Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN STUNTING DI DESA MUJAHIDDIN KECAMATAN BRANG ENE KABUPATEN SUMBAWA BARAT Heni Mawarni. Marzaq Syihab. Susilawati. Demmalewa Saputra. Meli Amelia Oktarina. Farhat Adlan. Muhammad Anshori. Neneng Fitrianingsih. Boby Saputra. Elza Adesya. Saniawati. Sartika. Harsayan Pratama. Jihan Tri Setiawan. Wibawanti Ratri Primulisa. Leni Furnia, dan Muliani Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Cordova No. 112, 84355,Jl. Pd. Pesantren. Menala. Kec. Taliwang. Kabupaten Sumbawa Barat *korespondensi: mawarni. 11211@gmail. Artikel history : Received Revised Published : 2 Oktober 2023 : 10 Oktober 2024 : 30 Oktober 2024 DOI : https://doi. org/10. 29303/pepadu. ABSTRAK Stunting adalah masalah gizi utama yang akan berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi dalam masyarakat. Selain itu, stunting dapat berpengaruh pada anak balita dalam jangka panjang yaitu mengganggu kesehatan, pendidikan serta produktifitasnya di kemudian hari. Anak balita stunting cenderung akan sulit mencapai potensi pertumbuhan dan perkembangan yang optimal baik secara fisik maupun psikomotorik. Desa Mujahiddin Kecamatan Brang Ene Kabupaten Sumbawa Barat merupakan salah satu daerah yang memiliki prevalensi stunting cukup tinggi. Untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan dan penanganan stunting di Desa Mujahiddin Kecamatan Brang Ene Kabupaten Sumbawa Barat. Pengabdian ini dilakukan dari bulan april sampai Agustus 2023 melibatkan dosen, mahasiswa Universitas Cordova, dan pemerintah desa Mujahiddin. Strategi yang yang melibatkan mahasiswa dan dosen. Tim turun kelapangan lokus penanganan mengadakan rapat persiapan, dan pelaksanaan program kegiatan pencegahan dan penanganan stunting di desa Mujahiddin. Adapun program-program yang dilakukan dalam pengabdian ini sebagai berikut. observasi awal ke poskesdes, konsultasi terkait programprogram kesehatan serta informasi-informasi terkait stunting. penyuluhan penyebab dan dampak stunting. Pendampingan posyandu. Sosialisasi menu pemberian makanan tambahan (PMT) dan pelatihan keterampilan mengolah makanan lokal bergizi. dan Sosialisasi pencegahan dan penanganan stunting. Program-program tersebut dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan terhadap pencegahan dan penanganan stunting di Desa Mujahiddin. Kata Kunci: pemberdayaan masyarakat, pencegahan, penanganan. Stunting. ABSTRACT Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index Stunting is a significant nutrition problem that implicates social and economic. Furthermore, stunting also has long-term effects on children's health, education, and productivity. Stunted children tend to have difficulty achieving optimal growth and development, both physically and cognitively. Mujahiddin Village is a relatively high prevalence area of stunting, located in Brang Ene Sub-district. West Sumbawa Regency. To address this issue, the lecture, students from Cordova University, and the Village government initiative to implement a program for community empowerment in preventing and handling stunting in Mujahiddin Village. Brang Ene District. West Sumbawa Regency from April to August. The strategies involved in this program include forming a team of students and lecturers, conducting fieldwork in the sites of stunting prevention and treatment, preparing a prevention and treatment program, holding preparatory meetings, and implementing the program in Mujahiddin Village. The activities included in this program consist of initial observation at the Village Health Post (POSKEDES) consultations regarding health programs and information related to stunting. Counseling on the Causes and Impacts of Stunting in Mujahiddin Village, assisting the National Health Service Program (POSYANDU), promoting the complementary feeding practices (PMT), and raising awareness on stunting prevention and treatment. Through these interventions, the community can increase their knowledge and skills to prevent and treat stunting in Mujahiddin Village, thus improving the health and well-being of children and pregnant women. Keywords: Community Empowerment. Prevention. Treatment. Stunting PENDAHULUAN Stunting adalah kondisi gagal tumbuh yang terjadi pada anak-anak akibat kekurangan gizi kronis dalam jangka waktu panjang. Kondisi ini ditandai dengan pertumbuhan fisik dan perkembangan otak yang tidak sesuai dengan usia anak. Pola asuh erat kaitannya dengan tingkat pengetahuan ibu. Pengetahuan yang kurang dapat menjadikan pola asuh ibu kurang sehingga mempengaruhi kejadian stunting pada bayi/balita (Ramdhani et al. , 2. Stunting disebabkan oleh masalah asupan gizi yang dikonsumsi selama kandungan hingga masa balita. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum masa kehamilan, serta masa nifas, terbatasnya layanan kesehatan seperti pelayanan antenatal, pelayanan post natal dan rendahnya akses makanan bergizi, rendahnya akses sanitasi dan air bersih juga merupakan penyebab stunting (Yuwanti et al. , 2. Stunting dapat memiliki dampak serius pada kesehatan dan perkembangan anak, termasuk gangguan kognitif, rendahnya produktivitas di masa dewasa, serta meningkatkan risiko penyakit kronis. Salah satu penyebab stunting adalah pola asuh ibu terhadap balitanya. Stunting dibentuk oleh growth faltering dan catcth up growth yang tidak memadai yang mencerminkan ketidakmampuan untuk mencapai pertumbuhan optimal, hal tersebut mengungkapkan bahwa kelompok balita yang lahir dengan berat badan normal dapat mengalami stunting bila pemenuhan kebutuhan selanjutnya tidak terpenuhi dengan baik (Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, 2017. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2. Stunting pada anak balita merupakan konsekuensi dari beberapa faktor yang saling berkaitan, yaitu kemiskinan, gizi, kesehatan, sanitasi dan lingkungan (Aridiyah et all, 2. Selanjutnya, (Gigentika, et al. , . menyatakan bahwa faktor ibu dan pola asuh yang kurang baik terutama pada perilaku dan praktik pemberian makan kepada anak juga menjadi penyebab anak stunting. Apabila ibu tidak memberikan asupan gizi yang cukup dan baik. Ibu yang masa remajanya kurang nutrisi, bahkan di masa kehamilan dan laktasi Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan tubuh dan otak anak. faktor lainya keterbatasan layanan kesehatan untuk ibu selama masa hamil, masih kurangnya akses rumah tangga/keluarga ke makanan bergizi, dan kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi (TNPK. Dampak yang ditimbulkan oleh stunting adalah tidak optimalnya perkembangan motorik, kognitif dan verbal. Kedepannya anak yang dinyatakan stunting akan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena obesitas dan penyakit. Selain terganggunya tumbuh kembang anak, produktifitas dan performa anak menjadi tidak maksimal baik dibangku sekolah maupun saat kerja nantinya (Ruswati, 2. Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat. Sitti Rohmi Djalilah dalam pidatonya sewaktu memperingati Hari Gizi 2023 menyatakan bahwa saat ini angka stunting di NTB 16,9 persen, dimana sebelumnya angkanya mencapai 30% lebih (Secca, 2. Turunnya angka stunting di NTB tidak menjadikan pemerintah berhenti untuk melakukan pencegahan dan penyuluhan stunting terhadap masyarakat NTB. Salah satu daerah di NTB yang perlu mendapatkan perhatian dalam permasalahan stunting adalah desa Mujahiddin yang berada Kecamatan Brang Ene. Kabupaten Sumbawa Barat. luas wilayah 936. 000 km2 . Jumlah penduduk 911 orang, yang terdiri dari 430 orang laki-laki dan 481 orang perempuan dengan jumlah Kepala Keluarga 285 KK dan kepadatan penduduk berjumlah 31,3 per KM. Akses menuju desa melalui jalan raya yang membentang di perbatasan wilayah sebelah selatan desa Manemeng. Kondisi topografi dan geografi desa, wilayah desa mujahiddin terdiri dari dataran dan pegunungan. Jarak tempuh dari ibu kota Provinsi adalah 142,2 km, sementara jarak dari ibu kota Kabupaten hanya kurang lebih 7 km. Sedangkan jarak tempuh dari ibu kota Kecamatan ke Desa Mujahiddin relatif dekat, hanya 3. Secara Administratif Desa Mujahiddin terbagi atas 3 (Tig. Dusun yakni Dusun Fajar Karya. Dusun Fajar Indah dan Dusun Hijrah. Gambar 1. Letak dan Batas Geografis Desa Mujahiddin Beberapa faktor tingginya angka stunting di desa Mujahiddin meliputi. tingkat pendidikan ibu, rendahnya status ekonomi, kurangnya akses terhadap makanan bergizi, serta kurangnya pengetahuan tentang pentingnya nutrisi pada tahap pertumbuhan anak. Kegiatan mahasiswa peduli stunting di Desa Mujahiddin muncul sebagai respon terhadap masalah serius ini. Mahasiswa sering kali memiliki energi, semangat, dan akses terhadap sumber daya yang dapat digunakan untuk membantu komunitas. Partisipasi mahasiswa dalam upaya mengatasi stunting dapat memberikan dampak positif yang signifikan. Tujuan dari dilakukannya kegiatan pemberdayaan masyarakat di desa Mujahiddin adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan dan penanganan stunting. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index dampak nyata dalam mengurangi angka stunting, meningkatkan kualitas hidup anak-anak, dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya nutrisi dan kesehatan anak dan dapat memberikan pondasi untuk transformasi yang lebih besar dalam perilaku masyarakat terkait pola makan dan perawatan anak. Sehingga membantu menciptakan perubahan sosial positif di Desa Mujahiddin dengan melibatkan masyarakat dalam sosialisasi dan pelatihan tentang gizi METODE KEGIATAN Prosedur pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mengacu pada persoalan - persoalan yang dialami TiM Pengabdian Kepada Masyarakat dan mitra, yang Waktu dan tempat kegiatan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di desa Mujahiddin Kecamatan Brang Ene. Kabupaten Sumbawa Barat yang berlangsung selama 2 bulan dari bulan Aprii Ae Agustus 2023. Dalam kegiatan ini, tim pelaksana mempersiapkan segala kelengkapan untuk pelaksanaan kegiatan penanganan dan pencegahan stunting di Desa Mujahiddin dengan beberapa strategi. Strategi pelaksanaan kegiatan Strategi pelaksanaan kegiatan yang digunakan dalam pengabdian ini sebagai berikut: Membentuk tim kecil yang melibatkan dosen dan mahasiswa. Pelaksanaan program pencegahan dan penanganan stunting, melibatkan dosen dan mahasiswa Universitas Cordova dan pemerintah Desa mujahiddin. Agar program ini dapat berjalan dengan lancar langkah awal yang dilakukan adalah membentuk panitia kecil yang terdiri dari mahasiswa dan dosen sebagai persiapan untuk melakukan observasi awal. Mahasiswa dan dosen melakukan observasi ke desa lokus penanganan stunting. Melakukan verifikasi data kasus stunting di seluruh posyandu yang ada di Desa Mujahiddin dan bekerjasama dengan pihak Poskesdes dan puskesmas Desa Mujahiddin. Hasil verifikasi dijadikan pedoman untuk menentukan sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Melaksanan kegiatan penyuluhan tentang stunting, penyebab stunting dan dampak stunting baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Menyusun program kegiatan pencegahan dan penanganan stunting. Penyusunan program dilakukan agar pelaksanaan program kegiatan dapat berjalan dengan lancar, dalam hel ini berkaitan dengan teknis kegiatan, daftar undangan, dan rowndon kegiatan yang akan dilaksanakan. Dan mempersiapkan materi-materi yang akan di sampaikan pada saat, sosialisasi dan pelatihan pencegahan dan penanganan stunting di desa Mujahiddin. Pelaksanaan Program kegiatan pencegahan dan penanganan stunting di desa Mujahiddin kec. Brang Ene Kabupaten Sumbawa Barat. Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap agar masyarakat mampu memahami lebih dalam tentang pencegahan dan penanganan stunting. Pelaksanaan kegiatan yang dilakukan antara lain, pendampingan posyandu, sosialisasi pemberian makanan tambahan, sosialisasi pelatihan keterampilan pengolahan makanan lokal bergizi, dan sosialisasi pencegahan dan penanganan stunting. Pada kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai unsur yakni penggiat kesehatan, dan penggiat pemberdayaan Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index Kegiatan ini dikemas dalam bentuk penyampaian materi dari narasumber. Selanjutnya melakukan diskusi kepada peserta yang mengikuti kegiatan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta terkait pencegahan dan penanganan stunting. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan ini diawali dengan koordinasi dengan pemerintah desa Mujahiddin. Memetakan masalah dan merencanakan solusi pemecahan masalah tersebut. Untuk mendapatkan data dan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat kegiatan yang dilakukan oleh tim antara lain. Observasi awal dilakukan Ke Poskesdes dan Konsultasi Terkait Program-Program Kesehatan Serta Informasi-Informasi Terkait Stunting Kegiatan pertama yang dilakukan adalah melakukan kunjungan ke POSKESDES Dusun Fajar. Desa Mujahiddin untuk mendapatkan data dan informasi terkait stunting. Data yang ditemukan pada kunjungan tersebut adalah program-program kesehatan yang sudah, sedang, dan akan dilakukan pada bidang kesehatan yang ada di Desa Mujahiddin serta informasi-informasi penderita stunting di Desa Mujahiddin. Gambar 2. Kunjungan POSKESDEs Kegiatan yang sudah dan sedang dilakukan adalah posyandu dimasing-masing dusun yang ada di desa Mujahiddin malaksanakan posyandu tiap bulan, pendataan bayi/balita, program KB, pendataan ibu hamil, pendataan lansia, pendataan bayi/balita yang terdampak stunting. Program selanjutnya yang akan dilakukan oleh petugas puskesmas yaitu, menurunkan angka stunting di desa Mujahiddin dengan memberikan pendampingan terhadap orang tua bayi/balita yang terdampak stunting, dan memberikan pelatihan-pelatihan yang berhubungan dengan pengolahan PMT, penambahan gizi pada anak dan ibu hamil. Pada kegiatan observasi awal data-data anak penderita stunting di desa Mujahiddin terdapat dalam tabel berikut. Tabel 1. Data Anak-Anak Yang Termasuk Stunting Di Desa Mujahiddin NAMA Tgl Ilham Nama Ortu Nurifansy Suryaning Desa/ Kel Posyandu TB/U Mujahid Matahari I Pendek Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index Abid Erfiansyah Azwi Khaizah Al-Fatih Azika Salsabilla Mumtazya Nasrul A. Lintang Septia Amelia Fitrah Ramadansy Mujahid Matahari I Pendek Mujahid Matahari I Pendek Hamzah Mujahid Matahari I Pendek Abdul Majid Mujahid Matahari II Pendek Amirudin Mujahid Matahari II Pendek Mustanud Mujahid Matahari II Pendek Matahari II Pendek Dzikry Zaidan Dzairatul Firmansy Yudi Nurwahy Hasdi Norman Hasdianto Mujahid Mujahid Mujahid Matahari II Matahari II Pendek Pendek Berdasarkan data di atas secara keseluruhan penderita stunting di Desa Mujahiddin sebanyak 10 orang terdiri dari 3 perempuan dan 7 laki-laki, penderita stunting kebanyakan orang tuanya bekerja sebagai petani. Program yang dilakukan oleh pemerintah desa untuk menangani kasus stunting melalui beberapa kegiatan, seperti: pendataan bayi/balita penderita stunting, posyandu, dan pendampingan makanan sehat bagi penderita stunting. Pendampingan Posyandu di Desa Mujahiddin Upaya penanganan stunting dapat dilakukan dengan memaksimalkan posyandu. Salah satu peran posyandu adalah memberikan penyuluhan dan konseling kesehatan gizi. Posyandu adalah kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh, dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan di suatu wilayah kerja Puskesmas, dimana program ini dapat dilaksanakan di balai dusun, balai kelurahan, maupun tempat-tempat lain yang mudah didatangi oleh masyarakat (Retnaningsih et al, 2. Posyandu dapat berfungsi secara menyeluruh sebagai pendeteksi awal, penanganan dan konsultasi mengenai stunting. Tujuan utama pelayanan kesehatan posyandu adalah meningkatkan kesejateraan sosial masyarakat. Kesejahteraan sosial meliputi kesehatan, keadaan ekonomi, kebahagiaan, dan kualitas hidup Kesejahteraan masyarakat adalah ukuran tertentu akan tingkat kebutuhan suatu kelompok di suatu tempat dimana dalam kondisi sejahtera. Dengan demikian yang paling diharapkan dari pelaksanan program pelayanan posyandu adalah terbentuknya masyarakat yang sejahtera, ditandai dengan kehidupan yang layak dalam memenuhi kebutuhan dasar hidup, pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan, rasa aman dan kesempatan memperoleh pekerjaan serta meningkatkan pendapatan masyarakat (Hanifah & Abidin, 2. Posyandu mempunyai nilai strategis untuk pengembangan sumber daya manusia sejak Yang dimaksud dengan nilai strategis untuk pengembangan sumber daya manusia sejak dini yaitu dapat meningkatkan mutu manusia di masa yang akan datang. Pembinaan. Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index pertumbuhan dan perkembangan manusia terutama: . pembinaan kelangsungan hidup anak yang ditujukan untuk menjaga kelangsungan hidup anak sejak janin dalam kandungan ibu sampai usia balita. pembinaan perkembangan anak untuk membina tumbuh/kembang anak secara sempurna, baik fisik maupun mental sehingga siap menjadi tenaga kerja tangguh. pembinaan kemampuan kerja untuk memberikan kesempatan berkarya dan berkreasi dalam pembangunan bangsa dan negara. Pendampingan posyandu dilakukan di dusun Fajar dan dusun Hijrah desa Mujahiddin, kegiatan ini didampingi oleh Kader posyandu desa Mujahiddin, petugas kesehatan puskesmas Desa Mujahiddin, serta PDPGR desa Mujahiddin yang dihadiri oleh Ibu hamil. Bayi/balita. Anak yang terdampak stunting, masyarakat yang berusia produktif, dan lansia. Program yang dijalankan oleh penyelengara posyandu didesa Mujahiddin. Berdasarkan informasi yang diperoleh program tersebut diantaranya . pemberian Makanan Tambahan (PMT). pemberian vitamin A pendamping ASI. pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) untuk ibu . imunisasi dasar lengkap. pemantauan pertumbuhan balita. sanitasi Hasil penelitian tersebut juga didukung oleh Sulistyoningsih . bahwa beberapa hal yang perlu dilakukan dalam mencegah stunting diantaranya: . pemberian Makanan Tambahan (PMT). pemberian Tablet Tambah Darah (TTD). meningkatkan imunisasi dasar khusus pada bayi maupun balita. memberikan vitamin A. Berikut dokumentasi kegiatan pendampingan posyandu di dusun Fajar dan dusun Hijrah. Gambar 3. Pendampingan Posyandu Dusun Fajar Gambar 4. Pendampingan Posyandu Dusun Hijrah Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index Gambar 5. Pembagian Makanan Lokal Penambah Makanan Tambahan Pemberian makanan tambahan pada kegiatan posyandu di desa Mujahiddin dilakukan dengan pemilihan makanan dilakukan oleh pelaksana gizi dan bidan desa, pemberian makanan tambahan diperuntukkan bagi semua umur dan disesuaikan dengan kebutuhan anak pada Pemantauan terus dilakukan baik pada saat posyandu maupun diluar posyandu. Pemantauan ini meliputi. penimbangan berat badan, pengukuran panjang/tinggi badan sesuai dengan usia anak waktu ditimbang untuk melihat apakah mengalami kenaikan atau penurunan. Penyuluhan Penyebab dan Dampak Stunting di Desa Mujahiddin Kegiatan selanjutnya, setelah mendapatkan data penderita stunting yaitu melakukan penyuluhan terhadap bayi/balita yang terdampak stunting secara langsung kerumah masingmasing penderita stunting mengenai penyebab, kondisi, dan latar belakang bayi/balita yang terdampak stunting. Faktor penyebab stunting di desa Mujahiddin yaitu rendahnya tingkat pendidikan ibu, rendahnya status ekonimo, rendahnya akses terhadap makanan bergizi, dan kurangnya pengetahuan tentang pentingnya nutrisi. Berikut data Bayi/balita yang terdampak stunting dan kondisinya. Data Anak yang terdampak stunting di Desa Mujahiddin Berdasarkan data yang didapat pada saat kegiatan survei bayi/balita yang terdampak Data anak yang terdampak stunting terdapat pada tabel 1. 3 berikut. Tabel 2. Data Anak yang terdampak Stunting di Desa Mujahiddin Nama Azwi Khaizah Al-Fatih Umur 3 Tahun Alamat Dusun Fajar Indah RT 05/RW 02 Desa Mujahiddin Keterangan . Mempunyai saudara 1 Laki-laki . Mulai terdampak stunting di umur 1 . Memiliki gen yang kecil Abid Erfiansyah 4 Tahun . Mempunyai saudara perempuan 1 . Mengidap sindrom down Azika Salsabilla Mumtazya 3 Tahun 8 Bulan Dusun Fajar Indah RT 04/RW 02 Desa Mujahiddin Dusun Fajar Karya RT 01/RW 01 Desa Mujahiddin . Anak ketiga dari 3 bersaudara . Terdampak stunting dari lahir Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index Ilham Waldiansyah 1 Tahun 8 Bulan Dusun Fajar Karya RT 01/RW 01 Desa Mujahiddin Nasrul A. 4 Tahun Lintang Septia Amelia 2 Tahun Fitrah Ramadansyah 4 Tahun Dzikry 4 Tahun Zaidan 1 Tahun 4 Bulan Dzairatul 2 Tahun 9 Bulan Dusun Hijrah RT 08/RW 03 Desa Mujahiddin Dusun Hijrah RT 07/RW 03 Desa Mujahiddin Dusun Hijrah RT 09/RW 03 Desa Mujahiddin Dusun Hijrah RT 07/RW 03 Desa Mujahiddin Dusun Hijrah RT 07/RW 03 Desa Mujahiddin Dusun Hijrah RT 07/RW 03 Desa Mujahiddin . Mempunyai 2 saudara . Mulai terdampak stunting di tahun . Sering batuk di usia 3 bulan kurang lebih selama 1 bulan . Pada bulan Juli sudah dinyatakan Lulus dari stunting . Lahir prematur . Memiliki gen yang kecil dan pendek . Lahir prematur . Memiliki gen yang kecil dan pendek . Perkembangan tingginya lambat . Memiliki gen yang kecil dan pendek . Perkembangan tingginya lambat . Memiliki gen yang kecil dan pendek . Pada bulan Juli sudah perkembangan di tinggi Berdasarkan data di atas bayi/balita yang terdampak stunting mulai dari usia 1 tahun 4 bulan Sampai dengan usia 4 tahun. Faktor yang menyebabkan stunting masing-masing bayi balita berbeda-beda yang paling banyak disebabkan gen yang kecil, pendek, dan lahir prematur terdapat 5 orang . Azwi Khaizah Al-Fatih, berusia 3 tahun, . Lintang Septia Amelia, usia 2 Tahun dari dusun Hijrah, . Fitrah Ramadansyah, usia 4 tahun, dari dusun hijrah, . Dzikry, usia 4 tahun dari dusun Hijrah, . Zaidan, usia 1 tahun 4 bulan. Selanjutnya, bayi/balita yang perkembangan tingginya lambat terdapat 1 orang yaitu Dzairatu usia 2 tahun 9 bulan. Kemudian, yang mengidap sindrom down 1 orang atas nama Abid Erfiansyah berusia 4 tahun dari dusun Fajar Indah. Selanjutnya, yang mengalami stunting dari lahir 1 orang atas nama Azika Salsabilla Mumtazya, usia 3 tahun 8 bulan dari dusun Fajar Karya. Dan 1 orang yang awal mula terdampak stunting karena sering batuk diusia 3 bulan kurang lebih selama 1 bulan atas nama Ilham Waldiansyah berusia 1 tahun 8 bulan dari dusun Fajar Karya dan satu orang pada bulan Juli sudah dinyatakan Lulus dari stunting atas nama Nasrul A berusia 4 tahun dari dusun Hijrah. Data Ibu Hamil di Desa Mujahidin Pendataan ibu hamil dilakukan untuk mengetahui keluhan dan kebutuhan ibu dan janin dalam kandungan sejak dini. Hal ini, untuk mencegah janin dalam kandungan terdampak stunting sejak dini hingga lahiran dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan kebutuhan ibu dan bayi. Berdasarkan kegiatan survei dan informasi yang ditemukan data ibu hamil di desa mujahiddin sebagai berikut. Tabel 3. Data Ibu Hamil di Desa Mujahiddin NAMA UMUR ALAMAT KETERANGAN Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index Rahil askari 23 Tahun Dusun Fajar Indah . Hamil anak pertama RT 05/RW 02 Desa . Usia kandungan jalan 3 bulan Mujahiddin . Minum susu prenagen . Tidak ada keluhan Fatmawati 37 Tahun Dusun Indah Indah . Hamil anak kedua . nak pertama RT 06/RW 02 Desa Mujahiddin . Usia kandungan 25 minggu . Tidak minum susu apapun . Keluhannya sering batuk dan demam Suharni 37 Tahun Dusun Fajar Indah . Hamil anak ketiga RT 04/RW 02 Desa . Usia kandungan 25 minggu Mujahiddin . Minum susu prenagen . Keluhan sering mual dan pusing Dina Isnawati 17 Tahun Dusun Fajar Karya . Hamil anak pertama RT 01/RW 03 Desa . Usia kandungan 6 Bulan Mujahiddin . Minum susu prenagen . Keluhan sering pusing Berdasarkan data di atas terdapat 4 ibu hamil di desa Mujahiddin, 2 orang dari Dusun Fajar yaitu . Rahil askari usia 23 tahun mengandung anak pertama, usia kandungan 3 bulan dan tidak mengalami keluhan. Fatmawati usia 37 Tahun mengandung anak ke dua usia 25 minggu dan mengalami keluhan sering batuk dan demam. 2 orang dari Dusun Fajar Karya . Suharni usia 37 tahun, mengandung anak ke tiga, usia kandungan 25 minggu dengan keluhan sering mual dan pusing. Dina Isnawati usia 17 tahun mengandung anak pertama, usia kandungan 6 bulan mengalami keluhan sering pusing. Sosialisasi Menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan Pelatihan Keterampilan Mengolah Makanan Lokal Bergizi Pemberian makanan tambahan dan konseling gizi lebih dapat meningkatkan pengetahuan dan perilaku ibu untuk memberikan makanan tambahan secara rutin dan tidak memberikan makanan sembarangan atau yang tidak sehat dan bergizi. Penelitian Rahmawati et , . A menemukan adanya pengaruh pengetahuan, sikap dan tindakan Ibu balita dalam mencegah gizi buruk sebelum dan setelah mengikuti konseling gizi. Jika pengetahuan dan perilaku ibu tentang pemberian makanan tambahan baik, maka akan berdampak positif terhadap status gizi anak sehingga dapat mencegah terjadinya malnutrisi dengan pemberian makanan tambahan yang seimbang dan mencukupi kebutuhan gizi anak. Ini membuktikan bahwa selain asupan makanan, banyak faktor yang mempengaruhi status gizi, salah satunya pengetahuan ibu. Kegiatan ini disampaikan oleh petugas kesehatan dan ahli gizi puskesmas Brang Ene yang diikuti oleh kader posyandu desa Mujahiddin, orang tua bayi/balita desa Mujahiddin dan ibu hamil. Kegiatan ini mensosialisaikan program gizi, sasaran, prinsip, dan standar makanan tambahan local. Pemberian makanan tambahan adalah kegiatan pemberian makanan kepada balita dalam bentuk kudapan yang aman dan bermutu beserta kegiatan pendukung lainnya dengan memperhatikan aspek mutu dan keamanan pangan. Serta mengandung nilai gizi yang sesuai dengan kebutuhan sasaran. Adapun jenis dan bentuk makanan diutamakan berbasis Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index bahan makanan atau makanan local. Jika bahan makanan local terbatas, dapat digunakan makanan pabrikan yang tersedia di wilayah setempat dengan memperhatikan kemasan, label dan masa kadaluarsa untuk keamanan pangan. Makanan tambahan diberikan untuk memenuhi kebutuhan gizi balita sasaran. Makanana tambahan balita ini bisa memakai bahan local seperti labu kuning, kentang, wortel, telur, jagung manis, daun kelor, serta bahan tambahan lainnya seperti pala, santan, daun bawang serta susu formula. Bahan makanan yang sangat mudah ditemukan di Desa Mujahiddin adalah daun kelor. Daun kelor mengandung 36,7% protein, 34,6% lipid dan 5% karbohidrat (Dixit et al. , 2. Selanjutnya, bahan makanan yang sangat mudah didapatkan dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat serta memiliki kandungan gizi tinggi adalah labu kuning gizi yang terkandung didalam labu kuning sangat beragam seperti vitamin A, vitamin B1 dan Vitamin C serta protein dan karbohidrat. Terkandung 1. 569 karoten yang merupakan pro vitamin A. Gambar 6. Sosialisasi Menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Stunting di Desa Mujahiddin Kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanganan stunting di ruang Aula Desa Mujahiddin. Proses kegiatan berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala apapun yang Para peserta yang hadir dengan aktif mendengarkan materi yang disampaikan oleh Kegiatan ini dihadiri ooleh Pak Yudi Ardiansyah. M sebagai pemateri. ikuti pula oleh Dinas Kesehatan Sumbawa Barat. Dinas Penanaman Modal dan PTSP, dan Puskesmas Brang Ene, bidan, kader posyandu. Ibu hamil. Bayi balita, dan orang tua bayi balita yang terdampak stunting. Pada kegiatan sosialisasi menyampaikan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan yang diperlukan untuk mendorong perubahan positif dalam perilaku masyarakat terkait pilihan makanan dan gaya hidup sehat. Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index Gambar 8. Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Stunting Selain pemberian ASI, praktik pemberian makan yang tidak sesuai anjuran dapat menjadi penyebab anak mengalami stunting alam masyarakat masih banyak ibu yang belum memberikan makan dengan frekuensi yang sesuai usia anak dan keragaman makanan yang masih belum optimal. Frekuensi pemberian makan pada anak memiliki pengaruh yang positif terhadap status nutrisi pada anak. Pemberdayaan yang dilakukan antara lain. meningkatkan pengetahuan ibu tentang praktek pemberian makan yang benar merupakan sebuah langkah awal untuk dapat memberikan nutrisi yang kuat dan bergizi terhadap anaknya, sehingga dengan asupan gizi yang baik oleh ibu diharapkan kasus stunting pada anak dapat diminimalisir. meningkatkan pengetahuan masyarakat, kegiatan sosialisasi dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan dan penanganan stunting. Perilaku hidup bersih dan sehat, serta pentingnya konsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Dengan pengetahuan yang lebih baik, masyarakat dapat memahami penyebab dan akibat stunting, dan dapat menerapkan perilaku yang sehat untuk mencegah stunting. Meningkatnya Kesadaran akan pentingnya menjaga gaya hidup Masyarakat dapat belajar tentang pola hidup sehat, seperti olahraga, pola makan sehat, dan perilaku hidup bersih dan sehat. Dengan meningkatnya kesadaran akan pola hidup sehat, masyarakat dapat lebih aktif dalam melakukan perilaku hidup sehat dan mencegah stunting. Dalam jangka panjang,diharapkan kegiatan sosialisasi pencegahan stunting bagi masyarakat desa Mujahiddin dapat mengubah perilaku ibu dan memotivasi masyarakat untuk berkontribusi secara aktif dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, menurunkan angka stunting di wilayah tersebut dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. KESIMPULAN DAN SARAN Program pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan dan penanganan stunting di desa Mujahiddin Kecamatan Brang Ene Kabupaten Sumbawa Barat memberikan peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang pencegahan dan penanganan stunting, serta pentingnya kesehatan ibu dan anak dari dalam kandungan sampai usia dewasa sehingga dapat mendorong terjadinya perubahan perilaku sehat dan memperhatikan kebutuhan gizi bayi/balita sesuai dengan usia. Pemerintah perlu lebih mengoptimalkan kolaborasi dan sinergi dengan institusi pendidikan sehingga terlaksananya berbagai kegiatan pendampingan dan pelatihan serta monitoring penerapan program peningkatan kesehatan untuk mencapai kehidupan sehat dan sejahtera di Indonesia. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih disampaikan kepada mahasiswa Universitas Cordova. Pemerintah Desa Mujahiddin, poskerdes desa Mujahiddin. Puskesmas Brang Ene, dan masyarakat desa Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index Mujahiidin yang telah membantu kegiatan pengabdian ini sehingga program dapat terlaksana dengan lancar. DAFTAR PUSTAKA