LOK SEVA: JOURNAL OF CONTEMPORARY COMMUNITY SERVICE VOL. 4 NO. Available online at : http://jurnal. id/lokseva LokSeva: Journal of Contemporary Community Service . -ISSN 2986-2418 Pelatihan Bahasa Arab Dasar untuk UmmahAt di Komunitas Berbagi Muslimah Indonesia (KBMI) Rahman Hakim1*. Nahdliyyatul Azimah2 . UIN Walisongo Semarang. Indonesia . UIN Sunan Ampel Surabaya. Indonesia *Corresponding author: rahman. hakim@walisongo. INFORMASI ARTIKEL Submitted: 14-11-2025 Revised: 02-12-2025 Accepted: 05-12-2025 Available online: 30-12-2025 A B S T R A K Bahasa Arab transendental dalam kehidupan umat muslim, khususnya para ummahAt. Salah satu bentuk upaya kemahiran mereka dalam menguasai bahasa Arab Linguaphone secara intensif. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali dan melatih para ummahAt agar mampu menguasai bahasa Arab dasar. Metode yang digunakan adalah ceramah, menyimak, berlatih dan umpan balik. Untuk mengumpulkan data, digunakan observasi dan wawancara melalui google form. Subjek pengabdian adalah 10 ummahat yang mengikuti program pelatihan di level dasar selama 1 bulan, tepatnya 22 september - 20 oktober 2025. Adapun hasil pelatihan menunjukkan: . Audio Linguaphone merupakan alat belajar utama bagi ummahat dalam memahami materi, misalnya pelafalan huruf hijaiyah yang benar, kosakata, ungkapan, dan dialog . Audio Linguaphone sebagai media pembalajaran yang efisien, dari aspek waktu, tenaga dan biaya. Ummahat sangat terbantu dengan keberadaan program pelatihan bahasa Arab dasar melalui audio Linguaphone, utamanya mereka yang belum pernah mengikuti program tahsin dan notabenenya masih pembelajar bahasa Arab pemula. Kata Kunci: Audio. Bahasa Arab. Linguaphone. Ummahat. A B S T R A C T Arabic plays a highly transcendental role in the lives of Muslims, especially ummahAt. One form of community service aimed at improving their proficiency in basic Arabic is the provision of intensive Linguaphone audio training. This training is designed to equip ummahAt with the ability to master basic Arabic skills. The methods employed include LOK SEVA: JOURNAL OF CONTEMPORARY COMMUNITY SERVICE VOL. 4 NO. lectures, listening activities, practice, and feedback. Data were collected through observation and interviews conducted via Google Forms. The research subjects consisted of 10 ummahAt who participated in a basic-level training program for one month, from 22 September to 20 October 2025. The results of the training indicate that: . Linguaphone audio serves as the primary learning tool for ummahAt in understanding the learning materials, such as correct pronunciation of hijaiyah letters, vocabulary, expressions, and dialogues. Linguaphone audio is an efficient learning medium in terms of time, energy, and cost. ummahAt greatly benefited from the basic Arabic language training program using Linguaphone audio, particularly those who had never participated in a tahsin program and were beginner learners of Arabic. Keywords: Ummahat. Arabic Language. Audio. Linguaphone. PENDAHULUAN Bahasa Arab memiliki posisi sangat istimewa bagi umat Islam (Nurul Fadillah dkk. , 2. Ia tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi (BAhin, 2. , akan tetapi memiliki fungsi esensial sebagai bahasa agama yang menjadi medium utama dalam memahami al-qurAoan, hadis, dan kitab-kitab turAs (Azimah & Hakim, 2020. Penguasaan bahasa Arab menjadi kebutuhan transendental bagi setiap muslim yang ingin mendalami ajaran agamanya lebih komprehensif (Azimah & Hakim, 2020. Namun demikian, bagi sebagian besar masyarakat, terutama kalangan ibu-ibu . , akses terhadap pembelajaran bahasa Arab masih cenderung Hal ini dikarenakan oleh beberapa alasan, antara lain keterbatasan waktu karena urusan domestik, terbatasnya lembaga pembelajaran yang memiliki fleksibilitas, serta metode pembelajaran yang masih cenderung klasikal maupun konvensional dan kurang memiliki daya tarik bagi pembelajar pemula. Dalam konteks tersebut di atas, diperlukan pendekatan pembelajaran bahasa Arab yang praktis, dinamis, efektif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik dewasa, khususnya kalangan ummahAt (Setiadi dkk. , 2. Sebagai pembelajar dewasa, mereka umumnya memiliki motivasi intrinsik yang kuat untuk memahami dan mendalami bahasa Arab sebagai bagian dari peningkatan spiritualitas dan kecintaan terhadap al-qurAoan (Marta dkk. , 2. Namun, mereka juga dihadapkan pada tantangan berupa keterbatasan dalam aspek fonetik . elafalan huru. , penguasaan kosakata dasar, serta kemampuan memahami percakapan sederhana (AoAmsyah dkk. , 2. Oleh sebab itu, pelatihan bahasa Arab dasar dengan pendekatan yang komunikatif dan berbasis media audio Linguaphone dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kemampuan mereka secara gradual (Zaid dkk. , 2. Salah satu media yang relevan dan potensial dalam kursus pelatihan ini adalah audio Linguaphone. Linguaphone merupakan sebuah lembaga berbentuk penerbit besar dan berskala internasional yang memiliki banyak kantor perwakilan bergengsi di berbagai kota besar di penjuru dunia, seperti seperti London. Paris. New York dan Tokyo. Lembaga ini concern LOK SEVA: JOURNAL OF CONTEMPORARY COMMUNITY SERVICE - VOL. 4 NO. E-ISSN: 2986-2418 menyediakan buku, rekaman, dan kaset, yang berfungsi sebagai sumber belajar utama bagi siswa-siswanya. Buku Linguaphone Arabic diterbitkan oleh Linguaphone Institute pertama kalinya pada tahun 1977 di London. Penulis buku ini adalah Dr. Fuad Majalli, seorang alumnus dari kampus Alexandria Mesir dan juga alumnus doktoral dari kampus Dublin Irlandia dan sekarang sebagai dosen jurusan bahasa Arab di kampus Politeknik London. Selain itu, terdapat juga Profesor M. Manshur yang pendidikan doktoralnya satu alamamater dengan Dr. Fuad Majalli. Saat ini Prof. Manshur menjabat sebagai ketua jurusan Studi Bahasa Smith (SAmiya. di kampus Wisconsin Amerika Serikat (Majalli, 1. Kelebihan lain yang dimiliki dari aspek pengisi suara Linguaphone Arabic ini adalah penutur bahasa Arab asli, mereka di bawah bimbingan dan arahan Dr. Fuad Majalli. Buku Linguaphone Arabic terdiri dari 30 dars . yang disajikan secara sistematis. dalamnya banyak menyuguhkan budaya Arab dan agama Islam, misalnya penggunaan nama tokoh, setting cerita di beberapa negara Arab seperti Saudi dan Mesir, ibadah haji, hikayat 1001 malam, kampus Al-Azhar, keindahan sungai Nil, dan lain sebagainya. Media ini merupakan perangkat pembelajaran bahasa yang berfokus pada aspek pendengaran . dan pelafalan . melalui rekaman audio. Penggunaan media audio Linguaphone dapat membantu peserta memahami pelafalan huruf-huruf Arab dengan benar, menirukan intonasi, serta memperkaya kosakata dasar melalui latihan mendengarkan dan menirukan . isten and repea. Dengan demikian, metode ini tidak hanya melatih keterampilan reseptif . , tetapi juga produktif . , yang merupakan fondasi utama dalam pembelajaran bahasa. Pelatihan bahasa Arab dasar bagi ummahAt dengan media audio Linguaphone ini merupakan bentuk kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk memberdayakan kalangan ibu-ibu agar memiliki keterampilan dasar dalam berbahasa Arab. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang sederhana, menyenangkan, dan efisien, terutama bagi mereka yang belum memiliki latar belakang pendidikan formal dalam bahasa Arab. Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya diajak untuk memahami teori, tetapi juga mempraktikkan secara langsung pelafalan dan percakapan sederhana dengan panduan audio. Kegiatan pelatihan ini juga memiliki dimensi sosial dan spiritual. Dari aspek sosial, pelatihan ini memperkuat silaturahmi dan kerja sama antarummahAt dalam kegiatan positif dan produktif. Dari aspek spiritual, pembelajaran bahasa Arab menumbuhkan semangat religiusitas dan kecintaan terhadap bahasa Al-QurAoan(Hamim Thohari, 2. Hal ini sejalan dengan semangat dakwah dan pemberdayaan perempuan yang menjadi salah satu pilar penting dalam pengabdian masyarakat (Azimah, 2. Melalui kegiatan ini, para ummahAt tidak hanya menjadi objek pembelajaran, tetapi juga sebagai subjek yang aktif dalam proses peningkatan kapasitas diri. Berpijak pada latar belakang tersebut, kegiatan pelatihan bahasa Arab dasar bagi ummahAt melalui media audio Linguaphone menjadi bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mengimplementasikan tridarma. Kegiatan ini menunjukkan bagaimana inovasi sederhana dalam metode pembelajaran dapat membawa dampak signifikan dan menjadi upaya konkret dalam mendukung program pemberdayaan perempuan di bidang keilmuan dan spiritualitas, sehingga mereka mampu berperan aktif dalam membangun keluarga dan lingkungan yang berorientasi pada nilai-nilai Islam. Pelaksanaan pelatihan ini bekerjasama dengan Komunitas Muslimah Berbagi Indonesia (KMBI) sebagai mitra dalam hal pengabdian kepada masyarakat. Komunitas ini merupakan wadah berkumpulnya para ummahAt dari berbagai latar belakang, pendidikan, dan usia yang mana memiliki tujuan yang sama untuk saling menguatkan dalam bidang keagamaan. LOK SEVA: JOURNAL OF CONTEMPORARY COMMUNITY SERVICE - VOL. 4 NO. E-ISSN: 2986-2418 pendidikan, dan sosial kemasyarakatan. KMBI selama ini berupaya menginisiasi berbagai program pemberdayaan perempuan muslimah, seperti kajian rutin, kelas parenting islami, pendampingan keluarga, hingga kegiatan sosial kemanusiaan. Oleh karena itu, pelatihan bahasa Arab dasar dengan media audio Linguaphone diarahkan tidak hanya sebagai kegiatan akademik yang bersifat teknis-bahasa, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem pembinaan yang sudah berjalan di lingkungan komunitas. Dengan menggandeng KMBI, kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat menjangkau kalangan ummahAt yang memang telah memiliki ikatan emosional dalam suatu komunitas, sehingga proses rekrutmen peserta, koordinasi jadwal, serta tindak lanjut pasca pelatihan dapat berlangsung secara lebih efektif dan berkelanjutan. Dalam konteks penelitian ini. Komunitas Muslimah Berbagi Indonesia diposisikan sebagai salah satu objek kajian sekaligus mitra implementasi program. Dari sisi objek kajian. KMBI memberikan realita faktual mengenai bagaimana sebuah komunitas muslimah memaknai kebutuhan peningkatan literasi keislaman, termasuk dalam aspek penguasaan bahasa Arab. Banyak anggota komunitas yang memiliki motivasi kuat untuk mendalami agama, namun terkendala keterbatasan waktu, akses, dan latar belakang pendidikan formal. Penggunaan media audio Linguaphone dalam pelatihan bahasa Arab dasar bagi anggota KMBI menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut, karena fleksibel digunakan di rumah, dapat diulang kapan saja, dan tidak menuntut kesiapan sarana belajar yang kompleks. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya menguji efektivitas media audio Linguaphone secara pedagogis, tetapi juga menelaah kesesuaiannya dengan karakteristik sosio-kultural komunitas muslimah Selain itu, keterlibatan Komunitas Muslimah Berbagi Indonesia memberikan nilai tambah pada dimensi keberlanjutan . Pasca pelatihan, komunitas ini dapat melanjutkan kegiatan belajar mandiri berupa halaqah kecil, kelompok belajar bahasa Arab, atau program mentoring antar anggotanya dengan memanfaatkan kembali materi Linguaphone yang telah diajarkan. Dalam banyak kasus pengabdian masyarakat, kelemahan yang sering muncul adalah berhentinya proses pemberdayaan ketika program formal selesai. Namun dalam konteks KMBI, jaringan komunitas yang solid dan struktur kegiatan yang rutin membuka peluang bagi keberlanjutan praktik bahasa Arab di tengah-tengah aktivitas dan kesibukan mereka, misalnya melalui pembacaan doa, pemahaman istilah-istilah bahasa Arab dalam kajian, atau pengenalan mufradAt sederhana. Hal ini menegaskan bahwa pelatihan dengan media audio Linguaphone bukan sekadar intervensi sesaat, tetapi dapat menjadi pemantik budaya belajar bahasa Arab di lingkungan komunitas. Dari perspektif akademik, pemilihan Komunitas Muslimah Berbagi Indonesia sebagai objek penelitian juga relevan dengan isu-isu kontemporer terkait pemberdayaan perempuan dan pengarusutamaan gender dalam bidang pendidikan keagamaan. Keterampilan dasar bahasa Arab yang diperoleh melalui pelatihan ini membuka ruang bagi para anggota komunitas untuk mengakses sumber-sumber primer ajaran Islam secara lebih langsung, tidak hanya bergantung pada terjemahan atau ceramah. Kemampuan membaca dan memahami ungkapan sederhana dalam bahasa Arab, meskipun pada tataran dasar, berpotensi menumbuhkan rasa percaya diri intelektual . ntellectual self-confidenc. pada diri para ummahAt sebagai pendidik pertama bagi anak-anak mereka di rumah. Dengan demikian, kegiatan pelatihan ini dapat dibaca sebagai bagian dari strategi penguatan peran perempuan dalam transmisi keilmuan Islam di lingkungan keluarga dan komunitas. Lebih jauh, integrasi antara media audio Linguaphone dan basis komunitas seperti KMBI juga menunjukkan bagaimana teknologi pembelajaran bahasa dapat diadaptasi dalam konteks lokal keindonesiaan. Materi Linguaphone yang sarat dengan budaya Arab dan nilai-nilai LOK SEVA: JOURNAL OF CONTEMPORARY COMMUNITY SERVICE - VOL. 4 NO. E-ISSN: 2986-2418 keislaman dipertemukan dengan realitas sosial muslimah Indonesia yang hidup dalam masyarakat multikultural. Proses adaptasi ini tampak, misalnya, dalam diskusi-diskusi singkat setelah sesi mendengarkan, ketika fasilitator dan peserta mengaitkan dialog dalam Linguaphone dengan pengalaman sehari-hari mereka sebagai ibu rumah tangga, pekerja, aktivis sosial, dan anggota komunitas dakwah. Dengan cara ini, pembelajaran bahasa Arab tidak terasa sebagai sesuatu yang asing, tetapi membumi dan kontekstual dengan kehidupan para peserta. Temuan-temuan inilah yang diharapkan menjadi kontribusi ilmiah dari penelitian ini, yakni memberikan gambaran mengenai model pelatihan bahasa Arab dasar berbasis komunitas dengan dukungan media audio internasional seperti Linguaphone, serta implikasinya bagi penguatan kapasitas muslimah dalam ranah keilmuan dan spiritualitas. METODE PELAKSANAAN Pelatihan ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yang mana bertujuan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai proses dan hasil pelatihan (Rusandi & Muhammad Rusli, 2. Pendekatan ini dipilih karena sesuai dengan karakter kegiatan pengabdian yang lebih menekankan pada proses pemberdayaan dan perubahan kemampuan Metode pelaksanaan dirancang agar kegiatan berjalan secara sistematis, partisipatif, dan aplikatif, dengan tetap memperhatikan kebutuhan dan karakteristik peserta pelatihan. Pelaksanaan pelatihan ini dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan dilakukan analisis kebutuhan peserta untuk menyesuaikan materi dengan tingkat pemahaman dan permasalahan yang mereka Tahap pelaksanaan dilaksanakan melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, serta praktik langsung agar peserta mampu memahami dan menerapkan secara nyata. Selanjutnya, tahap evaluasi dilakukan untuk mengukur efektivitas pelatihan melalui pengamatan dan penilaian terhadap hasil pembelajaran peserta, sehingga pelatihan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemandirian peserta secara berkelanjutan dalam bidang bahasa Arab. Pelatihan dilaksanakan mulai 22 September - 20 Oktober 2025 secara daring melalui platform Whatsapp Group dan Youtube disertai dengan pendampingan mandiri menggunakan media audio Linguaphone. Adapun peserta kegiatan terdiri atas sepuluh ummahAt yang mengikuti program pelatihan bahasa Arab dasar. Seluruh peserta merupakan pembelajar pemula yang belum memiliki latar belakang pendidikan formal dalam bahasa Arab. Kriteria peserta dipilih berdasarkan tingkat kemampuan dasar dan motivasi untuk belajar bahasa Arab. Peserta didorong untuk aktif mengikuti seluruh tahapan kegiatan, baik pada sesi tatap muka virtual maupun pada latihan mandiri di rumah. Dalam pelaksanaannya, peserta dibimbing secara bertahap agar mampu mengenal dasardasar bahasa Arab secara sistematis, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah, kosakata sederhana, hingga struktur kalimat dasar yang sering digunakan dalam komunikasi seharihari. Proses pembelajaran dirancang secara bertingkat dengan pendekatan yang komunikatif agar peserta merasa nyaman dan tidak terbebani. Selain itu, pendampingan secara berkala juga diberikan untuk memastikan peserta tetap termotivasi dan mengalami perkembangan kemampuan secara konsisten. Dengan pola pembelajaran yang berkesinambungan tersebut, diharapkan peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dasar, tetapi juga memiliki kepercayaan diri untuk mulai menggunakan bahasa Arab dalam konteks sederhana. Keberhasilan proses pembelajaran juga ditunjang oleh penggunaan media pembelajaran yang sederhana namun variatif, seperti modul digital, audio pembelajaran, serta latihan tertulis LOK SEVA: JOURNAL OF CONTEMPORARY COMMUNITY SERVICE - VOL. 4 NO. E-ISSN: 2986-2418 yang dapat dikerjakan oleh peserta. Pemanfaatan media tersebut bertujuan untuk memberikan waktu belajar yang bersifat fleksibel mengingat setiap peserta yang merupakan para ummahAt memiliki waktu longgar yang berbeda-beda. Interaksi antara peserta dan pendamping juga tetap dijaga melalui komunikasi daring untuk memberikan umpan balik atas hasil latihan yang Dengan dukungan media dan pendampingan yang berkelanjutan, proses pelatihan diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang efektif, menyenangkan, dan berdampak positif terhadap peningkatan kemampuan dasar bahasa Arab peserta. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan pelatihan ini dibagi menjadi tiga tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi hasil kegiatan. Tahap Perencanaan Pada tahap ini, tim pelaksana melakukan identifikasi kebutuhan peserta melalui wawancara awal dan penyebaran kuesioner singkat. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa sebagian besar ummahAt mengalami kesulitan dalam melafalkan huruf hijaiyah dengan benar, memahami kosakata dasar, dan ungkapan bahasa Arab dasar. Berdasarkan temuan tersebut, tim merancang modul pelatihan yang berfokus pada tiga aspek utama, yaitu: Penguasaan pelafalan huruf hijaiyah dengan benar. Pengenalan dan latihan kosakata dasar. Pengenalan ungkapan dan dialog bahasa Arab dasar. Selain modul, disiapkan pula media pembelajaran berupa audio Linguaphone, kuis pekanan, serta panduan penggunaan media audio agar peserta dapat belajar secara mandiri di rumah. Tahap Pelaksanaan Pelatihan Pelaksanaan pelatihan dilakukan secara bertahap dan interaktif. Setiap pertemuan difokuskan pada materi tertentu, dengan kombinasi antara menyimak, menirukan, dan praktik. Pada awal sesi, fasilitator memberikan pengantar singkat tentang materi dan tujuan Gambar 1: Tampilan Materi di Platform Youtube Selanjutnya, peserta diarahkan untuk menyimak rekaman audio Linguaphone yang berisi pelafalan huruf, kosakata, ungkapan, dan percakapan sederhana. Peserta kemudian melakukan proses menyimak mandiri tiap 1 audio sebanyak 5-10x. langkah selanjutnya, peserta menirukan pelafalan secara berulang-ulang. Jika dirasa pelafalan mereka sudah bagus, mereka praktik LOK SEVA: JOURNAL OF CONTEMPORARY COMMUNITY SERVICE - VOL. 4 NO. E-ISSN: 2986-2418 melafalkan dan merekam audio hasil meyimak untuk disetorkan pada fasilitator melalui pesan Whatsapp. Gambar 2: Pengumpulan Penugasan Peserta Untuk memperkuat pemahaman, diberikan latihan lisan dan tertulis sederhana, seperti praktik pelafalan secara langsung melalui fitur pesan suara yang terdapat pada whatsapp dan fasilitator menyimak dan mengoreksi jika ditemukan kesilapan dari peserta. Selain itu, untuk praktik tertulis, peserta diwajibkan untuk menulis materi yang disimak dari tautan audio Youtube yang dibagikan sebelumnya oleh fasilitator dan setiap pekan juga dilaksanakan kuis tertulis secara berkala di Whatsapp grup. Fasilitator berperan aktif dalam memberikan umpan balik terhadap pelafalan dan pemahaman peserta. Selain itu, peserta juga didorong untuk melakukan latihan mandiri di rumah dengan memanfaatkan rekaman tautan audio yang telah diberikan. Setiap pekan, dilakukan refleksi dan diskusi singkat mengenai kemajuan dan kendala yang dihadapi selama Menurut Dimyati dan Mudjiono . dalam (Misbah, 2. , umpan balik merupakan segala informasi yang dihasilkan selama proses pembelajaran yang mana digunakan untuk menentukan tindakan perbaikan. Dalam pelatihan ini, tim fasilitator membantu ummahAt yang mengalami kendala menyimak dengan cara menanggapi dan mengarahkan hasil penugasan yang telah dikerjakan lebih intens sehingga ummahAt lebih menguasai materi dan hasil belajarnya meningkat. Lebih lanjut (Suherman, 1. memaparkan dalam (Misbah, 2. umpan balik merupakan salah satu upaya untuk mengobservasi peserta didik yang berkaitan dengan bagaimana cara ummahAt belajar dan apa yang harus dilakukan oleh tim fasilitator pelatihan untuk meningkatkan kemampuan ummahAt. Pemberian informasi mengenai benar atau tidaknya pelafalan ummahAt terhadap audio yang telah disimak, disertai dengan informasi tambahan berupa penjelasan letak kesalahan atau pemberian motivasi baik verbal maupun tertulis. Melalui umpan balik ini, ummahAt dapat mengukur sejauh mana materi yang telah diajarkan dapat dikuasainya. Dengan umpan balik itu pula ummahAt dapat mengoreksi kemampuan diri sendiri yang mana akan menunjang kemajuan belajarnya. Sedangkan bagi tim fasilitator, umpan balik merupakan tolak ukur sejauh mana materi yang telah diajarkan dapat diserap dan dipahami oleh ummahAt. Evaluasi Hasil Kegiatan Evaluasi dilaksanakan melalui dua cara, yaitu observasi langsung selama pelatihan dan wawancara daring melalui google form setelah kegiatan selesai. Aspek yang dinilai meliputi: Kemampuan pelafalan huruf hijaiyah. Pemahaman terhadap kosakata dasar. LOK SEVA: JOURNAL OF CONTEMPORARY COMMUNITY SERVICE - VOL. 4 NO. E-ISSN: 2986-2418 Pemahaman terhadap ungkapan dan dialog dasar. Keaktifan dan antusiasme peserta dalam mengikuti pelatihan. Tingkat kemudahan penggunaan media audio Linguaphone. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mengalami peningkatan kemampuan dalam pelafalan dan pemahaman kosakata dasar yang disimak melalui audio Linguaphone. Peserta juga mengaku lebih percaya diri dalam mengulang dan menirukan pelafalan huruf hijaiyah, kosakata, ungkapan sederhana, dan dialog pendek bahasa Arab. Hal ini senada yang diutarakan oleh (Hermawan, 2. peserta pelatihan memiliki pengucapan huruf hijaiyah, kosakata, ungkapan, dan dialog pendek yang baik dan benar. Adapun pengucapan yang baik dan bernar berawal dari ummahAt yang menyimak dengan fokus huruf hijaiyah, kosakata, ungkapan, dan dialog pendek yang baik dan benar yang bersumber dari audio Linguaphone. Lebih lanjut (Yusuf Al-Ayubi dkk. , 2. menambahkan bahwa penggunaan media audio dapat memotivasi pembelajar untuk berlatih secara mandiri dan percaya diri tanpa merasa canggung. Pelatihan ini menghasilkan modul pembelajaran sederhana berbasis audio yang dapat digunakan kembali dalam kegiatan serupa di masa mendatang. Dari sisi sosial, pelatihan ini memperkuat solidaritas dan semangat belajar di kalangan ummahAt sebagai bagian dari upaya pemberdayaan perempuan berbasis keagamaan. Gambar 3: Modul Pelatihan Bahasa Arab Dasar Meskipun pelatihan ini berjalan dengan baik, beberapa kendala tetap muncul selama proses Kendala utama adalah perbedaan kecepatan belajar antar peserta, karena tidak semua ummahAt memiliki kemampuan menyimak dan menirukan yang sama. Hal tersebut sejalan dengan teori belajar bahwa perbedaan individu yang harus diperhatikan selama proses pembelajaran, antara lain: keterampilan dasar, bakat, minat, kecepatan, dan gaya Setiap peserta didik memiliki kemampuan bawaan dan mengalami perubahan melalui pengalaman yang bersumber lingkungannya, sebab kebutuhan dan kemampuan bawaan peserta didik berbeda, begitu pula dengan minat belajarnya. Selain itu, perbedaan individu dapat juga diamati dari segi kognitif, kecakapan bahasa, dan kecakapan motorik(Nerita dkk. , 2. Untuk mengatasinya, tim fasilitator menyediakan bimbingan ekstra kepada peserta yang kemampuannya di bawah rata-rata dan porsi latihan Kendala lain dijumpai di lapangan adalah manajemen waktu ummahAt saat pelatihan Beberapa peserta mengalami tantangan mengatur waktu dalam menyelesaikan penugasan, sebab, 50% ummahAt yang mengikuti pelatihan kursus ini adalah pekerja full time. LOK SEVA: JOURNAL OF CONTEMPORARY COMMUNITY SERVICE - VOL. 4 NO. E-ISSN: 2986-2418 Solusinya, fasilitator memberikan disepensasi waktu bagi ummahAt yang masih terkendala menejemen waktu antara bekerja dan mengikuti pletihan kursus. Pendekatan ini terbukti cukup efektif untuk menjaga komitmen proses belajar meskipun ummahAt tidak selalu tepat waktu dalam menyelesaikan penugasan. Kegiatan pelatihan ini memberikan dampak sosial yang positif di kalangan ummahAt. Selain meningkatkan kemampuan bahasa, pelatihan juga menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepercayaan diri untuk terus belajar. Para ummahAt mengusulkan agar program pelatihan ini dilanjutkan ke level berikutnya, dengan penambahan materi tentang kaidah bahasa Arab dasar dan percakapan bahasa Arab tematik. Dari sisi keberlanjutan, media audio dinilai potensial untuk dikembangkan sebagai model pembelajaran berbasis masyarakat. Materi yang telah disusun dapat digunakan kembali oleh kelompok lain dengan sedikit modifikasi dan inovasi. Dengan dukungan lembaga pengabdian masyarakat dan fakultas, program ini dapat direplikasi di komunitas ummahAt lain, baik secara daring maupun luring. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat berupa Pelatihan Bahasa Arab Dasar bagi UmmahAt melalui media audio Linguaphone berhasil memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kemampuan dasar bahasa Arab peserta. Melalui pelatihan yang dilaksanakan selama satu bulan, para ummahAt memperoleh pengalaman belajar yang sederhana, fleksibel, dan Penggunaan media audio Linguaphone terbukti efektif dalam membantu ummahAt memperbaiki pelafalan huruf hijaiyah, menambah kosakata, memahami ungkapan, dan dialog Dari hasil observasi dan wawancara, diketahui bahwa media audio memberikan ruang belajar yang lebih adaptif dan mandiri bagi ummahAt. Mereka dapat menyesuaikan waktu belajar dengan aktivitas domestik mereka, sekaligus memperoleh hasil yang signifikan tanpa harus mengikuti pembelajaran tatap muka secara intensif. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi sederhana dalam metode pembelajaran, bila dirancang sesuai kebutuhan peserta, dapat menjadi sarana pemberdayaan yang efektif di tingkat masyarakat. Selain memiliki dampak akademik, kegiatan ini juga membawa pengaruh positif terhadap aspek sosial dan spiritual peserta. Pelatihan ini menjadi wadah silaturahmi, saling mendukung, serta menumbuhkan semangat religiusitas di kalangan ummahAt. Mereka menjadi lebih termotivasi untuk memperdalam bahasa Arab sebagai upaya mendekatkan diri kepada alquran dan memperkuat identitas keislaman. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi linguistik, tetapi juga memperkuat nilai-nilai spiritual dan sosial yang melekat pada diri peserta. Secara keseluruhan, pelatihan ini menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat berbasis pelatihan bahasa Arab dasar dapat dijalankan dengan pendekatan yang kreatif, sederhana, dan Penggunaan media audio Linguaphone mampu menjembatani keterbatasan peserta dalam hal waktu, biaya, dan akses pembelajaran. Pelatihan ini menjadi contoh bahwa pemberdayaan perempuan melalui pendidikan bahasa dan agama dapat diwujudkan secara nyata dengan dukungan teknologi sederhana dan pendampingan intensif yang berkelanjutan. Berdasarkan hasil pelaksanaan pelatihan ini, terdapat beberapa rekomendasi untuk pengembangan program sejenis di masa mendatang, misalnya pada aspek penguatan materi dan level pembelajaran. Pelatihan lanjutan sebaiknya dikembangkan ke level selanjutnya, dengan fokus pada pembelajaran kaidah bahasa Arab dasar aplikatif pada al-quran, hadis, dan pembelajaran bahasa Arab tematik yang berfokus pada 4 kemahiran dasar. Hal ini menjadi penting agar ummahAt memiliki kemampuan bahasa Arab yang komprehensif. LOK SEVA: JOURNAL OF CONTEMPORARY COMMUNITY SERVICE - VOL. 4 NO. E-ISSN: 2986-2418 REFERENSI