Digitalisasi dan Strategi Bisnis Elektronik dalam Pengembangan Hilirisasi Sawit Bernilai Tambah: Studi pada PTPN IV Renny lubis Universitas Amir Hamzah rennyloebis@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh transformasi digital dan strategi e-business terhadap peningkatan nilai tambah produk hilir kelapa sawit pada PTPN IV Regional i. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya digitalisasi dan hilirisasi industri sawit dalam menghadapi tantangan globalisasi dan peningkatan daya saing. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder time series dari tahun 2019 hingga 2023 yang diperoleh dari laporan perusahaan dan publikasi resmi pemerintah. Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson, regresi linier sederhana, dan regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi e-business memiliki pengaruh paling dominan terhadap nilai tambah produk hilir, dengan nilai RA sebesar 0,992. Transformasi digital juga memberikan pengaruh positif yang signifikan, dengan RA sebesar 0,971. Secara simultan, kedua variabel independen menjelaskan 99,3% variasi nilai tambah. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi digitalisasi dan pengembangan e-business merupakan strategi kunci dalam peningkatan efisiensi dan penciptaan nilai tambah di sektor hilir industri sawit. Penelitian ini merekomendasikan penguatan infrastruktur digital dan kolaborasi antara BUMN dan penyedia teknologi digital dalam rangka mempercepat transformasi digital dan perluasan pasar produk sawit bernilai tambah. Kata kunci: transformasi digital, e-business, nilai tambah, industri sawit, hilirisasi. PTPN IV PENDAHULUAN Kelapa sawit adalah jenis tumbuhan yang termasuk dalam genus Elaeis dan ordo Arecaceae. Tumbuhan ini digunakan dalam usaha pertanian komersial untuk memproduksi minyak sawit. Kelapa sawit merupakan komoditas minyak nabati yang paling efisien dibandingkan minyak kedelai, bunga matahari, dan rapeseed, baik dari sisi produktivitas per hektar maupun biaya produksi (Ogahara et al. , 2. Produk hilir kelapa sawit digunakan luas dalam berbagai industri: pangan, kosmetik, bioenergi, dan oleokimia. Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas pertanian yang utama di Indonesia (Irham et al. , 2. dimana para petani sawit Jurnal Insitusi Politeknik Ganesha Medan Juripol. Volume 8 Nomor 2 Agustus 2025 sangat bergantung pada hasilnya (Abdul Irawati et al. , 2. Produksi kelapa sawit telah mngalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir (Purba Bonaraja et al. , 2. Industri kelapa sawit merupakan salah satu sektor strategis dalam perekonomian Indonesia, baik dari aspek kontribusi terhadap PDB nasional, penciptaan lapangan kerja, maupun penghasil devisa negara (Setiajiati et al. , 2. Dari sisi ekonomi makro, sektor kelapa sawit menyumbang sekitar 3,5% terhadap PDB Indonesia dan merupakan sumber pendapatan ekspor terbesar dari sektor perkebunan. Pada tahun 2023, ekspor minyak sawit (CPO dan turunanny. mencapai lebih dari US$ 30 miliar (Hariyanti et al. , 2. Sebagai produsen kelapa sawit terbesar dunia. Indonesia memiliki kesempatan untuk meningkatkan nilai tambah dari kelapa sawit namun bagi pengusaha sawit dalam skala kecil dan menengah memiliki kendala pada umumnya mengenai distribusi dan akses pasar. Harga minyak sawit mentah (CPO) sangat rentan terhadap fluktuasi global, karena bergantung pada dinamika permintaan dan penawaran di pasar internasional, serta faktor eksternal seperti iklim, geopolitik, dan perubahan kebijakan negara importir . isalnya India. Tiongkok. Uni Erop. (Aprina, 2. Kondisi ini mempengaruhi kesejahteraan petani kecil, karena mereka sering tidak memiliki daya tawar dalam rantai pasok yang panjang dan tidak stabil (Ayisala, 2. Industri kelapa sawit menghadapi tekanan kuat dari komunitas internasional terkait deforestasi, biodiversity loss, dan emisi karbon. Hal ini berimplikasi terhadap akses pasar ekspor, terutama ke Eropa yang mulai memberlakukan European Union Deforestation Regulation (EUDR) (Kinseng et , 2. Meski Indonesia telah mengembangkan skema sertifikasi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oi. , adopsi di tingkat petani masih rendah karena keterbatasan teknis dan biaya (Haryani et al. , 2. Sebagian besar ekspor Indonesia masih berupa minyak sawit mentah (CPO) dan produk antara . ntermediate good. , bukan produk turunan bernilai tambah tinggi seperti oleokimia, biodiesel, atau produk konsumen akhir (FMCG). Ini membuat Indonesia rentan terhadap harga global dan nilai tambah yang rendah (Hariyanti et , 2. Pengembangan industri hilir masih terkendala akses teknologi, investasi, dan infrastruktur logistic (Ariyani & Fauzi, 2. Produk hilir kelapa sawit adalah produk turunan dari pengolahan minyak sawit mentah (CPO) dan minyak inti sawit (PKO) yang telah melalui proses industrialisasi lanjutan (Cheah et al. Dengan mengembangkan industri hilir. Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah yang rentan terhadap volatilitas harga global. Produk bernilai tambah lebih tinggi juga memberikan margin keuntungan lebih besar, dan mampu menjaga ketahanan ekonomi nasional terhadap krisis eksternal (Rifin, 2. Penguatan industri hilir sawit nasional merupakan strategi untuk mendorong kemandirian ekonomi dan ketahanan energi berbasis sumber daya domestic (Porang et al. , n. Industri hilir cenderung lebih padat karya daripada industri hulu. Dengan adanya unit pengolahan lanjutan di daerah, maka akan tercipta lapangan kerja baru, mengurangi urbanisasi, dan memperkuat ekonomi lokal di daerah sentra produksi sawit (Raharja et al. , 2. Industri hilir kelapa sawit memiliki potensi besar dalam menyerap tenaga kerja lokal, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat nilai ekonomi desa (Haliza et al. , 2. Produk hilir dengan standar kualitas tinggi, disertai dengan sertifikasi berkelanjutan dan branding digital, memiliki nilai ekspor yang jauh lebih besar dibandingkan dengan bahan Strategi ini memungkinkan Indonesia mengakses segmen premium di pasar global (Husin et al. , 2. Transformasi digital dalam konteks Industri 4. 0 mencakup integrasi Jurnal Insitusi Politeknik Ganesha Medan Juripol. Volume 8 Nomor 2 Agustus 2025 teknologi digital cerdas seperti Internet of Things (IoT). Artificial Intelligence (AI). Big Data. Blockchain, dan Cloud Computing ke dalam seluruh rantai nilai industri, termasuk sektor agribisnis dan produk hilir kelapa sawit (Mohamad Zaki et al. , 2. Sementara itu, ebusiness mengacu pada pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung aktivitas bisnis, seperti pemasaran digital, e-commerce, manajemen rantai pasok, pelacakan keberlanjutan . , serta layanan pelanggan berbasis platform. Dalam konteks globalisasi, digitalisasi memperkuat konektivitas pasar, efisiensi proses bisnis, dan daya saing internasional, sehingga menjadi keharusan bagi industri kelapa sawit agar tidak tertinggal dari negara lain (Rusmiati et al. , n. Melalui platform e-commerce dan pemasaran digital global, pelaku industri dapat langsung menjual produk hilir bernilai tambah ke konsumen global, tanpa harus tergantung pada trader internasional (Kraus et al. , 2. Dengan pemanfaatan optimalisasi teknologi digital diharapkan dapat menjadi penunjang bisnis dan merumuskan strategi dalam mengatasi masalah dan mengembangkan potensi pengelolaan kelapa sawit (Lumbanraja & Lumbanraja, 2. Dengan adanya platform digital, para pengusaha kelapa sawit dapat terhubung langsung dengan mitra bisnis sehingga ekosistem perdagangan lebih sehat dan kompetitif serta berkelanjutan. Meskipun industri ini menghadapi tantangan dalam isu keberlanjutan dan citra negatif di pasar global, transformasi digital dan strategi e-business menjadi kunci untuk meningkatkan transparansi, daya saing produk hilir, serta akses pasar internasional (Pareira, 2. Indonesia perlu mempercepat teknologi hilirisasi untuk mengejar ketertinggalannya dari negara seperti Malaysia selain itu diharapkan dengan kecanggihan teknologi informasi dimana produsen dan konsumen terkoneksi melalui satu jaringan yang membentuk pasar . , sehingga dapat memangkas jaringan perantara (Perwita & Saptana, 2. Digitalisasi membuka peluang untuk penguatan peran UMKM sawit dan koperasi petani, memungkinkan mereka ikut serta dalam ekonomi digital melalui pelatihan digital, digital payment system, dan aplikasi mobile agribisnis (Rayhan et al. , 2. PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit, dengan wilayah operasional utama di Provinsi Sumatera Utara dan Riau, khususnya Regional i. PTPN IV memiliki peran penting dalam mendukung hilirisasi industri sawit nasional, karena mengelola rantai pasok dari hulu hingga hilir, termasuk pengolahan CPO (Crude Palm Oi. menjadi produk turunan bernilai tambah seperti minyak goreng, olein, dan produk konsumen lainnya. Dalam menghadapi tantangan efisiensi, fluktuasi harga, dan tuntutan keberlanjutan global. PTPN IV telah memulai transformasi digital dengan mengintegrasikan teknologi informasi dalam proses produksi, distribusi, dan pemasaran. Studi ini memfokuskan perhatian pada strategi digitalisasi dan e-business yang diterapkan PTPN IV sebagai langkah untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk hilir di pasar global yang semakin kompetitif. II. LITERATURE REVIEW Transformasi Digital Perkembangan transformasi digital membawa dampak positif dan negatif, hal ini juga membawa banyak peluang untuk pertumbuhan ekonomi dan inovasi bisnis (Raharja et al. Jurnal Insitusi Politeknik Ganesha Medan Juripol. Volume 8 Nomor 2 Agustus 2025 2. Transformasi digital bisnis dapat diartikan sebagai penerapan teknologi untuk membagun model bisnis, proses, perangkat lunak, dan sistem baru yang menghasilkan profit lebih besar, keunggulan yang bersaing, dan efisiensi terhadap sumber daya (Haliza et al. Dalam transformasi digital ini diperlukan perangkat Internet of Things (IoT). IoT adalah jaringan perangkat fisik yang saling terhubung melalui internet untuk mengumpulkan dan bertukar data secara real-time. Dalam industri kelapa sawit. IoT digunakan untuk monitoring kebun, pengelolaan logistik, dan tracking produk dalam rantai pasok (Fyre et al. Selain IoT dalam industry kelapa sawit ini juga mulai memanfaatkan Artificial Intelligence untuk memudahkan pekerjaan di industri ini, di sektor hilir kelapa sawit. AI digunakan untuk prediksi permintaan pasar, pengendalian kualitas produk, dan optimasi produksi (Choudhary & Shekhawat, 2. Selain itu penggunaan Big Data sebagai bahan rujukan untuk pengolahan dan analisis sangat diperlukan untuk mendapatkan wawasan strategis yang nantinya dapat digunakan sebagai analisis pasar global, optimasi rantai pasok, dan pemantauan kinerja produksi (Paudel et al. , 2. Sebagai pencatatan digital diperlukan teknologi blockchain yang terdesentralisasi dan aman digunakan untuk meningkatkan transparansi dan kepercayaan dalam rantai pasok, dalam industri kelapa sawit, blockchain penting untuk sertifikasi keberlanjutan dan traceability produk hilir (Giannetti et al. , 2. Teknologi terakhir yang diperlukan dalam transformasi digital untuk pengelolaan produk hilir kelapa sawit adalah teknologi clound computing yang berguna sebagai penyedia infrastruktur , platform, dan layanan berbasis internet yang memungkinkan penyimpanan dan pemrosesan data secara fleksibel dan efisien. Dalam industri kelapa sawit, cloud digunakan untuk integrasi data produksi, pengelolaan e-business, dan kolaborasi antar pelaku rantai pasok (Urban & Plattfaut, 2. Konsep Nilai Tambah (Value Adde. dalam Industri Hilir Pengertian Value Added adalah selisih antara nilai produk yang dihasilkan dengan nilai bahan baku dan nilai produksi. Dalam industry hilir kelapa sawit, nilai tambah terjadi ketika CPO ( Crude Palm Oi. dan PKO ( Palm Kernel Oi. diolah menjadi produk turunan yang memiliki nilai jual lebih tinggi dan fungsi lebih luas (Dahal et al. , 2. Dengan melakukan diversifikasi produk hilir bahan mentah dapat diubah menjadi berbagai jenis produk dengan karakteristik, fungsi, dan segmen pasar yang berbeda (Santoso et al. , 2. Kemampuan industri untuk mempertahankan mempertahankan kemampuan ekomominya meskipun sedangkan terjadi gejolak harga di pasar sangat dibutuhkan khususnya dalam industrii ini yang perubahan harga di pasar relatif sering terjadi, untungnya produk hilir lebih tahan terhadap fluktuasi harga CPO karena memiliki nilai pasar yang lebih stabil dan dapat dipasarkan di segmen premium (Pratama et al. , 2. Dalam penciptaan lapangan kerja Industri hilir yang padat karya menciptakan lebih banyak peluang kerja dibandingkan industri hulu yang bersifat padat lahan, yang memberikan manfaat dalam peningkatan endapatan masyarakat, memperkuat ekonomi daerah, dan mengurangi urbanisasi (Li, n. Kemampuan produk hilir untuk bersaing di pasar internasional dengan kualitas, inovasi, dan diferensiasi yaitu dangan menciptakan produk olahan premium yang menyentuh sisi sensitive dari pasar global khususnya mengenai isu harga dan keberlanjutan (Judijanto, 2. Dengan konsep nilai tambah, setiap proses pengolahan meningkatkan nilai jual, sehingga kontribusi industri terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan devisa meningkat seningga mengurangi Jurnal Insitusi Politeknik Ganesha Medan Juripol. Volume 8 Nomor 2 Agustus 2025 ketergantungan pada ekspor bahan mentah, memperkuat neraca perdagangan (Irawan et al. E-Business dan Globalisasi Pasar E-business adalah pemanfaatan teknologi digital dan internet untuk menjalankan proses bisnis, mulai dari produksi, pemasaran, distribusi, hingga pelayanan pelanggan (Laudon. Pada industri hilir kelapa sawit, e-business meliputi pemasaran digital, e-commerce B2B dan B2C, digital supply chain, dan sistem pembayaran elektronik yang nantinya dapat memperluas jaringan penjualan, mengurangi ketergantungan pada distributor tradisional, meningkatkan margin keuntungan (Zheng et al. , 2. Untuk strategi branding dan dan pemasaran digital pemanfaatan media digital . ebsite, social media, digital advertisin. untuk membangun citra merek dan menarik konsumen dengan harapan meningkatkan brand awareness, menjangkau pasar internasional dengan biaya promosi lebih efisien, serta memperkenalkan produk hilir sawit sebagai produk premium atau berkelanjutan (Chaffey. & Ellis-Chadwick, 2. Integrasi industri hilir kelapa sawit ke dalam rantai pasok global dengan memanfaatkan teknologi digital untuk manajemen logistik, traceability, dan kolaborasi internasional yang berguna dalam efisiensi rantai pasok, memenuhi standar keberlanjutan global, serta membuka akses ke pasar premium (Razzaq et al. , 2. Dengan mengakses pasar internasional secara langsung, baik melalui e-commerce internasional maupun kemitraan digital dengan importir dapat mengurangi hambatan distribusi, mempercepat transaksi lintas negara, serta meningkatkan visibilitas produk hilir Indonesia di pasar global (Liu, 2. Platform digital digunakan untuk menawarkan produk hilir dengan spesifikasi unik, kualitas tinggi, atau sertifikasi khusus sehingga diperoleh harga jual lebih tinggi, menarik konsumen yang peduli terhadap lingkungan, dan memperkuat posisi di segmen niche market (Birla, n. RESEACH QUESTION Berdasarkan uraian diatas, maka dirumuskan pokok permasalahan yang akan diteliti dan dibahas pada penelitian dengan judul Digitalisasi dan Strategi Bisnis Elektronik dalam Pengembangan Hilirisasi Sawit Bernilai Tambah : Studi pada PTPN IV adalah sebagai Bagaimana pengaruh transformasi digital terhadap nilai tambah produk hilir kelapa sawit di PTPN IV? agaimana pengaruh strategi e-business terhadap nilai tambah produk hilir kelapa sawit di PTPN IV? Sejauh mana transformasi digital dan strategi e-business secara simultan berpengaruh terhadap nilai tambah produk hilir kelapa sawit di PTPN IV? Jurnal Insitusi Politeknik Ganesha Medan Juripol. Volume 8 Nomor 2 Agustus 2025 IV. METHOD Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan analisis inferensial sederhana untuk mengevaluasi pengaruh transformasi digital dan strategi ebusiness terhadap peningkatan nilai tambah produk hilir kelapa sawit pada PTPN IV Regional i (Ria. Analisis dilakukan melalui statistik deskriptif untuk menggambarkan perkembangan skor digitalisasi, penerapan strategi e-business, dan efisiensi rantai pasok. Selanjutnya, analisis korelasi dan regresi linier sederhana digunakan untuk menguji hubungan antar variabel bebas . ransformasi digital dan e-busines. terhadap variabel dependen . ilai tambah produk hili. Dalam pendekatan ini, efisiensi dan transparansi rantai pasok juga dianalisis sebagai variabel mediasi potensial menggunakan metode regresi bertingkat, guna melihat sejauh mana perannya dalam memperkuat pengaruh transformasi digital terhadap penciptaan nilai tambah. Pendekatan ini memungkinkan pemahaman yang lebih kontekstual terhadap strategi digitalisasi dalam mendorong kinerja industri hilir sawit di tingkat Jenis Data Data yang digunakan merupakan data sekunder, yang dikumpulkan melalui berbagai sumber Sumber Data Data diperoleh dari laporan resmi perusahaan, publikasi media bisnis nasional, serta laporan kinerja tahunan dan dokumentasi Kementerian BUMN time series dari tahun 2019 hingga Teknik Pengumpulan Data Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dari sumber sekunder yang relevan, seperti laporan tahunan PTPN IV Regional i, publikasi Kementerian BUMN. BPS, serta artikel ilmiah dan media bisnis nasional. Data mencakup periode 2019 hingga 2023 dan difokuskan pada indikator transformasi digital, strategi e-business, efisiensi rantai pasok, serta nilai tambah produk hilir. Seluruh informasi yang dikumpulkan diseleksi berdasarkan keterkaitan dengan variabel penelitian, kemudian diolah secara terstruktur untuk analisis. Validitas data dijaga dengan menggunakan sumber yang kredibel dan telah diakui secara ilmiah maupun institusional. Uji Statistik Deskriptif Uji ini digunakan untuk menggambarkan karakteristik masing-masing variabel penelitian, seperti rata-rata, standar deviasi, nilai maksimum dan minimum dari skor digitalisasi, eJurnal Insitusi Politeknik Ganesha Medan Juripol. Volume 8 Nomor 2 Agustus 2025 business, efisiensi rantai pasok, dan nilai tambah produk hilir. Statistik deskriptif memberikan gambaran umum tentang tren dan distribusi data selama periode 2019Ae2023, serta membantu memahami dinamika indikator yang dianalisis. Uji Korelasi Perason Uji korelasi Pearson digunakan untuk mengetahui kekuatan dan arah hubungan antara dua variabel kuantitatif, seperti antara transformasi digital dan nilai tambah produk hilir, atau antara strategi e-business dan efisiensi rantai pasok. Uji ini penting untuk mengidentifikasi apakah terdapat asosiasi yang signifikan antarvariabel sebelum dilakukan uji lanjutan. Korelasi positif menunjukkan bahwa peningkatan suatu variabel berasosiasi dengan peningkatan variabel lainnya. Uji Regresi Linier Sederhana Uji regresi linier sederhana dilakukan untuk menguji seberapa besar pengaruh variabel independen seperti transformasi digital (X. dan strategi e-business (X. terhadap variabel dependen nilai tambah produk hilir (Y). Uji ini mengukur hubungan sebab-akibat secara langsung dan memberikan koefisien regresi yang menunjukkan tingkat pengaruh masingmasing variabel bebas terhadap variabel terikat. Uji Regresi Berganda Jika model mencakup lebih dari satu variabel bebas (X1 dan X2 secara simulta. , digunakan uji regresi berganda untuk melihat pengaruh keduanya terhadap Y secara bersamaan. Model ini membantu mengetahui variabel mana yang memiliki pengaruh dominan serta signifikansi pengaruh gabungan dari keduanya terhadap nilai tambah produk hilir. DISCUSSION Uji Statistik Deskriptif Data menunjukkan bahwa nilai tambah tertinggi adalah 95 dan terendah 60. Variabel transformasi digital dan strategi e-business juga menunjukkan peningkatan yang stabil dari tahun ke tahun. Uji Korelasi Pearson Correlations Digital Transformation Pearson Correlation Digital Transformation Sig. -taile. Jurnal Insitusi Politeknik Ganesha Medan Juripol. Volume 8 Nomor 2 Agustus 2025 E-Business Strategy Value Added E-Business Strategy Value Added Pearson Correlation Sig. -taile. Pearson Correlation Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Transformasi Digital Ie Nilai Tambah: Koefisien korelasi = 0. 985 Ie Sangat kuat dan positif Strategi E-Business Ie Nilai Tambah: Koefisien korelasi = 0. 996 Ie Sangat kuat dan positif Ini berarti semakin tinggi tingkat digitalisasi dan e-business, semakin tinggi pula nilai tambah produk hilir yang dihasilkan. Uji Regresi Linier Sederhana Transformasi Digital E Nilai Tambah ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Sig. Dependent Variable: Value Added Predictors: (Constan. Digital Transformation Jurnal Insitusi Politeknik Ganesha Medan Juripol. Volume 8 Nomor 2 Agustus 2025 Koefisien regresi positif . , artinya setiap peningkatan skor digitalisasi 1 poin meningkatkan nilai tambah sebesar $46 juta. Nilai signifikansi 0. 002 < 0. 05, artinya pengaruhnya signifikan. Nilai RA = 0. 971, menunjukkan 97,1% variasi nilai tambah dijelaskan oleh transformasi Strategi E-Business E Nilai Tambah Variables Entered/Removeda Model Variables Entered Variables Removed E-Business Strategyb Method Enter Dependent Variable: Value Added All requested variables entered. Jurnal Insitusi Politeknik Ganesha Medan Juripol. Volume 8 Nomor 2 Agustus 2025 Koefisien regresi sebesar 87. 5, artinya kenaikan 1 poin skor strategi e-business diperkirakan meningkatkan nilai tambah sebesar $87,5 juta. Signifikan pada p < 0. 001, sangat kuat secara statistik. RA = 0. 992, artinya strategi e-business menjelaskan 99,2% variasi dalam nilai tambah. Uji Regresi Berganda Koefisien Transformasi Digital = -6. idak sesuai ekspektasi, kemungkinan karena multikolinearitas atau ukuran sampel keci. Koefisien E-Business = 83. erarti kenaikan 1 poin skor strategi e-business meningkatkan nilai tambah sebesar $83,3 jut. R-squared (RA) = 0. Jurnal Insitusi Politeknik Ganesha Medan Juripol. Volume 8 Nomor 2 Agustus 2025 Model ini mampu menjelaskan 99. 3% variasi dalam nilai tambah produk hilir. VI. CONCLUSION Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh transformasi digital dan strategi ebusiness terhadap peningkatan nilai tambah produk hilir kelapa sawit pada PTPN IV. Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linierAibaik sederhana maupun bergandaAidiperoleh bahwa kedua variabel independen menunjukkan hubungan yang sangat kuat dan signifikan terhadap variabel dependen. Transformasi digital terbukti memiliki korelasi yang tinggi dengan nilai tambah, meskipun dalam model regresi berganda kontribusinya kurang dominan dibandingkan strategi ebusiness. Hasil regresi linier sederhana menunjukkan bahwa transformasi digital memberikan pengaruh positif yang signifikan dengan nilai RA sebesar 0. Di sisi lain, strategi ebusiness menunjukkan pengaruh yang paling dominan dengan koefisien regresi tertinggi dan RA sebesar 0. 992, menandakan bahwa strategi ini menjadi pendorong utama dalam peningkatan efisiensi dan daya saing produk hilir. Secara simultan, kedua variabel menyumbang 99,3% variasi dalam peningkatan nilai tambah (RA = 0. , membuktikan bahwa integrasi digitalisasi dan e-business merupakan strategi krusial dalam pengembangan hilirisasi industri sawit nasional. Oleh karena itu. PTPN IV dan perusahaan sejenis sangat disarankan untuk terus memperkuat transformasi digital dan mengembangkan strategi e-business yang berorientasi pada nilai tambah dan ekspansi pasar REFERENCES