P-ISSN: 2745-5912 E-ISSN: 2745-9047 PENGEMBANGAN KETERAMPILAN MENGHADAPI SITUASI DARURAT DAN MENCEGAH KENAKALAN DI KALANGAN MAHASISWA Neng Nurhemah1. Yatti Rosmiati2. Mas Fierna Janvierna Lusie Putri3 1,2,3 Universitas Pamulang korespondensi: dosen02649@unpam. ABSTRAK Mahasiswa merupakan kelompok yang rentan terhadap berbagai situasi darurat dan perilaku menyimpang akibat kurangnya keterampilan dalam menghadapi tekanan lingkungan. Permasalahan ini menjadi perhatian utama dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan di Universitas Pamulang. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesiapsiagaan mahasiswa dalam menghadapi situasi darurat serta mencegah keterlibatan mereka dalam kenakalan remaja. Sasaran kegiatan adalah mahasiswa Universitas Pamulang yang berjumlah 50 peserta. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup ceramah interaktif, studi kasus, latihan praktik menghadapi situasi darurat . ebakaran, kecelakaan, dan tindakan krimina. , serta penyuluhan tentang penyebab, dampak, dan pencegahan kenakalan remaja. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan mahasiswa mengenai strategi menghadapi situasi darurat sebesar 80%, peningkatan keterampilan praktik sebesar 75%, serta penurunan potensi keterlibatan dalam kenakalan remaja berdasarkan evaluasi pretest dan posttest sebesar 65%. Kesimpulannya, program PkM ini efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan mahasiswa menghadapi keadaan darurat dan membentuk pemahaman yang lebih baik tentang upaya pencegahan kenakalan remaja, sehingga diharapkan menjadi model pembinaan karakter mahasiswa yang siap, tanggap, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sosial. Kata Kunci: Keterampilan darurat. Kenakalan remaja. Mahasiswa. Pencegahan. Universitas Pamulang. ABSTRACT University students are a vulnerable group when facing emergencies and engaging in delinquent behaviors, often due to a lack of skills in managing environmental pressures. This issue is the main focus of a Community Service Program (PkM) implemented at Pamulang University. The objective of this program is to enhance students' preparedness for emergency situations and prevent their involvement in delinquent behaviors. The target of this program was 50 students from Pamulang University. The program activities included interactive lectures, case studies, practical training for handling emergencies . uch as fires, accidents, and criminal act. , and educational sessions on the causes, impacts, and prevention of juvenile delinquency. The results indicated an 80% improvement in studentsAo knowledge of emergency handling strategies, a 75% increase in practical skills, and a 65% reduction in the potential involvement in delinquency, based on pre- and post-test In conclusion, this PkM program effectively enhances studentsAo preparedness for emergency situations and provides a better understanding of juvenile delinquency prevention efforts. The program is expected to serve as a model for character development in higher education, fostering students who are prepared, responsive, and socially responsible. Keywords: Emergency skills. Juvenile delinquency. Students. Prevention. Pamulang University. PENDAHULUAN yang menunjukkan tingkah laku yang susah diatur dan mudah terangsang . Selain Mahasiswa merupakan generasi penerus dituntut untuk menguasai ilmu akademik, bangsa yang memiliki peran penting dalam mahasiswa juga harus memiliki keterampilan membangun masa depan. Mahasiswa adalah hidup yang memadai guna menghadapi Remaja sebagai masa transisi dari belasan berbagai tantangan di masyarakat. Salah satu tahun ke usia dewasa muda atau seseorang tantangan utama Jurnal Abdimas Sang Buana. Volume 6 No 1 bulan Mei tahun 2025 DOI: 10. 32897/abdimasusb. yang dihadapi adalah P-ISSN: 2745-5912 E-ISSN: 2745-9047 meningkatnya angka kenakalan remaja serta agama turut berkontribusi terhadap perilaku rendahnya kesiapsiagaan dalam menghadapi menyimpang ini . situasi darurat . Selain itu remaja dituntut untuk menguasai ilmu akademik, mereka juga harus memiliki keterampilan hidup yang tantangan di masyarakat. Salah satu tantangan utama yang dihadapi mahasiswa adalah meningkatnya angka kenakalan remaja serta rendahnya kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat. Kedua permasalahan ini dapat memberikan dampak yang serius, baik bagi individu maupun lingkungan akademik secara Oleh karena itu, perlu adanya upaya sistematis untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan guna menghadapi kondisi tersebut. merupakan masalah sosial yang sering muncul dalam berbagai bentuk dan sudah dianggap sebagai masalah yang serius. Setiap perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri dengan keinginan masyarakat atau kelompok tertentu Perilaku menyimpang, termasuk kenakalan remaja, muncul akibat ketidaksesuaian antara tujuan Perilaku penyimpangan perilaku yang dilakukan oleh individu dalam rentang usia remaja hingga dewasa muda. Kenakalan remaja dapat muncul akibat kombinasi faktor individu dan lingkungan, seperti lemahnya kontrol diri, pengawasan orang pengaruh teman sebaya serta Anak yang diasuh oleh orang tunggal korban perceraian mengalami penyimpangan perilaku sosialemosional . Selain itu, kondisi ekonomi yang rendah memaksa remaja mencari cara alternatif untuk memenuhi kebutuhan hidup, yang dapat mendorong mereka ke dalam perilaku menyimpang . Di Indonesia, perilaku menyimpang remaja Kenakalan remaja merupakan suatu bentuk Perilaku menyimpang didefinisikan sebagai perilaku yang tidak sesuai dengan sistem dan dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. sosial dan standar sosial yang sudah ada, termasuk tekanan batin adalah tindakan yang pelanggaran norma sosial . Penyimpangan tidak selalu berarti perilaku yang tidak wajar atau tidak bermoral, tetapi lebih kepada perilaku yang melanggar standar atau harapan kelompok dan masyarakat . didefinisikan sebagai kelompok yang tidak dapat menyesuaikan perilaku mereka dengan standar masyarakat atau kelompok tertentu di masyarakat . Faktor-faktor seperti krisis identitas, lemahnya kontrol diri, lingkungan kurangnya pemahaman tentang nilai-nilai Penyimpangan adalah jenis perilaku negatif menurut sifatnya . Pendidikan moral dan dukungan sosial yang baik dapat mengurangi kecenderungan kenakalan remaja. Moral tidak lagi menjadi standar apa yang baik dan buruk Jurnal Abdimas Sang Buana. Volume 6 No 1 bulan Mei tahun 2025 DOI: 10. 32897/abdimasusb. P-ISSN: 2745-5912 E-ISSN: 2745-9047 bagi seseorang, meskipun moral sebenarnya mahasiswa, untuk memiliki keterampilan adalah standar apa yang baik dan buruk bagi dalam menghadapi situasi darurat. Sayangnya, seseorang itu sendiri . Dalam kenakalan remaja sering kali diwujudkan langkah-langkah diambil dalam keadaan darurat, baik untuk menyelamatkan diri sendiri maupun membantu orang lain. perundungan, pelanggaran hukum, hingga Kemampuan seseorang dalam menangani tindak kriminal lainnya. Fenomena ini tidak situasi darurat sangat dipengaruhi oleh edukasi hanya merugikan individu yang bersangkutan dan pelatihan yang diterima. tetapi juga dapat menciptakan lingkungan akademik yang tidak kondusif. Berdasarkan berbagai sumber, kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan mahasiswa menunjukkan tren peningkatan. Faktor-faktor penyebabnya pergaulan yang tidak sehat, serta minimnya pemahaman tentang bahaya narkoba. Selain itu, tawuran antarmahasiswa juga masih terjadi di beberapa daerah, dipicu oleh pertolongan pertama, dan prosedur evakuasi pengalaman masa lalu, edukasi, dan akses terhadap sumber daya kesiapsiagaan . Dengan pelatihan berbasis simulasi dapat meningkatkan kesiapsiagaan mahasiswa dalam menghadapi keadaan darurat secara signifikan . persaingan antarkelompok, perbedaan suku. Pelatihan dan edukasi mengenai mitigasi atau faktor eksternal lainnya. Jika tidak bencana dan penanganan keadaan darurat ditangani dengan baik, kenakalan remaja di menjadi salah satu faktor utama rendahnya lingkungan perguruan tinggi dapat berdampak kesiapsiagaan mahasiswa. Sebagai contoh, buruk pada prestasi akademik, kesehatan dalam situasi kebakaran di lingkungan kampus mental, dan masa depan mahasiswa itu atau kos-kosan, banyak mahasiswa yang tidak mengetahui cara menggunakan alat pemadam Selain tantangan berupa kenakalan remaja, mahasiswa juga dihadapkan pada potensi bencana dan keadaan darurat lainnya yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Indonesia sebagai negara dengan tingkat bencana alam yang tinggi, seperti gempa bumi, banjir, dan kebakaran, menuntut setiap individu, termasuk kebakaran atau prosedur evakuasi yang aman. Demikian pula dalam kasus kecelakaan, hanya sedikit mahasiswa yang memiliki keterampilan pertolongan pertama. Kondisi ini sangat berisiko, karena tanpa kesiapan yang memadai, dampak dari kejadian darurat dapat menjadi lebih fatal. Penelitian menunjukkan bahwa Jurnal Abdimas Sang Buana. Volume 6 No 1 bulan Mei tahun 2025 DOI: 10. 32897/abdimasusb. P-ISSN: 2745-5912 E-ISSN: 2745-9047 cara menghadapi keadaan darurat serta meningkatkan kesiapsiagaan mahasiswa dalam menghindari perilaku menyimpang. Selain menghadapi keadaan darurat secara signifikan itu, program ini juga bertujuan untuk kejadian darurat dapat menjadi lebih fatal . , membentuk karakter mahasiswa agar lebih disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki Manusia membutuhkan pendidikan untuk mencapai potensinya sendiri . Pendidikan adalah kebutuhan yang sangat penting bagi keberhasilan pendidikan merupakan faktor penting dalam kemajuan suatu bangsa . Pendidikan karakter sangat penting bagi rakyat Indonesia, terutama para pelajar atau generasi muda karena merekalah yang akan memimpin dan meneruskan cita-cita para pendahulu kita dalam memajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia . Universitas kepedulian sosial yang tinggi. Kenakalan remaja di kalangan mahasiswa perguruan tinggi masih menjadi permasalahan yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai Berikut adalah beberapa penyebab utama yang menyebabkan mahasiswa tetap terlibat dalam kenakalan remaja: Masa Transisi dan Eksplorasi Diri. Mahasiswa berada dalam fase transisi dari remaja menuju dewasa yang ditandai dengan pencarian jati diri, kemandirian, serta keinginan untuk mencoba hal-hal memiliki tanggung jawab tidak hanya dalam membentuk mahasiswa yang unggul dalam bidang akademik, tetapi juga dalam membekali lingkungan atau kebiasaan negatif seperti mereka dengan keterampilan yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kurangnya Universitas Pamulang, sebagai salah satu bimbingan dan kontrol dari keluarga perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa yang besar, memiliki peran strategis dalam lingkungan kampus membuat mereka meningkatkan kesiapsiagaan dan kesadaran mahasiswa terhadap permasalahan sosial yang mereka hadapi. Program Dalam Pengaruh Lingkungan dan Pergaulan. menghadapi situasi darurat dan pencegahan Melalui pendekatan berbasis edukasi, pelatihan, serta simulasi langsung, mahasiswa akan diberikan Lingkungan pergaulan memainkan peran Jika cenderung permisif terhadap perilaku negatif, maka besar kemungkinan ia akan pemahaman yang lebih mendalam mengenai Jurnal Abdimas Sang Buana. Volume 6 No 1 bulan Mei tahun 2025 DOI: 10. 32897/abdimasusb. P-ISSN: 2745-5912 E-ISSN: 2745-9047 ikut terbawa arus. Tekanan dari teman kuat, mereka dapat terjerumus ke dalam sebaya untuk mencoba alkohol, narkoba, tindakan yang merugikan diri sendiri dan atau ikut serta dalam tindakan kriminal orang lain. sering kali menjadi pemicu utama Faktor Ekonomi Tekanan Finansial. Sebagian mahasiswa berasal dari latar Stres Akademik dan Tekanan Hidup. belakang ekonomi yang kurang mampu. Tuntutan akademik yang tinggi sering kali membuat mahasiswa mengalami penghasilan tambahan. Dalam beberapa tekanan mental yang berat. Beban tugas kuliah, ujian, serta tuntutan untuk mendorong mereka untuk melakukan berprestasi bisa memicu stres dan tindakan kriminal, seperti pencurian, penipuan, atau bahkan terlibat dalam Sebagian Selain mencari pelarian dengan melakukan tindakan yang dianggap bisa mengurangi mahasiswa yang memiliki akses finansial stres, seperti mengonsumsi alkohol, yang besar tetapi tidak memiliki kontrol merokok, atau bahkan menggunakan diri juga rentan terjerumus dalam gaya Kurangnya keterampilan dalam hidup hedonis, seperti pesta pora dan mengelola stres dan tekanan hidup penyalahgunaan zat adiktif. membuat mereka memilih jalan pintas Kurangnya Kesadaran Akan Dampak yang justru merugikan. Jangka Panjang. Minimnya Pendidikan Karakter dan Pengawasan. Banyak mahasiswa yang masih memiliki pola pikir jangka pendek dan kurang Di tingkat perguruan tinggi, pendidikan memahami konsekuensi dari tindakan Mereka cenderung mengejar perilaku mahasiswa tidak seketat di jenjang pendidikan dasar dan menengah. mempertimbangkan dampaknya di masa Mahasiswa memiliki kebebasan yang lebih luas, baik dalam mengatur waktu, pergaulan bebas, dan tindakan kriminal dapat memberikan konsekuensi serius, seperti dikeluarkan dari kampus, catatan Penyalahgunaan Sayangnya, tidak semua mahasiswa mampu mengelola kebebasan ini dengan kesehatan fisik dan mental. Tanpa pendidikan karakter yang Jurnal Abdimas Sang Buana. Volume 6 No 1 bulan Mei tahun 2025 DOI: 10. 32897/abdimasusb. P-ISSN: 2745-5912 E-ISSN: 2745-9047 Kurangnya Peran Orang Tua dan Keluarga tantangan kehidupan dengan cara yang positif. Manusia membutuhkan pendidikan untuk Peran keluarga sangat penting dalam mencapai potensinya sendiri. Pendidikan membentuk karakter dan pengawasan adalah kebutuhan yang sangat penting bagi terhadap anak. Namun, ketika mahasiswa keberhasilan pendidikan merupakan mulai hidup mandiri di luar kota atau faktor penting dalam kemajuan suatu bangsa. jauh dari keluarga, kontrol orang tua Pendidikan karakter sangat penting bagi terhadap kehidupan mereka menjadi rakyat Indonesia, terutama para pelajar atau generasi muda karena merekalah yang akan memimpin dan meneruskan cita-cita para pegangan moral yang kuat lebih mudah pendahulu kita dalam memajukan Negara terpengaruh oleh lingkungan negatif. Kesatuan Republik Indonesia. Paparan Media Sosial dan Budaya Universitas Dalam Populer berkontribusi dalam membentuk pola pikir dan perilaku mahasiswa. Kontenkonten yang menampilkan gaya hidup bebas, konsumsi alkohol, dan tindakan kriminal sering kali dianggap sebagai sesuatu yang normal atau bahkan keren. Kurangnya literasi digital dan kesadaran akan dampak negatif dari pengaruh media membuat mahasiswa lebih mudah membentuk mahasiswa yang unggul dalam bukan hanya disebabkan oleh faktor individu, tetapi juga oleh lingkungan sosial, tekanan akademik, serta kurangnya kontrol dan bimbingan yang memadai. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang menyeluruh, baik dari pihak kampus, keluarga, maupun masyarakat, untuk membentuk mahasiswa yang memiliki dan mampu menghadapi membekali mereka dengan keterampilan yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan seharihari. Universitas Pamulang, sebagai salah satu perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa yang besar, memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kesadaran mahasiswa terhadap permasalahan sosial yang mereka hadapi. Program Kenakalan remaja di kalangan mahasiswa memiliki tanggung jawab tidak hanya dalam Media sosial dan budaya populer juga menghadapi situasi darurat dan pencegahan Melalui pendekatan berbasis edukasi, pelatihan, serta simulasi langsung, mahasiswa akan diberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai cara menghadapi keadaan darurat serta menghindari perilaku menyimpang. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk membentuk karakter mahasiswa agar lebih Jurnal Abdimas Sang Buana. Volume 6 No 1 bulan Mei tahun 2025 DOI: 10. 32897/abdimasusb. P-ISSN: 2745-5912 E-ISSN: 2745-9047 disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki Dr. Dra. Neng Nurhemah. Pd dan Dr. Yatti kepedulian sosial yang tinggi. Roosmiati. Pd, dibantu oleh Mas Fierna Janvierna Lusie Putri. Pd. Pd. Tujuan Kegiatan Meningkatkan situasi darurat. penanganan keadaan darurat, seperti penggunaan alat pemadam kebakaran dan pertolongan pertama. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan terhadap bahaya kenakalan remaja dan strategi pencegahannya. Dilakukan dengan cara observasi langsung di lingkungan kampus untuk mengidentifikasi masalah utama yang dihadapi mahasiswa, mahasiswa yang berperan aktif dalam Rendahnya disiplin mahasiswa dalam yang aman dan kondusif. memiliki kepedulian sosial tinggi. partisipasi kegiatan akademi. Adanya menyimpang, seperti nongkrong hingga pergaulan bebas, dan indikasi tindakan Minimnya METODE Pelaksanaan . larut malam, merokok di area kampus, yang disiplin, bertanggung jawab, dan Metode keterlambatan masuk kelas, kurangnya Mendorong pembentukan komunitas Awa. Meningkatkan kesadaran mahasiswa Membangun Analisis Permasalahan Mitra (Observasi Membekali Adapun tahapan kegiatan disusun sebagai pemadam kebakaran dan titik kumpul Tahapan Kegiatan PkM evakuasi, serta rendahnya kesadaran Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan pada 17Ae18 Maret Survei Kebutuhan Mahasiswa 2025 di Program Studi Pendidikan Pancasila Dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dan Kewarganegaraan. Universitas Pamulang. kepada mahasiswa dari berbagai fakultas Kegiatan ini diikuti oleh 50 mahasiswa dari untuk mengukur tingkat pemahaman mereka berbagai angkatan dengan latar belakang yang Pemateri dalam kegiatan ini adalah kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi Jurnal Abdimas Sang Buana. Volume 6 No 1 bulan Mei tahun 2025 DOI: 10. 32897/abdimasusb. P-ISSN: 2745-5912 E-ISSN: 2745-9047 Hasil survei digunakan sebagai dasar mereka dalam menghadapi situasi penyusunan materi pelatihan. Penyusunan Materi dan Modul Pelatihan Dilakukan praktik langsung evakuasi, penggunaan APAR, dan pertolongan Tim menyusun materi pelatihan secara Survei Materi Teori: Konsep Refleksi Peserta: Penyebaran kuesioner post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman kesiapsiagaan menghadapi keadaan mahasiswa setelah pelatihan. darurat, pengenalan alat keselamatan. Diskusi reflektif untuk memahami serta strategi pencegahan kenakalan perubahan pola pikir dan sikap mahasiswa terkait kesiapsiagaan dan Materi Praktik: Simulasi evakuasi, pencegahan kenakalan remaja. Kerja Sama dengan Pihak Kampus: Mengusulkan pelatihan ini sebagai program rutin orientasi mahasiswa pergaulan di kampus. baru agar berkelanjutan. Pelaksanaan Sosialisasi dan Pelatihan Program Pendampingan Kegiatan dilakukan selama dua hari dengan Monitoring: Pembentukan tim Duta Mahasiswa Tanggap Darurat sebagai Hari Pertama: Pemaparan materi oleh pemateri melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan studi kasus. memberikan pendampingan kepada Hari Kedua: Praktik penggunaan alat keselamatan, dan mahasiswa lain. menghadapi keadaan darurat, latihan Pengukuran Keberhasilan Program Keberhasilan program diukur melalui: pembahasan studi kasus kenakalan Kuesioner pre-test dan post-test yang mengukur peningkatan pemahaman Evaluasi Program mahasiswa tentang kesiapsiagaan dan Tim melakukan evaluasi efektivitas program melalui beberapa metode berikut: pencegahan kenakalan remaja. Evaluasi Uji Pemahaman dan Simulasi Akhir: Mahasiswa diuji melalui skenario mahasiswa dalam menghadapi situasi darurat untuk mengukur keterampilan Jurnal Abdimas Sang Buana. Volume 6 No 1 bulan Mei tahun 2025 DOI: 10. 32897/abdimasusb. P-ISSN: 2745-5912 E-ISSN: 2745-9047 Refleksi dan program terhadap sikap dan perilaku Peningkatan partisipasi mahasiswa HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pelaksanaan Kegiatan PkM Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam kegiatan akademik dan sosial mendapat respons positif dari para peserta. kampus sebagai indikator perubahan Mahasiswa Universitas Pamulang sangat antusias dalam mengikuti berbagai sesi Gambar merupakan hasil pelaksanaan program berdasarkan tahapan kegiatan: Gambar 1: Kegiatan PKM Analisis Permasalahan Mitra Survei Kebutuhan Mahasiswa Hasil observasi menunjukkan: Berdasarkan survei awal: 70% mahasiswa belum memahami titik kumpul evakuasi. Pemahaman kenakalan remaja 45% 65% mahasiswa tidak tahu cara Aspek yang diukur Pengetahuan tentang kesiapsiagaan darurat 35% Penggunaan prakti alat keselamatan 55% mahasiswa mengaku sering terlambat mengikuti kelas. Peningkatan 40% mahasiswa pernah terlibat Pemahaman Mahasiswa (Hasil Pre-Test dan Post-Tes. Grafik pada Gambar 2 menunjukkan peningkatan pemahaman mahasiswa: Jurnal Abdimas Sang Buana. Volume 6 No 1 bulan Mei tahun 2025 DOI: 10. 32897/abdimasusb. P-ISSN: 2745-5912 E-ISSN: 2745-9047 Gambar 2: Grafik Peningkatan Pemahaman Mahasiswa Simulasi Keadaan Darurat yang Efektif 90% mahasiswa aktif berpartisipasi dalam simulasi kebakaran, evakuasi, bertanya, dan memberikan solusi. dan pertolongan pertama. semacam ini. Muncul ide pembentukan kelompok 75% mahasiswa menyatakan baru pertama kali mendapatkan pelatihan 80% mahasiswa aktif berdiskusi, perilaku menyimpang di kampus. Perubahan Sikap Kesadaran Mahasiswa yang datanya disajikan Diskusi yang Interaktif dan Aplikatif pada Tabel 1: Tabel 1:. Hasil Perubahan Sikap dan Kesadaran Mahasiswa Indikator Kesadaran akan kesiapan darurat Pemahaman cara mengatasi situasi Kesadaran kenakalan remaja Komitmen untuk agen perubahan Pengembangan Setelah Program dalam pergaulan untuk mencegah kenakalan PENUTUP Program Sebelum Program Keterampilan Menghadapi Situasi Darurat dan Mencegah Kenakalan Remaja yang dilaksanakan di Universitas Pamulang pada 17-18 Maret 2025 telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi mahasiswa, baik dalam aspek akademik maupun sosial, di mana mahasiswa menjadi lebih siap menghadapi situasi darurat, memahami langkah-langkah evakuasi dan pertolongan pertama, serta lebih selektif Sebagai tindak lanjut, diperlukan integrasi materi ini ke dalam kurikulum atau penyelenggaraan program berkelanjutan yang dukungan dari pihak kampus dan pemerintah untuk memastikan keberlangsungan program. Perlu diterapkan secara terpadu agar tindakan pencegahan, penanganan, dan pemulihan atas Jurnal Abdimas Sang Buana. Volume 6 No 1 bulan Mei tahun 2025 DOI: 10. 32897/abdimasusb. P-ISSN: 2745-5912 E-ISSN: 2745-9047 perilaku menyimpang dapat berjalan optimal. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. 2023 Oct 28. :6017Ae26. sehingga Universitas Pamulang dapat menjadi pelopor dalam membangun ketahanan sosial Mahesha. Anggraeni. , & Adriansyah. Op. Cit. Fierna Janvierna Lusie Putri M. Angraini N. Sandra Devi L. Handayani D. Pancasila Dan Kewarganegaraan P. Pamulang U. Et Al. Esensi Pendidikan Inspiratif Perilaku Menyimpang Tawuran Pada Peserta Didik [Interne. Vol. Available From: Https://Journalpedia. Com/1/Index. p/Epi/Index Fachruz Zein A. Sakti Hadiwijoyo S. Amalia Yanuartha R. Copyright @. Ningtiasih Sw. Saboimah S. BentukBentuk Penyimpangan Sosial Dalam Masyarakat. Journal Of Social Knowledge Education (Jsk. May 31. :35Ae8. Pascasarjana Kesehatan Masyarakat Journal Homepage P. Safitri E. Kurnaesih E. Journal Of Muslim Community Health (Jmc. Persepsi Seks Bebas Dikalangan Remaja Kota Bima Nusa Tenggara Barat Indonesia. Journal Of Muslim Community Health (Jmc. 2022 [Interne. :35Ae49. Available From: Https://Doi. Org/10. 52103/Jmch. V3i2. 768:Https://PascaUmi. Ac. Id/Index. Php/Jmch/About Rizki Safitri L. Widhi Nirwansyah A. Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial Dan Ekonomi Building Resilience Together: Enhancing Community Preparedness For Flood Disasters In Meteseh Semarang. Xii. Available From: Https://Syekhnurjati. Ac. Id/Jurnal/Inde Php/Edueksos dan menciptakan lingkungan kampus yang aman, sehat, dan kondusif. DAFTAR PUSTAKA