Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 93-105 ANALISIS MANAJEMEN RISIKO TERHADAP JASA PENGIRIMAN BARANG JNE CABANG TASIKMALAYA Gina Cissy Aprilia Universitas Pendidikan Indonesia ginacaprilia@upi. Muhammad Ukasyah Universitas Pendidikan Indonesia ukasyah@upi. Naufal Dzakwan Ramadhan Universitas Pendidikan Indonesia naufaldzakwan23@upi. Try Nurhayati Iswanto Universitas Pendidikan Indonesia tn@upi. Tiara Putri Universitas Pendidikan Indonesia tiaraputri@upi. Syti Sarah Maesaroh Universitas Pendidikan Indonesia sytisarah@upi. ABSTRACT The shopping style of people who are shifting from conventional to online has had a major impact on the freight forwarding service industry. Shipping companies cannot be separated from various risks that occur, such as human resources, systems, and internal and external risks. This study aims to determine the most dominant variable and can be a risk for the JNE freight forwarder company. The method used is the descriptive qualitative method. Data collection techniques were used, namely observation, interviews, and literature study. This case study focuses on the JNE Tasikmalaya expedition which took place on Juanda City of Tasikmalaya. After conducting interviews, it can be found that one of the causes of Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 93-105 risks to freight forwarding services is centered on the potential of available human Based on the results of research that has been done, it can be seen that human resources and security have the greatest impact on preventing risk management and can increase customer satisfaction, whereas good human resources have a positive and significant impact. Keywords: Enterprise Risk Management. Freight Forwarding Services ABSTRAK Gaya belanja masyarakat yang tengah beralih dari konvensional ke online ini membawa dampak besar terhadap industri jasa pengiriman barang. Perusahaan pengiriman tidak dapat terlepas dari berbagai risiko yang terjadi, seperti risiko sumber daya manusia, sistem, internal, dan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel yang paling dominan dan dapat menjadi risiko bagi perusahaan jasa pengiriman barang JNE. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Studi kasus ini berfokus pada ekspedisi JNE Tasikmalaya yang bertempat di Juanda Kota Tasikmalaya. Setelah melakukan wawancara, dapat ditemukan hasil bahwa salah satu penyebab risiko terhadap jasa pengiriman barang berpusat pada potensi SDM yang tersedia. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa sumber daya manusia dan keamanan memiliki dampak terbesar pada pencegahan manajemen risiko dan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan, dimana sumber daya manusia yang baik memberikan dampak positif dan signifikan. Kata kunci: Manajemen Risiko Perusahaan. Jasa Pengiriman Barang PENDAHULUAN Kondisi serba digital saat ini telah mengubah beberapa pola kegiatan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya adalah pola atau gaya belanja masyarakat. Gaya belanja masyarakat yang tengah beralih dari konvensional ke online, atau biasa dikenal dengan sebutan e-commerce . isnis digita. ini membawa dampak besar terhadap industri jasa pengiriman barang. Terlebih selama masa pandemi Covid-19, survei cepat yang dilakukan oleh MarkPlus. Inc. responden, dengan 29,8% responden berasal dari Jabodetabek dan 41,2% dari luar Jabodetabek, menunjukkan bahwa sebanyak 39% responden menyatakan adanya peningkatan yang signifikan pada frekuensi penggunaan jasa pengiriman barang Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 93-105 (Bayu, 2. Prospek yang ada pada jasa pengiriman barang ini jelas membuka sebuah peluang sekaligus ancaman bagi perusahaan karena tentu terdapat banyak kompetitor yang berkompetisi ingin memenangkan pasar. Dalam hal ini, perusahaan harus banyak melakukan perbaikan terkait layanan yang diberikan kepada para konsumen, yang telah disesuaikan dengan spesifikasi dan kebutuhan konsumennya melalui kemampuan untuk melakukan rangkaian kegiatan yang berbeda bagi setiap konsumen (Hasby, 2. sehingga perusahaan mampu memenangkan persaingan. Di samping persaingan, terdapat beberapa risiko yang kemungkinan akan dihadapi oleh perusahaan jasa pengiriman barang, seperti yang dikemukakan oleh Vikaliana . di antaranya adalah kehilangan barang saat proses pengiriman barang, barang yang rusak saat sampai di tangan konsumen, kesalahan tujuan alamat pengiriman barang, bahkan risiko kebakaran dan kecelakaan saat pengiriman barang. Dengan demikian, diperlukan sebuah penerapan manajemen risiko bagi perusahaan untuk meminimalisir terjadinya suatu risiko tersebut. Manajemen risiko merupakan penerapan fungsi-fungsi manajemen dalam penanggulangan risiko, terutama risiko yang dihadapi oleh pengoordinasian, dan pengawasan terhadap program penanggulangan risiko (Velawati, 2. Menurut Siswanti dkk. terdapat empat cara manajer dalam mengidentifikasi manajemen risiko perusahaan, yakni identifikasi masalah, penentuan prioritas masalah, pengendalian atau pengambilan keputusan, dan Salah satu bentuk upaya perusahaan dalam menghindari ketidakpastian atau risiko adalah melalui pengelolaan dengan baik, atau biasa disebut Enterprise Risk Management (ERM) (Ivan & Simatupang, 2. Adapun perusahaan JNE merupakan salah satu perusahaan pelayanan jasa pengiriman barang yang kerap dipilih oleh masyarakat karena dikatakan bahwa JNE mampu melakukan pengiriman barang dengan cepat dan efisien. Akan tetapi. Daya dkk. menyatakan bahwa perusahaan tersebut tidak dapat terlepas dari berbagai risiko yang terjadi dan risiko operasional adalah risiko yang paling sering terjadi, seperti risiko sumber daya manusia, sistem, internal, dan eksternal. Dengan begitu, risiko Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 93-105 yang terjadi dan risiko yang belum terjadi di dalam perusahaan JNE ini dapat dilakukan estimasi dan pengelolaan risiko secara efektif melalui metode ERM. Pada penelitian ini, akan dibahas beberapa risiko yang dihadapi oleh perusahaan jasa pengiriman barang sekaligus solusi dari risiko tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel yang paling dominan dan dapat menjadi risiko bagi perusahaan jasa pengiriman barang JNE, serta menemukan solusi dengan membuat sebuah manajemen untuk mengatasi risiko yang dihadapi oleh perusahaan JNE. TELAAH LITERATUR Manajemen Manajemen menurut bahasa diambil dari Bahasa Inggris, yaitu dari kata to manage yang memiliki arti mengatur. Manajemen bisa diartikan sebagai aktivitas yang dilakukan secara terstruktur dengan mengatur sebuah pekerjaan berdasarkan urutan dan fungsinya, atau dengan kata lain, manajemen adalah proses yang dilakukan untuk mencapai suatu keinginan dari sebuah organisasi, baik organisasi sosial, pemerintah, bisnis, maupun organisasi lainnya. Dalam Velawati . manajemen diartikan sebagai suatu ilmu atau seni yang membahas tentang perencanaan, pengendalian, pengambilan, dan kepemimpinan terhadap suatu keputusan dari segala sumber daya yang digunakan secara efektif dan efisien untuk mencapai sebuah tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh sebuah perusahaan tertentu. Dapat disimpulkan dari pengertian di atas manajemen merupakan suatu proses yang dilakukan oleh sebuah organisasi dengan merencanakan, mengendalikan, dan mengambil keputusan tertentu yang bertujuan untuk mencapai sebuah keinginan yang dimiliki sebuah perusahaan atau organisasi tertentu. Risiko Risiko adalah ketidakpastian atau uncertainty. Risiko berasal dari kata dalam Bahasa Inggris, yaitu risk yang berarti kemungkinan rugi. Dalam bahasa Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 93-105 Indonesia risiko diartikan sebagai akibat yang kurang menyenangkan dari suatu kegiatan (Suparmin, 2. Risiko secara umum dapat diartikan sebagai suatu ketidakpastian atas suatu peristiwa yang terjadi pada jangka waktu tertentu dimana peristiwa itu dapat menimbulkan kerugian baik yang dapat mempengaruhi maupun tidak mempengaruhi kinerja perusahaan (Munawwaroh, 2. Sebuah risiko dapat diminimalisir atau bahkan dapat dihilangkan dengan menerapkan manajemen risiko. Penerapan manajemen risiko dalam suatu perusahaan diharapkan dapat memprediksi risiko yang mungkin terjadi, mengembangkan tata kelola perusahaan, mengoptimalkan kesiapan manajemen strategis, melindungi sumber daya dan aset organisasi, dan memfasilitasi pengambilan keputusan reaktif di puncak. (Vikaliana, 2. Manajemen Risiko Manajemen risiko merupakan suatu bidang pengetahuan yang membahas mengenai bagaimana suatu perusahaan atau organisasi menaksir ukuran permasalahan dengan menempatkan berbagai pendekatan manajemen. Manajemen risiko juga dapat didefinisikan sebagai sebuah rangkaian metodologi yang dilakukan untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau dan mengendalikan permasalahan yang timbul pada suatu perusahaan dengan tujuan meningkatkan nilai dari suatu perusahaan (Fazariliawan, 2. Secara umum, manajemen risiko merupakan pengimplementasian fungsi-fungsi manajemen untuk menanggulangi risiko, baik dalam lingkup perusahaan maupun masyarakat. Manajemen risiko juga dapat didefinisikan sebagai proses dalam menganalisis kemungkinankemungkinan keadaan yang dapat menimbulkan kerugian atau dapat mengancam keberhasilan capaian pada suatu perusahaan. Perusahaan Jasa Perusahaan merupakan unit organisasi yang dijalankan untuk menghasilkan barang atau jasa yang nantinya akan dijual kepada perorangan, perusahaan lain Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 93-105 atau pemerintah dengan berorientasi pada keuntungan. Selain sebagai suatu unit organisasi, perusahaan juga dapat diartikan sebagai wadah yang diorganisasikan, didirikan, dan diterima dalam lingkungan masyarakat (Yati, 2. , sedangkan jasa merupakan suatu kegiatan yang ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain baik yang memiliki wujud ataupun tidak yang bertujuan untuk melayani konsumen dan tidak mengakibatkan peralihan kepemilikan pada sesuatu. Dilihat dari pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa, perusahaan jasa merupakan suatu unit organisasi yang menawarkan suatu kegiatan tertentu kepada suatu pihak yang bertujuan untuk melayani konsumen. Jasa Pengiriman Barang Jasa pengiriman barang atau freight forwarding merupakan suatu badan yang memberikan jasa pelayanan atau pengurusan seluruh kegiatan yang menunjang terlaksananya kegiatan pengiriman, penjemputan, dan penerimaan suatu barang dengan menggunakan multimodal transport baik darat, laut, maupun udara (Safitri, 2. Perusahaan yang menyediakan jasa pengiriman barang, otomatis menjadi pihak yang bertanggung jawab dan secara langsung terikat dalam perjanjian pengiriman barang. JNE JNE adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang logistik dan salah satu yang terbesar di Indonesia. JNE bernama resmi AuTiki Jalur Nugraha Ekakurir (Tiki JNE)Ay, namun masyarakat lebih mengenalnya dengan sebutan JNE. Pada tahun 2018 JNE sudah memiliki agen sebanyak 6. 800 yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Dalam pengoperasian usahanya. JNE tidak memiliki batas minimum berat atau jumlah dalam pengiriman karena JNE lebih berfokus kepada pengiriman barang retail . (Nisa dkk. , 2. Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 93-105 METODOLOGI PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Menurut Sugiyono . mengatakan bahwa metode penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yang digunakan untuk meneliti objek yang bersifat alamiah dengan berdasar kepada filsafat postpositivisme. Penelitian deskriptif kualitatif ditujukan untuk menunjukkan fenomena atau kejadian yang bersifat alamiah maupun rekayasa manusia, yang lebih memperhatikan mengenai karakteristik, kualitas, hubungan antar kegiatan. Penelitian terhadap perusahaan jasa pengiriman barang JNE ini berlokasi di Ir. Juanda Kota Tasikmalaya. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu data primer melalui wawancara secara langsung dan data sekunder yang diambil dari hasil penelitian artikel dari penelitian sebelumnya sebagai pendukung. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu observasi, wawancara dan juga studi Wawancara digunakan untuk mencari informasi lebih dalam terhadap hal yang diteliti dengan menggali informasi langsung kepada informan. Subjek dari penelitian ini, yaitu pihak JNE Tasikmalaya dan Konsumen JNE Tasikmalaya. Adapun teknik analisis datanya menggunakan metode Enterprise Risk Management (ERM). Metode ini digunakan melalui pengolahan data yang sudah didapatkan. HASIL DAN PEMBAHASAN Ekspedisi JNE Tasikmalaya diresmikan pada tanggal 16 Januari 2017 hingga sampai saat ini dan beralamat di Jl. Ir. Juanda Kota Tasikmalaya, yang dipimpin oleh Gerry Mahardini (KACAB). Risiko pada dasarnya tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Risiko berarti adanya ketidakpastian yang berbahaya dan termasuk bagian dari peristiwa kerusakan. Manusia sebagai makhluk sosial yang terlibat dalam berbagai aktivitas dalam kehidupan sehariharinya, selalu menghadapi berbagai ketidakamanan risiko itu sendiri dan harus mampu mengelola berbagai hal yang timbul dari aktivitasnya. Dalam hal ini. Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 93-105 peneliti melakukan penelitian terkait manajemen risiko dari perusahaan JNE dengan cabang Kota Tasikmalaya, didapat hasil sebagai berikut. Identifikasi Risiko Identifikasi menjadi tahap awal dalam melakukan manajemen risiko. Tahap ini dilakukan agar mengetahui risiko-risiko yang dapat terjadi pada perusahaan JNE. Adapun identifikasi atau faktor-faktor risiko pada perusahaan JNE berdasarkan penelitian dari Vikaliana . dijelaskan sebagai berikut. Tabel 1 Identifikasi Risiko Daftar Risiko Kehilangan barang saat proses pengiriman barang. Barang yang rusak saat sampai di tangan konsumen. Resiko keterlambatan pengiriman Kesalahan tujuan alamat pengiriman barang. Risiko kebakaran atau kecelakaan saat pengiriman barang. Analisis Risiko Setelah menemukan risiko yang dapat terjadi, tahapan selanjutnya adalah menganalisis setiap risiko. Tujuannya untuk mengetahui lebih dalam setiap risiko. Pada bagian ini ditentukan dampak dan probabilitas dari setiap risiko. Adapun dampak dan frekuensi mengacu pada Cargo dkk. & Berg . alam Daya, 2. yang dijelaskan sebagai berikut. Tabel 2 Dampak Risiko Level Dampak Keterangan Sangat Kerugian kurang material dan dapat ditangani dengan Kecil kegiatan rutin. Kecil Mempengaruhi efisiensi dan efektifitas, memiliki dampak yang kecil yang mengakibatkan kerugian kurang material. Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 93-105 Moderat Mengganggu program keuangan dan politis. Besar Kerugian cukup besar bagi perusahaan dari segi keuangan maupun politis. Sangat Kerugian yang sangat besar bagi organisasi baik dari Besar keuangan dan politis. Tabel 3 Pengukuran Frekuensi Risiko Level Deskriptor Frekuensi Sangat Jarang < 1 kali dalam 10 tahun Jarang Ou 1 kali dalam 10 tahun Moderat Ou 1 kali dalam 5 tahun Sering Ou 1 kali dalam setahun Sangat Sering > 1 kali dalam setahun Tahap selanjutnya adalah membuat matriks risiko dengan menggabungkan tabel dampak risiko dan tabel frekuensi risiko. Berikut adalah tabel dari matriks risiko. Tabel 4 Matriks Risiko Kategori Risiko Insignificant Almost Low Certain 4 Likely Low 3 Moderate Very Low 2 Unlikely Very Low 1 Rare Very Low Dampak Moderate Major Moderate High Extreme Moderate Low Very Low Very Low Moderate High Moderate High Minor Major to Large Extreme Extreme High Low Moderate Moderate Low Moderate Moderate Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 93-105 Evaluasi Risiko Risiko yang telah dianalisis selanjutnya dilakukan evaluasi. Artinya, setiap risiko yang mungkin terjadi di kategorikan dengan merujuk pada tabel matriks risiko. Hal ini dilakukan agar memudahkan dalam pengambilan keputusan di tahap Berdasarkan hasil wawancara kepada petugas JNE, maka kategori risiko dapat dijelaskan sebagai berikut. Tabel 5 Evaluasi Risiko Daftar Risiko Probabilitas Dampak Kategori Risiko Kehilangan barang saat proses pengiriman barang. Barang yang rusak saat sampai di tangan Resiko keterlambatan pengiriman Kesalahan tujuan alamat pengiriman Risiko kebakaran/kecelakaan saat pengiriman barang. Moderate High Moderate High Moderate Pengelolaan Risiko Pada tahap ini menjabarkan mitigasi dari setiap risiko yang dapat terjadi. Sebelumnya, peneliti sudah melakukan wawancara kepada tim JNE untuk mengetahui mitigasi yang dilakukan JNE jika terjadi risiko-risiko tersebut. Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 93-105 Tabel 6 Pengelolaan Risiko Daftar Risiko Kategori Risiko Kehilangan barang saat Barang yang rusak saat sampai di Risiko Moderate Kesalahan tujuan alamat High Risiko Moderate Penanggulangan Risiko Dilakukan pengecekkan barang secara berkala setiap barang masuk dalam warehouse JNE. High Memberikan opsi asuransi pada setiap pengiriman High Untuk Mencegah Keterlambatan para kurir harus mengecek kembali alamat pengiriman apabila ada kekurangan dalam informasi alamat, maka kurir akan menghubungi pihak pengirim. Sebelum melakukan pengiriman barang, kurir diharuskan menghafal daerah yang menjadi tugas bagian daerah pengirimannya. Selain itu juga terdapat roling daerah pengantaran yang dilakukan selama 2 bulan sekali agar para sprinter dapat lebih menghafal banyak jalan. Meningkatkan keamanan dengan menaruh CCTV di setiap sisi. Melarang membawa barang yang mudah terbakar ke dalam gudang dan di dalam gudang diberikan APAR untuk antisipasi Selain itu, dalam mengurangi risiko kecelakaan JNE hanya merekrut kurir yang sudah berpengalaman dan hafal jalanan saja. Setelah melewati berbagai tahapan dalam manajemen risiko, dapat terlihat bahwasannya risiko yang paling dominan atau sering terjadi adalah kesalahan alamat tujuan dalam pengiriman barang. Meskipun begitu. JNE sampai saat ini harus terus meningkatkan kualitas kurir untuk menghindari permasalahan tersebut SIMPULAN Dalam mengetahui risiko yang paling dominan pada perusahaan JNE, maka perlu Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 93-105 melalui berbagai tahapan, yaitu identifikasi risiko, analisis, evaluasi, dan mitigasi. Identifikasi risiko dilakukan untuk mengetahui risiko yang dapat terjadi. Kemudian, dilakukan analisis pada tahap selanjutnya untuk menentukan status dari setiap risiko. Setelah itu, risiko dikategorikan berdasarkan tabel matriks risiko dan penanganan risiko dilakukan setelah ditentukannya kategori dari setiap risiko. Dari tahapan manajemen risiko tersebut, dapat dipahami bahwasannya risiko yang paling dominan terjadi pada perusahaan pengiriman JNE adalah kesalahan alamat tujuan pada saat pengiriman barang. Akan tetapi. JNE juga terus meningkatkan kurir untuk mengatasi permasalahan ini. DAFTAR PUSTAKA