Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar ISSN : 1907-8153 (Prin. e-ISSN : 2549-0567 (Onlin. IDENTIFIKASI BAKTERI Salmonella Sp. PADA FESES ANAK DI PUSKESMAS RIJALI AMBON Identification Of Salmonella Sp In Feces Of Children at Puskesmas Rijali Ambon Ramdhani M Natsir Poltekkes Kemenkes Maluku *Email : ramdhani_apt@yahoo. ABSTRACT Diarrhea is one of the health problems that causes morbidity and mortality in developing countries, especially in Indonesia. Diarrhea or loose feces is defined as defecation with feces that are formless or liquid with a frequency of more than 3 times in 24 hours. Feces is waste material that is expelled from the body through the anus as a residue from the digestion of food in the digestive tract. Objective: This study aims to identify Salmonella Sp bacteria in children's feces. Methods: This research method is quantitative research with descriptive observational research design. This research was conducted in October 2022. The research location for sampling was the Rijali Ambon Public Health Center and the location for sample examination was the Maluku Provincial Health Laboratory. Subjects in this study were 30 samples with the sampling technique was total sampling. For culture examination and identification of Salmonella sp. Brain Heart Infusion Broth (BHIB) media was used. Salmonella Shigella Agar (SSA) media and followed by biochemical tests . onfectionery Results: From the results of culture and identification of Salmonella sp using Brain Heart Infusion Broth (BHIB) media. Salmonella Shigella Agar (SSA) media and followed by biochemical tests . ugar medi. the results were that 5 feces samples were found to be positive for bacteria Salmonella sp. Conclusion: From the results of the study on children's feces at the Rijali Ambon Public Health Center, it was found that 5 feces samples contained Salmonella sp. Keywords : Diarhea. Feces. Salmonella sp. ABSTRAK Penyakit diare adalah salah satu masalah kesehatan penyebab kesakitan dan kematian di negara berkembang khususnya di Indonesia. Diare atau mencret didefinisikan sebagai buang air besar dengan feses tidak berbentuk atau cair dengan frekuensi lebih dari 3 kali dalam 24 jam. Feses adalah bahan buangan yang dikeluarkan dari tubuh melalui anus sebagai sisa dari pencernaan makanan pada saluran pencernaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri Salmonella Sp pada feses anak. Metode: Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian observasional deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2022. Lokasi penelitian untuk pengambilan sampel adalah Puskesmas Rijali Ambon dan lokasi untuk pemeriksaan sampel adalah balai laboratorium kesehatan provinsi Maluku. Subjek dalam penelitian ini adalah 30 sampel dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Untuk pemeriksaan kultur dan identifikasi Salmonella Sp digunakan media Brain Heart Infusion Broth (BHIB), media Salmonella Shigella Agar (SSA) dan dilanjutkan dengan uji biokimia . edia gula-gul. Hasil penelitian: Dari hasil pemeriksaan kultur dan identifikasi Salmonella Sp dengan menggunakan media Brain Heart Infusion Broth (BHIB), media Salmonella Shigella Agar (SSA) dan dilanjutkan dengan uji biokimia . edia gula-gul. didapatkan hasil yaitu 5 sampel feses dinyatakan positif ditemukan bakteri Salmonella Sp. Kesimpulan: Dari hasil penelitian pada feses anak di puskesmas rijali ambon ditemukan 5 sampel feses terdapat bakteri Salmonella Sp. Kata kunci : Diare. Feses. Salmonella sp. PENDAHULUAN Penyakit diare adalah salah satu masalah kesehatan penyebab kesakitan dan kematian di negara berkembang khususnya di Indonesia. Tingginya angka kesakitan dan angka kematian diare ini hampir merata di sejumlah daerah Maluku. Diare merupakan salah satu 10 penyakit terbesar di provinsi maluku tahun 2020 dengan jumlah 4775 kasus (Dinkes Prov Maluku. Diare atau mencret didefinisikan sebagai buang air besar dengan feses tidak berbentuk atau cair dengan frekuensi lebih dari 3 kali dalam 24 jam (Bellini & Dumoulin. Feses adalah bahan buangan yang dikeluarkan dari tubuh melalui anus sebagai sisa dari pencernaan makanan pada saluran Feses dapat ditemukan dengan atau tanpa lendir, darah atau pus. Feses terdiri dari sisa-sisa makanan, air, bakteri dan zat warna empedu (Cut, 2. Pemeriksaan feses adalah salah satu pemeriksaan laboratorium yang telah lama dikenal untuk membantu klinis menegakkan diagnosa suatu penyakit. Pemeriksaan dengan bahan feses bertujuan untuk mendeteksi adanya kuman Salmonella. Escherichia coli. Staphylococcus. Sigela, dan lain-lain. (Romadhon, 2. Salmonella sp adalah salah satu spesies bakteri yang termasuk dalam Enterobacteriaceae. (Portillo, 2. Salmonella sp merupakan salah satu bakteri penyebab typhoid atau dalam masyarakat dikenal dengan tipes yaitu penyakit infeksi akut usus halus (Romadhon, 2. Bakteri ini lebih sering bersifat patogenik . enimbulkan penyaki. pada manusia atau hewan. Habitat Vol. XVi No. 1 Juni 2023 DOI: https://doi. org/10. 32382/medkes. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Mekanisme infeksi bakteri ini melalui mulut . er ora. jika tertelan dan masuk kedalam tubuh yang akan menimbulkan gejala yang Salmonelosis (Cut. Salmonellosis adalah infeksi dari bakteri Salmonella sp yang menyerang seluruh gastrointestinal yang mencakup perut, usus halus, dan usus besar. (Zelpina et al. , 2. Biasanya salmonellosis ini merupakan gejala yang paling sering ditemukan pada feses anak. (Sinaga & Sembiring, 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri Salmonella Sp pada feses anak. Oleh karena itu, penulis tertarik identifikasi bakteri Salmonella Sp pada feses anak di puskesmas rijali ambon. METODE Desain, tempat dan waktu Metode penelitian ini adalah Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2022. Lokasi penelitian untuk pengambilan sampel adalah puskesmas rijali ambon dan lokasi untuk pemeriksaan sampel adalah balai laboratorium kesehatan provinsi Maluku. Jumlah dan cara pengambilan sampel Populasi dalam penelitian ini adalah 30 orang. Subjek dalam penelitian ini adalah 30 sampel dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Pengambilan feses pada penelitian ini yaitu dengan cara mengumpulkan sampel feses dari anak di puskesmas rijali ambon. Kriteria sampel dalam penelitian ini adalah pasien anak yang berusia 1 Ae 10 tahun, menderita diare, dan bersedia diambil fesesnya. Sampel diletakkan pada sebuah tabung tabung kecil yang sudah disiapkan lalu diletakkan ke dalam box untuk menjaga kondisi sampel agar tetap dalam kondisi baik untuk kemudian dibawa ke laboratorium untuk Langkah-langkah penelitian Untuk pemeriksaan kultur dan identifikasi Salmonella Sp digunakan media Brain Heart Infusion Broth (BHIB), media Salmonella Shigella Agar (SSA) dan dilanjutkan dengan uji biokimia . edia gulagul. Inokulasi pada media BHIB dilakukan dengan mengamati kekeruhan yang ISSN : 1907-8153 (Prin. e-ISSN : 2549-0567 (Onlin. menandakan adanya pertumbuhan bakteri pada sampel. Semua sampel yang dinyatakan positif selanjutnya diinokulasi pada media Salmonella Shigella Agar (SSA). Untuk pertumbuhan bakteri Salmonella Sp pada media SSA ditandai dengan warna merah dengan titik hitam di tengah. Warna hitam pada bagian tengah ini mengindikasikan adanya H2S yang dihasilkan oleh Salmonella Sp yang membedakan dengan Shigella (Prayoga & Fatmawati, 2. Dari hasil media SSA ini dilanjutkan dengan beberapa jenis uji biokimia yang digunakan yaitu uji TSIA (Triple Sugar Iron Aga. IMViC (Indol. Metil Red. Voges Proskauer. Citra. dan uji Urease. Tujuan penanaman pada media TSIA yaitu untuk mengetahui sifat fermentasi, produksi H2S dan gas. Media Indol digunakan untuk mengetahui produksi H2S indol dan motilitas atau pergerakan suatu bakteri yang ditandai warna merah pada permukaan biakan. Media Metil Red Vogas Proskauer digunakan untuk mengetahui sifat bakteri memproduksi asam dengan tes MR dan produksi asetilmetilkarbinol dengan tes VP yang ditandai dengan adanya warna merah pada permukaan media. Media sitrat digunakan untuk mengetahui pertumbuhan bakteri dengan mempergunakan citrate sebagai korban organik. Media gula-gula digunakan untuk mengetahui adanya produksi gas sebagai hasil dari fermentasi beberapa karbohidrat. Pada uji gula-gula Salmonella Sp mampu memfermentasikan glukosa, maltose dan manosa yang ditandai dengan perubahan warna media dari biru menjadi kuning. HASIL Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada anak di puskesmas rijali ambon dengan jumlah sampel adalah 30 anak didapatkan hasil penelitian sebagai berikut anak berdasarkan karakteristik jenis kelamin terdiri dari laki-laki 25 orang . %) dan perempuan 5 orang . %). Dari tabel 1, didapatkan hasil menurut jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki. Berdasarkan karakteristik usia, rentang usia anak yang didapatkan adalah usia 1 Ae 10 tahun. Dari tabel 2, didapatkan hasil menurut usia terbanyak adalah 8 Vol. XVi No. 1 Juni 2023 DOI: https://doi. org/10. 32382/medkes. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Pemeriksaan sampel pada media Brain Heart Infusion Broth (BHIB) dilakukan dengan mengamati kekeruhan yang menandakan adanya pertumbuhan bakteri pada sampel. Dari tabel 3, uji penanaman pada media BHIB didapatkan 5 sampel positif keruh. Pemeriksaan menggunakan media Salmonella Shigella Agar (SSA) dilakukan dengan mengamati warna merah dengan titik hitam di tengah. Dari tabel 4, uji pertumbuhan bakteri Salmonella sp di media Salmonella Shigella Agar (SSA) didapatkan 5 sampel positif ditemukan adanya Salmonella Sp. Pemeriksaan uji biokimia dengan menggunakan uji TSIA (Triple Sugar Iron Aga. IMViC (Indol. Metil Red. Voges Proskauer. Citra. dan uji Urease. Dari tabel 5, uji biokimia pada bakteri yang berasal dari 5 sampel yang diduga Salmonella dari uji biokimia didapatkan 5 sampel positif adanya Salmonella Sp. PEMBAHASAN Dalam penelitian ini yang menjadi kriteria pemilihan sampel adalah anak yang dalam kondisi sakit dan sedang menderita diare dengan rentang usia 1 Ae 10 tahun yang datang di puskesmas rijali ambon dengan karakteristik jenis kelamin anak laki-laki lebih tinggi dibandingkan dengan anak Hal ini terjadi karena aktifitas sehari-hari laki-laki yang banyak bermain diluar rumah sehingga lebih mudah terpapar agen penyebab diare (Wibisono et al. , 2. Sampel selanjutnya dilakukan penanaman sampel pada media Brain Heart Infusion Broth (BHIB). BHIB adalah medium cair untuk berbagai mikroorganisme aerob dan Inokulasi pada media BHIB dilakukan dengan mengamati kekeruhan yang menandakan adanya pertumbuhan bakteri pada sampel. Bakteri-bakteri yang BHIB Enterobacter. Escherichia coli. Klebsiela. Proteus. Salmonella. Seratia. Yersinia. Vibrio dan Shigella (Darmayani et al. , 2. Dari hasil inokulasi pada media BHIB, 5 sampel feses dinyatakan positif keruh. Semua sampel yang dinyatakan positif selanjutnya diinokulasi pada media Salmonella Shigella Agar (SSA). Media ISSN : 1907-8153 (Prin. e-ISSN : 2549-0567 (Onlin. Salmonella Shigella Agar (SSA) merupakan media spesifik yang digunakan pada identifikasi bakteri Salmonella dan Shigella, sehingga bakteri lain tidak dapat tumbuh pada media tersebut (Darmayani et al. Untuk pertumbuhan bakteri Salmonella Sp pada media SSA ditandai dengan warna merah dengan titik hitam di tengah. Warna hitam pada bagian tengah ini mengindikasikan adanya H2S yang dihasilkan oleh Salmonella Sp yang membedakan dengan Shigella (Prayoga & Fatmawati, 2. Dari hasil media SSA ini dilanjutkan dengan beberapa jenis uji biokimia yang digunakan yaitu uji TSIA (Triple Sugar Iron Aga. IMViC (Indol. Metil Red. Voges Proskauer. Citra. dan uji Urease. Hal uji biokimia pada bakteri yang berasal dari 5 sampel yang diduga Salmonella dari media SSA, ditemukan semua sampel dinyatakan positif bakteri Salmonella sp. Uji biokimia dalam penelitian ini digunakan untuk sifat-sifat Sifat metabolisme bakteri dalam uji biokimia biasanya dilihat dari interaksi yang dihasilkan dengan reagen Selain itu dilihat kemampuannya menggunakan senyawa tertentu sebagai sumber karbon dan sumber energy (Darmawan, 2. Tujuan penanaman pada media TSIA yaitu untuk mengetahui sifat fermentasi, produksi H2S dan gas. Media Indol digunakan untuk mengetahui produksi H2S indol dan motilitas atau pergerakan suatu bakteri yang ditandai warna merah pada permukaan biakan. Media Metil Red Vogas Proskauer mengetahui sifat bakteri memproduksi asam asetilmetilkarbinol dengan tes VP yang ditandai dengan adanya warna merah pada permukaan media. Media sitrat digunakan untuk mengetahui pertumbuhan bakteri dengan mempergunakan citrate sebagai korban organik. Media gula-gula digunakan untuk mengetahui adanya produksi gas sebagai hasil dari fermentasi beberapa Pada uji gula-gula Salmonella Sp mampu memfermentasikan glukosa, maltose dan manosa yang ditandai dengan perubahan warna media dari biru menjadi Dari hasil pemeriksaan kultur dan Vol. XVi No. 1 Juni 2023 DOI: https://doi. org/10. 32382/medkes. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Salmonella menggunakan media Brain Heart Infusion Broth (BHIB), media Salmonella Shigella Agar (SSA) dan dilanjutkan dengan uji biokimia . edia gula-gul. didapatkan hasil yaitu 5 sampel feses dinyatakan positif Salmonella Sp. Salmonella sp memperbanyak diri dalam saluran pencernaan karena habitat bakteri terdapat pada saluran pencernaan yang selanjutnya dikeluarkan melalui feses (Afriyani et al. , 2. Hal ini sejalan dengan penelitian Frentina . yang menyatakan adanya bakteri Salmonella Sp ditemukan pada feses anak di puskesmas pesantren 1 kota Kediri. Hal ini disebabkan adanya faktor agent, inang . , lingkungan, pelayanan kesehatan dan perilaku dalam pola hidup bersih terutama dalam pembuatan feses yang merupakan penyebab yang paling dominan pada diare. KESIMPULAN Dari disimpulkan bahwa 5 sampel feses anak . %) di puskesmas rijali ambon dinyatakan positif ditemukan bakteri Salmonella sp. Hal ini dikarenakan adanya faktor lingkungan dan perilaku pola hudup bersih pada anak. SARAN Bagi peneliti selanjutnya agar dapat melanjutkan pemeriksaan uji mikrobiologis membandingkan dan mengidentifikasi lebih spesifik dalam pemeriksaan bakteri. Bagi puskesmas diharapkan pemeriksaan dini untuk mendeteksi dalam menegakkan diagnosa sehingga dapat menentukan pengobatan secara lebih efektif. Bagi masyarakat diharapkan dapat memberikan informasi tambahan dalam perilaku pola hidup bersih. DAFTAR PUSTAKA