JURNAL AWILARAS ISSN: 2407-6627 E-ISSN 2988-4098 |Beranda Jurnal: https://jurnal. id/index. php/awilaras/index Juni 2024 Volume 11 Nomor 1 AuLuncur LaungAy Reinterpretasi Vokal Kesenian Musik Tradisional Nandong Kedalam Komposisi Musik Karawitan Puja Tri Mulya. Rizki Mona Dwi Putra. Rico Gusmanto Program Studi Karawitan. Jurusan Pertunjukan Institut Seni Budaya Indonesia Aceh Jl. Nuri No. Jantho Makmur. Kec. Kota Jantho. Kabupaten Aceh Besar. Aceh E-mail: Pujatrimulya13@gmail. ABSTRAK AuLUNCUR LAUNGAy adalah sebuah karya komposisi musik karawitan yang berangkat dari kesenian Nandong tepatnya pada setiap awalan penandong memulai syair. AuLUNCUR LAUNGAy terdiri dari dua suku kata, yang mana AuLUNCURAy berarti meluncur dan AuLAUNGAy suara yang kuat . yang diteriakan . ntuk memanggil atau menyer. Berarti kata AuLUNCUR LAUNGAy di dalam karya ini dianalogikan sebagai bentuk peluncuran bunyi yang kuat dan nyaring, hal ini terlihat jelas pada kesenian Nandong Simeulue yang mana vokal Over Range yang dibentuk dengan tiga unsur yaitu panjang, tinggi dan melengking tersebut menjadi karakter yang sangat kuat. Fokus karya adalah Over Range yang terdapat dalam vokal Nandong. Over Range disini yaitu merupakan suatu unsur vokal yang dipaksa hingga melewati batas range dari instrument. Over Range pada karya AuLUNCUR LAUNGAy ini akan diaktualisasikan melalui materi garap serta penggunaan teknik yang dapat mewujudkan ide darya karya ini, perubahan tempo, dan penggarapan harmoni. Karya ini digarap menggunakan pendekatan reintepretasi, dengan menjadikan Over Range serta tiga unsur yang membentuknya yaitu panjang, tinggi, dan melengking sebagai bahan garap melalui instrumen vokal, seurune kale, lili seurune kale, suling, gitar bass, dan gitar elektrik. Kata kunci: Nandong. Over Range, reinterpretasi. Luncur Laung,Vokal. ABSTRACT AuLUNCUR LAUNGAy is a work of musical composition based on Nandong art, precisely at the beginning of each penandong poem. AuLUNCUR LAUNGAy consists of two syllables, where AuLAUNCURAy means to glide and AuLAUNGAy is a strong . sound that is shouted . o call or exclai. This means that the word "LUNCUR LAUNG" in this work is analogous to a form of launching a strong and loud sound, this is clearly seen in the art of Nandong Simeulue where the Over Range vocal which is formed with three elements, namely long, high and shrill, becomes a very strong character. The focus of the work is the Over Range contained in Nandong's vocals. Over Range here is a vocal element that is forced to exceed the range limits of the instrument. Over Range in the work "LUNCUR LAUNG" will be actualized through working on material and using techniques that can realize Darya's ideas. this work, tempo changes, and working on harmony. This work was worked on using a reinterpretation approach, by using Over Range and the three elements that form it, namely long. Jurnal Awilara. 41 high and shrill, as material for the work using vocal instruments, seurune kale, lili seurune kale, flute, bass guitar and electric guitar. Keywords: Nandong. Over Range, reinterpretation. Luncur Laung. Vocal. PENDAHULUAN Kesenian Nandong adalah tradisi tutur dalam bentuk lagu dan puisi yang berisikan nasehatnasehat, cerita-cerita, ungkapan kesedihan, bahkan sindiran (Husna, 2. Tuturan-tuturan tersebut dilantunkan dalam situasi resmi dan tidak resmi. Dalam situasi resmi, nandong dituturkan dalam acara perkawinan dan acara-acara adat. Dalam keseharian, nandong dituturkan seperti saat melaut, bertani/berkebun, memanen, hingga menidurkan anak. Selain itu terdapat juga makna sosial yang terkandung dalam syair-syairnya yang berupa nasehat, petuah, yang menceritakan kehidupan seseorang atau pesan dari leluhur kepada cucunya yang digunakan pada saat pesta perkawinan, khitanan, ataupun saat berlangsungnya acara pesta rakyat. Kesenian Nandong termasuk ke dalam jenis folklor (Takari, dkk. , 2. Folklor yang dimaksud adalah tradisi lisan yang berupa puisi rakyat seperti pantun, gurindam, dan syair. (Lubis, 2019: . menjelaskan bentuk-bentuk folklor lisan, yaitu . bahasa rakyat seperti logat, julukan, dan titel kebangsawaan. ungkapan tradisional, seperti peribahasa, pepatah dan pameo. pertanyaan tradisional seperti teka-teki. puisi rakyat, seperti pantun, gurindam, dan syair. cerita prosa rakyat, seperti mite, legenda, dongeng, dan . nyayian rakyat. Dari pendapat ini dapat disimpulkan bahwa Nandong termasuk folklor lisan, hal ini dapat dilihat bahwa Nandong memiliki syair yang berisi ungkapan serta dilantunkan dalam bentuk nyanyian rakyat maupun cerita-cerita, ungkapan tradisional, dan sebagainya seperti pendapat Lubis tersebut. Nandong Simeulue mempunyai beberapa perbedaan di setiap daerah nya, perbedaan yang dimaksud seperti bahasa yang dipakai untuk melantunkan syair-syair Nandong dan instrumen yang digunakan sebagai pengiring Nandong. Salah satu contoh perbedaan terdapat di daerah Simeulue Timur yang syairnya disampaikan dengan menggunakan bahasa Devayan serta menggunakan instrumen pengiring seperti gendang dan biola. Sedangkan objek yang dikaji dan diteliti oleh pengkarya tepatnya di dusun Karya Ihsan. Desa Ujung Salang. Kecamatan Salang. Kabupaten Simeulue. perbedaan tersebut terletak disegi bahasa yang digunakan yaitu bahasa minang dan instrument yang dipakai untuk pengiring Nandong ialah gendang. Jurnal Awilara. 42 Kesenian Nandong dimainkan oleh dua orang atau lebih dengan menggunakan instrumen Para penandong ini dipimpin oleh seorang pemimpin yang disebut dengan penghulu gendang (Ismail. ,dkk, 2. Nandong dimulai dengan tabuhan seuramo gendang . Pembukaan ini dilanjutkan dengan syair-syair Nandong yang dilantunkan dan saling bersahutan. Syair-syair ini terdiri dari beberapa syair rantau, kasih, syair pantun dan lain-lainnya. Selanjutnya, berseuramo gendang kembali dimainkan sebagai tanda pertunjukan kesenian Nandong segera berakhir (Kabirrahman, wawancara, 20 September 2. Beberapa kesenian Nandong di daerah yang berbeda, pertunjukan diakhiri dengan lantunan syair tonjon, sedangkan pada objek penciptaan ini, tepatnya Nandong di daerah Desa Ujung Salang. Dusun Karya Ihsan. Kecamatan Salang. Kabupaten Simeulue, pertunjukan diakhiri hanya sampai berseuramo gendang (Irwan Isaq, wawancara, 20 September 2. Sebagai suatu kesenian tutur, vokal menjadi media utama pada Nandong. Seperti seni vokal Nusantara pada umumnya, nandong memiliki jenis cengkok yang khas, cengkok ini disebut dengan ranak. Ranak merupakan ornamen nada hias pada vokal Nandong yang hadir di setiap akhir bait . suatu syair. Pada akhir kalimat pertama, setiap penandong . rang yang melantunkan syair nandon. selalu menghadirkan permainan silabel kata Aue. Ay di akhir lantunan ranak. Lantunan silabel kata ini disebut dengan Aeyeuk. Aeyeuk dilantunkan dengan mengeluarkan suara panjang, tinggi, dan melengking sehingga menghasilkan suara vokal yang tidak umum. Hal ini diperkuat dengan penjelasan Tasnim dalam Joni Iskandar . bahwa vokal Aeyeuk dilantunkan dengan suara tinggi dan melengking menggunakan bahasa Minang (Tasnim dalam Joni Iskandar, 2. Aeyeuk selalu muncul di setiap awalan syair yang dilantunkan oleh penandong A dan akan muncul kembali ketika penandong B membuka syair dan berlanjut ke penandong C. D, dan seterusnya. Tasnim juga menyebutkan dalam Joni Iskandar . bahwa penandong umumnya memiliki jenis suara tenor. Vokal yang tidak umum pada penjelasan sebelumnya ialah vokal penandong yang berjenis tenor dipaksa untuk menghasilkan suara tinggi sehingga melebihi kapasitas dari register nada yang disanggupi. Hal ini mengakibatkan over range yang menjadi karakter dari Aeyeuk. Istilah over range merujuk pada nada yang melebihi batas dari registernya. Seperti diketahui bahwa vokal berjenis tenor memiliki range/register dari C3 hingga A4, sedangkan penandong melebihi dari nada A4. Aeyeuk dilantunkan dengan cara menarik nada, yaitu dari nada rendah ke nada tinggi. Hal Jurnal Awilara. 43 tersebut mirip seperti glissando . uncuran nad. yang dimainkan secara fermata, namun pada kasus ini, akhir glissando memiliki permainan ornamentasi nada. Hal inilah yang menjadi esensi dari Ranak pada kesenian nandong. Empat responden . , b, c, . , atas hasil percobaan memperlihatkan bahwa dari keempat penandong yang disebut melewati batas suara tenor, contoh nya seperti penandong a nadanya lebih kurang mencapai A9, penandong b hingga nada A7, penandong c sampai A5, dan penandong d di nada C6. Hal tersebut memperkuat bahwa penandong melakukan teknink Aeyeuk pada Nandong dengan cara over range. Gambar 1. Grafik register nada (Transkriptor: Puja Tri Mulya, 2. Berdasarkan uraian di atas, pengkarya tertarik dengan salah satu unsur vokal yang terdapat dalam kesenian Nandong. Keunikan tersebut terletak di setiap bagian pembukaan pantun atau awalan syair-syair yang dilantunkan oleh penandong, yaitu over range pada Aeyeuk dalam vokal Over range menjadi karakter yang kuat dalam nandong dan menjadi pembeda kesenian nandong dengan kesenian lain. Aeyeuk pada Nandong menjadi ide kreatif yang akan diaktualisasikan ke dalam komposisi karawitan berjudul AuLuncur LaungAy menggunakan pendekatan METODE Observasi. Analisa dan Wawancara Observasi merupakan pengamatan dan apresiasi yang dilakukan oleh pengkarya terhadap segala hal yang berkaitan dengan komposisi AuLuncur LaungAy, seperti mengamati pertunjukan Nandong di daerah Karya Ihsan. Simeulue pada tahun 2022 serta beberapa video koleksi pribadi. Jurnal Awilara. 44 Dari hasil pengamatan yang didukung dengan wawancara, seperti istilah teknik Ranak. Aeyeuk, pangulu gendang. selanjutnya pengkarya mengolah data ke dalam bentuk tulisan dan pengkarya wujudkan ke dalam notasi melodi utuh. Lalu, hasil pengamatan berupa wawancara serta notasi dianalisis sehingga menemukan ide, konsep, dan gagasan dalam perwujudan karya AuLuncur LaungAy. Eksplorasi Eksplorasi adalah tahapan kerja praktik yang dikerjakan oleh pengkarya dalam hal pencarian materi garap. Tahapan ini meliputi pemilihan instrumen musik dalam perwujudan karya AuLuncur LaungAy, serta mencari dan mengolah warna-warna bunyi yang dapat mengeluarkan bunyi over range pada masing-masing instrumen musik merupakan langkah selanjutnya dalam tahap eksplorasi Selain itu, bentuk lain juga berupa eksplorasi terhadap teknik-teknik permainan pada masingmasing instrumen, seperti teknik Ranak, dan lain-lain. Teknik-teknik tersebut pengkarya olah terlebih dahulu menggunakan instrumen terkait, seperti instrumen seurune kale sebagai media pencarian melodi yang identik dengan nandong serta bunyi over range yang dihasilkan, instrumen guitar bass sebagai media pencarian harmoni. Bentuk eksplorasi teknik-teknik permainan yang menghasilkan warna bunyi berbeda ini bertujuan untuk memudahkan pengkarya pada saat memeragakan kepada pendukung karya pada tahap kerja studio untuk diwujudkan dalam karya AuLuncur LaungAy. Proses Karya Pengkarya berdiskusi dengan seluruh pendukung karya berkaitan dengan perwujudan teknik permainan dalam karya AuLuncur LaungAy. Pada tahap ini, komposer bersama pendukung karya melakukan proses latihan di studio prodi Seni Karawitan ISBI Aceh. Langkah pertama adalah mentransformasikan bentuk-bentuk teknik serta pembentukan komposisi bagian perbagian sesuai dengan ide dan gagasan. Dalam perwujudan dan pengaktualisasian materi karya, pengkarya menyampaikan materi secara oral, serta memperdengarkan hasil rekaman kepada pendukung karya, serta mempraktikkan langsung ke instrument yang dimainkan oleh pendukung karya. Langkah selanjutnya pengkarya menggabungkan isian-isian materi secara runut, dari bagian per Lalu, pendukung karya mempraktikkan langsung, baik secara individu maupun vokal/bersama. Jurnal Awilara. 45 Penyempurnaan dan Evaluasi Karya Penyempurnaan karya adalah tahapan kerja dimana komposisi AuLuncur LaungAy ini sudah Dalam tahapan ini, pengkarya melakukan penyempurnaan pada semua bagian komposisi serta mengevaluasi setiap bentuk dan teknik garap yang sudah dikerjakan pada setiap latihan. Penyempurnaan dan evaluasi juga dilakukan pada setiap bimbingan karya. Tahapan ini terjadi perubahan dan penyesuaian terhadap karya ini. Perubahan tersebut seperti adanya pergantian pendukung karya sehingga mengakibatkan berubahnya beberapa penggunaan teknik permainan. Selain itu, perubahan juga terjadi pada penggunaan instrumen, yang mengakibatkan adanya penyesuaian terhadap warna bunyi. Perubahan-perubahan di setiap proses latihan pengkarya evaluasi dengan cara berdiskusi dengan pendukung dan pembimbing karya, sehingga materi karya dikerjakan secara runut dan bertahap. Dalam proses evaluasi, pengkarya juga mempertimbangkan penyesuaian materi karya dengan laporan karya pada setiap proses latihan. HASIL DAN PEMBAHASAN Over Range merupakan salah satu teknik yang terdapat dalam kesenian Nandong, dimana Over Range tersebut memiliki tiga unsur yang tidak terpisahkan yaitu panjang, tinggi dan melengking yang dimainkan secara bersamaan serta prinsip permainan pada nandong yang tidak memainkan lirik dengan ritmis gendang secara bersamaan juga dihadirkan dalam karya ini. Dalam mengfokuskan ide penciptaan. Over Range serta tiga unsur yang membentuknya akan pengkarya jadikan sebagai dasar penggarapan komposisi karawitan yang berjudul AuLuncur LaungAy. Untuk mewujudkan komposisi musik karawitan yang berjudul AuLuncur LaungAy menggunakan pendekatan reintepretasi, pengkarya menggunakan berbagai instrumen melodis yang mampu membantu dalam segi garapan diantaranya yaitu vokal, gitar bass, seurune kalee, lili seurune, suling, gitar elektrik sebagai media ungkap. Berdasarkan ide di atas, pengkarya mencoba melahirkan sebuah karya melalui teknik transformasi instrumen, kemudian pengembangan melodi ke dalam berbagai teknik, diantaranya Interlocking. Unison. Call and respon, dan Harmoni. AuLuncur LaungAy terbentuk dari dua suku kata. Luncur di adopsi dari peluncuran nada pada grafik Aeyeuk Nandong. Laung berarti suara yang kuat . sehingga pengkarya Jurnal Awilara. 46 menyimpulkan AuLuncur LaungAy ialah luncuran suara yang nyaring. Hal ini dapat menggambarkan karakter dari ide karya yaitu over range. Komposisi karawitan yang berjudul AuLuncur LaungAy ini merupakan perwujudan garapan komposisi yang bersumber dari unsur musikal Aeyeuk pada kesenian Nandong dengan pendekatan reinterpretasi. Reinterpretasi adalah suatu pendekatan dengan cara mengolah kembali sesuatu yang sudah ada dalam wajah yang berbeda (Waridi, 2. Reinterpretasi pada karya ini berarti menafsirkan Aeyeuk dalam Ranak pada kesenian Nandong sebagai suara yang memiliki sifat panjang, tinggi, dan melengking, hal ini kemudian ditafsirkan kembali sebagai over range yang diolah dalam bentuk dan rasa yang berbeda dari kesenian asalnya. Pada penggarapannya nanti, pengkarya ingin mengolah unsur musikal Aeyeuk yaitu suara yang melengking hingga melewati batas range instrumen yang di dalamnya terdapat unsur musikal panjang, tinggi, dan melengking. Karakter Aeyeuk menjadi materi garap yang akan digunakan pada karya ini. Karakter ini berupa luncuran nada . yang memiliki ornamentasi (Rana. Karakter tersebut diaktualisasikan ke dalam tiga esensi Aeyeuk . anjang, tinggi, dan melengkin. yang diolah hingga melewati batas range. Dengan demikian, esensi Aeyeuk menjadi tema garapan dalam komposisi yang terdiri dari satu kesatuan. Artinya, setiap penggarapan akan dihadirkan unsur panjang dan/atau tinggi dan/atau melengking. Visualisasi pertunjukan karya Luncur Laung, dapat dilihat pada gambar berikut. Jurnal Awilara. 47 Gambar 1 Pertunjukan (Sumber: Dokumentasi pribadi Sabarudin, 2. Gambar 2. Pertunjukan (Sumber: Dokumentasi pribadi Tri Tuahdi, 2. Jurnal Awilara. 48 Gambar 3. Pertunjukan (Sumber: Dokumentasi pribadi Tri Tuahdi, 2. Gambar 5. Pertunjukan (Sumber: Dokumentasi pribadi Tri Tuahdi, 2. Jurnal Awilara. 49 Gambar 6. Pertunjukan (Sumber: Dokumentasi pribadi Tri Tuahdi, 2. KESIMPULAN Over range dilahirkan dengan menggarap vokal yang melewati batas kemampuan setiap musisi, penggarapan yang serupa juga pengkarya gunakan pada garapan instrumen yang digunakan, instrumen yang dimaksud berupa bass, gitar elektrik, suling, serune kalee, dan lili serune kalee. Untuk menciptakan sebuah komposisi musik pastinya dibutuhkan piranti garap yang digunakan dalam mewujudkan ide yang diangkat, piranti garap yang pengkarya gunakan pada komposisi karawitan yang berjudul AuLuncur LaungAy ini ialah karakter vokal Aeyeuk dan grenek pada vokal nandong, hal tersebut bertujuan agar pendengar atau apresiator dari karya ini dapat memahami darimana karya komposisi ini bersumber serta bertujuan agar Nandong dapat dinikmati dalam wajah yang barunya. Jurnal Awilara. DAFTAR PUSTAKA