Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 8. No 1. Mei 2024 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: https://doi. org/10. 32696/ajpkm. PENGELOLAAN MAKANAN SEHAT UNTUK MENGATUR KEUANGAN RUMAH TANGGA BAGI PEGAWAI DAN TUTOR YAYASAN SAS ANA GROUP Rizqy Fadhlina Putri1. Rini Fadhillah Putri2. Nur Asyah3* Akuntansi. Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah. Medan. Indonesia Pend. Bahasa Inggris. Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah. Medan. Indonesia Bimbingan Konseling. Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah. Medan. Indonesia *Korespondensi : . izqyfadhlina@umnaw. ABSTRAK Tujuan pelaksanaan pengabdian program kemitraan masyarakat ini adalah Meningkatkan mengelola makanan sehat dengan bahan sederhana, menjadi makanan mewah. Meningkatkan pengelolaan keuangan dalam menyesuaikan pendapatan dengan pengeluaran. Meningkatkan keterampilan mitra dalam mengelola keuangan sehari-hari. Meningkatkan pemahaman tutor dalam mengelola keuangan dengan baik dengan menuliskan buku harian pengeluaran. Solusi yang ditawarkan tim pengabdi adalah memberikan pelatihan mengolahan makanan sehat dengan langsung melaksanakan praktek kepada para tutor, serta mengolah makanan sederhana menjadi makanan restoran ternama, tim pengabdi akan melakukan pengolahan makanan steak tempe, nugget tahu dan makanan jamur yang disajikan dalam bentuk mewah, sehingga para tutor mampu mengolah keuangan dengan baik dan benar, tanpa harus membeli makanan diluaran, selain memangkas pengeluaran para tutor juga menjadi lebih sehat dan mampu mengontrol makanan yang baik untuk para tutor, tutor juga mampu menghemat keuangan dengan tepat. Hasil yang diperoleh adalah membuka pemikiran mitra dalam mengelola keuangan akan memberikan kontribusi dalam mengatur dan menggunakan keuangan dengan baik, sehingga tidak konsumtif dalam menjalani kehidupan sehari-hari, terutama dalam konsumsi makanan di luar seperti cafe atau tempat jajan lainnya. Kata kunci: Pengelolaan keuangan. Pengelolaan makanan. Pemahaman ABSTRACT The aim of implementing this community partnership program is to improve the management of healthy food using simple ingredients in luxury food. Improving financial management in adjusting income with Improve partners' skills in managing daily finances and improve tutors' understanding of managing finances well by writing an expenditure diary. The solution offered by the service team is to provide training in processing healthy food by directly carrying out practices for the tutors, as well as processing simple food into restaurant food. well-known, the service team will process tempeh steaks, tofu nuggets, and mushroom dishes which are served in luxurious forms, so that the tutors can manage their finances properly and correctly, without having to buy food outside, apart from cutting expenses the tutors also become healthier and more capable. controlling good food for tutors, tutors are also able to save finances appropriately. The results obtained are that opening partners' minds in managing finances will contribute to managing and using finances well, so that they are not wasteful in their daily lives, especially when consuming food outside such as at cafes or other snack places. Keywords: Financial management. Food management. Understanding Submit: Oktober 2023 Diterima: November 2023 Publis: Mei 2024 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Mengatur keuangan untuk mengolah bahan makanan dengan menggunakan bahan sederhana menjadi makanan restoran atau makan cafe, sehingga pengeluaran para tutor sesuai dengan Dalam hal ini diperlukan Russel keuangan yang ditinjau sangatlah penting untuk kebutuhan hidup di dalam rumah tangga, manajemen keuangan di dalam rumah tangga akan terlihat lebih baik apabila dikendalikan oleh istri ini dikarenakan seorang istri akan terlihat lebih mampu di dalam mengendalikan suatu proses setiap kebutuhan di dalam rumah tangga serta mampu membuat perencanaan-perencanaan anggaran yang diperlukan secara sederhana untuk mencapai suatu kepuasaan tersendiri serta untuk mencegah perselisihan di dalam rumah tangga . Selanjutnya Bryne menjelaskan bahwa pengetahuan keuangan yang rendah akan keuangan yang salah, dan menyebab-kan bias dalam pencapaian kesejahteraan di saat usia tidak produktif lagi. Sebaliknya, dengan tingkat literasi keuangan yang tinggi seorang ibu rumah tangga diharapkan dapat memperkirakan berapa persen dari pendapatan yang di alokasikan untuk konsumsi, tabungan, dan investasi . Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kualitas keuangan rumah tangga didasari pengetahuan dan pengelolaan yang perekonomiaan dan mampu mengenal dengan tepat, sehingga efisien dan efektif dalam mengelola kegiatan Permasalahan Prioritas Mitra Berdasarkan permasalahan yang di ungkapkan diatas, maka dapat dijelaskan Vol. 8 No. Mei 2024 bahwa masalah prioritas yang akan diselesaikan pada mitra adalah: Para tutor tidak memiliki catatan harian dalam mengatur keuangan Belum pendampingan dan pelatihan yang Pemerintah mengembangkan kemampuan tutor dalam meningkatkan kualitas dan keuangan melalui makanan Mitra masih mengeluarkan uang untuk membeli makanan, bahkan makanan yang kurang sehat dan masih mahal, sehingga pengeluaran Mitra pengelolaan keuangan yang baik terutama pada penentuan pendapatan dan pengeluaran. Mitra masih membutuhkan pelatihan dalam menentukan makanan yang tepat dalam mengelola pengeluaran Solusi yang ditawarkan Solusi yang akan ditawarkan adalah melakukan pendamping intensif kepada para tutor dengan memfokuskan peningkatkan keterampilan tutor dalam melaksanakan proses pembelajaran, kegiatannya adalah: Focus Group Discussion (FGD), keterbatasan para tutor dalam mendesain pengelolaan keuangan Keterbatasan para tutor untuk makanan mewah dan sehat Keterbatasan pengetahuan mitra Pembentukan mengenai kemampuan pengelolaan Kegiatan ini akan mempeoleh data pengetahuan. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) bekerjasama dan tanggung jawab Peningkatan kreativitas dan inovatif pengeluaran keuangan Peningkatan pemahaman mitra dengan memberikan pelayanan yang baik dalam pengelolaan keuangan, mitra akan memiliki catatan Vol. 8 No. Mei 2024 evaluasi pendampingan dengan menyebar angket skala Likert oleh pembantu lapangan kegiatan keberlanjutan dengan melakukan membuat group tanya jawab melalui Whatapps Group HASIL DAN PEMBAHASAN Selain berubah persepsi tentang pembelajaran dengan perkembangan peserta didik yang terintegrasi dengan media social. Kegiatan ini memberikan informasi penilaian tentang beberapa hal, diantaranya adalah: Tabel 1. Perolehan Indikator Peserta tentang Pengelolaan Keuangan Sebelum Kegiatan METODE PELAKSANAAN Orientasi Pada fase ini, tim pengabdi mempersiapkan surat izin ke pihak mitra Yayasan SAS ANA Group, persyaratan administrasi dan mempersiapkan TOR kebutuhan pendukung kegiatan lainnya. Sosialisasi Sosialisasi kunjungan ke sekolah mitra Yayasan SAS ANA Group melaui metode wawancara dan observasi dengan head tutor, sehingga diperoleh beberapa masalah yang sesuai dengan keadaan sekarang dan penawaran solusi untuk menghasilkan luaran. permsalahan yang timbul dapat diselesaikan dengan baik dan tepat Fokus peningkatan pemahaman para tutor dalam menyampaikan materi dengan perangkat yang sesuai. Program Praktek Uji Coba melalui Two Stay Two Stray, dengan langkah berikut: Pemaparan materi yang akan dijelaskan kepada mitra keuangan, dengan menggunakan digital untuk pengelolaan keuangan kegiatan pengolahan makanan, sesuai dengan modul yang disiapkan dan dijadikan resep makanan penghargaan kepada tutor, sebagai tutor aktif. Indikator Pengelolaan Keuangan Pengaturan Keuangan (Kebutuhan Utam. Cadangan Dana Uang Tabungan Catatan Pemasukan Catatan Pengeluaran Kategori 38,36 34,62 36,54 32,69 32,69 Kurang Baik Kurang Baik Kurang Baik Kurang Baik Kurang Baik Tabel 1 menegaskan bahwa pemahaman mitra terhadap pengelolaan keuangan rumah tangga masih kategori kurang baik, hal ini menegaskan bahwa mitra sudah mengetahui bahwa dalam beberapa catatan penting, namun belum di implementasikan, hasil menjelaskan nilai terendah diperoleh pada indicator catatan pemasukan dan pengeluaran keuangan peserta yang diperoleh nilai sebesar 32,69%, hal ini menegaskan bahwa peserta kurang baik dalam mencatat apa saja yang menjadi pemasukan dan pengeluaran, sehingga peserta hanya mampu menentukan Penilaian pengelolaan keuangan setelah diberikan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) pendampingan pengelolaan makanan, jadi dalam hal ini dapat ditegaskan bahwa dalam pengelolaan keuangan rumah tangga bukan hanya sekedar memanajemen keuangan dengan namun juga dapat diaplikasikan dalam bentuk nyata yaitu mengelola makanan sehat dan hemat, rekapitulasi hasil yang diperoleh sebagai berikut: Tabel 2. Perolehan Indikator Peserta tentang Pengelolaan Keuangan Setelah Kegiatan Indikator Pengelolaan Keuangan Pengaturan Keuangan (Kebutuhan Utam. Cadangan Dana 82,69 78,85 Uang Tabungan Catatan Pemasukan Catatan Pengeluaran 86,54 78,85 Kategori Sangat Baik Baik Sangat Baik Baik Baik Penjelasan tabel 2 kegiatan pendampingan memberikan dampak positif terhadap pola piker mitra dalam mengelola keuangan, sehingga mampu memberikan pemahaman bahwa dalam mengelola keuangan bukan hanya sekedar bagaimana keuangan digunakan efektif, namun juga bagaimana cara mengelola dengan baik, dalam hal ini menyetujui bahwa peserta harus memiliki uang tabungan untuk sebagai pengendalian keuangan hasil yang diperoleh sebesar 86,54%, selanjutnya hal ini juga meningkatkan pemahaman mitra tentang pentingnya pengaturan keuangan terutama kebutuhan utama nilai ini diperoleh sebesar 82,69%, peningkat ketika diberi pendampingan, mitra menyatakan setuju bahwa diperlukan ada pencatatan pemasukan dan cadangan dana diperoleh nilai masing-masing sebesar 78,85% dan terakhir adalah pemahaman semakin Vol. 8 No. Mei 2024 membaik tentang pentingnya catatan pengeluaran, sehingga memudahkan dalam mengontrol bagaimana sebaiknya keuangan dapat berjalan baik, nilai yang diperoleh sebesar 75%. Penilian terakhir adalah membahas pemahaman peserta mitra dalam mengelola keuangan rumah tangga melalui pendampingan pengelolaan makanan sehat dan hemat dengan bahanbahan sederhana seperti telur, garam, mayones, roti, pisang ataupun bahan lainnya, bahan ini memudahkan pengeluaran dalam bentuk makanan cemilan atau sarapan pagi. Peningkatan dapat dilihat pada gambar grafik berikut: Gambar 1. Normal Plot Kenaikan Sesudah Pelaksanaan Pengabdian Dari pernyataan diatas diketahui dengan jelas persepsi guru berubah kearah lebih baik tentang penggunaan media social. Sebelum dilakukan pengabdian guru menyatakan bahwa kurang setuju tentang menggunakan media social dalam pembelajaran sebesar 66,67% artinya guru kurang setuju dalam berpandangan bahwa media social sangat tepat digunakan dalam aktivitas peserta didik saat ini dan beranggapan bahwa media social memiliki konten yang tidak tepat selanjutnya guru juga kurang setuju Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) melakukan pembelajaran di masa pandemi sebesar 57,33% artinya masa pandemic Covid 19 membuat saya kebingungan dalam menyelesaikan pembelajaran online dan Kegiatan pembelajaran saat pandemic Covid 19 yang telah dijalan selama 10 Bulan ini, sangat menyusahkan buat saya, dalam hal ini ditegaskan jelas bahwa guru menyatakan bahwa pembelajaran tatap muka masih berlangsung dengan durasi sedikit, sehingga keterbatasan tersebut masih bisa teratasi. Hasil ini juga ditegaskan dengan kurang setuju tentang aktivitas pembelajaran sebesar 57,33% artinya guru tidak hanya menggunakan Whatsapp sebagai media pembelajaran dan dalam proses penilaian diperoleh nilai sebesar 61,33% artinya guru memiliki keterbatasan saya dalam mengaktifkan peserta didik adalah ketika kebingungan dalam menentukan cara mengajar yang tepat. Selain peningkatan, kegiatan ini juga dapat menjelaskan faktor-faktor kegiatan yang menjadi dampak sosial dalam setiap Hal ini dapat dijelaskan dengan menggunakan analisis faktor, berikut penjelasan dari hasil pengolahan Vol. 8 No. Mei 2024 pengelolaan keuangan jika nilai sig < 0,05, dalam hal ini jelas bahwa terdapat peningkatan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian pada materi pengelolaan Pengelolaan makanan menjadi salah satu solusi dalam mengelola keuangan dengan tepat dan hemat, pengeluaran dalam kehidupan seharihari. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian ini membuka pemikiran mitra dalam mengelola kontribusi dalam mengatur dan menggunakan keuangan dengan baik, sehingga tidak konsumtif dalam menjalani kehidupan seharihari, terutama dalam konsumsi makanan di luar seperti cafy atau tempat jajan lainnya. Mitra menyatakan bahwa uang karakteristik kedua cluster atau dengan kata lain indikator oleh responden pada dua cluster yang ada sangat berbeda antar-cluster yang satu dengan cluster lainnya, sedangkan pada indikator cadangan dana dan pengaturan keuangan, maka dapat diartikan bahwa pada cluster 1, cluster 2 mempunyai perbedaan yang berarti, dengan kata lain bahwa cluster 1 relatif mengalami tingkat pemahaman yang rendah dibandingkan dengan cluster Dampak social dalam kegiatan ini jumlah responden yang masuk ke dalam tiap-tiap kluster. Kluster 1 ada 5 responden dan cluster 2 sebanyak 8 menjelaskan bahwa memiliki pemahaman tingkat tinggi pengabdian kepada masyarakat. Dari tabel 3, diketahui dengan jelas bahwa terdapat peningkatan dalam pemahaman pengelolaan keuangan, dengan analisis data menggunakan Paired Sample Test diketahui dengan bahwa nilai yang diperoleh sig 0,000. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) REFERENSI Buchdadi. Agung Dharmawan, et al. "Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendidikan Perencanaan Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga dan Investasi bagi Ibu Rumah Tangga dalam Rangka Peningkatan Kualitas Hidup Keluarga. " Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Madani (JPMM) 3. : 137-154 Huda. Miftahul. Cooperative Learning. Yogyakarta: Pustaka