Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera Volume. 4 Nomor. 3 September 2025 e-ISSN : 2963-3877 p-ISSN : 2962-0929. Hal 32-42 DOI: https://doi. org/10. 59059/jpmis. Tersedia: http://journal. id/index. php/jpmis Belajar Kosa Kata Bahasa Inggris Melalui Lagu Dengan Aktivitas Stereophonic Styrofoam: SD IT Nurul Fikri Palangka Raya Learning English Vocabulary Through Songs with Stereophonic Styrofoam Activities: SD IT Nurul Fikri Palangka Raya Abdul Syahid1. Aulia Rahmi2. Devi Hanas Tasya3. Krisna Dwi Alifhia Rezky4. Mirna Lestari5. Meisya Rawenda6. Nuralisa7. Umi Maisarah8. WafaAo Qaulan Syahida9 Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya Alamat: Kompleks Islamic Centre. Jl. Obos. Menteng. Kec. Jekan Raya. Kota Palangka Raya. Kalimantan Tengah 73112 Korespondensi Penulis: abdulsyahid. iainpky@gmail. Article History: Naskah Masuk: 15 Agustus 2025. Revisi: 30 Agustus 2025. Diterima: 28 September 2025. Terbit: 30 September 2025 Keywords: Listening, learners, vocabulary, song Abstract: The initiative "FUN ENGLISH LISTENING FOR KIDS" at SD IT Nurul Fikri aims to enhance the English language proficiency of young learners through innovative This project utilizes stereophonic styrofoam to introduce and reinforce English vocabulary among elementary school students. Under the guidance of fifth-semester students from the English Language Teaching Program at IAIN Palangka Raya, the project involves stages of introducing vocabulary, using styrofoam to associate sounds with vocabulary, and interactive sessions. This engaging learning method has successfully improved the English skills of elementary students at SD IT Nurul Fikri, demonstrating the potential of creative methods in language education. Abstrak. Inisiatif "FUN ENGLISH LISTENING FOR KIDS" di SD IT Nurul Fikri bertujuan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris pembelajar muda melalui metode inovatif. Proyek ini memanfaatkan stereophonic styrofoam untuk memperkenalkan dan memperkuat kosakata Inggris pada siswa SD. Dengan bimbingan mahasiswa semester lima dari Program Pendidikan Bahasa Inggris di IAIN Palangka Raya, kegiatan ini terbagi dalam tahapan memperkenalkan kosakata, menggunakan styrofoam untuk kaitkan suara dengan kosakata, serta sesi interaktif. Metode belajar yang menarik ini berhasil meningkatkan keterampilan bahasa Inggris siswa SD di SD IT Nurul Fikri, menunjukkan potensi metode kreatif dalam pendidikan bahasa. Kata Kunci: Mendengar, pelajar usia dini, kosakata, lagu PENDAHULUAN Anak-anak belajar secara berbeda dari orang dewasa karena cenderung cepat bosan dan kehilangan minat dalam waktu singkat, seperti yang dicatat oleh Harmer . yang dikutip dalam Hashemi dan Azizinez had . Untuk menjaga anak-anak tetap terlibat dan termotivasi, guru harus menggunakan berbagai metode seperti lagu, cerita, permainan, atau aktivitas yang dibuat oleh guru. Salah satu metode tersebut adalah Total Physical Response (TPR) yang dikembangkan oleh James Asher . TPR melibatkan anak-anak mendengarkan instruksi dan merespons secara fisik, yang membantu menjaga mereka aktif dan tertarik dalam proses belajar. Belajar Kosa Kata Bahasa Inggris Melalui Lagu Dengan Aktivitas Stereophonic Styrofoam: SD IT Nurul Fikri Palangka Raya Lingkungan untuk pembelajar bahasa kedua yang masih anak-anak berpusat pada aktivitas seperti permainan, lagu, dan materi yang menarik minat mereka. Tujuan utama pendidikan anak usia dini adalah untuk membina berbagai aspek perkembangan pada pembelajar muda ini (Wiraatmaja dkk. , 2021. NurussaAoadah, 2. Memanfaatkan lagu dalam pelajaran bahasa Inggris menawarkan metode yang efektif bagi pembelajar muda untuk mengintegrasikan dengan lancar pengucapan dan pembelajaran kosakata, sebagaimana yang ditekankan oleh Yuliana . Lagu memfasilitasi pendekatan yang tak sadar dan menyenangkan dalam memperoleh bahasa pada anak-anak. Kegiatan ini tidak hanya berkontribusi pada kesenangan anak-anak tetapi juga membina pengembangan holistik dari keterampilan siswa. Penelitian menunjukkan bahwa musik memiliki potensi untuk meningkatkan retensi ingatan. Ketika menggunakan lagu atau melodi yang menarik untuk menyampaikan konsep, siswa cenderung memiliki ingatan yang lebih baik terhadap informasi. Sebagai contoh, melodi yang mengajarkan abjad membantu anak-anak dalam mengingat urutan abjad secara berurutan. Demikian pula, pendekatan musikal dalam mengajar tabel perkalian membantu siswa dalam menghafalnya dengan lebih mudah. Video yang menampilkan lagu memiliki peran penting bagi anak-anak, karena singkat dan menyenangkan untuk dikaitkan, menawarkan hiburan dan kesenangan. Unsur visual dalam video lagu ini berkontribusi pada kegembiraan dan antusiasme anak-anak. Hal ini sejalan dengan pendapat yNakir dkk. bahwa video membantu para pembelajar dengan menyajikan konten otentik, memodelkan perilaku, dan meningkatkan kesadaran akan kesesuaian dan kesesuaian melalui pembelajaran. Secara umum, sebagian besar lagu yang tersedia di YouTube memiliki lirik yang santai dan sederhana yang tercermin melalui ekspresi wajah para penyanyi. Pembelajaran Bahasa Inggris melalui metode listening . memiliki beberapa alasan penting, terutama untuk anak-anak usia sekolah dasar di lingkungan sekolah yang masih berkembang dan belum terlalu berpengalaman dalam mempelajari Bahasa Inggris. Berikut adalah beberapa alasan utama: . Pembentukan Dasar yang Kuat. Anak-anak pada usia sekolah dasar tengah mengembangkan kemampuan bahasa. Pembelajaran Bahasa Inggris melalui listening membantu mereka membangun dasar yang kuat dalam hal keterampilan mendengarkan dan memahami bahasa Inggris secara lisan. Ini penting untuk memperluas kosa kata, intonasi, dan pemahaman tata bahasa. Keterampilan Komunikasi: Mendengarkan merupakan keterampilan penting dalam komunikasi. Melalui pengajaran Bahasa Inggris dengan metode listening, anak-anak akan lebih mampu memahami dan merespons dalam percakapan sehari-hari dalam bahasa Inggris. Ini membantu mereka dalam membangun JPMISAe VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN : 2963-3877 p-ISSN : 2962-0929. Hal 32-42 keterampilan komunikasi yang lebih baik. Penyampaian Materi yang Menarik: Pembelajaran melalui pendekatan listening dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif bagi anak-anak. Materi yang disajikan melalui cerita, lagu, permainan, dan rekaman audiovisual membantu mereka belajar dengan cara yang lebih menyenangkan. Oleh karena itu, metode pembelajaran Bahasa Inggris melalui listening pada anak-anak usia sekolah dasar di lingkungan sekolah yang masih berkembang sangat penting untuk membangun dasar yang kuat dalam memahami, berkomunikasi, dan membuka pintu peluang di masa depan. Anak-anak yang menjadi peserta kegiatan pembelajaran "Listening for Fun" di SD-IT Nurul Fikri umumnya berusia sekitar 6 hingga 12 tahun, mencakup rentang usia sekolah dasar. Rentang usia ini mengacu pada kisaran usia siswa kelas 1 hingga kelas 6 di sekolah dasar. Anak-anak pada rentang usia ini umumnya sangat responsif terhadap pendekatan pembelajaran yang mengedepankan interaksi aktif, kegiatan yang menyenangkan, dan penggunaan metode yang menarik dalam proses belajar. Jumlah peserta dalam kegiatan "Listening for Fun" di SDIT Nurul Fikri yang berjumlah kurang lebih 30 siswa dari kelas 1-6. Jumlah ini mencerminkan ukuran kelas atau kelompok yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Dengan jumlah siswa yang relatif kecil, pendekatan pembelajaran dapat diatur sedemikian rupa sehingga memungkinkan interaksi yang lebih intensif antara pengajar dengan setiap siswa. Kegiatan pembelajaran "Listening for Fun" bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan pemahaman awal anak-anak terhadap kosakata dasar bahasa Inggris dengan pendekatan yang menghibur dan memotivasi. Dengan usia anak-anak yang masih dalam rentang sekolah dasar dan jumlah siswa yang terbatas, pendekatan yang interaktif, inovatif, dan berorientasi pada penggunaan lagu, teknologi, serta media visual/audio seperti Stereophonic Styrofoam, memiliki potensi besar dalam menarik minat siswa dan mempercepat pemahaman mereka terhadap bahasa Inggris. METODE Metode yang digunakan dalam pelayanan masyarakat ini adalah metode deskriptif yang menggambarkan kondisi subjek atau objek penelitian sesuai dengan fakta yang ada" (Hadari. Berikut adalah urutan detail kegiatan untuk pendekatan audio-visual melalui presentasi gambar dan nama fasilitas, diskusi kelompok kecil, dan kegiatan gerak menggunakan aktivitas pencocokan dengan Styrofoam: Dalam rangka pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di SD-IT Nurul Fikri, tim mahasiswa telah melakukan beberapa langkah sebagai berikut: Belajar Kosa Kata Bahasa Inggris Melalui Lagu Dengan Aktivitas Stereophonic Styrofoam: SD IT Nurul Fikri Palangka Raya Awal Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat: Diskusi Tim: Tim melakukan diskusi untuk menentukan tema yang relevan dengan kegiatan pengabdian masyarakat. Setelah mencapai kesepakatan, tim menetapkan judul AuBelajar Kosakata Bahasa Inggris Melalui Lagu Dengan Aktivitas Stereophonic Styrofoam: SD-IT Nurul Fikri Palangka RayaAy Penetapan Tempat dan Penetapan Jumlah Tim: Berdasarkan kesepakatan dalam diskusi, tim menetapkan SD-IT Nurul Fikri sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dan berjumlah 8 orang yang ikut dalam pengabdian masyarakat ini. Adapun untuk waktu pengabdian dilaksanakan pada hari Rabu dan Kamis tanggal 15 dan 16 November 2023. Monitoring dan Proposal: Tim melakukan monitoring dan menyusun proposal sebagai tahap awal pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat. Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat: Pada tahap kegiatan awal, proses melibatkan persiapan awal konten fundamental . yang dimaksudkan untuk diperkenalkan kepada anak-anak. Selain itu, tahap ini mencakup memberitahukan kepada siswa peserta tentang materi pembelajaran bahasa Inggris yang mendasar yang melibatkan kosakata melalui mendengarkan dan menjelaskan keuntungan setelah pemahaman materi tersebut oleh anak-anak. Beberapa langkah-langkah yang dilakukan sebagai berikut: Presentasi Gambar dan Lagu sebagai Pengenalan Sesi ini dimulai dengan memperkenalkan gambar yang terkait dengan subjek tertentu dalam bahasa Inggris yang akan dipelajari. Siswa diperkenalkan dengan nama-nama kosakata ini dalam bahasa Inggris, disertai dengan penjelasan singkat tentang setiap subjek. Gambar 1. Presentasi gambar dan lagu sebagai pengenalan Diskusi Kelompok Kecil untuk Pemahaman Kosakata Siswa dibagi menjadi kelompok kecil. Setiap kelompok diberi kesempatan untuk JPMISAe VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN : 2963-3877 p-ISSN : 2962-0929. Hal 32-42 mendiskusikan dan lebih memahami kosakata, misalnya nama-nama barang di rumah atau kosakata dalam instruksi sederhana dalam bahasa Inggris. Mahasiswa lain memandu diskusi dengan memberikan pertanyaan untuk memastikan pemahaman siswa terhadap kosakata yang Gambar 2. Kegiatan berdukusi untuk pemahaman kosa-kata Kegiatan Gerak dengan Pencocokan menggunakan Styrofoam Mahasiswa mengatur kegiatan pencocokan menggunakan Styrofoam. Setiap siswa bertugas untuk menghubungkan gambar fasilitas yang telah dipelajari sebelumnya dengan Styrofoam yang menghasilkan suara terkait fasilitas tersebut. Siswa diminta untuk mencocokkan Styrofoam dengan gambar yang sesuai sambil mendengarkan suara yang dihasilkan. Proses ini memungkinkan siswa untuk secara praktis menerapkan kosakata yang telah dipelajari sambil terlibat dalam gerakan, melibatkan penggunaan materi auditori, visual, dan fisik. Penting untuk dicatat bahwa urutan ini dapat disesuaikan sesuai dengan kebutuhan dan preferensi guru. Tujuannya adalah menciptakan pengalaman belajar yang interaktif dan menarik bagi siswa sambil memastikan pemahaman mereka terhadap kosakata bahasa Inggris yang telah dipelajari. HASIL Kegiatan pelayanan masyarakat ini dilakukan dengan anak-anak di SD-IT Nurul Fikri. Palangka Raya. Materi yang disampaikan difokuskan pada kosakata dasar menggunakan metode mendengarkan bahasa Inggris sebagai pengenalan awal bahasa Inggris bagi anak-anak. Kegiatan ini langsung difasilitasi oleh mahasiswa semester lima dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (Tadri. di IAIN Palangka Raya. Tahapan kegiatan yang dilakukan selama pelayanan masyarakat ini mencakup: Berdasarkan prinsip-prinsip pendidikan umum, penggunaan lagu sebagai metode untuk meningkatkan kosakata siswa dan penggunaan media styrofoam untuk meningkatkan pengalaman mengajar dan belajar memiliki beberapa manfaat potensial: . Peningkatan Retensi Kosakata Lagu telah diketahui membantu dalam retensi ingatan, memudahkan siswa untuk mengingat dan mengingat kembali kata-kata kosakata yang Belajar Kosa Kata Bahasa Inggris Melalui Lagu Dengan Aktivitas Stereophonic Styrofoam: SD IT Nurul Fikri Palangka Raya diajarkan melalui musik. Lagu diketahui dapat membantu retensi memori, sehingga memudahkan siswa untuk menghafal dan mengingat kosa kata yang diajarkan melalui musik. Hal ini sejalan dengan yang di tulis oleh (Amaniasari. 1 Konsisten dengan artikel berjudul ``Menggunakan Lagu untuk Pembelajaran'', penelitian ini menunjukkan efektivitas penggunaan musik, khususnya lagu, sebagai alat pembelajaran. Siswa didukung. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan lagu sebagai alat pembelajaran dapat memberikan kontribusi yang besar dalam meningkatkan pemahaman mendengarkan siswa SD. Keterlibatan dan Kesenangan Mengintegrasikan lagu ke dalam pelajaran dapat meningkatkan keterlibatan dan kesenangan siswa, membuat proses belajar lebih menyenangkan bagi anak-anak. Ini dapat berdampak positif pada sikap mereka terhadap belajar kosakata bahasa Inggris. Pembelajaran Multisensori Penggunaan styrofoam sebagai alat bantu mengajar memberikan pengalaman multisensori bagi siswa, menggabungkan pembelajaran auditori dari lagu dengan interaksi taktil, sehingga menarik bagi gaya belajar yang berbeda dan meningkatkan . Mendorong Partisipasi Aktif Kegiatan yang melibatkan bahan styrofoam memungkinkan partisipasi langsung, mendorong pembelajaran aktif dan keterlibatan yang lebih besar di antara siswa. Dari hasil diskusi, terungkap bahwa siswa-siswi di SD-IT Nurul Fikri semakin percaya diri dalam mempelajari Bahasa Inggris. Pengabdian ini juga memberikan motivasi kepada seluruh murid untuk lebih antusias dan aktif dalam belajar. Untuk memahami konsep pembelajaran menggunakan pendekatan "listening for fun" Pengabdian masyarakat ini menggabungkan metode pembelajaran melalui lagu dengan kegiatan praktis menggunakan Stereophonic Styrofoam. Konsep ini sejalan dengan penelitian oleh yNUZ . 2 yang melakukan uji preferensi pendengaran subjektif terhadap dua susunan mikrofon stereo berbeda pada pengaturan mendengarkan melalui headphone dan speaker. Hasil penelitian yNUZ memberikan wawasan yang berharga tentang preferensi pendengaran, yang dapat diintegrasikan dalam konteks pengajaran lagu dalam pengembangan kosa kata Bahasa Inggris. Dengan demikian, integrasi hasil penelitian yNUZ dalam metode pengajaran lagu dengan penggunaan Stereophonic Styrofoam dapat memberikan landasan ilmiah yang kuat untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran kosakata Bahasa Inggris melalui pendekatan musik dan teknologi, serta memberikan kontribusi positif dalam pengembangan metode pembelajaran yang inovatif dan menarik bagi siswa. Amaniasari. The use of songs to improve listening comprehension at tenth grade students yNUZ. A subjective listening test on the preference of two different stereo microphone arrays on headphones and speakers listening setups. JPMISAe VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN : 2963-3877 p-ISSN : 2962-0929. Hal 32-42 Penggunaan lagu dalam pembelajaran bahasa Inggris telah terbukti efektif dalam meningkatkan penguasaan kosa kata siswa (Isnaini 2. 3 menunjukkan bahwa siswa yang belajar kosa kata melalui lagu menunjukkan peningkatan penguasaan kosa kata yang Hal ini menegaskan bahwa pendekatan pembelajaran melalui lagu tidak hanya memperkaya pengalaman belajar siswa tetapi juga secara konkret meningkatkan kemampuan mereka dalam menguasai kosa kata Bahasa Inggris, memberikan landasan yang kuat untuk mengintegrasikan metode ini dalam kurikulum pendidikan. Dengan demikian, penerapan metode pembelajaran ini dapat memberikan kontribusi yang berharga dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam memperoleh penguasaan kosa kata Bahasa Inggris secara Musik dan sintaks bahasa berinteraksi di Area Broca, bagian otak yang terlibat dalam pemrosesan bahasa Kunert et al. Ini menunjukkan bahwa musik dapat memainkan peran penting dalam pembelajaran bahasa. Hasil penelitian ini memberikan wawasan yang berharga tentang bagaimana musik dapat digunakan sebagai alat untuk membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan pemahaman bahasa, terutama dalam konteks pengajaran kosa kata melalui lagu. Dengan memahami bagaimana musik dan sintaks bahasa berinteraksi di Area Broca, peneliti dan pengembang layanan pendidikan dapat mengintegrasikan metode pembelajaran melalui lagu untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran kosakata Bahasa Inggris, serta memberikan kontribusi positif dalam pengembangan metode pembelajaran yang inovatif dan menarik bagi siswa. Penggunaan teknologi dalam pembelajaran bahasa juga menjadi semakin penting. Shadiev et . 5 menunjukkan bahwa teknologi yang muncul, seperti Stereophonic Styrofoam, dapat memainkan peran penting dalam pembelajaran bahasa di masa depan. Dengan terus berkembangnya teknologi, integrasi teknologi canggih seperti Stereophonic Styrofoam dalam konteks pembelajaran bahasa dapat membuka peluang baru untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan mendalam bagi siswa. Hal ini menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran bahasa tidak hanya relevan, tetapi juga dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran kosakata Bahasa Inggris melalui pendekatan inovatif yang memanfaatkan teknologi mutakhir. Isnaini. , & Aminatun. Do you like listening to music?: Students' thought on their vocabulary mastery using English songs Kunert. Willems. Casasanto. Patel. , & Hagoort. Music and language syntax interact in BrocaAos area: An fMRI study. Shadiev. Wen. Uosaki. , & Song. Future language learning with emerging technologies Belajar Kosa Kata Bahasa Inggris Melalui Lagu Dengan Aktivitas Stereophonic Styrofoam: SD IT Nurul Fikri Palangka Raya Bajrami dan Ismaili . 6 menunjukkan bahwa materi video dapat memainkan peran penting dalam kelas Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL). Ini menunjukkan bahwa penggunaan media visual dan audio, seperti lagu dan Stereophonic Styrofoam, dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran. Hasil penelitian ini memberikan wawasan yang berharga tentang bagaimana penggunaan materi video dan lagu dapat membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan pemahaman bahasa, terutama dalam konteks pengajaran kosa kata melalui lagu. Dengan memahami bagaimana materi video dan lagu berinteraksi dalam pembelajaran bahasa, peneliti dan pengembang layanan pendidikan dapat mengintegrasikan metode pembelajaran ini untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran kosakata Bahasa Inggris melalui pendekatan yang menggabungkan teknologi Stereophonic Styrofoam. Lagu dapat membantu siswa memahami dan mengingat kosa kata baru, serta struktur dan pola Lagu-lagu dalam bahasa asing dapat memberikan konteks yang kaya untuk kosa kata dan struktur bahasa, memungkinkan siswa untuk melihat bagaimana mereka digunakan dalam konteks nyata. Selain itu, lagu juga dapat membantu siswa memahami aspek-aspek kultural dan sosial dari bahasa yang mereka pelajari, memberikan mereka pemahaman yang lebih mendalam dan holistik tentang bahasa tersebut. Dengan demikian, penggunaan lagu dalam pengajaran bahasa asing dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi siswa, baik dalam hal penguasaan kosa kata dan struktur bahasa, maupun dalam pemahaman mereka tentang budaya dan masyarakat yang berbicara bahasa tersebut DISKUSI