Benefits: Journal of Economics and Tourism Vol. No. December 2025, pp. Analisis Pengaruh Total Aset Dan Liabilitas Asuransi Terhadap Solvabilitas Asuransi Syariah Di Indonesia Kayla Annisa Ayu1. Nabila Fajrin2. Salman Algifari3. Mochammad Arya Aditya4 5554230076@untirta. 1Ekonomi Syariah. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa 2 Ekonomi Syariah. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa 3 Ekonomi Syariah. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa 4Ekonomi Syariah. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Info Artikel: Submitted: 21 July 2025 |Revised: 24 October 2. Accepted: 24 November 2025 How to cite: Kayla Annisa Ayu. Nabila Fajrin. Salman Algifari. Mochammad Arya Aditya AuAnalisis Pengaruh Total Aset dan Liabilitas Asuransi Terhadap Solvabilitas Asuransi Syariah Di IndonesiaAy. Benefits: Journal of Economics and Tourism. Vol. 2 No. December 2025, pp. ABSTRACT The problem in this research is the imbalance between total assets and total liabilities, which can affect the solvency level of Islamic insurance companies in Indonesia. This study aims to analyze the influence of total assets and total liabilities on the solvency of Islamic insurance companies in Indonesia. The research approach used is quantitative with panel data regression analysis method, utilizing secondary data from the financial statements of four Islamic insurance companies during the period from the first quarter of 2018 to the fourth quarter of 2022. The research results indicate that total assets have a positive and significant impact on solvency levels, while total liabilities have a negative and significant impact. This finding indicates the importance of effective management of assets and liabilities to maintain the company's financial health. This research suggests that companies increase investment in productive assets and manage liabilities carefully, and recommends exploring other factors that could affect solvency in the future. Keyword: Solvency. Total Assets. Total Liabilities. Sharia Insurance. ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah adanya ketidakseimbangan antara total aset dan total liabilitas yang dapat memengaruhi tingkat solvabilitas perusahaan asuransi syariah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh total aset dan total liabilitas terhadap solvabilitas perusahaan asuransi syariah di Indonesia. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode analisis regresi data panel, menggunakan data sekunder dari laporan keuangan empat perusahaan asuransi syariah selama periode kuartal I 2018 hingga kuartal IV 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total aset memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat solvabilitas, sedangkan total liabilitas berpengaruh negatif dan Temuan ini mengindikasikan pentingnya pengelolaan yang efektif terhadap aset dan liabilitas untuk menjaga kesehatan finansial perusahaan. Penelitian ini menyarankan perusahaan untuk meningkatkan investasi pada aset produktif dan mengelola liabilitas dengan hati-hati, serta merekomendasikan eksplorasi faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi solvabilitas di masa Kata Kunci: Solvabilitas. Total Aset. Total Liabilitas. Asuransi Syariah. Pendahuluan Asuransi dalam ekonomi Islam berlandaskan nilai-nilai kolaborasi dan kepedulian sosial yang bertujuan mendorong kesejahteraan serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat (Khan et al. , 2. Menurut Hasan . , asuransi syariah merupakan sebuah lembaga yang menjalankan sistem berdasarkan prinsip tolong-menolong dan melibatkan akad dana tabarru. Pada akad ini, digunakan skema hibah yaitu pemberian yang dilakukan secara sukarela (Apriyanti, 2. Asuransi syariah dirancang untuk menghindari unsur-unsur yang tidak sesuai dengan prinsip syariah . Istilah takaful merujuk pada prinsip gotong royong atau perlindungan bersama, yang berlandaskan pada semangat kerjasama saling menguntungkan di antara para peserta (Al-Amri et al. , 2. Konsep asuransi syariah menegaskan bahwa risiko secara teknis tidak dialihkan kepada pihak lain, tetapi didistribusikan di antara anggota kelompok peserta. Kontribusi . yang dibayarkan kepada dana takaful dianggap sebagai tabarruAo atau sumbangan sukarela yang ditujukan untuk tujuan mulia, yaitu untuk membantu peserta yang terkena musibah. Unsur maysir . dihindari karena pembayaran premi dilakukan secara sukarela atas dasar semangat tolong-menolong . eperti membantu sesama peserta yang mengalami kerugia. Dana takaful diinvestasikan dalam instrumen bebas bunga agar terhindar dari riba. Selanjutnya, keuntungan yang diperoleh pada akhir periode akuntansi akan dikembalikan kepada peserta . emegang poli. , biasanya dalam bentuk pengurangan premi di masa depan. Pemenuhan seluruh prinsip tersebut menjadikan asuransi syariah dianggap sesuai dengan syariat Islam menurut mayoritas ulama. (Al-Amri et al. , 2. Asuransi Syariah dalam menjalankan kegiatan usahanya di dasarkan pada prinsip-prinsip hokum Islam yang mengacu kepada Al-QurAoan dan Hadist. Sebagaimana firman Allah SWT dalam potongan surat Al Maidah . : 2 berikut ini: AuSaling menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat keburukan dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah sesungguhnya siksaan Allah SWT sangatlah berat. Ay Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah SWT memerintahkan seluruh umat manusia untuk senantiasa berbuat kebaikan, termasuk dengan saling tolong-menolong. Hal ini juga yang berlaku pada praktik bisnis asuransi syariah (Apriyanti, 2. 148 | Benefits: Journal of Economics and Tourism. Vol. No. December 2025, pp. Tabel 1. Pertumbuhan Industri Asuransi Syariah Tahun 2018-2022 Indikator 2018 2019 2020 2021 2022 Perusahaan Asuransi Jiwa Syariah dengan Prinsip Syariah Perusahaan Asuransi Umum Syariah dengan Prinsip Syariah Perusahaan Reasuransi dengan Prinsip Syariah Perusahaan Asuransi Jiwa yang memiliki Unit Syariah Perusahaan Asuransi Umum yang memiliki Unit Syariah Perusahaan Reasuransi yang memiliki Unit Syariah Jumlah Sumber : Statistik Perasuransian OJK, 2022 Asuransi syariah di Indonesia terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu Perusahaan Asuransi Jiwa Syariah dengan Prinsip Syariah. Perusahaan Asuransi Umum Syariah dengan Prinsip Syariah. Perusahaan Reasuransi dengan Prinsip Syariah. Perusahaan Asuransi Jiwa yang memiliki Unit Syariah. Perusahaan Asuransi Umum yang memiliki Unit Syariah, dan Perusahaan Reasuransi yang memiliki Unit Syariah. Adanya pandemic COVID-19 mengakibatkan pertumbuhan asuransi syariah semakin menurun. Berdasarkan Statistik Perasuransian Syariah tahun 2022, tercatat bahwa jumlah industri asuransi syariah mencapai 58 unit yang terdiri atas berbagai jenis perusahaan sebagaimana tercantum dalam Daftar Perusahaan Asuransi Jiwa. Umum, dan Reasuransi Syariah/Unit Usaha Syariah (Pusat. Hal ini sangat disayangkan, mengingat Indonesia merupakan negara dengan mayoritas berpenduduk muslim. Asuransi syariah dapat menjadi pilihan alternatif dalam menyediakan layanan asuransi yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, seperti menjauhkan unsur ketidakpastian berlebihan, praktik judi, serta transaksi berbasis bunga. Salah satu isu yang paling relevan dalam asuransi syariah yaitu adanya tata kelola perusahaan yang berbagai sistem berlapis. Interaksi antara pemegang polis dan operator asuransi syariah berpotensi memunculkan masalah keagenan akibat asimetri informasi yang signifikan. Salah satu tantangan utama yang sering menjadi pembahasan dalam industri asuransi syariah adalah kondisi solvabilitas perusahaan. (Khan et al. , 2. Berdasarkan landasan konseptual, penelitian ini mengacu pada Financial Solvency Theory yang menekankan pentingnya keseimbangan antara aset dan 149 | Benefits: Journal of Economics and Tourism. Vol. No. December 2025, pp. liabilitas dalam menjaga stabilitas serta kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka panjang (Paper & Paper, 2. Dalam konteks keuangan Islam, teori ini dipadukan dengan kerangka MaqAid al-Sharah sebagaimana dijelaskan oleh Dusuki. Wajdi & Bouheraoua . , bahwa setiap aktivitas ekonomi harus berorientasi pada keadilan, kemaslahatan . , dan keberlanjutan usaha. Integrasi kedua konsep ini memberikan dasar teoretis yang kuat untuk menilai kesehatan keuangan perusahaan asuransi syariah, sekaligus memastikan bahwa pengelolaan aset dan liabilitas dilakukan sesuai prinsip syariah dan tanggung jawab sosial. Menurut Irham Fahmi . rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mengelola utang untuk memperoleh keuntungan sekaligus menjamin kemampuan pelunasan utang tersebut. Selain itu, menurut Mamduh M. Hanafi dan Abdul Halim . , rasio solvabilitas digunakan untuk menilai sejauh mana perusahaan dapat memenuhi kewajiban jangka panjangnya. Rasio ini juga dapat mengukur likuiditas jangka panjang perusahaan dengan fokus utama pada struktur modal di sisi pasiva neraca (Amelia et al. , 2. Beberapa penelitian terbaru telah menyoroti aspek solvabilitas dan kinerja keuangan asuransi syariah dari berbagai perspektif. Nurlatifah & Saputri . mengungkapkan bahwa faktor dana tabarruAo dan pertumbuhan investasi berperan penting dalam menjaga tingkat solvabilitas perusahaan asuransi syariah di Indonesia. Selanjutnya. Miranti & Meylianingrum, . menemukan bahwa meskipun pandemi COVID-19 menekan kinerja keuangan, industri asuransi syariah di kawasan MENA tetap mampu bertahan berkat dukungan aset jangka Sementara itu, (Pratiwi & Nofiyasari, 2. menegaskan bahwa dalam asuransi jiwa syariah, pengaruh premi dan RBC terhadap kinerja keuangan relatif kecil dibandingkan dengan return investasi. Namun, sebagian besar penelitian tersebut masih menggunakan data tahunan dan belum mengkaji kondisi solvabilitas pascapandemi secara mendalam. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lanjutan yang menggunakan data panel kuartalan untuk menilai pengaruh total aset dan liabilitas terhadap solvabilitas secara lebih komprehensif. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada penggunaan data panel triwulanan selama periode 2018Ae2022 yang mencakup fase sebelum dan sesudah pandemi COVID-19, serta fokus pada pengaruh total aset dan total liabilitas terhadap solvabilitas perusahaan asuransi syariah. Periode dan pendekatan ini jarang digunakan dalam penelitian terdahulu, sehingga memberikan pandangan empiris baru terhadap dinamika solvabilitas di sektor keuangan syariah Indonesia. Keseimbangan antara aset dengan liabilitas diperlukan untuk menilai kemampuan perusahaan asuransi dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya (Akuntansi dan Keuangan Islam et al. , 2. Perusahaan dengan aset yang lebih 150 | Benefits: Journal of Economics and Tourism. Vol. No. December 2025, pp. besar dibandingkan dengan liabilitas cenderung lebih stabil dalam jangka panjang, sedangkan liabilitas yang terlalu tinggi dapat mengurangi tingkat solvabilitas dan meningkatkan risiko finansial (Yulianti, 2. Menurut IAI . , aset merupakan sumber daya yang dimiliki atau dikendalikan oleh suatu perusahaan sebagai hasil dari transaksi atau kejadian sebelumnya, dan diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi perusahaan di masa depan (Jannah & Mildawati, 2. Selain aset, faktor lainnya yang berpengaruh terhadap solvabilitas asuransi adalah liabilitas. Menurut Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) yang terdapat dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 57, liabilitas didefinisikan sebagai kewajiban di masa kini suatu perusahaan yang timbul dari transaksi atau kejadian di masa lalu, yang penyelesaiannya diperkirakan akan mengakibatkan arus keluar sumber daya ekonomi perusahaan (Tulaila & Rochmatullah, 2. Xu et al. dalam penelitiannya berfokus pada dua jenis aset investasi utama yang memengaruhi solvabilitas perusahaan asuransi non-jiwa di Tiongkok yaitu dengan menggunakan saham dan deposito berjangka sebagai indikator Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa faktor saham dan deposito berjangka memiliki korelasi positif dengan solvabilitas. NovoviN et al. dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh cadangan teknis dan kewajiban jangka pendek terhadap solvabilitas asuransi Jiwa di Montenegro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel cadangan teknis dan kewajiban jangka pendek memiliki pengaruh signifikan terhadap solvabilitas asuransi jiwa di Montenegro. Ambarwati & Hasib . menyimpulkan pada penelitiannya bahwa ukuran perusahaan, hasil investasi, dan profitabilitas secara simultan berpengaruh signifikan terhadap solvabilitas. Ukuran perusahaan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap solvabilitas. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa hasil investasi dan profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap solvabilitas asuransi syariah di Indonesia pada tingkat signifikansi 5% selama periode 2012Ae2016. Rahmawati . melakukan penelitian mengenai pengaruh premi, dana tabarruAo, klaim dan likuiditas terhadap solvabilitas dana perusahaan asuransi jiwa syariah di indonesia . eriode 2014-2. yang menyimpulkan bahwa premi dan klaim berpengaruh positif dan signifikan terhadap solvabilitas dana perusahaan, dana tabarruAo berpengaruh positif namun tidak signifikan sedangkan likuiditas berpengaruh negatif dan tidak signifikan. Dengan mempertimbangkan kondisi industri asuransi syariah yang masih mengalami fluktuasi serta tantangan dalam menjaga solvabilitas akibat ketidakseimbangan antara total aset dan liabilitas, maka penelitian ini menjadi penting untuk dilakukan. Urgensi penelitian ini terletak pada perlunya pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor keuangan utama yang 151 | Benefits: Journal of Economics and Tourism. Vol. No. December 2025, pp. memengaruhi solvabilitas perusahaan asuransi syariah, sehingga hasilnya dapat digunakan sebagai dasar perumusan strategi pengelolaan keuangan yang berkelanjutan dan sesuai prinsip syariah. Berdasarkan hal tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh total aset dan total liabilitas terhadap solvabilitas perusahaan asuransi syariah di Indonesia selama periode kuartal I 2018 hingga kuartal IV 2022. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi dalam dua aspek. Secara teoritis, penelitian ini memperkaya literatur mengenai pengelolaan keuangan berbasis syariah dengan mengintegrasikan Financial Solvency Theory dan prinsip Maqashid Syariah dalam analisis solvabilitas. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi perusahaan asuransi syariah untuk menyusun strategi pengelolaan aset dan liabilitas yang lebih efektif, serta bagi regulator seperti OJK dalam merumuskan kebijakan solvabilitas yang adaptif terhadap kondisi ekonomi pascapandemi. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan yang telah dipublikasikan oleh asuransi syariah di Indonesia di website resmi masing-masing asuransi syariah. Penelitian ini menggunakan data sekunder dalam bentuk data panel. Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah empat perusahaan asuransi syariah di Indonesia pada periode kuartal I 2018 hingga kuartal IV 2022. Pemilihan sampel tersebut dilakukan karena data laporan keuangan triwulanan tersedia secara konsisten selama periode penelitian, serta perusahaan tersebut aktif dan terdaftar di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kriteria ini dipilih agar sampel dapat merepresentasikan kondisi aktual industri asuransi syariah di Indonesia secara menyeluruh. Pendekatan pemilihan sampel berdasarkan kelengkapan data dan representasi industri telah banyak digunakan dalam penelitian serupa sebelumnya (Ambarwati & Hasib, 2. Asuransi syariah tersebut meliputi Asuransi Sinar Mas Unit Syariah. Asuransi Jasa Mitra Abadi Syariah. Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Syariah dan Asuransi Sun Life Unit Syariah. Kriteria yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah asuransi syariah di Indonesia yang memiliki laporan keuangan triwulan pada kuartal I 2018 sampai dengan kuartal IV 2022. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa laporan keuangan triwulan asuransi syariah yang ada di Indonesia. Data tersebut dapat diperoleh dengan cara mengakses langsung dari situs resmi asuransi syariah yang bersangkutan yang menyediakan laporan keuangan. Penelitian ini dibantu menggunakan software Eviews 12 SV dan Microsoft Excel. 152 | Benefits: Journal of Economics and Tourism. Vol. No. December 2025, pp. Variabel Tabel 2. Definisi Operasional Variabel Proksi Pegukuran Proksi Variabel Variabel Penelitian Sumber Dependen Solvabilitas Rasio Solvabilitas Mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya Irham Fahmi . Jumlah seluruh sumber daya ekonomi yang dimiliki perusahaan IAI . Jannah & Mildawati . Independen Aset Liabilitas Total Aset Perusahaan Total Kewajiban Perusahaan Jumlah kewajiban finansial yang timbul PSAK 57 (IFRS). Tulaila dari transaksi masa lalu & Rochmatullah . 1 dan harus diselesaikan di masa depan Penelitian ini menggunakan metode analisis data pemodelan regresi data Adapun langkah-langkah analisis data dalam penelitian ini adalah sebagai Penelitian ini dilakukan menggunakan aplikasi Eviews 12 SV dan Microsoft Excel. Langkah-langkah yang dilakukan untuk memodelkan data aset dan liabilitas empat asuransi syariah di Indonesia pada periode kuartal I 2018 sampai dengan kuartal IV 2022 dengan regresi data panel adalah sebagai berikut: Melakukan analisis statistika deskriptif untuk variabel dependen, yaitu Melakukan pengujian untuk memilih model regresi data panel dengan: Melakukan uji Chow Jika H0 gagal ditolak maka dipilih model CEM dan pengujian Jika H0 ditolak maka dipilih model FEM dan pengujian berlanjut . eruskan ke langkah pengujian 2. Melakukan uji Hausman. Jika H0 gagal ditolak maka dipilih model REM dan pengujian Jika H0 ditolak maka dipilih model FEM dan pengujian berlanjut . eruskan ke langkah pengujian 2. Melakukan uji Multikolinieritas . ji asumsi klasi. Gujarati . Sarwoko . Aulia . dalam buku Ajija dkk . menyimpulkan bahwa AuKeunggulan lain pada data panel yaitu data panel 153 | Benefits: Journal of Economics and Tourism. Vol. No. December 2025, pp. memiliki implikasi tidak harus dilakukan pengujian asumsi klasikAy. data panel tidak membutuhkan pengujian asumsi klasik seperti normalitas atau autokorelasi. Hasil Dan Pembahasan Hasil Penelitian 1 Analisis Statistika Deskriptif Berikut analisis statistika Solvabilitas Asuransi Sinar Mas Unit Syariah. Asuransi Jasa Mitra Abadi Syariah. Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Syariah dan Asuransi Sun Life Unit Syariah pada periode kuartal I 2018 sampai dengan kuartal IV 2022: Gambar 1. Tingkat Solvabilitas Berdasarkan Gambar 1 dapat diketahui bahwa sumbu vertikal merupakan nilai Solvabilitas. Sedangkan sumbu horizontal merupakan periode kuartal I 2018 sampai dengan kuartal IV 2022. Garis berwarna biru merupakan nilai solvabilitas perusahaan Asuransi Jasa Mitra Abadi Syariah sedangkan garis berwarna merah merupakan nilai solvabilitas perusahaan Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Syariah. Untuk garis hijau merupakan nilai solvabilitas perusahaan Asuransi Sinar Mas Unit Syariah dan garis warna ungu merupakan nilai solvabilitas perusahaan Asuransi Sun Life Unit Syariah. Berdasarkan Gambar 1 dapat diketahui bahwa rata-rata nilai Solvabilitas Asuransi Sinar Mas Unit Syariah. Asuransi Jasa Mitra Abadi Syariah. Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Syariah dan Asuransi Sun Life Unit Syariah pada periode kuartal I 2018 sampai dengan kuartal IV 2022 sebesar 100000,00 untuk Asuransi Jasa Mitra Abadi Syariah, 300000,00 untuk Asuransi Jiwa Manulife 154 | Benefits: Journal of Economics and Tourism. Vol. No. December 2025, pp. Indonesia Syariah dan Asuransi Sinar Mas Unit Syariah, 40000,00 untuk Asuransi Sun Life Unit Syariah. Secara umum, nilai solvabilitas Asuransi Jasa Mitra Abadi Syariah dan Asuransi Sun Life Unit Syariah pada periode kuartal I 2018 sampai dengan kuartal IV 2022 mengalami penurunan pada nilai solvabilitasnya sehingga hal tersebut menunjukkan bahwa perusahaan tidak dapat mengukur dengan baik terkait kemampuannya dalam memenuhi kewajiban-kewajiban jangka Asuransi Sinar Mas Unit Syariah dan Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Syariah pada periode kuartal I 2018 sampai dengan kuartal IV 2022 mengalami peningkatan pada nilai solvabilitasnya sehingga hal tersebut menunjukkan bahwa perusahaan dapat mengukur dengan baik terkait kemampuannya dalam memenuhi kewajiban-kewajiban jangka panjang. 2 Analisis Regresi Data Panel Melakukan Uji Chow Uji Chow, yang dikembangkan oleh ekonom Gregory Chow, adalah uji signifikansi statistik yang digunakan untuk menentukan apakah koefisien yang termasuk dalam dua model regresi yang berbeda berdasarkan dua set data yang berbeda dapat dibandingkan. Uji ini biasa digunakan dalam ekonometrika dengan data runtun waktu untuk mengetahui apakah ada perubahan struktural dalam data. Jika ditemukan perubahan struktural dalam data, maka itu menunjukkan bahwa koefisien antar garis regresi tidak sama (Upendra et al. , 2023. Gagasan dasar dari model regresi adalah bahwa pola data bergantung pada variabel independen dan dependen. Variabel dianggap tetap selama periode pengumpulan data. Berdasarkan asumsi ini, model regresi linear tunggal cocok digunakan. Namun, ketika ada dugaan perubahan dalam pola data, maka model tunggal mungkin tidak sesuai dan diperlukan lebih dari satu model regresi. Perubahan semacam ini disebut sebagai perubahan struktural dalam parameter model. Contohnya, jika kita memiliki data pola konsumsi selama beberapa tahun dan terjadi perang dalam periode tersebut, maka akan ada perbedaan struktur sebelum dan sesudah perang. Dalam kasus ini, sebaiknya digunakan dua model regresi yang berbeda: satu untuk data sebelum perang dan satu untuk sesudahnya Jadi, jika model ycycn = yu0 yu1ycuycn1 yu2ycuycn2 Oe Oe Oe yuycoycuycnyco yuNycn, ycn = 1,2. Oe Oe Oe, ycu Jika model tersebut diestimasi di sana, maka koefisien regresi berubah antara periode sebelum dan sesudah perang. Perubahan semacam ini disebut 155 | Benefits: Journal of Economics and Tourism. Vol. No. December 2025, pp. sebagai perubahan struktur atau kerusakan struktur data. Dalam kasus ini, pilihan yang lebih baik adalah membuat dua model regresi linear yang independen: satu untuk data sebelum perang dan satu untuk data setelah Dalam contoh lain, misalkan variabel yang dikaji adalah pendapatan individu dan variabel penjelasnya adalah jumlah tahun pendidikan. Di sini dipahami bahwa tujuannya adalah untuk mengetahui apakah terdapat diskriminasi kecil antara gaji pria dan wanita. Untuk mengetahuinya. Anda dapat membuat dua model regresi yang berbeda: satu untuk karyawan pria dan satu untuk karyawan wanita. Dengan menghitung dan membandingkan konstanta regresi dari kedua model, kita dapat. Secara teknis, uji Chow menguji hipotesis nol bahwa koefisien regresi dan intersep dari dua model adalah sama. Jika hipotesis ini ditolak, maka dapat disimpulkan bahwa ada perubahan dalam struktur hubungan antar Perhitungan dilakukan dengan membandingkan jumlah kuadrat UJI CHOW Redundant Fixed Effects Tests Equation: Untitled Test cross-section fixed effects Effect Test Statistic Prob. Cross-section F . Cross-section Chi-square residu (RSS) dari model-model yang dianalisis menggunakan statistik uji F. Syarat utama untuk melakukan uji ini adalah bahwa jumlah observasi dalam masing-masing kelompok harus lebih besar dari jumlah variabel independen, agar estimasi regresi tetap stabil (Upendra et al. , 2023. Berdasarkan tabel 3 menunjukkan bahwa output Uji Chow (Redundant Fixed Effects Tes. , diperoleh nilai probabilitas . -valu. sebesar 0000 untuk baik uji F maupun uji Chi-Square, yang berarti lebih kecil dari tingkat signifikansi 5% . Dengan demikian, hipotesis nol (HCA) ditolak, yang mengindikasikan bahwa model Common Effect tidak cukup baik untuk digunakan. Penolakan terhadap HCA menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antar unit cross-section, sehingga model Fixed Effect lebih tepat digunakan. Artinya, dalam data panel yang dianalisis, setiap entitas 156 | Benefits: Journal of Economics and Tourism. Vol. No. December 2025, pp. eperti perusahaan, wilayah, atau individ. memiliki karakteristik unik yang memengaruhi hasil regresi dan tidak dapat diabaikan. Hal ini menunjukkan bahwa model fixed effect lebih tepat digunakan dibandingkan model common effect, karena terdapat perbedaan signifikan antar crosection dalam data panel yang dianalisis. Melakukan Uji Hausman Penolakan Uji Hausman diartikan sebagai pengujian untuk memilih model yang terbaik yaitu antara fixed effect model dengan random effect Uji Hausman atau yang sering disebut dengan istilah Hausman Test adalah uji yang digunakan untuk menentukan metode yang terbaik antara fixed effect ataukah random effect. Dalam kesempatan ini akan kita bahas bagaimana cara melakukan Hausman Test dengan Eviews Dalam Regresi Data Panel. Uji Hausman bertujuan untuk menentukan model yang terbaik antara pendekatan efek acak . andom effec. dan metode efek tetap . ixed effec. yang sebaiknya dilakukan dalam pemodelan data panel. Dasar pengambilan keputusan dalam uji hausman dilihat dari nilai probability cross-section random. Jika nilai probability cross-section random < 0,05, maka model yang dipilih adalah pendekatan efek tetap . ixed effec. Jika nilai probability cross-section random > 0,05, maka model yang dipilih adalah pendekatan efek acak . andom effec. UJI HAUSMAN Correlated Random Effect - Hausman Test Equation: Untitled Test cross-section random effects Test Summary Cross-section random Chi-Sq. Statistic Chi-Sq. Prob. Berdasarkan tabel 4 menunjukkan bahwa hasil Uji Hausman, diperoleh nilai Chi-Square Statistic sebesar 0. 2481 dengan derajat kebebasan . = 2 dan nilai probabilitas . -valu. Karena nilai probabilitas tersebut lebih besar dari tingkat signifikansi 5% . , maka hipotesis nol (HCA) tidak ditolak. Artinya, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara estimasi model Fixed Effect dan Random Effect. Dengan demikian, model Random Effect dinyatakan lebih tepat dan efisien untuk digunakan dalam penelitian 157 | Benefits: Journal of Economics and Tourism. Vol. No. December 2025, pp. ini, karena diasumsikan bahwa variabel individual tidak berkorelasi dengan variabel independen dalam model. Melakukan Estimasi Model Random Effect Model (REM) adalah salah satu pendekatan dalam estimasi regresi data panel. Model ini digunakan ketika efek individu . nit cross-sectio. diasumsikan bersifat acak . dan tidak tetap seperti pada Fixed Effect Model (FEM). REM mengasumsikan bahwa intersep untuk setiap unit individu bukan merupakan parameter tetap, melainkan berasal dari suatu distribusi acak. Menurut Agus Widarjono . dan Hsiao . REM lebih tepat digunakan jika terdapat banyak individu dan pengaruh individual terhadap variabel dependen dianggap acak, serta tidak berkorelasi dengan variabel independen dalam model. REM diestimasi menggunakan metode Generalized Least Square (GLS) karena dapat mengatasi masalah autokorelasi dan heteroskedastisitas yang mungkin muncul antar unit atau REM memiliki keunggulan dibanding FEM karena tidak mengurangi derajat kebebasan secara signifikan, sehingga lebih efisien dalam mengestimasi parameter ketika jumlah unit sangat besar. Namun. REM hanya valid jika asumsi bahwa error individu tidak berkorelasi dengan variabel independen terpenuhi. Jika asumsi ini tidak valid, maka model REM akan menghasilkan estimasi yang bias (Salsabila et al. , 2. ESTIMASI MODEL REM Method: Panel EGLS (Cross-section random effects Date: 06/15/25 Time: 11:23 Sampel: 2018Q1 2022Q4 Periods include: 20 Cross-section include: 4 Total panel . obsevations: 80 Swamy and Arora estimator of component variances Variabel Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. 2,069,507 2,783,097 -5,771,794 Berdasarkan tabel 5 menunjukkan bahwa hasil estimasi diperoleh koefisien dan signifikansi masing-masing variabel sebagai berikut: 158 | Benefits: Journal of Economics and Tourism. Vol. No. December 2025, pp. Konstanta (C) bernilai 208181. 7 dengan nilai probabilitas 0. 0419 (< 0. Ini menunjukkan bahwa konstanta dalam model signifikan secara statistik, artinya ketika variabel independen X1 dan X2 bernilai nol, maka nilai variabel dependen (Y) diperkirakan sebesar 208181. Variabel X1 memiliki koefisien 0. 143749 dan nilai probabilitas 0. 0068 (< Hal ini berarti X1 berpengaruh positif dan signifikan terhadap Y. Setiap peningkatan X1 sebesar 1 unit, maka Y akan meningkat sebesar 143749, ceteris paribus. Variabel X2 memiliki koefisien -0. 560203 dan nilai probabilitas 0. 0000 (< Ini menunjukkan bahwa X2 berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Y. Artinya, jika X2 meningkat 1 unit, maka Y akan menurun 560203, dengan asumsi variabel lain tetap. Model diestimasi menggunakan metode Panel EGLS (Cross-section random effect. dengan periode 2018Q1 sampai 2022Q4, total observasi sebanyak 80, dan 4 cross-section . Semua variabel dalam model . X1, dan X. signifikan pada tingkat signifikansi 5%, sehingga model Random Effect yang digunakan layak dan dapat diandalkan untuk menjelaskan pengaruh X1 dan X2 terhadap variabel Y. Variabel X1 meningkatkan Y, sedangkan X2 justru menurunkan nilai Y. Melakukan Uji Simultan atau F Uji F atau Uji Simultan adalah salah satu uji statistik yang digunakan dalam analisis regresi linier berganda untuk mengetahui apakah seluruh variabel independen secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Uji F digunakan untuk melihat apakah variabel bebas seperti kualitas produk dan kualitas layanan secara simultan berpengaruh terhadap kepuasan konsumen. Jika nilai signifikansi < 0,10 maka HCA ditolak, yang berarti bahwa terdapat pengaruh simultan antara variabel-variabel bebas terhadap variabel terikat. Menurut (Maria & Anshori, 2. Vandro . menjelaskan bahwa uji F berfungsi untuk menguji pengaruh kompensasi finansial dan nonfinansial secara bersama-sama terhadap kinerja Hasil uji F dinyatakan signifikan apabila nilai signifikansi < 0,05 atau Fhitung > Ftabel. Sementara itu, (A Ni Wayan et al. , 2. menyatakan bahwa Uji F adalah pengujian parameter regresi secara simultan untuk melihat apakah seluruh variabel bebas dalam model regresi memiliki pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat. Uji ini dilakukan dengan membandingkan nilai Fhitung dengan Ftabel berdasarkan distribusi F, dan dihitung menggunakan rumus: 159 | Benefits: Journal of Economics and Tourism. Vol. No. December 2025, pp. ya= ycI2 /. co Oe . 1OeycuOeyco Jika Fhitung > Ftabel, maka model regresi dinyatakan layak secara simultan Uji Signifikansi Parameter / Uji F Weighted Statistics R-squared Adjusted Rsquared of regression F-statistic Prob(F-statisti. Mean dependent var dependent var Sum squared resid Durbin-Watson stat 79E 11 Berdasarkan tabel 6 menunjukkan bahwa hasil Uji F, diketahui bahwa nilai probabilitas (Prob(F-statisti. ) sebesar 0. 000001, yang jauh di bawah tingkat signifikansi 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa secara bersama-sama, variabel-variabel independen yang digunakan dalam model berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Selain itu, nilai R-squared sebesar 0,310943 mengindikasikan bahwa model mampu menjelaskan variasi data sebesar 31,09%, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain di luar Melakukan Uji Parsial atau T Menurut Sujarweni . , uji t merupakan metode untuk menguji signifikansi pengaruh masing-masing variabel independen (X1. X2. terhadap variabel dependen (Y) secara parsial. Pedoman pengambilan keputusannya yaitu apabiila nilai signifikansi . > 0,05 maka hipotesis nol (H. diterima, sedangkan jika sig < 0,05 maka Ho ditolak (Amelia et al. , 2. Uji Parsial (Uji . dilakukan untuk mengetahui signifikansi variabel prediktor secara individu terhadap variabel respon (Salsabila et al. , 2. Uji Parsial / Uji T Method: Panel EGLS (Cross-section random effects Date: 06/15/25 Time: 11:23 Sampel: 2018Q1 2022Q4 Periods include: 20 160 | Benefits: Journal of Economics and Tourism. Vol. No. December 2025, pp. Cross-section include: 4 Total panel . obsevations: 80 Swamy and Arora estimator of component variances Variabel Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. 2,069,507 2,783,097 -5,771,794 Berdasarkan tabel 7 menunjukkan bahwa secara parsial, variabel Total Aset . alam juta rupia. (X. dan Total Liabilitas . alam juta rupia. (X. memiliki pengaruh terhadap variabel Total Solvabilitas (Y). Melakukan Uji Multikolinieritas . ji asumsi klasi. Menurut Setiwan, dkk . , uji multikolinieritas bertujuan untuk mendeteksi adanya korelasi yang signifikan antar variabel independen dalam suatu penelitian. Jika ditemukan korelasi yang kuat antara variabel-variabel bebas tersebut, hal ini mengindikasikan bahwa variabel-variabel tersebut sebenarnya mengukur konsep yang serupa. Akibatnya, variabel-variabel ini tidak dapat digunakan secara efektif untuk menilai pengaruhnya, baik secara bersama-sama maupun individual, terhadap variabel dependen (Amelia et al. Uji Multikolinieritas VIF Table 8. Uji Multikolinieritas Berdasarkan pada tabel 8 menunjukkan bahwa hasil uji multikolinieritas menunjukkan bahwa nilai VIF < 0,8, yang mengindikasikan bahwa tidak terdapat multikolinearitas dalam data yang digunakan. Multikolinearitas sendiri merupakan kondisi di mana terdapat korelasi yang tinggi . ebih dari 0,. antara dua atau lebih variabel independen. Melakukan Interpretasi model Dari hasil analisis yang telah dilakukan, maka diperoleh model REM sebagai berikut: = 208181. 143749 XCA . XCC 161 | Benefits: Journal of Economics and Tourism. Vol. No. December 2025, pp. Berdasarkan uji parsial yang telah dilakukan di atas, dapat diketahui bahwa Total Aset (XCA) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Tingkat Solvabilitas (). Sehingga jika setiap kenaikan total aset sebesar 1 rupiah, solvabilitas perusahaan asuransi syariah akan meningkat sebesar 0,143749 poin, dengan asumsi variabel lain tetap. Liabilitas (XCC) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap solvabilitas. Sehingga jika setiap kenaikan liabilitas sebesar 1 rupiah, solvabilitas akan turun sebesar 0,560203 poin, ceteris paribus. Konstanta . menunjukkan bahwa jika tidak ada variabel total aset (XCA) dan liabilitas (XCC), tingkat solvabilitas perusahaan asuransi syariah secara rata-rata adalah 181,7. Pembahasan Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan model Random Effect, diperoleh bahwa variabel total aset (XCA) berpengaruh positif dan signifikan terhadap solvabilitas (Y) perusahaan asuransi syariah di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar total aset yang dimiliki perusahaan, maka semakin tinggi pula kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka Hasil ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Irham Fahmi . yang menyatakan bahwa rasio solvabilitas mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mengelola aset dan kewajiban guna menjamin kemampuan pelunasan utang. Dengan demikian, peningkatan total aset mencerminkan peningkatan kapasitas keuangan perusahaan untuk menanggung risiko dan memenuhi kewajiban kepada peserta asuransi. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Xu et al. yang menyimpulkan bahwa aset investasi seperti saham dan deposito berjangka memiliki hubungan positif terhadap solvabilitas perusahaan asuransi non-jiwa di Tiongkok. Temuan ini juga didukung oleh penelitian Ambarwati dan Hasib . yang menemukan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap solvabilitas asuransi syariah di Indonesia. Artinya, perusahaan dengan aset yang besar cenderung memiliki struktur keuangan yang lebih stabil sehingga mampu menjaga tingkat solvabilitas yang sehat. Sementara itu, variabel total liabilitas (XCC) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap solvabilitas. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi liabilitas yang dimiliki perusahaan, maka solvabilitasnya akan menurun. Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan liabilitas tanpa diimbangi dengan pertumbuhan aset yang memadai dapat memperburuk posisi keuangan perusahaan dan menurunkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka Temuan ini konsisten dengan penelitian NovoviN et al. yang 162 | Benefits: Journal of Economics and Tourism. Vol. No. December 2025, pp. menjelaskan bahwa kewajiban jangka pendek dan cadangan teknis berpengaruh signifikan terhadap penurunan solvabilitas asuransi jiwa di Montenegro. Hasil tersebut juga memperkuat penelitian Rahmawati . yang menyatakan bahwa likuiditas berpengaruh negatif terhadap solvabilitas dana perusahaan asuransi jiwa syariah di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa apabila kewajiban meningkat tanpa adanya peningkatan aset produktif yang memadai, maka solvabilitas akan menurun. Dengan demikian, keseimbangan antara aset dan liabilitas menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keuangan perusahaan asuransi syariah. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini membuktikan bahwa pengelolaan aset dan liabilitas yang efektif sangat krusial bagi perusahaan asuransi syariah. Penguatan pada sisi aset, khususnya aset produktif seperti investasi syariah, dapat meningkatkan solvabilitas perusahaan. Sebaliknya, akumulasi liabilitas yang berlebihan dapat menurunkan kemampuan perusahaan dalam menjaga kesehatan keuangan jangka panjang. Oleh karena itu, perusahaan asuransi syariah di Indonesia perlu menerapkan strategi manajemen aset dan liabilitas (Asset and Liability Managemen. yang efisien serta sesuai prinsip syariah untuk memastikan keberlanjutan operasional dan stabilitas finansialnya. Kesimpulan Penelitian ini menunjukkan bahwa total aset berkontribusi positif dan signifikan terhadap tingkat solvabilitas perusahaan asuransi syariah di Indonesia. Setiap peningkatan dalam total aset diharapkan dapat meningkatkan solvabilitas, yang mengindikasikan bahwa perusahaan dengan jumlah aset yang lebih besar cenderung lebih stabil dalam memenuhi kewajiban jangka panjang. Di sisi lain, total liabilitas memiliki dampak negatif dan signifikan terhadap solvabilitas. Peningkatan liabilitas dapat mengurangi kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya, yang berpotensi meningkatkan risiko Keseimbangan antara total aset dan total liabilitas sangat krusial. Perusahaan yang berhasil mengelola kedua aspek ini dengan baik akan menunjukkan tingkat solvabilitas yang lebih tinggi, memungkinkan mereka untuk beroperasi dengan lebih aman dan efisien. Temuan ini menekankan pentingnya bagi perusahaan asuransi syariah untuk mengelola aset dan liabilitas secara efektif dalam strategi bisnis mereka, guna menjaga kinerja keuangan yang optimal dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Saran Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh total aset dan liabilitas terhadap tingkat solvabilitas perusahaan asuransi syariah di Indonesia, terdapat 163 | Benefits: Journal of Economics and Tourism. Vol. No. December 2025, pp. beberapa implikasi yang dapat dijadikan pertimbangan bagi berbagai pihak, baik secara praktis maupun teoretis. Implikasi Praktis Bagi perusahaan asuransi syariah, temuan penelitian ini adalah pentingnya pengelolaan aset secara produktif dan efisien agar perusahaan mampu menjaga tingkat solvabilitasnya. Peningkatan investasi pada instrumen keuangan syariah yang aman dan bernilai tambah, seperti sukuk, deposito syariah, atau reksa dana syariah, menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi keuangan perusahaan. Bagi perusahaan pengelolaan liabilitas, perusahaan perlu mengatur struktur kewajiban secara seimbang dengan mempertimbangkan kemampuan aset yang dimiliki. Manajemen liabilitas yang bijak dapat membantu perusahaan menghindari risiko gagal bayar dan menjaga kestabilan finansial jangka Prinsip Asset and Liability Management (ALMA) berbasis syariah dapat dijadikan acuan dalam menyusun strategi pengelolaan risiko yang selaras dengan prinsip kehati-hatian. Bagi perusahaan regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun Dewan Syariah Nasional, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar dalam memperkuat kebijakan dan pengawasan terhadap tingkat solvabilitas minimum (Risk-Based Capita. pada perusahaan asuransi syariah. Regulator juga diharapkan dapat mengembangkan panduan investasi syariah yang lebih komprehensif untuk menjaga stabilitas industri keuangan syariah Implikasi Teoretis Secara teoritis, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap literatur keuangan syariah dengan memperjelas bahwa solvabilitas tidak hanya dipengaruhi oleh besarnya aset dan liabilitas, tetapi juga mencerminkan keseimbangan antara keberlanjutan usaha dan prinsip Maqashid Syariah. Artinya, perusahaan yang mampu menjaga kestabilan keuangan tanpa melanggar nilai-nilai syariah akan memiliki daya tahan yang lebih baik. Secara akademis, hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi dalam pengembangan model empiris yang mengaitkan faktor-faktor keuangan dengan prinsip etika dan keadilan dalam sistem ekonomi Islam. 164 | Benefits: Journal of Economics and Tourism. Vol. No. December 2025, pp. Saran untuk peneitian Selanjutnya Penelitian mendatang disarankan untuk menambahkan variabel lain seperti profitabilitas, ukuran perusahaan atau hasil investasi guna memberikan gambaran yang lebih luas mengenai faktor-faktor yang memengaruhi solvabilitas. Selain itu, cakupan penelitian dapat diperluas dengan melibatkan lebih banyak perusahaan asuransi syariah atau memperpanjang periode observasi agar diperoleh hasil yang lebih representatif, terutama setelah periode pandemi COVID-19. Pendekatan penelitian campuran . ixed method. yang memadukan analisis kuantitatif dan kualitatif juga dapat digunakan agar hasil kajian tidak hanya menggambarkan hubungan statistik, tetapi juga menjelaskan praktik manajemen keuangan syariah secara lebih mendalam. DAFTAR PUSTAKA