MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 2 No. 2 November 2024 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 Komunikasi Dakwah dan Pembentukan Identitas Islam dalam Komunitas Masyarakat Baduy di Kampung Mualaf Ciboleger *Ghaly Ihsan FauziA. Dimas Ferian AzisA Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Al-QurAoan Jakarta Email: ghallyihsanf@gmail. comA, dimasferianazis@gmail. DOI: https://doi. org/10. 35878/muashir. Article Info Article history: Received : 21-06-2024 Revised : 28-11-2024 Accepted : 30-11-2024 ABSTRACT The Baduy people, an ethnic minority living in the Banten region. Indonesia, were known for maintaining traditional values and living a simple life. Even though they were relatively isolated from the outside world, the Baduy people cannot be separated from the influence of Islam which has become an inseparable part of their lives. The aim of this research was to analyze the role of da'wah in the formation of Islamic identity in the Baduy community who converted to Islam in Ciboleger Village. This research used ethnographic methods to observe social interactions, religious rituals and communication methods in this The research results showed that da'wah communication plays an important role in the process of conversion and internalization of Islamic values, as well as the formation of a new religious identity among the Bedouin community. Da'wah was carried out through individual and community approaches that emphasize religious teachings and respect for local traditions. The Islamic identity created reflects a combination of Islamic teachings and local culture, thus creating a dynamic and unique identity among the transformed Baduy community. This study contributed to understanding the process of da'wah and the formation of religious identity in the context of indigenous communities in Indonesia. Keywords: Da'wah communication. Islamic Community. Mualaf Village. Ethnographic Studies. Baduy MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam. P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International (CC BY-SA 4. Copyright A2024 TheAuthor. MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 2 No. 2 November 2024 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 ABSTRAK Masyarakat Baduy, etnis minoritas yang tinggal di wilayah Banten. Indonesia, dikenal menjaga nilai-nilai tradisional dan hidup sederhana. Meski relatif terisolasi dari dunia luar, masyarakat Baduy tidak lepas dari pengaruh agama Islam yang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peran dakwah dalam pembentukan identitas Islam pada masyarakat Baduy yang masuk Islam di Desa Ciboleger. Metode penelitian menggunakan etnografi untuk mengamati interaksi sosial, ritual keagamaan dan metode komunikasi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dakwah berperan penting dalam proses konversi dan internalisasi nilai- nilai Islam, serta pembentukan identitas keagamaan baru di kalangan masyarakat Badui. Dakwah dilakukan melalui pendekatan individu dan komunitas yang menekankan pada ajaran agama dan menghormati tradisi lokal. Identitas Islam yang tercipta mencerminkan perpaduan ajaran Islam dan budaya lokal, sehingga menciptakan identitas yang dinamis dan unik di kalangan masyarakat Baduy yang telah bertransformasi. Kajian ini memberikan kontribusi untuk memahami proses dakwah dan pembentukan identitas keagamaan dalam konteks masyarakat adat di Indonesia. Kata Kunci: Komunikasi dakwah. Identitas Islam. Masyarakat Baduy. Kampung Mualaf. Studi etnografi *Corresponding author : Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Al-QurAoan Jakarta Jalan Lebak Bulus Raya No. Lebak Bulus. Cilandak. Jakarta Selatan. DKI Jakarta Email : ghallyihsanf@gmail. Pendahuluan Masyarakat Baduy, etnis minoritas yang tinggal di wilayah Banten. Indonesia, dikenal menjaga nilai-nilai tradisional dan hidup sederhana. Vol. 2 No. November 2024 Meski relatif terisolasi dari dunia luar, masyarakat Baduy tidak lepas dari pengaruh agama Islam yang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka. Komunikasi dakwah dalam konteks masyarakat Baduy berperan penting dalam memperkuat dan melestarikan identitas Nilai-nilai Islam dikomunikasikan dan dilestarikan melalui berbagai bentuk komunikasi, baik dalam bentuk ceramah, ajaran agama maupun amalan keagamaan sehari-hari. Namun dalam konteks masyarakat terisolasi seperti suku Baduy, dinamika komunikasi dakwah dan pembentukan identitas Islam bisa berbeda dibandingkan masyarakat Islam lainnya. Kampung mualaf Baduy di Lembah Barokah. Ciboleger, merupakan tempat tinggal dan komunitas mualaf Baduy yang merupakan bagian dari masyarakat adat Baduy yang masuk Islam. Terletak di Bojong Menteng. Banten, desa ini dibangun untuk menampung dan memberdayakan para mualaf Baduy. Mualaf Baduy adalah orang-orang dari suku Baduy yang masuk Islam. Mereka berasal dari keluarga Baduy, dengan latar belakang pendidikan dan agama yang kurang bahkan terbilang nol, dan memutuskan untuk memeluk Islam untuk mengubah nasib mereka. (JUFI, n. Menawarkan suasana asri dan menyejukkan, desa ini menjadi destinasi wisata religi yang belum banyak diketahui orang. Meskipun latar belakang dan sejarah awal masuknya masyarakat Baduy ke Islam masih belum diketahui sepenuhnya, namun kampung muslim ini menjadi tempat masyarakat Baduy memeluk Islam untuk menguatkan keimanan dan (Widad, 2. Pemahaman mendalam mengenai bagaimana komunikasi dakwah mempengaruhi pembentukan identitas Islam pada masyarakat Baduy tidak hanya akan memberikan wawasan mengenai dinamika agama di masyarakat terpencil, namun juga akan sangat berkontribusi dalam memahami pluralisme agama di Indonesia. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah menganalisis berbagai aspek komunikasi dakwah dan pengaruhnya terhadap pembentukan identitas Islam dalam konteks unik masyarakat Baduy. MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 2 No. 2 November 2024 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 Komunikasi dakwah merupakan proses penyampaian pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam. Menurut Effendy komunikasi dakwah tidak hanya terfokus pada penyampaian pesan, tetapi juga mencakup strategi komunikasi, pemahaman konteks budaya dan penggunaan budaya berdasarkan karakteristik komunikan. (Suheri, 2. Seiring dengan perkembangan zaman yang ditandai semakin canggihnya teknologi komunikasi dan informasi, aktivitas dakwah dituntut untuk turut berkembang, termasuk melalui pemanfaatan teknologi. (Kurniawan, 2. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Metode etnografi merujuk pada penelitian mengenai suatu suku bangsa. Ciri khas dari metode penelitian etnografi ini adalah sifatnya yang menyeluruh dan terpadu . olistic-integrati. , deskripsi yang kaya . hick descriptio. , dan analisa kualitatif dalam rangka mendapatkan cara pandang pemilik kebudayaan . ativeAos point of vie. (Siddiq & Salama. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2024 dengan mengambil studi kasus para mualaf di Kampung Mualaf Baduy. Lokasi penelitian berada di Lembah Barokah. Ciboleger. Kabupaten Lebak. Banten. Data diambil dengan menggunakan metode purposive sampling. Purposive sampling merupakan pengambilan sampel menggunakan kriteria tertentu berdasarkan justifikasi peneliti. (Lukitaningsih & Lestari, 2. Kriteria responden dalam penelitian ini yaitu: . warga asli Kampung Mualaf Baduy, . telah menjadi mualaf selama 5 tahun, dan . pernah mengikuti kegiatan keagaamaan . eramah, dakwah, dan sebagainy. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memberikan gambaran terperinci mengenai pembentukan identitas Islam Vol. 2 No. November 2024 pada masyarakat Kampung Mualaf Ciboleger. Hasil analisis data akan disajikan secara sistematis melalui penyajian data yang jelas dan TemuanAetemuan dari analisis deskriptif akan diinterpretasikan untuk memahami implikasi komunikasi dakwah terhadap pembentukan identitas Islam masyarakat Kampung Mualaf Baduy. Hasil dan Pembahasan Metode Dakwah yang Digunakan Komunikasi dakwah dapat dilakukan melalui berbagai media seperti televisi, radio, internet dan surat kabar serta tatap muka. Proses ini dapat mempengaruhi sikap, nilai dan pendapat penerima pesan serta mendorong perubahan sikap dan perilaku. (Mubasyaroh, 2. Di kampung Muslim Baduy, yang merupakan kampung yang mungkin mempunyai ciri sosial dan budaya yang unik, kita bisa menerapkan berbagai metode komunikasi dakwah yang sesuai dengan konteks Berikut beberapa metode yang mungkin kita pertimbangkan. Metode yang mungkin akan dipertimbangkan bagi pihak ketiga dengan Rumah Sakit. Pendekatan Personal Karena masyarakat seperti Baduy dapat menciptakan hubungan personal yang erat, maka pendekatan yang berfokus pada hubungan personal bisa menjadi sangat efektif. Ini termasuk percakapan santai, makan bersama, atau aktivitas sosial lainnya untuk membangun kepercayaan dan keakraban. Penggunaan bahasa dan budaya lokal Penting untuk berkomunikasi dalam bahasa dan menggunakan referensi budaya yang dikenal masyarakat Baduy. Hal ini membuat pesan dakwah lebih mudah dipahami dan MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 2 No. 2 November 2024 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 Ceramah Keagamaan Ceramah keagamaan dapat menjadi salah satu cara yang efektif dalam menyampaikan pesanpesan keagamaan. Namun, penting untuk memastikan bahwa perkuliahan ini dilakukan dengan cara yang konsisten dengan nilai-nilai dan praktik lokal Baduy. Diskusi Kelompok Mengadakan diskusi kelompok mengenai topiktopik keagamaan atau sosial terkait dapat menjadi cara yang efektif untuk mendorong pertukaran gagasan dan pemahaman yang lebih dalam. Kursus Pendidikan Keagamaan Kursus atau kelas pendidikan agama yang terorganisir dan berkelanjutan dapat membantu mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang agama. Membangun infrastruktur pendukung Membangun infrastruktur untuk mendukung kegiatan keagamaan, seperti masjid atau tempat pertemuan, juga dapat membantu memperkuat komunitas beragama. Mengedepankan Nilai-nilai Kemanusiaan dan Kesejahteraan Sosial Dakwah juga dapat dilakukan dengan mengedepankan nilainilai kemanusiaan seperti keadilan, kepedulian, dan perdamaian. Misalnya, melalui kegiatan sosial seperti pemberian makanan kepada yang membutuhkan atau kampanye kebersihan (Koharudin et al. , 2. Di balik metode komunikasi dakwah yang digunakan tentu ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses komunikasi dakwah di antaranya yaitu: Faktor Ekonomi Vol. 2 No. November 2024 Proses orientasi keagamaan yang meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat Baduy mualaf dapat mempengaruhi efektivitas komunikasi dakwah. (Nazihatul, 2. Identifikasi dan pemahaman sosiologis tujuan dakwah Hal ini penting dalam menentukan materi dan metode komunikasi dakwah. (Hadisaputra, 2. Feedback Respons terhadap dakwah yang ditimbulkan oleh dakwah, meliputi dampak kognitif, perilaku, dan afektif. (Galinggis, 2. Pembentukan Identitas Islam di Kampung Mualaf Baduy Masyarakat Baduy mempunyai identitas agama yang unik yaitu agama Sunda Wiwitan yang merupakan agama sinkretis Islam dan Hindu. (Hakiki, 2. Namun secara intensif dan kontinu menerapkan Islamisasi dan melakukan pendekatan Islam terhadap baduy hingga mendekati "sempurna" sesuai dengan tradisi Islam yang umumnya diamalkan dalam masyarakat Islam. (Hakiki, 2. Meski demikian, hubungan masyarakat kampung mualaf Baduy dengan Baduy sebelumnya tetap terjalin baik dan melahirkan toleransi beragama karena ditopang oleh kuatnya Saat ini masyarakat kampung mualaf Baduy banyak yang beragama Islam dengan "sempurna" bahkan berhijab seperti umat Islam (Edwar et al. , 2. Peralihan agama masyarakat Baduy ke Islam terjadi secara bertahap dan melalui berbagai faktor seperti kepemimpinan, komunikasi, pelanggaran adat dan peningkatan kualitas hidup. Meskipun demikian, sebagian masyarakat Baduy masih menganut kepercayaan Sunda Wiwitan dan merupakan bagian dari identitas mereka. Komunikasi dakwah yang efektif memerlukan pendekatan yang Zuhdi menyatakan bahwa keberhasilan dakwah sangat bergantung pada kemampuan dai untuk memahami latar belakang budaya dan sosial masyarakat yang dituju. (Basit, 2. Baik cara dan isi pesan dakwah dipengaruhi secara signifikan oleh konteks budaya. Suryadi MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 2 No. 2 November 2024 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 menekankan bahwa penyesuaian dengan prinsip dan tradisi lokal dapat meningkatkan penerimaan dan efektivitas pesan dakwah. Dalam masyarakat mualaf, identitas Islam melibatkan proses penerapan nilai-nilai Islam ke dalam kehidupan sehari-hari, yang mencakup perubahan dalam keyakinan, praktik keagamaan, dan interaksi Menurut Berger dan Luckman internalisasi adalah proses di mana seseorang mengintegrasikan nilai, norma, dan kepercayaan baru ke dalam identitas mereka. Dalam komunitas mualaf, proses ini sering kali membutuhkan bantuan dan bimbingan dari komunitas Muslim yang lebih Pembentukan identitas Islam tidak hanya merupakan perubahan yang terjadi pada individu, tetapi juga perubahan yang terjadi pada komunitas secara keseluruhan. Perubahan ini mencakup perubahan pada struktur sosial, peran, dan status individu dalam masyarakat. Persepsi dan Respons Masyarakat Kampung Mualaf Baduy Terhadap Dakwah. Persepsi dan respons masyarakat mualaf Baduy terhadap dakwah . endidikan dan promosi Isla. dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain komunikasi lintas budaya yang efektif, kemampuan beradaptasi terhadap prinsip Islam, dan toleransi terhadap budaya lokal. Berdasarkan penelitian yang dipaparkan, para mualaf Baduy merasa nyaman dengan berbagai bentuk komunikasi yang diterapkan pembimbing dalam (Widad, 2. Penelitian lain melaporkan tentang pelaksanaan pendidikan Islam di Kampung Landeuh Lebak Banten yang menunjukkan bahwa agama Islam sangat jarang terdapat pada masyarakat Baduy karena mereka percaya pada alam dan nenek moyang mereka. (Sopian, n. Vol. 2 No. November 2024 Organisasi Yayasan At-Taubah 60 di Kampung Landeuh Lebak Banten juga menerapkan strategi komunikasi yang efektif untuk mendorong para mualaf Baduy meningkatkan pengetahuan agama Islam. Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi lintas budaya yang efektif dan adaptif serta toleransi budaya lokal sangat penting untuk memfasilitasi masyarakat kampung mualaf Baduy dalam mempelajari Islam. (Koharudin et al. , 2. Keterbatasan Pendakwah di Kampung Mualaf Baduy Kampung mualaf Baduy, sebuah komunitas masyarakat Baduy yang telah memeluk agama Islam, mungkin menghadapi beberapa tantangan terkait dengan kurangnya ulama dan asatidz yang membimbing mereka. Beberapa masalah yang mungkin kita temui adalah: Sumber Daya yang Terbatas Desa-desa Muslim Baduy mungkin memiliki sumber daya yang terbatas, termasuk ulama dan asatidz, yang memiliki kepemimpinan keagamaan yang memadai. Hal ini dapat menjadi masalah karena mereka mungkin tidak memiliki akses yang memadai terhadap pendidikan atau pelatihan agama Isolasi dari komunitas Muslim yang lebih luas Karena lokasinya yang terpencil, komunitas Muslim Baduy dapat terisolasi dari komunitas Muslim yang lebih luas. Hal ini dapat menghambat ketersediaan ulama dan asatid yang berkualitas dan berpengalaman. Tantangan dalam menerapkan ajaran Islam dalam konteks budaya lokal. Budaya dan tradisi Baduy mungkin memiliki perbedaan dan cara pandang yang unik terhadap agama Islam. Kurangnya ulama dan asatidz yang memahami budaya dan tradisi lokal MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 2 No. 2 November 2024 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 dapat menyulitkan masyarakat dalam melaksanakan ajaran Islam secara efektif dan bermakna. Kendala infrastruktur Keterbatasan infrastruktur seperti akses internet, transportasi yang sulit, dan terbatasnya kesempatan pendidikan juga dapat menghalangi akses terhadap sumber daya keagamaan yang Tindakan yang dapat diambil untuk mengatasi tantangan ini yaitu: Memfasilitasi pendidikan dan pelatihan agama bagi warga masyarakat, mungkin dengan mengundang ulama dan asatidz dari luar untuk memberikan pelatihan secara berkala. Menjalin jaringan dan kerjasama dengan komunitas Islam lainnya untuk mendapatkan bantuan dalam pembinaan keagamaan. Pembangunan infrastruktur yang memadai untuk meningkatkan akses terhadap sumber daya pendidikan dan keagamaan didorong. Mengembangkan program pendidikan keagamaan yang berkaitan dengan lingkungan budaya lokal untuk memudahkan pemahaman dan penerapan ajaran Islam dalam kehidupan seharihari. Kesimpulan Identitas Muslim masyarakat Baduy pada umumnya bersifat sinkretis, mencerminkan perpaduan nilai-nilai Islam dengan nilai-nilai lokal dan tradisi tradisional. Dakwah yang berhasil dapat mengintegrasikan ajaran agama dengan konteks budaya Baduy tanpa kehilangan identitasnya. Komunikasi dakwah yang efektif pada masyarakat Baduy memerlukan pemahaman yang mendalam terhadap budaya dan tradisi lokal. Faktor-faktor seperti bahasa, nilai-nilai budaya Vol. 2 No. November 2024 dan norma-norma sosial sangat mempengaruhi bagaimana pesan-pesan keagamaan disampaikan dan diterima. Komunikasi dakwah yang efektif memerlukan partisipasi aktif masyarakat Baduy itu sendiri. Proses pembentukan identitas Islam pada komunitas ini juga mencakup partisipasi mereka dalam diskusi, pembelajaran kolektif, dan praktik keagamaan sehari-hari. Pemuka agama setempat memainkan peran kunci dalam transmisi dakwah dan penciptaan identitas Islam pada masyarakat Baduy. Mereka mempunyai otoritas dan kepercayaan masyarakat, sehingga pesan-pesan keagamaan yang mereka sampaikan lebih diterima. Penting untuk menjaga sikap menghargai keunikan budaya dan identitas masyarakat Baduy. Dakwah yang dilakukan dengan menghormati budayanya biasanya lebih diterima dan menciptakan hubungan baik antara dai dan masyarakat. Daftar Pustaka