IMPLEMENTASI JARINGAN SELULER PADA KAWASAN WISATA KAMPUNG REWAKO Zaenal Hasrul Maulana. Safaruddin. Teknik Elekto. Universitas Fajar email: zainalmaulana432@gmail. Teknik Elektro. Universitas Fajar email: safarmks69@gmail. Abstract This research aims to design a new cellular network or site in the area so that visitors and the surrounding community can use a cellular network with good quality. The method used is the drive test method to determine the quality of the network in the area. Then a cellular network design simulation was carried out using the Atoll application. From the results of the network design, testing was then carried out using point analysis in the Atoll application and the results were that the network quality in the area became better. Kata Kunci : Cellular Network Design. Drive Test. Atoll PENDAHULUAN Kampung Wisata Rewako terletak di tengah kota Kecamatan Pallangga dan sangat dekat dengan ibukota Kabupaten Gowa. Wisata ini bergerak di bidang Di tempat ini masyarakat dapat menikmati berbagai macam kuliner sekaligus menikmati pemandangan alam, peternakan, serta lapangan untuk bermain Tempat wisata ini dulunya berupa hutan seluas 2 hektar, dekat dengan pinggir sawah yang padat Menariknya di tempat wisata ini terdapat 2 sisi yang berbeda. Jika di sebelah kiri kita disuguhkan oleh hijaunya pemandangan sawah, namun di sisi sebelah kanan disuguhkan oleh Namun, pada beberapa titik tertentu di Kawasan wisata kampung rewako, sinyal internet tidak tidak stabil, apalagi dikala waktu akhir pekan disaat terjadi kepadatan pengunjung. Walaupun di resto sudah disediakan fasilitas internet WI-FI oleh pengelola, tetap tidak mencukupi kebutuhan akses internet pengunjung, dikarenakan kawasannya yang cukup luas dan jangkauan frekuensi WI-FI yang terbatas. Masalah yang dialami oleh wisatawan umumnya adalah lemahnya koneksi data internet mencapai < 100 Kbps dan kualitas sinyal 4G mereka dalam kondisi buruk (< -100 dB. Lemahnya koneksi data internet bukan hanya disebabkan oleh kualitas sinyal yang buruk, melainkan disebabkan oleh beberapa faktor yang salah satunya karena jumlah pengguna yang banyak (>150 penggun. di salah satu sektor BTS (Base Transceiver Statio. yang menyebabkan Quality of Services (QoS) jaringan internet tersebut melemah. Sebuah jaringan telekomunikasi dapat dikatakan baik dan bagus kualitasnya tentunya harus masuk dalam spesifikasi yang telah ditentukan seperti Key Performance Indicator (KPI) dari 3GPP maupun dari standar operator itu sendiri, (Wardhana, 2014: . Perancangan jaringan seluler baru di daerah ini krusial untuk meningkatkan konektivitas dan memastikan akses internet yang stabil bagi pengunjung dan warga sekitar. Dengan pengguna dapat menikmati layanan komunikasi yang lebih baik dan internet yang stabil, berdampak positif pada kehidupan sehari-hari, bisnis, dan pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut. Perkembangan dunia saat ini mengarah pada era digital yang semakin canggih, di memegang peranan penting dalam kehidupan sehari - hari dan masa depan. Perkembangan ini secara tidak langsung Hingga saat ini, berbagai kemajuan telekomunikasi, mulai dari generasi awal hingga teknologi generasi keempat . G), yang dikenal sebagai Long Term Evolution (LTE). LTE dirancang untuk menawarkan layanan jaringan yang lebih baik, kapasitas radio yang lebih besar, biaya operasional yang lebih rendah bagi operator, dan efisiensi spektrum yang lebih baik. Salah satu tantangan utama yang dihadapi dalam implementasi LTE adalah kualitas layanan, terutama di daerah yang padat penduduk. Implementasi jaringan 4G LTE di Indonesia masih menghadapi banyak kendala, termasuk ketersediaan jaringan dan kinerja jaringan. Penelitian yang dilakukan oleh beberapa ahli di bidang teknologi LTE menunjukkan berbagai hambatan, seperti cakupan area menyebabkan banyak titik buruk dalam area cakupan jaringan. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor: Topografi dan Kepulauan: Indonesia memiliki tantangan geografis yang unik dengan lebih dari 17. 000 pulau. Penyediaan infrastruktur telekomunikasi yang merata di seluruh kepulauan ini teknologi yang mampu mengatasi hambatan alam. Infrastruktur yang Belum Merata: Banyak daerah di Indonesia, terutama di luar Jawa, masih mengalami keterbatasan Ini menyebabkan perbedaan kualitas layanan antara daerah perkotaan dan pedesaan. Kendala Regulasi dan Perizinan: Proses perizinan yang kompleks dan birokrasi yang berbelit seringkali menjadi infrastruktur telekomunikasi. Dengan mengatasi masalah jaringan mengimplementasikan solusi yang tepat. Kawasan wisata kampung rewako dapat menjadi contoh sukses dalam penerapan teknologi telekomunikasi canggih di Indonesia, mendukung transformasi digital dan meningkatkan pelayanan kepada pengunjung dan masyarakat METODE PENELITIAN Tahapan penelitian ini mencakup langkah-langkah pelaksanaan dari awal langkahlangkahnya sebagai berikut: Observasi, pada tahap ini dilakukan tinjauan lapangan untuk mengetahui kondisi di lapangan dan juga melakukan keterangan dari pengunjung atau pengelola Kawasan wisata kampung rewako terkait kendala dalam akses jaringan seluler. Kualitas Jaringan, pada tahap yang ketiga dilakukan pengujian kualitas jaringan untuk membuktikan bagaimana kualitas dan kekuatan sinyal pada wilayah tersebut sehingga bisa di ketahui apakah kekuatan jaringan tersebut bisa bagus maupun buruk. Melakukan Perancangan Site baru. Pada tahap ini dilakukan perancangan site baru pada lokasi tersebut yang disimulasikan menggunakan aplikasi Atoll dan dilakukan dokumentasi hasil penelitian dalam bentuk laporan. Melakukan pengujian kualitas jaringan pada site baru, pada tahap ini dilakukan Pengujian terhadap rancangan site baru pada Kawasan wisata kampung rewako, dalam hal ini untuk mengetahui apakah kualitas jaringan jaringan baru pada Kawasan tersebut bisa memenuhi kebutuhan jaringan seluler pada Kawasan Tahap ini dilakukan dalam bentuk simulasi dengan point analysis pada aplikasi Atoll. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengukuran Kualitas Jaringan pada Kawasan Wisata Kampung Rewako. Lokasi BTS XL berdasarkan pengecekan menggunakan aplikasi Open Signal diperlihatkan pada gambar 1. Gambar 1. Lokasi BTS XL Hasil pencarian site menggunakan aplikasi open signal yang kemudian di visualisasikan dengan aplikasi Google Earth Pro, ditemukan site BTS XL yang mencatu kawasan wisata kampung rewako berada di lokasi dengan titik 43981489364059 yang terletak di Desa Jenetallasa. Kecamatan Pallangga. Kabupaten Gowa. Sulawesi Selatan. Sedangkan lokasi kawasan wisata kampung rewako berada 4392730874269 yang terletak di jalan poros Benteng Somba Opu. Desa Jenetallasa. Kecamatan Pallangga. Kabupaten Gowa. Sulawesi Selatan. Dari dilakukan pengukuran menggunakan aplikasi Google Earth Pro dan hasilnya lokasi site BTS XL berjarak 668,37 meter dari lokasi kawasan wisata kampung Hasil temuan tersebut dapat dilihat pada gambar 1. Perancangan Site Baru menggunakan aplikasi Atoll Lokasi Perancangan Site Baru Lokasi perancangan site baru dibuat sangat dekat dengan kawasan wisata pertimbangan di lokasi tersebut terdapat tanah lapang persawahan yang sangat memungkinkan untuk di bangun site pada lokasi tersebut karena tidak berada di tengah pemukiman masyarakat sehingga tidak membahayakan warga sekitar. Lokasi tersebut juga dipilih dengan kedepannya site tersebut juga tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan jaringan seluler pengunjung pada kawasan wisata kampung rewako, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan jaringan internet warga sekitar. Gambar 2. Visualisasi lokasi site baru pada aplikasi Google Earth Pro. Simulasi Perancangan Site pada Aplikasi Atoll. Perancangan Site dengan menggunakan apikasi atoll dengan jenis antena Multiple-Input Multiple-Output (MIMO) menggunakan 3 transmitter yang masingmasing transmitter berada pada sudut mechanical azimuth sebesar 0 derajat pada transmitter pertama, 120 derajat pada transmitter kedua, dan 240 derajat Pada perancangan site baru tersebut juga digunakan frekuensi 2100Mhz. Hasil Perancangan site pada aplikasi Atoll dapat dilihat pada Gambar 3. Gambar 3. Hasil Perancangan site baru menggunakan aplikasi Atoll. KESIMPULAN Berdasarkan kualitas jaringan dengan metode drive test sebanyak 5 kali pengukuran menggunakan aplikasi G-Net track Pro yang kemudian di konversi ke aplikasi Google Earth Pro, ditemukan rata Ae rata nilai RSRP berada di angka -94 dBm dan nilai RSRQ berada di angka -12,2 dBm, nilai SINR 0. 0, dan nilai Troughput UL 29,8 kbps sedangkan Troughput DL 80,6 Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kondisi jaringan pada area tersebut tidak memenuhi standar kualitas jaringan berdasarkan KPI (Key Performance Indikato. Rendahnya atau lemahnya kualitas jaringan disebabkan oleh jumlah pengunjung yang memadati area wisata (>150 or. dan jarak site yang jauh dan berada di lokasi pemukiman Karena perancangan site BTS baru yang di simulasikan menggunakan aplikasi Atoll. Berdasarkan hasil perancangan site baru yang di simulasikan menggunakan perangkat lunak Atoll, serta visualisasi data dengan Google Earth, kualitas jaringan 4G di Kawasan wisata kampung rewako tergolong sangat baik dengan nilai RSRP 82,068 dBm. RSRQ -14,242 dB. SINR 0. 0 dB, dan throughput uplink 55,93 Mbps serta downlink 8,56 Mbps, yang menunjukkan kualitas sinyal dan Perancangan jaringan yang dilakukan telah berhasil meningkatkan efisiensi dan kualitas jaringan 4G, dan dengan langkah-langkah pengukuran yang terus pemantauan berkala yang melibatkan parameter RSRP. RSRQ. SINR, dan throughput, diharapkan jaringan 4G di Kawasan wisata kampung rewako akan semakin mendukung konektivitas dan aktivitas pengunjung serta penduduk sekitar, berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, serta memberikan manfaat langsung bagi pengguna dan mendukung berbagai aktivitas sehari-hari. REFERENSI