Volume 7 Nomor 2 . Journal of Midwifery Science: Basic and Applied Research e-ISSN: 2774-227X Pengaruh Edukasi Berbasis Video Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Gizi Seimbang bagi Balita di Desa Tanjung Sari Lampung Timur Endang Probowati1. Selasih Putri Isnawati Hadi2. Eka Vicky Yulivantina3 Bachelor of Midwifery Study Program. STIKES Guna Bangsa Yogyakarta. Indonesia Department of Midwifery. STIKES Guna Bangsa Yogyakarta Department of Midwifery. STIKES Guna Bangsa Yogyakarta Corresponding author: Endang Probowati1. Selasih Putri Isnawati Hadi2. Eka Vicky Yulivantina3 Email: endangprobowati6@gmail. ABSTRACT Toddlerhood, especially during the first 1,000 days of life, is a critical phase for growth and Balanced nutrition during this period greatly determines childrenAos future health and Mothers play a central role in fulfilling childrenAos nutritional needs. therefore, effective education methods are required. This study aimed to examine the effect of video-based education on mothersAo knowledge of balanced nutrition for toddlers. The population consisted of all mothers of toddlers in Tanjung Sari Village. East Lampung. The sample was 64 mothers selected using total sampling. A preexperimental design with one-group pretest-posttest was applied. Data were collected using a structured questionnaire before and after a 5-minute educational video, which was screened twice. Data analysis used a paired t-test to determine knowledge differences before and after the intervention. Results showed a significant improvement in mothersAo knowledge after the intervention . ean difference = 15. p < 0. Video-based education effectively increases mothersAo knowledge of balanced nutrition for toddlers. This medium is recommended for healthcare workers and posyandu cadres as an engaging, efficient, and easyto-understand educational tool. Keyword : Balanced nutrition, mothersAo knowledge, toddler, video-based education. PENDAHULUAN Masa balita merupakan periode emas yang sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak, terutama pada 1. 000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kekurangan gizi pada masa ini dapat menimbulkan dampak jangka panjang seperti meningkatnya risiko penyakit kronis di usia . WHO juga menegaskan bahwa perbaikan gizi pada usia dini merupakan kunci dalam menurunkan angka morbiditas dan mortalitas anak secara global. Di Indonesia, masalah gizi balita masih menjadi tantangan serius. Berbagai studi menemukan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita antara lain adalah pengetahuan ibu, pola asuh, sosial ekonomi, dan akses pelayanan kesehatan. Data survei kesehatan nasional menunjukkan prevalensi gizi kurang dan stunting masih berada pada angka yang cukup tinggi, meskipun berbagai upaya intervensi telah dilakukan. Di tingkat komunitas, peran posyandu sangat penting dalam memantau pertumbuhan anak dan memberikan edukasi gizi, namun keberhasilan program ini sangat dipengaruhi oleh efektivitas media komunikasi yang . Pengetahuan ibu tentang gizi seimbang terbukti berpengaruh signifikan terhadap praktik pemberian makanan pada balita. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa media edukasi berbasis audiovisual lebih efektif dibandingkan metode konvensional seperti ceramah atau leaflet karena dapat memadukan unsur visual dan audio, meningkatkan daya tarik serta mempermudah pemahaman materi. Penelitian lain juga menemukan bahwa edukasi video dapat meningkatkan motivasi belajar dan retensi Copyright@2025. JOMISBAR, http://ejournal. poltekkes_smg. id/ojs/index. php/JOMISBAR informasi lebih tinggi dibandingkan metode . Indonesia, membuktikan bahwa edukasi gizi menggunakan video animasi efektif meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi balita maupun ibu hamil. Namun, sebagian besar penelitian masih berfokus pada kelompok terbatas, dan jarang dilakukan di wilayah pedesaan yang memiliki karakteristik berbeda, baik dari segi sosial maupun akses Berdasarkan studi pendahuluan di Desa Tanjung Sari. Lampung Timur, sebagian besar ibu balita masih memiliki pengetahuan yang kurang mengenai gizi seimbang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi berbasis video terhadap tingkat pengetahuan ibu tentang gizi seimbang bagi balita di Desa Tanjung Sari. Lampung Timur. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain praeksperimental dengan rancangan one group pretestposttest. Desain ini dipilih karena sesuai untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan intervensi, meskipun tidak melibatkan kelompok kontrol. Melalui rancangan ini, setiap responden berfungsi sebagai kontrol bagi dirinya sendiri sehingga perbedaan skor pre-test dan post-test dapat mencerminkan pengaruh intervensi yang diberikan. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 1Ae5 tahun di Desa Tanjung Sari. Kecamatan Lampung Timur, berjumlah 64 Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Dengan demikian, jumlah responden yang terlibat dalam penelitian ini adalah 64 ibu balita. Kriteria inklusi meliputi: . ibu yang memiliki balita berusia 1Ae5 tahun, . berdomisili tetap di Desa Tanjung Sari, . dapat membaca dan menulis, serta . bersedia mengikuti seluruh rangkaian penelitian. Sedangkan kriteria eksklusi adalah ibu yang berhalangan hadir selama proses Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Agustus 2025 di Posyandu Desa Tanjung Sari, yang merupakan pos pelayanan terpadu aktif dengan kegiatan rutin pemantauan tumbuh kembang anak. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan gizi seimbang yang dikembangkan berdasarkan pedoman Kemenkes RI dan literatur Kuesioner terdiri dari 25 pernyataan tertutup dengan pilihan jawaban benarAesalah. Uji validitas dilakukan menggunakan korelasi Pearson dan menunjukkan bahwa seluruh item valid dengan nilai r berkisar antara 0,803Ae0,893. Reliabilitas instrumen diuji menggunakan CronbachAos Alpha dan diperoleh nilai > 0,7, yang menandakan konsistensi internal instrumen berada pada kategori Intervensi dalam penelitian ini berupa pemutaran video edukatif berdurasi lima menit. Video tersebut berisi materi mengenai konsep tumbuh kembang balita, kebutuhan gizi seimbang, dampak kekurangan gizi terhadap kesehatan anak, serta penerapan panduan AuIsi PiringkuAy. Pemutaran video dilakukan sebanyak dua kali dalam satu sesi untuk memperkuat pemahaman. Setelah menonton video, responden diminta mengisi kembali kuesioner yang sama untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan. Prosedur penelitian dimulai dengan pengisian informed consent oleh responden, dilanjutkan dengan pengisian kuesioner awal . re-tes. Setelah itu, responden mengikuti sesi pemutaran video Sesudah intervensi selesai, responden kembali mengisi kuesioner sebagai post-test. Semua tahapan dilaksanakan dalam satu kali pertemuan yang difasilitasi oleh peneliti dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Analisis data dilakukan secara bertahap. Analisis menggambarkan distribusi frekuensi karakteristik responden, meliputi usia, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan keluarga, serta kategori tingkat pengetahuan ibu sebelum dan sesudah intervensi. Selanjutnya, analisis bivariat menggunakan uji tberpasangan . aired t-tes. untuk mengetahui perbedaan rata-rata skor pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Uji hipotesis dilakukan dengan tingkat signifikansi = 0,05. Apabila diperoleh nilai p < 0,05 maka dianggap terdapat perbedaan yang signifikan. Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan etik dari Komisi Etik Penelitian Kesehatan STIKES Guna Bangsa Yogyakarta dengan nomor 051/KEPK/VI/2025. Copyright@2025. JOMISBAR, http://ejournal. poltekkes_smg. id/ojs/index. php/JOMISBAR HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Tabel Karakteristik Responden Karakteris Frekue Persenta Kategori nsi . se (%) O 25 26Ae30 Usia Ibu 31Ae35 > 35 SMP/MTs Pendidikan SMA/SM Terakhir Ibu Rumah Tangga Pekerjaan Buruh Pedagang Petani Rp2. Pendapatan Rp2. Bulanan Rp2. Sebagian besar responden berusia 31Ae35 tahun . ,9%) dengan pendidikan terakhir SMA/SMK . ,6%). Pekerjaan terbanyak adalah ibu rumah tangga . ,6%) dan mayoritas memiliki pendapatan 0,05 pada pre-test dan post-test menunjukkan bahwa data berdistribusi normal sehingga memenuhi syarat untuk analisis Hal ini penting, karena validitas uji t bergantung pada distribusi normal. Jika data tidak normal, maka hasil uji bisa menyesatkan. Normalitas data memperkuat kesimpulan bahwa peningkatan pengetahuan benar-benar terjadi akibat intervensi, bukan karena distribusi data yang Tabel 4. Hasil Uji Paired t-test Pengetahuan Ibu RatapVariabel SD SE Selisih Pengetahuan 15,07 8,41 1,05 0,000 64 Hasil uji paired t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi . = 0,000. Rata-rata peningkatan 15,07 poin dengan standar deviasi 8,41 mengindikasikan variasi skor antar responden, tetapi secara umum peningkatan ini konsisten. Standar error (SE) sebesar 1,05 juga menunjukkan bahwa estimasi rata-rata selisih cukup presisi, sehingga hasil ini dapat digeneralisasikan dengan tingkat keyakinan yang tinggi. Besarnya nilai perbedaan . ean differenc. sebesar 15,07 poin dapat dikategorikan sebagai efek yang substansial. Hal ini berarti video edukasi bukan hanya memberikan dampak kecil, tetapi mampu menghasilkan peningkatan nyata yang signifikan secara praktis. Temuan ini sejalan dengan Batlajery et al. dan Haya Faradila et al. yang juga melaporkan peningkatan signifikan pengetahuan ibu balita melalui media video. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang jelas antara variabel bebas berupa edukasi berbasis video dengan variabel terikat yaitu peningkatan pengetahuan ibu tentang gizi Intervensi audiovisual terbukti mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik, konkret, dan mudah dipahami dibandingkan metode konvensional. Hal ini sejalan dengan teori Cognitive Theory of Multimedia Learning yang menjelaskan bahwa kombinasi audio dan visual memperkuat proses pemrosesan informasi dalam otak, sehingga mempermudah responden dalam memahami konsep gizi seimbang. Peningkatan rata-rata skor sebesar 15,07 poin setelah intervensi memperlihatkan bahwa semakin efektif edukasi berbasis video diberikan, semakin tinggi pula pengetahuan ibu yang diperoleh. Temuan ini mendukung penelitian Az Zahra and Kurniasari serta Mustikaningrum et al. membuktikan adanya hubungan positif antara penggunaan media video dengan peningkatan pengetahuan gizi. Dengan demikian, dapat ditegaskan bahwa variabel bebas . dukasi vide. berperan sebagai faktor determinan yang signifikan terhadap variabel terikat . engetahuan ib. SIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pengetahuan ibu setelah intervensi . erbedaan rata-rata = 15,07. p < 0,. Pendidikan berbasis video efektif meningkatkan pengetahuan ibu tentang nutrisi seimbang untuk Media ini direkomendasikan untuk petugas kesehatan dan kader posyandu sebagai alat pendidikan yang menarik, efisien, dan mudah UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih kepada Kepala Desa Tanjung Sari. Kecamatan Lampung Timur yang telah memberikan ijin untuk dilaksakan penelitian di Desa Tanjung Sari. DAFTAR PUSTAKA