JURNAL KEPEMIMPINAN & PENGURUSAN SEKOLAH Homepage : https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/jp Email : jkps. stkippessel@gmail. p-ISSN : 2502-6445 . e-ISSN : 2502-6437 Vol. No. September 2025 Page 931-938 A Author Jurnal Kepemimpinan & Pengurusan Sekolah IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS ERA DIGITAL TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER DI SD MUHAMMADIYAH PANGKALPINANG Arian Rizqon Mubarok1. Dian Hidayati2. Sri Tutur Martaningsih3 1,2,3 Universitas Ahmad Dahlan. Indonesia Email: ardisalaranev@fip. DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. Sections Info Article history: Submitted: 23 June 2025 Final Revised: 11 July 2025 Accepted: 16 August 2025 Published: 24 September 2025 Keywords: Digital Era-Based Learning Character Education Muhammadiyah ABSTRAK The purpose of this study is to describe: . Implementation of Digital Era-Based Learning on Character Education in SD Muhammadiyah Pangkalpinang . Supporting and inhibiting factors of Digital Era-Based Learning on Character Education in SD Muhammadiyah Pangkalpinang. This type of research uses descriptive qualitative research. The subjects in this study include: Teachers, as online learning teachers and students as online learning targets. Data collection techniques using interviews and documentation. The techniques used in data analysis are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study are as follows: . The implementation of Digital Era-Based Learning on Character Education in SD Muhammadiyah Pangkalpinang through 3 stages, namely the planning, implementation, and evaluation stages. Planning includes: online learning methods, and the suitability of online learning materials. Implementation includes: online learning process, online learning time and schedule, online student participation, and online learning media. Evaluation includes: Online Learning Assessment, and Online Learning Constraints. Supporting and inhibiting factors of Digital Era-Based Learning on Character Education at SD Muhammadiyah Pangkalpinang. ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: . Implementasi Pembelajaran Berbasis Era Digital Terhadap Pendidikan Karakter di SD Muhammadiyah Pangkalpinang . Faktor pendukung dan penghambat Pembelajaran Berbasis Era Digital Terhadap Pendidikan Karakter di SD Muhammadiyah Pangkalpinang. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Adapun subjek dalam penelitian ini antara lain: Guru, sebagai pengajar pembelajaran daring dan Peserta didik sebagai sasaran pembelajaran daring. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: . Implementasi Pembelajaran Berbasis Era Digital Terhadap Pendidikan Karakter di SD Muhammadiyah Pangkalpinang melalui 3 tahap, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan meliputi : Metode Pembelajaran daring , dan Kesesuaian Materi Pembelajaran daring. Pelaksanaan meliputi: Proses Pembelajaran daring. Waktu dan jadwal Pembelajaran daring. Partisipasi Peserta Didik daring, dan Media Pembelajaran daring. Evaluasi meliputi: Penilaian Pembelajaran daring, dan Kendala Pembelajaran daring. Faktor pendukung dan penghambat Pembelajaran Berbasis Era Digital Terhadap Pendidikan Karakter di SD Muhammadiyah Pangkalpinang. Kata kunci: Pembelajaran Berbasis Era Digital. Pendidikan Karakter. Muhammadiyah Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Implementasi Pembelajaran Berbasis Era Digital Terhadap Pendidikan Karakter Di SD Muhammadiyah Pangkalpinang PENDAHULUAN Pandemi global Covid 19 telah merubah gaya hidup manusia terkhusus di bidang Karena mengharuskan pendidikan menjadi beradaptasi cepat untuk berubah menjadi cepat dengan sistem belajar online atau bisa dikenal dengan Work From Home (WFH). Pembelajaran masa New Normal merupakan kegiatan belajar secara online yang dilakukan oleh peserta didik akibat dari pandemi covid-19 yang sedang terjadi di Indonesia. Pandemi Covid-19 saat ini membentuk pola baru dalam pembelajaran yang juga terjadi pada jenjang pendidikan dasar yaitu Perkembangan era digital. Salah satu perkembangan era digital pada masa pandemi covid 19 ialah penerapan pembelajaran daring. Kebijakan pembelajaran di rumah mengakibatkan pembelajaran harus dilakukan dengan virtual atau daring. Mereka tidak bertemu dengan langsung, untuk pencegahan penularan virus corona, karena pada dasarnya pembelajaran online sangat penting dilakukan semasa pandemi covid 19 karena situasi dan kondisi memaksa semua dilakukan dengan serba online. Interaksi yang terjadi di sekolah sangat berpengaruh terhadap seorang peserta didik, namun pengaruh dari kedua orang tua jauh lebih besar terhadap diri peserta didik, dimana pandemi covid 19 mengharuskan anak-anak belajar dirumah sehingga pengaruh orang tua sangat penting untuk perkembangan diri anak tapi tidak semua orang tua yang bisa menjaga dan mengawasi anaknya ketika belajar. Pengertian pembelajaran adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara. Tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggaran Pendidikan disekolah sebagai tempat pendidikan diselenggarakan untuk generasi muda berkembang, sehingga peserta didik dapat dengan aktif mengeluarkan sesuatu yang ada pada dirinya yang orang lain tidak ketahui sama sekali. Pembelajran daring merupakan tantangan tersendiri bagi peserta didik. Proses pembelajaran merupakan proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan melalui saluran/media tertentu ke penerima pesan pembelajaran daring, karena pada dasarnya proses pembelajaran merupakan suatu kombinasi yang yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran daring merupakan tantangan baru untuk guru, dimana pembelajaran merupakan pembelajaran yang memanfaat akses Pembelajaran daring merupakan sistem pembelajaran melalui media internet atau media jaringan komputer yang bisa diakses kapanpun dan dimanapun guna menyampaikan bahan ajar ke peserta didik. Sehingga pembelajaran daring lebih fleksibel dan diharapkan dapat mengembangkan potensi pesera didik. Pembelajaran daring merupakan pembelajaran jarak jauh yang menggunakan media teknologi yang dapat mengakses peserta didik agar belajar lebih baik lagi. Pembelajaran daring dapat dianggap sebagai salah satu kegiatan pembelajaran pada masa pandemi covid Pembelajaran daring juga dapat mengakibatkan timbulnya kebosanan terhadap mahapesera didik. Apa lagi sampai hilangnya koneksi yang berada jauh dari jangkuan Pembelajaran daring bisa dilakukan dengan berbagai media. bahwa media yang bisa digunakan yakni Smart Classes. Quipper. Google Indonesia. Sekolahmu. Zenius, and Microsoft yang mudah diakses dan gratis oleh pesera didik maupun guru. Selain itu pembelajaran daring juga bisa dilakukan dengan beberapa akses seperti whatsapp group, classroom, zoom, dan juga media sosial seperti facebook, twitter, youtube, dan instagram. Pembelajaran daring ialah proses pembelajaran yang dilakukan dengan memanfaatkan berbagai fitur seperti smartphone, teknologi digital, laptop, web atau aplikasi berbasi internet atau jaringan, namun dengan pembelajaran daring ini lah banyak terjadi keluhan Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Implementasi Pembelajaran Berbasis Era Digital Terhadap Pendidikan Karakter Di SD Muhammadiyah Pangkalpinang dari sekolah-sekolah terlebih bagi sekolah yang berada jauh dari jangkauan internet sehingga mereka susah untuk mengakses jaringan internet untuk tugas-tugas sekolah mereka. Pembelajaran daring di Indonesia sebenarnya sudah diterapkan oleh beberapa pendidik sebelum pemberlakuan social distancing oleh pemerintah. Namun istilah pembelajaran daring semakin populeh setelah social distancing. Pembelajaran daring yang diterapkan lebih cenderung pada bentuk penugasan via aplikasi. Peserta didik diberikan tugas-tugas untuk diselesaikan kemudian dikoreksi oleh guru sebagai bentuk penilaian dan diberikan komentar sebagai bentuk evaluasi. Pembelajaran di era digital diharapkan mampu menciptakan pendidikan yang berkarakter pada diri siswa. Pendidikan karakter merupakan suatu sistem dalam penanaman nilai-nilai karakter yang baik kepada seluruh warga sekolah sehingga memiliki pengetahuan dan tindakan yang sesuai dengan nilai kebaikan. Pendidikan karakter yaitu segala sesuatu perencanaan usaha yang dilakukan oleh guru yang dapat mempengaruhi pembentukan karakter peserta didiknya, memahami, membentuk, dan memupuk nili-nilai etika secara keseluruhan. Pendidikan karakter adalah suatu pendidikan yang digunakan untuk menanamkan dan mengembangkan karakter peserta didik, sehingga mereka memiliki karakter yang luhur setelah memiliki maka dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari baik di rumah, di sekolah maupun di masyarakat. Pendidikan karakter adalah segala upaya yang dilakukan guru, yang mampu mempengaruhi karakter peserta didik. Guru membantu membentuk watak peserta didik dan guru juga harus mampu untuk menanamkan nilai karakter yang dilakukan secara tersirat . urikulum tersembuny. , sehingga hasil pembelajarannya tidak bisa dilakukan dengan instan. Pembelajaran yang bermuatan pendidikan karakter merupakan suatu rangkaian kegiatan pembelajaran baik berlangsung di dalam maupun di luar kelas yang berusaha menjadikan peserta didik tidak hanya menguasai kompetensi . tapi mengenal, menyadari/peduli, nilai-nilai menjadikannya perilaku. Terdapat penurunan karakter bagi peserta didik dimasa pandemi, karena dalam pendidikan karakter di masa pandemi covid 19 harus memperhatikan dasar pengembangan karakter itu sendiri yakni, perkembangan kognitif, perkembangan sosial, dan perkembangan moral peserta didik. Pendidikan Karakter merupakan harapan sebuah negara terhadap bangsanya, di mana pendidikan karakter akan melahirkan peserta didik yang sangat diharapkan, dimana peserta didik tersebut bisa mengimbangkan sikap kognitif, afektif dan psikomotoriknya sehingga peserta didik tersebut bisa bersaing nantinya ketika mereka sudah tumbuh dewasa. Perkembangan dari nilai karakter tersebut, ialah perubahan yang besar dalam perkembangan karakter si anak. Karakter yang baik akan menjadikan anak memiliki masa depan yang lebih cerah nantinya ketika mereka akan tumbuh dan berkembang apalagi dirumah dimana kedua orang tua terlibat dalam mengajari anaknya nilai-nilai karakter itu Pendidikan karakter bagi anak merupakan catatan penting bagi seorang guru di masa sekarang ini apalagi sekarang semuanya dilakukan serba dengan teknologi, dimana menuntut seorang guru harus mengikuti perkembangan zaman, sebagai seorang profesional di bidangnya sangat penting bagi seorang guru untuk mengikuti perkembangan zaman karena zaman yang dihadapi tersebut akan terus berubah-rubah dan arus nya semakin cepat apalagi sekarang zaman sudah memasuki era 4. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Pembelajaran Berbasis Era Digital Terhadap Pendidikan Karakter di SD Muhammadiyah Pangkalpinang. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Implementasi Pembelajaran Berbasis Era Digital Terhadap Pendidikan Karakter Di SD Muhammadiyah Pangkalpinang METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan pengumpulan data dengan metode wawancara serta dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan guru, dan peserta didik sebagai partisipan, dan peneliti bertindak sebagai instrumen dalam memperoleh data berupa informasi yang disampaikan oleh partisipan dan juga dokumen yang ada. Prosedur analisis data menggunakan pendekatan Miles & Huberman, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Setelah data diperoleh dengan lengkap, proses selanjutnya adalah menarik kesimpulan akhir pada data yang telah diperoleh. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada masa pandemi Covid-19 ini pembelajaran dilaksanakan secara daring. Hal tersebut membuat seluruh sekolah harus mampu melaksanakan pembelajaran daring agar pembelajaran tetap bisa berjalan. Begitu pula dengan SD Muhammadiyah Pangkalpinang yang telah melakukan pembelajaran secara daring. Kepala sekolah dan seluruh warga sekolah telah membuat sebuah rencana yang diawali dengan melakukan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Di dalam pembahasan ini akan dibahas lebih lanjut mengenai pembelajaran daring terhadap pendidikan karakter serta faktor pendukung dan penghambat terkait pembelajaran daring terhadap pendidikan karakter di SD Muhammadiyah Pangkalpinang. Implementasi Pembelajaran Berbasis Era Digital Terhadap Pendidikan Karakter di SD Muhammadiyah Pangkalpinang Perencanaan Pembelajaran Berbasis Era Digital Terhadap Pendidikan Karakter di SD Muhammadiyah Pangkalpinang Salah satu perkembangan era digital pada masa pandemi covid 19 ialah penerapan pembelajaran daring. Pembelajaran daring di masa pandemi di SD Negeri Muhammadiyah Pangkalpinang diawali dengan tahapan perencanaan. Perencanaan merupakan proses penentuan tujuan atau sasaran yang hendak dicapai dan menetapkan jalan serta sumber yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu seefisien dan seefektif mungkin. Perencanan pertama yang dilakukan ialah melakukan pemahaman terkait pembelajaran daring. Pembelajaran daring ialah sistem pembelajaran melalui media internet atau media jaringan komputer yang bisa diakses kapanpun dan dimanapun guna menyampaikan bahan ajar ke peserta didik. Sehingga pembelajaran daring lebih fleksibel dan diharapkan dapat mengembangkan potensi pesera didik. Awalnya guru dan peserta didik masih belum memahami terkait pembelajaran daring. Sekolah harus menunggu arahan dan kebijakan yang diberikan oleh dinas terkait pembelajaran daring. Setelah mendapatkan arahan barulah guru perlahan mulai memahami pembelajaran daring. Selain itu peserta didik juga harus mendapatkan pendampingan lebih oleh orangtua dalam pembelajaran daring karena masih banyak peserta didik yang belum memahami pembelajaran daring. Metode pembelajaran pada pembelajaran daring tidak ada metode khusus yang digunakan. Metode yang digunakan tidak semaksimal ketika pembelajaran tatap muka karena terkendala lokasi siswa dan guru yang berbeda. Metode yang digunakan hanya menggunakan metode ceramah dan juga tanya jawab. Selain itu materi pembelajaran yang diajarkan sesuai dengan apa yang ada dibuku. Namun dalam penerapannya cukup berbeda dengan pembelajaran secara langsung karena terkedala jarak antara guru dengan siswa. Perencanaan pembelajaran meliputi silabus. RPP, dan satuan pembelajaran. Pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses belajar pada siswa. Implikasinya pembelajaran sebagai suatu proses yang harus dirancang. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Implementasi Pembelajaran Berbasis Era Digital Terhadap Pendidikan Karakter Di SD Muhammadiyah Pangkalpinang dikembangkan dan dikelola secara kreatif, dinamis untuk menciptakan suasana dan proses pembelajaran yang kondusif bagi siswa. Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Era Digital Terhadap Pendidikan Karakter di SD Muhammadiyah Pangkalpinang Proses pembelajaran daring berbeda dengan pembelajaran langsung. Jika biasanya guru memberikan materi maupun tugas secara langsung, ketika pembelajaran daring guru harus menjelaskan materi melalu ponsel maupun aplikasi pembelajaran. Aplikasi yang digunakan guru dalam mengajar yaitu whatsapp, zoom, goggle form dan terkadang menggunakan youtube sebagai bahan mengajar. Pembelajaran daring merupakan pembelajaran jarak jauh yang menggunakan media teknologi yang dapat mengakses peserta didik agar belajar lebih baik lagi. Waktu dan jadwal pelaksanaan pembelajaran daring berbeda dengan pembelajaran secara langsung. Pembelajaran daring jadwal dan waktu bisa berubah ubah sesuai dengan kendala yang dihadapi. Jika dipagi hari terdapat kendala dalam mengajar maka bisa diganti siang ataupun sore hari. Partisipasi Peserta Didik daring berjalan dengan baik terlihat dari kehadiran para siswa yang hampir seluruhnya menggikuti pembelajaran daring. Selain itu siswa juga mampu menguasai konsep dan juga materi yang diberikan oleh guru. Media Pembelajaran daring yang digunakan menggunakan buku dan aplikasi seperti zoom, whatsaapp dan youtube. Buku tersebut menjadi patokan materi yang akan diajarkan, sedangkan youtube bisa dijadikan tambahan materi atau ilmu yang diberikan oleh siswa. Pelaksanaan pendidikan karakter dalam pembelajaran dapat dilakukan dengan pengenalan nilai-nilai, pengintegrasian nilai-nilai ke dalam tingkah laku peserta didik sehari-hari melalui proses pembelajaran pada semua mata pelajaran. Pembelajaran daring membuat anak selalu berada di rumah, sehingga pengenalan nilai-nilai tersebut dapat selalu diperhatikan oleh para orangtua dan juga guru ketika sedang pembelajaran daring. Dengan demikian, kegiatan pembelajaran selain untuk menjadikan peserta didik menguasai kompetensi . yang ditargetkan, juga dirancang dan dilakukan untuk menjadikan peserta didik mengenal, menyadari/peduli, dan mengintegrasikan nilai-nilai dan menjadikannya perilaku. Evaluasi Pembelajaran Berbasis Era Digital Terhadap Pendidikan Karakter di SD Muhammadiyah Pangkalpinang Aspek penilaian hasil belajar dapat digunakan sebagai tahapan evaluasi terhadap siswa dalam mencapai prestasi yang diharapkan. Terkait dengan pembelajaran daring siswa diharapkan mampu mencapai nilai yang diharapkan. Dalam pembelajaran daring hanya mengedepankan aspek kognitif siswa. Dalam aspek kognitif terdapat enam tingkatan yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi. Penyusunan instrumen yaitu untuk memperoleh informasi tentang kegiatan belajar siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Bentuk penyusunan instrumen lebih kepada penilaian skor. Kendala yang didapat dalam pembelajaran daring pada muatan pembelajaran IPS berupa terkendala koneksi internet dalam mengajar. walaupun mendapat kendala dalam mengajar namun terdapat upaya dalam mengatasi kendala tersebut yaitu dengan mengirimkan ulang materi yang sudah diajarkan dan juga melakukan pembelajaran melalui youtube maupun vidio pembelajaran. Faktor Pendukung dan Penghambat Pembelajaran Berbasis Era Digital Terhadap Pendidikan Karakter di SD Muhammadiyah Pangkalpinang Saat melakukan pelaksanaan suatu kegiatan pasti menemukan faktor pendukung dan faktor Begitu juga dalam pembelajaran daring di SD Muhammadiyah Pangkalpinang. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Implementasi Pembelajaran Berbasis Era Digital Terhadap Pendidikan Karakter Di SD Muhammadiyah Pangkalpinang Sesuai dengan hasil penelitian bahwa faktor pendukung dari pembelajaran daring yaitu fasilitas yang memadai. Guru dan para orangtua siswa sudah memiliki ponsel sehingga mempermudah dalam melakukan pembelajaran. Faktor sekolah juga akan mempengaruhi prestasi akademik dan non akademik siswa seperti perlengkapan fasilitas belajar di sekolah, keadaan gedung, tenaga pendidik bidang keahlian yang dimilikinya. Dalam merencanakan dan melaksanakan sebuah kegiatan tentunya akan menemui beberapa faktor penghambat. Adapun faktor penghambat dalam pembelajaran daring yaitu koneksi internet yang tidak stabil. Selain itu kurangnya pendampingan dari orangtua dalam mendampingi anak dalam belajar sehingga anak menjadi malas untuk belajar. Pembelian kuota internet juga menjadi faktor penghambat dalam pembelajaran daring. Jika guru atau orang tua dapat memberikan motivasi yang baik kepada anak, timbullah dalam diri anak tersebut dorongan dan hasrat untuk belajar lebih baik. KESIMPULAN Implementasi Pembelajaran Berbasis Era Digital Terhadap Pendidikan Karakter di SD Muhammadiyah Pangkalpinang melalui 3 tahap, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, dan Perencanaan meliputi : Metode Pembelajaran daring , dan Kesesuaian Materi Pembelajaran daring . Pelaksanaan meliputi: Proses Pembelajaran daring. Waktu dan jadwal Pembelajaran daring. Partisipasi Peserta Didik daring, dan Media Pembelajaran daring. Evaluasi meliputi: Penilaian Pembelajaran daring, dan Kendala Pembelajaran daring. Faktor pendukung dan penghambat Pembelajaran Berbasis Era Digital Terhadap Pendidikan Karakter di SD Muhammadiyah Pangkalpinang. Faktor pendukung meliputi fasilitas yang memadai, sedangkan faktor penghambat meliputi koneksi internet yang tidak stabil dan kurangnya pendampingan dari orangtua dalam mendampingi anak dalam belajar sehingga anak menjadi malas untuk belajar. REFERENSI