AuEKOMABIS: Jurnal Ekonomi Manajemen Bisnis AuDOI: https://doi. org/10. 37366/ekomabis. e-ISSN 2716-0238Ay Volume 6 Issue 01 Ae Jan 2025Ay Loyalitas Generasi Milenial Terhadap Teh Gelas Millenial Generation Loyalty to Teh Gelas AuSubmit: 27 Apr 2024 Review: 06 Jun 2024 Accepted: 17 Jan 2025 Publish: 24 Jan 2025Ay Rinawati1*). Ahmad Dumyathi Bashori2 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh citra merek dan kualitas produk terhadap loyalitas konsumen melalui kepuasan konsumen Teh Gelas varian Menggunakan kuesioner dengan 100 responden yang dipilih melalui purposive sampling dan analisis SEM PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra merek memengaruhi kepuasan, sementara kualitas produk tidak. Citra merek dan kualitas produk berpengaruh terhadap loyalitas, namun kepuasan tidak memengaruhi loyalitas. Selain itu, citra merek dan kualitas produk tidak memengaruhi loyalitas melalui kepuasan konsumen. Kata Kunci: Citra Merek. Kualitas Produk. Kepuasan Konsumen. Loyalitas Konsumen. Abstract This study aims to analyze the effect of brand image and product quality on consumer loyalty through customer satisfaction of Teh Gelas bottled variant. Using a questionnaire with 100 respondents selected through purposive sampling and SEM PLS analysis, the results show that brand image affects satisfaction, while product quality does not. Both brand image and product quality influence loyalty, but satisfaction does not affect loyalty. Additionally, brand image and product quality do not influence loyalty through customer satisfaction. Keywords: Brand Image. Product Quality. Consumer Satisfaction. Consumer Loyalty. Kode JEL: -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Pendahuluan Ekonomi Indonesia saat ini sedang berkembang pesat, dengan industri makanan dan minuman menjadi salah satu faktor utama pendorong pertumbuhannya. Industri ini 1 AuUIN Syarif Hidayatullah JakartaAy. ryina56@gmail. 2 AuUIN Syarif Hidayatullah JakartaAy. dumyathi@uinjkt. *) Correspondence AuUniversitas Pelita BangsaAy P a g e | 31 AuLoyalitas Generasi Milenial Terhadap Teh Gelas AAy bahkan mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,90% yoy pada triwulan pertama tahun 2024 (Kemenkeu, 2. , yang lebih tinggi dibandingkan dengan PDB nasional pada periode yang sama yang tercatat 5,11% yoy (BPS, 2. Pertumbuhan industri makanan dan minuman menunjukkan angka yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa industri mamin bukan hanya memiliki prospek yang bagus, tapi juga menjadikan persaingan pada sektor ini juga semakin ketat. Didukung pula dengan kemajuan teknologi yang saat ini berkembang pesat, tentunya berdampak pada produk makanan dan minuman saat ini semakin beraneka ragam. Seperti halnya industri makanan yang kini memiliki berbagai varian dan jenis, industri minuman pun semakin bervariasi, mencakup produk baik dari luar negeri maupun dalam negeri (Sitanggang, n. Salah satunya yaitu minuman dalam kemasan. Minuman dalam kemasan telah menjadi minuman favorit masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan. Bahkan saat ini, minuman dalam kemasan telah menjadi kebutuhan dan gaya hidup (Fanfeif, 2. Minuman kemasan yang banyak disukai masyarakat Indonesia yaitu minuman manis dalam kemasan, karena rasanya yang lebih ringan dan praktis (Rs-jih, 2. Bahkan dilansir dari Kompas menurut data Wild. Indonesia menjadi negara ketiga di ASEAN dalam hal konsumsi minuman manis dalam kemasan yaitu 20,23 liter per orang (Ulya, 2. Menurut Databoks. Teh kemasan menduduki peringkat kedua setelah susu kemasan dalam kategori minuman kemasan yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, dengan persentase mencapai 57% (Annur, 2. Hal tersebut sejalan dengan kenaikan produksi dan produktivitas Teh yang terus mengalami peningkatan, khususnya dua tahun terakhir yaitu tahun 2022 dan 2023. Produksi mengalami kenaikan dengan persentase 3% yaitu didapati rata-rata produksi 138. dan produktivitas mengalami kenaikan dengan persentase 4% yaitu didiapati rata-rata produktivitas 1. kg (Kementrian Pertanian, 2. Teh Gelas salah satu teh kemasan, yang merupakan produk dari PT OrangTua Group yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2007 (OT Beyond, 2. Menurut data dari Top Brand Index 2023 untuk kategori teh kemasan siap minum varian botol. Teh Pucuk Harum memimpin dengan persentase 30,6%, diikuti oleh Teh Botol Sosro 18,8%. Frestea 11%, dan Teh Gelas 9,3%. Selama lima tahun terakhir, mulai dari 2019 hingga 2023. Teh Gelas terus mengalami penurunan (Top Brand Award, 2. Top Brand digunakan sebagai alat ukur untuk menilai kinerja merek dengan memperhitungkan mind share, market share, dan commitment sharee (Top Brand Award, 2. Didukung dengan data review konsumen dari Tiktok yang berkomentar pada salah satu postingan akun dengan username Teh Gelas ASLI yaitu konsumen berkomentar bahwa rasa yang dimiliki Teh Gelas hambar dan komentar tersebut sudah di like oleh 31 pengguna Tiktok, bahkan konsumen melakukan perbandingan antara Teh Gelas dengan pesaingnya yaitu Frestea melalui fitur aplikasi Quora dan konsumen menyatakan bahwa lebih memilih Frestea karena Teh Gelas memiliki rasa yang terlalu manis dan monoton (Quora, 2023. Tiktok. Didukung pula data dari GoodStats yang menyatakan bahwa Teh Gelas tidak termasuk ke dalam kategori Teh yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia khususnya saat berbuka puasa (Rainer, 2. Padahal Teh Gelas memiliki harga yang kompetitif dengan para pesaingnya (Conaintatha, 2022. Mahmudah, 2022. panca, 2023. Satrika, 2. Namun. Teh Gelas lebih tua usianya dibandingkan pesaingnya yaitu Teh Pucuk Harum yang sudah menjadi top brand dan market leader. 32 | P a g e AuEKOMABIS: Jurnal Ekonomi Manajemen BisnisAy AuRinawati. Ahmad Dumyathi BashoriAy Teori menyatakan bahwa konsumen menanggapi produk dengan lebih baik jika citra mereknya lebih positif (Farizan et al. , 2. , yang berarti mereka akan puas. Karena kepuasan akan membuat konsumen memutuskan untuk melakukan pembelian berulang sehingga akan membentuk loyalitas pada konsumen (Fitri & Suprapti, 2. Kemudian, kualitas yang dimiliki oleh produk yang sesuai harapan akan menghasilkan rasa kepuasan pada konsumen. Bahkan kualitas produk akan memengaruhi pilihan pelanggan untuk terus menggunakan produk tersebut atau beralih ke produk lain (Nasrol et al. , 2. Konsumen yang merasa sangat puas biasanya lebih setia dalam jangka panjang, membeli produk lebih banyak ketika perusahaan meluncurkan produk baru atau memperbarui produk lama, serta memberikan rekomendasi positif kepada orang lain. Mereka juga cenderung tidak terlalu tertarik dengan merek pesaing, lebih sedikit memperhatikan harga, dan bahkan bersedia memberikan saran terkait produk atau layanan kepada perusahaan. Selain itu, biaya pelayanan kepada konsumen yang setia cenderung lebih rendah dibandingkan dengan konsumen baru, karena transaksi terjadi secara berulang (Kotler & Keller, 2. Loyalitas konsumen merupakan hal yang sangat penting dan diinginkan oleh pemasar, yang berharap dapat mempertahankan loyalitas tersebut dalam jangka panjang. Konsumen yang loyal menjadi aset berharga bagi perusahaan. Ketika konsumen sudah setia, mereka tidak hanya terus menggunakan produk perusahaan, tetapi juga akan merekomendasikannya kepada orang lain berdasarkan pengalaman mereka. Secara tidak langsung, konsumen yang loyal membantu perusahaan dalam mempromosikan produk kepada orang-orang di sekitarnya (Nasrol et al. , 2. Pada hakikatnya loyalitas adalah ketika konsumen tetap menggunakan barang atau jasa merek yang sama meskipun ada banyak alternatif barang atau jasa serupa yang tersedia di merek lain (Junaedi et al. , 2. Terdapat faktor yang mempengaruhi loyalitas (Hasan, 2. , antara lain yaitu: pertama kepuasan, yang dianggap sebagai predikat kuat dalam menciptakan loyalitas, seperti rekomendasi positif, niat membeli kembali. Kedua, kualitas dari produk atau jasa, karena kualitas mampu meningkatkan penjualan dan meningkatkan pangsa pasar dan mendorong konsumen terhadap loyalitas. Ketiga, citra merek, karena citra merek ikut serta dalam membangun dan menciptakan citra dari perusahaan yang lebih positif. Menurut penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya (McKendry, 2. , generasi milenial merupakan generasi yang paling loyal terhadap merek dan generasi milenial lebih suka dengan peningkatan kualitas dari merek yang ia sukai. Bahkan milenial tidak segan akan memberikan kesan yang positif dengan cara memberikan ulasan di sosial media terhadap merek yang membuat dia puas. Meski sudah banyak penelitian yang mengkaji hubungan antara citra merek, kualitas produk, dan loyalitas konsumen melalui kepuasan konsumen, namun penelitian ini menemukan bahwa masih sedikit studi yang secara khusus mengeksplorasi hubungan tersebut pada generasi milenial, terutama yang mengonsumsi minuman teh kemasan. Banyak penelitian sebelumnya cenderung berfokus pada produk atau industri yang berbeda, seperti rumah makan, ecommerce atau fashion dan seringkali mengabaikan segmen pasar yang sedang berkembang ini. Selain itu, sebagian besar penelitian tidak mempelajari peran mediasi kepuasan konsumen secara mendalam. Dalam konteks Teh Gelas dan generasi milenial, penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah konsumen milenial cenderung lebih loyal terhadap produk dengan citra merek yang kuat dan kualitas tinggi jika mereka merasa puas dengan produk tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi penting dalam literatur pemasaran dengan memberikan wawasan yang lebih mendalam AuUniversitas Pelita BangsaAy P a g e | 33 AuLoyalitas Generasi Milenial Terhadap Teh Gelas AAy tentang dinamika loyalitas konsumen, khususnya di kalangan generasi milenial dalam konteks minuman teh kemasan, serta menjadi temuan baru yang dapat terus Metodologi Pengembangan Model Citra Merek terhadap Kepuasan Konsumen Penelitian sebelumnya (Lise Tiasanty & Sitio, 2. menghasilkan temuan bahwa Citra merek berpengaruh terhadap kepuasan. Semakin positif citra suatu merek, semakin tinggi pula tingkat kepuasan konsumen. Kemudahan dalam menemukan produk dan keunikan nilai tambah, seperti atribut khusus, dapat memperkuat citra merek dan berkontribusi pada peningkatan kepuasan pada diri konsumen (Junaedi et al. , 2. H1: Citra merek berpengaruh terhadap kepuasan konsumen Kualitas Produk terhadap Kepuasan Penelitian sebelumnya (Sudarman et al. , 2. menghasilkan temuan bahwa kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan. Kualitas produk yang tinggi menjadi faktor utama dalam menciptakan kepuasan, konsumen cenderung memilih produk dengan kualitas yang terbaik, fitur menarik, dan manfaat yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka, oleh karena itu perusahaan perlu menawarkan produk berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau agar dapat menarik minat pelanggan. Kualitas produk juga menjadi keunggulan penting bagi perusahaan karena persepsi konsumen terhadap kualitas dapat bervariasi (Putra et al. H2: Kualitas produk berpengaruh terhadap kepuasan konsumen Citra Merek terhadap Loyalitas Konsumen Penelitian sebelumnya (Lise Tiasanty & Sitio, 2. menghasilkan temuan bahwa citra merek berpengaruh signifikan terhadap Loyalitas. Citra produk yang kuat memiliki pengaruh signifikan dalam mendorong rekomendasi kepada orang lain. Produk dengan citra yang positif mendukung keberhasilan perusahaan menjadikan konsumen berkomitmen untuk loyal (Tiasanty & Sitio, 2. H3: Citra merek berpengaruh terhadap loyalitas konsumen Kualitas Produk terhadap Loyalitas Konsumen Penelitian sebelumnya (Purwati et al. , 2. menghasilkan temuan bahwa kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap Loyalitas. Faktor-faktor seperti kinerja, daya tahan, kesesuaian, fitur, dan estetika menjadi dimensi utama yang menentukan manfaat yang dirasakan konsumen (Djiptono & Sumarwan, 2. Kualitas produk merupakan faktor kunci dalam membangun loyalitas konsumen terhadap produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan (Tiasanty & Sitio, 2. H4: Kualitas produk berpengaruh terhadap loyalitas konsumen 34 | P a g e AuEKOMABIS: Jurnal Ekonomi Manajemen BisnisAy AuRinawati. Ahmad Dumyathi BashoriAy Kepuasan Konsumen terhadap loyalitas Konsumen Penelitian sebelumnya (Sudarman et al. , 2. menghasilkan temuan bahwa kepuasan berpengaruh positif terhadap Loyalitas. Ketika kepuasan meningkat, konsumen akan menjadi lebih loyal terhadap produk yang ditawarkan. Konsumen yang puas cenderung memberikan testimoni positif kepada orang lain dan mengajak teman-teman mereka untuk mencoba produk (Thamrin et al. , 2. Kepuasan merupakan salah satu faktor yang memengaruhi loyalitas, karena hal-hal seperti rekomendasi positif, keinginan untuk membeli kembali, dan sejenisnya dianggap sebagai indikator yang efektif untuk meningkatkan loyalitas (Hasan, 2. H5: Kepuasan konsumen berpengaruh terhadap loyalitas konsumen Citra Merek terhadap Loyalitas Konsumen melalui Kepuasan Konsumen Kepuasan berperan sebagai mediator yang signifikan pada pengaruh citra merek terhadap loyalitas (Permadhi et al. , 2. Citra merek yang positif dapat meningkatkan kepuasan, yang pada akhirnya meningkatkan loyalitas terhadap merek. Oleh karena itu, manajemen merek perlu memperhatikan dan meningkatkan citra merek untuk mempengaruhi loyalitas secara tidak langsung melalui peningkatan kepuasan (Permadhi et al. , 2. H6: Citra merek berpengaruh terhadap loyalitas konsumen melalui kepuasan konsumen secara tidak langsung Kualitas Produk terhadap Loyalitas Konsumen melalui Kepuasan Konsumen Kepuasan berperan sebagai mediator yang signifikan pada pengaruh kualitas produk terhadap loyalitas (Sudarman et al. , 2. Kualitas produk yang sesuai dengan harapan konsumen dapat meningkatkan kepuasan sehingga membuat konsumen loyal, karena mereka merasakan kepuasan. Oleh karena itu, kepuasan berfungsi sebagai variabel intervening yang menghubungkan kualitas produk dengan loyalitas (Sudarman et al. H7: Kualitas produk berpengaruh terhadap loyalitas konsumen melalui kepuasan konsumen secara tidak langsung Citra Merek Kepuasan Loyalitas Kualitas Produk Sumber: Peneliti, 2024 Gambar 1. Kerangka Pemikiran AuUniversitas Pelita BangsaAy P a g e | 35 AuLoyalitas Generasi Milenial Terhadap Teh Gelas AAy Tabel 1. Operasional Variabel Variabel/ Konsep Citra Merek (Keller et al. Kualitas Produk (Djiptono & Sumarwan, 2. Kepuasan Konsumen (Kotler & Keller, 2. Loyalitas Konsumen (Kotler & Keller, 2. Indikator Kekuatan Kesukaan Keunikan Keandalan Kesesuaian Daya tahan Persepsi kualitas Kinerja Fitur Estetika Kinerja produk Ekspektasi Pembelian kembali Dari mulut ke mulut Sensitivitas harga Skala Likert Pengumpulan Data Data dikumpulkan melalui kuesioner, yang terdiri dari serangkaian pertanyaan tertulis yang diberikan kepada subjek untuk dijawab secara tertulis (Malik & Chusni, 2. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan skala Likert 1Ae5, yang mencakup rentang dari sangat tidak setuju hingga sangat setuju untuk setiap pernyataan indikator (Putri et al. , 2. Populasi yang diambil yaitu konsumen Teh Gelas. Penelitian ini menggunakan metode pengambilan sampelnya non-probabality sampling, yaitu yang berarti bahwa setiap orang atau kelompok populasi tidak memiliki kesempatan yang sama untuk diambil sebagai sampel (Putri et al. , 2. Sampel penelitian tersebut dikumpulkan berdasarkan kriteria tertentu, maka yang digunakan ialah purposive sampling (Kurniawan & Puspitaningtyas, 2. Kriteria tersebut yaitu orang yang pernah mengkonsumsi Teh Gelas varian botol minimal lima kali dalam satu bulan terakhir, berusia 27 Ae 42 tahun di tahun 2023 dan bertempat tanggal di Tangerang Selatan, dengan sampel sebanyak 100 responden dengan menggunakan rumus solvin untuk menghitung sampel (Hermawan & Amirullah, 2. Yang mana menurut (Disdukcapil, 2. jumlah populasi generasi milenial Tangerang Selatan yaitu sebanyak 280 jiwa. Metode Analisis Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Square untuk menguji hipotesis. Pengolahan data dilakukan menggunakan Structural Equation Model berbasis Partial Least Square melalui software SmartPLS versi 4. Tahapan yang dilakukan dimulai dengan Outer Model, yang meliputi: . Convergent Validity, di mana nilai loading factor yang diterima adalah antara 0,60, . Discriminant Validity, yang diperiksa dengan melihat cross loading yang harus lebih dari 0,70 serta membandingkan akar kuadrat dari AVE. Nilai AVE yang disarankan lebih besar dari 0,50, dan . Uji reliabilitas, menggunakan CronbachAos Alpha dan Composite Reliability. 36 | P a g e AuEKOMABIS: Jurnal Ekonomi Manajemen BisnisAy AuRinawati. Ahmad Dumyathi BashoriAy Meskipun CronbachAos Alpha memberikan nilai yang lebih rendah. Composite Reliability dalam penelitian confirmatory harus lebih dari 0,70, sementara untuk penelitian exploratory, nilai antara 0,60 hingga 0,70 masih diterima (Ghozali, 2. Kedua, untuk Inner Model: . Nilai R-Squares yang diterima adalah 0,75, 0,50, dan 0,25, sementara nilai fA yang diterima adalah 0,20, 0,15, dan 0,35 (Ghozali, 2. , . Validasi model fit dilakukan dengan uji GoF, yang dihitung dengan mengalikan rata-rata nilai AVE dengan rata-rata R-Square untuk mengukur kesesuaian antara model pengukuran dan struktural (Haryono, 2. , dan . Uji Hipotesis, yang dilakukan dengan menggunakan total effect untuk menguji signifikansi hubungan langsung antar konstruk. Untuk hubungan tidak langsung antara konstruk independen dan dependen melalui mediasi, diuji dengan specific indirect effect. Untuk uji hipotesis dua sisi . wo-taile. , nilai t-statistik pada path coefficient harus lebih besar dari 1,96, sedangkan untuk hipotesis satu sisi . ne-taile. harus lebih besar dari 1,64. Pengujian hipotesis dilakukan dengan tingkat signifikansi 5%, di mana nilai p kurang dari 0,05 menunjukkan Ha diterima dan H0 ditolak (Ghozali, 2. Hasil Responden Sampel yang digunakan adalah 100 generasi milenial yang tinggal di Tangerang Selatan, yang mengonsumsi Teh Gelas varian botol minimal lima kali dalam satu bulan terakhir. Tabel 2. Data Responden Variabel Jumlah Persen Perempuan Laki-laki Di bawah 30 tahun Di atas 30 tahun Di atas 40 tahun PNS Karyawan Swasta Wirausaha Ibu Rumah Tangga Freelance Lainnya Jenis Kelamin Usia Profesi Frekuensi konsumsi Teh Gelas dalam satu bulan Lima kali Lebih dari lima kali Sumber: Data hasil kuesioner yang diolah, 2024 AuUniversitas Pelita BangsaAy P a g e | 37 AuLoyalitas Generasi Milenial Terhadap Teh Gelas AAy Tabel 2 menunjukkan profil responden dalam penelitian ini. Mayoritas responden adalah perempuan . %) dan berusia di bawah 30 tahun . %), yang mencerminkan dominasi generasi milenial sebagai target utama penelitian ini. Sebagian besar responden bekerja sebagai karyawan swasta . %), diikuti oleh wirausaha . %) dan freelance . %). Dari segi frekuensi konsumsi, sebanyak 66% responden mengonsumsi Teh Gelas varian botol sebanyak lima kali dalam sebulan, menunjukkan bahwa produk ini cukup dikenal tetapi belum menjadi pilihan utama untuk konsumsi rutin bagi sebagian besar responden. Data ini mengindikasikan bahwa Teh Gelas memiliki peluang untuk meningkatkan penetrasi pasar di kalangan milenial dengan memperhatikan preferensi mereka terhadap kualitas produk dan inovasi rasa. Analisis Tabel 3-6 menyajikan hasil dari outer model . onvergent validity, discriminant validity, dan uji reliabilita. , inner model (R-square. F-square, dan uji GoF), serta uji hipotesis (Path Coefficients dan Indirect Effec. Sumber: Diolah dari SmartPLS 4. 10, 2024 Gambar 2. Outer Model Tabel 3 memperlihatkan bahwa seluruh indikator pada variabel citra merek, kualitas produk, kepuasan, dan loyalitas memiliki nilai loading factor di atas 0,60. Dengan demikian, model ini telah memenuhi syarat validitas konvergen dan indikator-indikator tersebut dinyatakan valid. Tabel 4 menunjukkan bahwa nilai AVE dari keempat variabel, yaitu citra merek, kualitas produk, kepuasan konsumen, dan loyalitas konsumen, telah memenuhi kriteria validitas dengan nilai lebih dari 0,50, sehingga semua variabel tersebut dinyatakan valid. 38 | P a g e AuEKOMABIS: Jurnal Ekonomi Manajemen BisnisAy AuRinawati. Ahmad Dumyathi BashoriAy Tabel 3. Analisis Nilai Loading Factor Loading AVE Status Citra Merek: - Kekuatan - Kesukaan - Keunikan Kualitas Produk: - Keandalan - Kesesuaian - Daya tahan - Persepsi kualitas - Kinerja - Fitur - Estetika Kepuasan Konsumen: - Kinerja produk - Ekspektasi Loyalitas Konsumen: - Pembelian kembali - Dari mulut ke mulut - Sensitivitas harga Sumber: Diolah dari SmartPLS 4. 10, 2024 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Variabel/Dimensi Tabel 4. Cronbach Alpha dan Composite Reliability Cronbach Alpha Rho_A Rho_C Status Citra Merek Reliabel Kualitas Produk Reliabel Kepuasan Reliabel Loyalitas Reliabel Variabel Sumber: Diolah dari SmartPLS 4. 10, 2024 Tabel 4 menunjukkan bahwa keempat variabel . itra merek, kualitas produk, kepuasan, dan loyalita. dinyatakan reliabel, dengan nilai Cronbach Alpha dan Composite Reliability masing-masing >0,70, yang mengindikasikan konsistensi internal yang baik. Tabel 5. F-square, pengaruh citra merek terhadap kepuasan dianggap kuat (>0,. , namun pengaruh citra merek terhadap loyalitas dinilai lemah (<0,. Sebaliknya, kualitas produk memiliki pengaruh kuat terhadap kepuasan (>0,. dan loyalitas (>0,. Pengaruh kepuasan konsumen terhadap loyalitas dinilai lemah (<0,. Sementara itu, nilai R-square untuk variabel kepuasan dan loyalitas sudah dinyatakan moderat dan kuat karena masing-masing >0,33 dan >0,67. GoF = OoyaycOya ycu ycI 2 = Oo0,623 ycu 0,665 = Oo0,414295 GoF = 0,643 AuUniversitas Pelita BangsaAy P a g e | 39 AuLoyalitas Generasi Milenial Terhadap Teh Gelas AAy Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai GoF sebesar 0,643, yang termasuk kategori Hal ini sesuai dengan teori batasan nilai GoF, yaitu rentang 0Ae1, di mana 0,1 dianggap kecil, 0,25 sedang, dan 0,36 besar (Haryono, 2. Tabel 5. F Square dan R Square F Square Variabel Kepuasan Loyalitas Citra Merek Kualitas Produk Kepuasan R Square R Square R Square Adjusted Kepuasan Loyalitas Variabel Sumber: Diolah dari SmartPLS 4. 10, 2024 Tabel 6. Path Coefficients dan Indiricet Effects Hipotesis Jalur T Statitics P Values Keterangan Citra Merek -> Kepuasan Diterima Kualitas Produk -> Kepuasan Ditolak Citra Merek -> Loyalitas Diterima Kualitas Produk -> Loyalitas Diterima Kepuasan -> Loyalitas Ditolak Ditolak Ditolak Citra Merek -> Kepuasan -> Loyitas Kualitas Produk -> Kepuasan > Loyalitas Sumber: Diolah dari SmartPLS 4. 10, 2024 Tabel 6 menunjukkan analisis hubungan antar variabel, baik langsung maupun tidak Citra merek terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan . statistik 2,271. p-value 0,. dan loyalitas . -statistik 8,018. p value 0,. Hal ini mengindikasikan bahwa citra merek yang positif mampu meningkatkan kepuasan dan loyalitas secara langsung. Sebaliknya, kualitas produk hanya berpengaruh signifikan terhadap loyalitas . -statistik 2,584. p-value 0,. , namun tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan . -statistik 0,444. p-value 0,. Dari sisi efek tidak langsung, kepuasan tidak berhasil memediasi hubungan antara citra merek dan loyalitas . statistik 0,823. p-value 0,. maupun hubungan antara kualitas produk dan loyalitas . statistik 0,947. p-value 0,. Selain itu, kepuasan sendiri tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap loyalitas . -statistik 0,967. p-value 0,. Citra merek memiliki peran yang lebih dominan dibandingkan kualitas produk dalam membangun loyalitas, sementara kepuasan tidak berperan sebagai mediator dalam hubungan tersebut. 40 | P a g e AuEKOMABIS: Jurnal Ekonomi Manajemen BisnisAy AuRinawati. Ahmad Dumyathi BashoriAy Pembahasan Pengaruh Citra Merek Terhadap Kepuasan Konsumen Citra merek memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen. Hasil ini menunjukkan bahwa citra merek Teh Gelas tertanam kuat di benak konsumen, terutama karena nama produknya yang unik dan mudah diingat. Temuan ini didukung oleh mayoritas responden yang memilih setuju dan sangat setuju pada variabel citra merek yang diukur berdasarkan asosiasi merek pada dimensi keunikan, yang menyatakan bahwa nama Teh Gelas sangat mudah diingat. Penelitian ini mendukung temuan sebelumnya (Junaedi et al. , 2. dan (Lise Tiasanty & Sitio, 2. yang menyatakan bahwa citra merek berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen. Semakin positif citra merek suatu produk, semakin baik pula kepuasan (Farizan et al. , 2. Citra merek yang kuat membuat perusahaan dapat memberikan keunggulan kompetitif dan meningkatkan persepsi konsumen terhadap produk lain yang dijual oleh perusahaan. Kesalahan kecil atau kontroversi dapat berdampak besar pada persepsi dan kepuasan. Oleh karena itu, perusahaan perlu berhati-hati dalam memelihara citra mereknya. Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Kualitas produk tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan. Hasil ini menunjukkan bahwa konsumen tidak melihat produk sebagai superior atau memenuhi kebutuhan mereka. Hal tersebut dapat dimaklumi mengingat sesuai dengan review konsumen yang didapati dari sosial media terkait rasa yang dimiliki Teh Gelas yaitu konsumen merespon negatif terkait rasa yang dimiliki, mulai dari rasa yang tidak enak, hambar, terlalu manis bahkan konsumen beranggapan Teh Gelas memiliki rasa yang Penelitian ini sejalan dengan sebelumnya (Purwati et al. , 2. bahwa kualitas produk tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan. Kualitas produk yang sesuai harapan akan menghasilkan kepuasan (Rachmawati & Santika, 2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan mungkin menghadapi kesulitan untuk menarik dan mempertahankan konsumen untuk jangka panjang, jika produk tidak menonjol dalam hal kualitas, bahkan produk dengan kualitas yang buruk atau tidak konsisten dapat mempengaruh dapat merusak reputasi merek. Perusahaan dapat mengalihkan fokusnya pada aspek lain selain kualitas produk. Pengaruh Citra Merek Terhadap Loyalitas Konsumen Citra merek berpengaruh signifikan terhadap loyalitas. Hasil ini memperlihatkan bahwa citra merek yang dimiliki Teh Gelas melekat dibenak konsumen, khususnya dari penawaran harga produknya berkompetitif. Sesuai dengan mayoritas jawaban responden yang memilih setuju dan sangat setuju pada variabel citra merek yang diukur berdasarkan asosiasi merek pada dimensi kekuatan yang menyatakan bahwa Teh Gelas harga yang terjangkau. Penelitian ini sejalan dengan sebelumnya bahwa citra merek berpengaruh signifikan terhadap loyalitas (Sudarman et al. , 2021. Tiasanty & Sitio, 2. Tentunya jika produk memiliki citra merek yang positif maka dapat mendorong perilaku pembelian yang lebih aktif dan konsumen bersedia untuk menerima perubahan harga yang mungkin AuUniversitas Pelita BangsaAy P a g e | 41 AuLoyalitas Generasi Milenial Terhadap Teh Gelas AAy timbul, karena konsumen percaya dan yakin terhadap value dari produk tersebut. Mempertahankan citra merek bukanlah hal yang mudah, jika perusahaan tidak mampu survive dengan perubahaan yang saat ini semakin cepat, maka citra merek dapat mengalami penurunan. Sangat penting bagi perusahaan untuk secara proaktif dapat mengelola serta memelihara citra mereknya. Hal tersebut dapat meliputi investasi dalam strategi pemasaran, memonitor umpan balik konsumen secara teratur dan merespon dengan cepat terhadap perubahaan dalam persepsi konsumen. Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Loyalitas Konsumen Kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap loyalitas. Hasil ini menunjukkan bahwa Teh Gelas memiliki kualitas produk yang baik sehingga membuat konsumen memutuskan untuk loyal. Sesuai dengan mayoritas jawaban responden yang memilih setuju dan sangat setuju pada variabel kualitas produk pada setiap indikator pertanyaan yang diajukan. Penelitian ini sejalan dengan temuan sebelumnya (Purwati et al. , 2. bahwa terdapat pengaruh signifikan kualitas produk terhadap loyalitas (Nasrol et al. , 2. Perusahaan dapat mengalokasikan lebih banyak sumber daya untuk penelitian dan pengembangan (R&D) untuk meningkatkan kualitas produk mereka, seperti dengan melakukan peningkatkan standar dan proses produksi untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan konsisten dan berkualitas tinggi. Pengaruh Kepuasan Konsumen Terhadap Loyalitas Konsumen Kepuasan konsumen tidak berpengaruh signifikan terhadap loyalitas. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun konsumen merasa puas dengan Teh Gelas, baik dari citra merek maupun kualitas produk, hal tersebut belum tentu menjadikan konsumen tersebut loyal. Penelitian ini sejalan dengan temuan sebelumnya (Purwati et al. , 2. , yang menunjukkan bahwa kepuasan konsumen tidak berpengaruh signifikan terhadap Jika kepuasan tidak menjadi dasar loyalitas, konsumen dapat dengan mudah beralih ke merek lain yang menawarkan insentif atau promosi yang lebih menarik. Perusahaan harus merevisi program loyalitas mereka dan mencari cara baru untuk menarik konsumen, seperti meningkatkan hubungan emosional dengan merek atau memberi mereka insentif yang lebih menarik, seperti diskon eksklusif, akses awal ke produk baru, atau penghargaan untuk pembelian berulang. Pengaruh Citra Merek Terhadap Loyalitas Konsumen melalui Kepuasan Konsumen Citra merek tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas melalui Padahal setelah dianalisis lebih dalam Teh Gelas masih aktif dalam melakukan promosinya melalui sosial media seperti Instagram. Youtube. Tiktok dan Teh Gelas juga aktif melakukan interaksinya di Instagram dengan mengadakan kuis dan berbagi gift kepada followers dan hastag #tehgelas di Instagram telah memiliki lebih dari 13. 000 postingan, hal tersebut tentu telah meningkatkan visibilitas dan interaksi merek. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa citra merek belum mampu memediasi pengaruh kepuasan terhadap loyalitas. Konsumen yang tidak merasakan kesesuaian antara janji promosi dan kualitas produk mungkin kehilangan kepercayaan, sehingga mereka lebih rentan berpindah ke merek pesaing 42 | P a g e AuEKOMABIS: Jurnal Ekonomi Manajemen BisnisAy AuRinawati. Ahmad Dumyathi BashoriAy yang menawarkan nilai lebih baik. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun promosi aktif berhasil menarik perhatian konsumen, keberlanjutan loyalitas memerlukan pengalaman produk yang konsisten. Oleh karena itu. Teh Gelas perlu memperkuat strategi promosi dengan menonjolkan identitas merek yang lebih autentik, meningkatkan kualitas interaksi dengan konsumen, dan memastikan konsistensi antara citra merek dan kualitas produk yang ditawarkan. Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Loyalitas Konsumen melalui Kepuasan Konsumen Kualitas produk tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas melalui Kualitas produk yang baik seharusnya menjadi dasar utama dalam menciptakan kepuasan dan loyalitas. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk Teh Gelas tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap loyalitas melalui kepuasan. Banyak konsumen mengeluhkan rasa produk yang monoton, terlalu manis, dan kurang inovatif dibandingkan pesaing. Kekurangan ini berdampak pada ketidakpuasan konsumen dan risiko kehilangan pelanggan ke merek lain yang menawarkan rasa atau inovasi lebih menarik. Untuk mengatasi hal ini. Teh Gelas perlu berinovasi dengan menciptakan varian rasa baru yang lebih segar dan relevan bagi Selain itu, peningkatan kualitas bahan baku, kemasan yang lebih menarik, dan pengumpulan masukan langsung dari konsumen dapat membantu menciptakan pengalaman produk yang lebih memuaskan. Dengan kualitas yang lebih baik, loyalitas konsumen dapat ditingkatkan secara signifikan. Didiukung oleh yang dikemukakan (Rachmawati & Santika, 2. bahwa produk dengan kualitas tinggi yang ditawarkan oleh perusahaan akan berdampak pada kepuasan. Semakin baik kualitas produk yang dimiliki, semakin tinggi tingkat kepuasan yang dirasakan oleh konsumen. Kesimpulan Citra merek memengaruhi kepuasan, sementara kualitas produk tidak. Citra merek dan kualitas produk berpengaruh terhadap loyalitas, namun kepuasan tidak berpengaruh terhadap loyalitas. Selain itu, citra merek dan kualitas produk tidak memengaruhi loyalitas melalui kepuasan. Perusahaan Teh Gelas perlu membuat inovasi iklan serta branding yang unik dan kekinian sehingga dapat melekat di benak konsumen, misalnya dengan cara menjadi sebuah brand yang fun, energik dan aktif dan juga membuat campaign yang up-to-date serta relevan dengan cara membuat konten yang lebih menarik dan interaktif di sosial media guna menarik audience. Teh Gelas juga perlu gencar dalam mem-branding dirinya sebagai produk teh kemasan yang terbuat dari bahan yang alami dan berkualitas tinggi. Teh Gelas perlu meningkatkan kualitas produk yang dimiliki, baik dari segi baku yang berkualitas agar dapat menyiptakan rasa yang menyegarkan dan rasa yang pas, desain kemasan yang unik agar mudah dikenali, daya tahan produk dan penambahan varian rasa, agar konsumen merasakan kepuasan sehingga konsumen bersedia untuk loyal. Penelitian selanjutnya diharapkan untuk meneliti variabel lain sesuai dengan fenomena dan masalah yang ditemukan, sehingga bisa dapat melihat adanya pengaruh dari variabel lain terhadap kepuasan atau loyalitas, menggabungkan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif agar lebih komprehensif. AuUniversitas Pelita BangsaAy P a g e | 43 AuLoyalitas Generasi Milenial Terhadap Teh Gelas AAy Daftar Pustaka