ARSIP Jurnal Arsitektur. Vol. 1 No. 1 September 2021: 29-41 TECHNOPARK INDUSTRIAL FURNITURE IN JEPARA WITH A TROPICAL ARCHITECTURE APPROACH TECHNOPARK INDUSTRI FURNITURE MEUBEL DI JEPARA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR TROPIS Ferry Febriyanto. Gatoet Wardianto. Carina Sarasati . Program Studi Arsitektur. Fakultas Teknik. Universitas Pandanaran ferryfebriyanto567@gmail. gatoetwardianto@yahoo. carinasarasati@unpand. Abstrak Saat ini industri kreatif di Indonesia memiliki peran penting pada pertumbuhan ekonomi sehingga potensi tersebut harus bisa difasilitasi dengan baik,apabila penggunaan pusat kegiatan kreatif Indonesia ini bisa difasilitasi dengan baik maka Industri kreatif di Indonesia dapat berkarya tidak hanya di tingkat nasional namun bisa hingga tingkat internasional. Technopark yang berbasis industri industry,perguruan tinggi,Pusat Riset,pelatihan,kewirausahaan,dan Pemerintah Pusat dalam satu lingkup. Lokasi yang di pilih untuk perencanaan dan perancangan Technopark adalah di jalan Jepara-Bangsri kota Jepara. Kriteria untuk perencanaan dan perancangan Technopark disekitar tapak sangat mendukung seperti fasilitas transportasi umum maupun industri furniture guna mendukung kegiatan industri. Tujuan perencanaan dan perancangan ini untuk menghasilkan konsep desain bangunan technopark yang memberikan solusi permasalahan dari segi arsitektur tropis sehingga mampu menjadi referensi bangunan industri yang berbasis teknologi di kota Jepara. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan pendekatan dari sisi arsitektural seperti aspek konstektual,fungsional dan memperhatikan aspek perilaku serta mencantumkan icon simbol dan ciri khas rumah daerah jepara. Adanya Technopark industri furniture meubel di Jepara, selain menjadikan bangunan arsitektur yang indah,bangunan ini dapat menjadikan icon gedung pusat industri furniture utama di Jepara. Kata Kunci : Technogi Park,Science Park,Arsitektur Tropis. Abstract Currently the creative industry in Indonesia has an important role in economic growth so that this potential must be facilitated properly, if the use of this center for creative activities in Indonesia can be facilitated properly, the creative industry in Indonesia can work not only at the national level but also at the international level. This integrated area industry-based Technopark combines the world of industry, universities, research centers, training, entrepreneurship, and the Central Government in one scope. The location chosen for planning and designing Technopark is on the Jepara-Bangsri road. Jepara city. The criteria for planning and designing Technopark around the site are very supportive such as public transportation facilities and the furniture industry to support industrial The purpose of planning and designing is to produce a technopark building design concept that provides solutions to problems in terms of tropical architecture so that it can become a reference for technology-based industrial buildings in the city of Jepara. The method used is to take an architectural approach such as contextual, functional aspects and pay attention to behavioral aspects and include symbols and characteristics of houses in the Jepara area. The existence of the furniture industry Technopark in Jepara, apart from making a beautiful architectural building, this building can become an icon for the main furniture industry center building in Jepara. Keywords: Technogi Park,Science Park, tropical architecture furniture serta fasilitas publik maupun transportasi umum. PENDAHULUAN Teknopark atau Sciencepark sebuah fasilitas industry,pemerintah dan pendidikan/penelitian. Industri berbasis Technopark diharapkan mampu memberiksan solusi di bidang industri furniture industri khususnya di kota Jepara sesuai julukan sebagai pusat kota ukir Jawa Tengah. Industri furniture meubel merupakan sektor industri yang sangat unggul di kota Jepara, untuk terus di kembangkan,sehingga memberikan dampak kemajuan. Gambar. 1 Analisa Tapak Terpilih Batas-batas tapak Utara :Lahan Kosong dan Sanggar Ukir Ragastina Art. Selatan :Permukiman,WAW antique Jepara, dan kerajinan unik. Timur :Permukiman dan Beautiful Home Barat :Permukiman,Pabrik Elegant Furniture Handicraf. TINJAUAN TEORI Menurut L. F Purwanto,2006 dalam buku kenyamanan penggunanya,sehingga komponen didalamnya produk arsitektur tropis. Menurut teori dari Mc. Lam . dalam buku Arsitektur dan kenyamanan thermal (Noor Cholis,2. tujuan arsitektur tropis meliputi: Memberikan penerapan kesan tropis. Fungsional sesuai kebutuhan pengguna. Efisiensi energy bangunan. Memberikan ciri khas arsitektur publik Cirikhas iklim tropis lembab. Menurut Lipsmeier,1994: 18 sebagai berikut: Presipitasi: curah hujan tahunan 5001250 mm. Musim kering sedikit hujan,dan musim hujan berbeda setiap Kelembapan: kelembapan absolut . ekanan ua. cukup tinggi,sampai 15 mm selama musim kering,pada musim hujan 20 mm. Kelembapan relative berkisar 20-85 % tergantung musim. METODOLOGI PERANCANGAN C Pendekatan Aspek Kontekstual Tata letak tapak Lokasi berada di Jln. Jepara-Bangsri Muyoharjo 1 Muyoharjo Kec. Jepara Kab. Jepara Kec. Jawa Tengah 59431, dengan luas lahan 17. 350 m2, dengan arah orientasi menghadap ke selatan, dengan batasan tapak sebagai berikut:. Lokasi ini dipilih karena memiliki aspek pencapain yang sesuai kriteria bangunan industri meubel,Potensi tapak sangat mendukung dekat dengan industri meubel Gambar. 2 Batasan Tapak Gambar 3. 1 Analisa Tapak Pendekatan Aspek Fungsional Tabel 2. Program Aktifitas Kebutuhan Ruang kenyamanan,fungsional dan estetika lokalitas di dalam ruangan. Dengan penjelasan sebagai berikut : Lantai homogenose tile dan lantai vynil agar terkesan mewah dan lokalitas expose alami. Wall panel ditempatkan diarea pertemuan,lobby memberikan suasana berbeda. Penggunaan Plafon kisikisi/Gipsum sesuai dengan fungsi Pendekatan Aspek Arsitektural Bangunan Technopark di rencanakan ArsitekturTropis. Pendekatan Arsitektur Tropis bertujuan untuk menyelesaikan khususnya di bidang industry guna mendapatkan bangunan yang ramah lingkungan,sejuk,serta pertimbangan kenyamanan bagi pengguna dalam Dengan ini bangunan technopark yang bergerak di bidang persyaratan arsitektur tropis serta memberikan referensi prinsip desain baru yang menarik pada bangunan Konsep Struktur Sub Struktur Jenis pondasi yang digunakan footplat dan tiang pancang. dipergunakan pada kondisi tanah sesuai tapak dan bentang lebar seperti gudang industri dan fasilitas gedung yang ada di Technopark Industri Furniture Meubel. Konsep Eksterior Bangunan Konsep tampilan eksterior bangunan atau fasade dalam perencanaan dan Technopark Industri Furniture Meubel dengan pendekatan arsitektur tropis. Material yang digunakan GRC/roster,batu alam,bata expose,kaca dan sun shading dari ACP serta pemberian tanaman rambat disekitar roof garden/plat canopy. Konsep material dapat dijelaskan sebagai berikut: Penempatan kaca di area tertentu sesuai fungsi ruang. PengunaanmaterialGRC/roster/batu alam berguna untuk sirkulasi udara alami,pencahayaan alami memberikan kesan lokalitas daerah Pengunaan laser cutting ACP bermotif batik kawung sebagai sun shading dan memberikan nilai Penempatan tanaman rambat lee kwan yew di sekeliling roof garden/plat memberikan kesejukan disekitar Untuk finishing ke warna tidak terlalu cerah agar kesan tropis dan lokalitas tetap ada. Konsep Interior Bangunan Konsep tampilan interior bangunan dalam perencanaan dan perancangan Technopark Industri Furniture Meubel dengan pendekatan arsitektur tropis. Dalam bangunan lebih mengutaman Gambar 3. 2 Struktur Footplat dan Tiang Pancang Sumber : Analisa Penulis,2021 Upper Struktur Untuk menggunakan struktur beton,baja dan jenis genteng sesuai dengan fungsi Super Struktur Pada struktur tengah menggunakan struktur sloof,kolom dan balok beton maupun baja sesuai dengan fungsi Gambar 3. 3 Struktur Kolom beton,baja dan balok Gambar 3. 4 Struktur Kolom beton,Baja dan balok Gambar 3. 5 Tata Letak Tapak PEMBAHASAN Berdasarkan perhitungan besaran ruang pada bab sebelumnya,di dapatkan luasan : Konsep & Respon Analisa Tapak Untuk mengatasi utilitas pada area disekitar tapak dan bangunan dengan cara sebagai Tabel 2. 4 Besaran Kebutuhan Luas Bangunan Perhitungan kebutuhan KDB,GSB dan RTH dengan mengacu pada peraturan RTRW tahun 2017di Kota Jepara adalah sebagai o (KDB)= 60 % o (KLB)= 3 Lt. o (GSB)= 10 m o (RTH)= 40 % Total Luas Lahan= 17. 350 mA. Luas Lahan = 17. 350 mA. Luas KDB= 60 %. Kebutugan (KDB) 60%. = KDB 60 % x Luas Tapak = 60 % x 17. 350 mA. = 10. 410 mA. Kebutugan (RTH) 40%. = RTH 40 % x Luas Tapak = 40 % x 17. 350 mA. = 6. 940 mA. Konsep Terhadap Tata Letak Tapak Hasil konsep tapak yang sudah diperoleh dari analisa yang sudah dibuat meliputi : o Tapak masih berupa lahan kosong tidak ada masalah izin. o Letak tapak dekat denga fasilitas transportasi umum dan bangunan industry furniture meubel. Gambar 3. 6 Konsep dan Respon Tapak Konsep Utilitas Untuk mengatasi utilitas pada area disekitar tapak dan bangunan dengan cara sebagai o Saluran Exsisting yang tersumbat perlu o Penggunaan material perkerasan halaman yang memiliki resap air. o Air hujan dapat dialirkan di sungai buatan guna memberikan kesejukan di area E. Konsep Gubahan Massa Gambar 3. 9 Konsep Gubahan Massa Konsep Bangunan Arsitektur Gambar 3. 7 Konsep Utilitas Konsep Terhadap Zoning Horizontal Untuk penempatan massa disesuaikan analisa sebelumnya guna dapat merespon bangunan Gambar 3. 8 Konsep Zoning Horizontal Sumber : Analisa Penulis,2021 Gambar 3. 10 Konsep Bangunan Arsitektur Konsep Gambar Kerja Gambar 3. 11 Konsep Gambar Kerja (Sumber : Analisa Penulis,2. Gambar 3. 13 Konsep Visualisasi 3D Interior H. Konsep Visualisasi 3D Eksterior Konsep Visualisasi 3D Interior Cirikhas ukir Kota Jepara dimasukan di dalam interior guna memberikan cirikhas lokalitas hasil industri daerah tersebut. Gambar 3. 12 Konsep Visualisasi 3D Eksterior Gambar 3. 13 Konsep Visualisasi 3D Interior Gambar 3. 14 Konsep Visualisasi 3D Landscape Konsep Visualisasi 3D Landscape Fasilitas landscape terdapat play ground,taman pasif dan aktif serta terdapat roof garden. Konsep taman menekankan arsitektur tropis guna singkronisasi dengan bangunan nya. KESIMPULAN Bangunan Technopark Industri Furniture Meubel yang bergerak di bidang industri berbasis teknologi di Jepara yang akan di rancang nanti harus memperhatikan beberapa point di antaranya poin visual Berikut ini yang menjadi pertimbangan penerapan bangunan yaitu: Penampilan desain terlihat arsitektur Lebih menggunakan material epose guna memberikan kenyamanan dan persyaratan tropis. Pemberian vegetasi disekitar tapak dan dalam bangunan untuk memberikan kesejukan dalam bangunan. Penataan massa perlu dipertimbangkan dengan bangunan industri guna fungsi bangunan saling terkoneksi. Penerapan material seperti batu alam,bata expose dst ditempatkan memberikan kesan estetik. Pemilihan warna dipadukan dengan material dan fungsi bangunan agar terkesan menyatu dengan alam. Penggunaan meredam sinar Berdasarka poin tersebut,bangunan ini arsitektur sesuai dengan fungsinya. Konsep yang akan digunakan dalam perencanaan dan perancangan bangunan Technopark industri furniture meubel yaitu arsitektur tropis. Konsep arsitektur tropis merupakan arsitektur yang merespon iklim tropis sesuai dengan iklim di Indonesia serta menampilkan kesan lokalitas material dari suatu daerah tersebut. Tropis dalam konteks arsitektur memiliki tujuan alami,penghawaan menciptakan ruang dengan kenyamanan alami sesuai dengan fungsi ruang. DAFTAR PUSTAKA