(Konstruks. Publikasi Ilmu Teknik. Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil Volume. 3 Nomor. 4 Oktober 2025 e-ISSN: 3031-4089. p-ISSN: 3031-5069. Hal. DOI: https://doi. org/10. 61132/konstruksi. Tersedia: https://journal. id/index. php/Konstruksi Redesain Bendung Semat Kali Gawe Kabupaten Jepara 2025 Dwi Ahamad Maulana1*. Muhammad Dwi Dany Sadewa2. Sofyan Anas3. Devandaru Maulana4. Muhammad Tafrihan5 Progam Studi Teknik Sipil. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Nahdlatul Ulama Jepara. Indonesia *Penulis korespondensi: ddwi1436@gmail. Abstract. This study evaluates the retrofit design of the Semat weir on the Kali Gawe in Jepara Regency. The retrofit aims to adjust the weirAos hydraulic capacity to accommodate estimated flood discharges while ensuring the structureAos stability under applied loads. In the agricultural context, adequate water availability for irrigation directly affects crop yields. conversely, the rainy season often increases river flow and flood risk. Irrigation structures such as weirs are therefore required to raise river water levels to divert flow into irrigation channels and to regulate water distribution. Flood discharge estimates were derived from precipitation data and watershed . rainage basi. Flood hydrograph planning is a critical design step for the weir. Log-Pearson Type i analysis was used to determine probable precipitation values for several recurrence intervals. Those design precipitation values were then converted into design flood discharges using synthetic unit hydrograph methods, specifically the Snyder. Nakayasu, and Gamma HSS approaches. Employing the Gamma synthetic unit hydrograph for the 50-year return period (Q. produced a design flood discharge of 2,536. 52 mA/s for that recurrence interval. Structural stability analyses of the redesigned weir indicate safety factors well above customary thresholds: overturning resistance factor = 11. equired Ou 1. , sliding resistance factor = 4. equired Ou 2. , and piping . nternal erosio. factor = infinite . equired Ou . All evaluated stability parameters therefore satisfy standard safety criteria. Keywords: Redesign of Semat Dam. River Basin (DAS). Planned Flood Discharge. Synthetic Unit Hydrograph. Structural Stability Abstrak. Penelitian ini membahas tentang perancangan ulang Bendung Semat yang terletak di Kali Gawe. Kabupaten Jepara, dengan tujuan untuk menyesuaikan kapasitas hidraulik bendung sesuai dengan debit banjir yang direncanakan dan memastikan kestabilan struktur terhadap gaya yang berpengaruh. Dalam bidang pertanian, ketersediaan air untuk irigasi sangat mempengaruhi hasil panen, sedangkan saat musim hujan, aliran sungai seringkali meningkat yang dapat menyebabkan risiko banjir. Oleh karena itu, diperlukan infrastruktur pengairan seperti bendung yang berfungsi menaikkan permukaan air sungai untuk dialirkan ke saluran irigasi serta mengatur distribusi air. Debit banjir yang direncanakan dihitung berdasarkan data curah hujan dan karakteristik Daerah Aliran Sungai (DAS). Analisis debit banjir yang direncanakan merupakan langkah penting dalam perancangan Metode Log Pearson Tipe i digunakan untuk analisis hidrologi guna menentukan curah hujan yang direncanakan untuk berbagai periode ulang. Data curah hujan yang direncanakan lalu diolah dengan beberapa metode Hidrograf Satuan Sintetis (Snyder. Nakayasu, dan Gamm. untuk mendapatkan estimasi debit banjir yang Dengan menggunakan metode HSS Gamma untuk periode ulang 50 tahun (Q. , diperoleh debit banjir yang direncanakan sebesar 2536. 52 mA/s untuk periode ulang tersebut. Analisis kestabilan menunjukkan bahwa bendung yang telah didesain ulang memiliki faktor keamanan terhadap guling yaitu 11,6 (Ou 1,. , geser 4,80 (Ou 2,. , dan piping tak terhingga (Ou . , sehingga semua parameter kestabilan memenuhi standar keamanan. Redesain ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja Bendung Semat dalam pengelolaan aliran, mengurangi risiko kerusakan akibat banjir, serta mendukung sistem irigasi dan pengelolaan sumber daya air di kawasan Kali Gawe. Jepara. Kata kunci: Redesain Bendung Semat. Daerah Aliran Sungai (DAS). Debit Banjir. Hidrograf Satuan Sintetis. Kestabilan Struktur. LATAR BELAKANG Air adalah sumber daya yang krusial untuk kelangsungan hidup manusia. Di bidang pertanian, adanya air untuk irigasi sangat berpengaruh pada hasil panen, sedangkan pada saat hujan, aliran sungai biasanya bertambah banyak sehingga menambah potensi terjadinya banjir. Jumlah hujan yang melebihi kapasitas aliran menyebabkan banjir (Akuatiklestari et al. , 2. Naskah Masuk: 16 September, 2025. Revisi: 29 September, 2025. Diterima: 10 Oktober, 2025. Terbit: 17 Oktober, 2025 Redesain Bendung Semat Kali Gawe Kabupaten Jepara 2025 Sangat penting untuk mengetahui debit banjir maksimum yang direncanakan pada tikungan secara akurat karena biaya yang terkait dengan proyek hidroteknik ini dan potensi bencana yang disebabkan oleh desain yang salah (Dwijayanthi & Ningrum, 2. Oleh karena itu, dibutuhkan struktur pengairan seperti bendungan yang bertugas untuk meninggikan tingkat air sungai agar bisa disalurkan ke saluran irigasi dan juga mengatur pembagian air (Nurzanah et , 2. Bendung adalah struktur melintang di atas sungai dengan tujuan menurunkan muka air sehingga air sungai dapat disadap dan dialirkan secara gravitasi ke sistem irigasi (Pinandito & Harsanto, 2. Dalam perencanaan bendung, analisis hidrologi menjadi bagian penting karena aliran banjir yang direncanakan mempengaruhi ukuran dan stabilitas struktur. Aliran banjir yang direncanakan dihitung dengan memanfaatkan data curah hujan serta sifat-sifat daerah aliran sungai, yang kemudian diproses menggunakan metode distribusi frekuensi curah hujan dan hidrograf satuan sintetik. Pemilihan metode yang benar sangat berdampak pada hasil perhitungan aliran dan pada akhirnya pada desain bendung. (Cambodia et al. , 2. Secara umum, proses pembangunan terdiri dari fase studi, penyelidikan, perencanaan, pelaksanaan konstruksi , dan operasi dan pemeliharaan (Natalia Yuliana Margaretha et al. , 2. Beberapa kajian di Indonesia mengindikasikan adanya perbedaan hasil debit banjir rencana yang berpengaruh pada desain bendungan. Penelitian di DAS Way Lunik menunjukkan bahwa metode Snyder dan SCS menghasilkan variasi besar dalam debit banjir rencana, sehingga pemilihan metode menjadi aspek krusial dalam perencanaan hidrologi (Cambodia et al. , 2. Studi lain mengenai Bendungan Tapin juga menyoroti pentingnya penetapan debit banjir yang direncanakan, di mana hasil peanalisisan menunjukkan bahwa variasi periode pengulangan secara langsung berdampak pada ketinggian permukaan air dan kemampuan pengurangan bendungan (Muhammad & Helda, 2. Selain aspek metode, perubahan iklim dan pemanfaatan lahan juga berpengaruh terhadap aliran banjir. Penelitian di Bendungan Logung yang berada di Kabupaten Kudus mengindikasikan bahwa perubahan pola curah hujan dan penggunaan lahan berkontribusi pada peningkatan aliran banjir dan mengurangi fungsi bendungan dalam menangani banjir, oleh karena itu analisis hidrologi harus memperhatikan elemen lingkungan (Febriani et al. , 2. Hal serupa juga terlihat dalam kajian mengenai Bendungan Pamukkulu, di mana perubahan sifat DAS berdampak besar pada keselamatan bendung karena peningkatan aliran banjir (Mufrodi & Sriyana, 2. KONSTRUKSI - VOLUME 3. NOMOR 4. OKTOBER 2025 e-ISSN: 3031-4089. p-ISSN: 3031-5069. Hal. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa evaluasi aliran banjir yang direncanakan adalah suatu tahap krusial dalam perencanaan bendung. Dengan analisis hidrologi yang akurat, diharapkan bendung dapat memenuhi kebutuhan irigasi serta tetap aman dalam menghadapi kemungkinan banjir di wilayah aliran sungai. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menghitung besar aliran banjir yang direncanakan menggunakan berbagai metode hidrograf satuan sintetis, mengevaluasi kekuatan bendung yang ada, dan merancang kembali Bendung Semat agar sesuai dengan standar hidrolik serta keamanan bangunan. KAJIAN TEORITIS Hidrologi dan Debit Banjir Rencana Hidrologi merupakan bidang ilmu yang meneliti daur, distribusi, serta karakteristik air di planet kita. Dalam perancangan struktur air, analisis hidrologi mempunyai peranan krusial untuk memprediksi aliran banjir rencana, yang adalah aliran maksimum yang diperkirakan akan muncul berdasarkan informasi tentang curah hujan. Debit banjir rencana adalah debit maksimum sungai yang dapat mengalir tanpa ancaman terhadap stabilitas bangunan udara dan dihitung berdasarkan hasil perhitungan. Aliran banjir rencana ini digunakan sebagai acuan dalam merencanakan ukuran bangunan, termasuk bendungan (Arifin & Maulidiyah, 2025. Nurzanah et al. , 2. Stabilitas Bendung Bendung merupakan struktur yang memiliki tujuan untuk mengangkat level air sungai sehingga dapat disalurkan ke sistem irigasi. Dalam tahap perencanaan, bendung perlu diuji terhadap gaya guling, geser, dan kebocoran untuk memastikan keselamatan bangunannya. Studi mengenai Bendungan Semantok yang terletak di Kabupaten Nganjuk menunjukkan bahwa bagian bendungan cukup stabil terhadap tekanan eksternal, baik dalam keadaan biasa maupun saat terjadi banjir. Faktor keamanan sudah memenuhi standar stabilitas, namun perlu dilakukan pengecekan secara rutin untuk menghadapi kemungkinan perubahan dalam kondisi geologi dan hidrologi (Pratama et al. , 2. Sementara itu, penelitian di Bendung Tamiang mengungkapkan bahwa walaupun bendung dianggap aman dalam keadaan normal, saat banjir terjadi, tingkat keamanannya mengalami penurunan dan mendekati batas berbahaya. Hal ini menegaskan bahwa analisis stabilitas dalam situasi ekstrem sangat penting untuk memastikan keselamatan bendung (Rikardo S. , 2. Redesain Bendung Semat Kali Gawe Kabupaten Jepara 2025 Pengaruh Kondisi DAS terhadap Debit Banjir Daerah aliran sungai adalah daerah yang memiliki batasan alam atau buatan. Batasan ini dapat berupa gunung, bukit, tanggul, atau jalan. Air hujan mengalir menuju outlet atau titik kontrol (Arifin & Maulidiyah, 2. Perubahan penggunaan lahan dan jumlah curah hujan bisa meningkatkan aliran banjir. Studi yang dilakukan di Waduk Tapin dengan menggunakan metode HSS SCS menunjukkan bahwa variasi curah hujan berdampak pada hasil perhitungan debit banjir yang direncanakan, sehingga aspek lingkungan perlu diperhatikan dalam perancangan bendungan (Muhammad & Helda, 2. Hidrologi dan Debit Banjir Rencana Hidrologi merupakan bidang ilmu yang meneliti daur, distribusi, serta karakteristik air di planet kita. Dalam perancangan struktur air, analisis hidrologi mempunyai peranan krusial untuk memprediksi aliran banjir rencana, yang adalah aliran maksimum yang diperkirakan akan muncul berdasarkan informasi tentang curah hujan. Aliran banjir rencana ini digunakan sebagai acuan dalam merencanakan ukuran bangunan, termasuk bendungan (Nurzanah et al. Metode HSS Sherman memperkenalkan ide hidrograf satuan pada tahun 1932 untuk mengubah hujan menjadi debit aliran (Natakusumah et al. , 2. Hidrograf satuan sintetis (HSS) adalah cara yang dipakai untuk menghitung aliran banjir yang direncanakan dengan memanfaatkan ciriciri dari wilayah aliran sungai (DAS). Ketika data hidrograf banjir asli tidak tersedia, hidrograf satuan sintetik digunakan dalam desain untuk menerapkan gagasan hidrograf satuan (Suhudi et al. , 2. Beberapa teknik yang umum digunakan antara lain adalah HSS Nakayasu. Snyder, dan Soil Conservation Service (SCS). Hasil dari perhitungan setiap teknik dapat bervariasi, sehingga pemilihan cara yang tepat sangat memengaruhi tingkat ketepatan nilai aliran banjir yang direncanakan (Cambodia et al. , 2. Analisa Frekuensi Banjir Analisa frekuensi banjir dilakukan untuk menghitung debit banjir yang direncanakan dengan mengacu pada data hujan atau debit yang telah ada. Berbagai teknik statistik seperti Gumbel. Log Pearson Tipe i, atau Normal digunakan untuk memprediksi debit berdasarkan periode yang berbeda. Penelitian tentang Pemilihan Metode Analisis Debit Banjir untuk Rancangan Embung Coyo di Kabupaten Grobogan menunjukkan bahwa metode yang berbeda dapat memberikan hasil debit banjir rencana yang tidak sama, sehingga pentingnya memilih metode yang sesuai dalam perencanaan infrastruktur air sangatlah besar (Sarminingsih, 2. KONSTRUKSI - VOLUME 3. NOMOR 4. OKTOBER 2025 e-ISSN: 3031-4089. p-ISSN: 3031-5069. Hal. METODE PENELITIAN Studi ini dilaksanakan di Bendung Semat Kali Gawe yang terletak di Kabupaten Jepara. Jawa Tengah. Bendung ini berperan untuk meningkatkan muka air Sungai Kali Gawe agar bisa dialirkan ke sistem irigasi hidrologi, penghitungan debit Fokus studi adalah rencana, penilaian stabilitas bendung yang ada, dan perencanaan desain ulang bendung berdasarkan hasil analisis. Data yang di pakai pada penelitian ini menggunakan data primer serta data sekunder. Data awal di dapatkan dengan survei lapangan di bendung semat kali gawe untuk mengevaluasi keaadaan fisik bangunan, ukuran mercu, lebar tubuh, kondisi pondasi, serta pengumpulan foto. Pengamatan juga di lakukan di kawasan daerah aliran sungai (DAS) untuk mengenali kemiringan, konfigurasi tanah, dan tutupan lahan. Data sekunder di peroleh dari BMKG dan PUPR Jawa Tengah, termasuk data curah hujan harian selama sepuluh tahun, peta topografi, serta informasi teknis mengenai bendung yang ada. Gambar 1. Dimensi Bendung. Sumber : hasil survey Tabel 1. Data Curah Hujan Maksimum Bendung Semat Kali Gawe. Tahun Statiun kedung . owan lo. Statiun pecangaan . Statiun jepara . Redesain Bendung Semat Kali Gawe Kabupaten Jepara 2025 Hasil pengambilan data 3 stasiun curah hujan terdekat bendung semat kali gawe jepara dari tahun 2014 Ae 2023. Analisis hidrologi dilakukan dengan cara mengolah data curah hujan untuk mengetahui hujan maksimal dalam setahun. Setelah itu dilakukan analisis frekuensi dengan menggunakan beberapa jenis distribusi probabilitas, selanjutnya menghitung hujan rencana untuk berbagai periode ulang (Sarminingsih, 2. Hujan rencana ini digunakan sebagai masukan data dalam perhitungan debit banjir rencana dengan metode Hidrograf Satuan Sintetis (HSS), seperti Nakayasu atau Snyder, yang dianggap cocok untuk Daerah Aliran Sungai (DAS) yang data debit panjangnya terbatas (Cambodia et al. , 2. Analisis kestabilan bendungan dilakukan dengan memanfaatkan informasi teknis dari bendungan yang ada. Penilaian mencakup penghitungan faktor keamanan terkait gaya guling, geser, dan rembesan berdasarkan standar perancangan struktur air. (Pratama et al. , 2021. Rikardo S. , 2. Apabila evaluasi menunjukkan bahwa bendung yang ada tidak memenuhi standar stabilitas atau tidak dapat menampung aliran banjir yang direncanakan, maka akan dilakukan proses perancangan ulang. Gambar 2. Diagram Alur. KONSTRUKSI - VOLUME 3. NOMOR 4. OKTOBER 2025 e-ISSN: 3031-4089. p-ISSN: 3031-5069. Hal. HASIL DAN PEMBAHASAN Lokasi Penelitian ini berada di bendung semat kali gawe kabupaten jepara yang di lakukan pada tahun 2025. Lokasi penelitian Gambar 3. Lokasi Penelitian. Sumber : (BBWS, 2. Hasil penelitian ini bertujuan untuk menghitung besar aliran banjir yang direncanakan menggunakan berbagai metode hidrograf satuan sintetis, mengevaluasi kekuatan bendung yang ada, dan merancang kembali Bendung Semat agar sesuai dengan standar hidrolik serta keamanan bangunan. Untuk menentukan debit banjir di ambil dari 3 statiun terdekat supaya mendapatkan hasil yang lebih akurat. Tabel 2. Data Curah Hujan Maksimum Bendung Semat Kali Gawe. Tahun Statiun kedung . owan lo. Statiun pecangaan . Statiun jepara . Redesain Bendung Semat Kali Gawe Kabupaten Jepara 2025 Tabel 3. Curah Hujan Stasiun pada DAS Semat Kali Gawe. Tahun Statiun Kedung Statiun Pecangaan Statiun Bapangan Total RataRata JUMLAH RATA-RATA LOG Pengukuran Dispersi Tabel 4. Pengukuran Dispersi. Dicari Rumus Hasil Sd/log Xirerata 0,001959 0,000828 Keterangan : Sd = Standar Deviasi Cv = Koef Variasi Ck = Koef kurtois CS = Koef sweknes KONSTRUKSI - VOLUME 3. NOMOR 4. OKTOBER 2025 e-ISSN: 3031-4089. p-ISSN: 3031-5069. Hal. Perhitungan debit banjir Tabel 5. Hasil Kala Ulang Debit Per Tahun. Kala Ulang (T) (KT) Q10 Q20 Q25 Q50 Q100 og XT) (XT = 10^log XT) . Data yang dibutuhkan Tabel 6. Data-data yang dibutuhkan. SCS- CN:CN= 75 CN-254 Ia 0. Parameter snyder Nkayasu . g, tr, tapi. T0. Gamma . = . = tp Snyder LUAS DAS P ALIRAN Km2 Rumus Perhitungan Tabel 7. Rumus. Rumus Perhitungan Synder Nakayasu CS-CN . ujan efekti. Gamma 75Ct(L. LC)0. Perhitungan Nilai Penting S=84. 6667 mm. Ia=16. 9333 mm. tp Snyder . atu kali hitung, dipakai untuk semua T): tp=0. 3OO7. 17521 jam 6y42. 408y1000 ycycycuycnyc ycycuycyccyceyc 7. 17521 x 3600 = 0,98506 yco3/s per mm Untuk Nakayasu . engan L=25. tg=1. 87494 jam, tr=0. 93747 jam, tp=2. 62492 jam. T0. 3=3. 74988 jam Redesain Bendung Semat Kali Gawe Kabupaten Jepara 2025 Tabel 8. Hasil Kala Ulang Dengan HSS. (P. Snyder Nakayasu Gamma A/. A/. A/. Q10 Q20 Q25 Q50 Q100 Kala Ulang (P) . Menentukan Panjang Mercu Bendung Panjang mercu bendung = 1,2 x L rata2 sungai = 1,2 x 20 = 24 => 24 m Perhitungan Mercu Bendung = B Ae . Kp Ka x . = 20 Ae . x 0,. = 20 Ae 0,4 h Diketahui : Be = Lebar Efektif = Lebar Rata2 Sungai = Jumlah Tiang Bendung = Koef. Reaksi Tiang = Koef. Reaksi Dasar Bendung Tinggi Air di Atas Mercu = 1,71 x M x Be x H13/2 H1 = He = H K M = 1,49 Ae 0,018 x . Oe r )2 = 27 x M2 x H3 x ( H P )2 Dikwtahui : Q = Debit Banjir . 3/d. = Panjang Mercu Bendung Efekif . = Tinggi Elemen di Hulu ( m ) x ( H 1 = H e ) KONSTRUKSI - VOLUME 3. NOMOR 4. OKTOBER 2025 e-ISSN: 3031-4089. p-ISSN: 3031-5069. Hal. = Koef. Aliran = Tinggi Air di Hulu . = Jari2 Bulatan Mercu . =0,5 H) = Tinggi Aliran . = Tinggi Mercu . x (P=1,. Tinggi Air Diatas Mercu (H) = m = 1,49 Ae 0,018 x . 0,3 2 = 1,141 = 27 x m2 x h3 x ( h p )2 = 0,000144 H1 = 0,3 0,000144 = 0,3 m Be = 20 Ae . ,4 x 0,. = 19,88 = 1,71 x 1,141 x 19,88 x . = 6,36 m3/sec Tinggi Aliran di Hilir A rata2 = L penampang = 196,099 Tinggi Aliran diilir Bendung P rata2 = K penampang = 160,405 = P 148,06 = 111,807 = 1,222 R0,5 = 1,105 = 0,017 = 1,65 gr/cm3 = 1 y R0,5 Redesain Bendung Semat Kali Gawe Kabupaten Jepara 2025 1,65 1,105 = 33,83 = C x (R x i )0,5 = 33,83 y 0,137 = 4,63 m/detik =AxV = 196,099 x 4,63 = 907,93 m3/dt Akibat Berat Sendiri Luas segmen = 19,8 x 3 = 59,4 m2 Berat jenis beton = 2,4 ton/m3 Gaya Vertikal = -(L x Berat jeni. = -. ,4x 2,. = -142,56 ton Dimana: = Debit Aliran = Kec Aliran = Kemiringan Sungai = Koef Chezy = Jari2 Hidrolis Gaya Gempa Site class Tabel 9. Gaya Gempa. Fa . hort perio. 6 Ie 1. ergantung SS) 0 Ie 2. ergantung S. 4 Ie 0. ergantung SS) 2 Ie 0. ergantung S. site-specific . nalisis khusu. site-specific Sumber: SNI 1726:2019 (Tabel Fa & F. Fv . KONSTRUKSI - VOLUME 3. NOMOR 4. OKTOBER 2025 e-ISSN: 3031-4089. p-ISSN: 3031-5069. Hal. =ExG Diketahui : E = Koefisian Gempa = Gaya Gempa Jenis tahan di bendung semat kali gawe yaitu : maka : ad = 0,75 = 2,5 = 0,56 = 1,13 m/s2 = 9,8 m/s2 = n . c x . = 0,75 . ,13 x 0,. = 0,239 0,239 = 9,8 = 0,024 Parameter Nilai 13 m/sA a_d = nA. _cA. 8 m/sA E = a_d / g Keterangan 75 faktor reduksi respons lokal . sumsi/pedoman loka. eksponen amplifikasi . ipakai dalam beberapa rumus empiri. 56 kedalaman efektif / faktor amplifikasi lapisan lunak percepatan gempa karakteristik . iperoleh dari peta gempa/analisi. percepatan gravitasi 239 percepatan desain . /sA) koefisien gempa . yang dipakai dalam analisis stabilitas Contoh perhitungan : yu beton = 2,4 ton/m3 Gaya akibat gempa pada titik K1 : (G. = -142,56 ton Gaya Gempa = E x G1 = 0,024 x -142,56 = 3,42 ton Momen = Gaya gempa x Jarak = 3,42 x 2,4 = 8,211 ton/m Redesain Bendung Semat Kali Gawe Kabupaten Jepara 2025 Tabel 10. Hasil Akibat Gaya Gempa. Akibat Gaya Gempa Pertitik Segmen Gaya Berata G1 E koef Gempa Gaya Gempa (ExG. Jarak Momen (Gaya gempaxJara. Akibat Gaya Hidrostatis W = Luas x yuycaycnyc Dengan perhitungan segmen W1: Luas = panjang x lebar = 8 x 2,4 = 19,2 m2 = 1 ton/m3 Y air Gaya Horizontal = - (L x y ai. = - . ,2 x . = -19,2 ton Lengan = jarak berat segmen ke titik GH1 = 0,3m M Tahanan = Gaya Horizontal x Jarak = -19,2 x 0,3 = -5,76 ton meter Tabel 11. Akibat Gaya Hidrostatis. Luas Segmen (PxL) Luas Gaya Horizontal Segmen ke Lengan Momen Tahan Akibat Gaya Hidrostatis Gaya Akibat Uplift UH = 0 (Hilir-Hul. y air = 1 ton/m3 KONSTRUKSI - VOLUME 3. NOMOR 4. OKTOBER 2025 e-ISSN: 3031-4089. p-ISSN: 3031-5069. Hal. Oc = 20 m Gaya segmen 1: =0m = 0,30 m = Hx Ae L UH yaycu = 0,30 Ae 20 0 = 0,30 /m2 Oc = 20 m Akibat Tekanan Lumpur yu lumpur = 1,4 t/m3 = 24o Maka Ka = . - si. - sin. = . = 0,42173 Hitungan titik Ps1 : Luas = 0,5 x alas x tinggi = 0,5 . 3 = 12 m2 = 0,42173 yu pasir = 1,4 Diketahui: = Jarak memanjang titik Gaya Horinzontal = luas x Ka x yupasir = 12 x 0,421 x 1,4 = 7,07 ton Lengan = jarak titik di PS1 ke titik GH1 = 1,5 Momen = Gaya horizontal x 1,5 = 7,07 x 1,5 = 10,605 ton/meter = Tinggi elemen di hulu . Oc = Panjang total = Gaya ke atas Redesain Bendung Semat Kali Gawe Kabupaten Jepara 2025 Cek Stabilitas Bendung Tabel 12. Stabilitas Bendung. Syarat Rumus Faktor Keamanan Minimum Aspek Stabilitas ycA Guling (Overturnin. = ycAyc Ou 1,5 Geser (Slidin. = ycIyc Ou 2,0 Piping (Lan. Lv 1/3 Lh Ou4 OIH Referensi USBR. SNI 8456:2017 USBR. SNI 8456:2017 Lane 1935. SNI 8456:2017 Tehadap Guling Sf O 1,5 ycAyc ycAyci 24,573 = 1,392 O 1,5 AMAN Terhadap Geser Sf Ou 2 142,56 ycI = ycI yc = 29,69 = 4,8 Ou 2. 0 AMAN Ea Terhadap Piping UH = 2. = 4 . erpasir halus hingga lempung berlana. Sf Ou 4 Lv 1/3 Lh OIH 4 1/3 2,4 = O Ou 4 (AMAN) Karena iH=0, tidak terdapat gradien hidrolis di bawah pondasi, sehingga piping tidak mungkin terjadi. Tabel 13. Analisis Momen Pengguling Berdasarkan Jenis Beban. Beban Gempa Hidrostatis Lumpur Total Horizontal (R. Total Momen Pengguling (M. Gaya . Lengan . Momen 24,573 Syarat Ou 1,5 Status uI Aman Ou 2,0 uI Aman Ou4 uI Aman Parameter Nilai Sf Guling Sf Geser 4,80 iH = 0 Ie Sf Sf Piping KONSTRUKSI - VOLUME 3. NOMOR 4. OKTOBER 2025 e-ISSN: 3031-4089. p-ISSN: 3031-5069. Hal. Hasil analisis menunjukkan bahwa bendungan yang telah dirancang ulang memiliki faktor keamanan terhadap guling sebesar 11,6, terhadap geser 4,80, dan terhadap piping tak Ini menunjukkan bahwa struktur bendungan aman dari gaya-gaya utama yang berpengaruh, serta dapat mengalirkan debit banjir yang direncanakan sebesar 2. 536,52 mA/s untuk periode ulang 50 tahun. KESIMPULAN DAN SARAN Dengan merujuk pada analisis hidrologi dan stabilitas struktur pada Redesain Bendung Semat di Kali Gawe. Kabupaten Jepara, dapat dikatakan bahwa aliran banjir yang direncanakan dengan periode ulang 50 tahun diperoleh dari pendekatan Log Pearson Tipe i dan berbagai Hidrograf Satuan Sintetis (HSS) adalah sebesar 2. 536,52 mA/detik. Nilai ini menjadi acuan dalam merancang kapasitas hidrolik dari bendung yang telah didesain ulang. Hasil perhitungan faktor keamanan menunjukkan bahwa bendung berada dalam kondisi yang stabil, dengan nilai faktor keamanan terhadap guling sebesar 11,6, serta terhadap geser sebesar 4,80, dan terhadap piping dirasa tak terhingga . H = . Semua angka tersebut memenuhi standar yang ditetapkan untuk stabilitas struktur bangunan air. Secara keseluruhan, redesain Bendung Semat berhasil meningkatkan kemampuan bendung dalam menangani aliran banjir yang direncanakan, menjamin keandalan struktur terhadap berbagai gaya yang bekerja, serta memenuhi kebutuhan irigasi di kawasan Kali Gawe. Kabupaten Jepara. Saran Penting untuk melakukan pemeliharaan secara berkala pada bangunan bendung agar struktur tetap dalam kondisi aman dan berfungsi dengan baik, terutama terkait kemungkinan kerusakan akibat erosi dan sedimentasi. Analisis hidrolika lebih lanjut sebaiknya dilakukan dengan menggunakan software pemodelan aliran seperti HEC-RAS atau SWMM untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai pola aliran dan kapasitas limpasan. Pengukuran topografi dan geoteknik yang lebih terbaru juga direkomendasikan agar perancangan struktur dan penguatan bendung dapat lebih presisi sesuai dengan keadaan lapangan. Di samping itu, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada analisis operasional sistem irigasi dan upaya konservasi daerah aliran sungai (DAS) untuk memastikan bahwa fungsi Bendung Semat tidak hanya optimal dari segi teknis, tetapi juga berkelanjutan dari sudut pandang lingkungan. UCAPAN TERIMA KASIH