Jurnal Ilmiah Manajemen. Ekonomi dan Bisnis VOL 4. No. Oktober 2025, pp. 50 - 62 p-ISSN: 2809-1655 . edia ceta. e-ISSN: 2809-1981 . edia onlin. Link Publikasi: https://ejurnal. id/index. php/JIMEB/issue/view/168 DOI: https://doi. org/10. 51903/1rt4cx62 n page 50 The Relationship between the Intensity of Digital Wallet Usage and StudentsAo Personal Financial Control Ability in Indonesian Universities Magdalena Ifoni*1. Kasih Purwantini2. Ishak Reinn3. Galuh Aninditiyah4 Universitas Negri Surabaya. Surabaya. Indonesia Jl. Lidah Wetan. Lidah Wetan. Kec. Lakarsantri. Surabaya. Jawa Timur 60213. 2 4, Universitas Sains dan Teknologi Komputer. Semarang. Indonesia Jl. Majapahit no. Pedurungan. Kota Semarang. Jawa Tengah 50192 Email: magdalenaifon@gmail. ARTICLE INFO Article history: Received Revised Accepted Published : June 2025 : Aug 2025 : Sept 2025 : Oct 2025 ABSTRACT The development of financial technology in Indonesia, particularly digital wallets, has transformed how university students manage personal finances, facilitating daily transactions but potentially encouraging impulsive spending. This study aims to analyze the relationship between the intensity of digital wallet use and studentsAo personal financial control, identify financial behavior factors that mediate this relationship, and evaluate differences between heavy and light The research employed a quantitative approach with a descriptive correlational design, collecting data through online questionnaires from 150 active university students in Indonesia, complemented by in-depth interviews with three informants to capture subjective perspectives. Data analysis included descriptive statistics. Pearson correlation, and multiple linear regression. The findings indicate that the intensity of digital wallet usage significantly affects studentsAo financial control. transaction tracking and notification features enhance spending awareness, while aggressive digital promotions may trigger impulsive purchases. These results highlight the importance of digital financial literacy and selfregulation to maximize the benefits of digital wallets. Theoretically, this study expands the literature on digital financial behavior and student self-regulation, while practically, the findings provide implications for universities and digital wallet providers to develop financial literacy programs and application features that promote financial discipline and responsible money management. Keywords: Digital Wallet Usage Intensity. StudentsAo Personal Financial Control. Digital Financial Literacy. Financial Behavior. Self-Regulation. This journal is an open-access publication. All articles are freely and permanently accessible to everyone. Copyright A 2025 by the Author. This article is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International (CC BY-SA 4. ABSTRAK p-ISSN: 2803-1507 e-ISSN: 2803-1531 Perkembangan teknologi finansial di Indonesia, khususnya dompet digital, telah mengubah cara mahasiswa mengelola keuangan pribadi, memudahkan transaksi sehari-hari, namun juga berpotensi memicu perilaku Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara intensitas penggunaan dompet digital dengan kemampuan pengendalian keuangan pribadi mahasiswa, mengidentifikasi faktor perilaku keuangan yang memediasi hubungan tersebut, serta mengevaluasi perbedaan kemampuan pengendalian keuangan antara kelompok pengguna intensif dan pengguna ringan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional, mengumpulkan data melalui kuesioner daring dari 150 mahasiswa aktif perguruan tinggi di Indonesia, serta wawancara mendalam dengan tiga informan untuk memperoleh perspektif subjektif. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan dompet digital berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pengendalian keuangan pribadi mahasiswa. fitur pemantauan transaksi dan notifikasi meningkatkan kesadaran pengeluaran, sedangkan promosi digital yang agresif berpotensi memicu belanja impulsif. Temuan ini menegaskan pentingnya literasi finansial digital dan selfregulation untuk memaksimalkan manfaat dompet digital. Secara teoretis, penelitian ini memperluas literatur mengenai perilaku keuangan digital dan self-regulation mahasiswa, sementara secara praktis, hasil penelitian memberikan implikasi bagi perguruan tinggi dan penyedia layanan dompet digital untuk mengembangkan program literasi finansial dan fitur aplikasi yang mendorong disiplin keuangan serta pengelolaan keuangan yang lebih bertanggung jawab. Kata Kunci: Intensitas Penggunaan Dompet Digital. Pengendalian Keuangan Pribadi Mahasiswa. Literasi Keuangan Digital. Perilaku Finansial. Pengendalian Diri. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi finansial di Indonesia telah mengubah secara signifikan cara individu, khususnya mahasiswa, melakukan aktivitas keuangan sehari-hari (Ashar & Azriana, 2024. Farouq & Rios, 2025. , 2. Salah satu bentuk inovasi yang paling menonjol adalah dompet digital, yang kini menjadi sarana utama untuk melakukan pembayaran, transfer, hingga pengelolaan dana pribadi secara praktis. Menurut Bank Indonesia . dalam penelitian (Siti Romadonah, 2. , nilai transaksi dompet digital nasional mencapai lebih dari Rp 500 triliun dengan tingkat pertumbuhan tahunan mencapai 42%. Mayoritas pengguna aktif berasal dari kelompok usia 18-25 tahun, menunjukkan bahwa mahasiswa merupakan segmen paling dominan dalam ekosistem pembayaran digital. Fenomena ini menandakan bahwa dompet digital bukan sekadar alat transaksi, melainkan bagian integral dari kehidupan finansial mahasiswa modern (Siti Romadonah, 2. Meski memberikan banyak kemudahan, peningkatan penggunaan dompet digital juga memunculkan konsekuensi terhadap perilaku pengendalian keuangan pribadi mahasiswa. Kemudahan bertransaksi secara instan dan tanpa batas waktu sering kali mendorong pengeluaran impulsif dan menurunkan kesadaran dalam perencanaan finansial (Ayuningtyas & Irawan, 2. Survei Katadata Insight Center . menunjukkan bahwa sekitar 63% mahasiswa pengguna dompet digital di Indonesia mengaku kesulitan mengontrol pengeluaran bulanan, terutama untuk kebutuhan non-prioritas seperti hiburan dan gaya hidup (Dubois et al. Di sisi lain, beberapa penelitian menunjukkan hasil berbeda. Menurut (Ali et al. , 2. , fitur pelacakan transaksi dan notifikasi pada aplikasi dompet digital justru dapat membantu pengguna memantau arus keluarmasuk keuangan secara lebih disiplin. Perbedaan temuan ini menunjukkan adanya kompleksitas dalam hubungan antara penggunaan dompet digital dan kemampuan pengendalian keuangan pribadi mahasiswa (Kraiwanit et al. , 2. dan (Barus et al. , 2. Literatur terdahulu menunjukkan bahwa perilaku keuangan individu sangat dipengaruhi oleh self-regulation atau kemampuan mengatur diri dalam membuat keputusan finansial (Annapurna & Basri, 2. dan (Elena Francke & Carrete, 2. Studi menurut (Wang et al. , 2. menjelaskan bahwa perilaku konsumtif mahasiswa cenderung meningkat seiring dengan akses yang lebih mudah terhadap layanan keuangan digital. Namun, sebagian besar penelitian sebelumnya berfokus pada dampak perilaku konsumtif akibat dompet digital dan belum secara mendalam meneliti hubungan antara intensitas penggunaan dompet digital dan kemampuan pengendalian keuangan pribadi (Berlianawati et al. , 2. Dengan demikian, penelitian ini diarahkan untuk mengisi kekosongan tersebut melalui kajian empiris yang berfokus pada mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia sebagai populasi utama pengguna dompet digital (Ciptarianto, 2. dan (Akter et al. , 2. The Relationship between the Intensity of Digital Wallet UsageA (M. Ifoni et al. p-ISSN: 2809-1655 e-ISSN: 2809-1981 Penelitian oleh (Serius Nazara et al. , 2. dan (Sudirjo et al. , 2. mengemukakan bahwa kemudahan akses, kecepatan transaksi, serta fitur one-click payment pada dompet digital dapat membuat pengguna, terutama mahasiswa, kurang menyadari frekuensi dan nilai pengeluaran yang dilakukan. Fenomena ini memperkuat teori self-regulation dari (Calabry et al. , 2. , yang menyebutkan bahwa kemampuan pengendalian diri seseorang sering melemah ketika keputusan ekonomi diambil secara instan tanpa refleksi kognitif yang memadai. Dalam konteks penggunaan dompet digital, mahasiswa kerap mengalami penurunan kontrol terhadap pengeluaran kecil yang terakumulasi menjadi beban finansial bulanan. Oleh karena itu, kemudahan transaksi yang menjadi keunggulan dompet digital justru berpotensi menjadi faktor yang menghambat kemampuan pengendalian keuangan pribadi apabila tidak disertai kesadaran regulasi diri yang Selanjutnya, (Rahayu et al. , 2. dan (Nguyen et al. , 2. menegaskan bahwa tingkat literasi keuangan digital berperan penting dalam menentukan bagaimana individu mengelola perilaku penggunaan dompet Mahasiswa dengan literasi finansial yang baik cenderung lebih bijak dalam memanfaatkan fitur promosi, cashback, dan top-up balance, serta mampu menahan dorongan untuk bertransaksi impulsif. Sebaliknya, (Machireddy, 2. menemukan bahwa dominasi fitur promosi yang agresif dalam aplikasi dompet digital dapat menstimulasi perilaku konsumtif, terutama pada kelompok pengguna muda yang belum memiliki kebiasaan budgeting yang stabil. Dengan demikian, keseimbangan antara literasi keuangan digital dan kemampuan self-regulation menjadi kunci utama untuk memastikan penggunaan dompet digital mendukung, bukan melemahkan, pengendalian keuangan pribadi mahasiswa. Berdasarkan identifikasi kesenjangan penelitian, studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas penggunaan dompet digital terhadap kemampuan pengendalian keuangan pribadi mahasiswa. Selain itu, penelitian ini juga berupaya mengidentifikasi faktor-faktor perilaku keuangan yang memediasi hubungan tersebut serta mengevaluasi perbedaan kemampuan pengendalian keuangan antara mahasiswa dengan tingkat penggunaan dompet digital yang tinggi dan rendah. Rumusan pertanyaan penelitian mencakup: . sejauh mana intensitas penggunaan dompet digital memengaruhi kemampuan pengendalian keuangan mahasiswa. faktor perilaku keuangan apa yang menjadi mediator hubungan tersebut. apakah terdapat perbedaan signifikan antara kelompok pengguna intensif dan pengguna ringan dalam hal pengendalian keuangan pribadi. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus eksplorasi hubungan antara intensitas penggunaan dompet digital dan kemampuan pengendalian keuangan pribadi mahasiswa, yang belum banyak dikaji dalam konteks Indonesia. Berbeda dengan penelitian terdahulu yang cenderung melihat dompet digital sebagai penyebab perilaku konsumtif, penelitian ini menempatkan dompet digital sebagai instrumen potensial dalam membentuk disiplin keuangan dan kesadaran finansial digital (Kamra & Thukral, 2. dan (Yuneline & Rosanti, 2. Pendekatan ini memberikan perspektif baru tentang bagaimana kemajuan teknologi finansial dapat menjadi sarana pembelajaran perilaku keuangan yang sehat bagi generasi muda. Secara teoretis, penelitian ini memperluas literatur mengenai perilaku keuangan digital dan self-regulation dalam konteks Secara praktis, hasil penelitian diharapkan memberikan kontribusi bagi lembaga pendidikan tinggi dan penyedia layanan dompet digital untuk merancang strategi literasi finansial serta fitur aplikasi yang mendorong perilaku keuangan yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan (Chidiogo Uzoamaka Akpuokwe et al. , 2. dan (Ferilli et al. , 2. METODOLOGI PENELITIAN Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional, yang bertujuan mengidentifikasi hubungan antara intensitas penggunaan dompet digital dan kemampuan pengendalian keuangan pribadi mahasiswa. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan analisis hubungan antarvariabel secara objektif melalui data numerik. Selain itu, desain korelasional memberikan gambaran empiris mengenai bagaimana frekuensi penggunaan dompet digital berkorelasi dengan perilaku pengelolaan finansial mahasiswa tanpa melakukan intervensi terhadap variabel yang diteliti. Untuk memperkaya hasil, peneliti menambahkan wawancara pendukung kepada tiga mahasiswa aktif di Yogyakarta pada tahun 2025 guna menangkap perspektif subjektif pengguna dompet digital. Temuan awal dari tahap ini menunjukkan bahwa perilaku penggunaan dompet digital tidak hanya dipengaruhi oleh kemudahan transaksi, tetapi juga oleh persepsi terhadap nilai praktis dan promosi aplikasi. Jurnal Ilmiah Manajemen. Ekonomi dan Bisnis (JIMEB) VOL 4. No. Oktober 2025, pp. 50 - 62 p-ISSN: 2803-1507 e-ISSN: 2803-1531 Untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai arah konseptual penelitian ini. Gambar 1 menyajikan kerangka pemikiran yang menggambarkan hubungan antara variabel utama, yaitu intensitas penggunaan dompet digital dan kemampuan pengendalian keuangan pribadi mahasiswa. Diagram ini menunjukkan bagaimana penggunaan dompet digital yang semakin intens dapat memengaruhi perilaku keuangan individu, baik secara positif melalui peningkatan kesadaran finansial maupun secara negatif melalui dorongan konsumtif. Selain itu, kerangka ini juga mengilustrasikan peran faktor-faktor perilaku keuangan sebagai elemen penghubung yang berpotensi memperkuat atau memperlemah hubungan antarvariabel tersebut. Dengan demikian, visualisasi ini menjadi panduan konseptual yang penting dalam memahami alur logika penelitian dan arah analisis yang akan dilakukan. Gambar 1. Kerangka Pemikiran Penelitian Populasi dan Sampel Penelitian Populasi penelitian terdiri dari mahasiswa aktif perguruan tinggi di Indonesia yang menggunakan layanan dompet digital seperti GoPay. OVO. DANA, dan ShopeePay untuk aktivitas finansial sehari-hari. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan purposive sampling, dengan kriteria responden berusia 18-25 tahun, aktif secara akademik, dan telah menggunakan dompet digital secara rutin minimal enam bulan. Jumlah total responden yang dianalisis sebanyak 150 mahasiswa, yang berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Komposisi sampel ini memberikan representasi yang memadai terhadap pola perilaku finansial digital di kalangan mahasiswa dari beragam latar belakang sosial dan akademik. Dengan demikian, hasil penelitian diharapkan memiliki validitas eksternal yang kuat untuk menggambarkan fenomena penggunaan dompet digital di lingkungan pendidikan tinggi. Variabel dan Definisi Operasional Penelitian ini melibatkan dua variabel utama, yaitu intensitas penggunaan dompet digital . ariabel independe. dan kemampuan pengendalian keuangan pribadi . ariabel depende. Intensitas penggunaan dompet digital didefinisikan sebagai tingkat keterlibatan responden dalam menggunakan aplikasi dompet digital yang mencakup frekuensi, durasi, serta jenis transaksi yang dilakukan. Sementara itu, kemampuan pengendalian keuangan pribadi mencerminkan sejauh mana mahasiswa mampu merencanakan, memantau, dan menyesuaikan pengeluaran sesuai dengan prioritas finansial. Setiap variabel diukur menggunakan skala Likert lima poin dengan rentang dari Ausangat tidak setujuAy hingga Ausangat setujuAy. Definisi operasional ini memberikan dasar yang jelas bagi pengukuran hubungan antarvariabel dalam penelitian. Instrumen Penelitian Instrumen utama dalam penelitian ini berupa kuesioner terstruktur yang disusun untuk mengukur dua variabel utama, yaitu intensitas penggunaan dompet digital dan kemampuan pengendalian keuangan pribadi Kuesioner ini dikembangkan berdasarkan teori perilaku keuangan serta temuan penelitian terdahulu terkait literasi finansial digital, sehingga setiap butir pernyataan mampu merepresentasikan aspek perilaku dan kebiasaan finansial secara komprehensif. Total terdapat 22 butir pernyataan, terdiri atas 10 butir The Relationship between the Intensity of Digital Wallet UsageA (M. Ifoni et al. p-ISSN: 2809-1655 e-ISSN: 2809-1981 untuk variabel intensitas penggunaan dompet digital dan 12 butir untuk variabel pengendalian keuangan Sebelum disebarkan kepada responden utama, dilakukan uji coba awal . ilot tes. terhadap 50 mahasiswa untuk menilai kejelasan bahasa dan konsistensi instrumen. Hasil pengujian menunjukkan nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,82, dengan masing-masing variabel memperoleh nilai di atas 0,80, yang menandakan bahwa seluruh item dalam kuesioner memiliki reliabilitas tinggi dan layak digunakan dalam pengumpulan data utama. Teknik Pengumpulan Data Proses pengumpulan data dilakukan melalui dua tahap utama, yaitu penyebaran kuesioner daring dan wawancara mendalam terhadap tiga informan mahasiswa. Kuesioner disebarkan melalui platform Google Form selama periode Mei hingga Juni 2025 kepada mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia dan menjadi sumber data utama dalam analisis kuantitatif penelitian ini. Wawancara mendalam digunakan sebagai data pendukung yang bersifat ilustratif dan naratif, bukan sebagai dasar pengujian kausal maupun generalisasi temuan, melainkan untuk memperkaya interpretasi terhadap hasil kuantitatif dengan memberikan gambaran kontekstual mengenai perilaku pengguna dompet digital secara lebih personal. Menurut Rina . ahasiswa Ekonomi UGM, 2. , promosi cashback yang sering muncul mendorongnya melakukan pembelian impulsif di luar kebutuhan utama. Andi . ahasiswa Teknologi Informasi Universitas Brawijaya, 2. mengakui bahwa kemudahan transaksi digital membuat dirinya lebih sulit menahan keinginan untuk berbelanja online. Sementara Sinta . ahasiswa Psikologi Universitas Sanata Dharma, 2. menyebut bahwa fitur riwayat transaksi dalam aplikasi membantu dirinya menilai kembali kebiasaan pengeluaran setiap Wawancara ini memperkaya pemahaman bahwa dompet digital dapat menjadi alat bantu maupun sumber tantangan dalam pengendalian keuangan pribadi mahasiswa, sekaligus berfungsi untuk mengilustrasikan dinamika perilaku finansial yang muncul di balik temuan kuantitatif utama. Teknik Analisis Data Analisis data dilakukan melalui dua tahap, yaitu analisis deskriptif dan analisis inferensial. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik responden serta distribusi intensitas penggunaan dompet digital dan tingkat kemampuan pengendalian keuangan pribadi. Sementara itu, analisis inferensial dilakukan dengan korelasi Pearson untuk mengetahui kekuatan hubungan antarvariabel dan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh langsung intensitas penggunaan dompet digital terhadap kemampuan pengendalian Seluruh proses pengolahan data menggunakan SPSS versi 26 guna memastikan akurasi perhitungan dan kemudahan interpretasi hasil. Tahapan analisis ini membantu mengidentifikasi seberapa besar kontribusi penggunaan dompet digital terhadap perilaku finansial mahasiswa secara empiris. Validitas dan Reliabilitas Data Uji validitas dilakukan dengan metode korelasi item-total untuk memastikan setiap butir pernyataan pada kuesioner dapat mengukur konsep yang diinginkan secara konsisten. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh item memiliki nilai korelasi di atas 0,30, sehingga dianggap valid. Uji reliabilitas menunjukkan nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,82 untuk variabel intensitas penggunaan dompet digital dan 0,85 untuk variabel pengendalian keuangan pribadi, yang menandakan tingkat konsistensi internal yang tinggi. Dengan demikian, data yang diperoleh memiliki kestabilan yang kuat dan dapat digunakan untuk analisis lanjutan. Uji ini juga memperkuat keyakinan bahwa hasil penelitian mencerminkan kondisi nyata di lapangan secara akurat. Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai tahapan pengujian instrumen. Gambar 2 berikut menampilkan alur proses uji validitas dan reliabilitas yang digunakan dalam penelitian ini. Diagram ini memperlihatkan langkah-langkah mulai dari penyusunan butir pernyataan, pelaksanaan uji validitas dengan korelasi item-total, hingga pengujian reliabilitas menggunakan nilai CronbachAos Alpha. Visualisasi ini membantu memahami bagaimana setiap tahap berkontribusi dalam memastikan kualitas dan konsistensi instrumen penelitian sebelum digunakan dalam analisis utama. Jurnal Ilmiah Manajemen. Ekonomi dan Bisnis (JIMEB) VOL 4. No. Oktober 2025, pp. 50 - 62 p-ISSN: 2803-1507 e-ISSN: 2803-1531 Gambar 2. Diagram Alur Proses Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian Etika Penelitian Seluruh proses penelitian ini dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip etika penelitian sosial, yang mencakup persetujuan sukarela, kerahasiaan identitas, dan penggunaan data secara bertanggung jawab. Sebelum mengisi kuesioner atau mengikuti wawancara, setiap partisipan memperoleh penjelasan lengkap mengenai tujuan, manfaat, serta jaminan keamanan data penelitian. Peneliti tidak mengungkap identitas pribadi dan memastikan bahwa partisipasi dilakukan tanpa paksaan maupun imbalan apa pun. Selain itu, seluruh data disimpan secara aman dan hanya digunakan untuk kepentingan akademik. Dengan demikian, penelitian ini dijalankan sesuai dengan prinsip transparansi, kejujuran ilmiah, dan integritas akademik. HASIL DAN DISKUSI Hasil Tabel 1 menyajikan komponen utama dalam perancangan populasi dan sampel penelitian yang berfungsi sebagai fondasi metodologis dalam pengumpulan dan analisis data. Populasi penelitian ditetapkan sebagai mahasiswa aktif perguruan tinggi di Indonesia yang menggunakan dompet digital, khususnya platform GoPay. OVO. DANA, dan ShopeePay. Penetapan populasi ini didasarkan pada pertimbangan bahwa mahasiswa merupakan kelompok yang memiliki tingkat adopsi teknologi finansial digital yang tinggi serta menjadikan dompet digital sebagai bagian dari aktivitas transaksi sehari-hari, baik untuk kebutuhan akademik maupun nonakademik. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu pemilihan responden secara sengaja berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan fokus penelitian. Penggunaan teknik ini memungkinkan peneliti memperoleh responden yang benar-benar merepresentasikan fenomena yang diteliti, sehingga data yang dikumpulkan lebih terarah dan sesuai dengan tujuan analisis hubungan antara intensitas penggunaan dompet digital dan pengendalian keuangan pribadi. Kriteria responden meliputi mahasiswa berusia 18-25 tahun, berstatus aktif secara akademik, serta menggunakan dompet digital secara rutin minimal selama enam bulan. Rentang usia tersebut mencerminkan fase perkembangan mahasiswa yang sedang membentuk kebiasaan dan pola perilaku finansial. Status aktif secara akademik memastikan bahwa responden berada dalam konteks kehidupan kampus yang relevan dengan dinamika keuangan mahasiswa, sementara batas minimal enam bulan penggunaan dompet digital ditetapkan agar responden memiliki pengalaman yang cukup dalam memanfaatkan layanan tersebut secara Jumlah sampel sebanyak 150 mahasiswa dipandang memadai untuk mendukung analisis kuantitatif yang reliabel, sekaligus memungkinkan generalisasi temuan secara terbatas dalam konteks mahasiswa pengguna dompet digital di Indonesia. Ukuran sampel ini juga sesuai dengan standar penelitian sosial yang menitikberatkan pada keseimbangan antara kekuatan statistik dan keterjangkauan penelitian. The Relationship between the Intensity of Digital Wallet UsageA (M. Ifoni et al. p-ISSN: 2809-1655 e-ISSN: 2809-1981 Responden berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia, yang bertujuan memperluas cakupan latar belakang sosial dan akademik, serta meminimalkan bias institusional. Keberagaman ini memperkuat validitas eksternal penelitian dengan memberikan gambaran yang lebih representatif mengenai perilaku finansial digital mahasiswa secara nasional. Secara keseluruhan, pemilihan populasi dan sampel sebagaimana dirumuskan dalam Tabel 1 diarahkan untuk memberikan representasi perilaku finansial digital mahasiswa dari beragam latar sosial dan akademik, sehingga hasil penelitian diharapkan mampu merefleksikan dinamika penggunaan dompet digital dan pengendalian keuangan pribadi mahasiswa Indonesia secara lebih komprehensif. Penentuan populasi dan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara terencana untuk memastikan bahwa data yang diperoleh relevan dengan tujuan analisis hubungan antara intensitas penggunaan dompet digital dan kemampuan pengendalian keuangan pribadi mahasiswa. Karakteristik populasi dan sampel penelitian dirangkum secara sistematis dalam Tabel 1 sebagai dasar pemilihan responden dan pengumpulan data empiris. Tabel 1. Karakteristik dan Komposisi Sampel Penelitian Komponen Populasi Penelitian Teknik Pengambilan Sampel Kriteria Responden Jumlah Sampel Asal Perguruan Tinggi Tujuan Pemilihan Sampel Deskripsi Mahasiswa aktif perguruan tinggi di Indonesia yang menggunakan dompet digital (GoPay. OVO. DANA. ShopeePa. Purposive Sampling. Berusia 18-25 tahun. Aktif secara akademik. Menggunakan dompet digital secara rutin minimal enam bulan. 150 mahasiswa. Berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Memberikan representasi perilaku finansial digital mahasiswa dari beragam latar sosial dan akademik. Struktur dan keragaman sampel yang ditampilkan pada Tabel 1 memperkuat validitas eksternal penelitian ini, karena mencerminkan perilaku finansial mahasiswa dari berbagai jenis perguruan tinggi di Indonesia. Jumlah sampel yang proporsional juga memastikan bahwa hasil analisis memiliki bobot representatif terhadap populasi target. Selain itu, keberagaman asal responden memberikan gambaran yang lebih luas mengenai pola penggunaan dompet digital di lingkungan akademik yang berbeda. Dengan demikian, komposisi sampel ini menjadi fondasi empiris yang solid untuk menginterpretasikan temuan penelitian secara lebih menyeluruh dan kontekstual. Uji reliabilitas dilakukan untuk memastikan bahwa instrumen penelitian memiliki tingkat konsistensi internal yang memadai dalam mengukur setiap variabel yang ditetapkan. Proses pengujian ini penting agar setiap item pernyataan dalam kuesioner benar-benar mencerminkan konstruk teoritis yang diukur, baik pada variabel intensitas penggunaan dompet digital maupun kemampuan pengendalian keuangan pribadi. Nilai reliabilitas yang tinggi menunjukkan bahwa instrumen mampu menghasilkan hasil pengukuran yang stabil dan dapat dipercaya meskipun dilakukan pada waktu yang berbeda. Oleh karena itu. Tabel 2 disusun untuk memperlihatkan hasil perhitungan reliabilitas menggunakan nilai CronbachAos Alpha sebagai indikator utama keandalan alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini. Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian Komponen Instrumen Intensitas Penggunaan Dompet Digital Kemampuan Pengendalian Keuangan Pribadi Total Instrumen Penelitian Jumlah Butir Pernyataan Nilai CronbachAos Alpha Kriteria Reliabilitas 0,81 Ou 0,70 (Reliabe. 0,83 Ou 0,70 (Reliabe. 0,82 Ou 0,70 (Reliabe. Keterangan Layak Layak Sangat Berdasarkan hasil yang tercantum dalam Tabel 2, seluruh instrumen penelitian menunjukkan tingkat reliabilitas yang sangat baik dengan nilai CronbachAos Alpha di atas batas minimum 0,70. Hal ini menandakan bahwa item-item pernyataan dalam kuesioner memiliki korelasi yang kuat antarbutir, sehingga dapat digunakan secara konsisten dalam analisis data lebih lanjut. Nilai reliabilitas yang tinggi juga memperkuat Jurnal Ilmiah Manajemen. Ekonomi dan Bisnis (JIMEB) VOL 4. No. Oktober 2025, pp. 50 - 62 p-ISSN: 2803-1507 e-ISSN: 2803-1531 validitas temuan penelitian karena menunjukkan kestabilan alat ukur dalam menangkap fenomena perilaku finansial digital mahasiswa. Dengan demikian, hasil uji reliabilitas ini memberikan dasar yang kuat bahwa instrumen yang digunakan layak dan akurat untuk mengidentifikasi hubungan antara intensitas penggunaan dompet digital dan kemampuan pengendalian keuangan pribadi. Untuk memperjelas hasil uji reliabilitas instrumen. Gambar 3 berikut menampilkan perbandingan nilai CronbachAos Alpha pada setiap variabel penelitian. Diagram batang ini menunjukkan bahwa baik variabel Intensitas Penggunaan Dompet Digital maupun Kemampuan Pengendalian Keuangan Pribadi memiliki nilai reliabilitas di atas ambang batas 0,70, yang berarti keduanya memenuhi kriteria reliabel dan layak digunakan dalam analisis lanjutan. Visualisasi ini memperkuat keyakinan bahwa instrumen penelitian memiliki konsistensi internal yang kuat dan hasil pengukuran dapat dipercaya. Gambar 3. Diagram Nilai Reliabilitas Instrumen Penelitian Tabel 3. Ringkasan Proses dan Hasil Pengumpulan Data Penelitian Tahap Pengumpulan Data Tahap 1 Tahap 2 Metode Penyebaran kuesioner daring melalui Google Form Wawancara mendalam . ersifat pendukung/ilustrati. Periode Pelaksanaan Partisipan / Informan Mei - Juni 150 mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia Juni 2025 3 mahasiswa aktif di Yogyakarta: Rina (Ekonomi UGM). Andi (TI Universitas Brawijay. Sinta (Psikologi USD) Temuan Utama Mengumpulkan data kuantitatif utama mengenai intensitas penggunaan dompet digital dan kemampuan pengendalian keuangan pribadi mahasiswa sebagai dasar analisis hubungan Memberikan ilustrasi naratif untuk memperkaya interpretasi hasil kuantitatif: Rina menunjukkan pengaruh promosi cashback terhadap perilaku Andi menggambarkan kemudahan transaksi yang memicu belanja impulsif. Sinta menunjukkan peran fitur riwayat transaksi dalam refleksi Proses pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan secara sistematis melalui dua tahapan utama untuk memperoleh hasil yang komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Tahap pertama menggunakan metode survei daring melalui penyebaran kuesioner kepada 150 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia sebagai sumber data utama, guna memperoleh gambaran kuantitatif mengenai intensitas penggunaan dompet digital dan tingkat pengendalian keuangan pribadi. Tahap kedua melibatkan The Relationship between the Intensity of Digital Wallet UsageA (M. Ifoni et al. p-ISSN: 2809-1655 e-ISSN: 2809-1981 wawancara mendalam dengan tiga informan mahasiswa sebagai data pendukung yang bersifat ilustratif, yang bertujuan memperkaya interpretasi hasil kuantitatif melalui penelusuran pengalaman dan persepsi personal terkait perilaku finansial digital. Dengan demikian. Tabel 3 disusun untuk merangkum setiap tahap pelaksanaan, metode yang digunakan, serta fungsi dan temuan utama yang dihasilkan dari proses pengumpulan data tersebut. Berdasarkan ringkasan dalam Tabel 3, terlihat bahwa pendekatan kombinasi antara survei kuantitatif dan wawancara ilustratif memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai perilaku mahasiswa dalam menggunakan dompet digital. Data kuesioner berperan dalam menunjukkan pola umum hubungan antara intensitas penggunaan dan pengendalian keuangan pribadi, sedangkan wawancara berfungsi untuk mengilustrasikan dinamika psikologis dan sosial yang melatarbelakangi pola tersebut, tanpa dimaksudkan untuk pengujian kausal maupun generalisasi. Oleh karena itu, pendekatan ini dinilai efektif dalam memperkuat validitas hasil dengan mengintegrasikan dimensi empiris dan naratif secara proporsional sesuai desain penelitian kuantitatif utama. Tahapan analisis data dalam penelitian ini dirancang secara berurutan untuk menggambarkan hubungan antarvariabel secara jelas dan terukur. Analisis dilakukan melalui dua tahap utama, yaitu analisis deskriptif dan analisis inferensial, yang masing-masing berfungsi saling melengkapi. Analisis deskriptif digunakan untuk mengidentifikasi variasi karakteristik responden serta pola umum intensitas penggunaan dompet digital dan kemampuan pengendalian keuangan pribadi mahasiswa. Sementara itu, analisis inferensial diarahkan untuk menilai arah dan kekuatan hubungan antara kedua variabel tersebut serta kontribusi intensitas penggunaan dompet digital terhadap variasi kemampuan pengendalian keuangan pribadi, yang tercermin melalui nilai koefisien determinasi (RA). Untuk memberikan gambaran yang lebih sistematis. Tabel 4 merangkum tujuan, teknik, alat bantu, serta ringkasan temuan utama dari setiap tahap analisis yang dilakukan. Tabel 4. Tahapan Analisis Data Penelitian Teknik yang Digunakan Alat Bantu Analisis Tahapan Analisis Tujuan Analisis Analisis Deskriptif Mendeskripsikan karakteristik responden serta pola intensitas penggunaan dompet digital dan pengendalian keuangan pribadi mahasiswa. Statistik SPSS Analisis Inferensial Menguji hubungan dan pengaruh antara intensitas penggunaan dompet digital dan pengendalian keuangan pribadi mahasiswa. Korelasi Pearson dan Regresi Linier Berganda SPSS Ringkasan Temuan Utama Menunjukkan variasi tingkat penggunaan dompet digital dan kemampuan pengendalian keuangan pribadi mahasiswa dengan pola yang cukup beragam. Ditemukan hubungan signifikan dengan arah positif, kekuatan hubungan sedang, serta kontribusi variabel intensitas penggunaan terhadap variasi pengendalian keuangan pribadi yang tercermin pada nilai RA. Hasil tahapan analisis yang dirangkum dalam Tabel 4 menunjukkan bahwa pendekatan statistik tidak hanya mampu menggambarkan kecenderungan umum perilaku finansial mahasiswa, tetapi juga menjelaskan sejauh mana variasi pengendalian keuangan pribadi dapat diprediksi oleh intensitas penggunaan dompet digital. Melalui analisis inferensial, nilai RA mengindikasikan proporsi kontribusi variabel intensitas penggunaan terhadap perubahan kemampuan pengendalian keuangan pribadi, sehingga memperkuat interpretasi bahwa hubungan yang ditemukan tidak sekadar bersifat asosiatif, tetapi memiliki makna eksplanatoris dalam batas desain penelitian. Dengan demikian, pendekatan berlapis ini memastikan bahwa temuan penelitian bersifat ringkas, terukur, dan memiliki kekuatan analitik dalam menjelaskan fenomena finansial digital mahasiswa secara ilmiah. Diskusi Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan dompet digital memiliki hubungan signifikan dengan kemampuan pengendalian keuangan pribadi mahasiswa, dengan pola yang bersifat ambivalen. satu sisi, frekuensi penggunaan yang tinggi meningkatkan kesadaran mahasiswa dalam mencatat dan mengelola pengeluaran melalui fitur notifikasi dan riwayat transaksi. Di sisi lain, kemudahan akses transaksi Jurnal Ilmiah Manajemen. Ekonomi dan Bisnis (JIMEB) VOL 4. No. Oktober 2025, pp. 50 - 62 p-ISSN: 2803-1507 e-ISSN: 2803-1531 dan berbagai promosi justru dapat memicu perilaku konsumtif. Ambivalensi ini menunjukkan bahwa intensitas penggunaan dompet digital tidak secara otomatis menghasilkan perilaku finansial positif atau negatif, melainkan sangat bergantung pada kapasitas self-regulation dan tingkat literasi keuangan digital Jika dibandingkan dengan penelitian (Tan & Sidhu, 2. dan (Maffei & Sessa, 2. , hasil penelitian ini memperlihatkan dinamika yang lebih kompleks. Kedua penelitian terdahulu menyoroti dominasi perilaku konsumtif sebagai dampak utama dari penggunaan dompet digital, sedangkan penelitian ini menemukan bahwa tidak semua pengguna mengalami hal tersebut (Cuvillier et al. , 2. Sebagian mahasiswa justru mampu memanfaatkan fitur-fitur dompet digital seperti notifikasi transaksi dan riwayat pengeluaran untuk memperkuat kebiasaan finansial yang disiplin. Perbedaan ini menunjukkan bahwa dampak penggunaan dompet digital bersifat kontekstual dan sangat dipengaruhi oleh faktor psikologis serta tingkat literasi keuangan pengguna (Oktafian Histori S. , 2. Dengan demikian, penelitian ini memperluas pemahaman tentang hubungan teknologi finansial dan perilaku keuangan dengan menempatkan aspek regulasi diri sebagai variabel kunci. Fenomena mahasiswa dengan intensitas penggunaan tinggi tetapi tetap stabil secara finansial memperkuat temuan tersebut, sekaligus menantang asumsi bahwa semakin sering penggunaan dompet digital maka semakin tinggi risiko konsumtif. Perbedaan motivasi penggunaan, antara efisiensi transaksi dan konsumsi impulsif, serta keberadaan fitur pengingat saldo dan batas pengeluaran terbukti membantu kontrol Hal ini mengindikasikan bahwa perilaku finansial digital tidak semata ditentukan oleh intensitas penggunaan, melainkan oleh kesadaran dan tujuan pengguna dalam bertransaksi. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi dengan mengintegrasikan konsep self-regulation ke dalam kajian perilaku keuangan digital, menegaskan bahwa pengendalian keuangan pribadi tidak hanya ditentukan oleh akses teknologi, tetapi juga oleh kemampuan mengelola impuls dan mengambil keputusan rasional. Secara praktis, temuan ini relevan bagi perguruan tinggi dalam merancang program literasi keuangan digital serta bagi penyedia dompet digital dalam mengembangkan fitur edukatif yang mendorong perilaku finansial bertanggung jawab. Meskipun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan, antara lain jumlah sampel yang terbatas, pendekatan kuantitatif dengan wawancara terbatas, serta belum terpisahnya pengaruh faktor eksternal seperti promosi dan kondisi ekonomi mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas cakupan populasi, menggunakan pendekatan mixed-method, analisis longitudinal, serta menambahkan variabel seperti literasi keuangan digital dan pengaruh peer group. KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini menyimpulkan bahwa intensitas penggunaan dompet digital berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pengendalian keuangan pribadi mahasiswa. Penggunaan yang disertai pemanfaatan fitur pemantauan transaksi dan notifikasi terbukti meningkatkan kesadaran finansial, sementara kemudahan akses dan promosi digital berpotensi mendorong perilaku konsumtif apabila tidak diimbangi kemampuan selfregulation yang memadai. Secara teoretis, temuan ini memperkuat integrasi konsep self-regulation dalam kajian perilaku keuangan digital, dengan menegaskan bahwa teknologi finansial tidak hanya membentuk pola transaksi, tetapi juga memengaruhi mekanisme pengendalian diri individu. Secara praktis, hasil penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan literasi finansial digital serta pengembangan fitur aplikasi yang mendukung refleksi dan disiplin keuangan, agar dompet digital dapat berfungsi sebagai sarana pengelolaan keuangan yang efektif dan bertanggung jawab bagi mahasiswa. Bagi perguruan tinggi, disarankan untuk mengintegrasikan program literasi finansial digital yang menekankan pengendalian diri dan manajemen anggaran mahasiswa. Penyedia layanan dompet digital juga dapat mengembangkan fitur yang lebih mendorong refleksi pengeluaran dan pembiasaan budgeting. Mahasiswa diharapkan aktif memanfaatkan fitur aplikasi secara bijak dan mengembangkan strategi pengelolaan keuangan pribadi yang konsisten. Dengan demikian, dompet digital tidak hanya menjadi alat transaksi, tetapi juga sarana pembelajaran perilaku keuangan yang sehat. REFERENSI