarlin. Hubungan Tingkat Kepuasan Terapi Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas X di Banten Tahun 2024. Jurnal Kebidanan. Keperawatan dan Kesehatan (J-BIKES), 4 . : Halaman. e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes PENDAHULUAN Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit yang terjadi akibat gangguan metabolisme tubuh dengan gejala adanya peningkatan kadar gula dalam darah . akibat kelainan pada sekresi dan sensitivitas insulin, atau keduanya, yang menyebabkan gangguan pada metabolisme lipid, karbohidrat, dan protein (Dipiro et al. , 2. Sebanyak 537 juta orang menderita DM dan jumlah ini akan terus bertambah menjadi 643 juta pada tahun 2030 dan 783 juta pada tahun 2045. Selain itu, lebih dari 6,7 juta orang berusia 20 Ae 79 tahun akan mengalami kematian akbiat DM pada tahun 2021 (IDF, 2. Indonesia prevalensi DM dengan angka 11,3% dan menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang masuk dalam daftar tersebut (Infodati Diabetes Melitus, 2. Pengobatan penyakit DM tipe 2 menurut IDF dibagi menjadi dua, yaitu dengan cara non farmakologi dan Untuk pengobatan dengan cara non farmakologi IDF menyarankan untuk mengubah gaya hidup yang lebih sehat mencakup diet sehat, olahraga teratur, tidak merokok, dan menjaga berat badan ideal. Apabila perubahan gaya hidup tidak cukup untuk mengontrol gula IDF farmakologi, untuk pengobatan lini pertama biasanya dimulai dengan Jika pengobatan dengan obat diabetes tunggal tidak efektif, maka dapat diganti pengobatan kombinasi dengan golongan obat yang berbeda. Injeksi insulin diperlukan untuk mengontrol direkomendasikan jika kontrol glikemik tidak tercapai dengan obat non-insulin (IDF, 2. Kepuasaan terapi pada pasien DM tipe 2 juga menjadi tolak ukur keberhasilan terapi selain dari pada efikasi dan keamanan obat yang dikonsumsi (Rasdianah et al. , 2. Hal ini juga dikemukaan oleh Hussein . dalam penelitannya yang mengatakan kepuasaan terapi berdampak pada keberhasilan pengobatan pasien DM. Kepuasan terapi merupakan ukuran subyektif untuk mengevaluasi proses dan hasil pengobatan (Mauricio, 2. Ada kepatuhan minum obat dari seseorang pasien, salah satunya adalah kepuasan Beberapa penelitian sebelum ini berpengaruh terhadap kepatuhan minum Kepuasan terapi yang rendah , dapat membuat kepatuhan minum obat pasien menjadi rendah (Zhou et al. , 2. Pasien dengan tingkat kepuasan terapi puas memiliki kepatuhan minum obat lebih tinggi (Rasdianah et al. , 2. Bisa jadi kepuasan terapi dan kepatuhan minum obat memberi pengaruh baik pada kadar gula darah pasien DM (Rasdianah et al. Berdasarkan latar belakang diatas peneliti tertarik melakukan pengukuran tingkat kepuasan terapi terhadap tingkat kepatuhan minum obat pasien DM tipe 2 di puskesmas X di Banten. METODE PENELITIAN Rancangan menggunakan observasional deskriptif . on eksperimenta. memakai pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes mengetahui hubungan tingkat kepuasan terapi dengan kepatuhan minum obat pasien DM tipe II. Penelitian ini dilaksanakan di bagian Poli Penyakit Tidak Menular (PTM). Poli Kesehatan Lansia dan Ruangan RM di Puskesmas. Pengumpulan teknik Purposive sampling. Penelitian ini sosiodemografi. Kuesioner SATMED-QA untuk mengukur kepuasan terapi dan MARS-5 untuk mengukur kepatuhan minum obat. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan Total Tabel Pendidikan No. Pendidikan Berdasarkan Jumlah Pasien (%) Sumber Tabel: SPSS Berdasarkan tabel diatas, pasien yang tidak sampai keperguruan tinggi dari SD/SMP/SMA mendominasi sebanyak 95 . ,4%) orang pada penelitian ini dari total keseluruhan responden. Tabel 4. Karakteristik Berdasarkan Status Status Jumlah No. (%) Pekerjaan Pasien Tidak berkerja Berkerja Total Sumber Tabel: SPSS Berdasarkan tabel diatas, pada penelitian ini didominasi oleh pasien yang tidak bekerja sebanyak 79 . ,8%) orang. Tabel 5. Karakteristik Berdasarkan Penyakit Penyerta Penyakit Jumlah No. (%) Penyerta Pasien Sumber Tabel: SPSS Berdasarkan tabel diatas jumlah keseluruhan pasien DM tipe 2 didominasi oleh Non lansia (<60 tahu. sebanyak 55,5%, tapi usia yang paling banyak adalah kategori usia 60-69 tahun dengan jumlah 34 sebanyak 30,9% dari 110 Ada Tidak ada Total Sumber Tabel: SPSS Berdasarkan tabel diatas mayoritas responden . ,9%) penderita DM tipe 2 mempunyai penyakit penyerta . Tabel 2. Karakteristik Berdasarkan Jenis Kelamin Jumlah No. Jenis Kelamin (%) Pasien Karakteristik Tidak Perguruan Total Tabel 1. Karakteristik Berdasarkan Usia Jumlah Usia (%) Pasien Ou 70 Total laki-laki Perempuan Berdasarkan tabel diatas, responden lebih didominasi oleh pasien perempuan sebesar 84,5%. HASIL DAN PEMBAHASAN Data karakteristik pasien dalam penelitian ini dikelompokkan menjadi 2 sosiodemografi dan karakteristik klinis. Sumber Tabel: SPSS Tabel 6. Karakteristik Berdasarkan Durasi Penyakit Durasi Jumlah No. (%) Penyakit Pasien <5tahun >=5tahun e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Total Tabel 10. Distribusi Frekuensi Kepuasan Terapi Pasien DM Tipe 2 di Puskesmas X di Banten 2024 Total Jawaban (%) No. SATMED-Q Responden Tidak Puas Agak Puas Puas Cukup Puas Sangat Puas Sumber Tabel: SPSS Berdasarkan tabel diatas. Pasien dengan durasi penyakit DM tipe 2 (< 5 tahu. menjadi mayoritas . ,3 %) pada kategori ini. Tabel Karakteristik Berdasarkan Pengukuran kadar gula darah Gula Darah Jumlah No. (%) Puasa Pasien Total Total Berdasarkan tabel diatas. Pasien dengan kadar gula darah tidak terkontrol lebih mendominasi . ,0 %) pada kategori ini. Tabel 8. Karakteristik Berdasarkan Jumlah obat DM yang diberikan Jumlah Item Jumlah No. Obat (%) Pasien Antidiabetes Kombinasi Tunggal Total Berdasarkan tabel diatas, mayoritas responden . % dari tota. memberikan penilaian sangat puas, sedangkan sisanya . %) merasa cukup puas. Untuk meningkatkan hasil, evaluasi dapat difokuskan pada kelompok yang merasa cukup puas untuk memahami hambatan atau kekurangan yang mereka Upaya seperti personalisasi terapi, penguatan komunikasi antara tenaga kesehatan dan pasien, serta monitoring hasil terapi dapat dilakukan untuk Sumber Tabel: SPSS Sumber Tabel: SPSS Sumber Tabel: SPSS Tabel 11. Distribusi Frekuensi Kepatuhan Minum Obat Pasien DM Tipe 2 di Puskesmas X di Banten 2024 Total Jawaban (%) No. MARS-5 Responden Rendah Sedang Tinggi Total Berdasarkan tabel diatas, jumlah item obat pada data penelitian ini sebanyak 68 pasien DM tipe 2 mendapatkan terapi sebanyak 2 obat . Tabel 9. Karakteristik Berdasarkan Efek samping yang dialami Efek Samping Jumlah No. (%) Obat Pasien tidak pernah efek samping efek samping Total Sumber Tabel: SPSS Berdasarkan tabel diatas, 85 ,3%) masuk kedalam kategori kepatuhan sedang, 24 responden ,8%) kepatuhan tinggi, sedangkan sisanya . ,9%) kepatuhan rendah. Berdasarkan mengkonsumsi obat antidiabetes secara Namun sebagian pasien lainnya mengaku mengkonsumsi obat saat kurang Sumber Tabel: SPSS Berdasarkan tabel diatas, 87,3% pasien tidak mengalami efek samping selama menggunakan obat antidiabetes. e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes sehat atau saat gula darahnya naik. Sebagian juga ada yang berhenti minum obat saat merasa dirinya sudah sehat. Katadi et al. , . menyatakan padatnya aktivitas, obat habis, lupa meminum obat dan merasa sehat sehingga tidak perlu minum obat. yang rendah akan berdampak dengan kepatuhan yang rendah. Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 12 dengan uji Correlation Pearson terdapat hubungan yang signifikan antara kepuasan terapi (SATMED-QA) dengan kepatuhan minum obat (MARS-. dengan nilai p value positif . = 0,. dan termasuk dalam kategori AuSedangAy . = 0,. Hal ini mungkin terjadi karena kurangnya jumlah responden pada penelitian ini. Sehingga perlu dilakukan pengambilan sampel dengan jumlah responden yang lebih banyak ditempat pelayanan kesehatan yang lain. Dari segi arah hubungan kedua variabel tersebut searah artinya jika kepuasan terapi pasien tinggi maka kepatuhan minum obat juga Penelitian dilakukan Fuziah, syiAofa. menunjukan bahwa kepuasan terapi (SATMED-QA) berhubungan signifikan dengan kepatuhan minum obat (MARS-. value = 0,. dengan koefisien korelasi positif antara kepuasan dan kepatuhan minum obat . = 0,. yang termasuk ke dalam kategori lemah. Tabel 12. Hubungan Antara Variabel Kepuasan Terapi dan Kepatuhan Minum Obat Pasien DM Tipe 2 di Puskesmas X di Banten SATME MARS5 Pearson Correlation Sig. Pearson Correlation Sig. SATME MARS5 Sumber Tabel: SPSS Pada penelitian ini nilai p value digunakan sebagai nilai yang menyatakan bahwa adakah hubungan antara variabel SATMED-QA dan MARS-5. Semakin kecil nilai p value . value O 0,. maka semakin signifikan juga hubungan antara Sedangkan nilai koefesien korelasi . digunkan untuk seberapa kuat hubungan antara variabel SATMED-QA dan MARS-5. Kepuasan terapi terhadap kepatuhan minum obat merupakan faktor yang dapat dievaluasi. Parameter pada kepuasan terapi terdiri dari 6 domain yaitu, efek samping, efektivitas obat, kenyaman/kemudahan penggunaan obat, dampak obat, tindak lanjut medis, dan Pendapat umum dapat berhubungan dengan kepatuhan minum obat. Kepuasan terapi yang tinggi akan berdampak dengan kepatuhan minum obat yang tinggi juga, sebaliknya kepuasan terapi SIMPULAN Tingkat kepuasan terapi pasien DM tipe 2 di puskesmas X di Banten 2024 termasuk dalam kategori Ausangat puasAy dengan nilai rata-rata skor SATMED-QA sebesar . Tingkat kepatuhan minum obat pasien DM tipe 2 di Puskesmas X di Banten 2024 termasuk dalam kategori Aukepatuhan sedangAy dengan nilai rata-rata skor MARS 5 sebesar . Hubungan antara Tingkat kepuasan terapi (SATMED-QA) dengan kepatuhan minum obat (MARS-. dengan nilai p value positif . = 0,. dan termasuk dalam kategori AuSedangAy . = 0,. e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes DAFTAR PUSTAKA