Al-Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama Januari Ae Juni 2025 | p. DOI: https://doi. org/10. 47766/almabhats. e-ISSN: 2615-5. p-ISSN: 2548-3838 Fungsi dan Peran Masjid As-Sakinah dalam Meningkatkan Kehidupan Sosial dan Keagamaan Masyarakat Hilma Nur Halimah1*. Hanif Rizal Ardista1. Tata Aurelya Putri Virtida1. Akbar Ridho Pratama1. Muhammad Rizky Maulana1 1 Universitas Brawijaya. Malang. Indonesia ARTICLE HISTORY Received: 03-02-2025 Accepted: 17-06-2025 Publishe: 31-06-2025 Keywords: As-Sakinah. Community. Empowerment. Mosque. SocialReligious Life. Kata Kunci: As-Sakinah. Masjid. Sosial-keagamaan. Pemberdayaan Masyarakat. Abstract: This study aims to explore the functions and roles of Masjid As-Sakinah in strengthening the social and religious life of the surrounding community. As a religious institution, the mosque holds a strategic position not only as a place of worship but also as a center of education, guidance, and community empowerment. Employing a descriptive qualitative method, data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving the mosque administrators and active congregants. The findings reveal that Masjid As-Sakinah plays an effective role in spiritual development through regular activities such as Sunday QurAoan studies and the QurAoanic Education Center (TPA), which enhance religious understanding and practice among the community. In the social sphere, the mosque supports community welfare through initiatives such as the sacrificial savings program and a digital donation system using QRIS, promoting transparency and engagement. The innovative AuEnglish MassiveAy program illustrates the integration of education and daAowah to nurture a religious and competitive Key supporting factors include visionary leadership and strong community participation, while major obstacles involve limited financial resources and the lack of youth regeneration among administrators. Overall. Masjid As-Sakinah significantly contributes to strengthening Islamic brotherhood and fostering a socially empowered and spiritually grounded community. Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam fungsi serta peran Masjid As-Sakinah dalam memperkuat kehidupan sosial dan religius masyarakat disekitarnya. Sebagai institusi keagamaan masjid memiliki posisi strategis bukan hanya sebagai tempat ibadah, melainkan juga sebagai pusat pembinaan, pendidikan, dan pemberdayaan umat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pengurus serta jamaah aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid As-Sakinah berperan efektif dalam aspek spiritual melalui kegiatan rutin seperti pengajian Ahad pagi dan Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPA) yang berkontribusi pada peningkatan pemahaman dan praktik keagamaan masyarakat. Pada ranah sosial, masjid turut mendorong kesejahteraan jamaah melalui program tabungan kurban dan sistem donasi digital berbasis QRIS yang menumbuhkan transparansi serta partisipasi masyarakat. Program inovatif AuInggris MassiveAy juga memperlihatkan integrasi antara pendidikan dan dakwah untuk membentuk generasi religius, dan kompetitif. Faktor pendukung utama meliputi kepemimpinan takmir yang visioner serta keterlibatan aktif masyarakat, sedangkan kendala utamanya adalah keterbatasan sumber dana dan minimnya regenerasi pengurus muda. Secara keseluruhan. Masjid As-Sakinah berkontribusi besar dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah dan membangun masyarakat yang berdaya serta religius. A 2025 Authors Under The License CC-BY SA 4. Corresponding Author: A halimahnur2@student. https://doi. org/10. 47766/almabhats. Hilmah Nur Halimah. Hanif Rizal Ardista. Tata Aurelya Putri Virtida. Akbar Ridho Pratama. Mumammad Rizky Maulana PENDAHULUAN Masjid memiliki posisi yang sangat strategis dalam kehidupan umat islam, bukan hanya sebagai tempat untuk beribadah, tetapi sebagai pusat aktivitas sosial, pendidikan, dan pembinaan umat. Sejak masa Rasulullah SAW, masjid telah menjadi poros utama kehidupan masyarakat muslim yang difungsikan sebagai tempat musyawarah, pendidikan, dan bahkan pusat kegiatan ekonomi serta sosial (Kasiono et al. , 2. Pada masyarakat modern, masjid tetap menjadi lembaga keagamaan yang berperan penting dalam membentuk karakter umat, memperkuat moralitas, serta mempererat solidaritas sosial ditengah perubahan sosial yang semakin kompleks. Masjid berperan menanamkan nilai-nilai spiritual, sosial, dan moral yang menjadi pondasi terbentuknya masyarakat berakhlakul karimah (Almutairi & Elhanashi, 2. Masjid memiliki tantangan besar dalam mempertahankan fungsinya di tengah perubahan sosial, arus globalisasi, serta perkembangan teknologi yang mempengaruhi pola pikir dan perilaku masyarakat. Oleh karena itu, peran masjid sebagai pusat dakwah, pendidikan Islam, dan pemberdayaan umat menjadi sangat penting untuk diperkuat. Melalui kegiatan seperti majelis taklim, pembinaan remaja, pelatihan keterampilan, kegiatan sosial, dan program pemberdayaan ekonomi, masjid dapat berfungsi sebagai motor penggerak dalam meningkatkan kualitas kehidupan sosial dan spiritual Berbagai kegiatan, seperti pengajian rutin, santunan anak yatim dan dhuafa, kajian keislaman untuk remaja dan ibu-ibu, hingga program sosial seperti gotong royong dan kegiatan kebersamaan masyarakat, merupakan bentuk nyata dari peran aktif masjid dalam memperkuat nilai-nilai ukhuwah dan kepedulian sosial. Peran ini sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya keseimbangan antara ibadah ritual . ablum minalla. dan ibadah sosial . ablum minanna. Mengeksplorasi peran masjid dalam meningkatkan nilai-nilai Islam serta dampaknya terhadap aspek ekonomi, politik, sosial, dan kepribadian individu Menggunakan metode analitis, penelitian ini meneliti bagaimana masjid menjadi bukti perkembangan peradaban Islam. Hasilnya menunjukkan masjid AsSakinah hadir memberikan solusi dengan memperkuat nilai-nilai keagamaan, etika sosial, serta semangat kebersamaan di tengah masyarakat. Melalui program yang mampu meningkatkan kehidupan sosial dan keagamaan bukan hanya terletak pada kegiatan ritual keagamaan, tetapi juga pada kemampuannya menciptakan harmoni sosial, menumbuhkan kepedulian, serta menggerakkan partisipasi aktif warga dalam pembangunan spiritual dan sosial (Ainun Diana Lating. Wakhidatul Khasanah, 2. Di era globalisasi dan modernisasi, masyarakat cenderung mengalami krisis spiritual dan penurunan solidaritas sosial. Masjid sebagai lembaga keagamaan harus mampu hadir memberikan solusi dengan memperkuat nilai-nilai keagamaan, etika sosial, serta semangat kebersamaan di tengah masyarakat. Keberadaan masjid dapat menjadi indikator tingkat religiusitas dan solidaritas sosial masyarakat. Masjid yang berfungsi secara optimal mampu menciptakan masyarakat yang berakhlak mulia, toleran, disiplin, serta memiliki tanggung jawab sosial yang tinggi. Fungsi sosial-keagamaan masjid yang AL-Mabhats: Jurnal Penelitian Sosial Agama Ae Vol. 10 No. Al-Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama Januari Ae Juni 2025 | p. DOI: https://doi. org/10. 47766/almabhats. e-ISSN: 2615-5. p-ISSN: 2548-3838 berjalan efektif dapat menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat dalam membangun kehidupan yang seimbang antara spiritualitas dan aktivitas sosial. Dengan demikian, fungsi dan peran Masjid dalam meningkatkan kehidupan sosial dan keagamaan bukan hanya terletak pada kegiatan ritual keagamaan, tetapi juga pada kemampuannya menciptakan harmoni sosial, menumbuhkan kepedulian, serta menggerakkan partisipasi aktif warga dalam pembangunan spiritual dan sosial. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menganalisis secara mendalam peran dan fungsi Masjid As-Sakinah dalam pemberdayaan sosialkeagamaan masyarakat (Nurahma & Hendriani, 2. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling, berfokus pada individu dengan tingkat keterlibatan tinggi, yakni ketua takmir, pengurus inti, dan jamaah aktif. Untuk memastikan kedalaman dan keabsahan data. Tabel 1. Profil dan Kriteria Informan Penelitian Kategori Informan Teknik Sampling Ketua Takmir Purposive Sampling Pengurus Inti Purposive Sampling Jamaah Aktif Purposive Sampling Kriteria Pemilihan (Purposiv. Pemegang tertinggi dan penanggung jawab kebijakan masjid. Individu dengan tingkat keterlibatan tinggi dalam operasional harian. Individu mengikuti dinamika ibadah dan program sosial. Pengumpulan informasi dilakukan melalui tiga tahap sistematis: . observasi partisipatif terhadap dinamika ibadah dan program sosial. wawancara mendalam berbasis pedoman semi-terstruktur untuk menggali perspektif aktor kunci. studi dokumentasi arsip masjid. Validitas dan reliabilitas data diuji secara ketat melalui triangulasi sumber . enguji silang informasi antar-informa. dan triangulasi teknik . embandingkan hasil wawancara, observasi, dan dokume. Analisis data dioperasikan melalui model Miles dan Huberman, meliputi reduksi data tematik, penyajian data secara terstruktur, dan penarikan kesimpulan yang terverifikasi (Asipi et al. , 2. KAJIAN TEORI Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid As-Sakinah mampu menjalankan fungsi keagamaannya tidak hanya sebagai tempat ibadah tetapi memiliki kegiatan yang bisa meningkatkan pembinaan spiritual, sekaligus mengkaji peran sosialnya dalam membentuk masyarakat yang peduli, berdaya, dan religius. Dengan demikian. Hilmah Nur Halimah. Hanif Rizal Ardista. Tata Aurelya Putri Virtida. Akbar Ridho Pratama. Mumammad Rizky Maulana optimalisasi fungsi masjid dapat dicapai apabila kegiatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada ibadah ritual, tetapi juga menyentuh dimensi sosial, pendidikan, dan ekonomi secara nyata (Hamidi et al. , 2. (Andika et al. , 2. Nilai-nilai Masjid dalam Kehidupan Sosial dan Keagamaan Masjid dalam perspektif Islam bukan hanya sekadar tempat untuk melaksanakan ibadah ritual seperti salat, zikir, dan membaca Al-QurAoan, tetapi juga memiliki nilai-nilai sosial dan moral yang berperan besar dalam membentuk kehidupan masyarakat . Nilainilai yang terkandung dalam fungsi masjid mencerminkan prinsip dasar ajaran Islam, yaitu keseimbangan antara hubungan manusia dengan Allah . ablum minalla. dan hubungan manusia dengan sesamanya . ablum minanna. (Kotani et al. , 2. Nilai-nilai masjid yang paling fundamental adalah nilai spiritual, sosial, dan moral. Nilai spiritual tercermin dalam aktivitas ibadah yang memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT (Mochammad Rojalul Amin A. Z et al. , 2. Melalui kegiatan seperti shalat berjamaah, pengajian, dan dzikir kolektif, masjid berperan membina kesalehan pribadi yang berdampak pada pembentukan karakter masyarakat yang religious (Abu-Ras et al. , 2. Sementara itu, nilai sosial masjid tampak dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan yang menumbuhkan solidaritas, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai ini diwujudkan melalui program sosial seperti santunan anak yatim, penyaluran zakat, infaq, dan sedekah, serta bakti sosial bagi masyarakat sekitar (As-Salafiyah et al. , 2. Selain itu, masjid juga mengandung nilai moral yang membentuk kepribadian jamaah agar berakhlak mulia. Melalui pembinaan akhlak dan pendidikan Islam yang diselenggarakan secara rutin, masjid menjadi ruang pembentukan etika sosial dan moral umat (Syzeri & Altinyelken, 2. Dengan demikian, nilai-nilai masjid memiliki fungsi ganda, yaitu memperkuat dimensi spiritual serta mengokohkan tatanan sosial masyarakat yang harmonis, saling menghargai, dan berorientasi pada kemaslahatan (AbulQaraya, 2. Strategi Dalam Mewujudkan Nilai-Nilai Masjid dalam Kehidupan Sosial Keagamaan Nilai-nilai masjid dapat diwujudkan dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat, diperlukan pengelolaan serta pemberdayaan yang terencana, partisipatif, dan berkelanjutan. Masjid hendaknya tidak hanya diposisikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pengembangan masyarakat yang memiliki fungsi edukatif, sosial, dan ekonomis (Vessey et al. , 2. Dalam pelaksanaannya, pengurus atau takmir masjid perlu menerapkan prinsip-prinsip tata kelola yang baik . ood governanc. yang berlandaskan nilai-nilai Islam, seperti amanah, transparansi, akuntabilitas, dan Pengelolaan kegiatan, administrasi, dan keuangan yang terbuka akan menumbuhkan kepercayaan jamaah sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya memakmurkan masjid (Sharifah Norhafiza Syed Ibrahim et al. , 2. (Sahputra & As Siddiq, 2. AL-Mabhats: Jurnal Penelitian Sosial Agama Ae Vol. 10 No. Al-Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama Januari Ae Juni 2025 | p. DOI: https://doi. org/10. 47766/almabhats. e-ISSN: 2615-5. p-ISSN: 2548-3838 Selain aspek manajerial, perlu adanya penguatan fungsi dakwah dan pendidikan agar masjid dapat menjadi ruang pembinaan yang inklusif dan membangun. Kegiatan seperti majelis taklim, kajian tafsir, pelatihan keterampilan keagamaan, serta pembinaan remaja dan keluarga menjadi sarana efektif dalam meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Islam. Program pendidikan nonformal seperti Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPA), pelatihan dakwah, dan seminar keagamaan juga perlu dioptimalkan untuk membentuk generasi yang berilmu, religius, dan berakhlak mulia (Nurita & Perawironegoro, 2. Dalam bidang sosial dan ekonomi, masjid berperan penting dalam pemberdayaan umat melalui pengelolaan zakat, infak, dan wakaf secara produktif. Pengelolaan keuangan masjid dengan benar serta mengutamakan membeli kebutuhan masjid pada toko Masyarakat sekitar dinilai dapat meningkatkan perekonomian. Dengan demikian, masjid tidak hanya berperan membina aspek spiritual umat, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat sekitar (Ramadhan et al. , 2. Selain itu, penguatan fungsi masjid perlu diiringi dengan pembangunan jaringan dan kolaborasi lintas lembaga. Masjid dapat menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan, pemerintah daerah, serta organisasi keagamaan lainnya untuk memperluas jangkauan kegiatan sosial-keagamaan. Sinergi ini akan memperkuat posisi masjid sebagai pusat pemberdayaan masyarakat berbasis nilai-nilai Islam yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada kemaslahatan Bersama (Dwi Yana Alidia et al. , 2. Melalui pengelolaan yang baik, pembinaan keilmuan dan dakwah yang berkelanjutan, serta kerja sama yang luas dengan berbagai pihak, nilai-nilai yang terkandung dalam fungsi masjid dapat terimplementasi secara nyata dalam kehidupan sosial-keagamaan. Dengan demikian, masjid akan benar-benar berfungsi sebagai pusat pembinaan umat yang menebarkan manfaat bagi seluruh masyarakat dan menjadi poros peradaban Islam yang hidup di tengah dinamika masyarakat modern (Pradesyah et al. Fungsi dan Peran Masjid dalam Kehidupan Masyarakat Masjid memiliki fungsi dan peran yang sangat luas dalam kehidupan masyarakat. Fungsi utamanya adalah sebagai tempat ibadah yang memperkuat hubungan spiritual antara manusia dengan Allah SWT. Dalam fungsi ini, masjid menjadi pusat pelaksanaan salat berjamaah, kegiatan keagamaan, dan pembinaan iman umat Islam. Namun, seiring perkembangan zaman, masjid juga memiliki fungsi sosial, pendidikan, dan ekonomi yang tidak kalah penting (Nasution et al. , 2. Sebagai pusat sosial, masjid menjadi wadah interaksi dan komunikasi antarwarga. Di sini masyarakat saling bertemu, berdiskusi, dan bekerja sama dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Masjid menjadi tempat tumbuhnya solidaritas sosial, rasa empati, dan semangat kebersamaan (Azmi & Ismail, 2. Dalam fungsi pendidikan, masjid berperan sebagai lembaga pengajaran dan pembinaan keagamaan bagi masyarakat dari Hilmah Nur Halimah. Hanif Rizal Ardista. Tata Aurelya Putri Virtida. Akbar Ridho Pratama. Mumammad Rizky Maulana berbagai kalangan. Kegiatan seperti pengajian, madrasah sore, dan TPA membentuk masyarakat yang cerdas secara spiritual dan berkarakter Islami. Selain itu, masjid juga berperan dalam aspek ekonomi umat. Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang baik, masjid dapat berkontribusi dalam pemerataan kesejahteraan masyarakat. Pengurus masjid berperan sebagai mediator yang menghubungkan masyarakat yang mampu dengan mereka yang membutuhkan, sehingga tercipta keseimbangan sosial-ekonomi dalam lingkungan sekitar (Khakim et al. , 2. Dengan demikian, fungsi dan peran masjid mencakup seluruh dimensi kehidupan umat Islam spiritual, sosial, pendidikan, dan ekonomi. Masjid yang mampu menjalankan seluruh fungsi tersebut dengan baik akan menjadi pusat pembinaan masyarakat yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia (Suud Sarim Karimullah, 2. Kehadiran masjid seperti Masjid As-Sakinah menjadi bukti nyata bahwa lembaga keagamaan Islam dapat berperan strategis dalam membentuk kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan berdaya. HASIL DAN PENELITIAN Fungsi Keagamaan Masjid As-Sakinah Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Masjid As-Sakinah, fungsi keagamaan masjid tersebut berjalan dengan baik dan aktif. Masjid As-Sakinah digunakan secara rutin untuk pelaksanaan sholat lima waktu secara berjamaah, sholat Jumat, serta kegiatan pengajian yang melibatkan jamaah dan masyarakat sekitar. Kegiatan pengajian ini dilaksanakan secara berkala sebagai sarana memperdalam pemahaman keagamaan, memperkuat ikatan keislaman, dan meningkatkan kualitas ibadah jamaah. Hal ini menunjukkan bahwa Masjid As-Sakinah tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pembinaan umat dalam aspek keagamaan. Pada Masjid As-Sakinah terdapat kegiatan kajian rutin yang dilakukan pada ahad pagi yang diikuti oleh berbagai kalangan dari anak-anak hingga orang tua. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman keagamaan dan memperkuat nilai-nilai spiritual di kalangan jamaah. Kami berharap dengan adanya program ini, masyarakat sekitar semakin tertarik untuk datang ke masjid. (G. Setiap ahad pagi jamaah berkumpul untuk mendengarkan tausiah yang disampaikan oleh para narasumber yang memiliki pengetahuan dalam bidang keislaman. JamaAoah yang hadir tidak hanya dari perumahan, tetapi banyak dari desa lain. Setelah kajian selesai kemudian dilanjutkan dengan sarapan pagi bersama yang telah disediakan oleh para takmir. (G. Harapannya dengan diadakannya sarapan bersama, bisa membangun kerukunan antar warga sekitar. Pemateri untuk kajian ini dari berbagai kalangan, tidak ada latar AL-Mabhats: Jurnal Penelitian Sosial Agama Ae Vol. 10 No. Al-Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama Januari Ae Juni 2025 | p. DOI: https://doi. org/10. 47766/almabhats. e-ISSN: 2615-5. p-ISSN: 2548-3838 belakang dari organisasi tertentu. Harapannya adalah masyarakat bisa saling berbaur tanpa memandang latar belakang seseorang. (G. Fungsi Sosial Masjid As-Sakinah Secara sosial, masjid memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kehidupan masyarakat. Masjid tidak hanya digunakan sebagai tempat beribadah, tetapi juga berfungsi sebagai pusat kegiatan sosial yang mendorong tumbuhnya rasa solidaritas dan persatuan antar warga. Masjid menjadi tempat berkumpul bagi masyarakat untuk saling berinteraksi, mempererat hubungan kekeluargaan, serta membangun hubungan sosial yang harmonis. Selain itu, masjid juga terlibat dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan sosial seperti memberikan zakat, infak, sedekah, dan bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Fungsi sosial ini menunjukkan bahwa masjid berperan sebagai institusi sosial yang meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat melalui kegiatan pemberdayaan dan pembinaan sosial. Hal ini sesuai dengan pandangan bahwa masjid memiliki fungsi untuk mendorong, memberdayakan, serta meningkatkan kualitas masyarakat melalui kegiatankegiatan sosial yang terorganisir dan terstruktur. Berdasarkan hasil penelitian. Masjid AsSakinah menjalankan fungsi sosial tersebut secara baik melalui penyediaan ATM Beras yang diperuntukkan bagi warga sekitar yang memiliki kebutuhan. Masjid as-sakinah tidak hanya berfokus pada fungsinya dalam bidang keagamaannya saja tetapi juga mengacu pada fungsi dalam sosialnya. Hal ini diwujudkan melalui program ATM beras, yaitu program pembagian beras kepada orang yang dianggap membutuhkan berdasarkan pengamatan dan pertimbangan pihak takmir. Hal ini menjadi wujud dari kepedulian sosial masjid terhadap kondisi ekonomi dan kesejahteraan jamaah. (G. Warga yang terpilih akan diberikan kartu khusus yang akan di gunakan untuk pengambilan beras tersebut. melalui kartu tersebut, mereka dapat mengambil beras secara teratur di mesin ATM Beras yang telah disiapkan masjid. (G. Proses pengambilan beras dilakukan setiap hari jumat setelah pelaksanaan shalat jumat sampai dengan batas waktu yang ditentukan, sehingga kegiatan ini berjalan dengan tertib, teratur, dan menjunjung rasa saling menghargai. (G. Sistem penyaluran ini tidak hanya membantu meringankan kebutuhan pokok masyarakat kurang mampu, tetapi juga menjaga martabat penerima bantuan karena mekanisme pengambilannya bersifat mandiri dan tidak menimbulkan rasa sungkan. Dengan demikian, program ATM Beras menjadi wujud nyata kepedulian sosial Masjid AsSakinah serta memperkuat solidaritas, empati, dan rasa kebersamaan antar warga dalam kehidupan bermasyarakat. (G. Hilmah Nur Halimah. Hanif Rizal Ardista. Tata Aurelya Putri Virtida. Akbar Ridho Pratama. Mumammad Rizky Maulana Peran Masjid As-Sakinah Sebagai Pusat Pendidikan Masjid As-Sakinah tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga berperan strategis sebagai pusat pendidikan inklusif bagi masyarakat sekitar. Fungsi edukatif ini diwujudkan melalui berbagai program pembinaan keagamaan dan intelektual, salah satunya adalah inovasi pendidikan nonformal AuEnglish MassiveAy. Dalam pelaksanaannya, program ini menjadi inisiatif utama takmir untuk melibatkan generasi muda secara langsung dalam aktivitas masjid. Pemuda dan mahasiswa lokal diberikan ruang untuk berkontribusi sebagai pengajar relawan, yang tidak hanya memberdayakan masjid, tetapi juga memfasilitasi pengembangan keterampilan mengajar para pemuda dalam ekosistem yang religius. Selain pelibatan dalam operasional program pendidikan, masjid juga berupaya mendekatkan diri dengan generasi muda melalui adaptasi teknologi, seperti penerapan sistem donasi digital berbasis QRIS. Langkah ini dirancang untuk mengakomodasi gaya hidup cashless society kaum muda sekaligus meningkatkan partisipasi mereka dalam mendukung transparansi keuangan masjid. Keterlibatan pemuda dalam eksekusi program . eperti English Massive dan pembinaan Taman Pendidikan Al-QurAoa. berjalan sangat baik dan efektif meminimalisasi perilaku menyimpang, penelitian ini menemukan bahwa regenerasi pada tingkat manajerial teras masih menemui kendala. Keterlibatan generasi muda secara langsung dalam struktur kepengurusan inti . masih menjadi tantangan tersendiri. Kondisi ini mengindikasikan perlunya strategi lanjutan yang lebih komprehensif, seperti penguatan dakwah berbasis digital, guna menarik minat generasi muda agar bersedia mengambil estafet pengelolaan manajerial masjid di masa mendatang. Untuk mewujudkan generasi penerus yang berkualitas, kita harus memberikan contoh yang baik, seperti memberikan kegiatan yang positif dan berdampak baik pada pendidikan mereka. Hal ini ditujukan agar anak-anak memiliki pemahaman akan pentingnya pendidikan pada masa mendatang. (G. Pada Masjid As-Sakinah, kami para takmir mengadakan program AuEnglish MassiveAy. Program ini bertujuan untuk mengembangkan potensi serta minat dan bakat anak anak. Dalam program ini kami juga bekerja sama dengan pemuda maupun mahasiswa yang ingin mengajarkan anak anak berbahasa inggris dan juga dapat mengembangakan skill mengajar mereka. (G. Dengan menyediakan ruang belajar yang memberdayakan, masjid As-Sakinah turut berperan dalam menanggapi tantangan sosial dan pendidikan di era modern. Keterlibatan pengurus masjid, relawan, dan peserta menciptakan sinergi sosial yang harmonis, di mana masjid menjadi wadah pembentukan karakter, keterampilan, dan keimanan secara terpadu. (G. AL-Mabhats: Jurnal Penelitian Sosial Agama Ae Vol. 10 No. Al-Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama Januari Ae Juni 2025 | p. DOI: https://doi. org/10. 47766/almabhats. e-ISSN: 2615-5. p-ISSN: 2548-3838 Peran Masjid As-Sakinah sebagai pusat pendidikan melalui program English Massive telah berhasil menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai institusi pembelajaran umat. Program ini tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa Inggris masyarakat, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antar warga serta menanamkan nilai-nilai keislaman yang moderat, terbuka, dan progresif. Dampak yang diberikan oleh program ini, para anak-anak mulai tumbuh minat untuk mempelajari Bahasa Inggris. Tak hanya menumbuhkan minat untuk berbahasa Inggris, tetapi juga dapat menumbuhkan ketertarikan terhadap masjid. Karena adanya ketertarikan tersebut anak-anak mulai aktif dalam kegiatan keagamaan di masjid. Kegiatan penanaman nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan sopan santun. Anak-anak juga lebih terbiasa menghormati waktu, menjaga kebersihan, serta berperilaku sesuai dengan ajaran Islam. Melalui interaksi dengan pengajar dan teman sebaya, mereka belajar untuk bersikap jujur, saling menghargai, dan bekerja sama dalam suasana ukhuwah Islamiyah. Melalui program-program tersebut kami berharap dapat membentuk anak-anak yang cerdas intelektual, kuat spiritual, dan berakhlak sosial. Melalui pendekatan pendidikan yang menyenangkan dan bernilai, masjid berhasil menjalankan fungsinya sebagai pusat pembinaan generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan iman, ilmu, dan karakter yang kuat. Hal ini dapat terwujud ketika semua golongan masyarakat dapat berpartisipasi aktif dan memiliki tujuan yang sama. (G. Peran Masjid dalam dunia pendidikan yaitu mampu menjadi pusat transformasi ilmu, moral, dan sosial yang berkontribusi langsung terhadap kemajuan masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik dan program pendidikan yang inovatif, masjid dapat melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, serta berdaya saing dalam menghadapi tantangan global tanpa kehilangan nilai-nilai keislamannya. Peran Masjid As-Sakinah dalam Pemberdayaan Ekonomi Masjid As-Sakinah tidak hanya berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga menggerakkan ekonomi komunitas dengan berpijak pada nilai budaya lokal. Masyarakat di sekitar masjid memiliki tradisi komunal dan ikatan ketetanggaan yang erat. Merespons dinamika sosial ini, program ekonomi masjid dirancang bukan sekadar sebagai transaksi finansial, melainkan sebagai sarana mempererat kohesi sosial dan kemandirian umat secara inklusif. Masjid As-Sakinah berperan sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penerapan QRIS, digitalisasi keuangan, serta dukungan terhadap UMKM lokal yang mendorong terciptanya kemandirian dan inklusivitas ekonomi umat. (G. Penerapan sistem donasi digital QRIS menjadi adaptasi teknologi yang menjawab tuntutan gaya hidup masyarakat modern akan transparansi, sehingga sukses Hilmah Nur Halimah. Hanif Rizal Ardista. Tata Aurelya Putri Virtida. Akbar Ridho Pratama. Mumammad Rizky Maulana meningkatkan partisipasi filantropi warga. Di ranah luring, pemberdayaan UMKM kuliner usai pengajian Ahad pagi merespons tradisi silaturahmi jamaah. Pemberian ruang usaha bagi ibu-ibu rumah tangga dan kebijakan pengurus untuk mengutamakan belanja operasional di toko-toko sekitar merupakan pengejawantahan dari kearifan lokal ta'awun . aling tolong-menolon. Langkah ini menghidupkan siklus ekonomi riil yang dampaknya langsung dirasakan oleh warga setempat. Selain digitalisasi keuangan. Masjid As-Sakinah juga memberikan perhatian besar terhadap pemberdayaan UMKM lokal, khususnya di bidang kuliner. Setiap pelaksanaan pengajian Ahad pagi, masjid memberikan kesempatan kepada pelaku usaha kecil, terutama ibu-ibu rumah tangga, untuk menjual makanan dan minuman di area masjid. Kegiatan ini tidak hanya menambah penghasilan masyarakat, tetapi juga memperkuat interaksi sosial antar jamaah. Dengan adanya kegiatan ekonomi setelah pengajian, suasana masjid menjadi lebih hidup dan produktif, mencerminkan bahwa kegiatan spiritual dapat berjalan beriringan dengan aktivitas ekonomi yang bermanfaat. Lebih lanjut, kebijakan pengurus masjid untuk membeli keperluan operasional dari toko-toko sekitar merupakan bentuk nyata dari dukungan terhadap ekonomi lokal. Langkah ini memperlihatkan komitmen Masjid As-Sakinah dalam menciptakan siklus ekonomi yang berputar di lingkungan terdekat. Dengan demikian, keberadaan masjid memberikan dampak langsung terhadap peningkatan omzet pelaku usaha kecil di sekitar kawasan tersebut. Berbagai program ekonomi yang diselenggarakan masjid, seperti penyediaan ruang usaha bagi jamaah dan kebijakan belanja di toko sekitar, menunjukkan komitmen masjid dalam membangun siklus ekonomi lokal yang berkelanjutan dan produktif. (G. Keterlibatan aktif warga dalam ekosistem ekonomi ini menumbuhkan rasa memiliki . ense of belongin. yang kuat terhadap masjid. Praktik pemberdayaan yang sejalan dengan kultur kekerabatan masyarakat ini pada akhirnya mampu mengikis sekat sosial, mempererat hubungan antara pengurus dan jamaah, serta membuktikan bahwa masjid dapat menjadi pusat kesejahteraan yang tanggap terhadap kondisi sosiologis Secara keseluruhan, peran Masjid As-Sakinah dalam pemberdayaan ekonomi menunjukkan adanya sinergi antara fungsi spiritual dan sosial-ekonomi. Melalui pemanfaatan teknologi keuangan digital, dukungan terhadap UMKM, dan prinsip ekonomi lokal berkeadilan, masjid berhasil menjadi contoh lembaga keagamaan yang adaptif, progresif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat fondasi ekonomi masyarakat, tetapi juga menegaskan kembali peran masjid sebagai pusat pemberdayaan dan kesejahteraan yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Sinergi antara fungsi spiritual dan sosial-ekonomi di Masjid As-Sakinah menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kesejahteraan AL-Mabhats: Jurnal Penelitian Sosial Agama Ae Vol. 10 No. Al-Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama Januari Ae Juni 2025 | p. DOI: https://doi. org/10. 47766/almabhats. e-ISSN: 2615-5. p-ISSN: 2548-3838 umat yang memperkuat interaksi sosial, meningkatkan kesejahteraan, dan menegaskan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat. (G. Dampak Keberadaan Masjid As-Sakinah terhadap Kehidupan dan Keagamaan Masyarakat Keberadaan Masjid As-Sakinah memiliki dampak yang signifikan terhadap peningkatan kualitas kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat di sekitarnya. Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelaksanaan ibadah mahdhah, seperti salat berjamaah dan kajian keislaman, tetapi juga menjadi pusat aktivitas sosial yang membentuk karakter, memperkuat solidaritas, dan meningkatkan kesejahteraan spiritual serta material masyarakat. Keberadaan Masjid As-Sakinah memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat, melalui pembinaan keagamaan yang rutin, penguatan karakter, serta peningkatan solidaritas dan kesejahteraan spiritual jamaah. (G. Dari sisi kehidupan keagamaan. Masjid As-Sakinah telah menjadi sarana pembinaan umat melalui berbagai program keislaman yang rutin dan terarah. Kegiatan seperti pengajian Ahad pagi, majelis taklim, tadarus Al-QurAoan, dan pelatihan keagamaan bagi anak-anak maupun remaja berhasil menumbuhkan kesadaran beragama yang lebih kuat di kalangan jamaah. Masyarakat menjadi lebih aktif dalam menjalankan ibadah, memahami nilai-nilai Islam secara mendalam, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Peningkatan partisipasi jamaah dalam kegiatan masjid menunjukkan bahwa keberadaan Masjid As-Sakinah berperan efektif dalam membentuk masyarakat yang religius, toleran, dan berakhlakul karimah. Sementara itu, dari aspek kehidupan sosial, masjid berperan sebagai ruang kebersamaan dan interaksi sosial yang memperkuat hubungan antarwarga. Programprogram seperti bakti sosial, santunan anak yatim, pelatihan kewirausahaan, dan kegiatan gotong royong memperlihatkan peran masjid sebagai wadah solidaritas dan empati sosial. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya berinteraksi dalam konteks ibadah, tetapi juga dalam semangat tolong-menolong dan kerja sama untuk membangun lingkungan yang harmonis. Masjid As-Sakinah mampu menjadi pusat kegiatan sosial yang memperkuat hubungan antarwarga, melalui program seperti bakti sosial, santunan anak yatim, pelatihan kemandirian, dan kegiatan gotong royong yang menumbuhkan kepedulian serta kebersamaan dalam masyarakat. (G. Masjid As-Sakinah menjadi pusat transformasi sosial yang mendorong terbentuknya perilaku religius dan kehidupan masyarakat yang lebih harmonis, terutama melalui Hilmah Nur Halimah. Hanif Rizal Ardista. Tata Aurelya Putri Virtida. Akbar Ridho Pratama. Mumammad Rizky Maulana kegiatan pendidikan, pelatihan, dan pembinaan moral bagi berbagai kelompok usia. (G. Masjid juga menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat, seperti melalui program English Massive dan kegiatan UMKM yang dilakukan setelah pengajian Ahad pagi. Evaluasi efektivitas program English Massive ini diukur secara kualitatif melalui pemantauan intensitas partisipasi peserta didik serta observasi langsung terhadap peningkatan kecakapan berbahasa mereka (Madjid & NA, 2. Keberhasilan program ini dinilai sangat efektif karena mampu mencetak generasi muda yang memiliki daya saing dan keterampilan praktis sebagai modal dasar kemandirian ekonomi jangka panjang. Secara keseluruhan, program-program tersebut tidak hanya meningkatkan taraf hidup masyarakat, tetapi juga menumbuhkan kemandirian ekonomi berbasis komunitas yang berpijak pada nilai-nilai Islam. Dengan demikian, masjid berfungsi sebagai lembaga yang menyinergikan aspek spiritual dan material demi tercapainya kesejahteraan bersama . aslahah amma. (Masamah, 2. Dampak lain yang menonjol adalah munculnya transformasi sosial ke arah yang lebih religius dan produktif. Keberadaan Masjid As-Sakinah mendorong masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai pedoman dalam bertindak dan berinteraksi. Hal ini dibuktikan secara konkret melalui evaluasi efektivitas program English Massive yang diukur menggunakan metode observasi kualitatif terhadap perubahan perilaku peserta Indikator keberhasilan program ini melampaui kecakapan linguistik semata, yang dibuktikan dengan tumbuhnya ketertarikan anak-anak untuk aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan di masjid. Melalui interaksi edukatif tersebut, anak-anak dan remaja menjadi lebih terarah dalam kegiatan positif serta terbiasa mengamalkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan sopan santun. Tingkat efektivitas integrasi pendidikan dan agama ini secara nyata berdampak pada berkurangnya perilaku menyimpang dan meningkatnya kesadaran moral dalam kehidupan bermasyarakat. Secara keseluruhan. Masjid As-Sakinah berperan sebagai pilar utama dalam membentuk masyarakat yang religius, produktif, dan berdaya, dengan mensinergikan aspek spiritual dan material sehingga mampu meningkatkan kualitas kehidupan sosial dan keagamaan secara berkelanjutan. (G. Secara keseluruhan, keberadaan Masjid As-Sakinah memberikan dampak nyata dalam menciptakan masyarakat yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Masjid menjadi pusat integrasi antara spiritualitas dan sosialitas, tempat di mana masyarakat tidak hanya beribadah, tetapi juga belajar, berdaya, dan saling menguatkan. Dengan pengelolaan yang partisipatif dan program yang adaptif terhadap kebutuhan zaman. Masjid As-Sakinah berhasil mewujudkan perannya sebagai pilar utama dalam meningkatkan kualitas kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat secara AL-Mabhats: Jurnal Penelitian Sosial Agama Ae Vol. 10 No. Al-Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama Januari Ae Juni 2025 | p. DOI: https://doi. org/10. 47766/almabhats. e-ISSN: 2615-5. p-ISSN: 2548-3838 Peran Masjid As-Sakinah dalam menyediakan ruang interaksi dan partisipasi masyarakat menjadikannya wadah integrasi antara spiritualitas dan sosialitas, sehingga masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat perkembangan karakter dan kesejahteraan bersama. (G. PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid As-Sakinah memiliki peran strategis dalam memperkuat dimensi sosial dan spiritual masyarakat. Berbagai program yang dilaksanakan, seperti English Massive. ATM Beras, pemberdayaan UMKM, serta penerapan QRIS, menjadi bukti nyata bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan umat. Analisis terhadap data lapangan menunjukkan bahwa peran masjid dalam pendidikan melalui program English Massive mampu menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai lembaga pembelajaran umat (Winanti et al. , 2. Program ini meningkatkan kemampuan literasi bahasa Inggris anak-anak dan remaja, sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman seperti disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama. Sejalan dengan Hamidi et all. , kegiatan pendidikan di masjid tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga menjadi media pembentukan karakter islami generasi muda (Hamidi et al. , 2. Dalam bidang sosial-ekonomi. Masjid As-Sakinah menjalankan perannya melalui pemberdayaan masyarakat sekitar. Penerapan sistem QRIS menunjukkan adaptasi masjid terhadap perkembangan teknologi digital dan menjadikan transaksi infaq serta donasi lebih transparan (Murdowo et al. , 2. Tanggapan jamaah terhadap inovasi ini sangat positif, dibuktikan dengan peningkatan partisipasi berdonasi berkat kemudahan transaksi non-tunai yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Jamaah merespons sistem ini dengan tingkat kepercayaan yang tinggi karena dinilai efisien, menjamin akuntabilitas keuangan lembaga keagamaan, serta relevan dengan gaya hidup cashless society (Faradia & Asyidah, 2. Sementara itu, pemberdayaan UMKM di bidang kuliner, khususnya pada kegiatan sarapan setelah pengajian Ahad pagi, memberi ruang bagi warga untuk meningkatkan penghasilan dan memperkuat ekonomi lokal. Kebijakan pengurus untuk membeli kebutuhan masjid dari toko-toko sekitar juga secara langsung memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat berbasis lingkungan (Nasution et al. , 2. Dari segi sosial-keagamaan, keberadaan Masjid As-Sakinah memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan (Nasrulloh et al. , 2. Jamaah menjadi lebih aktif dalam mengikuti pengajian, kegiatan sosial, dan dakwah. Hubungan antarwarga semakin erat melalui kegiatan gotong royong, santunan anak yatim, dan pelatihan keagamaan. Masjid telah menjadi ruang yang mempersatukan berbagai lapisan masyarakat dalam semangat ukhuwah Islamiyah (Umar, 2. Hilmah Nur Halimah. Hanif Rizal Ardista. Tata Aurelya Putri Virtida. Akbar Ridho Pratama. Mumammad Rizky Maulana Gambar 1. Novelty Penelitian menghadirkan kebaruan melalui pergeseran paradigma fungsi masjid, yang tidak lagi dieksplorasi secara konvensional sebagai pusat ibadah ritual semata, melainkan sebagai ekosistem transformasi sosial yang adaptif terhadap disrupsi modern. Menjawab langsung rumusan masalah mengenai peran strategis masjid di era kekinian, kajian ini memperlihatkan bagaimana Masjid As-Sakinah berhasil mengintegrasikan nilai-nilai spiritual ke dalam pemecahan masalah sosial dan ekonomi kemasyarakatan. Pendekatan ini membedah ketahanan institusi keagamaan dalam merespons tantangan cashless society dan tuntutan kompetensi global dengan tetap memelihara tradisi komunal yang erat. Kebaruan . secara spesifik terletak pada penemuan model integrasi fungsional yang mensinergikan filantropi digital, ketahanan pangan, dan pendidikan nonformal ke dalam satu poros pemberdayaan. Berbeda dengan tata kelola masjid pada umumnya, inovasi penerapan donasi berbasis QRIS, operasionalisasi ATM Beras yang inklusif, serta pelaksanaan program English Massive saling bertautan untuk menumbuhkan kemandirian ekonomi sekaligus kecerdasan intelektual. Model ekosistem ini secara empiris membuktikan bahwa optimalisasi masjid mampu melahirkan AL-Mabhats: Jurnal Penelitian Sosial Agama Ae Vol. 10 No. Al-Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama Januari Ae Juni 2025 | p. DOI: https://doi. org/10. 47766/almabhats. e-ISSN: 2615-5. p-ISSN: 2548-3838 peradaban Islam modern yang tanggap teknologi, berdaya saing tinggi, dan kokoh secara Fungsi dan peran Masjid As-Sakinah telah berkembang dari sekadar tempat ritual ibadah menuju pusat transformasi sosial dan spiritual masyarakat. Melalui pendekatan yang terstruktur, masjid berhasil mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam pendidikan, ekonomi, dan sosial, sehingga memperkuat identitas religius dan solidaritas sosial di lingkungan sekitarnya. KESIMPULAN Masjid As-Sakinah secara efektif menjalankan fungsi dan perannya dalam memperkuat kehidupan sosial dan religius masyarakat sekitarnya. Optimalisasi peran ini dicapai dengan tidak hanya berfokus pada kegiatan ibadah ritual, melainkan berekspansi ke ranah pendidikan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi melalui integrasi program inovatif seperti English Massive, penyediaan ATM Beras, pemberdayaan UMKM lokal, serta penerapan digitalisasi donasi berbasis QRIS. Sinergi antara manajemen kepengurusan yang transparan dan partisipasi aktif jamaah terbukti berhasil membentuk ekosistem masyarakat yang mandiri secara material sekaligus tangguh secara spiritual. Sebagai implikasi ke depan, optimalisasi fungsi masjid ini perlu dipertahankan melalui penguatan kolaborasi dengan lembaga eksternal dan pemerintah daerah, serta pemantapan kaderisasi remaja dan dakwah digital, agar masjid terus relevan sebagai poros peradaban Islam modern yang memberdayakan umat. REFERENSI