Mita Nurmala. Ralina Transistari. Ilman Taufiq Lazuardy CAKRAWANGSA BISNIS Vol. No. : Oktober . -183 Pengaruh Price. Poduct Knowledge. Online Customer Review, dan Brand Image Terhadap Keputusan Pembelian Sunscreen Azarine Oleh Generasi Z Pada E-commerce Shopee Mita Nurmala1. Ralina Transistari2. Ilman Taufiq Lazuardy3 Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN. Yogyakarta Ae Indonesia *Corresponding author : ilmantaufiqlazuardy@gmail. 1,2,3 Abstark Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh price, product knowledge, online customer review, dan brand image terhadap keputusan pembelian sunscreen Azarine oleh generasi Z pada e-commerce Shopee. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yang dapat membantu peneliti dalam menentukan sampel penelitian. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 105 responden. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu metode analisis deskriptif dan analisis linear Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari penyebaran Data penelitian ini diolah menggunakan software SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: . price memiliki pengaruh yang positif terhadap keputusan pembelian sunscreen Azarine oleh generasi Z pada e-commerce Shopee, . product knowledge memiliki pengaruh yang positif terhadap keputusan pembelian sunscreen Azarine oleh generasi Z pada e-commerce Shopee, . online customer review memiliki pengaruh yang positif terhadap keputusan pembelian sunscreen Azarine oleh generasi Z pada e-commerce Shopee, . brand image memiliki pengaruh yang positif terhadap keputusan pembelian sunscreen Azarine oleh generasi Z pada e-commerce Shopee. Selain itu, hasil uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa nilai Adjusted R Square sebesar 0,652, yang berarti bahwa keempat variabel independen tersebut mampu menjelaskan 65,2% variasi dalam keputusan pembelian, sementara sisanya 34,8% dijelaskan oleh faktor lain di luar variabel penelitian ini. Kata Kunci : Price. Product Knowledge. Online Customer Review. Brand Image. Abstract This research aims to analyze the influence of price, product knowledge, online customer review, and brand image on the purchasing decision of Azarine sunscreen by generation Z on Shopee e-commerce. The research employs a purposive sampling method to select respondents, resulting in a sample size of 105 respondents. The study utilizes descriptive analysis and multiple liniear regression analysis to examine the data. Primary data were ccollected through questionnaire distribution and processed using SPSS software. The findings reveal that : . price has a positivde influence on the purchasing decision of Azarine sunscreen by generation Z on Shopee, . product knowledge has a positivde influence on the purchasing decision of Azarine sunscreen by generation Z on Shopee, . online customer review has a positivde influence on the purchasing decision of Azarine sunscreen by generation Z on Shopee, and . brand image has a positivde influence on the purchasing decision of Azarine sunscreen by generation Z on Shopee. Furthermore, the coefficient of determination (Adjusted RA) value is 0. 652, indicating that the four independent variablesAiprice, product knowledge, online customer review, and brand imageAiexplain 65. 2% of the variation in purchasing decisions, while the remaining 34. 8% is explained by other factors outside this research model. Keywords : Price. Product Knowledge. Online Customer Review. Brand Image. Purchasing Decision. Mita Nurmala. Ralina Transistari. Ilman Taufiq Lazuardy CAKRAWANGSA BISNIS Vol. No. : Oktober . -183 PENDAHULUAN Perkembangan teknologi pada Era Industri 4. 0 atau Revolusi Industri Keempat ditandai dengan kemajuan pesat dalam teknologi digital yang membawa perubahan signifikan dalam komunikasi, informasi, dan bisnis. Pesatnya perkembangan teknologi terus mendorong otomatisasi dan peningkatan efisiensi, sehingga memudahkan kegiatan sehari-hari sekaligus mengubah pola perilaku manusia. Salah satu perubahan yang paling terlihat adalah dalam cara berbelanja. Aktivitas berbelanja yang dulunya dilakukan secara konvensional sekarang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital dan jaringan internet. Saat ini berbelanja online menjadi hal yang biasa bagi sebagian orang, dikarenakan kemudahan yang ditawarkan serta ragam jenis promo yang diberikan. Situasi ini dimanfaatkan sebagai peluang bagi perusahaan untuk menarik konsumen dengan membuat sistem berbelanja secara online atau sering disebut e-commerce. Berbagai macam platform e-commerce ada di Indonesia seperti Shopee. Tokopedia. Bukalapak. Blibli. Lazada. Zalora. OLX, dan sebagainya. Saat ini, perusahaan yang memiliki jumlah konsumen paling banyak adalah Shopee, perusahaan yang dikelola oleh SEA Group dan didirikan pada tahun 2015 di Singapura. Shopee juga memiliki 295 juta pengguna pada tahun 2023 yang menjadikannya salah satu aplikasi e-commerce terpopuler di seluruh dunia (Kari, 2. Berdasarkan data terbaru dari Similarweb pada November 2024. Shopee menjadi platform e-commerce nomor satu di Indonesia dengan jumlah kunjungan bulanan stabil sekitar 125,3 juta, kemudian Tokopedia pada posisi kedua dengan jumlah kunjungan bulanan 67,76 juta, kemudian pada posisi ketiga Blibli dengan jumlah kunjungan bulanan 28,87 juta, dan pada posisi keempat Lazada dengan jumlah kunjungan bulanan 21,73 juta, serta Bukalapak dengan jumlah kunjungan bulanan 5,030 juta. Shopee menyediakan berbagai informasi produk sesuai kebutuhan konsumen dan memungkinkan transaksi online yang mudah diakses melalui gadget maupun komputer. Shopee juga memberikan banyak kemudahan sehingga menyebabkan konsumen tertarik untuk melakukan transaksi jual beli di aplikasi ini. Banyaknya kemudahan yang ditawarkan oleh e-commerce Shopee juga menjadi salah satu alasan jumlah pengguna Shopee yang terus meningkat terutama pada generasi Z. Generasi Z adalah generasi yang tumbuh di era pesatnya perkembangan teknologi digital, sehingga mereka secara alami akrab dengan teknologi dan Mereka cenderung memiliki perilaku konsumtif dan minat yang tinggi dalam berbelanja online (Sulaiman dkk. , 2. Menurut Badan Pusat Statistik, generasi Z mencakup individu yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012. Berdasarkan data sensus penduduk 2020 dari Badan Pusat Statistik (BPS), generasi Z di Indonesia merupakan kelompok terbesar dalam populasi, mencapai 27,94% dari total penduduk sebanyak 270,20 juta jiwa. Pada tahun 2024, kelompok ini berada dalam rentang usia 12 hingga 27 tahun. Dengan demikian, generasi Z menjadi bagian signifikan dari struktur demografi Indonesia. Kehadiran platform e-commerce seperti Shopee memberikan dampak yang signifikan terhadap pola perilaku belanja generasi Z, yang dikenal sebagai generasi digital native karena kemampuan mereka dalam memanfaatkan teknologi digital dan akses cepat ke informasi melalui perangkat seluler. Shopee menjadi platform e-commerce yang paling dipercaya oleh generasi Z dan Milenial, menurut Santika . Shopee memperoleh skor 69,9 untuk Generasi Z dan 64,2 untuk generasi Milenial. Saat membeli suatu produk, generasi Z menunjukkan pola perilaku yang cenderung informatif sebagai konsumen. Mereka sering mengamati dan mempertimbangkan produk serta manfaatnya sebelum mengambil keputusan pembelian (Febriantari dkk. , 2. Generasi Z cenderung mempertimbangkan secara cermat beberapa faktor penting seperti harga produk . , tingkat pengetahuan mereka terhadap spesifikasi dan manfaat produk . roduct knowledg. , ulasan pelanggan . nline customer revie. sebagai Mita Nurmala. Ralina Transistari. Ilman Taufiq Lazuardy CAKRAWANGSA BISNIS Vol. No. : Oktober . -183 sumber validasi sosial, serta citra merek . rand imag. yang mampu mencerminkan nilai, reputasi, dan kepercayaan terhadap suatu produk. Faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi keputusan pembelian yang diambil oleh konsumen terhadap suatu produk. Generasi Z yang aktif menggunakan e-commerce seperti Shopee cenderung memanfaatkan platform ini sebagai sarana utama untuk membeli berbagai jenis produk, khususnya dalam kategori skincare. Berdasarkan data kategori produk paling laku di Shopee, 41% pengguna menggunakan e-commerce Shopee untuk membeli produk beauty dan body care (Rania, 2. Di antara kategori produk yang paling populer, skincare menjadi salah satu yang menonjol, dengan banyak produk kecantikan yang laris terjual. Shopee, sebagai platform yang memudahkan aksesibilitas dan memberikan berbagai pilihan, membuat generasi Z semakin tertarik untuk membeli produk perawatan kulit, terutama yang memiliki ulasan positif dan harga terjangkau. Selain itu kemudahan dalam mencari informasi mengenai manfaat serta keunggulan produk melalui review pelanggan membuat mereka merasa lebih yakin dalam mengambil keputusan Menurut data internal Sociolla, generasi Z menjadi kelompok terbesar pembeli produk skincare dan bodycare di Indonesia, dengan kontribusi sebesar 54% (Salsabilla, 2. Selain itu, para generasi Z pengguna aplikasi Shopee menunjukkan pola konsumsi yang lebih fokus pada kesehatan dan perawatan kulit, terutama dengan meningkatnya kesadaran 5 akan pentingnya perlindungan dari sinar UV. Produk sunscreen menjadi pilihan utama karena semakin banyaknya informasi yang mengedukasi konsumen mengenai risiko sinar UV dan kebutuhan akan perlindungan kulit. Shopee menjadi platform utama yang mendominasi penjualan produk sunscreen di e-commerce dengan kontribusi sebesar 83,3% dari total distribusi kanal, jauh mengungguli platform lain seperti TikTok Shop . ,2%) dan Tokopedia . ,3%). Hal ini menunjukkan bahwa Shopee tidak hanya unggul dalam kategori skincare secara umum, tetapi juga menjadi pilihan utama untuk produk sunscreen. Pada Maret 2024, total nilai 6 transaksi (GMV) produk sunscreen di e-commerce tercatat sebesar Rp 138,5 miliar, mengalami peningkatan sebesar 24,3% dibandingkan periode sebelumnya. Jumlah produk yang terjual mencapai 2,4 juta unit, naik 17,4% dari periode sebelumnya. Angka ini mencerminkan pertumbuhan permintaan terhadap sunscreen, yang didorong oleh peningkatan kesadaran konsumen mengenai pentingnya perlindungan kulit dari paparan sinar UV. Sebagai generasi yang aktif secara digital, generasi Z memanfaatkan Shopee untuk membeli sunscreen karena berbagai kemudahan yang ditawarkan, seperti akses ke ulasan pelanggan, perbandingan harga, serta promo menarik. Tingginya penjualan produk sunscreen di Shopee tidak hanya menunjukkan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap pentingnya perlindungan kulit, tetapi juga menunjukkan kepercayaan yang besar terhadap sejumlah merek tertentu yang dikenal efektif dan memiliki ulasan positif. Salah satu merek yang paling menonjol adalah Azarine, yang berhasil memimpin penjualan dengan jumlah 243. 862 unit dan total nilai penjualan sebesar Rp 13,5 miliar. Keberhasilan Azarine menunjukkan preferensi konsumen terhadap produk lokal berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Tren ini juga menunjukkan bahwa Shopee berperan penting dalam memperluas jangkauan pemasaran produk sunscreen Azarine kepada segmen konsumen yang lebih luas melalui platform digital. Produk sunscreen Azarine menjadi salah satu pilihan yang diminati oleh pengguna Shoope, seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya perlindungan kulit. Informasi mengenai manfaat tersebut diperoleh melalui ulasan dan rekomendasi dari pengguna lain yang tersedia di platform. Setelah mengevaluasi berbagai informasi yang tersedia, konsumen akan memproses dan mempertimbangkan berbagai aspek sebelum memutuskan untuk membeli suatu produk. Mita Nurmala. Ralina Transistari. Ilman Taufiq Lazuardy CAKRAWANGSA BISNIS Vol. No. : Oktober . -183 Proses ini melibatkan faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pilihan mereka (Sinulingga & Sitohang, 2. Pada platform e-commerce seperti Shopee, keputusan pembelian konsumen sangat dipengaruhi oleh berbagai pertimbangan antara lain harga yang bersaing, pengetahuan mengenai produk, dan ulasan pelanggan yang memberi gambaran tentang kualitas produk, serta citra merek yang mempengaruhi kepercayaan konsumen terhadap produk tersebut. Price atau harga sendiri memiliki peran penting dalam keputusan pembelian, khususnya kalangan generasi Z yang sangat memperhatikan nilai yang mereka peroleh dari suatu produk. Price atau harga merupakan sejumlah uang yang dibayarkan untuk memperoleh suatu produk atau layanan. Selain itu, harga juga mencerminkan nilai yang diberikan oleh konsumen sebagai imbalan atas manfaat yang diperoleh dari kepemilikan atau penggunaan barang atau jasa tersebut (Kotler & Amstrong, 2. Dalam aspek harga, harga bukan hanya sekedar penarik perhatian terhadap produk, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap keputusan pembelian konsumen. Misalnya, generasi Z cenderung memilih produk dengan harga yang bersaing dan penawaran diskon yang menarik, yang pada gilirannya mempengaruhi keputusan mereka dalam berbelanja pada platform e-commerce Shopee. Hasil penelitian Septyani & Pratiwi . menunjukkan bahwa harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Sementara penelitian yang dilakukan oleh Restuti & Kurnia . menunjukkan bahwa harga berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap keputusan pembelian. Selain harga, product knowledge atau pengetahuan produk juga mempengaruhi keputusan pembelian, karena konsumen cenderung merasa lebih yakin untuk membeli jika mereka memiliki informasi yang memadai mengenai fitur dan manfaat produk tersebut. Product knowledge sendirii merupakan pemahaman konsumen tentang karakteristik produk, manfaat dari penggunaannya, serta tingkat kepuasan yang diperoleh. Konsumen dengan tingkat product knowledge yang tinggi cenderung menyadari pentingnya informasi terkait produk. Sebaliknya, konsumen dengan product knowledge yang rendah seringkali kesulitan dalam mengevaluasi suatu produk (Puspaningrum dkk. , 2. Sementara itu dalam hal product knowledge, informasi lengkap tentang deskripsi, spesifikasi, serta detail tentang manfaat produk membantu membentuk pemahaman generasi Z tentang produk, yang kemudian berdampak pada niat dan keputusan mereka dalam melakukan pembelian. Hasil penelitian Aini & Dermawan . menunjukkan bahwa product knowledge berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan Sementara penelitian yang dilakukan oleh Alfikaromah & Nurhidayati . menunjukkan bahwa product knowledge berpengaruh tidak signifikan terhadap keputusan Platform e-commerce Shopee menyediakan fitur bagi konsumen untuk memberi review atas produk yang dibeli sebelumnya atau disebut online customer review. Review atau ulasan konsumen dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk membeli bagi calon konsumen. Ulasan positif dapat meningkatkan kepercayaan konsumen, sementara ulasan negatif dapat merugikan Online customer review merupakan salah satu bentuk komunikasi dari mulut ke mulut dalam penjualan daring, dimana calon pelanggan memperoleh informasi mengenai produk dari konsumen yang sudah merasakan manfaat dari produk tersebut (Anggraini , 2. Generasi Z biasanya melakukan pencarian informasi terlebih dahulu mengenai produk atau merek sebelum membeli dan mereka lebih mempercayai review di media sosial dibandingkan dengan iklan resmi (Panjaitan & Simanjuntak, 2. Fitur ulasan pelanggan di Shopee memungkinkan generasi Z mengevaluasi kualitas produk secara lebih baik dan membuat mereka lebih yakin dalam pengambilan keputusan pembelian. Hasil penelitian Aini & Dermawan . menunjukkan bahwa online customer review berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Sementara penelitian yang dilakukan oleh Ilmiyah Mita Nurmala. Ralina Transistari. Ilman Taufiq Lazuardy CAKRAWANGSA BISNIS Vol. No. : Oktober . -183 & Krishernawan . menunjukkan bahwa online customer review berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap keputusan pembelian. Selain price, product knowledge, dan online customer review, brand image juga memainkan peran yang sangat penting dalam mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Brand image merupakan persepsi yang dimiliki konsumen maupun masyarakat terhadap suatu merek, yang merupakan hasil dari evaluasi terhadap merek tersebut (Pandiangan dkk. , 2. Brand image mencakup persepsi yang dimiliki konsumen mengenai suatu merek, yang terbentuk melalui pengalaman mereka, iklan, serta informasi yang diterima dari berbagai sumber (Farhan dkk. Cara generasi Z memandang suatu merek dapat mempengaruhi keputusan mereka dalam membeli produk atau layanan, karena mereka cenderung memilih merek yang memiliki citra positif dan sejalan dengan nilai-nilai yang mereka yakini (Mubarak dkk. , 2. Hasil penelitian Gravina & Angelica . menunjukkan bahwa brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Sementara penelitian yang dilakukan oleh Yunita & Indriyatni . menunjukkan bahwa brand image berpengaruh tidak signifikan terhadap keputusan pembelian. Secara empiris, keputusan pembelian konsumen dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya price, product knowledge, online customer review, dan brand image. Namun, hasil penelitian terdahulu menunjukkan kesenjangan temuan. Beberapa penelitian menemukan price signifikan memengaruhi keputusan pembelian, sementara penelitian lain menunjukkan hasil Hal serupa terjadi pada variabel product knowledge, online customer review, maupun brand image. Inkonsistensi temuan ini menimbulkan kesenjangan penelitian yang penting untuk diteliti lebih lanjut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji secara empiris pengaruh price, product knowledge, online customer review, dan brand image terhadap keputusan pembelian sunscreen Azarine oleh generasi Z pada e-commerce Shopee. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis pada kajian literatur pemasaran digital serta implikasi praktis bagi perusahaan dalam merumuskan strategi pemasaran yang efektif. TINJAUAN LITERATUR Keputusan Pembelian Menurut Kotler & Keller . keputusan pembelian adalah proses di mana pelanggan mengevaluasi dan menentukan preferensi mereka terhadap berbagai merek, lalu membuat pilihan yang dapat mengarah pada keinginan untuk membeli merek yang paling diminati. Keputusan konsumen untuk melakukan pembelian terdiri dari beberapa dimensi, beberapa dimensi tersebut antara lain: Pilihan Produk Konsumen dapat memutuskan untuk membeli suatu produk atau menggunakan uangnya untuk keperluan lain. Dalam hal ini, perusahaan perlu memfokuskan perhatiannya pada calon pembeli yang tertarik dengan produk serta pilihan lain yang mereka pertimbangkan. Pilihan Merek Konsumen harus menentukan merek mana yang akan dibeli, karena setiap merek memiliki ciri khas tersendiri. Perusahaan perlu memahami bagaimana konsumen memilih sebuah Pilihan Penyalur Konsumen perlu memilih distributor atau penyalur yang akan mereka datangi. Setiap konsumen memiliki pertimbangan berbeda dalam menentukan distributor, seperti lokasi yang strategis, harga terjangkau, ketersediaan barang, dan faktor lainnya. Mita Nurmala. Ralina Transistari. Ilman Taufiq Lazuardy CAKRAWANGSA BISNIS Vol. No. : Oktober . -183 Waktu Pembelian Konsumen memiliki waktu pembelian yang beragam, misalnya ada yang membeli setiap bulan, tiga bulan, atau setahun sekali. Jumlah Pembelian Konsumen juga menentukan jumlah produk yang ingin mereka beli pada satu waktu Terkadang, pembelian dilakukan dalam jumlah besar. Oleh karena itu perusahaan harus menyediakan produk dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan pembeli yang Metode Pembayaran Saat membeli produk, konsumen harus melakukan pembayaran. Pada tahap ini, ada yang memilih pembayaran secara tunai, sementara yang lain menggunakan metode seperti kartu Price Price atau harga menurut Kotler & Amstrong . merupakan sejumlah uang yang dibayarkan untuk memperoleh suatu produk atau layanan. Selain itu, harga juga mencerminkan nilai yang diberikan oleh konsumen sebagai imbalan atas manfaat yang diperoleh dari kepemilikan atau penggunaan barang atau jasa tersebut. Terdapat beberapa indikator yang mencerminkan harga. Beberapa indikator tersebut antara lain: Keterjangkauan Harga Harga dirancang agar terjangkau oleh berbagai kelompok masyarakat, dengan tetap mempertimbangkan kesesuaian dengan segmen pasar tertentu yang telah ditetapkan sebagai target utama. Kesesuaian Harga dengan Kualitas Produk Tingkat kualitas produk sangat mempengaruhi besarnya harga yang akan ditetapkan untuk ditawarkan kepada konsumen, karena semakin tinggi kualitas produk, semakin besar pula harga yang wajar untuk dibayarkan oleh konsumen. Daya Saing Harga Apakah harga yang ditawarkan lebih tinggi atau justru lebih rendah dibandingkan dengan harga rata-rata yang ditetapkan oleh pesaing di pasar, menjadi faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam strategi penetapan harga. Kesesuaian Harga dengan Manfaat Produk Konsumen cenderung merasa puas ketika mereka merasakan manfaat atau keuntungan setelah mengonsumsi produk atau layanan yang ditawarkan, yang sebanding dengan nilai atau biaya yang telah mereka keluarkan untuk memperoleh produk tersebut. Kepuasan ini muncul ketika ada keseimbangan yang baik antara apa yang diterima dan apa yang dibayar. Product Knowledge Menurut Peter & Olson . pengetahuan produk mencakup tidak hanya karakteristik fisik, tetapi juga manfaat yang dihasilkan dari karakteristik tersebut, serta nilai personal yang penting bagi konsumen. Konsumen melihat produk sebagai gabungan atribut yang terdiri dari aspek fisik, fungsional, dan simbolis. Terdapat beberapa hal yang menjadi indikator product Wawasan Mutu Produk Wawasan mutu produk mencakup kondisi suatu produk, baik dari segi tampilan fisik, fungsi, maupun karakteristiknya, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Mita Nurmala. Ralina Transistari. Ilman Taufiq Lazuardy CAKRAWANGSA BISNIS Vol. No. : Oktober . -183 Wawasan Mengenai Keamanan Produk Wawasan mengenai keamanan produk berkaitan dengan pemahaman mengenai standar keamanan yang harus dipenuhi oleh sebuah produk. Wawasan Mengenai Kandungan Produk Wawasan mengenai kandungan produk meliputi pengetahuan mengenai bahan atau komposisi yang terdapat dalam suatu produk. Pendalaman Informasi Produk Pendalaman informasi produk adalah proses mengumpulkan dan memahami informasi secara mendalam terkait suatu produk. Online Customer Review Menurut Lackermair dkk. online customer review merupakan ulasan berbentuk teks yang ditulis oleh pelanggan untuk menggambarkan karakteristik produk, termasuk kelebihan dan kekurangannya, yang kemudian dipublikasikan di situs web e-commerce. Ulasan ini biasanya disertai dengan sistem penilaian kuantitatif, seperti peringkat bintang. Terdapat empat indikator online customer review, keempat indikator online customer review tersebut adalah: Kesadaran atau Awareness Kesadaran konsumen menggambarkan pemahaman mereka tentang pentingnya online customer review sebagai salah satu alat untuk mendapatkan informasi yang membantu dalam menilai dan memilih produk sebelum melakukan pembelian. Frekuensi atau Frequency Frekuensi merujuk pada seberapa sering konsumen menggunakan online customer review sebagai sumber utama dalam mencari informasi atau referensi mengenai produk yang Perbandingan atau Comparison Perbandingan menunjukkan bagaimana konsumen membandingkan berbagai ulasan dari sumber yang berbeda untuk memperoleh sudut pandang yang lebih menyeluruh dan mendukung keputusan pembelian mereka. Pengaruh atau Effect Efek online customer review terlihat dari sejauh mana ulasan tersebut memberikan pengaruh nyata terhadap keputusan konsumen dalam memilih dan membeli produk tertentu. Brand Image Menurut Kotler & Keller . brand image adalah persepsi konsumen terhadap sebuah merek sebagai refleksi dari asosiasi yang ada di dalam ingatan mereka. Indikator brand image menurut Kotler & Keller . adalah sebagai berikut: Kekuatan Asosiasi Merek (Strength of Brand Associatio. Merujuk pada sejauh mana konsumen merasa tertarik dan terhubung dengan informasi maupun kesan mereka miliki terhadap produk setelah menggunakannya. Keunggulan Asosiasi Merek (Favorability of Brand Associatio. Merupakan pandangan positif konsumen terhadap produk yang telah mereka gunakan. Pendapat ini biasanya didasarkan pada seberapa baik produk tersebut memenuhi kebutuhan mereka dan memberikan manfaat yang dianggap berharga bagi kehidupan sehari-hari Keunikan Asosiasi Merek (Uniqueness of Brand Associatio. Menggambarkan keistimewaan atau karakteristik khas yang dimiliki suatu produk. Keunikan ini menciptakan daya tarik tersendiri yang membedakan produk dari pesaingnya. Mita Nurmala. Ralina Transistari. Ilman Taufiq Lazuardy CAKRAWANGSA BISNIS Vol. No. : Oktober . -183 sehingga mampu menarik perhatian konsumen dengan memberikan nilai tambah yang berbeda dari yang lain. Pengaruh Price Terhadap Keputusan Pembelian Pada penelitian yang dilakukan oleh Ilmiyah & Krishernawan . Mulyana . Fransiska & Madiawati . , menemukan bahwa harga berpengaruh positif terhadap keputusan Harga yang bersaing dan sesuai dengan nilai yang ditawarkan dapat menciptakan persepsi yang baik terhadap produk, meningkatkan tingkat kepercayaan konsumen, serta mendorong mereka untuk melakukan keputusan pembelian. Selain itu, transparansi harga dan kemudahan alam membandingkan harga antar penjual juga mempermudah konsumen dalam membuat keputusan, sehingga semakin memperkuat harga terhadap keputusan pembelian. Berdasarkan uraian penjelasan dan hasil penelitian sebelumnya, maka peneliti mengajukan hipotesis pertama dalam penelitian ini yaitu: H1: Price berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian sunscreen Azarine oleh generasi Z pada e-commerce Shopee. Pengaruh Product Knowledge Terhadap Keputusan Pembelian Pada penelitian yang dilakukan oleh Hasanah . Febyana dkk. Pamungkas . , menemukan bahwa product knowledge berpengaruh positif terhadap keputusan Pemahaman yang mendalam mengenai informasi produk membantu konsumen membuat pilihan yang lebih tepat, meningkatkan kepercayaan terhadap merek, dan mendorong keputusan pembelian yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka. Berdasarkan uraian penjelasan dan hasil penelitian sebelumnya, maka peneliti mengajukan hipotesis kedua dalam penelitian ini yaitu: H2: Product knowledge berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian sunscreen Azarine oleh generasi Z pada e-commerce Shopee. Pengaruh Online Customer Review Terhadap Keputusan Pembelian Pada penelitian yang dilakukan oleh Latief & Ayustira . Anggraini dkk. Hasanah . , menemukan bahwa online customer review berpengaruh positif terhadap keputusan Ulasan yang disampaikan melalui platform ini membantu membangun ekspektasi awal, memberikan keyakinan terhadap kualitas produk, dan meningkatkan kepercayaan konsumen, sehingga mempengaruhi keputusan mereka untuk membeli. Berdasarkan uraian penjelasan dan hasil penelitian sebelumnya, maka peneliti mengajukan hipotesis ketiga dalam penelitian ini yaitu: H3: Online customer review berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian sunscreen Azarine oleh generasi Z pada e-commerce Shopee. Pengaruh Brand Image Terhadap Keputusan Pembelian Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Gravina & Angelica . Putri & Saputra . Purnomo . , ditemukan bahwa brand image berpengaruh positif terhadap keputusan Citra merek yang baik membantu menciptakan persepsi positif di benak konsumen, meningkatkan keyakinan terhadap kualitas produk, serta membangun kepercayaan konsumen, sehingga mempengaruhi keputusan mereka untuk membeli. Berdasarkan penjelasan dan hasil penelitian sebelumnya, maka peneliti mengajukan hipotesis keempat dalam penelitian ini yaitu: Citra merek yang baik membantu menciptakan persepsi positif di benak konsumen, meningkatkan keyakinan terhadap kualitas produk, serta membangun kepercayaan konsumen, sehingga mempengaruhi keputusan mereka untuk membeli. Berdasarkan penjelasan dan hasil penelitian CAKRAWANGSA BISNIS maka peneliti mengajukan hipotesis keempat dalam penelitian ini yaitu : Mitasebelumnya. Nurmala. Ralina Transistari. Ilman Taufiq Lazuardy Vol. No. : Oktober . -183 H4: Brand image berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian sunscreen Azarine oleh generasi H4:ZBrand image berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian sunscreen Azarine oleh pada e-commerce Shopee. generasi Z pada e-commerce Shopee. Kerangka Penelitian Kerangka Penelitian Price (X. Product Knowledge (X. Keputusan Pembelian Online Customer Review (X. Brand Image (X. Gambar 1. Kerangka Penelitian Gambar 1. Kerangka Penelitian METODE PENELITIAN Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen yang termasuk generasi Z, yaitu individu yang lahir antara tahun 1997Ae2012 dan pernah membeli produk sunscreen Azarine melalui e-commerce Shopee. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan metode purposive sampling, dengan kriteria responden: . lahir dalam rentang tahun 1997Ae2012, . merupakan pengguna Shopee, dan . pernah membeli serta menggunakan sunscreen Azarine melalui platform Shopee. Jumlah sampel ditentukan berdasarkan pendapat Hair et al. yang menyarankan minimal lima hingga sepuluh kali dari jumlah indikator dengan 21 indikator, maka sampel minimum yang dibutuhkan adalah 21 y 5 = 105 responden, sehingga penelitian ini melibatkan 105 responden generasi Z yang memenuhi Data dikumpulkan melalui kuesioner online menggunakan Google Form dengan skala pengukuran Likert 5 poin, mulai dari 1 = sangat tidak setuju hingga 5 = sangat setuju. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Instrumen Penelitian Uji Validitas Pengujian validitas instrumen penelitian menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics 26. Suatu item pertanyaan dinyatakan valid apabila rhitung > rtabel. Pengujian ini dilakukan uji dua sisi dengan taraf signifikansi 5% . , jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 105 responden, dengan . = n-2 yaitu df = 105-2 = 103 sehingga diperoleh rtabel = 0,191. Besarnya rhitung dapat dilihat pada hasil uji validitas pearson correlation. Hasil uji validitas tercantum pada tabel di bawah ini: Mita Nurmala. Ralina Transistari. Ilman Taufiq Lazuardy CAKRAWANGSA BISNIS Vol. No. : Oktober . -183 Tabel 1 Hasil Uji Validitas Variabel Price (X. Product knowledge (X. Online (X. Brand image (X. Keputusan Pembelian (Y) Item X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X4. X4. X4. r-hitung 0,818 0,752 0,689 0,744 0,726 0,690 0,732 0,735 0,723 0,701 0,654 0,688 0,724 0,653 0,632 0,735 0,651 0,851 0,859 0,862 0,620 0,590 0,774 0,718 0,677 0,742 0,743 0,572 0,781 0,788 r-tabel 0,191 0,191 0,191 0,191 0,191 0,191 0,191 0,191 0,191 0,191 0,191 0,191 0,191 0,191 0,191 0,191 0,191 0,191 0,191 0,191 0,191 0,191 0,191 0,191 0,191 0,191 0,191 0,191 0,191 0,191 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan tabel 1 dari hasil uji validitas menunjukkan bahwa semua item pernyataan pada masing-masing variabel yaitu price (X. , product knowledge (X. , online customer review (X. , brand image (X. , dan keputusan pembelian (Y) memiliki rhitung lebih besar dari rtabel. Dari hasil tersebut menunjukkan semua item pernyataan dinyatakan valid. Uji Reliabilitas Suatu kuesioner dinyatakan reliabel apabila jawaban yang diberikan responden terhadap pernyataan konsisten. Instrumen dalam kuesioner dinyatakan reliabel apabila nilai CronbachAos Alpha > 0,7. Hasil uji reliabilitas dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Mita Nurmala. Ralina Transistari. Ilman Taufiq Lazuardy Variabel Price Product knowledge Online customer review Brand Image Keputusan Pembelian CAKRAWANGSA BISNIS Vol. No. : Oktober . -183 Tabel 2 Hasil Uji Reliabilitas CronchbachAos N of item Alpha 0,734 0,833 0,766 0,818 0,881 Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Berdasarkan tabel 2 hasil pengujian reliabilitas di atas, diperoleh nilai CronbachAos Alpha pada masing-masing variabel yaitu price, product knowledge, online customer review, brand image, dan keputusan pembelian lebih besar dari 0,70 sehingga dapat dinyatakan bahwa instrumen reliabel. Uji Normalitas Uji asumsi dasar pada penelitian ini menggunakan uji normalitas One-Sample Kolmogorov Smirnov dengan taraf signifikansi 5% . Uji normalitas dilakukan dengan tujuan untuk menguji apakah setiap variabel terdistribusi normal atau tidak normal dalam model regresi (Ghozali, 2. Hasil uji normalitas dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 3 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Unstandardized Residual Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Berdasarkan tabel 3 uji normalitas One-Sample Kolmogorov Smirnov diketahui bahwa nilai dari Asymp Sig. -taile. sebesar 0,083. Nilai tersebut lebih dari 0,05 sehingga data dinyatakan terdistribusi normal. Uji Multikolinearitas Menurut Ghozali . uji multikolinearitas dilakukan untuk menguji model regresi apakah ditemukan adanya korelasi antar variabel independen atau variabel bebas, karena apabila variabel tersebut saling berkorelasi maka variabel tidak ortogonal. Jika nilai tolerance > 0,10 dan Variance Inflation Factor (VIF) < 10,00, maka variabel tersebut dinyatakan bebas dari multikolinearitas atau tidak terdapat multikolinearitas. Hasil uji multikolinearitas dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Mita Nurmala. Ralina Transistari. Ilman Taufiq Lazuardy CAKRAWANGSA BISNIS Vol. No. : Oktober . -183 Tabel 4 Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model (Constan. Price Product knowledge Online customer review Brand image Unstandardized Coefficients Std. Eror Standardized Coefficients Beta Sig. Collinearity Statistics Tolerance VIF Dependent Variabel : Keputusan Pembelian Berdasarkan tabel 4 hasil uji multikolinearitas diketahui bahwa nilai tolerance variabel price, product knowledge, online customer review, dan brand image lebih dari 0,10. Sedangkan nilai VIF masing-masing variabel kurang dari 10,0 sehingga dapat dikatakan bahwa antar variabel tidak terjadi multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas Uji heterokedastisitas dilakukan untuk menguji ketidaksamaan antara varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain dalam model regresi (Ghozali, 2. Model pengujian dalam penelitian ini menggunakan uji glejser yaitu apabila Sig . -taile. > 0,05 maka dikatakan tidak terjadi heteroskedastisitas. Hasil uji heteroskedastisitas dapat dilihat pada tabel di bawah Tabel 5 Hasil Uji Heteroskedastisitas Model (Constan. Price Product knowledge Online customer review Brand image Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Berdasarkan tabel 5 dapat diketahui bahwa nilai signifikansi variabel price, product knowledge, online customer review, dan brand image lebih dari 0,05 sehingga dapat dinyatakan bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas pada model regresi. Analisis Regresi Linier Berganda Dalam penelitian ini digunakan 4 variabel independen dan satu variabel dependen. Metode analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah regresi linear berganda, yaitu regresi yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen (Ghozali, 2. Analisis ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh variabel bebas yaitu price, product knowledge, online customer review, dan brand image terhadap Mita Nurmala. Ralina Transistari. Ilman Taufiq Lazuardy CAKRAWANGSA BISNIS Vol. No. : Oktober . -183 variabel terikat yaitu keputusan pembelian. Hasil analisis regresi linier berganda yang telah dilakukan dalam penelitian ini disajikan dalam tabel 6 berikut Tabel 6 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Model (Constan. Price Product knowledge Online customer review Brand image Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Berdasarkan tabel 6 maka dapat disusun persamaan regresinya sebagai berikut: Y = yu1 ycU1 yu2 ycU2 yu3 ycU3 yu4 ycU4 e Y = 0,584 0,769 X1 0,269 X2 0,420 X3 0,819 X4 e Persamaan regresi di atas dapat dijelaskan sebagai berikut: Nilai konstanta yang diperoleh sebesar 0,584. Menunjukkan jika variabel price, product knowledge, online customer review, dan brand image bernilai 0, maka keputusan pembelian sebesar 0,584. Variabel price memiliki nilai koefisien sebesar 0,769, artinya koefisien variabel price bernilai positif, sehingga terdapat hubungan searah antara price terhadap keputusan Variabel product knowledge memiliki nilai koefisien sebesar 0,269, artinya koefisien variabel product knowledge bernilai positif sehingga terdapat hubungan searah antara variabel product knowledge terhadap keputusan pembelian. Variabel online customer review memiliki nilai koefisien sebesar 0,420, artinya koefisien variabel online customer review bernilai positif sehingga terdapat hubungan searah antara variabel online customer review terhadap keputusan pembelian. Variabel brand image memiliki nilai koefisien sebesar 0,819, artinya koefisien variabel brand image bernilai positif sehingga terdapat hubungan searah antara variabel brand image terhadap keputusan pembelian. Uji F Menurut Ghozali . uji F dilakukan untuk menguji hipotesis 0 yang mana apakah suatu data empiris sudah sesuai dengan modelnya. Uji F juga digunakan untuk menguji kelayakan model regresi. Dasar pengambilan keputusan dalam uji F adalah jika nilai signifikansi <0,05 maka menunjukkan bahwa model regresi layak digunakan. Hasil analisis uji F disajikan dalam Tabel 7 sebagai berikut: Tabel 7 Hasil Uji F Model Regression Residual Total ANOVAa Sum of Squares Mean Square Sig. Mita Nurmala. Ralina Transistari. Ilman Taufiq Lazuardy CAKRAWANGSA BISNIS Vol. No. : Oktober . -183 Hasil uji F berdasarkan Tabel 7 menyatakan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Maka dapat dinyatakan bahwa model regresi pada penelitian ini layak digunakan. Uji t Menurut Ghozali . uji t adalah uji yang digunakan untuk melihat pengaruh variabel independen secara individu terhadap variabel dependen. Hal ini dilakukan dengan melihat derajat signifikansi. Apabila signifikansi < 0,05 maka variabel independen dinyatakan berpengaruh terhadap variabel dependen. Sebaliknya apabila signifikansi > 0,05 maka variabel independen dinyatakan tidak berpengaruh terhadap variabel dependen. Dalam penelitian ini H1. H2. H3, dan H4 diterima apabila tingkat signifikansi masing-masing kurang dari 0,05. Hasil Uji t disajikan dalam tabel 8 sebagai berikut: Tabel 8 Hasil Uji t Model (Constan. Price Product knowledge Online customer review Brand image Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Berdasarkan tabel 8 hasil uji t yang telah dilakukan dapat dijelaskan sebagai berikut: Variabel price memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dengan koefisien regresi positif, artinya variabel price berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian sunscreen Azarine oleh generasi Z pada e-commerce Shopee. Dengan demikian hipotesis 1 diterima. Variabel product knowledge memiliki nilai signifikansi sebesar 0,036 < 0,05 dengan koefisien regresi positif, artinya variabel product knowledge berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian sunscreen Azarine oleh generasi Z pada e-commerce Shopee. Dengan demikian hipotesis 2 diterima. Variabel online customer review (X. memiliki nilai signifikansi sebesar 0,002 < 0,05 dengan koefisien regresi positif, artinya variabel online customer review berpengaruh terhadap keputusan pembelian sunscreen Azarine oleh generasi Z pada e-commerce Shopee. Dengan demikian hipotesis 3 diterima. Variabel brand image memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dengan koefisien regresi positif, artinya variabel brand image berpengaruh terhadap keputusan pembelian sunscreen Azarine oleh generasi Z pada e-commerce Shopee. Dengan demikian hipotesis 4 Koefisien Determinasi (Adjusted R. Uji ini digunakan untuk menentukan seberapa besar variasi dari variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variasi variabel independen, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model regresi (Ghozali, 2. Nilai R berada pada angka 0 sampai dengan 1 . O R2 O . Variabel-variabel independent mampu memberikan informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel terikat apabila R2 mendekati angka 1. Hasil uji koefisien determinasi disajikan dalam Tabel 9 berikut: Mita Nurmala. Ralina Transistari. Ilman Taufiq Lazuardy Model CAKRAWANGSA BISNIS Vol. No. : Oktober . -183 Tabel 9 Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summary R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Berdasarkan Tabel 9 diketahui bahwa nilai Adjusted R2 sebesar 0,652. Hal ini dapat diartikan bahwa kemampuan variabel price, product knowledge, online customer review, dan brand image untuk menjelaskan variabel keputusan pembelian sebesar 65,2%, sisanya 34,8 % dijelaskan oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat dilihat bahwa price (X. , product knowledge (X. , online customer review (X. , dan brand image (X. berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Semua uji telah dilakukan menggunakan SPSS 26 for Windows dengan hasil sebagai berikut: Pengaruh price terhadap keputusan pembelian Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel price berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian sunscreen Azarine oleh generasi Z pada e-commerce Shopee. Hal ini dibuktikan dengan hasil olah data yang menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 kurang dari 0,05 dan memiliki koefisien regresi positif. Artinya, apabila konsumen merasa bahwa harga produk sunscreen Azarine terjangkau, sesuai dengan kualitas yang ditawarkan, kompetitif dibandingkan produk lain, dan sebanding dengan manfaat yang diperoleh, maka hal tersebut mendorong konsumen untuk melakukan pembelian melalui platform e-commerce Shopee. Hasil penelitian ini mendukung penelitian terdahulu yang dilakukan Septyani & Pratiwi . dan Aulia dkk. bahwa price berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Pengaruh product knowledge terhadap keputusan pembelian Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel product knowledge berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian sunscreen Azarine oleh generasi Z pada e-commerce Shopee. Hal ini dibuktikan dengan hasil olah data yang menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,036 kurang dari 0,05 dan memiliki koefisien regresi yang positif yang berarti semakin baik pengetahuan konsumen mengenai produk sunscreen Azarine, maka semakin besar pula kemungkinan mereka untuk melakukan pembelian. Pemahaman konsumen terhadap mutu produk, keamanan penggunaan, kandungan bahan, serta kemampuannya dalam memperoleh informasi secara mendalam mengenai produk, menjadi faktor yang meningkatkan keyakinan mereka dalam mengambil keputusan pembelian. Hasil penelitian ini mendukung penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Aini & Dermawan . dan Rahmawati dkk. bahwa product knowledge berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Pengaruh online customer review terhadap keputusan pembelian Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel online customer review berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian sunscreen Azarine oleh generasi Z pada e-commerce Shopee. Hal ini dibuktikan dengan hasil olah data yang menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,002 dan memiliki koefisien regresi yang positif yang menunjukkan bahwa semakin tinggi pemanfaatan konsumen terhadap ulasan pelanggan secara daring, maka semakin tinggi pula keputusan pembelian yang diambil. Konsumen yang menyadari pentingnya review, sering Mita Nurmala. Ralina Transistari. Ilman Taufiq Lazuardy CAKRAWANGSA BISNIS Vol. No. : Oktober . -183 mengakses ulasan sebelum membeli, melakukan perbandingan antar ulasan, serta merasa terpengaruh oleh isi ulasan tersebut, lebih terdorong untuk membeli produk sunscreen Azarine di e-commerce Shopee. Hasil penelitian ini mendukung penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Aini & Dermawan . dan Anggreni dkk. bahwa online customer review berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Pengaruh brand image terhadap keputusan pembelian Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel brand image berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian sunscreen Azarine oleh generasi Z pada e-commerce Shopee. Hal ini dibuktikan dengan hasil olah data 70 yang menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 dan memiliki koefisien regresi positif yang berarti ketika konsumen memiliki persepsi yang kuat terhadap merek Azarine, menganggap merek tersebut unggul, serta melihat keunikan produk dibandingkan dengan merek lainnya, maka hal ini membentuk kepercayaan dan keyakinan yang lebih besar untuk melakukan pembelian melalui e-commerce Shopee. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Gravina & Angelica . dan Putri & Saputra . bahwa brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. SIMPULAN Price berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian sunscreen Azarine oleh generasi Z pada e-commerce Shopee. Product knowledge berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian sunscreen Azarine oleh generasi Z pada e-commerce Shopee. Online customer review berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian sunscreen Azarine oleh generasi Z pada e-commerce Shopee. Brand image berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian sunscreen Azarine oleh generasi Z pada e-commerce Shopee. Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi, diketahui bahwa nilai Adjusted R Square sebesar 0,652. Hal ini menunjukkan bahwa variabel price, product knowledge, online customer review, dan brand image mampu menjelaskan sebesar 65,2% variasi dalam keputusan pembelian sunscreen Azarine oleh generasi Z pada e-commerce Shopee. Sementara itu, sisanya sebesar 34,8% dijelaskan oleh faktor lain di luar variabel-variabel yang diteliti dalam penelitian ini. SARAN Berdasarkan hasil analisis dan kesimpulan tentang pengaruh price, product knowledge, online customer review, dan brand image terhadap keputusan pembelian sunscreen Azarine oleh generasi Z pada e-commerce Shopee, maka saran yang dapat peneliti sampaikan adalah sebagai Bagi perusahaan, mengingat seluruh variabel dalam penelitian ini terbukti berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian, maka perusahaan disarankan untuk terus menjaga keseimbangan antara harga yang terjangkau dan kualitas produk agar tetap kompetitif di kalangan generasi Z. Selain itu, informasi mengenai produk, seperti manfaat, kandungan, dan cara penggunaan, perlu disampaikan secara jelas dan edukatif melalui media sosial maupun deskripsi produk di e-commerce. Perusahaan juga perlu mengelola ulasan pelanggan dengan baik, mendorong adanya review positif yang jujur serta menanggapi kritik secara profesional untuk membangun kepercayaan. Di samping itu, citra merek perlu diperkuat melalui strategi branding yang sesuai dengan nilai-nilai generasi Z, seperti menggunakan Mita Nurmala. Ralina Transistari. Ilman Taufiq Lazuardy CAKRAWANGSA BISNIS Vol. No. : Oktober . -183 kemasan menarik, menjaga kualitas produk, dan melakukan promosi melalui influencer yang relevan. Bagi konsumen, karena price, product knowledge, online customer review, dan brand image terbukti mempengaruhi keputusan pembelian, konsumen diharapkan dapat menjadi pembeli yang bijak dengan mempertimbangkan tidak hanya harga, tetapi juga kualitas, keamanan, serta review dari pengguna lain sebelum memutuskan untuk membeli. Pemahaman yang baik terhadap manfaat produk dan kecocokannya dengan kebutuhan pribadi akan membantu konsumen membuat keputusan yang lebih tepat dan memuaskan. Bagi peneliti selanjutnya, mengingat seluruh variabel penelitian ini memiliki pengaruh positif dan signifikan, penelitian di masa mendatang dapat menambahkan faktor lain yang mungkin dapat semakin memperkuat keputusan pembelian, seperti brand trust, kepuasan pelanggan, atau strategi pemasaran di media sosial. Selain itu, cakupan penelitian dapat diperluas dengan membandingkan produk sunscreen dari berbagai merek untuk mengetahui apakah faktor-faktor tersebut memiliki pola pengaruh yang serupa. REFERENSI