Jurnal POAC Fakultas Ekonomi dan Bisnis e-ISSN: x-x ========================================================================== PENGARUH FAKTOR INDIVIDUAL. FAKTOR SOSIAL. DAN FAKTOR PEKERJAAN TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI DI BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK KALIMANTAN TIMUR Erni Setiawati1. Eko Ravi Pratama2. Meryi Erfiana SariA Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda Erni@uwgm. Abstract Meryi Erfiana Sari. The Influence of Individual Factors. Social Factors, and Job Factors on Employee Job Satisfaction at the East Kalimantan National Unity and Politics Agency. Supervised by Advisor I. Mrs. Erni Setiawati. SE. ME, and Advisor II. Mr. Eko Ravi Pratama. SE. MM. The purpose of this study is to determine the influence of individual factors, social factors, and job factors on employee job satisfaction at the East Kalimantan National Unity and Politics Agency. This research uses a quantitative approach with a sample size of 49 respondents employing a Saturated Sampling Technique. The analysis methods used include data quality testing, classical assumption testing, multiple linear regression analysis, correlation coefficient analysis (R), coefficient of determination (RA), and hypothesis testing. The results of the multiple linear regression equation are Y = 8. 124X1 0. 157X2 0. 486X3. The correlation coefficient (R) value of 0. 705 indicates a relationship between individual factors, social factors, and job factors on employee job satisfaction at the East Kalimantan National Unity and Politics Agency. The coefficient of determination (RA) value is 0. 496 or 49. 6%, indicating that individual factors, social factors, and job factors influence employee job satisfaction at the East Kalimantan National Unity and Politics Agency. The T-test results indicate that individual factors and social factors do not affect employee job satisfaction at the East Kalimantan National Unity and Politics Agency, whereas job factors do affect employee job satisfaction at the East Kalimantan National Unity and Politics Agency. The F-test value obtained is F calculated > F table . 786 > 2. with a significance value of . < 0. , thus the proposed hypothesis can be accepted. Keywords: Individual Factors. Social Factors. Job Factors, and Job Satisfaction Abstrak Meryi Erfiana Sari. Pengaruh Faktor Individual. Faktor Sosial. Dan Faktor Pekerjaan Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Di Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Kalimantan Timur. Dengan Dosen Pembimbing I Ibu Erni Setiawati. SE,. ME dan Dosen Pembimbing II Bapak Eko Ravi Pratama. SE,. MM. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh faktor individual, faktor sosial dan faktor pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai di Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Kalimantan Timur. Metode Vol 03 No 01. April 2025 . Jurnal POAC penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jumlah sampel 49 responden menggunakan Teknik Sampel Jenuh. Metode analisi yang digunakan yaitu uji kualitas data, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, analisis koefisien korelasi (R), koefisien determinasi (RA), dan uji hipotesis. Hasil persamaan regresi linier berganda Y = 8,065 0,124X1 0,157X2 0,486X3. Nilai koefisien korelasi (R) 0,705 menunjukkan hubungan antara faktor individual, faktor sosial dan faktor pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai di Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Kalimantan Timur. Nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 0,496 atau 49,6% faktor individual, faktor sosial dan faktor pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai di Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Kalimantan Timur. Hasil Uji T menyatakan bahwa faktor individual dan faktor sosial tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja pegawai di Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Kalimantan Timur. Sedangkan faktor pekerjaan berpengaruh terhadap kepuasan kerja pegawai di Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Kalimantan Timur. Diperoleh nilai Uji F sebesar F hitung > F tabel . ,786 > 2,. dengan nilai signifikansi . ,000 < 0,. , dengan demikian hipotesis yang diajukan dapat diterima. Kata Kunci: Faktor Individual. Faktor Sosial. Faktor Pekerjaan Dan Kepuasan Kerja PENDAHULUAN Manajemen Sumber daya manusia (MSDM) merupakan salah satu unsur penting keberhasilan suatu instansi ataupun perusahaan. Salah satu tujuan penting dalam pengelolaan sumber daya manusia suatu instansi ataupun perusahaan adalah untuk mencapai kepuasan kerja para pegawai dalam instansi ataupun perusahaan tersebut. Semakin baik kepuasan pegawai maka semakin besar kemungkinan instansi atau perusahaan mencapai tujuannya, begitu pula sebaliknya. Kepuasan kerja adalah ukuran seberapa puas seseorang pegawai terhadap pekerjaannya. Pegawai yang memiliki rasa puas pastinya akan antusias dalam bekerja seperti lebih bersemangat dalam Kepuasan kerja dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya yaitu faktor psikologis. Dalam kaitannya dengan kepuasan kerja, faktor psikologis merujuk pada aspek-aspek yang berkaitan dengan kondisi mental dan emosional pegawai yang memengaruhi perasaan mereka terhadap Faktor psikologis dapat memengaruhi bagaimana seseorang pegawai melaksanakan tugas mereka. Adapun dibawah ini merupakan data yang berkaitan degan jumlah sumber daya manusia dan jabatan atau tugas mereka. Vol 03 No. April 2025 . Jurnal POAC Dapat diketahui dari data tersebut banyak jabatan ataupun tugas yang tidak dapat dijalankan secara optimal karena kurangnya sumber daya manusia yang ada. Beban kerja yang berlebihan, baik secara kuantitas ataupun kualitas, dapat menyebabkan stress kerja. Beban kerja yang berlebihan dapat menciptakan tekanan psikologis yang berat, menyebabkan kelelahan mental, penurunan motivasi dan ketidak puasan kerja. Faktor individual mengacu pada sikap dan perilaku individu dalam organisasi yang mencerminkan kepribadian dan persepsi, serta dapat mempengaruhi kinerja individu dan organisasinya. Menurut Bapak Juanda S. E,M. M selaku sekertaris pada Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Kalimantan Timur, di dapatkan data perkiraan usia pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Kalimantan Timur, adapun data tersebut yaitu didalam tabel dibawah ini. Usia Pegawai Jumlah Pegawai Jumlah Dari tabel diatas dapat di simpulkan dimana pegawai dengan usia 20-40 dengan jumlah pegawai sebanyak 16 orang, usia 41-50 dengan jumlah pegawai sebanyak 10 orang, dan usia 50 > dengan jumlah sebanyak 23 orang. Dapat diketahui perkiraan usia terbanyak pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Kalimantan Timur yaitu kisaran usia 50 > tahun dimana berjumlah Vol 03 No. April 2025 . Jurnal POAC 23 pegawai, pegawai yang memasuki usia 50 > tahun dapat dikatakan memasuki usia non Seperti yang kita ketahui dengan usia tersebut tentunya dapat mempengaruhi produktifitas mereka dalam bekerja, adapun juga kaitannya dengan kesehatan usia 50 > lebih rentan terhadap penyakit ataupun tentang kesehatan mereka. Seiring bertambahnya usia, kemampuan fisik seseorang dapat mengalami penurunan, hal ini dapat mempengaruhi kinerja pegawai dan kinerja tersebut akan mempengaruhi kepuasan kerja pegawai tersebut. Faktor sosial merujuk pada aspek-aspek hubungan antar manusia di tempat kerja yang dapat mempengaruhi kinerja, kepuasan dan kesejahteraan pegawai. Hal ini mencakup semua interaksi yang terjadi antara pegawai dengan atasan, rekan kerja, serta lingkungan sosial yang lebih luas di organisasi tersebut. Faktor sosial merupakan kompenen penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang positif dan produktif. Begitupun didalam Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Kalimantan Timur. Adapun permasalahan yang berkaitan dengan faktor sosial pada Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Kalimantan Timur yaitu menciptakan lingkungan kerja yang positif dan produktif. Adapun hal tersebut dapat diliat dari salah satu aspek seperti komunikasi, komunikasi yang baik merupakan salah satu fondasi agar organisasi dapat berjalan lancar. Ketika komunikasi berjalan lancar, berbagai aspek organisasi akan berjalan lebih efektif dan efisien. Kurangnya komunikasi dapat menimbulkan permasalahan seperti kesalah pahaman antar pegawai. Kurangnya komunikasi dapat menyebabkan kesalah pahamaan biasanya disebabkan karena kurangnya interaksi tatap muka, kurangnya komunikasi bisa terjadi dalam berbagai bentuk seperti terlalu bergantung pada kumunikasi tertulis . mail, pesan teks ataupun WhatsApp ) tanpa diimbangi interaksi langsung dapat mengurangi pemahaman konteks pesan dan nuansa emosi pesan tersebut, adapun juga dalam menggunakan handphone secara berlebihan juga dalam jam kerja dapat dianggap sebagai pelanggaran disipilin selain itu bermain handphone secara berlebihan menyebabkan pegawai cenderung menjadi malas dalam mengerjakan tugasnya sehingga hal tersebut dapat mengganggu kinerja dan kepuasan kerja pegawai tersebut. Faktor pekerjaan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan pekerjaan, lingkungan dan kondisi kerja yang dapat mempengaruhi kepuasan atau ketidak puasan kerja seorang pegawai, hal ini seperti segala sesuatu yang dialami pegawai setiap hari ditempat kerja, mulai dari tugas yang diberikan, hubungan dengan rekan kerja, hingga kebijakan suatu instansi maupun organisasi Adapun permasalahan yang berkaitan dengan faktor pekerjaan yaitu kurangnya sumber daya manusia yang berada di Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Kalimantan Timur ini, mengakibatkan beban kerja pegawai menjadi meningkat. Adapun pernyataan tersebut dapat diketahui dari data dibawah ini. Vol 03 No. April 2025 . Jurnal POAC Dari data tersebut dapat di simpulkan banyak tugas yang kekurangan pegawai untuk menjalankan tugas tersebut, dimana ada beberapa jabatan yang seharusnya dilakukan oleh beberapa pegawai tetapi hanya dilakukan oleh satu ataupun dua pegawai saja. Ketika tugas yang ada tidak sesuai dengan jumlah sumber daya manusia tentunya hal tersebut akan berimbas kepada pegawai dimana pegawai akan lebih ekstra dalam mengerjakan tugas tersebut. LANDASAN TEORI Manajemen Sumber Daya Manusia Berdasarkan Menurut Mada Faisal Akbar et al . Manajemen sumber daya manusia adalah proses menangani berbagai masalah yang berkaitan dengan karyawan, pegawai, buruh, manajer, dan tenaga kerja lainnya untuk membantu organisasi atau perusahaan mencapai tujuan yang telah Sedangkan Menurut Tunggul Prasodjo . AuSalah satu bidang manajemen umum adalah manajemen sumber daya manusia, yang mencakup organisasi, pengendalian, perencanaan, dan pelaksanaan. Kata "manajemen" berasal dari kata "mengurus", yang berarti mengurus, melakukan, mengatur, dan mengelola. Namun, sumber daya manusia adalah salah satu sumber daya yang dimiliki oleh suatu organisasi dan meliputi setiap individu yang berpartisipasi dalam kegiatan organisasi tersebut. Secara sederhana, konsep sumber daya manusia adalah kegiatan dan praktik pengelolaan, pengorganisasian, dan pengawasan sumber daya manusia itu sendiriAy. Dari penjelasan pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan proses penanganan masalah yang berkaitan dengan pegawai atau karyawan Vol 03 No. April 2025 . Jurnal POAC dan tenaga kerja lainnya untuk membantu organisasi untuk mencapai tujuanya secara lebih efektif dan efisien. Faktor Individual Menurut Gibson . alam Edi Karyono & Septi Kurnia Prastiwi 2. AuFaktor individual merupakan elemen intrinsik yang ada dalam diri pegawai, meliputi sikap, persepsi, kemampuan dan keterampilan mereka dalam melaksanakan tugas. Setiap individu memiliki perbedaan yang dapat terwujud dalam kemampuan, keterampilan dan latar belakang Adanya perbedaan diantara individu dalam hal kemampuan dan keterampilan, serta sikap dan persepsi mereka, berfungsi untuk menjelaskan perbedaan tingkat kinerja diantara merekaAy. Dari penjelelasan mengenai faktor individual dapat disimpulkan faktor individual adalalah faktor yang berasal dari dalam diri masing-masing individu yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja Menurut Blum dalam Sutrisno . indikator yang digunakan untuk mengukur faktor individual sebagai berikut : Umur Kesehatan Watak Harapan Faktor Sosial Menurut Sutrisno dalam Andre Cahya Putra. Agus Sutarjo & Sunreni . faktor sosial merupakan faktor yang berhubungan dengan interaksi antara sesama pegawai ataupun interaksi antara pegawai dengan atasan. Dari penjelasan penegertian diatas dapat disimpulkan faktor sosial merupakan faktor yang berasal dari luar diri individu atau eksternal, seperti interaksi antara pegawai dengan pegawai yang lain, pegawai dengan atasan maupun atasan dengan bawahannya. Dengan munculnya interaksi yang baik tentunya mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik dan positif. Menurut Blum dalam Sutrisno . indikator yang digunakan untuk mengukur faktor sosial sebagai berikut: Hubungan kekeluargaan Hubungan pekerjaan Kebebasan berpolitik Hubungan kemasyarakatan Vol 03 No. April 2025 . Jurnal POAC Faktor Pekerjaan Menurut Muhammad Anang Firmansyah & Phonny Aditiawan Mulyana . faktor pekerjaan adalah keluasan kerja, stress peran, ukuran kelompok kerja, gaya kepemimpinan, hubungan antar karyawan, kesempatan untuk berkembang, sistem insentif/imbalan, norma kelompok kerja, dan komitmen pada organisasi. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan faktor pekerjaan merupakan faktor yang berkaitan dengan pekerjaan, lingkungan dan kondisi kerja pegawai yang akan mempengaruhi puas atau tidaknya terhadap pekerjaanya. Menurut Blum dalam Sutrisno . indikator yang digunakan untuk mengukur faktor pekerjaan sebagai berikut : Upah Pengawasan Ketentraman kerja Kondisi kerja Kesempatan untuk maju Kepuasan Kerja Berdasarkan pendapat Robbins dan Judge yang dikutip oleh Agung Nugroho Adi et al . 3: . , kepuasan kerja dapat diartikan sebagai perasaan positif yang muncul sebagai hasil dari penilaian yang dilakukan oleh individu . emangku jabata. terhadap sifat-sifat pekerjaan yang dijalani. Kepuasan kerja mencerminkan perasaan seseorang terhadap pekerjaannya. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan kepuasan kerja merupakaan perasaan puas atau tidak puas dengan tugas atau pekerjaan yang dilakukan. Model Konseptual Model konseptual pada penelitian ini dapat dilihat pada gambar dibawah ini : Vol 03 No. April 2025 . Jurnal POAC Model Konseptual FAKTOR INDIVIDUAL HCC FAKTOR SOSIAL FAKTOR PEKERJAAN KEPUASAN KERJA HCE HCE HCE HCA METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan deskriptif untuk menggambar variabel penelitian. Menurut Sugiyono . metode deskriptif adalah adalah metode menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menyajikan data yang dikumpulkan sebagaimana adanya. Populasi Dan Sampel Populasi merupakan seluruh kelompok yang akan diteliti pada cakupan wilayah dan waktu tertentu berdasarkan karakteristik yang telah ditentukan peneliti. Populasi tersebut akan menjadi sumber data penelitian. Oleh karena itu peneliti akan memilih sasaran populasi sesuai dengan tujuan Adapun populasi yang akan digunakan yaitu pegawai Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Kalimantan Timur sebanyak 49 orang. Menurut Notoatmojo dalam Karimuddin Abdullah . Sampel adalah sebagian objek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi. Dalam penelitian ini menggunakan sampel jenuh yaitu menggunakan keseluruhan pegawai Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Kalimantan Timur Vol 03 No. April 2025 . Jurnal POAC sebanyak 49 orang. Menurut Sugiyono . Sampel jenuh adalah teknik penetuan sampel seluruh anggota populasi sebagai sampel. Teknik Pengumpulan Data Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data primer. Data yang dikumpulkan atau diperoleh langsung dari responden. Respondennya adalah pegawai Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Kalimantan Timur. Dan untuk mengukur parameter dalam penelitian ini menggunakan Skala Likert. Metode Analisis Analisis data kuantitatif adalah jenis data yang diperiksa dan diolah secara manual dengan bantuan computer menggunakan program seperti SPSS. Analisis statistic digunakan dalam jalur pengolahan data analisis kuantitatif. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Uji Kualitas Data Uji Validitas Tabel Hasil Uji Validitas Variabel Indikator Umur Variabel X1 Faktor Individual Kesehatan Watak Harapan Hasil Uji Validitas X1. 0,634 0,281 Valid X1. 0,441 0,281 Valid X1. 0,490 0,281 Valid X1. 0,658 0,281 Valid X1. 0,457 0,281 Valid X1. 0,568 0,281 Valid X1. 0,441 0,281 Valid Vol 03 No. April 2025 . Jurnal POAC Variabel X2 Faktor Sosial Hubungan Kekeluargaan X2. 0,417 0,281 Valid X2. 0,644 0,281 Valid Pandangan Pekerjaan X2. 0,593 0,281 Valid X2. 0,700 0,281 Valid Kebebasan Berpolitik X2. 0,588 0,281 Valid Hubungan Masyarakat X2. 0,492 0,281 Valid X2. 0,402 0,281 Valid X3. 0,402 0,281 Valid X3. 0,525 0,281 Valid X3. 0,281 Valid X3. 0,641 0,281 Valid Ketentraman Kerja X3. 0,608 0,281 Valid X3. 0,509 0,281 Valid Kondisi Kerja X3. 0,684 0,281 Valid X3. 0,713 0,281 Valid Kesempatan Untuk Maju X3. 0,565 0,281 Valid X3. 0,594 0,281 Valid Upah Pengawasan Variabel X3 Faktor Pekerjaan Vol 03 No. April 2025 . Jurnal POAC Variabel Y Kepuasan Kerja 0,586 0,281 Valid 0,597 0,281 Valid Kerjasama Antar Pegawai 0,620 0,281 Valid 0,662 0,281 Valid Imbalan Yang Diterima 0,312 0,281 Valid 0,589 0,281 Valid 0,702 0,281 Valid 0,683 0,281 Valid 0,419 0,281 Valid Situasi Kerja Faktor Fisik Faktor Psikologis Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 25,2025 Berdasarkan tabel diperoleh bahwa masing-masing pernyataan memiliki r hitung > r tabel . dan bernilai positif. Dengan demikian seluruh item pernyataan dinyatakan valid. Uji Reliabilitas Hasil Uji Reliabilitas Cronbach Alpha Variabel X1 (Faktor Individua. 0,570 < 0,60 Reliabel X2 (Faktor Sosia. 0,605 > 0,60 Reliabel X3 (Faktor Pekerjaa. 0,794 > 0,60 Reliabel Y (Kepuasan Ker. 0,744 > 0,60 Reliabel . > 0,. Keterangan Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 25,2025 Berdasarkan table diperoleh bahwa faktor individual X1 < 0,60 tetapi masih dapat dikatakan cukup reliabel dan untuk pernyataan yang lain memiliki nilai Cronbach Alpha lebih dari 0,60 dan bernilai Dengan demikian seluruh item pada tiap variabel independen maupun dependen dinyatakan reliabel. Vol 03 No. April 2025 . Jurnal POAC Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Uraian Asymp. Sig. -taile. Sig. 0,200 Sumber: Hasil Pengolahan SPSS 25,2025 Berdasarkan tabel dapat dilihat bahwa Asymp. Sig. -taile. adalah 0,200 > c . sehingga dapat disimpulkan bahwa data residual berdistribusi normal. Uji Multikolinearitas Hasil Uji Multikolinearitas Variabel X1 (Faktor Individua. X2 (Faktor Sosia. X3 (Faktor Pekerjaa. Tolerance 0,921 0,460 0,451 VIF 1,086 2,172 Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 25,2025 Berdasarkan tabel diatas, diketahui nilai tolerance untuk variabel X1. X2, dan X3 > 0,10 dan VIF pada variabel X1. X2, dan X3 < 10,00. Dengan demikian dapat disimpulkan tidak terjadi Uji Heteroskedastisitas Hasil Uji Heteroskedastisitas Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 25,2025 Dari tabel diketahui pola gambar pada scatterplot menyebar diatas dan dibawah atau disekitar angka 0, hal ini berarti tidak terdapat heteroskedastisitas. Vol 03 No. April 2025 . Jurnal POAC Uji Linieritas Hasil Uji Linieritas Variabel Deviation Feom Linearity Kesimpulan Faktor Individual (X. 0,363 0,363 > 0,05 (Linie. Faktor Sosial (X. 0,204 0,204 > 0,05 (Linie. Faktor Pekerjaan (X. 0,140 0,140 > 0,05 (Linie. Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 25,2025 Berdasarkan hasil dari tabel dapat diketahui bahwa masing-masing variabel memiliki nilai Deviation from linearity diatas 0,05 atau dapat dikatakan variabel tersebut linier. Analisis Regresi Linier Berganda Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Uraian Koefisien T hitung Konstanta 8,065 1,976 X1 (Faktor Individua. 0,124 0,967 X2 (Faktor Sosia. 0,157 0,754 X3 (Faktor Pekerjaa. 0,486 3,771 Sig. 0,054 0,339 0,455 0,000 Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 25,2025 Berdasarkan tabel analisis diatas, diperoleh persamaan sebagai berikut: Y = 8,065 0,124X1 0,157X2 0,486X3 Dilihat dari persamaan diatas, maka penjelasannya sebagai berikut: Nilai constanta sebesar 8,065 menyatakan bahwa jika variabel faktor individual (X. , faktor sosial (X. , faktor pekerjaan (X. dan kepuasan kerja (Y) tidak ada atau bernilai . , maka kepuasan kerja (Y) sebesar 8,065. X1 (Faktor Individua. : 0,124 (Positi. , hubungan searah artinya jika X1 (Faktor Individua. ditingkatkan sebesar 1 satuan, maka Y (Kepuasan Kerj. akan meningkat sebesar 0,124 dan X2 (Faktor Sosia. : 0,157 (Positi. , hubungan searah artinya jika X2 (Faktor Sosia. ditingkatkan sebesar 1 satuan, maka Y (Kepuasan Kerj. akan meningkat sebesar 0,157 dan Vol 03 No. April 2025 . Jurnal POAC X3 (Faktor Pekerjaa. : 0,486 (Positi. , hubungan searah artinya jika X3 (Faktor Pekerjaa. ditingkatkan sebesar 1 satuan, maka Y (Kepuasan Kerj. akan meningkat sebesar 0,486 dan Koefisien Korelasi (R) Hasil Koefisien Korelasi (R) & Determinan (RA) R Square Adjusted R Square 0,705 0,496 0,463 Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 25,2025 Berdasarkan tabel menunjukkan nilai korelasi antara variabel sebesar 0,705 atau 70,5%. Hal tersebut menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara variabel Faktor Individual. Faktor Sosial, dan Faktor Pekerjaan terhadap Kepuasan Kerja. Koefisien Determinan (RA) Koefisien Determinan (RA) digunakan untuk mengetahui seberapa jauh dan besarannya presentase pengaruh variabel independen (X) untuk menjelaskan terhadap variabel dependen (Y). Pada pengujian ini menggunakan ketentuan jika nilai RA bernilai antara antara 0 Ae 1, semakin nilai RA mendekati 1 maka semakin baik hasil pengujinya. Adapun nilai R square dapat dilihat pada tabel 15 menunjukkan angka R Square 0,496 atau 49,6% sisanya 50,4% . % - 49,6%) dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Pengujian Hipotesis Uji Simultan (Uji F) Hasil Uji F (Simulta. F hitung 14,786 Sig. 0,000 Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 25,2025 Berdasarkan hasil uji simultan pada tabel menunjukkan bahwa F hitung sebesar 14,786 sedangkan F tabel distribusi dengan tingkat kesalahan 5% adalah sebesar 2,81, menunjukkan bahwa F hitung > F tabel . ,786 > 2,. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Faktor Individual XCA. Faktor Sosial XCC. Faktor Pekerjaan XCE, secara serentak berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja Y. Karena pada F hitung lebih besar dari F tabel. Dan nilai Sig sebesar . ,000 < 0,. artinya variabel bebas (X) berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat (Y). Vol 03 No. April 2025 . Jurnal POAC Uji Parsial (Uji T) Hasil Uji Parsial (Uji T) Variabel X1 (Faktor Individua. X2 (Faktor Sosia. X3 (Faktor Pekerjaa. Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 25, 2025 Thitung 0,967 0,754 3,771 Sig. 0,339 0,455 0,000 Variabel Faktor Individual (X. Nilai T hitung pada variabel Faktor Individual (X. sebesar 0,967. Sementara itu pada T tabel distribusi 5% sebesar 2,014. Maka T hitung . < T tabel . Oleh karena itu Ha ditolak karena tidak terdapat pengaruh yang signifikan dan Ho diterima karena memiliki pengaruh yang Dan kemudian dengan tingkat signifikansi . > . maka tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel Faktor Individual (X. terhadap variabel Variabel Faktor Sosial (X. Nilai T hitung pada variabel Faktor Sosial (X. sebesar 0,754. Sementara itu pada T tabel distribusi 5% sebesar 2,014. Maka T hitung . < T tabel . Oleh karena itu Ha ditolak karena tidak terdapat pengaruh yang signifikan dan Ho diterima karena memiliki pengaruh yang Dan kemudian dengan tingkat signifikansi . > . maka tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan anatara variabel Faktor Sosial (X. terhadap variabel terikat. Variabel Faktor Pekerjaan (X. Nilai T hitung pada variabel Faktor Pekerjaan (X. Sementara itu pada T tabel distribusi 5% sebesar 2,014. Maka T hitung . > T tabel . Oleh karena itu Ha diterima karena memiliki pengaruh yang signifikan dan Ho ditolak karena tidak terdapat pengaruh yang Dan kemudian dengan tingkat signifikansi . ,000 < 0,. maka terdapat pengaruh positif dan signifikan anatara variabel Faktor Pekerjaan (X. terhadap variabel terikat. Vol 03 No. April 2025 . Jurnal POAC Pembahasan Hasil Analisis Dan Hipotesis . Hubungan Antara Faktor Individual (X. Faktor Sosial (X. Faktor Pekerjaan (X. Terhadap Kepuasan Kerja (Y) Dengan nilai F hitung sebesar 14,786 sedangkan F tabel distribusi dengan tingkat kesalahan 5% adalah sebesar 2,81, menunjukkan bahwa F hitung > F tabel . ,786 > 2,. Dan nilai Sig sebesar . ,000 < 0,. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Faktor Individual XCA. Faktor Sosial XCC. Faktor Pekerjaan XCE, secara serentak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja Y. artinya variabel bebas (X) berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat (Y). Maka Ha diterima dan Ho ditolak. Penelitian ini belum ada yang meneliti dengan keseluruhan judul yang digunakan Sehingga peneliti menyimpulkan bahwa Pengaruh Faktor Individual tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Di Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Kalimantan Timur dengan T hitung sebesar . ,967 < 2,. dan Faktor Sosial tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Di Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Kalimantan Timur dengan T hitung sebesar . < . serta Faktor Pekerjaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Di Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Kalimantan Timur dengan T hitung sebesar . > . Hubungan Faktor Individual (X. Terhadap Kepuasan Pegawai (Y) Koefisien regresi Faktor Individual (X. sebesar 0,124, artinya apabila Faktor Individual ditingkatkan maka Kepuasan Kerja akan meningkat sebesar 0,967 begitu juga sebaliknya jika Faktor Individual menurun sebesar 0,124 maka Kepuasan Kerja akan menurun sebesar 0,967. Sedangkan berdasarkan uji hipotesis. Uji T menyatakan bahwa Faktor Individual (X. terhadap Kepuasan Kerja (Y) memiliki T hitung . < T tabel . dan untuk nilai signifikannya . > . Dengan demikian variabel Faktor Individual tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja. Oleh karena itu Ha ditolak dan Ho diterima. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian terdahulu oleh (Rukhyati & Nurapiah, 2. Hasil analisis dari penelitian ini membuktikan bahwa dalam penelitian ini seluruh faktor independen berpengaruh positif terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Dinas Sumberdaya Air Provinsi Sulawesi Tengah. Hubungan Faktor Sosial (X. Terhadap Kepuasan Pegawai (Y) Koefisien regresi Faktor Sosial (X. sebesar 0,157, artinya apabila Faktor Sosial ditingkatkan maka Kepuasan Kerja akan meningkat sebesar 0,754 begitu juga sebaliknya jika Faktor Sosial menurun sebesar 0,157 maka Kepuasan Kerja akan menurun sebesar 0,754. Sedangkan berdasarkan uji hipotesis. Uji T menyatakan bahwa Faktor Sosial (X. terhadap Kepuasan Kerja (Y) memiliki T hitung . < T tabel . dan untuk nilai signifikannya . > . Vol 03 No. April 2025 . Jurnal POAC Dengan demikian variabel Faktor Sosial tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja. Oleh karena itu Ha ditolak dan Ho diterima. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian terdahulu oleh (St Nurhayati Azis, & Ahmad, 2. Hasil analisis dari penelitian ini menunjukkan faktor sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai honorer Kementrian Agraria Dan Tata Ruang Badan Pertahanan Nasional Kabupaten Gowa dengan Sig . ,002 < 0,. Hubungan Faktor Pekerjaan (X. Terhadap Kepuasan Kerja (Y) Koefisien regresi Faktor Pekerjaan (X. sebesar 0,486, artinya apabila Faktor Pekerjaan ditingkatkan maka Kepuasan Kerja akan meningkat sebesar 3,771 begitu juga sebaliknya jika Faktor Pekerjaan menurun sebesar 0,486 maka Kepuasan Kerja akan menurun sebesar 3,771. Sedangkan berdasarkan uji hipotesis. Uji T menyatakan bahwa Faktor Pekerjaan (X. terhadap Kepuasan Kerja (Y) memiliki T hitung . > T tabel . dan untuk nilai signifikannya . < . Dengan demikian variabel Faktor Pekerjaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja. Oleh karena itu Ha diterima dan Ho ditolak. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan penjelasan diatas dari hasil analisis penelitian dan pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Bahwa variabel Faktor Individual (X. Faktor Sosial (X. Faktor Pekerjaan (X. , secara serentak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja (Y). Bahwa tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel Faktor Individual (X. terhadap variabel terikat (Y). Bahwa tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan anatara variabel Faktor Sosial (X. terhadap variabel terikat. Bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel Faktor Pekerjaan (X. terhadap variabel terikat (Y). Saran