Abdi Jurnal Publikasi Vol. No. September 2023 . ISSN : 2963-3486 MENINGKATKAN KESADARAN MAYARAKAT PENTINGNYA LINGKUNGAN YANG BERSIH DI DESA SIMARTUGAN Reaful Samuel Sitorus1. Ronita Haulian Simamora2. Deo Kartiko Ambarita3, dan Welmar Olfan basten Barat4 Universitas HKBP Nommensen Pematang Siantar. Jl. Sangnawaluh No. 4 Pematang Siantar. Indonesia, 21111 e-mail: 1 reafulsamuelsitorus@gmail. Universitas HKBP Nommensen Pematang Siantar . Jl. Sangnawaluh No. 4 Pematang Siantar . Indonesia , 21111 e-mail: 2 ronitasimamora11@gmail. com, 3 deokartikoambarita97@gmail. welmar_olfan_basten_barat@yahoo. Abstract Simartugan Village is one of the villages in Pegagan Hilir District. Dairi Regency. North Sumatra Province. This village is inhabited by 525 families with a total population of 2029 people. Simartugan village consists of 6 hamlets, namely. Simartugan I. Simartugan Julu I. Simartugan Julu II. Kuta Great. Tanggarube. Jumambalno, where agriculture is the main source of livelihood for its inhabitants. A good and healthy environment is very important in supporting human survival. The environment is everything that is around us, whether alive or not, such as air, water, soil and everything on it such as plants, animals, microorganisms (Suanta, 2. This community service is carried out with a social approach, where this is more easily applied in a society that is more prominent in cultural, kinship and environmental ties. In this way, the social capital approach allows for reciprocal ties with local Social capital as social glue in these communities will largely be determined as an accumulation of various types of social, psychological, cultural aspects that influence cooperative With the description of social capital as above, it is believed that such an approach can be used as a means to socialize the importance of clean environmental conditions to the community. The results obtained show that the number of people attending to carry out mutual cooperation activities is very low where this is influenced by several factors, namely: Lack of public awareness of the importance of a clean environment. The economic conditions of the community where the main livelihood of the Simartugan village community is farming. The community prefers to work in the fields rather than having to participate in mutual cooperation activities. When mutual cooperation activities coincide with the harvest season in Simartugan village, this makes the community prefer to work and harvest on the land they own. Lack of communication between the hamlet head and the community local. Keywords: PKM. Socialization of Environmental Hygiene in Simartugan Village. Abstrak Desa Simartugan merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Pegagan Hilir . Kabupaten Dairi. Provinsi Sumatera Utara. Desa ini dihuni oleh 525 KK dengan jumlah total pemduduk 2029 jiwa. Desa simartugan terdiri dari 6 dusun yaitu. Simartugan I. Simartugan Julu I. Simartugan Julu II. Kuta Great. Tanggarube. Jumambalno, dimana pertanian adalah sumber mata pencaharian yang utama bagi Lingkungan yang sebaik dan sehat merupakan suatu hal yang sangat penting dalam menunjang kelangsungan hidup manusia. Lingkungan merupakan segala sesuatu yang ada di sekitar kita, baik hidup maupun tidak, seperti udara, air, tanah dengan segala yang ada diatasnya seperti https://jurnal. id/index. php/AJP/index Abdi Jurnal Publikasi Vol. No. September 2023 . ISSN : 2963-3486 tumbuhan, hewan, mikroorganisme (Suanta, 2. Pengabidan masyarakat ini dilakukan dengan pendekatan sosial, dimana hal ini lebih mudah diterapkan dalam masyarakat yang lebih menonjol dalam ikatan budaya, kekerabatan dan lingkungan. Dengan begitu, pendekatan modal sosial memungkinkan adanya ikatan timbal balik dengan masyarakat lokal. Modal sosial sebagai perekat sosial . ocial glu. pada komunitas masyarakat tersebut akan sangat ditentukan sebagai akumulasi dari beragam tipe dari aspek sosial, psikologi, budaya, yang mempengaruhi perilaku kerjasama. Dengan deskripsi modal sosial seperti diatas, dipercaya bahwa pendekatan seperti itu dapat dijadikan salah satu sarana untuk mensosialisasikan pentingnya kondisi lingkungan yang bersih kepada masyarakat. Hasil yang didapat menunjukkan jumlah kehadiran masyarakat untuk melakukan kegiatan gotong-royong sangat lah rendah dimana hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu :Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan yang bersih. Kondisi ekonomi masyarakat dimana, mata pencaharian utama masyarakat desa Simartugan adalah bertani. Masyarakat lebih memilih untuk bekerja di ladang daripada harus ikut dalam kegiatan gotong-royong,Waktu kegitan gotong- royong berdampingan dengan masa panen di desa simartugan hal ini membuat masyarakat lebih memilih untuk bekerja dan panen ditahan yang mereka miliki. Kurangnya komunikasi antara kepala dusun dengan masyarakat setempat. Kata Kunci: PKM. Sosialisasi Kebersihan Lingkungan. Desa Simartugan PENDAHULUAN Desa Simartugan merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Pegagan Hilir . Kabupaten Dairi. Provinsi Sumatera Utara. Desa ini dihuni oleh 525 KK dengan jumlah total pemduduk 2029 jiwa. Desa simartugan terdiri dari 6 dusun yaitu. Simartugan I. Simartugan Julu I. Simartugan Julu II. Kuta Great. Tanggarube. Jumambalno, dimana pertanian adalah sumber mata pencaharian yang utama bagi penduduknya. Lingkungan yang sebaik dan sehat merupakan suatu hal yang sangat penting dalam menunjang kelangsungan hidup manusia. Lingkungan merupakan segala sesuatu yang ada di sekitar kita, baik hidup maupun tidak, seperti udara, air, tanah dengan segala yang ada diatasnya seperti mikroorganisme (Suanta, 2. Peduli lingkungan adalah sikap atau tindakan yang berupaya mencegah kerusakan pada mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang terjadi. Karakter peduli maupun insting bawaan, akan tetapi merupakan hasil dari suatu proses pendidikan dalam arti luas. Kepedulian lingkungan merupakan wujud sikap mental individu yang direfleksikan dalam Lingkungan juga bisa diartikan sebagai segala sesuatu yang terdapat di sekitar manusia kemudian tinggal bersama dan saling https://jurnal. id/index. php/AJP/index mempengaruhi bagi perkembangan kehidupan manusia (Ramadhani et al. , 2. Lingkungan yang bersih menjadi sebuah cerminan bagi setiap individu dalam menjaga kesehatan jasmani dalam kehidupan sehari-hari. Program perilaku hidup bersih dan sehat adalah salah satu upaya promosi kesehatan yang bertujuan agar setiap orang dapat tinggal di lingkungan yang bersih dan sehat dengan menciptakan suatu kondisi yang kondusif bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat. Hal pengetahuan, sikap dan perilaku agar dapat menerapkan caraAecara hidup sehat dalam rangka kesehatan (Rahman & Patilaiya, 2. METODE Pengabidan masyrakat ini dilakukuan dengan pendekatan sosial, dimana hal ini lebih mudah diterapkan dalam masyarakat yang lebih menonjol dalam ikatan budaya, kekerabatan dan Dengan begitu, pendekatan modal sosial memungkinkan adanya ikatan timbal balik dengan masyarakat lokal. Modal sosial sebagai perekat sosial . ocial glu. pada komunitas masyarakat tersebut akan sangat ditentukan sebagai akumulasi dari beragam tipe dari budaya, yang mempengaruhi perilaku kerjasama. Dengan deskripsi modal sosial seperti diatas, dipercaya bahwa pendekatan seperti itu dapat dijadikan salah satu sarana untuk mensosialisasikan pentingnya kondisi lingkungan yang bersih kepada Melalui, kondisi masyarakat Desa Simartugan masih Abdi Jurnal Publikasi Vol. No. September 2023 . memegang erat kehidupan dan pengalaman budaya, serta kehidupan Maka pendekatan budaya dan komunitas, memungkinkan adanya kolaborasi antara input kebijakan. Modal sosial dimaksud sebagai metode pelaksanaan pengabdian masyarakat disini dapat diamati dalam pembentukan dan penguatan Melalui tahapan Observasi. Sosialisai, dan pelaksanaan kegiatan. HASIL Kegiatan KPPM ini dilakukan oleh mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar. Kegiatan ini tidak hanya sebagai perwujudan tanggung jawab mahasisawa untuk melakukkan tridharma perguruan tinggi tetapi kegiatan ini tentunya akan menambah wawasan dan pengalaman mahasiswa dalam bermasyarakat. Adapun tahap kegiatan KPPM yang dilakukan adalah sebagai berikut. Observasi Tahap observasi ini dilakukan di semua dusun yang ada di Desa simartugan, observasi dilakukan langsung oleh mahasiswa yang didampingi oleh setiap kepala susun setempat. ISSN : 2963-3486 oleh kepala Desa, kepala dusun dan seluruh perangkat desa. Gbr 2. Pelaksanaan PKM Gbr 3. Kegiatan Pelaksanaan Materi Gbr 4. Dokumentasi Bersama Anggota dan Peserta Gbr 1. Observasi Pelaksanaan Obervasi dilakukan untuk mengetahui kondisi lingkungan yang ada disetiap dusun. Pada gambar diatas dapat dilihat masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, dimana pada gambar diatas masyarakat masih mebuang sampah sembarangan dan juga aliran drenase yang sudah tertutup, dimana sampah yang menutupi aliran drenase tersebut bisa menjadi ancaman banjir dikemudian Hal ini dapat merugikan masyarakat baik dalam segi kesehatan dan juga kerusakan lingkungan di kemudian hari. Sosialisasi Tahap sosialisai ini dilakukan di kantor kepala desa Simartugan, sosialisasi dilakkukan secara langsung oleh tim KPPM yang dihadiri https://jurnal. id/index. php/AJP/index Pada tahap sosialiasi ini mahasiswa dan seluruh perangakat desa saling meberikan pendapat mengenai kegiatan KPPM ini. Pada tahap sosialisasi ini mahasiswa menyapaikan hasil dari observasi yang didapatkan mahasiswa Kemudian kepala Desa dan seluruh perangkat desa mendiskusikan tentang jadwal gotong-royong di setiap dusun. Pelaksanaan Kegiatan Setelah dilanjutkan dengan pelaksaan kegiatan, dimana kegiatan gotong-royong ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan Abdi Jurnal Publikasi Vol. No. September 2023 . ISSN : 2963-3486 Gbr 5. Kerja Bakti di Tempat Gbr 6. Pembersihan Lingkungan Gbr 7. Dokumentasi Gotong Royong PEMBAHASAN Pada masyarakat sangat berperan penting dalam berlangsungnya kegiatan ini, dimana partisipasi keberhasilan kegiatan ini (RaAois, 2. dan (Evan Saputra. Bentuk nyata yang partisipasi masyarakat yang dirasakan yaitu : Partisipasi tenaga Partisipasi tenaga merupakan bentuk nyata partisipasi yang diberikan masyarakat dimana masyarakat memberikan tenaga untuk ikut bergotong-royong lingkungan yang bersih dan sehat. Partisipasi alat Partisipasi ini merupakan salah satu partisipasi lingkungan bersih dan sehat dimana alat-alat yang diberikan masyarakat seperti, cangkul, parang, mesin babat, garpu tanah, semprot rumput dan lainnya. Partisipasi keahlian Partisipasi ini merupakan partisipasi yang diberikan masyarakat dalam mendorong lancarnya kegiatan ini. Dimana partisipasi keahlian ini berupa keahlian dalam mengoperasikan mesin babat rumput, mesin semprot rumput dan lainnya. Pada tahap kegiatan didapatkan bahwa kurangnya melaksanakan kegiatan gotong-royong dimana, jumlah masyarakat yang hadir pada saat gotong- royong terbanyak yaitu 24 orang pada dusun Simartugan Julu II dan terendah yaitu 2 orang pada dusun Simartugan Julu I, dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Jumlah Masyarakat Gbr 8. Dokumentasi Kerja Kegitan gotong-royong ini dilakaukan disetiap dusun yang ada didesa Simartunga. Kegiatan ini didampingi langsung oleh setiap kepala dusun dan masyarakat setempat. Pada gambar diatas dapat dilihat aliran drenase yang sudah dipenuhi oleh tanaman liar dan juga Disamping kegitan gotong royang mahasiswa juga memberikan masukan dan himbauan kepada masyarakat akan pentingnya meningkatkan keseahatan dan kondisi linkungan yang aman. https://jurnal. id/index. php/AJP/index Lokasi Simartugan I Simartugan Julu I Simartugan Julu II Kuta Gerat Tanggarube Jumambalno Total Laki-laki Perempuan Jumlah Total Tabel 1. Jumlah masyarakat gotong-royong Pada tabel diatas menunjukkan jumlah kehadiran masyarakat untuk melakukan kegiatan gotongroyong sangat lah rendah dimana hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan yang bersih. Abdi Jurnal Publikasi Vol. No. September 2023 . Kondisi ekonomi masyarakat dimana, mata Simartugan adalah bertani. Masyarakat lebih memilih untuk bekerja di ladang daripada harus ikut dalam kegiatan gotong-royong. Waktu kegiatan gotong- royong berdampingan dengan masa panen di desa simartugan hal ini membuat masyarakat lebih memilih untuk berkejai dan panen ditahan yang mereka Kurangnya komunikasi antara kepala dusun dengan masyarakat setempat. KESIMPULAN Lingkungan yang baik dan sehat merupakan suatu hal yang sangat penting dalam menunjang kelangsungan hidup manusia. Peduli lingkungan adalah sikap atau tindakan yang berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya dan mengembangkan upayaupaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang Kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya sebagai perwujudan tanggung jawab mahasiswa untuk melakukan tridharma perguruan tinggi tetapi kegiatan ini tentunya akan menambah wawasan dan pengalaman mahasiswa dalam Dalam pelaksanaan kegiatan gotong-royong untuk mewujudkan lingkungan yang bersih ada tiga tahap yang harus dilakukan yaitu, tahap observasi, tahap sosialisai, dan juga tahap Pada masyarkat sangat berperan penting dalam berlangsungnya kegiatan ini, dimana partisipasi keberhasilan kegiatan ini (RaAois, 2. Bentuk nyata yang partisipasi masyarakat yang dirasakan yaitu, partisipasi tenaga, partisipasi alat, dan juga partisipasi keahlian. Rendahnya tingkat partisipasi masyarakat disebabkan oleh beberapa fakto yaitu, kesadaran masyrakat, ekonomi, waktu kegiatan, dan kurangnya komunikasi. https://jurnal. id/index. php/AJP/index ISSN : 2963-3486 UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terimakasih kepada aparatur Desa Simartugan Kabupaten Dairi yang telah memberikan bantuan dan dukungan kepada mahasiswa/I HKBP Nommensen Pematang Siantar selama pelaksanaan kegiatan KPPM di desa tersebut. Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada Bapak dosen pembimbing. Bpk. Welmar Olfan Basten Barat S. Ik. Si yang telah memberikan bimbingan dan arahan selama KPPM terlaksana hingga dengan selesai. DAFTAR PUSTAKA