Al-Rabwah : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. No. May 2022 ISSN : . E-ISSN : . PROPHETIC INTELLIGENCE DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Suriadi Institut Agama Islam (IAI) Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas Email : suriadisambas@gmail. Received 04 April 2022 Published 08 Juni 2022 ABSTRACT Keywords: Prophetic Education. Islam Article Info Accepted 05 Juni 2022 Intelligence. Islamic education is currently experiencing a decline, this can be seen in terms of the decline in human morals, both in educational institutions and in society. Intelligence has connectivity with the educational process as a concrete step in fostering human character as caliph fil ardh to think about all of Allah's With this, the concept of prophetic intelligence provides a constructive and systematic space in delivering a good and comprehensive Becoming a human being with good morals cannot be done instantly, through prophetic intelligence quoted from the Quran and al-Hadith, it is a must for the sustainability of conceptual Islamic education. According to this background, the problem that can be formulated is how is the relevance of prophetic intelligence to Islamic education today. While the aim is to find out the concept of prophetic intelligence, the relevance of prophetic intelligence to Islamic education today. The research method used is library The nature of the research is descriptive analytic and the method of analysis is content analysis. The results of this study show that there are three concepts of prophetic intelligence, namely spiritual health that is free from nifaq, wickedness and kufr as the basis for prophetic intelligence. Islamic principles by saying the creed, prayer, fasting, zakat, and hajj. The principles of faith, bermakrifat to Allah, the Angels, the Qur'an, the Prophet / Apostles. Doomsday. Qada and Qadar. Prophetic Intelligence (Prophetic Intelligenc. is very relevant in restoring existence and strengthening the foundation of resilience of Islamic Education. With the concept of prophetic intelligence developed through spiritual health methods and planting aspects of humanization, liberation and transcendence in Islamic education, it will help humans to have better personalities in accordance with the purpose of the Prophet Muhammad SAW revealed, namely to perfect human morals. ABSTRAK Kata Kunci: Prophetic Intelligence. Pendidikan. Islam Pendidikan Islam sekarang ini mengalami kemunduran, hal ini bisa dilihat dari segi merosotnya akhlak manusia, baik dalam instansi pendidikan maupun dalam kalangan masyarakat. Kecerdasan mempunyai konektifitas dengan proses pendidikan sebagai langkah konkrit dalam pembinaan karakter manusia sebagai khalifah fil ardh untuk memikirkan segala ciptaan Allah Swt. Dengan hal ini konsep prophetic intelligence memberikan ruang konstruktif dan sistematis dalam mengantarkan pribadi yang baik dan komprehensif. Menjadi manusia yang berakhlakul karimah tidak dapat dilakukan secara instan, melalui prophetic intelligence yang menukil dari Al-Quran dan al-Hadist menjadi sebuah keharusan bagi keberlanjutan dari pendidikan Islam secara Sesuai latar belakang tersebut maka permasalahan yang dapat dirumuskan adalah bagaimana relevansi prophetic intelligence dengan pendidikan Islam saat ini. Sedangkan tujuannya adalah untuk mengetahui konsep prophetic intelligence relevansi antara prophetic intelligence dengan pendidikan Islam saat ini. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian Sifat penelitiannya adalah Deskriptif analitik dan metode analisisnya adalah analisis isi. Hasil kajian ini bahwa konsep kecerdasan kenabian ada tiga yaitu kesehatan ruhani terhindar dari sifat nifaq, fasik dan kufur sebagai dasar prophetic intelligence, prinsip-prinsip keislaman dengan mengucap syahadat. Journal homepage: http://jurnal. id/index. php/namajurnal shalat, puasa, zakat, dan haji. Prinsip-prinsip keimanan, bermakrifat kepada Allah Swt. Malaikat. Al-quran. Nabi/Rasul. Kiamat. Qada dan Qadar. Prophetic Intelligence (Kecerdasan Kenabia. sangat relevan dalam mengembalikan eksistensi dan memperkuat pondasi ketahanan Pendidikan Islam. Dengan konsep prophetic intelligence yang dikembangkan melalui metode kesehatan ruhani dan penanaman aspek humanisasi, liberasi dan transendensi dalam pendidikan Islam, maka akan membantu manusia untuk memiliki pribadi yang lebih baik sesuai dengan tujuan Nabi Muhammad Saw diturunkan yaitu untuk menyempurnakan akhlak manusia. Copyright and License: Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal. PENDAHULUAN Dekade terakhir, dunia psikologi dan pendidikan dikejutkan oleh berbagai penemuan-penemuan monumental tentang potensi kecerdasan manusia. Pada abad ke-20, kecerdasan intelektual yang sering disebut dengan istilah Intellegence Quotient (IQ) sempat menemukan momentumnya sebagai satu-satunya alat untuk AumenakarAy dan mengukur kecerdasan manusia (Hasan, 2. Pertengahan tahun 1990-an. Daniel Goleman dalam bukunya Working and Emotional Intelligence menunjukkan penemuan barunya, bahwa kecerdasan manusia tidak hanya bisa diukur dengan IQ dan lebih penting dari IQ, yaitu EQ (Emotional Quotlen. Lebih jauh Goleman mengatakan bahwa. AuEQ is more important than IQ for success in bussiness and relationshipAy (EQ lebih penting daripada IQ untuk kesuksesan dalam bisnis dan hubunga. (Hasan, 2. EQ merupakan kecerdasan yang bisa memotivasi kondisi psikologis menjadi pribadi-pribadi yang matang, ia terwujud dalam bentuk kemampuan merasakan, memahami dan secara efektif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi, informasi, koneksi dan pengaruh manusia. Ia seperti bahan bakar yang menyulut kreativitas, kolaborasi, inisiatif dan transformasi. Dengan bukti empiris bahwa orangorang yang IQ-nya tinggi tidak terjamin hidupnya akan sukses. Sebaliknya, orang yang memiliki EQ, banyak yang menempati posisi kunci di dunia eksekutif, karena kemampuan mereka mengendalikan emosi yang meledak-ledak, sehingga mampu berpikir obyektif dan rasional. Sebaliknya, ketidakmampuan untuk mengendalikan emosi itu bisa melahirkan konsekuensi negatif, yaitu terbunuhnya nalar intelektual (Najati. Akhir abad ke-20 . 9-a. Danah Zohar dan Ian Marshall melalui penelitian ilmiahnya menemukan jenis kecerdasan lain, kecerdasan ketiga . hird intelligenc. , yang disebut sebagai The Ultimate Intelligence . ecerdasan tertingg. yaitu SQ (Spiritual Quontien. atau SI (Spiritual Intelligenc. Dengan SQ manusia bisa mengobati penyakit dirinya sendiri. Akibat krisis multidimensi yang melanda manusia modern saat ini seperti krisis eksistensi . xstential crisi. , krisis spiritual . piritual crisi. dan atau krisis makna. Karena berhubungan erat dengan bagaimana hidup lebih bermakna. SQ adalah jenis kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai, yaitu kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya. SQ model Zohar dan Marshall ini hanya berkisar atau menyentuh ranah biologis dan psikologis semata. Ia sama sekali tidak menyentuh tataran Illahiah yang bersifat transendental. Lebih jauh. Hanna Djumhana . sikolog Musli. mengatakan bahwa karya ilmiah SQ hanya berorientasi pada hubungan antar manusia, antroposentris, khususnya sebatas adanya AuGod SpotAy . itik Tuha. pada otak manusia, tetapi sama sekali tidak memiliki nilai transendental atau hubungan dengan Tuhan (Bastaman, 2. Menurut Hamdani Bakran bahwa manusia itu dibekali dengan 4 potensi, yaitu pertama, potensi psikoafeksi, yang berkaitan dengan rohani, khususnya dengan qalbu. Kalau dikembangkan menjadi emotional spiritual intelligence. Kedua, potensi psikokognisi, yang dengan akal pikir, daya pikir atau daya nalar dan daya indrawi. Hal ini berhubungan dengan daya kerja akal manusia, kalau dikembangkan menjadi intelectual intelligence. Ketiga, potensi Psikomotorik, yakni hubungan antara jiwa dan fisik yang berkaitan dengan daya perilaku atau budi pekerti atau akhlak, tindakan dan penampilan diri. Kalau dikembangkan menjadi adversity intelligence. Keempat, potensi psikosensorik, yaitu daya sensor yang Prophetic Intelligence Dalam Perspektif Pendidikan Islam (Suriad. lebih populer disebut panca indera. Kalau dikembangkan menjadi perseption intelligence (Bastaman. Dengan demikian, pada dasarnya fitrah manusia tidak berubah. Akan tetapi ketika manusia berinteraksi dengan lingkungannya, maka fitrah dasar manusia tersebut bisa mengalami perubahan tergantung pada kecenderungan yang mempengaruhinya, yaitu manusia cenderung berbuat baik pada satu sisi, dan pada sisi lain manusia juga cenderung berbuat jahat. Dengan kondisi seperti itu, maka fitrah harus tetap dikembangkan dan dilestarikan. Fitrah dapat tumbuh dan berkembang secara wajar apabila mendapat suplai yang dijiwai oleh wahyu ajaran agama. Tentu saja hal ini harus didorong dengan pemahaman terhadap ajaran Islam secara utuh. Oleh karena itu semakin tinggi tingkat interaksi seseorang dengan ajaran Islam, maka akan semakin baik pula perkembangan Di sinilah pentingnya pendidikan Islam dalam upaya mengarahkan fitrah agar tetap pada kedudukannya yang hanyf, yaitu mereka yang selalu cenderung kepada nilai-nilai ajaran Allah yang telah disyariAoatkan kepada manusia (Suriadi, 2. Semua potensi tersebut bisa dipelajari, bisa dilatih dan bisa diraih oleh siapapun karena dalam diri kita masih mengalir darah kenabian. Karena itu Nabi SAW bersabda bahwa AuUlamaAo . rang berilm. adalah ahli waris para nabiAy. Artinya hanya ulamaAo . yang bisa mengembangkan potensi yang dimiliki para nabi, tanpa memiliki potensi itu mustahil bisa menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, terutama dalam pendidikan Islam. Pendidikan merupakan sistem yang mampu membantu dalam mengembangkan segala potensi yang dimiliki manusia. Sehingga pendidikan memiliki konstribusi yang sangat urgen dalam kehidupan manusia. Segala potensi dan bakat dapat di tumbuh kembangkan, sehingga diharapkan dapat bermanfaat bagi diri pribadi maupun untuk kepentingan orang banyak. Selain itu pendidikan merupakan investasi sumber daya manusia jangka panjang yang mempunyai nilai yang strategis bagi keberlangsungan peradaban manusia. Oleh sebab itu, hampir semua negara menempatkan variabel pendidikan sebagai sesuatu yang penting dan utama dalam konteks pembangunan bangsa dan negara. Demikian halnya dengan Indonesia yang menempatkan pendidikan sebagai sesuatu yang penting dan utama (Arifuddin, 2. Pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati hingga mengimani, bertaqwa dan berakhlak mulia dalam mengamalkan ajaran agama Islam dari sumber utamanya kitab al-QurAoan dan hadits, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan serta penggunaan pengalaman. Dibarengi tuntunan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat hingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa (Nasional, 2. METODE Jenis studi ini yakni studi kualitatif. Cocok dengan obyek kajian artikel ini, sehingga jenis studi ini tercantum dalam tipe studi kepustakaan . ibrary researc. Bagi Kaelan, dalam studi kepustakaan kadang memiliki deskriptif dan pula memiliki ciri historis (Ifendi, 2. Tata cara pengumpulan data, penulis melakukan analisis dari bermacam literatur yang berkaitan dengan topik yang diutarakan. Selanjutnya data dianalisis dengan mengenakan model interaktif Milles and Huberman, dengan alur reduksi data, penyusunan data dan penarikan kesimpulan (Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman, 1. Telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya tertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Sebelum melakukan telaah bahan pustaka, peneliti harus mengetahui terlebih dahulu secara pasti tentang dari sumber mana informasi ilmiah itu akan Adapun beberapa sumber yang digunakan antara lain. buku-buku teks, jurnal ilmiah,refrensi statistik,hasil-hasil penelitian dalam bentuk skripsi, tesis, desertasi,dan internet, serta sumber-sumber lainnya yang relevan (Sugiyono, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Prophetic Intelligence . ecerdasan kenabia. (Shadily, 1. , terdiri dari dua kata yaitu prophetic yang berarti bersifat kenabian. Dan kata Intelligence berarti kecerdasan, intelijen, keterangan-keterangan . (Shadily, 1. Maka Prophetic Intelligence merupakan anugerah dari Allah SWT. diberikan-Nya kepada para nabi, rasul dan auliya-Nya. Potensi itu semata-mata mereka peroleh karena ketaatan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan Prophetic Intelligence akan mampu berinteraksi, menyesuaikan diri, memahami dan mengambil manfaat dan hikmah dari kehidupan langit dan bumi, ruhani dan jasmani, lahir dan batin, serta dunia dan akhirat, dengan senantiasa mengharap bimbingan Allah SWT. melalui nurani (Adz-Dzakiey, 2. Syarat utama untuk mengembangkan kecerdasan profetik (Prophetic Intelligenc. adalah kesehatan ruhani, karena kecerdasan ini merupakan suatu potensi agung yang telah dianugerahkan oleh Allah SWT. kepada para nabi, rasul dan ahli waris mereka . ulia-Ny. Potensi itu semata-mata mereka peroleh karena Al-Rabwah : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. No. May 2022 ketaatan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan ketakwaan itulah ruhani menjadi bersih, suci dan Karena cahaya ketuhanan telah hadir di dalamnya. Nabi Muhammad memberikan petunjuk, agar menjadi umat atau manusia unggul dan menang dalam kehidupan ini, maka harus memiliki sifat siddiq, amanah, tabligh, dan fathonah. Tanpa menyandang sifat-sifat itu, sehingga tersingkaplah bagi mereka hakikat ilmu, hikmah, kehidupan hakiki serta pemahaman terhadap segala sesuatu. Pintu-pintu ketuhanan dan kebenaran hakiki terbuka lebar, dan dari sanalah ditampakkan kerahasiaan kehidupan di langit dan di bumi, di dunia hingga akhirat. (Adz-Dzakiey, 2. Sebagaimana firman Allah SWT: a a AEI ae O E aA a nAO IIaOe Oac aC Oe Ea Ia Ea O aNI aEA Aa aaIaI a aEIaOe OaE aaO aIA AIA AIA ACA AEA e ca a A aOEaEI aE acaOe a a a a a a a AaOEaO acaI aN aEA Artinya:AuDan bahwasannya andaikata penduduk semua negeri telah beriman dan telah bertakwa, niscaya benar-benar Kami telah bukakan untuk mereka berkah-berkah dari langit dan bumi, akan tetapi mereka telah mendustakan ayat-ayat Kami, maka Kami siksa mereka disebabkan apa yang telah mereka perbuatAy (Q. Al-AAoraf: . Beberapa tahun terakhir ini. Hamdani Bakran Adz-Dzakiey mengembangkan konsep AuKecerdasan KenabianAy (Prophetic Intelligenc. danAuPsikologi KenabianAy (Prophetic Psycolog. di bawah lembaga Center of Prophetic Intelligence, dimana ia sendiri sebagai direktur (Adz-Dzakiey, 2. Center of Prophetic Intelligence yang biasa disingkat dengan sebutan CPI, adalah sebuah lembaga bidang kerja di bawah Pondok Pesantren Raudhatul Muttaqien yang bertugas melaksanakan program pendidikan pelatihan dan pengembangan mental, moral, spiritual dan sosial . ersonal master. umat yang berparadigma pada prophetic intelligence dan prophetic psycology yaitu kemampuan seseorang untuk berinteraksi, bersosialisasi, beradaptasi dengan lingkungan vertikal maupun horizontal serta memahami, mengambil manfaat dan hikmah dari berbagai persoalan hidup. Seseorang bisa memperoleh prophetic intelligence dengan cara membiasakan diri untuk komunikasi, berdialog dan munajat dengan Allah SWT. Untuk sebuah potensi ketauhidan, selalu berperilaku positif, berakhlak baik, benar dan terpuji semata-mata karena Allah SWT. Jadi, tidak akan mungkin seseorang dapat memahami, menghayati dan mengalami makna hakikat keimanan dan keislaman secara utuh dan lengkap tanpa menjalankan syariatnya dengan benar. Tema-Tema Pokok Prophetic Intelligence (Kecerdasan Kenabia. Kesehatan Ruhani Kesehatan berasal dari kata sehat, adalah konsep yang tidak mudah diartikan sekalipun dapat kita rasakan dan amati keadaannya. Sebagai contoh, seseorang tidak memiliki keluhan-keluhan fisik dipandang sebagai orang yang sehat. Jadi, faktor subyektif dan kultural juga mempengaruhi pemahaman dan pengertian orang terhadap konsep sehat (Latipun, 2. Istilah AuruhaniAy dalam bahasa Inggris lebih populer digunakan kata AuspiritualAy yang mempunyai beberapa penafsiran makna, antara lain (Kartono, . Yang berkaitan dengan ruh, semangat atau jiwa. Religius, yang berhubungan dengan agama, keimanan, kesalihan dan menyangkut nilai-nilai . Bersifat mental, sebagai lawan dari material, fisikal atau jasmaniah Kesehatan ruhani dalam pandangan Islam adalah selamatnya kalbu . ati nuran. dari penyakitpenyakit ruhani, karena telah hadirnya cahaya hidayah atau petunjuk ilahiah di dalamnya. Cahaya itu mengandung energi dan power Ilahiah yang senantiasa mendorong dan menerangi eksistensi diri selalu tetap dalam keyakinan dan persaksian tauhid AuLa ilaha illa AllahAy, yakni tiada sesembahan melainkan Allah SWT. Dalam bahasa agama, orang yang memiliki kesehatan ruhani yang baik dan benar disebut orang yang hidup dan meraih kehidupan dalam keimanan dan ketakwaan (Adz-Dzakiey, 2. Ruhani yang sehat akan menghadirkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. menjalankan syariat yang benar. Dari sanalah akan hadir potensi dan kecerdasan kenabian yang akan mengkoordinasi kerja jiwa, hati, akal pikiran, indera, jasad dan perilaku. Dengan ketakwaan itu ada dalam diri maka lahirnya pembelajaran dari Allah . lmu ladunn. secara langsung tanpa melalui perantara. Sebagaimana firman Allah SWT: Artinya: Bertakwalah kalian kepada Allah, niscaya Dia akan mengajarkan . lmuNy. kepada kalianAy (Q. Al-Baqarah: . Adapun indikasi sehatnya ruhani, yaitu pertama, apabila disebut nama Zat-Nya, yakni AuAllahAy, maka hati itu terasa bergetar. Kedua, apabila dibacakan ayat-ayat-Nya, keimanan, keyakinan dan ketakwaan terhadap-Nya semakin bertambah. Ketiga, keimanan, keyakinan dan ketakwaan, itu terimplementasi pada sikap dan tindakan yang senantiasa senang mendengarkan kebenaran dan Keempat, selalu menegakkan ibadah shalat dan membayar zakat, bersedekah dan berinfak. Prophetic Intelligence Dalam Perspektif Pendidikan Islam (Suriad. Kelima, hidup senantiasa penuh dengan kegembiraan, hilangnya rasa takut, kecuali hanya kepada Tuhannya (Adz-Dzakiey, 2. Kebalikan dari sehat ruhani adalah sakit ruhani. Yaitu kotor dan najisnya kalbu, karena telah dipenuhi oleh virus-virus ruhani, seperti syirik, kufur, nifaq dan fasiq. Indikasi sakit ruhani itu akan terlihat pada perilaku tindakan dan aktivitas kehidupan yang menyimpang atau keluar dari bimbingan agama, ketuhanan, al-QurAoan dan ketauladanan Nabi Muhammad SAW. Sakit ruhani dikarenakan kejiwaan . yang tidak stabil, seperti marah, dendam, dengki, takabbur, riyaAo, berburuk sangka, dusta, kikir dan berputus asa (Adz-Dzakiey, 2. Prinsip-Prinsip Keislaman Arti kata Islam adalah menyerah, tunduk, patuh, tetapi bukan penyerahan yang parsial, atau ketundukan bersyarat, atau kepatuhan yang dipaksakan. Ia adalah penyerah yang total dan sempurna secara suka rela kepada Allah, yang telah membawa iman yang berada dalam lubuk hati kepada amal praktis dengan anggota badannya. Menerjemahkan keyakinan yang tersembunyi dalam hati kepada ketaatan yang nampak dalam kehidupan nyata, baik kehidupan individual maupun sosial (Hidayatullah, 2. Islam secara terminologis adalah ajaran dan aturan yang bersifat wahyu, yang secara substansial telah dibawa oleh Nabi Ibrahim AS. Dan penyempurnaannya dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. mengatur hidup dan kehidupan manusia dalam rangka membimbing dan mengantarkan manusia menjadi bahagia, tenteram, damai, tertib, dan selamat lahir batin sejak di dunia hingga di akhirat kelak (AdzDzakiey, 2. Prinsip-prinsip keislaman terdiri dari lima pilar, terdapat dalam hadits Rasulullah SAW, yang berbunyi: Artinya: AuIslam itu dibangun atas lima perkara: bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwasannya Muhammad itu utusan Allah, menegakkan shalat, membayra zakat, puasa Ramadhan dan berhaji yang mampu melakukannya di Baitullah yang mampu melakukannyaAy (Bukhari, n. Prinsip-prinsip keislaman itu antara lain: Membaca Dua Kalimat Syahadat Prinsip-prinsip keislaman yang pertama adalah membaca syahadat, yang harus diucapkan dengan lisan oleh setiap Muslim, disertai dengan kebenaran dalam hati. Menurut al-AsyAoari, seorang ahli ilmu kalam . eologi Isla. , hakikat iman itu adalah hati mempercayai dan lisan mengakui. Karena itu, mengucapkan dua kalimat syahadat menjadi syarat iman seseorang (Zuhdi, 1. Dengan membaca dua kalimat syahadat, seseorang telah memasuki eksistensi diri dalam ruh Islam melalui praktik melaksanakan ibadah shalat, puasa, zikir, doa, membaca al-QurAoan, zakat, dan haji dengan niat dan iktikad menjumpai AuwajahAy-Nya, ridha-Nya, dengan mencontoh ibadah Rasulullah SAW. Syahadat merupakan kunci untuk membuka pintu masuk ke dalam ruangan Islam, siapa yang telah melafadlkannya berarti telah berada dalam ruangan Islan, dan kepadanya berlaku hukum-hukum Islam secara resmi (Adz-Dzakiey, 2. Ibadah Shalat dan Penyucian Fisik. Indera dan Perilaku Shalat dalam makna aplikatif dan empirik adalah suatu aktivitas ketuhanan yang terdiri dari perkataan, perbuatan, sikap dan gerak-gerik khusus yang diawali dengan ucapan takbir dan diakhiri dengan salam berdasarkan atas syarat-syarat dan rukun-rukun tertentu. Aktivitas itu merupakan implementasi dari rasa kepatuhan terhadap Allah dengan mengerahkan segenap eksistensi diri secara jasmaniah dan ruhaniah sebagai proses peleburan eksistensi diri dalam eksistensi ketuhanan. Kewajiban shalat diperintahkan Allah SWT. dalam Al-QurAoan, tetapi cara dan waktu-waktu melaksanakannya berdasarkan atas petunjuk dan sunnah nabi. Sebagaimana firman Allah SWT. Artinya: AuSesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas semua orang mukminAy (Q. An-NisaAo: . Adapun makna dan hakikat dari shalat lima waktu itu secara totalitas adalah proses pelepasan diri dari unsur-unsur kehewanan, keinsanan, dan kealaman. Sehingga esensi ketauhidan benar-benar terwujud dalam diri secara lahiriah dan batiniah, bukan ketauhidan hanya pada lisan, retorika dan diskusi (AdzDzakiey, 2. Maka shalat harus dilaksanakan dengan benar sesuai dengan syarat dan rukunnya secara khusyuk dan tumaAoninah. Melaksanakan shalat harus memenuhi syarat-syarat shalat, yaitu beberapa hal yang menjadikan eksistensi shalat itu dapat dianggap sah dalam pandangan syariat Islam, dapat diterima dihadapan Allah. Syarat-syarat sah tersebut yaitu telah masuk waktu shalat, suci lahir dan batin, suci pakaian atau peralatan dan tempat shalat, menutup aurat, menghadap kiblat, khusyuk . enundukkan dir. , dan tumaAoninah . enang dan tidak tergesa-ges. (Abdul Fatah Idris dan Abu Ahmadi, 1. Dengan kata lain bahwa ketika Al-Rabwah : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. No. May 2022 seseorang hendak beribadah . hedaknya harus memahami figih ibadah dengan baik dan benar agar dapat beribadah sesuai dengan yang disyariatkan (Ifendi et al. , 2. Unsur-unsur shalat adalah beberapa hal yang terdapat dalam shalat, yang terdiri dari unsur-unsur yang wajib . dan sunnah. Unsur-unsur itu terdiri dari ucapan, perbuatan, sikap dan gerak Adapun unsur-unsur shalat tersebut antara lain niat, dalam keadaan berdiri, takbiratul ihram membava doAoa iftitah, membaca istiAoadzah atau taAoawwudz, membaca surat al-Fatihah, membaca amin, membaca beberapa ayat al-QurAoan setelah membaca al-Fatihah, membaca takbir setiap berpindah, rukuk, bangkit dari rukuk . Aotida. , sujud, duduk antara dua sujud . , duduk tahiyat awal, duduk tahiyat akhir, membaca doAoa setelah tahiyat akhir dan sebelum salam, mengucapkan salam, membaca dzikir dan doAoa-doAoa khusus (Abdul Fatah Idris dan Abu Ahmadi, 1. Selain shalat fardlu . halat lima wakt. Hamdani Bakran menyebutkan shalat-shalat lain yang selalu dapat mendampingi shalat fardlu lima waktu, shalat-shalat itu antara lain shalat tahiyah al-masjid, shalat syukur thaharah . , shalat tobat, shalat rawatib, shalat hajat, shalat tahajud, shalat witir, dan shalat dhuha (Adz-Dzakiey, 2. Penyucian dan Penyehatan Harta dengan Berzakat Secara etimologi, zakat bermakna AumembersihkanAy dan AuberkembangAy (Al-Zuhayly, 1. Agama Islam sangat memperhatikan masalah zakat, sehingga di dalam Al-QurAoan masalah zakat disebut bersama dengan dengan masalah shalat pada 82 ayat. Hal ini disebabkan karena hikmah dan faedahnya sangat besar. Antara lain, firman Allah SWT: Artinya: AuDirikanlah shalat dan tunaikanlah zakatAy (Q. An-NisaAo: . ca eAEAEaOa aOaaOA ca eAOIOA aAEaEOA a AaOaCA Secara rinci Hamdani Bakran menjelaskan seseorang yang diwajibkan berzakat dalam syariat Islam harus memenuhi empat syarat yaitu pertama, seorang Muslim yang bukan semata formalitas, akan tetapi Muslim dalam makna Muslim dari lahir dan batin. Kedua, seorang Muslim yang sehat secara mental, telah baligh serta telah dapat membedakan mana yang hak dan mana yang batil. Ketiga, seseorang yang merdeka, tidak dalam kekuasaan orang lain. Keempat, seseorang yang memiliki kekayaan dalam jumlah tertentu, halal dan benar (Al-Zuhayly, 1. Penyucian dan Penyehatan Jiwa Melalui Ibadah Puasa Puasa menurut bahasa berarti menahan, mengekang, diam, berhenti (Munawwir, n. ) Sedangkan menurut istilah puasa adalah perbuatan dan sikap menahan dan memelihara diri dari makanan dan minuman, anggota badan dan inderawi dari perbuatan yang dimurkai Allah, akal pikiran dari angan-angan dan khayalan yang kotor, kalbu dari penyakit dan kotoran hati seperti syirik, nifaq, pemarah, dendam dengki dan sebagainya. Secara syarat, waktu menahan dan memelihara diri seperti itu dimulai sejak terbit fajar hingga tenggelamnya matahari (Adz-Dzakiey, 2. Dalam menjalankan puasa tentunya mengandung hikmahhikmah. Hikmah-hikmah itu antara lain diri dapat merasakan kenikmatan-kenikmatan dan kasih sayan Allah SWT. , senantiasa memelihara syahwt perut dan seks, dapat membangun jiwa toleransi terhadap orang-orang yang miskin lagi lemah, akan sehat secara mental, spiritual, moral dan social, serta akan membangun hubungan yang sangat khusus dan rahasia dengan Allah SWT. Penyucian dan Penyempurnaan Keislaman Melalui Ibadah Haji Haji artinya menuju atau mengunjungi, yaitu mengunjungi KaAobah . enuju Baitulla. di tanah suci untuk beribadah dengan syarat-syarat, rukun dan kewajiban-kewajiban tertentu. Hukum menunaikan haji adalah wajib bagi setiap orang yang telah beriman dan telah memiliki kemampuan baik secara finansial, fisik, mental maupun spiritual. Artinya:AuMengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke BaitullahAy (Q. Ali Imran: . Prinsip-Prinsip Keimanan Iman adalah pengetahuan yang telah mencapai derajat keyakinan, atau pengetahuan yang dibarengi dengan kepastian (Hidayatullah, 2. Maka iman itu harus mempercayai dengan hati, mengikrarkan dengan lisan dan mengamalkan dengan anggota badan atas apa yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Allah SWT. Artinya:AuIman adalah hendaknya engkau percaya kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari kemudian dan engkau percaya kepada qadhaAo dan qadar-Nya, yakni baik dan buruk dari Allah SWTAy (H. Muslim dari Uma. Prophetic Intelligence Dalam Perspektif Pendidikan Islam (Suriad. Prinsip-prinsip keimanan antara lain: Penyucian dan Penyehatan Keyakinan dengan Bertauhid kepada Allah Yang dimaksud dengan iman kepada Allah adalah membenarkan adanya Allah SWT. dengan cara meyakini dan mengetahui bahwa Allah SWT. wajib ada-Nya. Tunggal. Raja yang Maha Kuasa, yang hidup dan berdiri sendiri, yang Qadim dan Azali untuk selamanya. Dia Maha Mengetahui dan Maha Kuasa terhadap segala sesuatu, berbuat apa yang Dia kehendaki, menentukan apa yang Dia inginkan, tiada sesuatu pun yang sama dengan-Nya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat (Muhammad, 1. Dengan dasar ketakwaan. Allah akan mengalirkan nur-nur-Nya ke dalam ruh, lalu ruh mengalirkan nur kehidupan yang hidup ke dalam jiwa. Jiwa menggerakkan akal pikiran, perasaan, keyakinan, dan perilaku nurani. Seluruh aktivitas hamba bergerak dengan gerak afAoal-Nya yang hak, baik dan bermanfaat di hadapan hakikat (Allah SWT. ) dan di hadapan syariat (Rasulullah SAW. Adapun cara menghadirkan rasa dan sikap tauhid terhadap afAoal Allah SWT. adalah bersikap ridha, tulus ikhlas, istiqomah, sabar, berprasangka baik kepada Allah SWT. Setelah bertauhid kepada afAoal Allah, kemudian bertauhid terhadap nama-nama Allah SWT. , yaitu beriktikad dengan sungguh- sungguh bahwa setiap atau segala nama apa pun pada hakikatnya berasal dari nama-nama Allah. Nama-nama Allah SWT. pada hakikatnya tidak terhingga dan tidak terbatas oleh apapun dan siapapun. Namun, 99 nama yang telah termaktub pada sabda Rasulullah SAW. adalah pintu dan kunci untuk memasuki nama-nama-Nya. Hikmah-hikmah bertauhid terhadap afAoal Allah SWT, nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya dan DzatNya adalah pertama, lahirlah potensi bersikap tauhid terhadap berbagai persoalan dan peristiwa. Kedua, potensi itu melahirkan sikap husnudzhan dan sikap yakin bahwa setiap persoalan dan peristiwa mengandung hikmah ketuhanan yang agung dan mulia. Ketiga, potensi itu melahirkan sikap tabah dalam setiap persoalan dan kejadian. Keempat, potensi itu melahirkan sikap tawakkal atau kepasrahan diri setelah melakukan ikhtiar. Kelima, potensi itu melepaskan seseorang dari sikap picik, merasa paling benar dan paling suci. Keenam, potensi itu akan mengantarkan seseorang kepada ketersingkapan hakikat, perbuatan, sikap dan tindakan ketuhanan yang ada dalam diri. Bersahabat dengan Para Malaikat Allah SWT. Malaikat adalah hamba Allah yang diciptakan dari unsur ketuhanan, yaitu nur Allah, beliau sebagai utusan Allah, bukan laki-laki, bukan perempuan, dan bukan banci. Mereka ditakdirkan secara mutlak oleh Allah memiliki ketaatan yang tinggi dalam menjalankan tugas yang dititahkan kepada-Nya. Mereka mempunyai tugas, tempat, dan tingkatan yang bermacam-macam di alam gaib atau di sisi-Nya. Secara garis besar, tugas malaikat Allah SWT. dapat dibagi ke dalam tiga kelompok sebagai berikut: pertama, yang bertugas disisi Allah SWT. yaitu malaikat yang senantiasa bertasbih kepada-Nya dan memikul Arsy. Kedua, yang bertugas di alam ghaib, yaitu malaikat yang memberi salam kepada ahli surga dan malaikat yang menyiksa para ahli neraka. Ketiga, yang bertugas di dunia dan menjalin hubungan dengan manusia, yaitu malaikat yang menyampaikan wahyu kepada para nabi (Jibril AS), malaikat yang mendoAoakan orang-orang yang telah beriman, malaikat yang hadir pada shalat Shubuh dan Ashar, malaikat yang memohon kerahmatan kepada ahli ilmu, malaikat yang mengokohkan hati kaum yang telah beriman, malaikat yang memberikan kegembiraan kepada orang-orang yang berdzikir, malaikat yang senantiasa mengikuti bacaan AuAminAy dalam shalat berjamaAoah, malaikat yang menghadiri majelis dzikir dan malaikat yang hadir ketika ada yang membaca Al-QurAoan (Adz-Dzakiey, 2. Seseorang tidak akan mungkin dapat beriman adanya para malaikat Allah secara utuh dan bulat apabila ia belum dapat memahami dan mengenalnya, maka ada tiga cara yang harus dilakukan, yaitu pertama, memahami dan menghayati perbuatan, sifat, dan esensi para malaikat melalui studi dan bimbingan Al-QurAoan dan hadist. Kedua, mendekatkan diri kepada Allah melalui peningkatan kualitas dan kuantitas ibadah shalat, puasa, dzikir, doAoa, dan membaca Al-QurAoan. Ketiga, memperbanyak bershalawat, bersalam, bertabaruk sebagaimana bershalawat kepada Rasulullah SAW. Hikmah beriman kepada malaikat yaitu agar senantiasa waspada dan berhati-hati dalam setiap langkah, sebab disamping kita ada penjaga yang bertugas untuk mencatat amalan kita dan memperhatikan setiap gerak langkah kita, di mana saja kita berada. Mengamalkan Pesan Al-QurAoan Al-QurAoan adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. melalui Malaikat Jibril AS. secara bertahap selama lebih kurang 23 tahun. Isi dari Al-QurAoan itu terdiri dari dua permasalahan utama, yakni persoalan ketuhanan dengan seluk-beluknya dan persoalan kealaman atau kemakhlukan dengan seluk-beluknya. Kitab-kitab yang diturunkan Allah SWT. berjumlah 104 kitab, 50 di antaranya diturunkan kepada Nabi Syits, putra Nabi Adam, 30 kepada Nabi Idris, 10 kepada Nabi Ibrahim dan 10 kepada Nabi Musa sebelum diturunkan Taurat kepada beliau. Yang wajib diimani secara terperinci ada empat, yaitu Taurat Al-Rabwah : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. No. May 2022 yang diturunkan kepada Nabi Musa. Injil kepada Nabi Isa. Zabur kepada Nabi Daud, dan Al-QurAoan kepada Nabi Muhammad SAW. Kitab yang terakhir yaitu Al-QurAoan yang berfungsi sebagai petunjuk, peringatan, pembeda, cahaya, penghidup, obat dan penjelas atau penerang. Adapun tujuan Al-QurAoan diturunkan Allah ke hadapan manusia adalah untuk mendidik dan mengantarkan manusia kepada hidup dan kehidupan yang baik, benar dan menyelamatkan secara mental, spiritual, moral, fisik, sosial, ekonomi, politik, budaya, dan sebagainya. Jika tujuan ini dapat tercapai, maka tujuan kerahmatan bagi seluruh alam semesta akan terwujud pula adanya (Shihab, 2. Hikmah dari membaca dan mengamalkan Al-QurAoan yaitu: pertama, hidupnya selalu disertai para Kedua, akan memperoleh kemuliaan dan keberkahan hidup. Ketiga. Allah akan mengangkat derajat, kehormatan dan kemuliaan orang yang membaca Al-QurAoan. Keempat, para pembaca Al-QurAoan akan memperoleh akan menjadi pembela bagi pembaca dan yang mengamalkannya di Hari Kiamat. Keenam, bagi yang tekun membaca akan mendidik danmengembangkan kecerdasan akal, bagi yang mengamalkan akan mendidik dan mengembangkan kesehatan dan kecerdasan ruhaniah. Kebaikankebaikan Allah melalui huruf demi huruf. Kelima. Al-QurAoan (Adz-Dzakiey, 2. Berteladan pada Pesan-Pesan Kenabian dari Kehidupan Nabi Muhammad. SAW Rasul yang pertama adalah Adam, sedangkan yang terakhir adalah Nabi Muhammad SAW. Disebutkan bahwa jumlah para nabi adalah 124. 000, yang 313 orang di antaranya adalah rasul, namunyang wajib diimani secara terperinci ada 25 orang. Dengan sifat-sifat wajibnya yaitu shiddiq, amanah, tabligh dan fathanah. Sifat-sifat mustahilnya yaitu kidzib, kinayah, kitman dan galadah. Sifat jaiznya yaitu segala sifat-sifat kemanusiaan yang tidak membawa kepad turunnya martabat mereka yang mulia dan tinggi (Hidayatullah, 2. Beriman kepada Nabi Muhammad SAW. haruslah mencontoh perbuatan, perilaku, dan tingkah laku beliau yang terimplementasikan dalam aktivitas beliau sehari-hari sejak anak-anak, akil baligh, baik ketika masih berdakwah di Makkah (Ifendi, 2. ataupun ketika sudah di Madinah (Ifendi, 2. hingga Perbuatan-perbuatan itu dapat berupa ucapan atau perkataan, gerak anggota badan, sikap, dan Semua itu mengandung pesan-pesan tauhid, keimanan, hukum-hukum, dan akhlak . udi Pesan itu merupakan titah ketuhanan yang wajib diketahui, dikaji, dipahami, dan diikuti atau Membaca shalawat dan salam kepada Rasulullah SAW. adalah wajib bagi setiap orang yang beriman kepada Allah SWT. , dengan membaca shalawat dan salam akan memperoleh keutamaan, yaitu pertama. Allah akan melimpahkan kesejahteraan, keselamatan, dan keberkahan hidup. Kedua, akan memperoleh syafaat Rasulullah SAW. Ketiga, akan berjumpa dengan Rasulullah SAW baik dalam keadaan mukasyafah . maupun dalam keadaan tertidur . Keempat. Allah akan melimpahkan kecerdasan kenabian. Keyakinan Akan Datangnya Hari Kiamat Hari kiamat adalah suatu masa atau zaman yang akan dihancurkan secara total oleh Allah SWT. yang tiada lagi kehidupan, setelah ditiup sangkakala yang pertama oleh Malaikat Israfil AS. Pada peniupan sangkakala kedua, umat manusia sejak Nabi Adam AS. hingga yang terakhir dihidupkan kembali untuk menerima keadailan Tuhan, dengan ditegakkannya hukum-hukum-Nya. Sedangkan waktu datangnya hanya Allah sajalah yang tahu pasti. Firman Allah: ca AaIA ca A Aa aON aOA ca AaOA A aII a E aCaOaA ca AaIA a AcEEa Oa aA a AEA a A a aOan accE aOA Artinya: AuDan hari kiamat itu pasti datang, tak ragu lagi dan Allah akan membangkitkan semua orang dari kuburnyaAy (Q. Al-Hajj: . Nama-nama lain dari hari kiamat yaitu: hari agama, hari kesulitan, hari kebangkitan, hari kekekalan, hari berkumpul, hari pembalasan, hari keputusan, hari kebenaran atau kepastian, hari penyesalan, hari perhitungan, hari yang pedih, hari yang dijanjikan, hari yang menggetarkan hati, hari ditampakkan kesalahan-kesalahan, hari pertemuan, hari yang agung, dan hari penimbangan (Adz-Dzakiey. Hari kiamat itu terbagi menjadi dua yaitu, pertama, hari kiamat kecil, dengan tanda-tanda sebagai berikut telah diutus dan wafatnya Nabi Muhammad SAW. , dan beberapa peristiwa yang menakutkan, seperti ilmu pengetahuan dilenyapkan, banyak terjadi goncangan . encana ala. , banyak fitnah, kekacauan, tidak lagi membutuhkan harta, dan zaman saling berdekatan. Kedua, hari kiamat besar, dengan tanda-tanda munculnya sang Dajjal, munculnya Imam Mahdi, turunnya Nabi Isa AS. Din al-Islam. Al-QurAoan dan orang-orang yang saleh telah hilang dari permukaan bumi, manusia kembali bodoh dan menyembah berhala, penghancuran KaAobah, terbitnya matahari dari barat dan keluarnya binatang melata, serta muncul api yang mengumpulkan manusia (Hidayatullah, 2. Prophetic Intelligence Dalam Perspektif Pendidikan Islam (Suriad. Dengan mempelajari tanda-tanda akan datangnya hari kiamat, maka terdapat hikmah-hikmahnya yaitu pertama, memberi rasa takut kepada Allah SWT. karena yang dapat memberikan pertolongan dan perlindungan dari dahsyatnya ledakan dan benturan kehancuran hanyalah Allah SWT. Kedua, menumbuhkan spirit dan motivasi yang besar untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pengamalan keimanan, keislaman dan keikhlasan. Ketiga, menumbuhkan spirit dan motivasi yang besar untuk segera menyelesaikan tugas-tugas dan tanggung jawab sebagai hamba . i hadapan Alla. dan sebagai khalifah . i hadapan makhluk-Ny. Keempat, menumbuhkan spirit dan motivasi yang besar untuk segera melepaskan diri dari persoalan-persoalan yang berhubungan dengan makhluk, sehingga ketika kematian datang menjemputnya, diri telah benar-benar siap. 3 Prophetic Intelligence dalam Lingkup Pendidikan Islam Melalui tulisannya. Prophetic Psycology dan Prophetic Intelligence, sebagai satu rangkaian yang akan mengantarkan pembaca untuk memahami serta mengenal hakikat dan citra diri. Hamdani Bakran menyatakan bahwa setelah sekian banyak membaca dan melakukan eksperimen, penulis mencoba memberikan pengertian tentang konsep kenabian dalam pendidikan yaitu proses pendidikan yang pengajaran yang bertumpu pada spirit kenabian, baik pada objek, fungsi, metode maupun tujuannya. Bagaimana sebenarnya objek pendidikan yang dilakukan oleh Nabi SAW. , metodenya seperti apa, fungsinya apa, tujuannya apa, sebagai sebuah epistemologi dalam membangun sebuah ilmu. Jadi kenabian yang dimaksud adalah para nabi Allah umumnya, dan Nabi Muhammad SAW. pada khususnya. Seperti pada Nabi Ayub mengajarkan konsep pendidikan dalam keluarga, yakni konsep sabar (Adz-Dzakiey. Tidak hanya itu. Namun Nabi telah berhasil membuktikan kepada dunia bahwa Nabi telah sukses menjalankan peran ganda tersebut sehingga Madinah menjadi pusat peradaban dan pusat pemerintahan Islamyang kemudian hari dapat menyebar di seluruh penjuru dunia (Ifendi, 2. Esensi pendidikan Islam yang dirintis oleh Rasulullah saw. , baik pada periode Makkah maupun Madinah adalah dalam rangka mendukung dan memperkokoh posisi agama yang disebarkannya, yaitu Islam. Karena itu, materi pendidikannya tidak jauh dari nilai-nilai ajaran Islam dan persoalan lain yang menjadi kebutuhan masyarakat Islam saat itu (Suriadi, 2. Dengan mengkaji surat Al-JumuAoah ayat 2 sebagai berikut: aA a E aaIOaI OEn aI I N I O EaOe Ea O aN I OaaN OO aEaO aN I OO EaINI EEA A aOEaE aIa aOuaI aEIaOe aII Ca aE EaOA a AaN aO Eac aO a aA a a a aa a a aa a a a a a nAEaEn acIaIOA Artinya:AuDia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (As Sunna. Au Ayat di atas menjelaskan metode Nabi SAW. dalam mengajar, metode proses belajar kenabian, yaitu: Pertama, membaca ayat-ayat Allah, fungsinya self awareness . Kedua, mensucikan mereka, setelah disucikan, hatinya bersih, otaknya bersih dan jiwanya bersih, baru nabi mengajarkan kitab dan hikmah. Hikmah itu bisa dikatakan bernilai filosofis atau segala sesuatu di balik yang nyata, atau muatan-muatan al-QurAoan, baik yang tersurat maupun yang tersirat sebagaimana dikemukakan oleh nabi yang kita sebut sunnah. Menurut Hamdani Bakran kita tuntun dengan metode itu, artinya kita AubreakdownAy seperti itu ada terapi, transformasi otak, training . , education, penanaman ilmu pengetahuan . , penyadaran . , pengembangan, protection . , controlling dan Maka, dengan orang mendapatkan ilmu yang Nabi SAW. ajarkan, dalam hal ini ilmu agama dan berbagai terapannya, akan menjadikan orang lebih terkontrol dan terproteksi (Adz-Dzakiey, 2. Setelah mempelajari tentang konsep kenabian dalam pendidikan dengan pengembangan dan pemberdayaan jiwa . maka akan mencapai tingkat kejiwaan atau mental yang sempurna, yaitu akan terungkap beberapa kecerdasan, antara lain pertama, kesempurnaan jiwa, yaitu integritasnya jiwa muthmainnah . ang tentra. , yang terlihat pada sikap dan gerak-geriknya yang tenang, penuh pertimbangan dan perhitungan yang matang, tepat dan benar, tidak terburu-buru untuk bersikap apriori dan berprasangka negatif. Jiwa radhiyah . iwa yang meridha. yang akan mendorong diri bersikap lapang dada, tawakkal, tulus hati dan sabar dalam mengaplikasikan perintah Allah, menerima dengan lapang dada segala ujian dan cobaan yang datang dalam kehidupannya. Dan jiwa mardhiyah . ang diridha. yaitu jiwa yang telah memperoleh title dan gelar kehormatan dari Allah SWT, sehingga keimanan, keislaman, dan keihsanannya tidak akan pernah mengalami erosi, dekadensi dan distorsi. Ketiga jiwa itu akan memiliki stabilitas emosional yang tinggi dan tidak mudah mengalami stress, depresi dan frustasi. Al-Rabwah : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. No. May 2022 Kedua, kecerdasan uluhiyah, yaitu kemampuan fitrah seseorang hamba yang shalih untuk melakukan interaksi vertikal dengan Tuhannya. kemampuan mentaati segala apa yang diperintahkan dan menjauhi diri dari apa yang dilarang dan dimurkai-Nya serta tabah terhadap ujian dan cobaan-Nya. Sehingga dengan kecerdasan ini akan terhindar dari sikap syirik, fasiq, nifaq dan kufur. Ketiga, kecerdasan rububiyah, yaitu kemampuan fitrah seseorang hamba yang shalih dalam hal memelihara dan menjaga diri dari hal-hal yang dapat menghancurkan kehidupannya, mendidik diri agar menjadi hamba yang pandai menemukan hakikat citra diri dengan kekuatan ilmu, membimbing diri secara totalitas patuh dan tunduk kepada Allah SWT. serta dapat memberikan rahmatan pada diri dan Dengan kecerdasan ini ia memiliki erahmatan pada diri dan lingkungannya. Dengan kecerdasan ini ia memiliki kekuatan, kewibawaan dan otoritas yang sangat kuat dalam hal menanamkan nilai-nilai kebenaran dan kebaikan, mempengaruhi dan mengajak untuk melakukan perbaikan dan perubahan yang positif pada perilaku, sikap dan penampilan, baik untuk dirinya, orang lain dan Keempat, kecerdasan ubudiyah, yaitu kemampuan fitrah seseorang yang shalih dalam mengaplikasikan ibadah dengan tulus tanpa merasa terpaksa dan dipaksa, akan tetapi menjalankan ibadah sebagai kebutuhan yang sangat primer, merupakan makanan bagi ruhani dan jiwanya, baik dalam keadaan sendiri maupun jamaah, baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi, baik secara vertikal atau horisontal, baik dalam keadaan bagaimanapun, dimanapun dan kapanpun. Kelima, kecerdasan khuluqiyah, yaitu kemampuan fitrah seseorang yang shalih dalam berperilaku, bersikap dan berpenampilan terpuji. Dengan demikian, atas tersingkapnya lima kecerdasan sebagai-mana disebutkkan di atas, merupakan pengejawantahan dari kecerdasan ruhani yang dibangun di atas kesehatan ruhani. Dan kesehatan ruhani merupakan suatu keharusan yang utama untuk mengembangkan kecerdasan kenabian . ropheti KESIMPULAN Prophetic Intelligence (Kecerdasan Kenabia. adalah anugerah dari Allah yang telah diberikanNya kepada hamba-hamba-Nya karena ketaatan dan ketakwaan kepada Allah SWT, dengan ketaatan itulah cahaya ketuhanan telah hadir di dalamnya, sehingga tersingkaplah bagi mereka hakikat ilmu, hikmah, kehidupan hakiki, dan kepahaman terhadap segala sesuatu. Kecerdasan profetik ini bertumpu pada nurani yang bersih dari penyakit-penyakit ruhaniah, seperti syirik, kufur, nifaq, dan fasiq. Dengan nurani yang bersih itu kita mampu berinteraksi, menyesuaikan diri, memahami dan mengambil manfaat dan hikmah dari kehidupan langit dan bumi, ruhani dan jasmani, lahir dan batin, serta dunia dan akhirat, dengan senantiasa mengharap bimbingan Allah SWT. melalui nurani. Tujuan dari penulisan Prophetic Intelligence adalah menyam-paikan pesan-pesan kenabian yang mungkin telah terlupakan dan memberikan sumbangan pemikiran kepada lembaga-lembaga Pendidikan, khususnya pendidikan Agama Islam di Indonesia, bahwa tujuan pendidikan Islam yang paling esensial adalah mencetak sumber daya insani yang cerdas melangit dan cerdas membumi, cerdas lahir dan cerdas batin. Untuk itu dalam kurikulum PAI, seorang guru haruslah memperhatikan peserta didiknya, tidak hanya mengerjakan dan memahamkan peserta didik, tetapi juga mendidik dalam menjalankan syariat Islam dengan benar melalui praktik melaksanakan ibadah khususnya shalat, puasa, dzikir, membaca Al-QurAoan, zakat, dan haji, sehingga kurikulum PAI itu akan tertanam di hatinya dan menjadi pembiasan dalam kehidupan sehari-hari. Prophetic Intelligence (Kecerdasan Kenabia. , khususnya pada kurikulum PAI di SMA, karena kesehatan ruhani merupakan kunci dalam menjalankan prinsip-prinsip keimanan dan prinsip-prinsip keislaman. Prophetic Intelligence Dalam Perspektif Pendidikan Islam (Suriad. REFERENCES