Volume 2 Issue 1 . Pages 33-41 Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah E-ISSN: 3063-1181 Kemampuan Mahasiswa PGMI STIT Muhamdiyah Bojonegoro Dalam Menyusun Modul Ajar Berbasis Kurikulum Merdeka Susi Susanti1. Fiki Dzakiyatul Aula2 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. STIT Muhammadiyah Bojonegoro Susantisusi08133@gmail. com1, fikyaula@gmail. Abstrak Modul ajar adalah perangkat pembelajaran terpenting karena berisi perencanaan pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh guru sehingga pembelajaran lebih terarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Mahasiswa dalam menyusun modul ajar berbasis kurikulum Merdeka. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Instrumen yang digunakan adalah instrumen dalam bentuk tes. Pada modul ajar terdapat komponen utama yang harus diterapkan, dari ketiga komponen utama tersebut ditemukan mahasiswa yang kurang memahami pengetahuan tentang komponen pengayaan dan lembar kerja. Tiga yang utama komponen yang dijadikan tolok ukur yaitu komponen informasi umum, komponen inti, dan lampiran. mahasiswa yang cukup menguasai modul ajar. 3 Mahasiswa yang sangat menguasai pembuatan modul ajar, 2 Mahasiswa yang baik dalam penguasaan pembuatan modul ajar. Pada penyusunan modul ajar mahasiswa rata-rata sudah memasukkan 3 komponen dalam modulnya, walau masih ada beberapa mahasiswa mengalami beberapa hambatan dalam penyusunannya. Kata Kunci: Kemampuan Mahasiswa. Modul Ajar. Kurikulum Merdeka Abstract Teaching modules are the most important learning tools because they contain learning plans that will be implemented by the teacher so that learning is more focused. This research aims to determine students' abilities in compiling teaching modules based on the Merdeka curriculum. The type of research used is descriptive research using a quantitative approach. The instrument used is an instrument in the form of a test. In the teaching module there are main components that must be implemented. Of these three main components, it was found that students did not understand the knowledge about enrichment components and worksheets. The three main components used as benchmarks are general information components, core components, and There is 1 student who has mastered the teaching module. 3 students who are very good at making teaching modules, 2 students who are good at mastering making teaching When preparing teaching modules, students on average have included 3 components in their modules, although there are still some students who experience several obstacles in preparing them. Keywords: Student Abilities. Teaching Modules. Merdeka Curriculum Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 2. , 2024 | 33 Kemampuan Mahasiswa PGMI STIT Muhamdiyah Bojonegoro Dalam Menyusun Modul Ajar Berbasis Kurikulum Merdeka PENDAHULUAN Di Indonesia, pendidikan telah diatur melalui kurikulum, mulai dari perencanaan hingga Kurikulum menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah suatu rencana dan aturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pembelajaran, serta cara penyelenggaraan kegiatan pembelajaran guna mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan (Departemen Pendidikan Nasional, 2. Dalam dunia pendidikan, kurikulum mempunyai kedudukan yang sangat penting sebagai pedoman dasar dalam melaksanakan kegiatan pendidikan. Hal ini juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas kegiatan belajar mengajar di sekolah, selain faktor lain seperti guru, sarana prasarana, manajemen, dan siswa itu sendiri. Jika kegiatan belajar mengajar berkualitas maka lulusannya akan lebih baik. Kurikulum dengan demikian merupakan aspek yang paling penting dari pendidikan sekolah. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa kurikulum berfungsi sebagai landasan fundamental bagi terselenggaranya pendidikan. Di Indonesia, kurikulum pertama dikembangkan pada tahun 1947. Pada tahun 2022, kurikulum di Indonesia telah banyak mengalami perubahan. Perubahan kurikulum diakibatkan oleh perubahan hakikat pendidikan di bidang ilmu pengetahuan, politik, ekonomi, masyarakat, budaya dan teknologi. Sampai saat ini kurikulum terbaru pada Pendidikan di Indonesia yang telah ditetapkan adalah Kurikulum Merdeka. Kurikulum yang sebelumnya dikenal dengan nama Kurikulum Prototipe untuk sekolah penggerak yang bertujuan untuk mengasah minat dan bakat peserta didik di sekolah dengan fokus pada materi esensial, pengembangan karakter Profil Pancasila, dan kopetensi peserta didik. Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik. Oleh karena itu untuk mengimplementasikan kurikulum baru, pengambil kebijakan dan pelaksana dilapangan harus siap, memahami, dan memiliki keterampilan untuk Hal ini diperlukan agar tujuan pengembangan kurikulum dapat tercapai dan tujuan pendidikan nasional dapat tercapai. Kurikulum Merdeka memiliki tujuan untuk mewujudkan pembelajaran yang bermakna dan efektif dalam meningkatkan keimanan, ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan akhlak mulia serta menumbuhkembangkan cipta, rasa, dan karsa peserta didik sebagai pelajar sepanjang hayat yang berkarakter Pancasila (Wahyudin dkk, 2024:. Dalam hal ini, konsep belajar sepanjang hayat yang berkarakter Pancasila diwujudkan atau diuraikan dalam profil pelajar Pancasila. Rumusan profil pelajar Pancasila sejatinya mendasarkan pada pertimbangan terjadinya perubahan dalam konteks global yang harus direspons, termasuk terkait dunia kerja, perubahan sosial, budaya, dan politik, dan adanya kepentingan nasional terkait dengan budaya bangsa, nasionalisme, dan agenda pembangunan nasional yang merupakan amanat dari Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila. Penguatan dimensi profil pelajar Pancasila memerlukan pengalaman belajar secara langsung dan dikaitkan dengan minat dan pengetahuan awal peserta didik. Hal ini dilakukan agar peserta didik lebih mudah menghubungkan apa yang diketahuinya dengan pembentukan informasi baru dan memiliki kemampuan belajar mandiri sehingga lebih terhubung dengan 34 | Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 2. , 2024 Kemampuan Mahasiswa PGMI STIT Muhamdiyah Bojonegoro Dalam Menyusun Modul Ajar Berbasis Kurikulum Merdeka Agar peserta didik lebih terlibat dalam pembelajaran, rencana yang digunakan hendaknya mencakup kegiatan-kegiatan seperti meneliti dan menemukan sesuatu, mendorong kemampuan berpikir kreatif dan analitis, serta membuat keputusan analitis, rasional, bahkan inovatif, dan merefleksikan apa yang dipikirkannya. Selain itu, peserta didik harus belajar bagaimana menyampaikan gagasannya, mempertimbangkan perspektif teman-temannya, menjadi sadar diri, bertindak, dan mendengarkan. Selain itu, pembelajaran yang menarik Agar pembelajaran dapat menarik, hal itu juga berpengaruh pada perencanaan guru dalam proses Dalam hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi guru dalam merancang modul Modul ajar merupakan salah satu perangkat pembelajaran atau rancangan pembelajaran yang berlandaskan pada kurikulum yang berlaku yang diaplikasikan dengan tujuan untuk mencapai standar kompetensi yang telah ditetapkan (Irmaliya, 2. Modul ajar berperan penting dalam membantu guru merancang pembelajaran. Modul juga berperan penting dalam menyiapkan perangkat pembelajaran, dan akan mengembangkan keterampilan berpikir guru sehingga dapat berinovasi dalam merancang modul ajar. Oleh karena itu, dalam membuat modul ajar, kompetensi pedagogi guru harus dikembangkan agar teknik mengajar di kelas lebih efektif, efisien, dan konsisten. Dalam kurikulum merdeka, guru memegang peranan penting dalam membuat modul Akan tetapi, banyak guru yang belum begitu paham bagaimana menyusun dan mengembangkan modul ajar. Proses pembelajaran yang tidak direncanakan dengan menyusun modul ajar dengan baik dapat dipastikan konten pembelajaran tidak tersampaikan dengan baik pula kepada siswa nantinya tidak akan sistematis, sehingga pembelajaran tidak seimbang antara guru dan siswa. Merdeka Belajar versi Kemendikbud dapat diartikan sebagai penerapan kurikulum dalam proses pembelajaran harus menyenangkan, disertai dengan pengembangan pemikiran inovatif oleh guru. Berdasarkan uraian di atas, dapat dipahami bahwa modul ajar merupakan suatu rancangan pembelajaran yang harus dirancang oleh guru agar pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Apabila pembelajaran berjalan dengan baik, maka pembelajaran dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dengan mempertimbangkan fenomena yang disebutkan sebelumnya, tentunya tidak hanya penting bagi guru, akan tetapi juga penting bagi para mahasiswa calon guru untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan terkait dalam merancang modul ajar sesuai dengan kurikulum merdeka. Mengingat mahasiswa calon guru khususnya yang mengambil jurusan guru setingkat sekolah dasar, dalam hal ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk merancang modul ajar dalam kurikulum merdeka. Perubahan RPP menjadi Modul Ajar akan mempengaruhi kurikulum perguruan tinggi yang sudah ada, khususnya di bidang pendidikan. Jurusan pendidikan merupakan program akademik yang mempersiapkan mahasiswa menjadi guru yang baik di masa depan. Pada dasarnya dimulai dari kopetensi menjadi pendidik, pemberian materi pembelajaran dan kurikulum yang berlaku saat ini harus disampaikan untuk mempersiapkan agar mahasiswa siap pada saat berada di lapangan. Salah satu aspek terpenting yang diberikan kepada mahasiswa jurusan kependidikan adalah bagaimana merancang pembelajaran yang baik. Mata kuliah yang berkaitan dengan topik ini antara lain Perencanaan Pembelajaran. Mata kuliah ini mengajarkan bagaimana mempersiapkan bahan, metode, teknik, metode, bahan ajar dan alat penilaian dalam pembelajaran. Hasil akhir dari mata kuliah ini Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2. 35 Kemampuan Mahasiswa PGMI STIT Muhamdiyah Bojonegoro Dalam Menyusun Modul Ajar Berbasis Kurikulum Merdeka adalah mahasiswa dapat membuat rencana pembelajaran secara keseluruhan yang disebut Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), atau dalam kurikulum Merdeka adalah Modul Ajar. Modul pendidikan menjadi acuan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran di Modul Ajar yang baik diharapkan akan menghasilkan pembelajaran yang baik. Karena modul Ajar masih relatif baru dan mahasiswa belum terbiasa mengembangkan model perencanaan pembelajaran yang baru, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat modul Ajar. Maulinda . menyatakan bahwa modul Ajar terdapat tiga komponen utama, yaitu komponen informasi umum, kompetensi inti, dan lampiran. Komponen informasi umum terdiri dari identitas sekolah, kompetensi awal, profil pelajar Pancasila, sasaran siswa, sarana prasarana, dan model pembelajaran. Kompetensi inti terdiri dari beberapa unsur yaitu tujuan pembelajaran, pemahaman, pertanyaan pemantik, kegiatan pembelajaran, penilaian, remidial, dan penguatan/ pengayaan, adapun lampiran merupakan lembar kerja siswa yang dibuat oleh masing-masing guru dengan menggunakan materi yang disajikan dalam modul Ajar. Dari perubahan RPP menjadi Modul Ajar tersebut sehingga peneliti ingin mengetahui kemampuan mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah STIT Muhammadiyah Bojonegoro dalam menyusun modul ajar berbasis kurikulum merdeka. METODOLOGI Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang akan menjelaskan fakta- fakta terkait kemampuan mahasiswa kemudian dari hasil tersebut dideskripsikan guna menjelaskan hasil. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa PGMI Semester IV angkatan 2022. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dokumentasi dalam hal ini modul ajar yang sudah dibuat oleh mahasiswa, wawancara dilakukan untuk menggali data terkait kendala yang dihadapi mahasiswa dalam menyusun modul ajar. Adapun rumus untuk menganalisis modul ajar sebagai berikut: NP: ycAycnycoycaycn ycycaycuyci yccycnycyyceycycuycoyceEa ycuycnycoycaycn ycoycaycoycycnycoycayco x 100% Dari hasil presentase kemudian dikonfersi kedalam data kualitatif dengan menggunakan kriteria rentang skor penilaian yang diadaptasi pada tabel berikut Tabel 1. Rentang Skor Penelitian Rentang Nilai 86O ycU O 100 76O ycU O 85 66O ycU O 75 0O ycU O 65 Predikat Sangat Baik Baik Cukup Kurang Hasil tersebut kemudian dianalisis dan dijelaskan secara deskriptif dengan menghitung presentase yang diperoleh, kemudian dideskripsikan dalam bentuk narasi. Selain menggunakan pemerolehan data dari hasil modul ajar yang dibuat peneliti juga menggunakan catatan dari lembar observasi dan wawancara untuk menjelaskannya. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam menyusun modul ajar kemampuan dan kreativitas seorang guru sangat Hal ini dikarenakan modul ajar merupakan salah satu perangkat ajar yang sangat 36 | Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 2. , 2024 Kemampuan Mahasiswa PGMI STIT Muhamdiyah Bojonegoro Dalam Menyusun Modul Ajar Berbasis Kurikulum Merdeka penting untuk keberhasilan proses pembelajaran di kelas. Modul ajar ini bertujuan sebagai arah atau tolak ukur proses pembelajaran yang akan dilakukan di kelas nantinya, sehingga diperlukan pemikiran kreatif dari seorang guru untuk mengelola kelas agar proses pembelajaran menjadi menarik dan menyenangkan. Untuk itu sebagai mahasiswa calon guru harus dapat menyusun modul ajar yang sesuai dengan kondisi siswa dan lingkungan belajar. Kemampuan mahasiswa dalam menyusun modul ajar dapat dilihat dari lima indikator. Indikator tersebut meliputi mampu melakukan analisis terhadap siswa, mampu melakukan identifikasi dan menentukan profil pelajar pancasila, mampu menententukan menganalisis kopetensi dan konten pembelajaran pada capaian pembelajaran yang akan dikembangkan menjadi modul ajar, mampu menentukan susunan modul ajar berdasarkan komponen yang tersedia, dan mampu melakukan evaluasi dan tindak lanjut modul. Dalam hal kemampuan menganalisis mahasiswa mampu menganalisis capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Kemampuan mahasiswa calon guru dalam menyusun tujuan pembelajaran berpengaruh terhadap aktivitas pembelajaran yang disusun. Aktivitas pembelajaran pada dasarnya adalah suatu proses yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran, atau agar siswa dapat memiliki kompetensi sesuai dengan yang tertulis pada tujuan pembelajaran. Kemampuan dalam menyusun aktivitas pembelajaran sudah sangat bagus, karena telah mempersiapkan langkah-langkah pembelajaran berdiferensiasi, diferensiasi materi, dan diferensiasi proses, serta diferensiasi dalam proses Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan bahwa Mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah STIT Muhammadiyah Bojonegoro dari hasil tes pembuatan modul ajar berbasis Kurikulum Merdeka diperoleh nilai 67 sampai dengan 86. Dari enam mahasiswa yang membuat modul ajar terdapat satu mahasiswa yang memperoleh 67 dari aspek-aspek komponen modul ajar. Tabel 2. Hasil presentase pembuatan Modul Ajar Rentang Nilai 86O ycU O 100 76O ycU O 85 0O ycU O 75 Total Jumlah Mahasiswa Presentasi (%) 33,34 16,66 Predikat Sangat Baik Baik Cukup Pada tabel 2 diketahui bahwa terdapat 1 mahasiswa yang cukup menguasai modul ajar. 3 mahasiswa yang sangat menguasai pembuatan modul ajar, 2 mahasiswa yang baik dalam penguasaan pembuatan modul ajar. Data tersebut kemudian dirinci berdasarkan masing-masing 3 komponen inti dalam Modul ajar kurikulum merdeka. Komponen tersebut meliputi informasi umum, komponen inti, lampiran dari masing masing komponen tersebut terdapat beberapa aspek didalamnya. Pada informasi umum terdapat identitas penulis modul, kopetensi awal. Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2. 37 Kemampuan Mahasiswa PGMI STIT Muhamdiyah Bojonegoro Dalam Menyusun Modul Ajar Berbasis Kurikulum Merdeka profil pelajar pancasila, sarana dan prasarana, target peserta didik dan model pembelajaran yang Pada kopetensi inti terdapat tujuan pembelajaran, asesmen, pemahaman bermakna, pertanyaan pemantik, kegiatan pembelajaran, dan refleksi peserta didik. Komponen ketiga yaiu lampiran yang meliputi lembar kerja peserta didik, pengayaan dan remedial, bahan bacaan pendidik dan peserta didik, glosarium dan daftar pustaka. Setelah ditelaah berdasarkan format penyusunan modul ajar dilihat dari komponen modul ajar tersebut, rata- rata mahasiswa sudah menerapkan 3 komponen modul ajar yang terdapat pada kurikulum merdeka. Pada modul ajar yang dibuat terdapat komponen informasi umum, komponen inti, lampiran. Kompetensi awal seperti profil pelajar pancasila merupakan kemampuan peserta didik yang harus menerapkan nilai-nilai pancasila pada pembelajaran. terdapat enam sikap profil pelajar pancasila yaitu beriman bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mandiri, bernalar kritis, berkebinekaan global, bergotong royong, dan kreatif. Sikap- sikap tersebut dicantumkan sesuai dengan implementasinya pada pembelajaran sehingga dalam sebuah pembelajaran tidak harus terdapat 6 profil pelajar pancasila. Selain 6 profil tersebut karena mahasiswa membuat modul ajar yang akan digunakan oleh peserta didik Madrasah Ibtidaiyah sehingga ditambahkan dengan tambahan sikap- sikap RA (Rahmatan Lil Alami. disesuaikan dengan kebijakan Kementerian Agama Republik Indonesia dalam kebijakan Merdeka belajar secara rinci hendak melaksanakan usaha penguatan moderasi agama dalam Projek penguatan profil pelajar Pancasila. Sesuai dengan keputusan Menteri Agama nomor 347 Tahun 2022 pelaksanaan penguatan profil pelajar Pancasila dalam lingkungan madrasah terdiri dari dua aspek yakni profil pelajar Rahmatan Lil Alamin serta profil pelajar Pancasila. Sama halnya dengan aspek pelajar pancasila, 10 aspek RA yang terdiri dari keteladanan . , kewarganegaraan dan kebangsaan . , keberadaan . aAoaddu. , seimbang . , kesetaraan . , jalan tengah . , musyawarah . , tegak lurus . Aotida. , inovatif dan dinamis . hatawwur wa ibtika. , serta toleransi . dapat dicantumkan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan tidak harus semuanya. Selanjutnya komponen target siswa dan juga sarana prasarana hanya membutuhkan data yang sudah ada kemudian diisikan pada Modul Ajar. Gambar 1. Informasi Umum Pada komponen kedua komponen inti terdapat berapa komponen yang baru seperti pertanyaan pemantik dan pemahaman bermakna. Pertanyaan pemantik adalah pertanyaan yang digunakan untuk mengetahui pengetahuan awal peserta didik. Untuk pemahaman bermakna adalah materi yang harus dikuasai oleh peserta didik. Meskipun komponen tersebut baru hadir pada Modul Ajar, tetapi mahasiswa tidak kesulitan sehingga pada hasil kerjanya terlihat komponen-komponen tersebut. Pada tujuan pembelajaran mahasiswa sudah menerapkan 6 aspek pemahaman dalam menuliskan tujuan pembelajarannya yang mana jika pada RPP 38 | Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 2. , 2024 Kemampuan Mahasiswa PGMI STIT Muhamdiyah Bojonegoro Dalam Menyusun Modul Ajar Berbasis Kurikulum Merdeka kurikulum 2013 tujuan pembelajaran dirumuskan dengan menggunakan aspek ABCD (Auchence. Behaviour. Condition, dan Degre. , pada kurikulum merdeka ini tujuan pembelajaran dituliskan dengan menggunakan 6 aspek pemahaman. Gambar 2. Kompetensi Inti Komponen ketiga yaitu pada lampiran yang berisi lembar kerja peserta didik, pengayaan dan remedial, bahan bacaan pendidik dan peserta didik, glosarium dan daftar pustaka, pada komponen pengayaan dan juga lembar kerja rata-rata mahasiswa menghadirkan komponen asesmen, yaitu bentuk formatif dan sumatif serta jenis instrumennya. Akan tetapi hal yang dilupakan oleh mahasiswa adalah tidak membuat lembar kerja peserta didik yang sesuai dengan Lembar kerja peserta didik seharusnya sudah dibuat karena termasuk komponen Lembar kerja yang baik juga dilengkapi dengan rubrik penilaian yang sesuai. Penilaian yang terlampir pada Modul Ajar juga berkaitan dengan rubrik penilaian yang dibuat. Rubrik penilaian harus menyesuaikan dengan apa yang diukur. Rubrik penilaian aspek kognitif akan berbeda bentuknya dengan rubrik aspek penilaian afektif maupun psikomotorik. Sistem penilaian dibuat untuk meminimalkan unsur subyektivitas. Rata-rata mahasiswa dalam penelitian ini telah mencantumkan jenis penilaian apa yang akan dilakukan tetapi mahasiswa ada mahasiswa yang tidak merincikan bagaimana bentuk penilaian atau asesmen yang Mahasiswa hanya menuliskan menggunakan asesmen sumatif tetapi tidak dijelaskan apakah bentuk lisan atau tertulis. Walaupun instrumen yang digunakan juga berupa tes lisan, tetapi tetap perlu ditunjukkan wujud pertanyaan intinya agar menjadi acuan pada melakukan asesmen. Wujud dari asesmen inilah yang harusnya hadir pada lampiran yaitu pada komponen lembar kerja peserta didik. Setelah ditelaah berdasarkan format penyusunan modul ajar secara umum, penyusunan modul ajar mahasiswa sudah memenuhi standar dalam hal komponen modul ajar yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan modul ajar dibuat dengan sistematis dan Pentingnya peran Modul Ajar dalam pembelajaran adalah menghadirkan perencanaan yang matang sehingga keberhasilan yang diperoleh dalam wujud hasil akhir peserta didik bukan hanya sekadar faktor keberuntungan tetapi karena kesiapan guru dalam mengajar. Perencanaan yang baik, didukung dengan peran guru yang maksimal di dalam kelas serta mendapatkan respons yang positif dari siswa maka hasilnya pembelajaran seharusnya juga akan baik. Sebaliknya, hasil pembelajaran yang kurang baik kemungkinan juga disebabkan oleh langkah awal yang diterapkan yaitu perencanaan dari berbagai aspek. Bisa dari kesalahan pemilihan metode, ketidaksiapan bahan ajar, ataupun alat evaluasi yang tidak tepat digunakan. Tentunya harus dilakukan analisis tindak lanjut untuk menentukan hal tersebut. Kenyataannya penyederhanaan dan juga kebebasan dalam mendesain perencanaan pembelajaran tidak lantas membuat mahasiswa mudah untuk membuatnya. Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2. 39 Kemampuan Mahasiswa PGMI STIT Muhamdiyah Bojonegoro Dalam Menyusun Modul Ajar Berbasis Kurikulum Merdeka Rahmadayanti & Hartoyo . mengatakan bahwa 13 komponen pada RPP sudah disederhanakan menjadi 3 komponen utama pada Modul Ajar. Hal ini untuk memudahkan guru . ahasiswa/ calon gur. untuk membuat rencana pembelajaran. pada akhirnya perencanaan yang baik akan memberikan pembelajaran yang baik pula dan tentunya memberikan manfaat yang baik untuk siswa. Mahasiswa perlu dibiasakan untuk membuat modul ajar sebagai bekal untuk menghadapi kurikulum merdeka ketika menjadi guru. Peran perguruan tinggi diperlukan saat ini sebagai penyalur informasi mengenai pembaharuan yang terjadi. Menyiapkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perubahan yang begitu cepat dari waktu ke SIMPULAN Kurikulum merdeka belajar saat ini digunakan oleh sebagian besar satuan pendidikan seluruh jenjang. Salah satu defrensiasi antara kurikulum merdeka dengan kurikulum sebelumnya adalah pembuatan modul ajar atau sebelumnya terkenal dengan sebutan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajara. Point of view modul ajar kurikulum merdeka adalah terdapat profil pelajar pancasila dan dapat dibuat sesuai dengan kebutuhan siswa, guru, dan Terdapat tiga komponen dalam modul ajar yaitu komponen informasi umum, komponen inti, dan lampiran. Pada informasi umum meliputi identitas sekolah, kompetensi awal, profil pelajar pancasila, target siswa, saran prasarana, dan model pembelajaran. Sementara pada komponen inti meliputi tujuan pembelajaran, pemahaman bermakna, pertanyaan pemantik, kegiatan pembelajaran, asesmen, dan remedial serta pengayaan. Pada tahapan terakhir adalah lampiran yang berisikan lembar kerja siswa. Pada pengembangan modul ajar kurikulum merdeka terdapat beberapa strategi yang bisa guru terapkan, namun perlu diketahui pondasi membuat modul ajar adalah menganalisis kondisi dan kebutuhan siswa, guru, dan sekolah. Kemampuan Mahasiswa dalam menyusun modul ajar kurikulum merdeka yang tampak dari tindakan mahasiswa yaitu sebelum menyusun modul ajar menganalisis kebutuhan peserta Selanjutnya mahasiswa menentukan dimensi profil pelajar Pancasila yang akan dimasukkan dalam modul ajar kurikulum merdeka. Pada penyusunan modul ajar mahasiswa rata-rata sudah memasukkan 3 komponen dalam modulnya, walau masih ada beberapa mahasiswa mengalami beberapa hambatan dalam penyusunannya. Mahasiswa kependidikan perlu dibiasakan dalam pembuatan Modul Ajar sebagai tuntutan dari kurikulum merdeka. Salah satu langkah yang dapat diterapkan adalah dalam kurikulum pengajaran dapat dicantumkan kegiatan pembuatan Modul Ajar. DAFTAR PUSTAKA