Stimulasi Kecerdasan Musikal Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Bernyanyi TerencanaPada Kelompok B RA Al-Amin 3 Cemani Anita wardhani1. Nurul AoAini Muthmainnah2. Alfaein Nisa Nur Salamah3 Rizky Amalia Muflihah4. Wahyu Widayanti5 Institut Islam MambaAoul AoUlum Surakarta Mahasiswa Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini. IIM Surakarta Email: aneeta. wayway@gmail. com1 aininurul0792@gmail. alfaeinnisachan@gmail. com3 imelicah5518@gmail. wahyuwidayanti2886@gmail. Abstract Musical intelligence is an important aspect of child development that needs to be stimulated from an early age because music plays a significant role in supporting children's cognitive, emotional, and social development. This study aims to describe the implementation of singing activities as an effort to develop musical intelligence among Group B children at RA/TK Al Amin 3 Cemani. The study employed a descriptive qualitative approach involving 20 children aged 5-6 years, 2 teachers, and 1 principal as research subjects. Data were collected through observation, interviews, and documentation, while data analysis used the interactive model of Miles. Huberman, and Saldana. The findings revealed that singing activities designed and implemented in a structured and systematic manner had a positive impact on the development of children's musical intelligence, as reflected in their ability to recognise tones . %), follow rhythms . %), and express themselves through singing . %). Variations of singing activities combined with body movements, the use of simple musical instruments, and thematic songs created an active, creative, and enjoyable learning environment for children. Therefore, singing activities can serve as an effective and meaningful learning strategy in optimally developing the musical intelligence of Group B children while providing learning experiences that are aligned with the characteristics of early childhood development. Keywords: Early Childhood. Musical Intelligence. Singing Activities Abstrak Kecerdasan musikal merupakan salah satu aspek perkembangan yang penting untuk distimulasi sejak usia dini karena musik berperan dalam mendukung perkembangan kognitif, emosional, dan sosial anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan kegiatan bernyanyi sebagai upaya untuk mengembangkan kecerdasan musikal pada anak Kelompok B di RA/TK Al Amin 3 Cemani. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian yang terdiri atas 20 anak usia 5-6 tahun, 2 guru, dan 1 kepala Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Stimulasi Kecerdasan Musikal Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Bernyanyi TerencanaPada Kelompok B RA Al-Amin 3 Cemani Anita Wardhani. Nurul AoAini Muthmainnah. Alfaein Nisa Nur Salamah. Rizky Amalia Muflihah. Wahyu Widayanti Miles. Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan bernyanyi yang dirancang dan dilaksanakan secara terencana mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan kecerdasan musikal anak, yang ditunjukkan melalui kemampuan mengenal nada sebesar 85%, mengikuti irama sebesar 90%, dan mengekspresikan diri melalui nyanyian sebesar 80%. Variasi kegiatan bernyanyi yang dipadukan dengan gerakan tubuh, penggunaan alat musik sederhana, serta lagu-lagu bertema menciptakan suasana belajar yang aktif, kreatif, dan menyenangkan bagi anak. Dengan demikian, kegiatan bernyanyi dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif dan bermakna dalam mengembangkan kecerdasan musikal anak Kelompok B secara optimal serta memberikan pengalaman belajar yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Kata Kunci: Anak Usia Dini. Kegiatan Bernyanyi. Kecerdasan Musikal Introduction Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki peran yang sangat penting sebagai dasar dalam membentuk karakter, kepribadian, serta berbagai potensi kecerdasan anak secara menyeluruh. Masa usia dini perkembangannya dapat tumbuh secara optimal. Hal tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan bahwa PAUD merupakan upaya pembinaan bagi anak sejak lahir hingga usia enam tahun melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan jasmani maupun rohani agar anak siap memasuki jenjang pendidikan berikutnya (Nasional 2. Salah satu aspek perkembangan yang penting untuk mendapat perhatian pada anak usia dini adalah kecerdasan musikal. Dalam teori Multiple Intelligences. Howard Gardner menjelaskan bahwa kecerdasan menciptakan, mengolah, serta memahami unsur-unsur musik seperti irama, melodi, dan harmoni (Subroto 2. Pendapat ini diperkuat oleh Thomas Armstrong yang menyatakan bahwa anak dengan kecerdasan musikal yang berkembang baik biasanya lebih peka terhadap bunyi di Diksi: Jurnal Pendidikan dan Literasi Volume. 5 No. 1 Tahun 2026 e-ISSN: 2829-9191 Doi: 10. 62719/diksi. sekitarnya, mudah mengingat melodi, dan mampu mengekspresikan perasaan melalui musik secara alami dan bermakna (Irama-Musik Salah satu bentuk stimulasi yang dekat dengan kehidupan anak sekaligus efektif dalam mengembangkan kecerdasan musikal adalah kegiatan bernyanyi. Bernyanyi bukan sekadar aktivitas menghafal lagu, tetapi juga menjadi sarana bagi anak untuk mengenal nada, ritme, tempo, dan dinamika musik dengan cara yang menyenangkan. Menurut Kamtini dan Tanjung . , bernyanyi merupakan kegiatan seni yang memanfaatkan suara manusia secara ritmis dan melodis sehingga menghasilkan pengalaman estetis yang bermakna (Kamtini & Tanjung Melalui kegiatan ini, anak memperoleh kesempatan untuk belajar sambil bermain, bergerak, dan mengekspresikan diri tanpa tekanan. Penelitian menunjukkan bahwa kegiatan bernyanyi yang dirancang secara terencana mampu meningkatkan kemampuan anak dalam (Telaumbanua et al. Berbagai penelitian semakin menegaskan pentingnya stimulasi musik pada usia dini. Penelitian Philip Sheppard . menemukan bahwa anak yang mendapatkan pengalaman musik secara intensif pemecahan masalah yang lebih baik (Sheppard 2. Senada dengan itu. Suryana . menyimpulkan bahwa pembelajaran musik melalui kegiatan bernyanyi di taman kanak-kanak mampu meningkatkan kemampuan musikal anak secara nyata (Suryana 2. Sementara itu integrasi kegiatan bernyanyi dalam pembelajaran PAUD tidak hanya mendukung perkembangan musikal, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap berbagai aspek perkembangan anak secara menyeluruh (Anne and Respati 2. Berdasarkan hasil observasi awal di RA Al Amin 3 Cemani, ditemukan bahwa perkembangan kecerdasan musikal anak Kelompok B masih perlu mendapatkan perhatian lebih. Hal ini terlihat dari sebagian Stimulasi Kecerdasan Musikal Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Bernyanyi TerencanaPada Kelompok B RA Al-Amin 3 Cemani Anita Wardhani. Nurul AoAini Muthmainnah. Alfaein Nisa Nur Salamah. Rizky Amalia Muflihah. Wahyu Widayanti anak yang masih mengalami kesulitan mengikuti irama lagu, kurang mampu memvariasikan nada, serta menunjukkan antusiasme yang belum optimal ketika mengikuti kegiatan bernyanyi. Selain itu, kegiatan bernyanyi yang dilaksanakan selama ini cenderung berlangsung secara spontan dan belum dirancang secara sistematis maupun bervariasi, sehingga stimulasi terhadap kecerdasan musikal anak belum berjalan secara maksimal. Kondisi tersebut mendorong peneliti untuk mengkaji lebih mendalam bagaimana penerapan kegiatan bernyanyi yang terencana dan sistematis dapat menjadi salah satu upaya dalam mengembangkan kecerdasan musikal anak Kelompok B di RA Al Amin 3 Cemani. Method Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk kegiatan bernyanyi dalam mengembangkan kecerdasan musikal anak usia dini. Menurut Moleong . , penelitian kualitatif bertujuan memahami suatu fenomena secara menyeluruh melalui penggambaran dalam bentuk kata-kata pada kondisi alamiah (Moleong 2. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus . ase stud. , karena penelitian berfokus pada satu fenomena tertentu, yaitu pelaksanaan Amin Cemani pengembangan kecerdasan musikal anak Kelompok B. Sebagaimana dijelaskan Sugiyono . , studi kasus memberikan kesempatan kepada peneliti untuk memahami suatu peristiwa atau fenomena secara lebih mendalam sesuai dengan situasi nyata di lapangan (Achjar et al. Penelitian dilaksanakan di RA Al Amin 3 Cemani. Desa Cemani. Kecamatan Grogol. Kabupaten Sukoharjo. Jawa Tengah pada periode Januari hingga Maret 2024. Subjek penelitian melibatkan 20 anak Kelompok B usia 5Ae6 tahun, 2 guru kelas, dan 1 kepala sekolah. Penentuan subjek dilakukan melalui teknik purposive sampling, yaitu pemilihan partisipan secara sengaja berdasarkan keterlibatan langsung Diksi: Jurnal Pendidikan dan Literasi Volume. 5 No. 1 Tahun 2026 e-ISSN: 2829-9191 Doi: 10. 62719/diksi. mereka dalam kegiatan bernyanyi yang menjadi fokus penelitian (Nasarudin et al. Teknik pengumpulan data meliputi: . Observasi partisipatif pasif untuk mengamati proses kegiatan bernyanyi dan respons anak. Wawancara semi terstruktur kepada guru dan kepala sekolah untuk memperoleh informasi mendalam. Dokumentasi berupa RPPH, foto, video, dan penilaian perkembangan. Instrumen yang digunakan mencakup lembar observasi dengan 8 indikator kecerdasan musikal berbasis Permendikbud No. 137 Tahun 2014, pedoman wawancara, dan catatan lapangan (Fadlillah 2. Pengukuran kecerdasan musikal anak menggunakan lembar Berkembang Sangat Baik (BSB). Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Mulai Berkembang (MB), dan Belum Berkembang (BB). Delapan indikator yang diukur meliputi: . mengenal nada tinggi-rendah. mengikuti irama lagu. menghafal lirik lagu. bernyanyi dengan tempo yang tepat. mengekspresikan perasaan melalui nyanyian. merespons musik secara spontan. membedakan suara keraslembut. berpartisipasi aktif dalam kegiatan bernyanyi. Result and Discussion Kegiatan bernyanyi di RA Al Amin 3 Cemani dilaksanakan secara rutin setiap hari dengan durasi sekitar 15Ae20 menit sebagai bagian dari kegiatan pembukaan maupun inti pembelajaran. Pelaksanaannya dirancang melalui tiga tahapan utama. Pada tahap pemanasan, guru memperkenalkan lagu baru dengan nada sederhana serta gerakan yang mudah diikuti oleh anak untuk membangun minat dan kesiapan belajar. Selanjutnya, pada tahap inti, anak diajak menyanyikan lagu secara bersama-sama sambil melakukan gerakan kreatif yang mendukung pemahaman irama dan meningkatkan keterlibatan mereka dalam Adapun pada tahap pengayaan, anak diberikan kesempatan untuk bereksplorasi melalui improvisasi nada dan variasi suara secara Stimulasi Kecerdasan Musikal Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Bernyanyi TerencanaPada Kelompok B RA Al-Amin 3 Cemani Anita Wardhani. Nurul AoAini Muthmainnah. Alfaein Nisa Nur Salamah. Rizky Amalia Muflihah. Wahyu Widayanti lebih mandiri sehingga mereka dapat mengekspresikan diri dengan lebih Lagu-lagu yang digunakan dipilih dengan mempertimbangkan tema pembelajaran, tingkat kesederhanaan melodi, serta kesesuaian isi lagu dengan karakteristik dan tahap perkembangan anak usia dini. Keberhasilan pembelajaran musik pada anak usia dini sangat (Sari SKM Temuan menunjukkan bahwa guru di RA Al Amin 3 Cemani telah merancang RPPH memperhatikan tujuan pembelajaran, media yang digunakan, serta Perencanaan dilakukan tidak hanya menjadikan kegiatan bernyanyi lebih terarah, tetapi juga membantu menciptakan pengalaman belajar yang aktif dan menyenangkan bagi anak. Kondisi ini sejalan dengan pandangan Suyadi dan Ulfah . yang menegaskan bahwa pembelajaran PAUD menempatkan anak sebagai pusat dalam proses belajar (Rahayu 2. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan selama 8 minggu (JanuariAeMaret 2. , diperoleh data perkembangan kecerdasan musikal anak kelompok B sebagai berikut: Tabel 2. Hasil Pengukuran Kecerdasan Musikal Anak Kelompok B No. Indikator Kecerdasan Musikal Mengenal nada tinggirendah Mengikuti irama lagu Menghafal lirik lagu Bernyanyi dengan tempo Mengekspresikan lewat nyanyian Merespons musik secara Membedakan keras-lembut PraTindakan PascaTindakan Kategori BSB BSB BSB BSH BSB BSB BSB Diksi: Jurnal Pendidikan dan Literasi Volume. 5 No. 1 Tahun 2026 e-ISSN: 2829-9191 Doi: 10. 62719/diksi. Berpartisipasi Rata-rata BSB 47,5% 85,9% BSB Data pada Tabel 2 menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh indikator kecerdasan musikal anak setelah diterapkannya kegiatan bernyanyi secara terencana. Rata-rata persentase kecerdasan musikal meningkat dari 47,5% . ategori Mulai Berkemban. pada kondisi pra-tindakan menjadi 85,9% . ategori Berkembang Sangat Bai. pada kondisi pasca-tindakan. Indikator tertinggi dicapai pada aspek partisipasi aktif bernyanyi . %), sedangkan indikator terendah terdapat pada aspek mengekspresikan diri melalui nyanyian . %) yang BSH peningkatan yang sangat bermakna. Penerapan kegiatan bernyanyi di RA Amin 3 Cemani memberikan manfaat yang luas dan bermakna bagi berbagai pihak yang terlibat dalam proses pendidikan anak usia dini. Bagi anak, kegiatan musikal, tetapi juga mendukung perkembangan kemampuan berbahasa membangun rasa percaya diri, serta melatih kemampuan bekerja sama dengan teman sebaya. Bagi guru, hasil penelitian ini menjadi sumber wawasan dan refleksi dalam merancang kegiatan bernyanyi yang lebih terarah, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak. Sementara bagi lembaga, temuan penelitian dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan dalam mengembangkan kurikulum yang mengintegrasikan unsur seni dan budaya ke dalam pembelajaran. Di sisi lain, penelitian ini juga memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada orang tua mengenai pentingnya stimulasi musikal sejak usia dini, sehingga mendorong keterlibatan mereka dalam mendampingi dan mendukung perkembangan anak melalui kegiatan musik di lingkungan Sejalan dengan hal tersebut. Rachmi dkk. menegaskan bahwa pendidikan musik sejak dini merupakan investasi jangka panjang Stimulasi Kecerdasan Musikal Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Bernyanyi TerencanaPada Kelompok B RA Al-Amin 3 Cemani Anita Wardhani. Nurul AoAini Muthmainnah. Alfaein Nisa Nur Salamah. Rizky Amalia Muflihah. Wahyu Widayanti yang tidak hanya berdampak pada perkembangan anak secara menyeluruh, tetapi juga memberikan manfaat positif bagi kehidupan sosial di masa mendatang (Maghfiroh et al. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan penerapan kegiatan bernyanyi dalam mengembangkan kecerdasan musikal anak Kelompok B di RA Al Amin 3 Cemani dapat tercapai dengan baik. Hal ini terlihat dari berbagai indikator keberhasilan yang menunjukkan adanya perkembangan positif selama pelaksanaan kegiatan. Pertama, seluruh indikator kecerdasan musikal anak mengalami peningkatan dengan rata-rata kenaikan sebesar 38,4 poin persentase. Kedua, sebanyak 17 dari 20 anak atau 85% telah mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) maupun Berkembang Sangat Baik (BSB) pada seluruh indikator yang diamati. Ketiga, guru mampu merancang sekaligus melaksanakan kegiatan bernyanyi secara terencana, sistematis, dan konsisten dalam proses pembelajaran. Selain itu, peningkatan motivasi dan antusiasme belajar anak juga tampak jelas melalui bertambahnya partisipasi aktif anak dalam kegiatan bernyanyi, dari semula 60% menjadi 92%. Keberhasilan kegiatan ini mengacu pada standar ketuntasan minimal yang ditetapkan dalam Permendikbud Nomor 146 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 PAUD, yaitu sekurang-kurangnya 75% anak mencapai kategori BSH atau BSB. Berdasarkan hasil penelitian. Dengan demikian, kegiatan bernyanyi dapat dinyatakan mengembangkan kecerdasan musikal anak Kelompok B di RA Al Amin 3 Cemani. Temuan ini juga sejalan dengan penelitian Pratiwi dan Kristanto . yang menunjukkan bahwa metode bernyanyi memiliki efektivitas yang positif dalam mendukung perkembangan musikal anak di berbagai lembaga PAUD (NITA 2. Diksi: Jurnal Pendidikan dan Literasi Volume. 5 No. 1 Tahun 2026 e-ISSN: 2829-9191 Doi: 10. 62719/diksi. Berdasarkan hasil penelitian, kegiatan bernyanyi sebagai metode pengembangan kecerdasan musikal menunjukkan berbagai kelebihan yang mendukung pembelajaran anak usia dini. Salah satu keunggulan utamanya adalah sifatnya yang menyenangkan dan dekat dengan dunia anak, sehingga sesuai dengan karakteristik belajar anak usia dini yang lebih efektif melalui kegiatan bermain sambil belajar (Hamzah 2. Selain itu, kegiatan bernyanyi memiliki fleksibilitas tinggi karena dapat dipadukan dengan berbagai tema pembelajaran tanpa membutuhkan peralatan khusus yang mahal maupun rumit. Tidak hanya berfokus pada menyeluruh terhadap perkembangan anak, mencakup nilai agama dan kemampuan bahasa. Suasana fisik-motorik, hingga seni. membantu membangun kedekatan emosional antara guru dan anak, sehingga interaksi di kelas menjadi lebih hangat, nyaman, dan mendukung proses belajar secara optimal. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dalam penerapan kegiatan bernyanyi. Keberhasilan metode ini sangat dipengaruhi oleh kemampuan dan rasa percaya diri guru dalam bernyanyi serta mengelola aktivitas musikal di Guru yang masih merasa kurang yakin dengan kemampuan stimulasi yang maksimal kepada anak. Di samping itu, variasi lagu yang terbatas dapat memunculkan rasa bosan, sehingga guru perlu terus memperkaya dan menyesuaikan repertoar lagu dengan kebutuhan serta minat anak. Keterbatasan sarana pendukung, seperti alat musik perkusi pengalaman musikal yang lebih mendalam dan eksploratif bagi anak. Selain itu, proses penilaian perkembangan kecerdasan musikal pada anak masih memerlukan instrumen yang lebih komprehensif dan perkembangan anak secara lebih akurat dan menyeluruh. Stimulasi Kecerdasan Musikal Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Bernyanyi TerencanaPada Kelompok B RA Al-Amin 3 Cemani Anita Wardhani. Nurul AoAini Muthmainnah. Alfaein Nisa Nur Salamah. Rizky Amalia Muflihah. Wahyu Widayanti Kesimpulan Berdasarkan disimpulkan bahwa penerapan kegiatan bernyanyi yang dirancang secara terencana dan dilaksanakan secara konsisten efektif dalam mengembangkan kecerdasan musikal anak Kelompok B di RA Al Amin 3 Cemani. Keberhasilan tersebut terlihat dari peningkatan kemampuan musikal anak dari rata-rata 47,5% pada kategori Mulai Berkembang menjadi 85,9% pada kategori Berkembang Sangat Baik, dengan 85% anak mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB). Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan bernyanyi tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai strategi pembelajaran yang bermakna bagi perkembangan anak usia dini. Pelaksanaannya dilakukan melalui tahap pemanasan, inti, dan pengayaan yang dilaksanakan secara rutin selama 15Ae20 menit setiap hari serta dipadukan dengan tema pembelajaran yang relevan, didukung oleh penggunaan alat musik sederhana, gambar, dan gerakan Selain meningkatkan kecerdasan musikal, kegiatan bernyanyi juga memberikan dampak positif terhadap perkembangan bahasa, kognitif, sosial-emosional, dan rasa percaya diri anak. Kegiatan ini memiliki kelebihan karena mudah diterapkan, menyenangkan, dan tidak memerlukan biaya besar, meskipun masih terdapat tantangan berupa kebutuhan kompetensi guru dalam memfasilitasi kegiatan musikal serta perlunya variasi lagu dan materi agar minat anak tetap terjaga. Ke depan, penelitian mengenai pengembangan kecerdasan musikal melalui kegiatan bernyanyi dapat dikembangkan lebih lanjut melalui penyusunan model pembelajaran yang lebih terstruktur, pemanfaatan alat Diksi: Jurnal Pendidikan dan Literasi Volume. 5 No. 1 Tahun 2026 e-ISSN: 2829-9191 Doi: 10. 62719/diksi. musik perkusi sederhana, pelaksanaan penelitian tindakan kelas, perluasan subjek penelitian pada berbagai lembaga PAUD, serta pengembangan instrumen penilaian kecerdasan musikal yang pengembangan kecerdasan musikal anak dapat terus ditingkatkan secara inovatif dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak usia dini. Refferences Achjar. Komang Ayu Henny. Muhamad Rusliyadi. Zaenurrosyid. Nini Apriani Rumata. Iin Nirwana, and Ayuliamita Abadi. Metode Penelitian Kualitatif: Panduan Praktis untuk Analisis Data Kualitatif Dan Studi Kasus. PT. Sonpedia Publishing Indonesia. Anne. Anne Febryane Effendi, and Resa Respati. Pentingnya Kecerdasan Musikal Pada Anak Usia Dini. Journal Genta Mulia 15. Fadlillah. Komparasi Permendikbud Nomor 137 Tahun 2014 dengan Permendiknas Nomor 58 Tahun 2009 dalam Pembelajaran PAUD. Jurnal INDRIA (Jurnal Ilmiah Pendidikan Prasekolah dan Sekolah Awa. Hamzah. Nur. Pengembangan Sosial Anak Usia Dini. IAIN Pontianak Press. Kamtini & Tanjung. Bermain melalui Gerak dan Lagu. Maghfiroh. Shofia. Rahmi Jumiyah. Pd NurAoainy. Medi Yana. Pd. Dewi Indira. Nunung Suryana Jamin. Misriaton S. Pd. Pd I. Istiarsyah, and Nurhayati Tine. Pendekatan Inovatif Dalam Pendidikan Anak Usia Dini: Membangun Dasar Yang Kuat. PT. Nawala Gama Education. Moleong. Lexi J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Nasarudin. Nasarudin. Sawal Mahaly. MaAorifatul Munjiah. Waza Karia Akbar. Abdurrahman Abdurrahman. Wibi Wijaya. Mappanyompa Mappanyompa. Tomi Arianto, and Zuhdi Arman. Studi Kasus Dan Multi Situs Dalam Pendekatan Kualitatif. CV. Gita Lentera. Nasional. Departemen Pendidikan. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas 33. :79192564. NITA. ANGGRAINI. Implementasi Metode Pembelajaran dalam Pengembangan Kognitif di TK Dharma Wanita Bandarejo. Rahayu. Riana. Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini Reseptif. Ekspresif dan Keaksaraan. Wawasan Ilmu. Sari. Destri Indah, and S. Pd SKM. Kompetensi Guru: Strategi Meningkatkan Mutu Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini. Stimulasi Kecerdasan Musikal Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Bernyanyi TerencanaPada Kelompok B RA Al-Amin 3 Cemani Anita Wardhani. Nurul AoAini Muthmainnah. Alfaein Nisa Nur Salamah. Rizky Amalia Muflihah. Wahyu Widayanti Penerbit KBM Indonesia. Sheppard. Philip. Music Makes Your Child Smarter: Peran Musik Dalam Perkembangan Anak. Gramedia Pustaka Utama. Subroto. Joko. Mengenal Kecerdasan Manusia. Bumi Aksara. Suryana. Dadan. Pendidikan Anak Usia Dini Teori Dan Praktik Pembelajaran. Prenada Media. Telaumbanua. Siti Maysyarah. Dhinanda Aulia Fitria Parinduri. Aulia Khairani Nasution. Hilda Zahra Lubis. Pengaruh Penerapan Metode Bernyanyi Terhadap Perkembangan Kecerdasan Musikal Pada Anak Usia Dini. TARBAWI: Journal on Islamic Education 27Ae