MENGOPTIMALKAN KEGIATAN RELIGIUSITAS DI DUSUN SANGGRAHAN. DESA AMPELGADING, TIRTOYUDO MALANG Penulis: Sejarah Artikel: Usrin Malikha . srin@alqolam. Diterima: 17 Juni 2022 Institut Agama Islam (IAI) Al-Qolam Malang Direvisi: 01 Juli 2022 Diterima: 12 Agustus 2022 ABSTRAK: Dusun Sanggrahan secara administratif terletak di Desa Ampelgading kecamatan Tirtoyudo Kab. Malang Dusun ini terdapat beberapa Taman Pendidikan Baca Al Qur'an (TPQ) yaitu TPQ Ar-Rohman. TPQ Nurul Hidayah. TPQ Nurus Syafi. TPQ Al Muttaqin dan Madin Nurul Jadid. Tempat belajar agama ini menjadi fasillitator anak-anak dalam mengembangkan baca tulis AlQur'an ataupun bidang agama lain seperti praktik sholat ataupun tatanan ibadah dasar dalam menjalankan rutinitas. Di sisi lain, minat dari anak-anak ataupun dukungan dari orang tua dirasa kurang hal ini karena minimnya pengetahuan tentang pentingnya ibadah ataupun kurangnya dari aparatur pemerintah, secara keseluruhan baik pendidikan umum atau agama. Adanya potensi alam yang baik dan sumber daya manusia yang masih dapat dioptimalkan mendorong mahasiswa KKN di Ampelgading untuk membantu mengatasi kendala di atas dengan melakukan sosialisasi kegiatan keagamaan. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah warga Dusun Sanggrahan. Desa Ampelgading. Kecamatan Tirtoyudo. Malang. Metode pendekatan dilakukan dengan survey dan pendekatan partisipatif pada wilayah Sanggrahan untuk melihat kondisi riil di lapangan, selanjutnya dilakukan persiapan dan pelaksanaan FGD dengan warga setempat untuk merencanakan pelaksaan kegiatan, dan kemudian persiapan untuk pendampingan program. Sasaran diharapkan memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Kata Kunci: desa. pengabdian kepada masyarakat. PAR ABSTRACT: Sanggrahan is administratively located in Ampelgading Village. Tirtoyudo District. In this area there are several Qur'an Reading Education Parks (TPQ), namely TPQ Ar-Rohman. TPQ Nurul Hidayah. TPQ Nurus Syafi. TPQ Al Muttaqin and Madin Nurul Jadid. This place of religious learning becomes a facilitator for children in developing reading and writing of the Qur'an or other religious fields such as the practice of prayer or basic worship arrangements in carrying Jurnal Aksi Afirmasi Vol. 3 No. Usrin Malikha out routines. On the other hand, there is a lack of interest from children or support from parents, this is due to a lack of knowledge about the importance of worship or a lack of government officials, both in general and religious education. The existence of good natural potential and human resources that can still be optimized encourage students in Ampelgading to overcome the obstacles by conducting socialization of religious activities. The target of this service activity is the residents of Sanggrahan. Ampelgading Village. Tirtoyudo District. Malang. The approach method was carried out using surveys and participatory approaches in the Sanggrahan area to see the real conditions on the ground, then preparation and implementation of FGDs were carried out with local residents to plan the implementation of activities, and then preparations for program assistance. The target is expected to acquire adequate knowledge and skills. Keywords: village. community engagement. PAR Mengoptimalkan Kegiatan Religiusitas di Dusun Sanggrahan. Desa Ampelgading. Tirtoyudo Malang PENDAHULUAN Dusun Sanggrahan secara administratif terletak di Desa Ampelgading Kecamatan Tirtoyudo Kab. Malang, secara geografis Dusun Sanggrahan terletak pada wilayah Kecamatan Tirtoyudo berada di Kabupaten Malang bagian tenggara. Wilayahnya memanjang dari utara ke selatan. Topografinya beragam mulai dari pesisir di bagian selatan, perbukitan di bagian tengah hingga lereng Gunung Semeru di bagian utara, dengan ketinggian antara 01. 100 meter di atas permukaan air laut. Muntahan abu dari aktivitas Gunung Semeru yang diterima oleh penduduk hampir setiap hari sering menjadi berkah tersendiri karena umumnya tanah di daerah ini subur. Dusun Sanggrahan meliputi dua wilayah 60% geografis pegunungan dan 40% dataran rendah. Luas lahan tersebut terbagi kedalam beberapa kelompok yang meliputi fasilitas umum, fasilitas ibadah, pemukiman, pertanian, dan kegiatan ekonomi kemasyarakatan. Di dusun tersebut terdapat juga kebun yang dikelola dan ditanami tanaman kopi. Selain itu. Dusun Sanggrahan termasuk penghasil kopi kualitas terbaik sehingga kopi-kopi yang dihasilkan bisa mengikuti standard kualitas ekspor dan bisa menghasilkan hingga 200 ton biji kopi pertahunnya. Dalam bidang pendidikan. Dusun Sanggrahan memiliki beberapa lembaga pendidikan yaitu sekolah TK Dharma Wanita Persatuan 1 Ampelgading. KB Mutiara Harapan 02 Ampelgading. KB Mutiara Harapan 03 Ampelgading. SDN 1Ampelgading. Tidak adanya sekolah setingkat SLTA menjadi penghambat SDA masyarakat Sanggrahan. Sehingga masyarakat Dusun Sanggrahan menempuh jarak lebih jauh untuk melanjutkan jenjang yang lebih tinggi di Kecamatan Turen dan sekitarnya. Dusun ini terdapat beberapa Taman Pendidikan Baca Al Qur'an (TPQ) yaitu TPQ Ar-Rohman. TPQ Nurul Hidayah. TPQ Nurus Syafi. TPQ Al- Muttaqin dan Madin Nurul Jadid. Kelima tempat belajar agama ini menjadi fasillitator anak-anak dalam mengembangkan baca Al-Qur'an ataupun bidang agama lain seperti praktek sholat ataupun tatanan ibadah dasar dalam menjalankan rutinitas ibadah, disisi lain minat dari anak-anak ataupun dukungan dari orang tua dirasa kurang hal ini karena minimnya pengetahuan tentang pentingnya ibadah ataupun kurangnya dari aparatur pemerintah, secara keseluruhan baik pendidikan umum atau agama. Meskipun bidang keagamaan tergolong rendah, di Dusun Sanggrahan ini juga terdapat kegiatan-kegiatan keagamaan seperti: sholawatan, tahlil, setiap minggunya dan pengajian lansia setiap hari, walaupun tidak semua Usrin Malikha warga yang ikut andil dalam kegiatan tersebut. Hal ini disebabkan karena masih ada sebagian masyarakat yang belum menganggap penting kegiatankegiatan semacam itu, dan bisa dikatakan mereka belum totalitas dalam Kebutuhan manusia akan unsur rohaniah yang hanya bisa dipenuhi dari melaksanakan kegiatanAekegiatan keagamaan dengan baik namun hal ini tidak dapat sepenuhnya terpenuhi secara maksimal. Salah satu faktor penyebabnya adalah rendahnya pemahaman agama, kesibukan masyarakat yang mayoritas sebagai petani yang kesehariannya berada di ladang, sehingga ketika mereka sampai di rumah lebih memilih untuk memulihkan tenaganya dibandingkan dengan melakukan kegiatan kemasyarakatan baik berupa kegiatan keagamaan maupun kegiatan sosial. METODE PELAKSANAAN PENGABDIAN Dusun Sanggrahan Desa Ampelgading merupakan desa yang berada di lereng gunung semeru di mana mayoritas mata pencahariannya adalah berkebun, selain itu sebagian besar masyarakat memilih untuk bekerja di luar daerah dengan tujuan ingin meningkatkan perekonomian agar memiliki kehidupan yang lebih layak. Masyarakat terlalu banyak menghabiskan waktu untuk bekerja sehingga mengesampingkan kepentingan lain seperti kebutuhan rohani yakni ilmu agama. Permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat adalah kurangnya kesadaran terhadap pentingnya ilmu agama, maka dengan kehadiran mahasiswa IAI Qolam Malang berpengaruh terhadap wawasan dan pengetahuan terkait pemahaman agama. Di mana sebelumnya minimnya kesadaran masyarakat dalm mempelajari ilmu agama. Masyarakat sangat mengapresiasi program kerja yang dibuat karena masyarakat sadar bahwa pengetahuan terkait ilmu agama sangat penting sebagai bekal dalam kehidupan pribadi maupun bermasyarakat. Mengoptimalkan Kegiatan Religiusitas di Dusun Sanggrahan. Desa Ampelgading. Tirtoyudo Malang HASIL DAN DISKUSI Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa IAI Al-Qolam Malang telah mencapai target outcome yang terlampir dalam proposal pengabdian. Bentuk ketercapaian kegiatan dapat ditinjau dari antusiasme masyarakat terhadap program- program yang Dalam hal ini peran serta pihak terkait menjadi support terbesar bagi mahasiswa. Dalam hal ini bentuk kegiatan yang telah terlaksana adalah, pertama, pengajian akbar. Kegiatan ini melibatkan seluruh masyarakat Dusun Sanggrahan yang berisi rangkaian kegiatan pembacaan surah Yaasin. Tahlil. Istighosah, dan mauidhoh hasanah. Kegiatan kedua adalah revitalisasi TPQ dengan melakukan penerapan metode belajar Al QurAoan yang lebih Usrin Malikha terstruktur dan tersusun agar memiliki target pembelajaran yang jelas dan Langkah-langkah yang dilakukan salah satunya adalah Menyusun metode pembelajaran yang disesuaikan dengan peserta didik, mensosialisasikan secara terbuka kepada santri. Tingkat keberhasilan program tersebut dapat dilihat secara nyata dengan semakin bertambahnya santri yang masuk ke TPQ sehingga dapat dijadikan tolak ukur keberhasilan program kerja yang telah dilaksanakan sebagai wujud dari pengabdian Ketiga, pelatihan melaksanakan salat janazah dan prosesi Sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat dusun Mahasiswa ikut berpartisipasi membantu warga yang sedang Anggota tidak hanya sekadar datang untuk takziyah akan tetapi kami juga ikut membantu untuk mensholatkan jenazah hingga prosesi Keempat, berkolaborasi dengan takmir masjid dalam mengkaderisasi untuk menjalankan kegiatan keagamaan. Pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut sebelumnya telah didahului dengan pelaksanaan survei. Survey dilakukan dengan berkunjung ke daerah mitra sasaran, yaitu Dusun Sanggrahan. Desa Ampel gading. Kecamatan Tirtoyudo, untuk melihat secara real potensi wilayah dan sumber daya manusia yang ada di lokasi daerah tersebut, selanjutnya melakukan FGD (Forum Group Discussio. bersama warga setempat untuk membahas masalah, solusi serta potensi yang ada di daerah tersebut. Dari hasil FGD diketahui bahwa di Dusun sanggrahan masih banyak warga yang kurang antusias dalam kegiatan keagamaan karena rata-rata warganya kebanyakan para petani. dalam menjalankan rutinitas ibadah, disisi lain minat dari anak-anak ataupun dukungan dari orang tua dirasa kurang hal ini karena minimnya pengetahuan tentang pentingnya ibadah ataupun kurangnya dari aparatur pemerintah, secara keseluruhan baik pendidikan umum atau agama Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa IAI Al-Qolam Malang telah mencapai target outcome yang terlampir dalam proposal pengabdian. Bentuk ketercapaian kegiatan dapat ditinjau dari antusiasme masyarakat terhadap program- program yang Dalam hal ini peran serta pihak terkait menjadi support terbesar bagi mahasiswa dan melaksanakan kegiatan sholawatan bersama Mengoptimalkan Kegiatan Religiusitas di Dusun Sanggrahan. Desa Ampelgading. Tirtoyudo Malang Monitoring dan evaluasi dilakukan oleh dosen dan mahasiswa. Pada tahap monitoring mahasiswa secara berkala memantau atas hasil yang dicapai dari serangkaian kegiatan sebelumnya, apakah terdapat kendala yang dihadapi setiap anggota. Sedangkan pada tahap evaluasi ini sangat penting untuk mengetahui kemampuan masing-masing peserta dalam menyerap sehingga mempermudah proses pendampingan pada tahap berikutnya, halhal atau masalah yang timbul diharapkan akan menjadi masukan perbaikan di masa yang akan datang. Setiap kegiatan harus ada monitoring secara berkala untuk melihat apakah kegiatan terarah sebagaimana tujuan yang ditetapkan. Dosen dan mahasiswa menelaah masalah-masalah yang dihadapi selama kegiatan dan mencari solusi bersama dengan tujuan kelancaran kegiatan ini. Langkah yang dilakukan pada tahap ini adalah melakukan pencatatan terhadap informasi dari yang sudah disampaikan masyarakat bahwa mereka telah melakukan kegiatan pengolahan ini secara mandiri. Usaha tindak lanjut dalam bentuk pemantauan kepada masyarakat terhadap semua hasil kegiatan pendampingan. Masyarakat setempat diharapkan dapat meneruskan, mengembangkan dan mengoptimalkan kegiatan keagamaan yang telah dibina bersama dosen dan mahasiswa. Berikut adalah luaran yang telah dicapai atas program pendampingan keagamaan terhadap masyarakat Dusun Sanggrahan Desa Ampelgading. Memberikan pengalaman belajar dan bekerja kepada mahasiswa tentang penerapan dan pengembangan ilmu di luar kampus. Mendewasakan pola pikir dan melatih mahasiswa agar lebih terampil dalam memecahkan masalah yang ada didalam masyarakat secara pragmatis ilmiah. Meningkatkan empati dan kepedulian sosial mahasiswa. Memberikan keterampilan kepada mahasiswa untuk melaksanakan program-program pengembangan dan pembagunan. Melalui pengalaman belajar dan bekerja dalam melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat secara langsung, akan menumbuhkan sifat profesional pada diri mahasiswa. CONCLUSION Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan pendampingan keagamaan program kerja pengabdian masyarakat yang di laksanakan dalam kurun waktu dua bulan ini menghasilkan perubahan yang cukup signifikan bagi Usrin Malikha masyarakat dusun sanggrahan. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya jamaAoah yang datang ke masjid, antusiasme warga yang sangat tinggi untuk mengikuti kegiatan keagamaan yang dibuat oleh mahasiswa. Selain itu dengan adanya penggunaan metode secara terstruktur dalam kegiatan TPQ membuat santri TPQ antusias untuk belajar serta menarik minat wali santri untuk memasukkan putra-putrinya ke TPQ. Selain itu mahasiswa juga berhasil melakukan pendekatan serta sosialisasi kepada warga masyarakat tentang pentingnya mengikuti kegiatan sosial seperti Tajhizul Jenazah agar membuka wawasan terkait kesadaran masyarakat dalam hal kepedulian sosial. SARAN Rekomendasi yang bisa diberikan atas pelaksanaan kegiatan pelatihan ini adalah: Masyarakat tetap melanjutkan kegiatan keagamaan yang dibuat oleh mahasiswa. Antusiasme masyarakat untuk mengikuti sholat berjamaAoah tidak berkurang setelah kegiatan pengabdian masyarakat mahasiswa IAI Al- Qolam Malang berakhir. Kader-kader TPQ yang telah dibentuk mampu menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik. Kader-kader yang dibentuk untuk menghidupkan masjid tetap menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik. Kepedulian sosial masyarakat terus meningkat seiring dengan berjalannya waktu. Mengoptimalkan Kegiatan Religiusitas di Dusun Sanggrahan. Desa Ampelgading. Tirtoyudo Malang REFERENCES