JIGE 4 . JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION id/index. php/jige PEMIKIRAN PEMBAHARUAN PENDIDIKAN ISLAM KH. AHMAD DAHLAN PERSPEKTIF INTELEKTUAL MUSLIM DI INDONESIA Husin1 Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam. Program Pascasarjana. IAIN Syaikh Abdurahman Siddik. Bangka Belitung History Article Article history: Received Mei 05, 2023 Approved Mei 19, 2023 Keywords: Renewal of education. Muslim intellectuals ,KH. Ahmad Dahlan ABSTRACT This study is through a historical discretive qualitative approach to the thinking and renewal of education. KH Ahmad Dahlan is a phenomenal study of various Muslim intellectuals with various scientific approaches. The purpose of this study is to redefine the fighting spirit of the figure responsible for reforms in the world of education, and the hope is that the younger generation will not be dim in making innovations, should make the spirit of KH. Ahmad Dahlan as a torch who always blames the spirits of all the nation's children. In terminology, many education experts define the purpose of Education according to KH. Ahmad Dahlan argues that the purpose of Islamic education is the establishment of akhlaqul qarimah is the main goal of Islamic education. A goal is something that is expected to be achieved after an effort or activity is completed. This sentence delegates that the primacy of education lies in akhalak, and value above all, the concept of Islamic Education which is considered final . success if it has achieved its goal which is measurable in the form of human behavior both individually and socially. As the embodiment of Muhammad's apostolic duty, he was sent to the earth, nothing but "to perfect the morals of his people". The education pioneered by K. Ahmad Dahlan combines faith and progress so as to produce a generation that is able to face the times. In combining Dutch education with pesantren education. Ahmad Dahlan is referred to as an infidel kiai who imitates the education of However. Dahlan continued to carry out the education with all the ideals that were expected according to his goals. ABSTRAK Penelitian ini melalui pendekatan kualitatif diskretif historis terhadap pemikiran dan pembaharuan pendidikan KH. Ahmad Dahlan merupakan kajian fenomenal berbagai intelektual muslim dengan berbagai pendekatan ilmiah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendefinisikan kembali semangat Pemikiran Pembaharuan Pendidikan Islam KH. Ahmad Dahlan Perspektif Intelektual Muslim di Indonesia - 662 Husin / Jurnal Ilmiah Global Education 1 . juang tokoh yang bertanggung jawab atas reformasi di dunia pendidikan, dan harapannya adalah generasi muda tidak akan redup dalam melakukan inovasi, harus membuat semangat KH. Ahmad Dahlan sebagai obor yang selalu menyalahkan arwah seluruh anak bangsa. Dalam terminologi, banyak pakar pendidikan mendefinisikan tujuan Pendidikan menurut KH. Ahmad Dahlan berpendapat bahwa tujuan pendidikan Islam adalah berdirinya akhlaqul qarimah yang merupakan tujuan utama pendidikan Islam. Tujuan adalah sesuatu yang diharapkan dapat dicapai setelah suatu usaha atau kegiatan Kalimat ini mendelegasikan bahwa keutamaan pendidikan terletak pada akhalak, dan nilai di atas segalanya, konsep Pendidikan Islam yang dianggap sukses final . jika telah mencapai tujuannya yang terukur dalam bentuk perilaku manusia baik secara individu maupun Sebagai perwujudan dari tugas kerasulan Muhammad, ia dikirim ke bumi, tidak lain adalah "untuk menyempurnakan moral umatnya". Pendidikan yang dipelopori oleh K. Ahmad Dahlan ini memadukan iman dan kemajuan sehingga perkembangan zaman. Dalam memadukan pendidikan Belanda dengan pendidikan pesantren. Ahmad Dahlan disebut sebagai kiai yang meniru pendidikan. Namun. Dahlan tetap menjalankan pendidikan dengan segala cita-cita yang diharapkan sesuai dengan cita-citanya. A 2023 Jurnal Ilmiah Global Education *Corresponding author email: husin@gmail. PENDAHULUAN Pendidikan Islam senantiasa merupakan bagian dari kajian yang sangat menarik untuk dibahas karena memiliki kekhasan tersendiri dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara untuk menciptakan generasi yang unggul dan taat kepada agama. Pendidikan Islam juga kaya akan konsepkonsep yang sangat bermutu dalam mengikuti derasnya perkembangan zaman, karena pendidikan merupakan usaha yang sadar dalam melakukan atau mempersiapkan peserta didik melalui sebuah kegiatan bimbingan serta pengajaran dan latihan bahkan berguna dimasa yang akan datang. (Oemar Hamalik. Pendidikan Islam juga bagian dari proses menyiapkan generasi muda atau peserta didik untuk dapat mengisi peranan mentransferkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai keislaman kemudian dapat diselaraskan dengan fungsi manusia untuk beramal di dunia dan memetik hasilnya di akhirat. Pendidikan yang didapatkan oleh generasi muda atau peserta didik harus diimplementasikan dengan nilai-nilai kemanusiaan sebagai mediasi nilai-nilai kemanusiaan, karena pendidikan Islam tumbuh serta berkembang sangat selaras dengan dakwah Islam yang disiarkan oleh Nabi Muhammad Saw. (Sutrisno dan Muhyadin Albarobis, 2. Pendidikan Islam dewasa ini menghadapi banyak tantangan yang berusaha mengancam Tantangan tersebut merupakan bagian dari sekian banyak tantangan global yang memerangi kebudayaan Islam. Tantangan yang paling parah yang dihadapi pendidikan Islam adalah krisis moral spiritual masyarakat, sehingga muncul anggapan bahwa pendidikan Islam masih belum mampu merealisasikan tujuan pendidikan secara holistik. Pada dasarnya sebuah proses transformasi pengetahuan menuju ke arah perbaikan, penguatan, dan penyempurnaan potensi manusia itulah pendidikan. Adapun tantangan yang dihadapi pendidikan Islam antara lain, kebudayaan Islam berhadapan dengan kebudayaan barat abad ke-21, bersifat intern, tampak pada kejumudan produktivitas pemikiran keTransformasi Sistem Pengelolaan Keuangan Organisasi Kemahasiswaan - 663 Husin / Jurnal Ilmiah Global Education 1 . Islam-an dan upaya menghalangi produktivitas tersebut, kebudayaan yang dimiliki sebagian pemuda muslim yang sedang belajar di negeri asing hanya kebudayaan asing, sistem kebudayaan Islam disebagian negara muslim masih terpaku pada metode tradisional dan kurang merespon perkembangan zaman secara memadai agar generasi muda tidak berpaling kepada kemewahan kehidupan modern dan kebudayaan barat, kurikulum universal disebagian dunia Islam masih mengabaikan kebudayaan Islam dan berkenaan dengan pendidikan wanita Muslimah. (Hery Noer Aly, 2. Suatu tantangan terbesar bagi institusi pendidikan Islam Indonesia adalah perannya dalam pembentukan sumber daya manusia yang memiliki komposisi intelektual dan spiritual yang seimbang. Konsep pendidikan masa datang adalah keterpaduan antara khazanah keilmuan modern dan khazanah Islam yang bernuansa budaya lokal. Sejak Islam masuk ke Indonesia, pendidikan Islam telah ikut mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam paling awal di Indonesia. (Arief Subhan, 2. Melalui pendidikan manusia bisa mempertahankan kekhalifahanya sebagai mana pendidikan adalah hal pokok yang membedakan antara manusia dengan makhluk lainnya. Pendidikan Islam bukan sekedar proses penanaman nilai-nilai moral untuk membentengi diri dari ekses negatif globalisasi. Tetapi yang paling urgen adalah bagaimana nilai-nilai moral yang telah ditanamkan pendidikan Islam tersebut mampu berperan sebagai kekuatan pembebas . iberating forc. (Moh. Shofan, 2. Menurut Hasan Langgulung mengatakan tujuan pendidikan dalam Islam adalah sama dengan tujuan hidup manusia dalam Islam yaitu memikul amanah dari Allah SWT dimuka bumi dalam rangka ibadah kepada-Nya. Allah SWT. berfirman dalam Q. Ali Imran . ayat 102: A aE aI eO aIA e AC a COa nN aO a a aI eO a I a aO a eI a eI IA A eOaO aN E a eO aI aIIaO CaO a a A Terjemahan: Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim. (Departemen Agama RI) Pendidikan di Indonesia dewasa ini belum menjadi cita-cita ideal yang diharapkan oleh seluruh masyarakat, khususnya para pendidik, orang tua, dan praktisi. Keberhasilan pendidikan tidak hanya ditinjau dari aspek nilai akademis dari kegiatan ujian saja, tetapi lebih jauh hasil dari kegiatan pendidikan harus mampu mengakomodasi berbagai aspek kebutuhan masyarakat, terutama aspek moralitas bangsa. Upaya memanusiakan manusia diselenggarakan sesuai dengan tujuan pendidikan, pandangan hidup dan dalam latar sosial kebudayaan setiap masyarakat terbentuk dan tersusun dari cara pendidikan yang Begitu juga dengan tujuan dan sasaran pendidikan yang dinamis dengan harapan mampu menjawab perkembangan zaman. (Abuddin Nata, 2. Pendidikan saat ini menghadapi krisis konseptual dalam pendidikan dan mencari formulasi yang tepat untuk solusi bangsa, karena disebabkan oleh cepatnya terjadi perubahan sosial dan ekonomi serta pengaruh teknologi dan informasi di akhir-akhir zaman ini. Hal ini menjadi tanggung jawab bagi setiap warga negara untuk melakukan pembaruan pendidikan Islam dalam mengikuti perkembangan zaman. Pada lingkup pemikiran pendidikan Islam ditemukan tokoh besar dengan ide-idenya yang cerdas dan kreatif serta menjadi inspirasi dan kontribusi yang besar bagi dinamika pendidikan Islam di Indonesia. Salah satu pahlawan nasional dan juga intelektual muslim yang mencoba melakukan pembaruan pendidikan Islam yang dapat dijadikan penawar dan solusi persoalan pendidikan adalah K. Ahmad Dahlan. Tokoh pembaharu yang datang kemudian melihat kelemahan-kelemahan pada gerakan pembaharuan di atas, lembaga pendidikan dalam bentuk ini dianggap tidak relevan lagi, dari keprihatinan itu semua. Ahmad Dahlan memiliki cita-cita membuat suatu sekolah modern yang didalamnya terdapat ajaran tentang pendidikan Islam. Menurutnya, upaya yang tepat untuk membangun bangsa adalah dengan membenahi sistem pendidikan pribumi. KH. Ahmad Dahlan berpendapat bahwa tujuan pendidikan yang benar- benar sempurna adalah dengan menciptakan suatu individu yang tidak hanya mengerti atau paham tentang material, ilmu umum dan dunia, tetapi juga mengerti dan paham tentang spiritual, ilmu agama dan akhirat. Apa yang dilakukannya merupakan sesuatu yang masih cukup langka dilakukan oleh lembaga pendidikan Islam pada waktu itu, dengan menggabungkan sistem pendidikan Belanda dengan sistem pendidikan tradisional. (Hery Sucipto, 2. Transformasi Sistem Pengelolaan Keuangan Organisasi Kemahasiswaan - 664 Husin / Jurnal Ilmiah Global Education 1 . Dalam konteks ini KH. Ahmad Dahlan sebagai tipe man of action sehingga sudah pada tempatnya apabila banyak beraksi, yang mewariskan banyak amal usaha dan bukan tulisan. Dengan usaha kerasnya dibidang pendidikan, ia dapat dikatakan sebagai suatu model dari bangkitnya sebuah generasi yang merupakan titik pusat dari suatu pergerakan yang bangkit untuk menjawab tantangan yang dihadapi golongan Islam yang berupa ketertinggalan dalam sistem pendidikan dan ke-jumud- an paham agama Islam. Ia merasa bertanggung jawab serta berkewajiban membangunkan serta menggerakan dan memajukan, ia menyadari bahwa kewajiban itu tidak mungkin dilakukan seorang diri, harus ada beberapa orang yang diatur secara saksama. (Nur Achmad dan Pramono, 2. Usaha mencerdaskan kehidupan umat. KH. Ahmad Dahlan melalui organisasi yang didirikannya yaitu Muhammadiyah mempelopori suatu sistem pendidikan modern yang memberikan kurikulum pengetahuan umum di madrasah dan kurikulum agama disekolah umum. Upaya mewujudkan visi misi dan tujuan pendidikan dilaksanakan lebih lanjut melalui organisasi yang didirikannya tersebut. Kiprah KH. Ahmad Dahlan dengan Muhammadiyah sebagai sarana dalam merealisasikan ide-idenya serta menyiapkan rahasia kebesaran sebagai orang yang berpandangan visioner, kosmopolitan, dan tajam Menurut KH. Ahmad Dahlan, upaya strategis untuk menyelamatkan umat Islam dari pola berpikir yang statis menuju pada pemikiran yang dinamis adalah melalui pendidikan. Pelaksanaan pendidikan menurut KH. Ahmad Dahlan hendaknya didasarkan pada landasan yang kokoh. Landasan ini merupakan konsep dan tujuan ideal pendidikan Islam baik secara vertikal maupun horizontal . Pendidikan yang dimaksud oleh K. Ahmad Dahlan adalah pendidikan yang berorientasi pada pendidikan modern, yaitu dengan menggunakan sistem klasikal. Gagasan ini direalisasikan dengan membentuk lembaga pendidikan yang memadukan pendidikan Barat-Islam . ekolah umum dan (Abdul Mut'i, 1. Dalam melakukan pembaruan K. Ahmad Dahlan tidak hanya mendirikan sekolah, tetapi ikut membantu mengajar ilmu keagamaan di sekolah lain seperti di Kweekschool Gubernamen Jetis. Ahmad Dahlan juga melakukan pembaharuan lain seperti mendirikan masjid, menerbitkan surat kabar yang memuat tentang ilmu-ilmu agama Islam. Cita-cita KH. Ahmad Dahlan sebagai seorang ulama adalah tegas, ialah hendak memperbaiki masyarakat Indonesia berlandaskan cita-cita agama Islam. (Zuhairini et al, 2. Berdasarkan uraian di atas, dapat diketahui bahwa K. Ahmad Dahlan berupaya memperjuangkan pendidikan agar para pribumi mendapatkan pendidikan yang seharusnya didapatkan, melalui cita-cita K. Ahmad Dahlan dalam memasukkan ilmu agama kedalam pendidikan modern yang nantinya akan dapat mengubah tatanan pendidikan di Indonesia. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis merasa tertarik untuk mengkaji dan meneliti masalah tersebut dan akan dituangkan dalam bentuk Tesis yang berjudul AuPemikiran KH. Ahmad Dahlan Tentang Pembaharuan Pendidikan Islam Di IndonesiaAy. METODE Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan data kualitatif. Penelitian kualitatif adalah suatu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan, menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang secara individu maupun kelompok. Penelitian ini mencoba mengkaji mengenai modernisasi pemikiran KH. Ahmad Dahlan mengenai Konsep pembaharuan Pendidkan Islam di Indonesia. (Nana Syaudih Sukmadinata, 2. Penelitian ini secara khusus diarahkan pada kajian terhadap pemikiran KH Ahmad Dahlan tentang pembaharuan pendidikan Islam, tentu saja datanya bersumber dari perspektif para intelektual Muslim Indonesia. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan historis-pedagogis. Artinya, pemikiran KH Ahmad Dahlan tersebut akan dikaji dengan menggunakan tolak ukur ilmu sejarah pendidikan Islam yang ada, mengingat ini adalah penelitian kepustakaan, maka dalam penelitian ini menggunakan pendekatan sejarah atau historis dengan melihat kembali sejarah yang telah terjadi, dituangkan atau terkait oleh tokoh yang akan diangkat tersebut. Transformasi Sistem Pengelolaan Keuangan Organisasi Kemahasiswaan - 665 Husin / Jurnal Ilmiah Global Education 1 . Adapun sumber data dalam penelitian ini dapat dikelompokkan menjadi dua bentuk yaitu sumber primer dan sumber skunder. (Saifuddin Anwar, 2. Data primer Sumber data primer yang diperoleh melalui penelusuran dan pengkajian terhadap berbagai literatur yang berkaitan dengan obyek kajian ini, yaitu pembaharuan pendidikan Islam yang dikemukakan oleh Ahmad Dahlan. Dalam penelitian ini, menggunakan buku-buku, majalah, dan sebagainya yang ada kaitannya dengan konsep pendidikan KH. Ahmad Dahlan. Berhubung KH. Ahmad Dahlan tidak memiliki karangan dalam bentuk buku atau yang lain, maka sumber primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah buku karangan para tokoh-tokoh Muhammadiyah, diantaranya: Hery Sucipto, dalam bukunya Au KH. Ahmad Dahlan Sang Pencerah. Pendidik dan Pendiri MuhammadiyahAy, . Asrori Muktarom, dalam bukunya AuPemikiran Pendidikan Islam KH. Ahmad DahlanAy . Weinata Sairin dalam bukunya AuGerakan Pembaruan MuhammadiyahAy . Buku Islam Kultural Kiyai Dahlan . Abdul Munir Mulkhan dalam bukunya Warisan Intelektual K. H Ahmad Dahlan dan Amal Muhammadiyah. HM Nasruddin Anshoriy Ch dalam bukunya Matahari Pembaruan. Rekam Jejak K. Ahmad Dahlan. Buku Junus Salam. berjudul AuK. Ahmad Dahlan (Amal dan Perjuanganny. Ay, karya . Buku yang berjudul AuPembaharuan Pendidikan Islam Sayyid Ahmad Khan dan KH. Ahmad dahlanAy, karya Suwarno. Data Sekunder Guna melengkapi data primer yang penulis dapatkan, penulis menggunakan data dokumentasi yakni dengan menelaah buku, jurnal dan majalah serta literatur-literatur yang berkaitan dengan hal yang sedang penulis teliti tentang pembaharuan pendidikan Islam di Indonesia. Literatur berupa buku dan jurnal sudah banyak yang bermunculan baik karya tulis yang lebih dahulu maupun penulis masa kini. Untuk mendapatkan data yang cukup dan sesuai dengan masalah yang dikaji maka dalam kajian ini penulis menggunakan metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan transkrip buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen, rapat, lengger, agenda dan sebagainya mengenai upaya pembaruan pendidikan Islam dalam pemikiran KH. Ahmad Dahlan. Dari hasil penemuannya, penulis berharap bisa mendokumentasikan pembaruan pendidikan Islam dalam pemikiran KH. Ahmad Dahlan. Dalam melakukan penelitian maka sangat diperlukan teknik untuk proses pengumpulan data melalui penelitian kepustakaan yang bersifat deskriptif kualitatif dengan mencari referensi dari buah pemikiran seperti literatur- literatur hasil karya dan pemikiran KH. Ahmad Dahlan baik dari buku maupun dokumen-dokumen lain seperti jurnal dan artikel yang berkaitan dengan pemikiran KH. Ahmad Dahlan (M. S Kaelan, 2. Adapun teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menelusuri secara kritis pemikiran K. Ahmad Dahlan tentang modernisasi pembaharuan pendidikan Islam melalui analisis isi yang merupakan teknik analisis data yang dilakukan dengan mengumpulkan data dan menyusun data kemudian dianalisa dan interpretasi atau melakukan penafsiran terhadap data-data tersebut. Transformasi Sistem Pengelolaan Keuangan Organisasi Kemahasiswaan - 666 Husin / Jurnal Ilmiah Global Education 1 . Sifat analisis dalam penelitian kualitatif adalah penguraian apa adanya fenomena yang terjadi . disertai penafsiran terhadap arti yang terkandung dibalik tampak . Analisis data dalam penelitian ini dilaksanakan mulai dari awal sampai sepanjang proses penelitian berlangsung. Analisis data ini sangat terbatas dilakukan pada teknik pengolahan data dalam bukunya sugiono metode penelitian kuantitaif terdapat tiga prosedur model yaitu reduksi data . ata reductio. dan penyajian data . isplay dat. serta penarikan kesimpulan . onclusion drawin. (Sugiono, 2. Reduksi data . ata reductio. Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstraksian, dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis di Kegiatan reduksi data berlangsung terus- menerus, terutama selama proyek yang berorientasi kualitatif berlangsung atau selama pengumpulan data. Penelusuran data dengan lebih teliti dan saksama peneliti lakukan agar dapat menampilkan data secara konstruktif dan Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, data yang direduksi akan memberikan gambaran data yang lebih baik dan mempermudah penulis untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila Penyajian Data (Display dat. Langkah selanjutnya setelah data direduksi adalah data displey atau menyajikan data. Penyajian data dilakukan dengan cara mengelompokkan data sesuai dengan sub babnya masing-masing. Data yang didapatkan dari hasil wawancara maupun dari sumber pustaka dikelompokkan selain itu juga menyajikan hasil wawancara dari informasi yaitu pemustaka yang sedang membaca di ruang pustaka. Penyajian data adalah kegiatan mengelompokkan data yang telah direduksi. Pengelompokkan data dilakukan dengan menggunakan label atau lainnya. Dari penelusuran tentang Pembaharuan Pendidikan Islam KH. Ahmad Dahlan telah terbukti telah menjadi topik menarik bagi kalangan intelektual muslim secara luas. Hal ini dapat dibuktikan jumlah karya tulis berseliuran di laman Website pada Google Cendekia dan e-book, juga Wikipedia. Dan bahkan minat para peneliti dari generasi ke generasi semakin meningkat, mereka menampilkan kajian masing-masing tema kajian dengan pendekatan berbagai macam pendekatan, sehingga hasilnya karya tetap menampilkan sesuatu yang menarik dan novelty. Pada kesempatan ini peneliti juga memiliki keterkaitan khusus pada bidang Pemikiran Pembaharuan Pendidikan Islam KH. Ahmad Dahlan Perspektif Intelektual Muslim Di Indonesia dalam rangka mengeksplour Mutiara keilmuan yang diejawantahkan sepanjang perjalan kariernya sebagai tokoh pejuang dan pembaharuan, konsep juangnya untuk kemajuan bangsa dan Negara. Penarikan Kesimpulan . Langkah yang terakhir dilakukan adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Simpulan awal yang digunakan masi bersifat sementara dan akan berubah apabila tidak ditemukan bukti yang kuat yang mendukung pada pengumpulan data berikutnya sehingga gambaran suatu objek kurang jelas menjadi jelas setelah diteliti. Penarikan kesimpulan adalah kegiatan analisis yang lebih dikhususkan pada penafsiran data yang telah disajikan. (Matthew B Miles A Michael Huberman, 1. Data penelitian terkait Pemikiran Pembaharuan Pendidikan Islam KH. Ahmad Dahlan Perspektif Intelektual Muslim Di Indonesia dapat memuat berbagai premis yang pada bagian analisis data menjadi bebebrapa kesimpulan yang penting. Dengan kajian para tokoh intelektual Muslim di Indonesia yang demikian apresiatif mengkaji tokoh KH. Ahmad Dahlan mulai dari. Riwayat Pendidikan dan hingga karya-karya monumentalnya mendirikan Lembaga perguruan Tinggi Universitas Ahmad Dahlan. Transformasi Sistem Pengelolaan Keuangan Organisasi Kemahasiswaan - 667 Husin / Jurnal Ilmiah Global Education 1 . HASIL DAN PEMBAHASAN Pemikiran Pendidikan Islam KH Ahmad Dahlan Secara terminologi, banyak ahli pendidikan yang mendefinisikan tentang tujuan Pendidikan menurut KH. Ahmad Dahlan berpendapat bahwa tujuan pendidikan Islam adalah pembentukan akhlaqul qarimah merupakan tujuan utama pendidikan Islam. Tujuan ialah sesuatu yang diharapkan tercapai setelah suatu usaha atau kegiatan selesai. Kalimat ini mendelegasikan bahwa keutaman pendidkan ada pada akhalak, dan nilai di atas segalanya, konsep Pendidikan Islam yang dianggap berhasil secara final . jika telah mencapai tujuannya yakni terukur pada bentuk perilaku insan manusia baik secara individu maupun secara social. Sebagaimana bentuk perwujuduan dari tugas kerasulan Muhammad Saw. diutus kemuka bumi tiada lain semata-mata Auuntuk menyempurnakan akhlak ummatnyaAy. Sedangkan fungsi dari tujuan itu sendiri adalah untuk mengetahui: . Mengakhiri usaha. Mengarahkan usaha. Merupakan titik pangkal untuk mencapai tujuan-tujuan lain, baik merupakan tujuan-tujuan baru maupun tujuan-tujuan lanjutan dari tujuan pertama, dan . Memberi nilai . pada usaha-usaha itu. Dalam hal ini, ada dua macam tujuan yaitu tujuan sementara dan tujuan akhir. Tujuan sementara yang dimaksud dapat peneliti maknai adalah tujuang jangka pendek yang bersifat sementara identik dengan tujuan keduniawian . , sedangkan tujuan akhir yaitu tujuan hidup kekal abadi yakni kehidupan di akirat. Hal lain dari konsep Pendidikan Islam pemikiran KH. Ahmad Dahlan dengan pandangan Imam al-Ghazali, terdapat narasi yang terkesan berbeda sebagaimana hasil Analisa peneliti bagi al-Ghazali Autujuan pendidikan Islam yang hendak dicapai ialah pertama, kesempurnaan manusia yang puncaknya adalah dekat kepada Allah. Kedua, kesempatan manusia yang puncaknya adalah kebahagiaan dunia dan Jadi, menurut Imam al-Ghazali ada dua tujuan pendidikan yang ingin dicapai sekaligus, yaitu kesempurnaan yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta kesempurnaan manusia yang bertujuan mendapatkan kebahagiaan dunia akhirat. Untuk mencapainya tidaklah tercipta dalam keadaan sekejap mata, tetapi mengalami proses yang panjang dan harus mempelajari berbagai ilmu, mengamalkannya dan menghadapi berbagai cobaan yang mungkin terjadi proses kependidikan itu. Hasil Analisa peneliti konsep pemikiran al-Ghazali lebih sistimatis dan penekanannya lebih menukik pada aspek Pendidikan Islam secara esoterisme . enekankan peran Qalbu dan mata bati. dengan konsep MaAorifatullah. Dengan kedekatan yang intim dengan Allah SWT. akan berpengaruh pada tindakan setiap insan sebab perilaku adalah cerminan dari kedalaman pemahaman dan pengkajian nilai-nilai Islam sebagai Pendidikan dasar yang fundamental. Uraian pada bagian Konsep pendidikan integral merupakan konsep pendidikan yang dilakukan Ahmad Dahlan yaitu dengan menggabungkan antara pendidikan sekular dengan pendidikan Agama, akan tetapi bukan berarti mendikotomikan keduanya. Penyelenggaraan pendidikan Belanda hanya mencantumkan mata pelajaran umum dan tidak ada pelajaran agama sama sekali, sedangkan pendidikan pesantren yang dilaksanakan di pesantren-pesantren, surau atau masjid hanya mengajarkan ilmu agama saja, sehingga kedua sistem pendidikan yang berlaku pada waktu itu dipadukan dengan melakukan dua tindakan yaitu dengan mengajarkan ilmu agama di sekolah Belanda dan merintis sekolah sendiri dimana agama dan pengetahuan sama-sama diajarkan. (Suwarn. Pendidikan yang dirintis K. Ahmad Dahlan memadukan antara iman dan kemajuan sehingga mencetak generasi yang mampu menghadapi zaman ke zaman. Dalam memadukan pendidikan Belanda dengan pendidikan pesantren. Ahmad Dahlan disebut sebagai kiai kafir yang meniru pendidikan orang kafir. Namun. Dahlan tetap menjalankan pendidikan tersebut dengan segala cita-cita yang diharapkan sesuai tujuannya. Sistem pendidikan yang berkembang di Indonesia, yaitu pendidikan pesantren dan pendidikan Barat. Pandangan K. Ahmad Dahlan ada dua problem mendasar berkaitan dengan lembaga pendidikan dikalangan umat Islam, khususnya lembaga pendidikan pesantren. Metode pembelajaran dipergunakan untuk menyampaikan ajaran sampai tujuan, pada masa itu lembaga pendidikan pesantren masih menggunakan pertama ialah metode sorogan. Cara yang dilakukan dalam menggunakan metode sorogan kiai membacakan teks dalam kitab, memberikan artinya dengan bahasa daerah masing-masing, dan santri dengan tekun mendegarkan apa yang dibaca kiai tersebut. Transformasi Sistem Pengelolaan Keuangan Organisasi Kemahasiswaan - 668 Husin / Jurnal Ilmiah Global Education 1 . Menurut K. Ahmad Dahlan, materi pendidikan adalah pengajaran Al Quran dan hadist, membaca, menulis, berhitung, ilmu bumi dan menggambar. Materi yang diterapkan adalah gabungan dari pendidikan Islam dengan pendidikan Belanda. Ahmad Dahlan tidak malu untuk mencontoh materi umum untuk dikolaborasikan dengan pendidikan agama, dalam pelaksanaannya K. Ahmad Dahlan menggunakan materi alat musik yaitu Biola. (Ramayulis-Syamsul Niza. Ide tentang pembaharuan pendidikan Islam oleh KH. Ahmad Dahlan Pembaharuan Pendidikan KH. Ahmad Dahlan Dalam ide pembaharuannya, pada kunjungannya tersebut Ahmad Dahlan menyempatkan diri bertemu dan berdiskusi dengan Rasyid Ridha. Bias kontak intelektual ini dapat dilihat dari dinamika intelektualnya. Bias tersebut antara lain, pertama, menjadikan pemahamannya tentang ajaran Islam semakin mendalam dan komperhensif. Kedua, kecenderungan yang hanya mempelajari kitab-kitab para ulama mulai bergeser kearah pencarian dan penelaahan secara mendalam langsung dari sumber aslinya, al-QurAoan dan Sunnah. Ketiga, bangkitnya semangat untuk memurnikan kembali ajaran dan pemahaman umat terhadap ajaran Islam . l-QurAoan dan Sunnah Rasululla. Secara umum ide-ide pembaharuan Ahmad Dahlan dapat diklasifikasikan kepada dua dimensi, yaitu: pertama, berupaya memurnikan ajaran Islam dari khurafat, tahayul, dan bidAoah yang selama ini telah bercampur dalam Akidah dan Ibadah umat Islam. Kedua, mengajak umat Islam untuk keluar dari jaringan pemikiran tradisional melalui reinterprestasi terhadap doktrin Islam dalam rumusan dan penjelasan yang dapat diterima oleh rasio. Pembaharuan Pendidikan K. H Ahmad Dahlan di Indonesia dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain: Reformulasi gagasan dalam bidang pendidikan. Keinginan Ahmad Dahlan dalam bidang pendidikan bermula dimulai selama mengajar di pondoknya setelah pulang dari Mekah pada tahun 1905. Kemudian didorong dengan berdirinya organisasi Muhammadiyah sangat didorong oleh ajaran agama sebagaimana dalam Al-QurAoan yang pertama diwahyukan kepada Nabi Muhammad Saw. Dimulai dengan kata AuIqraAy yang artinya bacalah. Pandangan Ahmad Dahlan atas ayat AlQurAoan tersebut didorong lebih besar oleh pemikiran-pemikiran Rasyid Ridho tentang pendidikan yang menyatukan ilmu dengan agama. Pendidikan moral. Pendidikan moral merupakan pendidikan bidang practical-Fhilosophia atau hikmah amalia. Menurut Ahmad Dahlan pendidikan ini sangat penting karena watak dan kelakuan manusia berpengaruh besar atas perkembangan masyarakat dalam segala aspeknya serta menentukan corak dan kondisi sosial, maka orang perlu untuk lebih dalam mempelajari watak dan karakter Manusia. Pendidikan individu yang utuh. Pada awal abad ke-21, kurikulum yang berlaku di Indonesia khususnya di jawa pada umumnya membentuk dua macam intelegensia yang sangat berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Kurikulum sistem pendidikan barat mengutamakan tulis baca serta beberapa pengetahuan alam yang tidak ada hubungannya dengan Tuhan. Pendidikan itu semacam sekuler yang berlaku di kalangan elit pribumi. Di pihak lain kurikulum pesantren yang hanya diisi pelajaran keagamaan saja yang berlangsung di kalangan elit pedesaan sedangkan untuk kalangan penduduk bawah mereka menerima pengajaran atau transformasi pengetahuan keagamaan ini dari kalangan elit diatasnya yang dibaurkan dengan kepercayaan-kepercayaan yang bersifat . Pendidikan kemasyarakatan. Selama kehidupan Ahmad Dahlan masyarakat jawa banyak ketinggalan diseluruh aspek kehidupan dibandingkan masyarakat lain, yang pada umumnya hidup dalam keadaan sangat kurang pengetahuan, melarat, serta kurang perhatian pemerintah. Semua itu mengkikis sikap hidup bermasyarakat dan spirit komunitasnya. Untuk menghadapi kenyataan demikian Ahmad Dahlan mencoba Transformasi Sistem Pengelolaan Keuangan Organisasi Kemahasiswaan - 669 Husin / Jurnal Ilmiah Global Education 1 . membangkitkan kesadaran orang-orang guna menumbuhkan spirit untuk saling bantu membantu dalam kehidupan sosial, hal itu diilhami ajaran islam yang menyatakan tidak beriman seseorang diantara kamu sekalian sebelum ia mencintai orang lain itu seperti mencintai dirinya sendiri. Ahmad Dahlan tidak hanya dikenal sebagai pembaharu tentang pemahaman di bidang keagamaan saja yaitu pemahaman yang masi kental dengan sikap takhayyul. BidAoah dan Churafat atau disingkat (TBC) akan tetapi Ahmad Dahlan dikenal sebagai pembaharu dibidang pendidikan atau modernisasi Pendidikan, hal paling subtansi yang dimulai selama mengajar di pondoknya dengan melihat sistem pendidikan yang bersifat stagnan atau statis dan disisi lain ada juga yang tidak mengarah pada pembentukan nilai akhlak dan moral. Akhirnya pemikiran Ahmad Dahlan tentang pendidikan dinilai banyak mendapat pengaruh. Dengan ulasan di atas maka penulis mengangkat judul AuPemikiran K. H Ahmad Dahlan Tentang Pembaharuan Pendidikan di IndonesiaAy untuk diteliti dan dikaji secara mendalam. (Yusril, 2. Pemikiran K. H Ahmad Dahlan khususnya di bidang pendidikan tidak bisa dilepaskan dari motivasi didirikannya Muhammadiyah terutama dengan gagasan pembaharuan organisasi Pembaharuan tersebut lahir dengan adanya kenyataan tentang problematika pendidikan dikalangan orang pribumi yaitu terjadinya keterbelakangan pendidikan yang takut karena adanya dualisme model pendidikan yang masing-masing memiliki akar dan kepribadian yang saling bertolak belakang. Ahmad Dahlan membuat alternatif baru yaitu dengan memadukan sistem pendidikan pribumi atau pesantren dengan sistem pendidikan kolonial yang sesuai dengan ajaran Islam. Dari hasil pemikiran ini, para peneliti pendidikan sepakat bahwa Muhammadiyah merupakan pioner pembaruan pendidikan Islam yang cukup berpengaruh di Indonesia. Ahmad Dahlan dan generasi awal Muhammadiyah pada awal abad ke-20 berhasil menyerukan pembaruan pendidikan Islam yang diimplementasikan dalam bentuk pendirian lembaga pendidikan, baik yang berbentuk pesantren, madrasah ataupun sekolah. Seruan modernisasi pendidikan ini menggema dimana-mana, menembus sampai luar wilayah Yogyakarta sebagai basis gerakannya. Bahkan, sampai ke berbagai kota dan pelosok desa di tanah air. (James L. Peacok, 2. Ada dua jenis model pendidikan: . model sekolah umum dan . model sekolah luar KH. Ahmad Dahlan mendirikan sekolah pertama yaitu sekolah dasar yang dimulai dengan Murid laki-laki dan perempuan bersekolah di sekolah ini, yang dilengkapi dengan papan tulis dan kapur, tempat duduk, dan alat-alat pembelajaran. Ini adalah pertama kalinya pendidikan dilaksanakan dengan cara menggabungkan gaya pengajaran pesantren dengan sistem sekolah barat. Kedua. KH. Ahmad Dahlan mendirikan madrasah, sebuah pemerintahan agama yang meniru madrasah, di samping sekolah. Perbedaan utama antara sekolah adalah kurikulum, yang terdiri dari 60% konten agama dan 40% konten sekuler. Sementara itu. Muhammadiyah merevisi pendekatannya untuk berinteraksi dengan siswa selama proses pembelajaran. Metode pengajaran merupakan model pembaharuan yang menyatukan sistem pendidikan Barat dan pesantren yang dimana mata kuliah diajarkan secara bersamaan kepada santriwan dan satriwati. (Ghufran Hasyim Achmad, 2. KH. Ahmad Dahlan membagi pendidikan menjadi 3 jenis, yaitu: Pendidikan moral dan akhlak, sebagai usaha untuk menumbuhkan karakter manusia yang baik berdasarkan al-QurAoan dan al-Sunnah. Pendidikan individu, yaitu sebagai usaha untuk menumbuhkan kesadaran individu yang utuh, yang berkesinambungan antara keyakinan dan intelek, antara akal dan pikiran serta antara dunia dan akhirat. Terkahir pendidikan kemasyarakatan, yaitu sebagai usaha untuk menumbuhkan kesetiaan dan keinginan hidup masyarakat. Dalam hal pembaruan teknik penyelenggaraan pendidikan. KH. Ahmad Dahlan menukar sistem pondok dan pesantren dengan sistem pendidikan yang modern sesuai dengan tuntutan zaman. Dari teknik inilah sehingga dia Transformasi Sistem Pengelolaan Keuangan Organisasi Kemahasiswaan - 670 Husin / Jurnal Ilmiah Global Education 1 . mendirikan dua model persekolahan, yaitu model persekolahan dan madrasah. (Syamsul Kurniawan dan Erwin Mahru. Tujuan pendidikan dalam visinya Ahmad Dahlan pada langkah perjuangannya memiliki prioritas utama yang dia anggap perlu digarap adalah bidang pendidikan. Melalui pendidikan inilah, ia ingin membangun mental dan spiritual umat sekaligus mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara. Ada beberapa faktor yang ikut memberikan kontribusi kepada gagasannya dalam melakukan reformasi dan modernisasi pendidikan Islam pada masa itu. Ahmad Dahlan menyebut faktor-faktor itu sebagai berikut: . keterbelakangan dan kebodohan umat Islam di Indonesia dalam hampir semua bidang kehidupan, . suasana kemiskinan mendalam yang diderita umat Islam dalam suatu negeri kaya seperti Indonesia, . kondisi pendidikan Islam yang sudah sangat kuno seperti yang terlihat pada pesantren. Salah satu bentuk usaha Ahmad dahlan dalam memajukan pendidikan Islam adalah memperbaharui sistem pendidikan yang dualistis, yaitu antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan Ahmad Dahlan harus menyatukan sistem pendidikan Barat yang lebih mengutamakan dan mengembangkan aspek intelektual, dan sistem pendidikan Islam yang kurang mengembangkan aspek intelektual. Ahmad Dahlan menginginkan serta mendorong kaum muslimin untuk mengembangkan wawasan lebih luas. Ia menyarankan mereka untuk mempelajari agama-agama dan ide-ide orang lain. Ia yakin bahwa kebenaran berdasarkan wawasan yang lebih luas ini akan memberikan dukungan yang lebih besar bagi implementasi agama dalam kehidupan seseorang. (Iwan Setiawan, 2. Pembaharuan-pembaharuan KH. Ahmad Dahlan dalam perjalanan karirnya sebagai . Bidang Agama . Bidang Pendidikan . Bidang Dakwah . Pembaharuan Lewat Politik . Pembaharuan Pemikiran Budaya . Pembaharuan Pemikiran Ekonomi . Pembaharuan Bidang Sosial Ahmad Dahlan pada umur 15 tahun ia melaksanakan ibadah haji dan selama lima tahun ia menetap di Mekkah, pada saat itulah Ahmad Dahlan mulai berinteraksi dengan pemikiran pembaharuan Islam, seperti al-Afghani. Muhammad Abdu. Ibnu Taimiyah dan Rasyid Ridha. Kemudian berganti nama menjadi Ahmad Dahlan Beberapa tahun ia Kembali ke Mekkah pada tahun 1903 dan selama 2 tahun, ia Kembali ke Mekkah pada tahun 1903 pada saat itu ia sempat berguru pada Syekh Ahmad Khatib, (Mohamad Ali. Sodiq Azis Kuntoro, and Sutrisno, 2. ini menunjukkan bahwa KH. Ahmad Dahlan dalam perjalan mencari ilmu ia pun sempat satu perguruan dengan KH. Hasyim Asyari yang juga sebagai pendiri NU. Corak Pembaharuan Menurut Ahmad Dahlan Pembaharuan dan Purifikasi KH. Ahmad Dahlan bergabung dengan Budi Utomo pada tahun 1909 pada kesempatan itu ia mengajarkan agama dan pelajaran yang diperlukan anggota. Dan pengetahuan yang diajarkan pada komunitas itu dirasakan penting dan berguna khususnya bagi anggota Budi Utomo, kemudian mereka memotivasi KH. Ahmad Dahlan membuka sekolah secara permanen dengan managemen yang tertata rapi serta membuat tata kelolah organisasi dengan baik secara permanen. Maka ia mendirikan organisasi bernama Muhammadiyah yang mengelolah bidang kemasyarakatan dan Pendidikan. Dengan harapan dapat memajukan Pendidikan serta membangun masyarakat Islam. KH. Ahmad Dahlan mengajarkan al-QurAoan dengan terjemahnya berserta tafsirnya supaya masyarakat dapat Transformasi Sistem Pengelolaan Keuangan Organisasi Kemahasiswaan - 671 Husin / Jurnal Ilmiah Global Education 1 . memahami makna yang ada di dalam kandungan al-Quran tidak hanya sebatas pandai melantunkan lagunya dengan merdu. Khusus pada bidang Pendidikan. KH. Ahmad Dahlan mengubah sistem Pendidikan pesantren pada masa itu. Ia mendirikan sekolah-sekolah agama dengan konsep modern, polanya selain menggalakkan Pendidikan Agama juga tidak ketinggalan pelajaran umum serta Bahasa Belanda bahkan ada sekolah Muhammadiyah seperti HIS. Met the al-Quran. Motif semua perubahan yang diajarkan oleh KH. Ahmad Dahlan dapat dikatakan menyimpang dari tradisi, mengakibatkan ia kerap kali mendapatkan teror. dilempari batu dan kotoran Binatang bahkan saat ia berdakwah di Bayuwangi mendapatkan tuduhan sebagai Kyai palsu dan bahkan mendapatkan ancaman akan dibunuh. Namun berkat kesabarannya menjalankan siarnya, kemudian masyarakat perlahan mulai menerima perubahan yang diajarkan oleh Ahmad Dahlan. Tindakan KH. Ahmad Dahlan memiliki tujuan semata untuk membuktikan bahwa Islam adalah agama kemajuan yang dapat mengangkat derajat umat ke taraf yang lebih tinggi dan itu terbukti membawa dampak positif bagi bangsa Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Pemuda dan golongan intelektual banyak yang tertarik dengan metode yang diajarkan oleh KH. Ahmad Dahlan mengakibatkan organisasi Muhammadiyah mendapatkan banyak jumlah anggota yang bergabung. Para alim ulama dari berbagai bidang keahlian juga turut mendukung dan memperkaya khasanah keilmuan KH. Ahamd Dahlan seperti. KH. Muhsin ahli dalam bidang ilmu fikih. Khay Mahfud dan Syekh KH. Ayyat yang menguasai ilmu hadits. KH. Raden Dahlan ahli ilmu falak atau astronomi. Syekh Hasan ahli pengobatan dan racun untuk membunuh Binatang, demikian juga syekh Amin dan sayid Bakri Satok yang di bidang ilmu Al-QurAoan. Pendidikan dan Pengajaran Kondisi Pendidikan khususnya Pendidikan Islam di Indonesia saat itu dapat dikatakan sangat terpuruk. Hal itu yang mendorong KH. Ahmad Dahlan untuk melakukan Gerakan pembaharuan. Pemikiran dan pergerakan yang dilakukan oleh KH. Ahmad Dahlan berpengaruh besar terhadap perkembangan Pendidikan Islam di Indonesia KH. Ahamad Dahlan memiliki sikap yang bersahaja menjawab berbagai macam persoalan yang dihadapi oleh Pendidikan Islam saat itu. Pembaharuan pendidikan yang dilakukan KH. Ahmad Dahlan dapat dikatakan sebagai salah satu bentuk Gerakan awal kebangkitan Pendidikan Islam di Indonesia. Meskipun pada awal pergerakannya mendapat tantangan dari lingkungan pendidikan tradisional. KH. Ahmad Dahlan tetap optimis melakukan gerakan pembaharuan. Dengan sikapnya yang arif, bijaksana menjadikan pemikiran dan gerakan pembaharuan KH. Ahmad Dahlan dapat diterima oleh masyarakat umum. (Diyah Mayarisa, 2. Pemikiran KH. Ahmad Dahlan sepatutunya menjadi refleksi dalam menyikapi berbagai problematika yang dihadapi oleh Pendidikan Islam dewasa ini seperti masih adanya sikap dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. KH. Ahmad Dahlan menganjurkan agar Pendidikan umum dimasukkan dalam kurikulum Madrasah. (H. Abuddin Nata, 2. Pembaharuan dalam bentuk perpaduan sains dan ilmu pengetahuan ini, tentu saja masih mendapatkan respon negative yang mendeskreditkan terutama perpaduan agama dan ilmu pengetahuan yang dipandangnya tidak ada dikotomi antara keduanya, sebab Islam memang tidak membatasi untuk mendalami ilmu pengetahuan selama pengetahuan tersebut berdampak positif. Aktualisasi Gagasan Pembaruan Pendidikan K. Ahmad Dahlan Perspektif Intelektual Muslim Menurut Alwi Shihab penderitaan rakyat atas penjajahan juga bertentangan prinsip tauhid Islam. KH. Ahmad Dahlan selaku tokoh Muhammadiyah dan juga selaku pendiri organisasi tersebut, ia menentang keras penjajahan. Adapun penentangannya terhadap misi Kristen di Indonesia buka disebabkan oleh sikap atau kebencian Muhammadiyah terhadap Transformasi Sistem Pengelolaan Keuangan Organisasi Kemahasiswaan - 672 Husin / Jurnal Ilmiah Global Education 1 . Agama Kristen, tetapi lebih disebabkan oleh sikap pemerintahan Belanda yang tidak netral dan kebijakan pemerintah yang selalu berpihak kepada kelompok Kristen. (Leyan Mustapa. Sikap anti kolonialisme KH. Ahamd Dahlan dan juga para tokoh Muhammadiyah bermusuhan dengan Belanda, namun tidak serta merta tidak serta merta membuat permusuhan dengannya. Oleh sebab justru Muhamamdiyah secara resmi mengajukan ijin pendirian organisasi kepada pemerintah Belanda. Sistem Pendidikan Muhammadiyah juga mengakomodir sistem sekolah Belanda. Oleh karenanya Belanda dapat tenang dan tidak menaroh curiga dengan gerakan Muhammdiyah. Pihak Belanda justru akomodatif membuat sekolah-sekolah Muhammadiyah mendapatkan subsidi pemerintah. Akibat dari sikap AuakomodatifAy dan kooperatif tersebut KH. Ahmad Dahlan dituding sebagai Kyai Kafir dan anti penjajahan. Bahkan. Muhamdiyah juga sempat dikucilkan oleh Gerakan-gerakan Islam dan Politik yang mengambil sikap oposisi dan konfrontasi kepada Belanda. Muhammadiyah tampil dibarisan terdepan menentang pemberlakuan Ordonansi yang ada. Muhammadiyah tetap aktif melakukan tekanan politik dan menggalang kekuatan berbagai elemen sosial dan politik melawan pemberlakuan Ordonansi Guru. Adapun Lembaga madrasah yang berada dalam lingkungan pondok pesantren berada dalam situasi yang sedikit lebih baik. Karena bebas dari pengawasan langsung pemerintah belanda, sehingga Pendidikan Islam dalam pondok pesantren masih dapat berjalan dengan agak wajar. Pendidikan Islam selain mengalami kondisi terpuruk sebagaimana telah dijelaskan pada bagian sebelumnya, metede Pendidikan Islam yang digunakan juga masih bersifat tradisional. Hal ini nampak dari metode pembelajaran yang digunakan dalam dunia pesantren. Metode klasik tersebut antara lain adalah metode sorongan dan metode wetonan. Berbagai kajian yang mendalam telah muncul dari para intelektual Muslim dengan berbagai metode yang Metode sorongan dalam dunia pesantren biasanya dilakukan kepada para santri yang masih memerlukan bimbingan dari para gurunya secara individual. Metode ini merupakan bagian yang sangat sulit dari sistem Pendidikan Islam tradisional. Karena sistem ini menuntut kesabaran, kerajinan, ketaatan dan disiplin pribadi dari murid. Fenomena tersebut menimbulkan keinginan KH. Ahmad Dahlan untuk melakukan pembaharuan pada bidang Pendidikan. Keinginan KH. Ahmad Dahlan yang mendorong dirinya untuk melakukan pembaharuan dalam dunia Pendidikan karena adanya dikotomi Pendidikan. Pada satu sisi ada sistem yang hanya menekankan sisi religiusitas sedangkan sistem yang lainnya hanya menekankan pada sisi duniawi. Sehingga tujuan Pendidikan ini hanya mampu memunculkan manusia AucacatAy yang sempit dalam religiusitasnya atau manusia-manusia sekuler yang tak mengenal agama. KH. Ahmad Dahlan menawarkan konsep baru yang bertolak pada pemahaman hakikat manusia secara utuh. Pendidikan seyogyanya mencetak manusiamanusia tangguh yang siap menghadapi problem masa depan. Untuk itulah KH. Ahmad Dahlan membuat alternatif baru yaitu dengan memandukan sistem Pendidikan pribumi atau pesantren dengan sistem Pendidikan colonial yang sesuai dengan ajaran Islam. Dari hasil pemikiran ini, para peneliti Pendidikan sepakat bahwa Muhammadiyah merupakan pioner pembaharuan Pendidikan Islam yang cukup berpengaruh di Indonesia. Ahmad Dahlan yang menjadi penggerak Muhammadiyah pada awal abad ke-20 berhasil menyerukan pembaharuan Pendidikan Islam yang diimplementasikan dalam bentuk pendirian Lembaga Pendidikan dengan berbagai tingkatan. Mulai dari Lembaga pesantren, madrasah ataupun sekolah. Seruan untuk moderniasi Pendidikan begitu menggema se-antero negeri yang menyebar hingga ke seluruh pelosok nusantara yang tidak hanya di wailayah Yogyakarta sebagai basis gerakannya. Hingga saat ini berkembang mulai dari Pendidikan pra sekolah, jenjang Pendidikan dasar, menengah hingga Pendidikan tinggi, telah banyak dimiliki oleh organisasi Muhammadiyah. Bahkan jugah Pendidikan tinggi yang dikelolah oleh Muhammadiyah saat ini, oleh organisasi yang didirikan KH. Ahmad Dahlan ini diklaim Transformasi Sistem Pengelolaan Keuangan Organisasi Kemahasiswaan - 673 Husin / Jurnal Ilmiah Global Education 1 . sebagai yang terbesar di negeri ini, jumlah justru melebih Lembaga sekolah yang dikelolah oleh pemerintah. Konsep Pendidikan Islam menurut KH. Ahmad Dahlan KH. Ahmad Dahlan menekankan bahwa Pendidikan Islam merupakan suatu wadah untuk menuju kepada kesempurnaan budi, yaitu mengerti tentang baik- buruk, benar-salah, kebahagian ataupun penderitaan, kondisi ini dapat dicapai hanya melalui kesempurnaan akal. Akal semetinya kritis dan kreatif serta bebas dengan melalui proses belajar. Setiap orang wajib mengikuti Pendidikan, menyebarkan ilmu sekaligus Agama Islam kesemua orang sampai kesemua level masyarakat. Ia menjadi guru sekaligus murid, menimbah ilmu dan mentransfer ilmu yang sudah ia miliki disebarkan keseluruh ummat manusia. Sekolah, madrasah dan Lembaga sekolah adalah media dan wadah kebaikan hidup manusia. Menjadi medium tempat mengolah energi positif, jiwa dan mentality manusia untuk menyempurnakan kuantum diri hingga menjadi muAomin yang sejati. Demikian juga secara kelembagaan melalui perubahan dan perkemabngan sesuai dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan Teknologi masa kini. Dampak dari ini tujuan Pendidikan Islam KH. Ahmad Dahlan senantiasa mengarah pada satu bentuk yakni manusia muslim yang berbudi pekerti luhur, berkesadaran dan bertanggungjawab atas diri sendiri, sosial dan bangsanya. Menguasai ilmu pengetahuan untuk kemaslahatan dunia dan akhirat kelak. Ummat sejati yaitu bersedia berjuang untuk kemajuan masyarakat, tujuan Pendidikan Islam merupakan pembaharuan membangun keselarasan tujuan Lembaga dan Pendidikan yang kondisi saat itu saling kontradiktif, bertentangan atu sama lain dimana lembaga Pendidikan Pendidikan pesantren dan Pendidikan sekolah masih medel Belanda. Di satu sisi Pendidikan pesantren hanya bertujuan untuk menciptakan individu yang shaleh dan mengamalkan ilmu agama. Sebaliknya. Pendidikan sekolah Belanda merupakan Pendidikan sekuler yang didalamnya tidak diajarkan Pendidikan agama. Akibat dualisme Pendidikan tersebut lahirlah dua kutub intelegensia: lulusan pesantren yang menguasai agama namun tidak menguasai ilmu umum, sekolah Belanda yang justru dominan dengan ilmu umum akan tetapi tidak menguasai ilmu agama. Fenomena ini menunjukkan ketimpangan yang nyata oleh KH. Ahmad Dahlan menunjukan bahwa tujuan Pendidikan yang sempurna adalah melahirkan individu yang utuh menguasai ilmu agama dan ilmu umum, materil dan spiritual serta ilmu yang meliputi semesta alam hingga alam baqaAo, menjadi ketegasannya bahwa tidak terdapat dikotomi atau pembeda antara keduanya, namun ilmu agama dan ilmu umum Aubersatu paduAy tak dapat dipindahkan satu sama lain. Inilah yang menjadi alasan mengapa KH. Ahmad Dahlan mengajarkan pelajaran agama dan ilmu umum sekaligus di Madrasah Muhammadiyah. Sehingga tujuan pendidikan Muhammadiyah adalah terwujudnya manusia muslim yang berakhlak mulia, cakap, percaya pada diri sendiri, berguna secara luas bagi nusa dan bangsa. Itulah cita-cita KH. Ahmad Dahlan dalam bidang Pendidikan Islam. Dari uraian di atas, peneliti dapat menarok benang merahnya bahwa tujuan Pendidikan Islam adalah terwujudnya nilai-nilai Islam dalam setiap pribadi manusia dengan berdasarkan pada cita-cita hidup yang menginginkan kebahagiaan di dunia dan akhirat secara Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT. dalam QS. Al-Qasas/28: ayat 77: Terjemahnya: AuDan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah SWT. negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari . untuk hari akhirat. Dan janganlah kamu melupakan bagianmu dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakanAy. Pendidikan Islam dan Teologi Sosial Gerakan pembaharuan Islam yang dilakukan KH. Ahmad Dahlan dalam bidang Pendidikan, khususnya dalam bidang Pendidikan Islam telah diurai secara luas dan lugas sebelumnya, diurai Kembali tentang kultur Pendidikan Islam tradisional . yang membelenggu sebagian besar masyarakat Indonesia, itulah yang ingin dibongkar oleh KH. Transformasi Sistem Pengelolaan Keuangan Organisasi Kemahasiswaan - 674 Husin / Jurnal Ilmiah Global Education 1 . Ahmad Dahlan. Paradigma mengenai reformasi Pendidikan Islam tentunya dibidikkan dalam rangka mengembalikan kemampuan Pendidikan Islam untuk mengimbangi produk . seklolah Belanda. Menurut Soebardi dan Lee dikutif oleh Achmad Jainuri. KH. Ahmad Dahlan sangat berkeingininan untuk mencetak AuelitAy muslim terdidik dan memiliki indentitas Islam yang kuat sehingga mampu memberikan bimbingan dan keteladanan terhadap masyarakat, dan sekaligus sebagai kekuatan untuk mengimbangi tantangan kaum elit sekuler berpendidikan Barat yang dihasilkan oleh sistem Pendidikan Belanda. (Achmad Jainuri, 1. Nampak semangat juang KH. Ahmad Dahlan untuk selalu memberikan pencerahan melalui dunia pendidikan tidak pernah surut. Hal ini dapat dibaca perjalanan yang telah ia tempuh dan karya-karya yang telah ditorehkan dalam pergerakan Muhammadiyah yang ia Pengalamannya terukir sejak zaman penjajahan Barat dan Timur di bidang pendidikan, dan juga dapat dikatakan bahwa sebagai salah satu faktor yang mendorong berdirinya Muhammadiyah. Pada tanggal 1 Desember 1911, ia mendirikan Sekolah dasar di lingkungan Kraton Yogyakarta yang mengajarkan mata pelajaran umum. Sekolah yang didirikan KH. Ahmad Dahlan diselenggarakan dengan sistem pendidikan modern yang kemudian dikembangkan secara luas setelah Muhammadiyah didirikan pada 1912. Kehadiran pendidikan Muhammadiyah dengan sistem baru merupakan elemen modern di dalam Kraton Yogyakarta yang oleh Steenbrink Auultra CorservatifAy. (Karel A. Steenbrink, 1. Pendidikan Muhammadiyah memiliki idealisme untuk menyiapkan generasi muda yang mampu menjadi khalifah Allah di muka bumi, dan sekaligus responsible terhadap tuntutan perkembangan zaman. Perpaduan natara idealism dan konteks perkembangan zaman dalam pengembangan pendidikan dimaksudkan sebagai upaya untuk menyiapkan kader-kader persyarikatan dan umat Islam yang sesuai dengan perkembangan zaman. Kini. Pendidikan Muhammadiyah telah berlangsung selama lebih satu abad . ebih seratus tahu. , dan secara gemilang terus mengalami perkembangan, baik kuantitas maupun kualitasnya. Namun demikian dalam proses perkembangann tesebut, berbagai tantangan dan bahkan ancaman selalu muncul ditengah dinamika Pendidikan itu sendiri. Ancaman yang dikhawatirkan bagi pendidik Muhammadiyah ialah adanya fenomena kualitas Pendidikan ilmu agama Isam, sebagai core Pendidikan Muhammadiyah, yang belum memuaskan. Pendidikan ilmu agama Islam yang notabene merupakan unsur fundamental dalam Pendidikan Muhammadiyah, secara sadar maupun tidak adar, lambat laun telah mengalami pergeseran kedudukan dan fungsinya. Bahkan ada dugaan bahwa dibeberapa sekolah Muhammadiyah telah terjadi upaya sadar untuk menggeser kedudukan Pendidikan ilmu agama Islam dari core curriculum menjadi mata pelajaran pelengkap. Apa bila benar-benar hal ini terjadi tentu akan meronrong hakikat Pendidikan Muhammadiyah. Sebab tanpa ilmu agama Islam. Pendidikan Muhammadiyah bagaikan jasad tanpa ruh tentu akan merongrong hakikat pendidikan Muhammadiyah. Sebab tanpa ilmu agama Islam, pendidikan Muhammadiyah bagaikan jasad tanpa ruh. (Farid Setiawan. Dkk, 2. Corak pembaharuan menurut KH. Ahmad Dahlan Corak pembaharuan menurut KH. Ahmad Dahlan selalu ada hubungannya dengan kisah perkembangan Muhammadiyah baik secara organisatoris maupun secara aspek kemajuan Pendidikannya. KH. Ahmad Dahlan selama di Mekkah dalam perjalanan hajinya yang pertama dan kedua banyak berguru demi memperdalam wawasan ke-Islamannya. Dan umumnya sudah mengetahui bahwa Timur Tengah pada waktu itu, perkembangannya tidak terpisahkan dengan nuansa politik dan pemikiran yang berkembang pada abad ke-19. Kalah itu publik faham akan adanya Gerakan kaum Wahabi yang mendengungkan purifikasi dari segala hal yang dianggap bidAoah dan khurafat. Dari hal inilah diambil benang merah terkait perkembangan pemikiran KH. Ahmad Dahlan ketika pemahamannya akan keberagamaan kian matang ia pulang dan berhadapan dengan kenyataan-kenyataan sosial masyarakat yang terkadang tidak sejalan dengan pengetahuan yang ia terima di Mekakah. Persentuhan Transformasi Sistem Pengelolaan Keuangan Organisasi Kemahasiswaan - 675 Husin / Jurnal Ilmiah Global Education 1 . intelektual ini jelas meninggalkan bekas mendalam bagi KH. Ahmad Dahlan. Dari kejadiannya ini ia mulai menghayati perlunya suatu Gerakan pembaharuan Islam di kampung Ketika Islam telah tercampur aduk dengan tradisi dan umat muslim kian terjebak dengan formalitas agama yang jelas harus ada yang meluruskannya kembali, inilah peran yang besar diambil KH. Ahamd Dahlan dengan penuh kesadaran. Pemikiran pembaharuan dan pemurnian Islam KH. Ahmad Dahlan merupakan sebuah sintesis pemikiran KH. Ahmad Dahlan sampai pada cita-citanya setelah terlibat dialog intelektual dari kelompok-kelompok lain yang mengikuti Gerakan Ahmad Dalan, terhadap gagasannya serupa di Timur Tengah dan kegelisahannya menghadapi kenyataan sosiokultural masyarakat muslim Jawa yang terjebak formalitas keagamaan. Yang otentik dari KH. Ahmad Dahlan adalah model gerakannya yang mengakar. Tajdid atau pembaharuan dihayati sebagai sebuah gerakan sosial yang tidak hanya mandeg . pada tataran ide, namun juga tindakan nyata yang menyentuh langsung kehidupan umat Islam. Formalitas agama adalah fokus utama yang ingin didekonstruksi oleh KH. Ahmad Dahlan, ide pembaharuannya menyangkut akidah dan syariat, maka melalui perserikatan Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan lebih memperluas ide pembaharuan dan pemurnian Islam. Islam yang diperjuangkan Muhammadiyah bentuknya bisa berbeda sesuai ijtihad elite pada suatu kurun waktu atau tempat. Konsep Islam murni syariat itu baru muncul sesudah masa KH. Ahmad Dahlan sebagai akibat dominasi elite ahli syariahitis. Formalisasi syariahitis ini memuncak sesudah masa kemerdekaan ketika tarjih berkembang sebagai lembaga fatwah syariah. Sesudah peran ahli syariah menyusut akibat modernisasi Pendidikan Islam. Pandangan Pendidikan Islam KH. Ahmad Dahlan tampak mengambil peran kembli. Pola pemurnian Islam yang dijalankan selama lebih A abad, dikoreksi ulang melalui program nasional spiritualitas syariah. Hal itu menunjukkan dinamika penerapan ijtihad yang selama ini didominasi para ahli syariah dengan kesalehan syariahnya, tampak diubah menjadi kesalehan spiritual sesudah didominasi elite intelektual. Memasuki abad ke-21, harus diakui bahwa umat Islam tertinggal jauh dengan peradaban Barat. Menjadi keniscayaan yang tidak bisa ditawar bahwa dalam proses penyehatan dan menyegarkan peradaban Islam yang lemah adalah dengan memperbaiki sistem dan tujuan pendidikan Islam. Tanpa itu, membangun umat Islam dari Aotidur panjangAo adalah sebuah utopia. KH. Ahmad Dahlan dianggap sebagai tokoh pembaharu yang cukup unik, karena usaha pembaharuannya merupakan upaya terobosan terhadap masalah- masalah yang mendesak untuk diatasi. Usaha-usaha pembaharuan di bidang pendidikan yang dilakukan KH. Ahmad Dahlan meliputi dua segi, yaitu segi cita- cita dan teknik pendidikan serta Cita-cita pendidikan yang diharapkan mampu melahirkan sosok kiai intelek dan intelek kiai. dan pendidikan yang dikembangkan bersifat kreatif dalam mengintegrasikan antara idealisme, korektif dan modernisasi. (Anis Indarwat. KH. Ahmad Dahlan dalam mewujudkan gagasan pembaruan Islam, memulai langkahnya dengan mendirikan organisasi Muhammadiyah, tujuannya tidak lain untuk membawa umat Islam Indonesia kembali hidup sesuai dengan ajaran Islam yang termuat dalam Al-QurAoan dan Hadits. Organisasi Muhammadiyah tersebut resmi didirikan pada tanggal 8 Dzulhijah 1330 Hijriyah atau 18 November 1912 Masehi. Anggota organisasi itu terdiri dari sembilan pengurus inti yaitu KH. Ahmad Dahlan sebagai ketua. Abdullah Sirat sebagai sekretaris, sementara anggotanya adalah Ahmad. Abdul Rahman. Sarkawi. Muhammad. Jaelani. Akis, dan Mohammad Fakih. Pemilihan nama organisasi itu diambil dari nama Nabi terakhir Nabi Muhammad, yang bermakna pembangsaan atau identifikasi jika ditambah huruf ya atau ta. Nama tersebut dimaksudkan untuk menjelaskan bahwa pendukung dari organisasi ini merupakan umat Nabi Muhammad, yang asasnya adalah dari ajaran Nabi Muhammad SAW. (Fandy Aprianto Rohman dan Mulyati, 2. Transformasi Sistem Pengelolaan Keuangan Organisasi Kemahasiswaan - 676 Husin / Jurnal Ilmiah Global Education 1 . Organisasi Muhammadiyah dalam pelaksanaannya tidak lepas dari ide-ide dan gagasan yang berasal dari KH. Ahmad Dahlan. Adapun program yang diterapkan meliputi: a. Membersihkan Islam dari pengaruh dan kebiasaan bukan Islam. Reformlasi doktrin Islam yang disesuaikan dengan alam pikiran modern. Reformasi ajaran dan pendidikan Islam. Mempertahankan Islam dari pengaruh dan serangan yang datang dari luar Islam. Pemikiran-pemikiran pembaharuan dalam pendidikan yang dicetuskan oleh KH. Ahmad Dahlan, merupakan warisan yang luar biasa dalam dunia pendidikan Islam KH. Ahmad Dahlan berpendapat bahwa untuk memajukan pendidikan diperlukan cara-cara sebagaimana yang digunakan dalam sekolah yang maju. Meniru model penyelenggaraan sekolah tidak berarti mengabaikan ajaran agama sebab penyelenggaraan sistem pendidikan merupakan wilayah muamalah yang harus ditentukan dan dikembangkan Gagasan-gagasan besar KH. Ahmad Dahlan dalam dunia pendidikan ini dapat ditelisik pada pandangannya tentang pendidikan integralistik. Baginya, pendidikan Islam hendaknya diarahkan pada usaha membentuk manusia muslim yang berbudi pekerti luhur, alim dalam agama, luas pandangan dan paham masalah ilmu keduniaan . , serta bersedia berjuang untuk kemajuan masyarakatnya. Pandangan ini muncul sebagai antitesa dari tujuan pendidikan yang saling bertentangan pada saat itu, yakni pendidikan pesantren dan pendidikan sekolah model Belanda. Pada satu sisi, pendidikan pesantren hanya bertujuan untuk menciptakan individu yang saleh dan mendalami ilmu agama. Melalui pendidikan. KH. Ahmad Dahlan menginginkan agar umat dan bangsa Indonesia memiliki jiwa kebangsaan dan kecintaan kepada tanah air. Dia tokoh yang telah berhasil mengembangkan dan menyebarluaskan gagasan pendidikan modern ke seluruh pelosok tanah air menggunakan imannya dalam menjawab tantangan hidup dan mampu memanusiakan sesamanya dengan berbagai kehidupan. (Dahlan D I Abad, 2. KH. Ahmad Dahlan memperluas jangkauannya di bidang pendidikan dengan menawarkan suatu rumusan pembaruan pendidikan Islam yang meliputi 2 aspek penting Aspek cita-cita, bahwa manusia muslim yang terbentuk sedemikian rupa dengan berhiaskan akhlak yang mulia, alim dalam beragama, memiliki keahlian ilmu yang luas dalam segala bidang serta cakap berjuang demi kemajuan masyarakat Indonesia merupakan cita-cita terbesar KH. Ahmad Dahlan terhadap bangsa ini. Aspek teknik, yaitu berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan, bahwa dalam menata lembaga pendidikan KH. Ahmad Dahlan mengikuti dua alur pemikiran, yaitu dengan melakukan perbaikan cara belajar di pondok pesantren sehingga menyerupai cara belajar di sekolah umum, meliputi fasilitas belajar yang memadai serta materi pembelajaran yang sederajat dengan sekolah gubernemen . ekolah Beland. Sedangkan pada sekolah umum, disisipkan pendidikan agama ke dalam materi pendidikan di sekolah-sekolah umum. Gagasan pertama KH. Ahmad Dahlan untuk melakukan pembaharuan pendidikan adalah dengan memasukkan pendidikan agama Islam ke dalam sekolah- sekolah yang dikelola oleh pemerintah, karena pada masa itu pemerintah Belanda memasukkan ilmu umum saja ke dalam pendidikan. Ia tetap meminta izin kepada pemerintah Belanda untuk mengajarkan ilmu agama dan sekolah modernnya. Cara KH. Ahmad dahlan untuk membawa ilmu agama ke dalam pendidikan modern bukan hanya mengajarkannya kepada siswa, melainkan kepada guru-gurunya juga. (Tasya Faricha Amelia and K. Ahmad Dahlan. Keinginan KH. Ahmad Dahlan yang mendorong dirinya untuk melakukan pembaruan dalam dunia pendidikan karena adanya dikotomi pendidikan. Pada satu sisi ada sistem yang hanya menekankan sisi religiusitas sedangkan sistem yang lainnya hanya menekankan pada sisi duniawi. Sehingga tujuan pendidikan ini hanya mampu melahirkan Transformasi Sistem Pengelolaan Keuangan Organisasi Kemahasiswaan - 677 Husin / Jurnal Ilmiah Global Education 1 . manusia AucacatAy yang sempit dalam religiusitasnya atau manusia-manusia sekuler yang tak mengenal agama. KH. Ahmad Dahlan menawarkan konsep baru yang bertolak pada pemahaman hakikat manusia secara utuh. Pendidikan seyogyanya melahirkan manusiamanusia tangguh yang siap menghadapi problema masa depan. (Sumarno, 2. Pemikiran KH. Ahmad Dahlan tersebut, merupakan spirit agar generasi muda Islam tetap yakin dengan gerakannya untuk mempertahankan Islam di bumi Indonesia dalam rentang sejarah memasuki abad ke dua Muhammadiyah telah banyak melakukan usaha-usaha pencerahan dalam rangka mewujudkan tujuan Muhammadiyah, yakni menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam berdasarkan Al-QurAoan dan sunnah, sehingga terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Gagasan yang ditawarkan Ahmad Dahlan membangun sistem pendidikan islam moderen, memperbarui paham islam, memperbarui alam pikiran ke arah kemajuan atau kemoderenan, gerakan almaoun . enyantu-na. dan penolong kesengsaraan umum, membentengi umat islam dalam berbagai ancaman luar dan memodernisasi kehidupan bermasyarakat dan bernegara. (Abba. Salah satu gagagsan pembaharuan Ahmad Dahlan dalam bidang pendidikan yakni dengan mendirikan madrasah Muhammadiyah yang merupakan terobosan baru yang berusaha memadukan model pendidikan pesantren dan Barat, oleh karena itu lembaga pendidikannya berbeda dengan pesantren. Lebih lanjut perkembangan pondok pesantren Muhammadiyah yang tidak selalu menggunakan nama pondok atau pesantren atau pondok pesantren dapat diuraikan sebagai berikut: (K. S Pradjokusumo, 1. Madrasah Muallimin . Madrasah Muallimat . Madrasah ZuAoama Sekolah-sekolah tersebut di zaman pendudukan dan di zaman revolusi ditutup dan dibuka kembali setelah Indonesia resmi merdeka. Dengan perubahan keadaan yang juga menyentuh dunia pendidikan, maka sekolah Muhammadiyah juga mengalami perubahan. Dan perubahan-perubahan itu berjalan terus, hingga akhirnya lahirlah SKB Tiga Menteri dalam periode 1950 hingga berlakunya SKB Tiga Menteri. Madrasah Muallimin. Muallimat di Yogyakarta, dan Kulliyatul Mubalighin mengalami pasang naik dan pasang surut, tetapi banyak Dengan Muhammadiyahnya KH. Ahmad Dahlan berhasil mengembangkan lembaga pendidikan yang beragam dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi dan dari yang berbentuk sekolah agama hingga yang berbentuk sekolah umum, berhasil dan memperkenalkan manajemen pendidikan modern ke dalam sistem pendidikan yang dirancangkannya. Gagasan dasar KH Ahmad Dahlan bermula pada keprihatinan terhadap umat Islam pribumi yang saat itu semakin terpuruk karena kondisi dan situasi global ditambah pendidikan yang dianggap suatu kebutuhan utama belum terpenuhi. Perbedan strata sosial membuat pendidikan semakin sulit didapatkan. Gagasan kedua karena melihat adanya kesenjangan pendidikan antara ilmu agama dan ilmu umum. Saat itu hanya ilmu umum yang wajib diajarkan pada sekolah kolonial, sehingga membuat KH Ahmad Dahlan berpikir ini harus dibenahi, karena ilmu yang sempurna adalah ilmu agama dan ilmu umum. Gagasan dasar pemikiran pembaharuan KH Ahmad Dahlan dilatarbelakangi beberapa hal, diantaranya: Keprihatinan terhadap umat Islam pribumi. Ia prihatin melihat negara pribumi semakin terpuruk dan tenggelam karena situasi dan kondisi global. Menurutnya, upaya tepat yang harus dilakukan adalah membenahi sistem pendidikan pribumi. Pendidikan harus ditempatkan pada skala prioritas dalam proses pembangunan umat. Ilmu agama adalah terpenting, namun harus diimbangi dengan ilmu umum. Transformasi Sistem Pengelolaan Keuangan Organisasi Kemahasiswaan - 678 Husin / Jurnal Ilmiah Global Education 1 . Kesenjangan pendidikan. Kesenjangan pendidikan ilmu agama dan ilmu umum pada saat itu membuat KH. Ahmad Dahlan semakin tergerak hati untuk membenahi sistem pendidikan di Indonesia. Gagasan terpentingnya adalah memasukkan pendidikan agama Islam kedalam sekolah yang dikelola pemerintah, karena sekolah pemerintah Belanda waktu itu hanya menawarkan ilmu umum saja. (Weinata Sairin, 1. Pertarungan melawan Kristen Ahmad Dahlan menganggap bahwa pendirian lembaga pendidikan merupakan tujuan pokok melawan Kristenisasi. Dalam sekolah-sekolah Muhammadiyah. Agama diajarkan sebagai mata pelajaran wajib dan ilmu umum sebagai penunjang. Langkah monumental ini dalam wacana Islam kontemporer disebut dengan Auteologi transformatifAy, karena Islam tidak sekedar menjadi seperangkat ajaran ritual ibadah dan Auhablum min AllahAy . ubungan dengan Alla. semata, tetapi justru peduli dan terlibat dalam memecahkan masalah-masalah kongkret yang dihadapi manusia. Dari uraian tersebut di atas, ada beberapa catatan yang dituntaskan oleh KH Ahmad Dahlan, antara lain: Membawa pembaruan dalam bentuk kelembagaan pendidikan yang semula sistem pesantren menjadi sistem sekolah. Memasukkan pelajaran umum kepada sekolah-sekolah keagamaan atau madrasah. Mengadakan perubahan dalam metode pengajaran, dari yang semula menggunakan metode weton dan sorogan menjadi lebih bervariasi. Mengajarkan sikap hidup terbuka dan toleran dalam pendidikan. Dengan Muhammadiyahnya K. H Ahmad Dahlan berhasil mengembangkan lembaga pendidikan yang beragam dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi dan dari yang berbentuk sekolah agama hingga yang berbentuk sekolah umum. Berhasil memperkenalkan manajemen pendidikan modern kedalam sistem pendidikan yang dirancangkannya. Mengadopsi sistem pendidikan. Setelah melihat gagasan-gagasan dasar tersebut, barulah muncul tindakan atas pemikiran K. H Ahmad Dahlan. Diantaranya mendirikan sekolah, sekolah yang didirikan ini mengacu pada dua ilmu yang belum pernah ada sebelumnya, yaitu dengan memadukan ilmu agama dan ilmu umum. Pemikiran selanjutnya adalah lahir ulama-intelek atau intelek-ulama. Sehingga dengan cita-cita tersebut, pribumi tidak akan terpuruk dan tenggelam lagi dalam kondisi global. Urgensi Pendidikan Islam menurut KH. Ahmad Dahlan . Teologi al-MaAoun Dalam pengajian rutin subuh KH. Ahmad Dahlan mengajarkan tafsir surah alMaAoun berulang-ulang selama beberapa hari. Salah seorang murid dan peserta pengajian bernama Sudjak, lalu bertanya kepada KH. Ahmad Dahan, mengapa bahan pengajian tidak ditambah-tambah dan hanya mengulang-ulang surah tersebut. Mendengar pertanyaan itu KH. Ahmad Dahlan balik bertanya kepada para muridnya, apakah mereka sudah benar-benar mengerti maksud surah al-MaAoun, para murid serentak menjawab bahwa mereka bukan hanya sudah mengerti, namun sudah hafal. KH. Ahmad Dahlan lalu bertanya apakah arti ayat-ayat yang sudah dihafal tersebut sudah pula diamalkan. Para murid pengajian itu menjawab Auapanya yang diamalkan bukankah sudah seringkali diamalkan saat menjalankan sholat ?. lalu KH. Ahmad Dahlan memerintahkan muridnya mencari orang miskin di sekitar tempat masing-masing, jika sudah menemukan, mereka harus membawah orang miskin dan anak yatim itu ke rumah masing-masing, dimandikan dengan sabun dan suruh sikat giginya dengan baik, dan berikan mereka pakaian seperti Transformasi Sistem Pengelolaan Keuangan Organisasi Kemahasiswaan - 679 Husin / Jurnal Ilmiah Global Education 1 . yang biasa mereka pakai. Orang miskin ini juga diberi makan dan minum serta tempat tidur yang layak. Pengajian pagi itu ditutup dan memerintahkan agar para murid melakukan apa yang sudah dijelaskan kepada mereka. Pesan yang disampaikan oleh KH. Ahamd Dahlan sangat antusias mengajak para muridnya mengamalkan surat al-MaAoun itu, dapat juga dijadikan sebagai salah satu langkah teori untuk memperdalam amalan-amalan yang telah diperbuat oleh Muhammadiyah dalam bermasyarakat. KH. Ahmad Dahlan tidak hanya terpesona pada keindahan susunan ayat al-Quran yang terdapat pada juz 30 itu, sehingga tetap menyuruh muridnya menghafalkan dan kemudian mengamalkannya dalam kehidupannya sehari-hari, pada surah itu menjelaskan sifat buruk manusia yang mendustakan agama, menghardik anak yatim piatu, tak menyantuni dhuafaAo, bahkan enggan menolong dengan barang berguna. Untuk mengamalkannya selain yang telah peneliti uraikan di atas, ada perjalanan tambahan bahwa selain itu KH. Ahamd Dahlan juga mengajak santri-santrinya ke pasar Bringharjo. Malioboro dan Alun-alun utara Yogyakarta. Di tempat-tempat itu berseliuran pengemis dan kaum fakir. KH. Ahmad Dahlan memerintahkan setiap santrinya untuk membawa fakir itu ke Mesjid Besar. Dihadapan para santri, ia membagikan sabun, sandang dan pangan lalu ia meminta fakir untuk selalu tampil bersih. Sejak saat itulah. Muhammadiyah aktif dalam menyantuni fakir miskin dan yatim (Pusat Dakwah Muhammadiyah, 1435 H) Dalam setiap ceramah dan pengajian. KH. Ahamd Dahlan terus- menerus menyerukan agar setiap orang yang mampu, bersedia memenuhi hak dan berlaku adil kepada orang miskin, para fakir, anak yatim dan orangorang terlantar. Seruan tersebut kemudian melahirkan Gerakan pengelolaan zakat dan zakat fitrah. Zakat dibagikan kepada kaum fakir miskin, orang terlantar di jalan, termasuk mereka yang menderita karena berbagai sebab. Gerakan itulah menjadi cikal bakal berdirinya rumah orang terlantar dan rumah sakit. Sikap ikhlas KH. Ahmad Dahlan dalam berdakwah dan selalu bersandar pada ketentuan Allah SWT. tercermin dalam kisah berikut. suatu Ketika KH. Ahmad Dahlan sedang mengajar di daerah Jetis Seleman Yogyakarta jarak 5 kilo meter dari tempat tinggalnya, ia sedang mengajar tiba-tiba datang seorang utusan membawa kabar bahwa putra satu-satunya (Djumha. sakit keras, ia pun pulang langsung ke kampung halamannya di Kauman Yogyakarta. Sesampainya di rumah ia langsung menemui putranya terbaring lemah dan ia pun bergegas mencarikan obat dan membawanya ke balai pengobatan, dan KH. Ahmad Dahlan menuturkan kalimat yang sangat dalam kepada putranya Aujika memang ia belum ditakdirkan meninggal dunia, tetapi jika memang telah sampai pada ajalnya Insya Allah putranya itu akan bertemu dengan sang kakak yang sudah lebih dahulu meninggal dunia. Setelah itu ia kembali melanjutkan tugas mengajarnya yang ditinggalkan di sekolah. Kemudian ia juga berpesan kepada istrinya bahwa jangan sekali-kali percaya bahwa anaknya akan sembuh jika ia tunggui . eserta bapakny. , atau sebaliknya akan mati ketika ia tinggal pergi. (HM Nasruddin Anshoriy C. Pendidikan dan pengajaran yang diterapkan dan sudah dicontohkan oleh KH. Ahmad Dahlan adalah sebuah penerapan tingkah laku, dimana setiap pembelajaran yang dilakukan menekankan pada perubahan tingkah laku, bukan hanya sekedar diketahui, dihafalkan, namun tidak dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Teologi Sosial Dahlan adalah seorang tokoh pembaharuan yang terlebih dahulu mengawali citacitanya melalui gerakan sosial dan Pendidikan. KH. Ahmad Dahlan melalui gerakan organisasi Muhammadiyah sebagai gerakan Islam modern tidak dapat dilepaskan dari pengaruh pemikiran pembaharuan Islam seperti yang digagas oleh Ibnu Taimiyah. Jamaluddin al-Afghani. Muhammad Rasyid Ridha. Muhammad Abduh, karena mereka sering dirujuk sebagai penyeru pembaharuan Islam. Bahkan, pendirian Muhammadiyah Transformasi Sistem Pengelolaan Keuangan Organisasi Kemahasiswaan - 680 Husin / Jurnal Ilmiah Global Education 1 . merupakan Auperpanjangan tanganAy pembaharuan di Timur Tengah. (Pilot Firdaus Syam, . Amin Rais, 2. Jamaluddin al-Afghan dirujuk karena Gerakan pan-Islamisasi, sementara Muhammad Abduh lebih menonjolkan perlunya pembaharuan dalam bidang AuPendidikanAy. Adapun Muhammad bin Abdul Wahad, lebih sempit lagi, lantaran sebatas hanya terkait dengan aspek AuAqidahAy dan kemudian menyatu juga dengan gerakan politik. (M. Amin Abdullah, 1. KH. Ahamd Dahlan sebagai tokoh pendiri organisasi Muhammdiyah, menjadikan teologi sebagai ruh yang menggerakkan amal usahanya, karena wataknya sebagai rekaman Islam yang beramal nyata. Pencitraan bahwa teologi yang dianut oleh Muhammadiyah merupakan teologi modernis atau teologi AutadisionlaAy. Menurut (Azyumardi Azra, 1. yang menyebut bahwa Muhammadiyah hanya berpaham modernis pada tingkat praktis, sementara pada tingkat ideologinya masih menganut aliran AsyAoariyah. Dia mengatakan: Aupada tingkat praktis. Muhammadiyah tampaknya dapat dimasukkan ke dalam tingkat Meski teologi KH. Ahmad Dahlan yang digagas melalui organisasi Muhammadiyah terkesan bersifat rasional dan modern, namun menurut Aryalubis, teologi Muhammadiyah tersebut tidak seluruhnya mengikuti teologinya Muhammad Abduh yang rasional dan lebih dekat kepada sistem teologi MuAotazilah. Karena teologi Muhammadiyah juga dekat dengan teologi AsyAoariyah yang bersifat AutradisionalAy. (Arbiyah Lubis, 1. Antara rasionalisme teologi Abdu dan tradisionalisme teologi AsyAoariyah bukanlah dua hal yang harus dipermasalahkan, karena Muhammadiyah tetap memiliki jatidiri dan konsep sendiri tentang kebenaran kalam yang harus dianutnya. Sungguh pun satu kalam, misalnya AsyAoariyah, mengandung banyak kebenaran dan sesuai dengan ajaran Islam yang autentik, tetapi akan diikuti oleh Muhammadiyah. Sebaiknya, jika suatu kalam atas dasar rasionalisme, tetapi mengandung banyak penyimpangan dan tidak sesuai dengan ajaran Islam yang murni, maka Muhammadiyah pun mengabaikan Warga Muhammadiyah tentu tidak asing dengan cerita tentang Aupengajian alMauAoun oleh KH. Ahmad Dahlan surah al-MaAoun bukanlah hanya sekedar surat yang hanya dibaca dan dihafal banyak ummat muslim yang hafal surat ini, namun masih miskin KH. Ahmad Dahlan menekannkan pentingnya pengejawantahan pemahaman dalam aksi yang nyata. Dalam setiap ceramahnya. KH. Ahmad Dahlan secara istiqamah menyerukan bagi setiap orang yang mampu untuk memenuhi hak dan berlaku adil terhadap orang-orang miskin, yatim piatu dan mereka-mereka yang terlantar dari aspek itu berdirilah lembaga pengelola zakat, dengan pemikiran itupulah berdirilah rumah sakit dan panti asuhan. Surah ini seringkali diterjemahkan dalam tiga pilar kerja Schooling (Pendidika. Healing . elayanan kesehata. , dan Feeding . elayanan Dengan pilar-pilar atau teologi ini membuat KH. Ahmad Dahlan memiliki semangat tinggi dalam merubah masyarakat ke arah yang lebih baik. Sehingga lewat organisasi Muhammadiyah yang sudah mampu bertahan hingga kurang lebih 1 abad dengan memiliki ribuan sekolah, rumah sakit, panti asuhan dan layanan kesejahteraan sosial yang lain. Yang tak kalah pentingnya dalam penelitian ini Teruma kajian KH. Ahamd Dahlan adalah semangatnya sebagai seorang pendidik yang begitu intens mengkritik dualisme Pendidikan pada masanya. Pandangan Muslim tradisional terhadap pendidikan terlalu menitikberatkan pada aspek spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini terlihat dari lembaga pendidikannya yaitu pesantren. Pesantren lebih mengembangkan ilmu agama dibanding ilmu pengetahuan sehingga menyebabkan kemunduran pada dunia Islam karena umat Islam hanya memikirkan masalah akhirat dan menimbulkan sikap pasrah. Begitu pun dengan sistem pendidikan Kolonial. Dilihat dari metode pengajaran dan alat-alat pendidikannya, memang terbilang banyak sekali manfaat dan kemajuan yang bisa diraih Transformasi Sistem Pengelolaan Keuangan Organisasi Kemahasiswaan - 681 Husin / Jurnal Ilmiah Global Education 1 . siswa dari Pendidikan kolonial masa itu. Namun disayangkan dalam sekolah kolonial tersebut tidak terdapat pelajaran tentang agama, terlebih agama Islam. Hal ini menyebabkan siswa cakap secara intelektual namun lemah karakter dan moralitasnya. Karena itulah KH. Ahamd Dahlan memandang penting persoalan sinergitas antara ilmu umum dan ilmu agama, oleh karena itulah institusi lembaga Muhammadiyah tidak memberlakukan dikotomi . antara ilmu umum dan agama, sekolah Muhammadiyah yang pertama telah berdiri satu tahun sebelum Muhammadiyah sebagai organisasi berdiri pada tahun 1911 H. KESIMPULAN Kesimpulan Sepajang penelusuran peneliti tentang AuPemikiran Pembaharuan Pendidikan Islam KH. Ahmad Dahlan Perspektif Intelektuan Muslim Di IndonesiaAy melalui berbagai literatur ditemukan suatu data cukup banyak yang ditulis dari kalangan cendekiawan muslim dari berbagai dimensi keilmuan, dibalik maraknya kajian berkaitan dengan sosok KH. Ahmad Dahlan, penuh dengan kekaguman terhadap pembaharuan Pendidikan Islam yang menjadi Ikon Indonesia. Di lain sisi, umumnya literatur yang peneliti pilih sebagai kajian menunjukkan bahwa tidak terdapat data lengkap terkait riwayat jenjang Pendidikan formal KH. Ahmad Dahlan, namun penelusuran berhasil menangkap bahwa dirinya sudah merantau ke Mekkah selama lima tahun pada usia 15 tahun, dan kemudian Kembali ke Indonesia hanya beberapa saat, kembali lagi ke Mekkah dan melanjutkan perjuangannya menuntut berbagai llmu pengetahuan Islam, hal ini menunjukkan bahwa sosok KH. Ahmad Dahlan adalah orang yang berjiwa tegar dan gemar menuntut ilmu ini pun menunjukkan sikap rendah hati dan tidak merasa cukup dengan ilmunya . aus ilm. Hal yang unik lainnya sepanjang penelusuran literatur yang dibaca, dikaji oleh peneliti tidak ditemukan satup pun karya tulis KH. Ahmad Dahlan, berupa karya ilmiah dalam bentuk (Buku. Jurnal. Artike. , namun justru sederet hasil karya lainnya mulai dari mendirikan lembaga sekolah. Madrasah Muhammadiyah. Perguruan Tinggi. Mesjid dan lembaga kajian lainnya. Saran Dari hasil penelitian tentang KH. Ahmad Dahlan yang berjudul Pemikiran Pembaharuan Pendidikan Islam KH. Ahmad Dahlan Perspektif Intelektual Muslim Di Indonesia merupakan seorang yang memiliki karya yang sangat kaya dan luas, memiliki karya yang sangat monumental dengan mendirikan lembaga Muhammadiyah. Oleh karena itulah sosoknya dapat menjadi motivator penggerak generasi muda dan masyarakat bangsa Indonesia secara luas: Pertama. Bagi kalangan pemuda dapat meneladani keteguhan hati KH. Ahmad Dahlan, keluasan ilmu pengehuan yang ia miliki, semangat patriotismenya dapat mengambil peran dalam agen perubahan Pendidikan Islam di Indonesia sehingga dapat dijadikan sebuah rekomendasi untuk anak bangsa segala masa. Kedua. kepiawaian mendirikan berbagai Lembaga Pendidikan hingga perguruan Tinggi yang sangat popular pada masa kini dengan nama Muhammadiyah. Aisiyah dan nuansa kajian yang khas berbeda dengan ikon lembaga lain. Hal ini membuat dirinya diangkat menjadi Pahlawan Nasional. Sebagai pejuang memurnikan ajarannya terkhusus Pendidikan Islam. Ketiga. Untuk seluruh pemuda anak bangsa dapat menjadikan KH. Ahmad Dahlan sebagai sosok teladan yang terbukti sebagai pelopor pembaharuan Pendidikan Islam, selain sebagai konseptor juga sukses membangun lembaga Pendidikan hingga Perguruan Tinggi Muhammadiyah. DAFTAR PUSTAKA