Model Pembelajaran Demonstrasi. Menggambar, dan Peer Editing: Mengatasi Problematika Menulis Teks Prosedur Siswa Kelas Vi5 SMP Negeri 1 Parepare Suhartina1. Andi Nurkidam2. Firman3 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pare suhartina@iainpare. andinurkidam@iainpare. firman@iainpare. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran menulis dengan menggunakan model Demonstrasi. Menggambar dan Peer Editing pada siswa kelas Vi SMP Negeri 1 Parepare. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan pemaparan data deskriptif kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari lembar observasi dari setiap pelaksanaan tindakan . roses pembelajara. , dan data kuantitatif diperoleh dari tes akhir setiap siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas Vi5 yang berjumlah 34 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pada siklus I hanya 60 dan meningkat menjadi 78,5 pada siklus II. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan terhadap hasil penelitian pada siklus I dan siklus II disimpulkan bahwa, pembelajaran menulis teks prosedur pada siswa kelas Vi5 SMP Negeri 1 Parepare dengan menggunakan model Demonstrasi. Menggambar dan Peer Editing dapat meningkatkan kemampuan pada proses pembelajaran dan hasil pembelajaran menulis teks prosedur. Kata Kunci: Menulis. Demonstrasi. Menggambar. Peer Editing PENDAHULUAN Menulis merupakan sebuah keterampilan Meskipun selalu ditulis paling akhir, berbahasa yang harus dikuasai oleh seorang bukan berarti menulis merupakan keterampilan Tulisan bukan hanya sebagai media yang tidak penting (Sardila, 2. Begitu penyampai gagasan, tetapi menjadi cerminan jati pentingnya sebuah kegiatan menulis hingga diri seseorang. Allah SWT menyebut AumenulisAy dalam firman- Dalam pembagian keterampilan berbahasa. Nya AuWahai Muhammad. Bacalah Alquran. menulis selalu diletakkan paling akhir setelah Tuhanmu adalah Tuhan Yang Mahamulia. Tuhan Suhartina. Nurkidam. Firman Jurnal Idiomatik Vol. No. Juni 2021 yang mengajari manusia menulis dengan pena menjadi kurang berjalan dengan baik. Hal (QS Al-Alaq . tersebut mengakibatkan siswa kurang tertarik Keterampilan menulis itu sangat penting mengikuti pembelajaran. Selain itu, perhatian karena keterampilan menulis merupakan ciri dari siswa menjadi tidak terpusat pada guru, siswa orang yang terpelajar atau bangsa yang terpelajar tidak memiliki perasaan yang positif dengan (Tarigan, 2. Dengan menulis, siswa dapat kegiatan pembelajaran dan siswa cenderung mengungkapkan atau mengekspresikan gagasan melakukan aktivitas yang di luar kegiatan atau pendapat, pemikiran, dan perasaan yang Dengan rendahnya minat belajar Selain itu, dapat mengembangkan daya siswa ini menyebabkan pengetahuan yang pikir dan kreativitas siswa dalam menulis. diberikan oleh guru kurang diserap dengan baik Berdasarkan hasil wawancara dengan guru oleh siswa. bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Parepare pada Proses pembelajaran perlu diperbaiki agar tanggal 24 Maret 2017, guru mengatakan bahwa mampu menumbuhkan minat belajar siswa dalam meskipun menulis merupakan hal yang sering dilakukan, namun siswa di SMP 1 Parepare pembelajaran tidak lepas dari penggunaan masih kurang cakap dalam menulis, terutama metode dan media pembelajaran agar materi dalam menulis teks prosedur. Hal ini sesuai dapat diserap dengan baik oleh siswa. Pemilihan dengan hasil penelitian Marta . bahwa nilai metode dan media pembelajaran disesuaikan rata-rata yang diperoleh siswa kelas Vi5 dalam dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. menulis teks prosedur adalah 55. Dari hasil Pemilihan metode dan media pembelajaran juga penelitian tersebut ditemukan fakta bahwa siswa disesuaikan dengan ketersedian peralatan serta masih belum mampu untuk menuliskan struktur kemampuan guru dalam melaksanakan metode teks dengan tepat dan tidak menggunakan ejaan dan media pembelajaran. Penggunaan metode yang sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan dan media pembelajaran setidaknya mampu Bahasa membuat siswa ikut berpartisipasi aktif dalam Permendikbud No. 50 Tahun 2015. Hal tersebut proses pembelajaran sehingga perhatian siswa dipengaruhi karena metode yang digunakan guru dapat terpusat pada kegiatan pembelajaran. Indonesia (PEUBI) kurang menarik siswa. Proses Beberapa teori yang mendukung untuk Berdasarkan uraian latar belakang masalah menjelaskan konsep dalam penelitian ini adalah di atas dapat diidentifikasi beberapa masalah teori tentang demonstrasi, gambar, dan peer yang muncul. Penggunaan metode pembelajaran Metode demonstrasi adalah metode yang kurang sesuai dengan tujuan pembelajaran. mengajar dengan cara memperagakan barang. Kegiatan pembelajaran masih menggunakan kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu metode ceramah dan tanya jawab. Penggunaan kegiatan, baik secara langsung maupun melalui metode pembelajaran belum maksimal karena penggunaan media pengajaran yang relevan metode yang digunakan guru tidak variatif. dengan pokok bahasan atau materi yang sedang Sehingga mengakibatkan proses belajar mengajar Metode demonstrasi dapat membuat Model Pembelajaran Demonstrasi. Menggambar, dan Peer Editing . proses penerimaan siswa terhadap pembelajaran bawah KKM. Dari 34 siswa hanya 12 siswa yang akan lebih berkesan secara mendalam (Wijaya, mampu mencapai KKM. Penilaian didasarkan pada dua aspek, yakni aspek struktur dan aspek Adapun persentase nilai menulis METODE teks prosedur pada siklus I dapat dilihat pada Metode penelitian yang digunakan adalah tabel berikut, penelitian tindakan kelas. Desain penelitian menggunakan siklus dengan tahapan yaitu . perencanaan, . pelaksanaan, . observasi, . Penelitian ini dilaksanakan di kelas Vi5 SMP Negeri 1 Parepare. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan Tindakan Siklus I Siklus Pertemuan menyampaikan materi, memperlihatkan video demontrasi tentang pembuatan bunga dari pipet. Kemudian siswa dibagikan kertas berisi teks mengklasifikasikan struktur teks dan kebahasaan teks procedural tersebut. Selanjutnya guru meminta siswa membacakan hasil klasifikasi yang telah dilakukan siswa. siswa yang lain memberikan komentar. Tahap terakhir guru Pada pertemuan kedua. guru memberikan Nilai Peserta Didik Frekuensi Persentase (%) Jumlah Data tersebut dapat dijabarkan sebagai nilai 90 diperoleh oleh dua siswa, nilai 80 diperoleh oleh delapan siswa, nilai 70 diperoleh oleh enam siswa, nilai 60 diperoleh oleh delapan siswa, dan nilai 50 diperoleh oleh dua siswa. Selanjutnya masing-masing dua siswa mendapat nilai 40, 30 dan 20. Sehingga nilai rata- memberikan simpulan dan motivasi. Selanjutnya. No. Selanjutnya, siswa diminta untuk Tabel 1 Ditribusi Frekuensi dan Persentase Hasil Menulis Teks Prosedur rata yang diperoleh siswa pada siklus pertama memperhatikan demonstrasi AuCara Menyalakan Uraian mengenai aspek yang dinilai dari dan Mematikan KomputerAy di LCD. Setelah hasil tes menulis teks prosedur pada siswa kelas selesai, siswa diminta menulis teks prosedur sesuai pengamatan. Kemudian, siswa diminta membacakan hasil teks prosedural. Berdasarkan hasil menulis teks prosedur ditemukan fakta bahwa hasil menulis teks prosedur siswa kelas Vi5, rata-rata masih di Vi SMP Negeri 1 Parepare dijabarkan sebagai Berdasarkan hasil menulis teks prosedur siswa kelas Vi5 ditemukan fakta bahwa hanya 10 siswa yang dapat menulis teks prosedur dengan struktur yang tepat. Siswa tersebut mampu menjelaskan tujuan dan langkah-langkah Suhartina. Nurkidam. Firman Jurnal Idiomatik Vol. No. Juni 2021 menyalakan dan mematikan komputer dengan Sementara 24 siswa tidak mampu Sementara itu, siswa malah menuliskan teks prosedur AuCara Menyalakan dan memisahkan imbuhan di dengan kata yang Mematikan KomputerAy dengan benar. Selain tidak runtut, ada pula yang bahkan tidak meyelesaikan tugas menulis teks prosedural. Selain tujuan, struktur teks prosedur yang harus ada adalah langkah-langkah. Langkahlangkah ini sangat penting karena membantu pembaca untuk mengetahui prosedur/cara untuk mencapai tujuan yang diinginkan. menuliskan langkah-langkah menyalakan dan mematikan komputer dengan tepat. Tiga siswa langkah-langkah menyalakan dan mematikan komputer. Siswa tersebut hanya menuliskan judul dan tujuan. Sementara itu 25 siswa, meskipun menulis stuktur teks . angkah-langka. tetapi langkahlangkah yang dituliskannya kurang tepat. Bahkan ada yang tidak lengkap. siswa, ditemukan banyak problem terutama dari unsur kebahasaan. Masalah kebahasaan yang ditemukan berupa kesalahan penulisan judul, kesalahan penulisan ejaan . anda baca, penulisan huruf kapital, penulisan kata depan dan penulisan imbuha. , tidak menggunakan pola kalimat imperatif dan pemilihan diksi yang tidak tepat. Dari 34 siswa tidak ada satupun siswa yang mampu menulis teks prosedur dengan unsur kebahasaan yang tepat. Pada hasil penelitian ditemukan siswa menggunakan huruf kapital di tengah kata, maupun di akhir kata, tetapi tidak menggunakan huruf kapital pada awal kalimat. Untuk penulisan kata depan, siswa cenderung Pelaksanaan Tindakan Siklus II Berdasarkan hasil evaluasi dan refleksi pada siklus pertama, guru mendesain pembelajaran pada siklus kedua dengan menerapakan model menggambar, dan teknik peer editing. Siklus ini memperlihatkan video demontrasi Pembuatan Bunga dari Kertas melalui LCD. Kemudian siswa dibagikan kertas berisi teks Prosedur Membuat Bunga dari Kertas. Selanjutnya, siswa mengklasifikasikan struktur teks prosedural. Selanjutnya. Tahap terakhir guru memberikan simpulan dan motivasi. Berdasarkan hasil menulis teks prosedur dilaksanakan dalam dua pertemuan. Pertemuan Dari 34 siswa hanya 6 siswa yang mampu Pada pertemuan kedua. guru memberikan Selanjutnya memperhatikan demonstrasi pembuatan ice cream yang dilakukan guru. Siswa diminta untuk memperhatikan guru, sambil memvisualisasikan hal yang dilihatnya dalam bentuk gambar. Setelah selesai, siswa diminta menulis teks prosedur sesuai pengamatan dan gambar yang telah dibuat. Kemudian, siswa diminta untuk duduk berpasangan dan mengoreksi hasil tulisan teman . truktur dan kebahasaa. Kemudian siswa mengedit kembali tulisan yang telah dikoreksi oleh teman. Tes pada siklus kedua menggunakan aspek penilaian yang sama pada siklus I, yakni struktur Model Pembelajaran Demonstrasi. Menggambar, dan Peer Editing . tes dan kebahasaan. Berdasarkan hasil menulis tujuan dari isi teks prosedur yang dibuatnya teks prosedur pada siklus kedua ditemukan dengan tepat. siswa hanya menulis jenis-jenis es bahwa hasil menulis teks prosedur siswa kelas cream dan outlet-outlet yang menjual es cream. Vi5, rata-rata sudah di atas KKM. Hal tersebut Selain tujuan, struktur teks prosedur yang berdasarkan hasil menulis teks prosedur dari 34 harus ada adalah langkah-langkah. Langkah- siswa hanya 8 siswa yang tidak mampu mencapai langkah ini sangat penting karena membantu KKM. Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut pembaca untuk mengetahui prosedur/cara untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Berdasarkan Tabel 2. Ditribusi Frekuensi dan Persentase Hasil Menulis Teks Prosedur Persentase Frekuensi (%) hasil menulis teks prosedur dari 34 siswa, hanya 6 orang yang menuliskan alat dan bahan dengan No. Nilai Peserta Didik langkah 26 siswa mampu menuliskan langkah- langkah membuat ice cream dengan tepat dan Sementara itu, 8 siswa menulis langkah membuat ice cream tidak sesuai prosedur. Jumlah siswa menuliskan langkah-langkah teks prosedur tidak lengkap. Selanjutnya pada bagian langkah- Nilai tertinggi 90 diperoleh oleh delapan tidak runtut dan lima siswa menuliskan langkah- orang siswa, nilai 80 diperoleh oleh delapan belas langkah membuat ice cream dengan tidak orang siswa, nilai 70 diperoleh oleh tiga siswa, dan nilai 60 diperoleh oleh lima siswa. da langkah-langkah Uraian mengenai aspek yang dinilai dari Berdasarkan hasil menulis teks prosedur hasil tes menulis teks prosedur pada siswa kelas siswa pada siklus kedua, ditemukan masih Vi SMP Negeri 1 Parepare dijabarkan sebagai ditemukan problem dari unsur kebahasaan. Masalah kebahasaan yang ditemukan berupa Berdasarkan hasil menulis teks prosedur kesalahan penulisan ejaan . anda baca, penulisan siswa kelas Vi5 ditemukan fakta bahwa 30 huruf kapital, penulisan kata depan dan penulisan siswa dapat menulis teks prosedur dengan Namun kesalahan tersebut tidak struktur yang tepat. Siswa tersebut mampu terlalu signifikan. langkah-langkah Pada penulisan tanda baca. siswa masih membuat ice cream dengan tepat. Sementara 4 belum konsisten menggunakan tanda baca titik siswa tidak mampu menuliskan teks prosedur untuk mengakhiri kalimat peryataan, begitu pula cara membuat ice cream dengan benar. dalam mennuliskan tanda seru untuk kalimat Pada data hasil menulis teks prosedur Hal ini terbukti pada hasil menulis ditemukan, bahwa 28 siswa mampu menulis siswa, dalam beberapa kalimat siswa telah tujuan membuat es cream dengan tepat. menggunakan tanda baca yang sesuai namun ada Sementara 6 siswa tidak mampu menjelaskan pula beberapa kalimat yang tidak dibubuhi tanda Suhartina. Nurkidam. Firman Jurnal Idiomatik Vol. No. Juni 2021 Tidak hanya itu, ada data juga ditemukan Penelitian tindakan ini dilakukan dalam dua bahwa empat siswa masih salah dalam menulis Pada proses perencanaan siklus I dan II. Siswa pembelajaran menulis teks prosedur dengan cenderung menuliskan kedua kata tersebut model Demonstrasi. Menggambar dan Peer dengan pola yang sama. Seperti pada penulisan Editing dalamAy. Audi luarAy AuditaruhAy, pembelajaran disusun dan dirancang secara rinci dihidangkan, disantapAy pada teks prosedur siswa dan spesifik. Setiap perencanaan pembelajaran menulis, kedalam, diluar, di taruh, di hidangkan membahas hal-hal yang akan dilakukan dalam dan di santap. bentuk RPP. Perencanaan pembelajaran yang Auke dan kata berimbuhan. Dari aspek kebahasaan, kemampuan siswa terbukti dari mereka sudah mampu menuliskan hal-hal pembelajaran dalam menulis. huruf kapital di awal kalimat, memberi tanda Dalam proses pelaksanaan pembelajaran baca titik (. ) untuk kalimat pernyataan dan tanda pada siklus I dan siklus II, guru menjalankan baca seru (!), di akhir kalimat. Selain itu siswa penelitian ini dengan menggunakan model sudah menggarisbawahi kata yang berbahasa Demonstrasi. Menggambar dan Peer Editing. selain bahasa Indonesia. Tidak hanya itu. Sebelum menulis teks prosedur, guru terlebih berdasarkan hasil menulis teks prosedur dari dahulu memutarkan video demonstrasi untuk aspek kebahasaan terlihat bahwa sebagian besar mengarahkan siswa dalam menentukan topik siswa sudah mampu membedakan penulisan kata atau ide dalam menulis. Selain menggunakan depan dan kata berimbuhan. Penerapan Demonstrasi. Menggambar dan Peer Editing Penerapan Demonstrasi, menggunakan metode menggambar. Pada saat ditugaskan untuk menggambar alat dan bahan serta langkah kerja. Hal ini dilakukan agar dalam Menggambar Peer Editing proses pembelajaran . enyaksikan demonstras. siswa tidak pasif. Hal ini sesuai dengan pendapat Ketiga metode ini, digunakan untuk Sardiman merangsang kreativitas siswa dalam menuangkan sangatlah diperlukan adanya aktivitas. Aktivitas ide atau gagasan melalui teks prosedur. Hal ini yang dimaksud dapat bersifat fisik maupun sesuai dengan yang dikemukakan oleh Ahmadi Keaktifan siswa dalam belajar dapat bahwa menulis adalah upaya untuk mendorong diklasifikasikan menjadi beberapa macam salah siswa berpikir jujur dan bertanggung jawab satunya adaah Drawing activities, seperti: dalam kaitannya dengan penggunaan bahasa menggambar, membuat grafik, dan peta grafik. dalam belajar teman sebaya adalah teknik pembelajaran yang Selanjutnya teknik peer editing atau revisi secara integritas, sensitif, dan merangsang daya pikir intelektual siswa. (Suhartina : 2. Model Pembelajaran Demonstrasi. Menggambar, dan Peer Editing . pekerjaan siswa lain dan memberikan umpan Teknik tersebut jika diterapkan dengan baik, maka akan bermanfaat bagi guru dan siswa Pedoman (PEUBI) berdasarkan Permendikbud No. pemikiran kritis dan keterampilan, khususnya dalam menulis teks prosedur (Fajriah :2. Pada Umum Ejaan Bahasa Indonesia Tahun 2015 Setelah menggunakan model Demonstrasi. Menggambar, pertama, proses pembelajaran belum berjalan dan Peer Editing dilaksanakan pada siklus dengan lancar sehingga masih banyaknya siswa pertama, maka dilakukanlah evaluasi. Hasil yang tidak aktif, tidak fokus dan kurang interaksi dalam pembelajaran. Pada saat kegiatan awal, pembelajaran yang tidak memuaskan, hasil guru mengabsen siswa satu persatu, sehingga hal menulis teks prosedur siswa juga masih kurang tersebut mengakibatkan tidak efisiennya waktu Perolehan skor rata-rata pada siklus yang digunakan guru. Waktu yang digunakan pertama dari 34 siswa hanya mencapai 60. Data pada kegiatan awal semestinya hanya 10 menit, tersebut menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa tetapi guru melaksanakan kegiatan awal selama berada pada kategori cukup. 17 menit. Selain itu, pada kegiatan inti guru tidak Penilaian teks prosedur tersebut, didasarkan menjelaskan secara jelas mengenai kriteria pada dua aspek penilaian yakni struktur dan penilaian yang ada dan tidak melaksanakan Dari segi struktur, ditemukan fakta rencana pembelajaran secara sistematis. Kendala bahwa sebagian besar siswa masih belum mampu lain adalah pada siklus pertama guru kurang menuliskan tujuan dan langkah-langkah menulis dalam memberikan apersepsi dengan hanya teks prosedur AuMematikan dan Menyalakan memberikan satu pertanyaan ke siswa. Padahal KomputerAy. Begitupula pada aspek kebahasaan. Pada aspek kebahasaan. ditemukan banyak pertanyaan agar siswa antusias mengikuti Selain itu, penggunaan media penulisan huruf kapital, huruf miring, kata depan, video untuk menindaklanjuti metode demonstrasi penulisan kata berimbuhan hingga penggunaan tidak cocok digunakan pada kelas Vi5, hal ini tanda baca. Tidak hanya itu, pada hasil teks didasarkan pada hasil observasi bahwa siswa menulis prosedur siswa ditemukan fakta bahwa kurang mampu menangkap inti dari penayangan hanya 4 siswa yang menuliskan teks prosedurnya Sehingga hasil menulis teks prosedur dengan menggunakan kalimat imperatif. Padahal siswa pada siklus I tidak runtut. salah satu ciri kebahasaan teks prosedur adalah Tidak hanya itu, meskipun tulisan yang dibuat siswa sudah berbentuk teks prosedur, hasil . alimat tulisan belum terarah pada Pedoman Umum Hasil menulis teks prosedur siswa pada Ejaan Bahasa Indonesia yang tepat dan hubungan siklus I yang tidak sesuai dengan tujuan penelitian, menunjukkan bahwa siklus I belum Suhartina. Nurkidam. Firman Jurnal Idiomatik Vol. No. Juni 2021 berhasil dengan optimal. Berdasarkan hasil refleksi, dilakukan perbaikan pada kegiatan- memberikan motivasi dan pendekatan kepada kegiatan yang belum maksimal untuk mencapai siswa secara langsung. Selain itu demonstrasi tujuan yang diinginkan. enggunakan bahan dan alat yang Oleh karena itu, peneliti memutuskan untuk nyat. yang dilakukan guru juga memberi efek melanjutkan penelitian ke siklus kedua. Pada kegiatan awal pertemuan pertama siklus kedua, pembelajaran siklus kedua, siswa lebih fokus guru tidak lagi mengabsen siswa satu persatu. memperhatikan demonstrasi yang dilakukan guru guru langsung menyebut nama siswa yang tidak dibanding melihat video demonstrasi. Hal hadir dan menanyakan sebab siswa tersebut tidak tersebut sesuai pendapat Sanaky . hadir ke ketua kelas. Cara ini fektif untuk bahwa benda asli merupakan alat paling efektif menghemat waktu yang digunakan guru. Pada mengikutsertakan berbagai indera dalam belajar. kegiatan tersebut guru banyak memberikan Tidak hanya itu, pada siklus kedua guru juga motivasi kepada siswa dan menjelaskan tujuan Selanjutnya unsur-unsur pertemuan kedua, guru memberikan apersepsi Sehingga hal tersebut berimplikasi pada hasil belajar siswa. kehidupan sehari-hari. Cara ini cukup jitu. Aktivitas siswa pada siklus II tampak terbukti dengan banyaknya siswa yang merespon mengalami perubahan. Mulai pada proses apersepsi yang disampaikan guru. Setelah itu guru memutarkan kembali contoh demonstrasi melalui video dan meminta siswa memperhatikan Siswa aktif menyimak tujuan teman kelompok. Hal ini dilakukan agar siswa dapat membangun konsep dan membantu teman berdasarkan petunjuk yang dilakukan guru. Hal yang masih kurang paham dalam kelompoknya. ini sesuai dengan pendapat Hairston . alam Selanjutnya, pada pertemuan kedua siklus Basri, 2005:. bahwa, kegiatan menulis dalam kedua guru tidak lagi menggunakan video pada sebuah bidang ilmu memungkinkan kita untuk saat siswa akan menulis teks prosedur, tapi menjadi aktif dan tidak hanya menjadi penerima mendesain metode pembelajaran demonstrasi Selain itu pada siklus II, terlihat interaksi yang baik antara siswa dan guru, guru Berdasarkan hasil obervasi pada dan siswa serta siswa dan siswa. Tidak hanya siklus kedua, ditemukan fakta bahwa proses pembelajaran berlangsung efisien dan siswa lebih pembelajaran tetapi juga berdasarkan analisis tes bersemangat dalam mengikuti pembelajaran teks prosedur dengan memperhatikan struktur karena selain guru melaksanakan rencana dan teks kebahasaan pada siklus II nilai rata-rata mendiskusikan struktur teks prosedur bersama Model Pembelajaran Demonstrasi. Menggambar, dan Peer Editing . siswa meningkat menjad 78, 8. Nilai rata-rata dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran tersebut berada pada kriteria baik. ewadahi aspek kognitif dan psikomotorik ) Berdasarkan hasil pengamatan peneliti, baik Bagi sekolah, pembelajaran menulis teks pada proses kegiatan maupun pada hasil prosedur memerlukan model dan media yang penugasan maka siklus II berhasil sesuai tujuan tepat, sehingga sekolah perlu menyiapkan sarana kegiatan penelitian. Penggunaan model Sibaper dan prasarana tersebut. efektif digunakan dalam upaya mengatasi kesulitan siswa menulis teks prosedur sehingga penelitian ini tidak perlu dilanjutkan pada siklus DAFTAR PUSTAKA Basri. Paradigma Baru Sistem Pembelajaran. Bandung: Pustaka Setia. PENUTUP Kesimpulan Proses demonstrasi, menggambar dan peer editing yang dapat meningkatkan keterampilan menulis teks prosedur siswa kelas Vi SMP Negeri 1 Parepare pada siklus I melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan refleksi. Pada siklus I pembelajaran menulis teks prosedur dianggap masih kurang maksimal sehingga pembelajaran dilanjutkan ke siklus II dengan memperbaiki kesalahan-kesalahan pada siklus pertama. Hasil pembelajaran teks prosedur dengan metode demonstrasi, menggambar dan peer editing mengalami peningkatan nilai rata-rata siswa yang pada siklus I hanya 60 meningkat menjadi 78,5. Selain itu terjadi pula perubahan sikap yang signifikan pada diri siswa. Saran