Edu-Sains Volume 13 No 1. Januari 2024 Identifikasi Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Kelas XI Pada Materi Dinamika Gerak Lurus Identification of Class XI Students' Science Process Skills in the Dynamics of Rectilinear Motion Sri Wina Oktavia. Astalini. Dwi Agus Kurniawan. Program Studi Pendidikan Fisika. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi * Corresponding author: sriwinaoktavia@gmail. Abstract The aim of this research is to identify the science process skills of class XI students in the material on dynamics of rectilinear motion. The method used is a quantitative method with the type of research being descriptive. The research population was all class XI students from State High Schools in Alam Barajo District. Using a purposive sampling technique, the samples obtained for this research were class XI F5 students and class XI F4 students. The instrument used is an observation sheet to measure science process skills using a Likert scale. The data analysis technique that will be carried out is based on descriptive statistics to obtain interval, mean, median, min, max values. The results of the research on the science process skills of students on rectilinear motion dynamics material in class XI F4 are in the good category with a percentage of 61. 1%, while the science process skills of students on rectilinear motion dynamics material in class Based on the research that has been conducted, it can be concluded that the science process skills of students on the dynamics of rectilinear motion in class XI at SMAN 11 Jambi City are slightly superior to class XI at SMAN 12 Jambi City. Keywords: Dynamics of rectilinear motion, science process skills, students Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi keterampilan proses sains peserta didik kelas XI pada materi dinamika gerak lurus. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan jenis penelitian yaitu deskriptif. Populasi penelitian merupakan seluruh peserta didik kelas XI dari SMA Negeri Se-Kecamatan Alam Barajo. Dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling maka didapatkan sampel penelitian ini yaitu peserta didik kelas XI F5 dan peserta didik kelas XI F4. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi untuk mengukur keterampilan proses sains dengan skala likert. Teknik analisis data yang akan dilakukan berdasarkan statistik deskriptif untuk memperoleh nilai interval, mean, median, min, max. Hasil penelitian keterampilan proses sains peserta didik materi dinamika gerak lurus di kelas XI F4 dalam kategori baik dengan persentase 61,1%, sedangkan keterampilan proses sains peserta didik materi dinamika gerak lurus di kelas XI F5 dalam kategori baik dengan persentase 56,2%. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa keterampilan proses sains peserta didik materi dinamika gerak lurus di kelas XI SMAN 11 Kota Jambi sedikit lebih unggul dari kelas XI SMAN 12 Kota Jambi. Kata Kunci: Dinamika gerak lurus, keterampilan proses sains, peserta didik Oktavia. , dkk. Identifikasi Keterampilan . mempunyai hubungan erat keterampilan proses sains. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan usaha dasar untuk menciptakan suasana belajar dan kegiatan Pendidikan bertujuan untuk mencerdaskan anak bangsa (Ineu et al. Nada et al. , 2. Seiring perkembangan zaman sistem pendidikan juga ikut mengalami perubahan untuk menyesuaikan globalisasi yang terjadi (Marisa, 2. Salah satu yang mengalami perubahan pada sistem pendidikan adalah kurikulum. Keterampilan Proses Sains (KPS) merupakan pembelajaran sains yang sangat penting untuk penelitian ilmiah, yang menjadi tujuan utama pendidikan sains adalah untuk mengajar peserta didik berfikir secara efektif, membentuk hipotesis, memanipulasi alam berdasarkan bantuan keterampilan proses sains (Astalini et al. , 2022. Yalyinkaya ynnder et , 2. Pentingnya keterampilan proses sains dalam pembelajaran fisika bagi peserta didik yaitu: pemahaman konsep, pengembangan keterampilan praktis, kemampuan pemecahan masalah, berpikir kritis, pengaplikasian teori dengan praktik (Budiyono & Hartini, 2. Sejalan dengan hal tersebut, maka praktikum menjadi alternatif yang sangat baik dalam membangun keterampilan proses sains (Darmaji et al. , 2020. Putri et al. , 2. Praktikum dapat membantu membuktikan teori dan konsep fisika melalui praktik secara langsung menggunakan alat dan bahan yang sesuai dengan materi fisika. Kurikulum komponen penting dalam pendidikan. Sudah banyak kurikulum yang telah digantikan di Indonesia seperti kurikulum 2013 yang merupakan tindak lanjut dari kopetensi pada tahun 2004 dan KTSP 2006 yang mencangkup kopetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara sistematis (Astalini, et al. , 2023. Ilham. Pada tahun 2020 Kurikulum merdeka melanjutkan arah pengembangan kurikulum sebelumnya yang bersifat holistic, berbasis kopetensi dan dirancang sesuai konteks serta kebutuhan peserta didik (Sadieda et al. , 2. Mata pelajaran pada kurikulum merdeka salah satunya pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (Barlian et al. , 2. Pada mata pelajaran IPA terdapat materi salah satunya fisika. Materi dinamika gerak lurus merupakan salah satu materi fisika untuk kelas XI. Materi ini secara garis besar menjelaskan dan membahas tentang dinamika gerak lurus (Setyahandani et al. , 2. Aspek sains sebagai pengetahuan yang berisi materi pokok pembelajaran tentang dinamika gerak lurus yang meliputi konsep, fakta, prinsip, hukum, dan teori (Ummah et al. , 2. Melalui pembelajaran Fisika materi dinamika gerak lurus ini diharapkan mampu Kemampuan berfikir kritis, keterampilan proses sains dan literasi digital siswa Pembelajaran fisika salah satu cabang dari pembelajaran IPA. Pembelajaran IPA tidak hanya mempelajari konsep-konsep saja, namun juga disertai dengan pengembangan sikap dan keterampilan ilmiah untuk memahami gejala alam yang terjadi di sekitarnya (Taufik et al. , 2010. Astalini et al. , 2. Untuk meningkatkan IPA, dikembangkan pembelajaran sains (Zorlu Zorlu. Berdasarkan penjelasannya pembelajaran IPA Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Aminatussaadah, 2. bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar fisika peserta didik pada materi dinamika gerak lurus, sedangkan Edu-Sains Volume 13 No 1. Januari 2024 mengidentifikasi keterampilan proses sains peserta didik pada materi dinamika gerak lurus. Dari perbedaan tujuan yang diharapkan penelitian ini berguna untuk menjadi bahan bacaan dan referensi penelitian selanjutnya. Keterbaruan dari penelitian ini juga dilihat berdasarkan belum adanya pengukuran keterampilan proses sains pada materi dinamika gerak lurus pada sampel penelitian. Namun, adapun keterbatasan dari penelitian ini yaitu hanya berfokus pada satu materi fisika dan tidak menyeluruh. Sehingga, rekomendasi penelitian selanjutnya untuk menambah materi fisika dan memperluas populasi penelitian. METODE PENELITIAN analisis statistik, sedangkan sampel adalah bagian yang lebih kecil dari populasi yang digunakan untuk mewakili keseluruhan populasi (Harizon et al. , 2023. Situmorang et al. , 2. Populasi penelitian ini merupakan seluruh peserta didik kelas XI dari SMA Negeri Se-Kecamatan Alam Barajo. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Teknik purposive sampling adalah salah satu metode pengambilan sampel dalam penelitian yang digunakan untuk memilih partisipan atau unit sampel dengan tujuan tertentu (Maharani & Bernard, 2. Adapun sampel penelitian ini dijelaskan pada tabel Metode penelitian penelitian ini yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Jenis penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan atau menjelaskan suatu fenomena atau variabel tanpa melakukan manipulasi variabel (Sholikhah, 2016. Sugiyono. Dalam penelitian ini, peneliti hanya mengumpulkan data yang sudah ada atau yang telah terjadi, kemudian menganalisis mengubah variabel-variabel tertentu. Populasi adalah sekelompok individu, objek, atau elemen yang memiliki karakteristik atau ciri yang sama dan merupakan objek dari penelitian atau Tabel 1. Sampel Penelitian Jumlah Sekolah Kelas Jumlah Siswa SMAN 11 SMAN 12 Instrumen pada penelitian ini mengunakan lembar observasi yang diadopsi dari penelitian (Lestari & Diana, 2. untuk mengukur keterampilan proses sains peserta didik. Adapun kisi. kisi lembar observasi yang digunakan dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2. Kisi-kisi lembar observasi keterampilan proses sains Variabel Keterampilan proses sains Indikaator Observasi Klasifikasi Mengukur Prediksi No. 1,2,3,4,5 6,7,8 9,10,11,12 13,14,15 Oktavia. , dkk. Identifikasi Keterampilan . Komunikasi Menyimpulkan Membuat grafik Memproleh data Memproses data Menyusun table data Membuat hipotesis Analisis percobaan Merancang investigasi Menganalis investigasi Melakukan eksperimen 16,17 18,19 20,21 22,23 24,25 26,27,28 29,30,31 32,33 34,35,36 37,38 39,40 41,42 Jumlah Pertanyaan Sumber: Lestari & Diana . (B) dan 5 = sangat baik (SB). Adapun kategori penilaian lembar observasi dijelaskan pada tabel 3. Kriteria penilaian lembar observasi menggunakan skala likert dengan dengan skor 1 = sangat tidak baik (STB), 2 = tidak baik (TB), 3 = cukup baik (CB), 4 = baik Tabel 3. Kategori penilaian Skor Interval nilai 81 Ae 100 61 Ae 80 41 Ae 60 21 Ae 40 0 Ae 45 Keterangan Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Tidak baik Setelah pengumpulan data dilanjutkan dengan menganalisis data menggunakan statistic deskriptif. Statistic deskritif merupakan suatu gambaran atau penyajian data dalah jumlah besar yang mencangkup mean, modus, median, maksimum, minimum, dan standar deviasi (Nasution. HASIL DAN PEMBAHASAN Adapun hasil dekriptif keterampilan proses sains materi dinamika gerak lurus peserta didik kelas XI di SMAN 11 Kota Jambi di jelaskan pada Hasil penelitian di distribusikan dan dianalisis menggunakan ilmu statistika. Analisis data menggunakan statistic Tabel 4. Hasil deskriptif keterampilan proses sains materi dinamika gerak lurus peserta didik kelas XI di SMAN 11 Kota Jambi Sekolah Interval Category Mean Median Min Maks SMA Negeri 11 Kota Jambi 78 Ae 103 52 Ae 77 26 Ae 51 0 Ae 25 Sangat baik Baik Tidak baik Sangat tidak baik Berdasarkan tabel 4 di atas ditemukan bahwa keterampilan proses sains peserta didik materi dinamika gerak lurus di kelas XI SMAN 11 Kota Jambi dalam kategori Edu-Sains Volume 13 No 1. Januari 2024 baik dengan persentase 61,1% dengan frekuensi 22 siswa, nilai minimum 51,0 dan nilai maksimum 95,0. Selanjutnya keterampilan proses sains peserta didik materi dinamika gerak lurus di SMAN 12 Kota Jambi dapat dilihat pada tabel 5 dibawah ini Tabel 5. Hasil deskriptif keterampilan proses sains materi dinamika gerak lurus peserta didik kelas XI di SMAN 12 Kota Jambi Sekolah Interval Category Mean Median Min Maks SMA Negeri 12 Kota Jambi 78 - 103 52 Ae 77 26 Ae 51 0 Ae 25 Sangat baik Baik Tidak baik Sangat tidak baik Berdasarkan tabel 5 di atas ditemukan bahwa keterampilan proses sains peserta didik materi dinamika gerak lurus di kelas XI F5 SMAN 12 Kota Jambi dalam kategori baik dengan persentase 56,2% dengan frekuensi 18 siswa, nilai minimum 50,0 dan nilai maksimum 88,0. baik berupa keterampilan mental, keterampilan fisik . maupun keterampilan sosial (Lepiyanto, 2. Keterampilan dasar proses sains terdiri mengkomunikasi (Fitriani et al. , 2. Persiapan dan perencanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang baik pemahaman dan keterampilan proses sains peserta didik serta membuka peluang bagi peserta didik untuk menumbuhkan rasa ingin tahu secara ilmiah. Keterampilan proses sains peserta didik materi dinamika gerak lurus di kelas XI SMAN 11 Kota Jambi dalam kategori baik dengan persentase 61,1% sedangkan keterampilan proses sains peserta didik materi dinamika gerak lurus di kelas XI SMAN 12 Kota Jambi dalam kategori baik 56,2%. Dapat disimpulkan bahwa keterampilan proses sains peserta didik materi dinamika gerak lurus di kelas XI SMAN 11 Kota Jambi sedikit lebih unggul dari kelas XI SMAN 12 Kota Jambi. Keterampilan proses sains terdiri dari 16 indikator yang terbagi menjadi indikator. Yang pertama, keterampilan proses sains mengukur, komunikasi, kesimpulan. Yang kedua keterampilan mengidentifikasi variabel, menyusun tabel data, memperoleh dan memproses data, hubungan antar variabel, memperoleh dan memproses data, menganalisis investigasi, eksperimen, bereksperimen (Rezba, 2. Keterampilan proses sains merupakan menerapkan metode ilmiah dalam memahami, mengembangkan sains serta menemukan ilmu pengetahuan (Lestari & Diana, 2. Keterampilan proses sains pengetahuan (Rini & Aldila, 2. Keterampilan proses sains diperlukan untuk memperoleh, mengembangkan dan menerapkan konsep-konsep, prinsipprinsip, hukum-hukum, dan teori sains. Oktavia. , dkk. Identifikasi Keterampilan . KESIMPULAN Astalini. Darmaji. Kurniawan. Oktavia. Triani. , & Azzahra, . The Exploration of Character Values in Physics Learning on Momentum . Impulse , and Collision Materials. Journal of Education Research and Evaluation, 7. , 277Ae284. https://doi. org/https://doi. org/10. 87/jere. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa keterampilan proses sains peserta didik materi dinamika gerak lurus di kelas XI SMAN 11 Kota Jambi dalam kategori baik dengan persentase 61,1% sedangkan keterampilan proses sains peserta didik materi dinamika gerak lurus di kelas XI SMAN 12 Kota Jambi dalam kategori baik 56,2%. Jika dibandingkan berdasarkan persentase maka keterampilan proses sains peserta didik materi dinamika gerak lurus di kelas XI SMAN 11 Kota Jambi sedikit lebih unggul dari kelas XI SMAN 12 Kota Jambi. Meskipun nilai tersebut sudah termasuk tinggi dan baik, perlu adanya peningkatan secara terus-menerus dalam proses pembelajaran. Praktikum menjadi salah satu alternatif yang baik yang dapat diterapkan dan guru perlu memantau dengan baik kegiatan peserta didik selama kegiatan belajar berlangsung. Astalini. Darmaji. Kurniawan. Sinaga. Azzahra. , & Triani. Identification the 2013 Curriculum Teacher Ao s Book to Determine the Character Values of Class X Students on Circular Motion Material. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 11. , 545Ae558. https://doi. org/https://doi. org/10. 15/jpsi. Budiyono. , & Hartini. Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa SMA. Wacana Didaktika, 4. , 141Ae https://doi. org/10. 31102/wacanadida DAFTAR PUSTAKA