Vol. No. Mei 2024, hal, 63-68 https://doi. org/10. 54214/efada. Vol1. Iss1. Pelatihan Baca Al Quran dengan Metode Iqro Bagi Calon Guru TPQ Dusun Piyaman 2 Nanda Djoehan Muhammad. Zakaria Albi Saputra . Hermawan Hermawan. 1,2,. Sekolah Tinggi Agama Islam Ali bin Abi Thalib Surabaya. Indonesia Info Artikel Kata kunci : Metode Iqro Taman Pendidikan Al-Qur'an Dusun Piyaman II Email Koresponden : djoehan95@gmail. albi32@gmail. hermawan@stai-ali. ABSTRAK Artikel ini membahas pentingnya pendidikan dalam pembentukan karakter dan kepribadian, serta peran Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an di masyarakat, khususnya di Dusun Piyaman 2. Wonosari. Gunungkidul. Pendidikan dianggap sebagai proses internalisasi nilai-nilai yang esensial dalam kehidupan. Meskipun mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, survei menunjukkan bahwa 54% masyarakat masih belum mampu membaca Al-Qur'an. Untuk mengatasi permasalahan ini, dilakukan program pengabdian masyarakat dengan metode Participatory Action Research (PAR) yang bertujuan meningkatkan keterampilan membaca Al-Qur'an di kalangan ibu-ibu jamaah Musholla Nurhayat melalui pelatihan menggunakan metode Iqro. Hasil pelatihan menunjukkan antusiasme peserta yang tinggi dan memberikan manfaat signifikan dalam meningkatkan kemampuan membaca dan mengajar Al-Qur'an. Program ini diharapkan dapat berlanjut dan memberdayakan masyarakat dalam pendidikan Qur'ani. PENDAHULUAN Pendidikan adalah suatu proses pembelajaran, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya, biasanya melalui proses pendidikan. Pendidikan pada dasarnya adalah suatu usaha yang bertujuan untuk mengembangkan segala kemungkinan guna mempersiapkan karakter manusia dalam menghadapi berbagai hal yang akan dihadapi kehidupan. Oleh karena itu, pendidikan merupakan sarana internalisasi nilai-nilai hidup dan pelajaran hidup seseorang guna membentuk karakter dan kepribadiannya menjadi lebih baik. Lebih lanjut, pendidikan adalah suatu proses internalisasi dan transformasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai melalui penumbuhan dan pengembangan potensi alamiah peserta didik untuk mencapai keselarasan dan kesempurnaan dalam segala aspek kehidupan. Tentu saja dalam pendidikan, pembelajaran tidak bisa dipisahkan. Belajar sendiri berasal dari kata belajar, dan menurut KBBI belajar mengacu pada pengetahuan atau usaha memperoleh pengetahuan. (Wahyudi & Hamid, 2. Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Hal ini terbukti dari sejarah bangsa-bangsa terdahulu bahwasanya baik buruknya masa Peradaban saat itu tergantung dari kualitas pendidikan saat itu. Mutu dan kualitas pendidikan sangat berpengaruh karena berujung pada pembentukan mutu kualitas sumberdaya manusia yang berkualitas baik dalam Iman dan Taqwa Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Nanda Djoehan Muhammad. Zakaria Albi Saputra. Hermawan Hermawan (IMTAQ), penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), serta seni (Sholeh dkk. , 2. Tujuan pendidikan, yang tertuang dalam Konstitusi, adalah untuk memanusiakan manusia. Pendidikan berbasis masyarakat adalah perwujudan pendidikan dari, oleh, dan untuk masyarakat, yang menyelenggarakan pendidikan berdasarkan ciri-ciri agama, sosial, dan budaya, aspirasi, dan potensi masyarakat. Masyarakat telah mendirikan beberapa lembaga pendidikan nonformal sebagai wujud kepemilikan masyarakat terhadap pendidikan. Masyarakat adalah kumpulan individu dan kelompok yang disatukan oleh kesatuan bangsa, kebangsaan, budaya, dan agama. Setiap masyarakat mempunyai cita-cita yang diwujudkan melalui peraturan dan sistem kekuasaan tertentu. (Kurniawan & Basid, 2. Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk yang mayoritas beragama Islam. Akan tetapi sebagian masyarakat Indonesia masih ada yang acuh tak acuh terhadap kitab yang menjadi pedoman hidupnya yaitu Al-Quran. Berdasarkan data survei yang di ambil dalam sebuah artikel yang dilakukan oleh Fitriyani dan Hayati, bahwa dari sekitar 225 juta muslim di Indonesia terdapat 54% Muslim Indonesia belum bisa baca Al-Quran dan 46% muslim yang sudah mampu membaca Al-Quran beserta tajwidnya. Sebagai seorang muslim sebelum mengajarkan, memahami dan mengamalkan kedalam kehidupan sehari-hari, hal utama yang harus dipelajari yaitu membaca Al-Quran dengan baik dan benar (Wardhani & Astriani, 2. Maka sungguh memprihatinkan melihat realita yang ada, bahwasanya banyak diantara kaum muslimin yang belum bisa membaca Al-Quran, melihat sarana-sarana untuk belajar Al-Quran mudah untuk didapati. Salah satu dari sarana tersebut adalah Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ). Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) merupakan salah satu lembaga pendidikan Al-Quran yang berada di tengah masyarakat, lembaga ini berperan sangat penting dalam memperkenalkan dan menanamkan nilai-nilai Al-Quran sejak usia dini (Chotimah dkk. , 2. Sehingga, dalam proses pembelajarannya menitikberatkan pada membaca Al-Quran dengan ditambah orientasi untuk pembentukan akhlak dan kepribadian islmaiah pada diri anak (Wardhani & Astriani, 2. TPQ juga sebagai salah satu sarana dakwah Islam yang dirancang sesuai dengan kebutuhan Dalam dakwah Islam melalui TPQ, anak diajarkan bagaimana mulai mengenal huruf hijaiyah, mampu membacanya, mampu menulisnya, dan sampai pada bacaan al-Quran. Dalam TPQ tidak hanya diajarkan Baca Tulis al-Quran saja, tetapi juga diperkenalkan dengan ajaran-ajaran dasar Islam, seperti cara berwudlu dengan benar, bacaan-bacaan ketika wudlu, cara sholat dengan benar, bacaanbacaan sholat, dan seterusnya. Para ustadz/ustadzah juga mengenalkan sejarah nabi, cerita para nabi, cerita-cerita sejarah Islam yang dirangkum sesuai sesuai dengan bahasa anak (Hidayatulloh dkk. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Pelatihan Baca Al Quran dengan Metode IqroA Sejalan dengan pesatnya perkembangan pendidikan Islam yang ada di perkotaan, tentu kita tidak mengesampingkan pula persoalan-persoalan pendidikan Islam yang ada di desa. Bahwa, masih banyak masyarakat desa yang membutuhkan uluran tangan di bidang pendidikan Qurani, terlebih anak-anak yang sulit mengakses bahan bacaan, pendidikan, remaja putus sekolah, tingkat buta aksara yang tinggi, kemiskinan, kenakalan remaja, dan sebagainya. Desa dan masyarakatnya masih berada pada kondisi serba kekurangan dan tertinggal dibanding masyarakat kota dalam berbagai aspek. Kondisi ini telah mengakibatkan Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Inde. Indonesia tergolong rendah. (Waqfin dkk. , 2. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan yaitu di lingkungan Dusun Piyaman 2 menunjukkan bahwa masyarakat yang ada di desa Piyaman memiliki suatu keistimewaan yang belum tentu dimiliki oleh desa yang lain, masyarakat memiliki antusias yang begitu besar untuk menghadiri kajian-kajian keagamaan yang diadakan. Di desa Piyaman yang terdiri dari 11 dusun terdapat 3 taman pendidikan Al-QurAoan yang aktif Adapun TPQ yang lain hanya aktif di waktu tertentu seperti di bulan Ramadhan dikarenakan kekurangan tenaga pengajar, mayoritas pengajar berada pada usia SMA dan Kuliah dan dikarenakan urusan Pendidikan dan pekerjaan banyak anak-anak muda di desa Piyaman yang merantau keluar daerah sehingga pengajar TPQ pun berkurang. Mayoritas santri TPQ berada pada usia PAUD sampai SD jarang sekali disini santri yang berada pada usia SMP karena rata-rata jika sudah masuk usia SMP disini banyak yang sudah tidak mengaji di TPQ. Berdasarkan penjabaran diatas maka salah satu kegiatan pengabdian KKN-STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya di Dusun Piyaman 2 difokuskan pada pengkaderan dan pelatihan membaca al-qurAoan dengan menggunakan metode iqro pada ibu-ibu dusun Piyaman 2, harapannya ibu-ibu yang berada di dusun Piyaman 2 kedepannya bisa mengajarkan Al-Quran kepada Masyarakat lainnya. METODE PENGABDIAN Kegiatan ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR). Participatory Action Research (PAR) adalah metode riset yang dilaksanakan secara partisipatif di antara warga Masyarakat dalam suatu komunitas arah bawah yang semangatnya mendorong terjadinya aksi-aksi transformasi melakukan pembebasan masyarakat dari belenggu ideologi dan relasi kekuasaan ( perubahan kondisi hidup yang lebih bai. Dalam metode ini menggunakan 3 tahapan antara lain: Perencanaan. Pelaksanaan dan Evaluasi. Pada Tahap perencanaan adalah tahap awal yang dilakukan dalam mempersiapkan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan program pengembangan mitra. Tim bidang keagamaan melakukan analisis situasi dan identifikasi masalah serta mendaftar masalahmasalah yang dihadapi oleh mitra. dari hasil analisis tersebut melaksanakan persiapan dan perencanaan program yang harius dilakukan. Selanjutnya, pada proses identifikasi dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Proses wawancara dilakukan secara langsung ke mitra Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Nanda Djoehan Muhammad. Zakaria Albi Saputra. Hermawan Hermawan penelitian yang dipilih atas dasar mitra yang terlibat langsung pada Pelatihan Membaca Al-QurAoan Menggunakan Metode Iqro di dusun Piyaman 2. Kecamatan Wonosari. Kabupaten Gunung Kidul Tahun 2024. Dengan melakukan observasi mitra bertujuan untuk melihat, meneliti mitra yang kita HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada tanggal 2 Januari - 30 Januari 2024. Pelaksanaan kegiatan ini berbentuk pelatihan pengenalan baca tulis Al QurAoan di Dusun Piyaman 2 yang dilaksanakan oleh tim pelaksana kegiatan dan melibatkan beberapa ibu-ibu jamaAoah Mushollah Nurhayat Dusun Piyaman 2 Wonosari Gunungkidul. Pelaksanaan program pelatihan dilaksanakan mulai hari minggu, 14 Januari di Musholla Nurhayat Dusun Piyaman 2 dan peserta pelaksana pengabdian kepada masyarakat. Pelatihan ini dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan baru kepada Ibu-ibu jamaAoah Musholla Nurhayat setempat bagaimana cara membaca dan menulis Al QurAoan dengan jelas dan baik. Pemateri dalam kegiatan ini adalah Zakaria Albi Saputra satu diantara Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya. Materi yang diajarkan terdapat materi pokok dan materi Materi pokok berupa belajar membaca Al-QurAoan dengan menggunakan Iqro jilid 1-6. Materi penunjang yang digunakan adalah hafalan bacaan sholat, doa sehari-hari, surat-surat pendek. Kegiatan ini berjalan dengan baik dan para peserta sangat antusias sekali dalam mengikuti pelatihan. Mereka berharap kegiatan ini bisa berkelanjutan dengan adanya pendampingan-pendampingan agar mereka lebih menguasai cara membaca Al Quran yang baik dan benar. Pembelajaran membaca Al-QurAoan melalui metode IqroAo sesuai dengan sifat-sifat buku IqroAo adalah sebagai berikut: . Bacaan Langsung, . CBSA (Cara Belajar Siwa Akti. , . Privat/Klasikal, . Modul, . Asistensi, . Praktis, . Sistematis, . Variatif, . Komunikatif, . Fleksibel. (Ulfah , 2. Berdasarkan sifat buku IqroAo di atas, bahwa pembelajaran membaca Al-QurAoan dilakukan secara privat dan klasikal. Cara privat dilakukan dengan cara menyimak santri secara bergantian. Cara privat yang dilakukan saat mengajar menggunakan cara sebagai berikut: Metode pembelajaran dengan cara meniru. Dalam cara ini, ustadz/ah memberikan contoh-contoh bacaan yang benar kemudian santri menirukannya. Untuk melatih makhrojul huruf santri, pembelajaran dilakukan dengan cara santri melihat gerak bibirnya ustadz/ah dan ustadz/ah juga melihat bagaimana gerak-gerik bibir santri. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Pelatihan Baca Al Quran dengan Metode IqroA Metode pembelajaran dengan cara ustadz mempergunakan ucapan jelas dan komunikatif. Dalam cara ini, ustadz/ah menyimak bacaan santri dan disisipkan dengan motivasi atau komentar yang Ustadz mengajukan pertanyaan dan anak-anak menjawabnya. Pembelajaran Al-QurAoan metode IqroAo memiliki kelebihan antara lain: Metode IqroAo sudah diterapkan di seluruh penjuru Indonesia dan sebagian Negara ASEAN seperti Malaysia dan Thailand. Buku penunjang . uku IqroA. mudah didapatkan dimana saja dan harganya sangat terjangkau. Menggunakan sistem CBSA (Cara Belajar Siswa Akti. Metode IqroAo fleksibel dalam peningkatan jilid. Jika santri sudah mengeluarkan kemampuan dengan maksimal namun belum dapat membaca huruf hijaiyah tertentu misal santri selalu terbalik dalam mengucapkan huruf ba dan na. Namun ketika santri dimohon untuk membaca huruf yang lain ternyata bisa, maka santri dapat dinaikkan ke tingkat jilid selanjutnya. Dalam waktu 6-8 bulan santri dapat khatam IqroAo dan melanjutkan ke tingkat Al-QurAoan walau membacanya masih pelan. Praktis, karena ustadz/ah langsung dapat memahami kemampuan santri. Metode IqroAo bersifat sistematis, disusun berdasarkan kemampuan yang berbeda. Metode IqroAo disusun dari yang konkret menuju abstrak, diawali dari yang mudah menuju sulit, dan dimulai dari yang sederhana menjadi kompleks. (Ulfah dkk. , 2. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Feri Ramadiansyah. Ukasyah. Abdurrahman hadi Simpulan Hasil kegiatan dari sosialisasi pengenalan baca tulis dan menghafal Al-QurAoan menggunakan metode Iqeo dapat memberikan manfaat yang sangat baik untuk mendukung para Ibu-Ibu JamaAoah Musholla Nurhayat dalam membaca Al-QurAoan secara baik dan benar di Dusun Piyaman 2 Wonosari Gunungkidul. Selain itu mempermudah para Ibu-Ibu untuk kedepannya mengajarkan kembali AlQuran di TPQ atau di rumah mereka masing-masing dengan menggunakan metode Iqro. DAFTAR PUSTAKA / REFERENCES