Journal of Medicine and Health (JMH) Vol. 4 No. 2 August 2022 e-ISSN: 2442-5257 https://doi.org/10.28932/jmh.v4i2.4112 Research Article Dampak Pandemi COVID-19 terhadap Kondisi Kesehatan Jiwa Para Penyintas COVID-19 Civitas Akademika Universitas Kristen Duta Wacana Impact of the COVID-19 Pandemic on Mental Health Conditions of COVID-19 Survivors of the Academic Community of Duta Wacana Christian University Christiane M Sooai*, Leonardo AP Lalenoh, Vallentino AP Bisay Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Dutawacana Jalan dr. Wahidin Sudirohusodo no. 5-25, Yogyakarta, 55224, Indonesia *Penulis korespondensi Email: christiane_sooai@staff.ukdw.ac.id Received: October 23, 2021 Accepted: May 23, 2022 Abstrak Pandemi Coronavirus-19 (Covid-19) telah memberikan dampak yang cukup signifikan pada segala aspek kehidupan manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran dampak kesehatan jiwa yang diakibatkan oleh pandemi COVID-19 terhadap sivitas akademika Universitas Kristen Dutawacana (UKDW). Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional, pengumpulan data dilakukan secara daring dengan menggunakan skrining kuesioner SRQ-29 dan PHQ-9. Data demografis penelitian ini menunjukkan mayoritas responden adalah perempuan (72,2%). Usia minimal 19 tahun, maksimal 42 tahun dengan modus 20 tahun. Tingkat penghasilan sebagian besar di bawah Rp 5.000.000 per bulan. Jumlah anggota keluarga yang tinggal serumah pada sebagian besar responden kurang dari 5 orang. Sebanyak 50% responden sudah menikah. Hasil skrining dengan kuesioner SRQ-29 menunjukkan 44,4% menunjukkan gejala neurosis; 33,3% menunjukkan gejala psikotik; 55,6% menunjukkan gejala PTSD. Skrining dengan instrument PHQ-9 menunjukkan 22,2% responden menunjukkan gejala depresi ringan dan sedang; sedangkan untuk gejala depresi sedang-berat dan berat sebesar 5,6%. Depresi dan kecemasan pada para penyintas perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Simpulan penelitian adalah pandemi COVID-19 memberi dampak psikologis terhadap penyintas dalam lingkungan sivitas akademika UKDW, antara lain adanya kencenderungan mengalami gejala depresi, psikotik dan pengalaman yang traumatis. Kata kunci: pandemi; Covid-19; penyintas; akademik How to Cite: Sooai CM, Lalenoh LAP, Bisay VAP. Dampak pandemi COVID-19 terhadap kondisi kesehatan jiwa para penyintas COVID-19 civitas akademika Universitas Kristen Duta Wacana. Journal of Medicine and Health. 2022; 4(2), 165-72. DOI: https://doi.org/10.28932/jmh.v4i2.4112 © 2022 The Authors. This work is licensed under a Creative Commons AttributionNonCommercial 4.0 International License. J Med Health.2022;4(2):165-72 165 Journal of Medicine and Health Vol. 4 No. 2 August 2022 Dampak Pandemi COVID-19 terhadap… e-ISSN: 2442-5257 Research Article Abstract The Coronavirus-19 (Covid-19) pandemic had a significant impact on all aspects of human life. The purpose of this study was to obtain an overview of the mental health impacts caused by the COVID-19 pandemic on Dutawacana Christian University (UKDW) academic community. The research design used was cross-sectional, data collection was conducted online using the SRQ-29 and PHQ-9 screening questionnaires. The demographic data of this study indicate that majority of respondents are women (72.2%). Minimum age 19 years, maximum 42 years with a mode of 20 years. The income level is mostly below IDR 5,000,000 per month. The number of family members living in the same house is less than 5 people,married 50%. The results of screening with the SRQ-29 showed 44.4% neurosis; 33.3% psychotic; 55.6% PTSD symptoms. Screening with the PHQ-9 instrument showed 22.2% mild and moderate symptoms of depression; while for moderate-severe and severe depressive symptoms was 5.6%. Depression and anxiety in female survivors were higher than men. As conclusion, COVID-19 pandemic has had a psychological impact on survivors in the UKDW academic community, including the tendency to experience symptoms of depression, psychotic and traumatic experiences. Keywords: pandemic; Covid-19; survivor; academic Pendahuluan Pandemi Corona virus-19 (Covid-19) telah memberikan dampak yang cukup signifikan pada segala aspek kehidupan manusia. Sebagai suatu masalah kesehatan, pandemi Covid-19 menunjukkan adanya kebutuhan yang besar terhadap perbaikan masalah sistem kesehatan. Hal ini juga termasuk pada garda terdepan penyedia layanan kesehatan. Beberapa studi menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 memberikan pengaruh psikologis yang besar tidak hanya pada masyarakat namun juga pada tenaga kesehatan. Sebuah studi di Tiongkok menunjukkan sebanyak lebih dari 50% populasi mengalami dampak psikologis yang cukup berat akibat kondisi pandemi. Dari studi yang sama juga dilaporkan hampir 30% populasi menunjukkan gejala depresi dan lebih 75% merasa khawatir bila ada anggota keluarga mereka yang tertular.1 Suatu studi lain terhadap tenaga kesehatan menunjukkan bahwa lebih dari 50% mengalami depresi dan lebih 70% mengalami gejala terkait stres.2 Dengan melihat kondisi yang ada, maka terlihat kebutuhan layanan kesehatan mental terhadap tenaga kesehatan merupakan hal yang mutlak diperlukan. Adanya pembatasan sosial (social distancing) juga memengaruhi akses terhadap fasilitas kesehatan mental. Oleh karena itu, adanya kemajuan teknologi dan informasi merupakan suatu modalitas yang dapat digunakan untuk membantu tenaga-tenaga kesehatan yang terdampak secara psikologis. 3-6 Dampak pandemi COVID-19 dirasakan pada semua aspek kehidupan, namun hingga saat ini belum ada data yang adekuat menggambarkan kondisi kesehatan jiwa pada populasi yang terdampak. Adanya pembatasan arus manusia, kegiatan serta interaksi antar orang akan memengaruhi aspek pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan tentunya berkaitan dengan ekonomi. Dengan adanya pembatasan aktivitas dan kegiatan, maka perputaran uang juga ikut terpengaruh. Meningkatnya J Med Health.2022;4(2):165-72 166 Journal of Medicine and Health Vol. 4 No. 2 August 2022 Dampak Pandemi COVID-19 terhadap… e-ISSN: 2442-5257 Research Article tingkat pengangguran dan penutupan pusat-pusat perbelanjaan merupakan satu dari sekian faktor yang menunjukkan dampak pandemi COVID-19 yang cukup signifikan dalam bidang ekonomi. Dampak tersebut akan juga ikut memengaruhi aspek-aspek terkait lainnya dalam masyarakat. Hal-hal tersebut di atas menunjukkan bahwa suatu kondisi kesehatan yang diakibatkan oleh penyebaran virus tidak hanya memberikan dampak yang berarti dalam aspek kesehatan itu sendiri. Dengan perkembangan teknologi dan besarnya arus perpindahan manusia saat ini, maka kondisi kesehatan tidak hanya terbatas pada satu aspek tertentu saja. Sebagaimana kompleksitas dari manusia, maka aspek kesehatan akan terus berkaitan dengan faktor-faktor internal dan eksternal yang membentuk karakter seseorang. Dalam pendekatan One Health, kesehatan tidak hanya dipandang sebagai suatu timbulnya penyakit. Kesehatan, merupakan suatu entitas yang mencakup kesehatan manusia, kesehatan hewan dan kesehatan lingkungan yang merupakan komponen utama penyusun ekosistem bumi. Pandemi COVID-19 merupakan salah satu contoh yang menunjukkan bagaimana pengaruh kondisi lingkungan terhadap kesehatan manusia. 6 Terkait dengan kesehatan manusia, definisi sehat tidak hanya berkaitan dengan ada atau tidaknya penyakit. Sehat, dalam perspektif kesehatan manusia juga berkaitan dengan kesehatan fisik dan jiwa. Berbagai studi menunjukkan bahwa kondisi pandemi COVID-19 memberikan dampak psikologis yang cukup signifikan. Adanya kehilangan anggota keluarga, dampak ekonomi, ketidakpastian, isolasi secara sosial dan tidak adanya dukungan merupakan beberapa faktor yang memengaruhi kondisi psikologis seseorang selama masa pandemi. 7-10 Gambar 1 One Health dan Pengaruh pada Kesehatan Jiwa dalam Kondisi Pandemi COVID-196 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran deksriptif dampak kesehatan jiwa yang diakibatkan oleh pandemi COVID-19 terhadap penyintas COVID-19 yang merupakan mahasiswa, dosen, dan pegawai pendukung akademik di UKDW, yang dapat menjadi J Med Health.2022;4(2):165-72 167 Journal of Medicine and Health Vol. 4 No. 2 August 2022 Dampak Pandemi COVID-19 terhadap… e-ISSN: 2442-5257 Research Article bahan pertimbangan dan advokasi untuk perencanaan program peningkatan kesehatan jiwa yang dapat diadaptasi di lingkungan kampus. Metode Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional untuk melakukan pengamatan terhadap kondisi kesehatan jiwa penyintas COVID-19 yang merupakan mahasiswa, dosen dan pegawai pendukung akademik di UKDW. Penelitian dilakukan bulan April hingga Mei 2021. Dengan mempertimbangkan kondisi pandemi COVID-19 yang masih berlangsung dan memperhatikan protokol kesehatan yang ada, maka seluruh proses penelitian dilakukan secara virtual. Populasi dari Penelitian ini adalah seluruh sivitas akademika Universitas Kristen Duta Wacana yang pernah terkonfirmasi positif COVID-19 maupun memiliki kerabat yang tinggal serumah dan terkonfirmasi positif COVID-19. Kriteria inklusi sampel penelitian adalah sivitas akademika UKDW yang bersedia mengikuti penelitian dengan menandatangani formulir informed consent, yang pernah/sedang terkonfirmasi positif COVID-19 serta dapat menggunakan media virtual meeting (zoom dan Google-meet) untuk proses pengambilan data. Kriteria kepastian diagnosis menderita depresi adalah terdapat gejala minimal 2 minggu, sedangkan kriteria Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) adalah gejala minimal 1 bulan. Kriteria ekslusi dari sampel penelitian ini adalah responden sedang dalam kondisi sesak berat sehingga tidak dapat dilakukan wawancara dan pengambilan data. Rekrutmen sampel penelitian dilakukan dengan metode penyebaran pamflet dan broadcasting melalui media sosial. Pengisian informed consent dilakukan secara elektronik dengan menggunakan self-report questionnaire (melalui Google-form). Proses penelitian dilakukan secara virtual. Setelah tahap tersebut, responden penelitian dijadwalkan untuk mengikuti sesi Focus Group Discussion (zoom dan Google-meet). Setiap responden penelitian diberikan sejumlah pertanyaan terkait persepsi mengenai kondisi pandemi saat ini dan dampak yang dirasakan, terutama pada kesehatan jiwa. Eksplorasi terhadap setiap pertanyaan dilakukan hingga jenuh. Konseling diberikan bagi sampel yang memiliki perasaan sedih, cemas dan khawatir berlebihan selama proses pengambilan data. Konseling diberikan dalam sesi yang terpisah dengan sesi pengambilan data. Hasil Data demografis hasil penelitian dapat dilihat pada tabel 1. J Med Health.2022;4(2):165-72 168 Journal of Medicine and Health Vol. 4 No. 2 August 2022 Dampak Pandemi COVID-19 terhadap… e-ISSN: 2442-5257 Research Article Tabel 1 Data Hasil Penelitian Dampak Pandemi COVID-19 terhadap Kondisi Kesehatan Jiwa Para Penyintas COVID-19 Civitas Akademika Universitas Kristen Duta Wacana Variabel Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Usia Minimal Maksimal Modus Pendidikan Terakhir Median SMA/Sederajat S1/Dokter Umum S2/Spesialis Lainnya n (%) 5 (27,8) 13 (72,2) 19 tahun 42 tahun 20 tahun 29,5 tahun 7 (38,9) 6 (33,3) 3 (16,7) 2 (11,1) Status Pegawai Dosen Mahasiswa PPA 3 (16,7) 8 (44,4) 7 (38,9) Status Pernikahan Belum Menikah Sudah Menikah 9 (50,0) 9 (50,0) Penghasilan Per Bulan < Rp 5.000.000 Rp 5.000.000 – 10.000.000 > Rp 10.000.000 13 (72,2) 3 (16,7) 2 (11,1) Jumlah Anggota Keluarga yang Tinggal Serumah <5 orang >atau = 5 orang 10 (55,6) 8 (44,4) Pertama Kali Dinyatakan Positif COVID-19 (dengan swab antigen atau PCR) >1 bulan yang lalu >3 bulan yang lalu >6 bulan yang lalu 9 (50,0) 2 (11,1) 7 (38,9) Tempat menjalani isolasi mandiri Rumah Fasilitas lainnya 17 (94,4) 1 (5,6) Durasi menjalani isolasi mandiri <14 hari >14 hari 5 (27,8) 13 (72,2) Selain anda, apakah ada anggota keluarga/kerabat lain yang tinggal serumah dan dinyatakan positif COVID19? Ya Tidak 9 (50,0) 9 (50,0) SRQ Screening-Neurosis Ya Tidak 8 (44,4) 10 (55,6) SRQ Screening-Psychotic Ya Tidak 6 (33,3) 12 (66,7) SRQ Screening-PTSD Ya Tidak 10 (55,6) 8 (44,4) PHQ Screening - Depressive Symptom Tidak Ada Ringan Sedang Sedang-Berat Berat 8 (44,4) 4 (22,2) 4 (22,2) 1 (5,6) 1 (5,6) PHQ Screening – Severity Sangat tidak sulit Sedikit Sulit 7 (38,9) 11 (61,1) J Med Health.2022;4(2):165-72 169 Journal of Medicine and Health Vol. 4 No. 2 August 2022 Dampak Pandemi COVID-19 terhadap… e-ISSN: 2442-5257 Research Article Diskusi Data demografis penelitian ini menunjukkan mayoritas responden adalah perempuan (72,2%) dengan tingkat pendidikan sebagian besar adalah SMA/sederajat (38,9%), berusia 19 hingga 42 tahun (modus 20 tahun). Tingkat penghasilan sebagian besar di bawah Rp 5.000.000 per bulan. Jumlah anggota keluarga yang tinggal serumah pada sebagian besar responden kurang dari 5 orang. Sebanyak 50% responden sudah menikah. Hasil skrining dengan kuesioner SRQ-29 menunjukkan 44,4% menunjukkan gejala neurosis; 33,3% menunjukkan gejala psikotik; 55,6% menunjukkan gejala PTSD. Hasil skrining dengan instrumen PHQ-9 menunjukkan 22,2% responden menunjukkan gejala depresi ringan dan sedang; sedangkan untuk gejala depresi sedang-berat dan berat masing-masing sebesar 5,6%. Beberapa studi menunjukkan bahwa data demografis memiliki pengaruh terhadap masalah kesehatan jiwa. Usia kurang dari 30 tahun dan status belum menikah merupakan dua faktor yang cukup berpengaruh terhadap timbulnya masalah kejiwaan. Pada studi ini 50% responden belum menikah, sehingga hal ini menunjukkan adanya kemungkinan risiko mengalami gangguan kejiwaan pada populasi penelitian.11 Kesehatan jiwa dipengaruhi dengan berbagai faktor, salah satunya adalah hubungan keluarga, seperti pernikahan. Pernikahan merupakan bentuk hubungan yang dapat mempengaruhi kesejahteraan hidup, menyebabkan peningkatan kesejahteraaan mental dan fisik yang lebih baik, serta termasuk di dalamnya kesejahteraan ekonomi.12 Terkait dengan hasil skrining, pada penelitian ini tampak gejala depresi dan kondisi neurosis masih cukup besar. Hal ini bersesuaian dengan studi yang dilakukan Mazza dan menunjukkan angka depresi hingga 31% dan PTSD sebesar 28%. Hal ini berkaitan dengan tingginya risiko yang dialami ketika sesorang terinfeksi dengan COVID-19, dampak yang dapat terjadi menyebabkan berbagai kekhawatiran dapat timbul dan mempengaruhi kesehatan jiwa.13-16 Pada studi ini juga menunjukkan bahwa perempuan memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami depresi dan kecemasan, dan bersesuaian dengan karakteristik responden dari penelitian ini yang mayoritasnya adalah perempuan.13 Risiko depresi yang dialami oleh perempuan pada penelitian ini lebih besar dari laki-laki, terutama terkait dengan masalah keluarga. Stres yang dialami oleh kaum perempuan ini terjadi sejak awal pandemi, seorang ibu memiliki tanggung jawab lebih besar dalam mengurus keluarga sebagai contoh ketika sekolah beralih dari tatap muka dan menjadi secara daring, serta tanggung jawab ibu dalam mengurus keluarga dan tanggung jawab lainnya di kantor.17,18 Studi ini juga menggambarkan pentingnya membangun kemampuan dan ketahanan beradaptasi bagi setiap individu dalam menghadapi suatu kondisi yang menekan.19-20 J Med Health.2022;4(2):165-72 170 Journal of Medicine and Health Vol. 4 No. 2 August 2022 Dampak Pandemi COVID-19 terhadap… e-ISSN: 2442-5257 Research Article Simpulan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 memberikan dampak psikologis terhadap penyintas dalam lingkungan sivitas akademika UKDW, antara lain adanya kencenderungan mengalami gejala depresi, psikotik dan pengalaman yang traumatis. Studi ini menunjukkan bahwa dampak psikologis akibat pandemi COVID-19 tidak hanya terbatas pada tenaga kesehatan, namun juga masyarakat secara umum. Upaya preventif dan promotif kesehatan jiwa perlu dilakukan dalam lingkungan akademik untuk meningkatkan kualitas hidup dan fungsi sosial, serta diperlukan adanya upaya perencanaan program kesehatan jiwa di lingkungan akademik. Daftar Pustaka 1. Albott CS, Wozniak JR, McGlinch BP, Wall MH, Gold BS, Vinogradov S. Battle buddies: rapid deployment of a psychological resilience intervention for health care workers during the coronavirus disease 2019 pandemic. Anesthesia and Analgesia. 2020;131(1):43–54. 2. Bäuerle A, Graf J, Jansen C, Dörrie N, Junne F, Teufel M, et al. An e-mental health intervention to support burdened people in times of the covid-19 pandemic: CoPE It. BMJ Open. 2020;18;42(3):647–8. 3. Blake H, Bermingham F, Johnson G, Tabner A. Mitigating the psychological impact of covid-19 on healthcare workers: a digital learning package. Int J Environ Res Public Health. 2020;17(9):2997. 4. Cheng P, Xia G, Pang P, Wu B, Jiang W, Li YT, et al. Covid-19 epidemic peer support and crisis intervention via social media. Community Ment Health journal. 2020;56(5):786–92. 5. Liu S, Yang L, Zhang C, Xiang YT, Liu Z, Hu S, Zhang B. Online mental health services in China during the covid19 outbreak. Lancet Psychiatry. 2020;7(4):e17–8. 6. Lalenoh LAP. Global health challenges in ASEAN economic community era. KnE Soc Sci. 2018;3(5):360. 7. Pan KY, Kok AA, Eikelenboom M, Horsfall M, Jörg F, Luteijn RA, et al. The mental health impact of the covid19 pandemic on people with and without depressive, anxiety, or obsessive-compulsive disorders: a longitudinal study of three Dutch case-control cohorts. Lancet Psychiatry. 2020;8(2):121–9. 8. Wang C, Pan R, Wan X, Tan Y, Xu L, Ho CS, Ho RC. Immediate psychological responses and associated factors during the initial stage of the 2019 coronavirus disease (covid-19) epidemic among the general population in China. Int J environ Res Public Health. 2020;17(5):1729. 9. Xiong J, Lipsitz O, Nasri F, Lui LM, Gill H, Phan L, McIntyre RS. Impact of COVID-19 pandemic on mental health in the general population: A systematic review. J Affec Disord. 2020; 2(77):55–64. 10. Zhang Y, Ma ZF. Impact of the COVID-19 pandemic on mental health and quality of life among local residents in Liaoning Province, China: A cross-sectional study. Int J Environ Res Public Health. 2020;17(7):2381-93. 11. Wang C, Tee M, Roy AE, Fardin MA, Srichokchatchawan W, Habib HA, et al. The impact of covid-19 pandemic on physical and mental health of Asians: a study of seven middle-income countries in Asia. PloS one. 2021;16(2):1– 20. 12. Mazza MG, De Lorenzo R, Conte C, Poletti S,Vai B, Bollettini I, et al. Anxiety and depression in COVID-19 survivors: role of inflammatory and clinical predictors. Brain Behav Immun. 2020;89:594–600. 13. Thibaut F, van Wijngaarden-Cremers P. Women’s mental health in the time of covid-19 pandemic. Front Glob Womens Health 2020; 1: 588372. doi: 10.3389/fgwh.2020.588372 14. Al Miskry ASA, Hamid AA, Darweesh AHM. The impact of covid-19 pandemic on university faculty, staff, and students and coping strategies used during the lockdown in the United Arab Emirates. Front Psychol. 2021;12 682757. doi:10.3389/fpsyg.2021.682757. 15. Browning MH, Larson LR, Sharaievska I, Rigolon A, McAnirlin O, Mullenbach L, et al. Psychological impacts from covid-19 among university students: risk factors across seven states in the United States. PloS one. 2021;16(1):e0245327. 16. Appleby JA, King N, Saunders KE, Bast A, Rivera D, Byun J, et al. Impact of the covid-19 pandemic on the experience and mental health of university students studying in Canada and the UK: a cross-sectional study. BMJ open. 2022;12(1):e050187. 17. Thomas PA, Liu H, Umberson D. Family relationships and well-being. Innovation in Aging. 2017;1(3);1–9. 18. Martinez JJC, Martinez CP, Esteban MDP, Sanches IMR. Family and school relationship during covid-19 pandemic: a systematic review. Int J Environ Res Public Health. 2021;18(21):11710. J Med Health.2022;4(2):165-72 171 Journal of Medicine and Health Vol. 4 No. 2 August 2022 Dampak Pandemi COVID-19 terhadap… e-ISSN: 2442-5257 Research Article 19. Marler EK, Bruce MJ, Abaoud A, Henrichsen C, Suksatan W, Homvisetvongsa S, et al. The impact of covid-19 on university students’ academic motivation, social connection, and psychological well-being. Scholarship of Teaching and Learning in Psychology. 2021. 20. Jojoa M, Lazaro E, Garcia-Zapirain B, Gonzalez MJ, Urizar E. The impact of covid 19 on university staff and students from Iberoamerica: online learning and teaching experience. Int. J. Environ. Res. Public Health. 2021;18(11):5820. J Med Health.2022;4(2):165-72 172