AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Aulia Roifatul Khusna ANALISIS PERBANDINGAN PENGEMBANGAN KURIKULUM DALAM SUDUT PANDANG FILSAFAT PENDIDIKAN BARAT DAN ISLAM Aulia Roifatul Khusna UIN Sunan Ampel Surabaya Elkhusna04@gmail. Anis Sukmawati UIN Sunan Ampel Surabaya sukmawati@uinsa. Muhammad Nuril Huda UIN Sunan Ampel Surabaya huda@uinsa. Abstract: Barat dan Islam mempunyai perbedaan dalam pandangan tentang pendidikan. Barat memiliki pijakan yang berbeda dari Islam yang dasar pijakannya ialah Al-QurAoan. Sunnah, dan hasil dari ijtihad ulama sebagai konsep dari pendidikannya. Oleh karena perbedaan itulah, hal ini menarik untuk diteliti dengan melihat perbandingan antara keduanya. Pada penelitian ini, teknik dalam mengumpulkan data yang digunakan ialah metode library research. Metode ini adalah metode mengumpulkan data dengan cara membaca buku-buku atau jurnal dengan sumber data yang lain di perpustakaan. Hasil dari perbandingan antara kurikulum Pendidikan barat dan Islam adalah. Barat menekankan pengembangan pemikiran kritis, kreativitas, dan keterampilan yang berguna untuk tuntutan kontemporer. Sedangkan Pendidikan Islam didasarkan pada Al-Qur'an. Hadis, dan ijtihad ulama dan bertujuan untuk menciptakan generasi yang bertakwa yang mengintegrasikan pengetahuan ukhrawi dengan pengetahuan duniawi. Keywords: : Pengembangan Kurikulum. Barat. Islam PENDAHULUAN Adanya kurikulum memiliki peran yang sangat penting bagi Pendidikan. Menurut Oemar Hamalik, kurikulum memiliki peran konservatif yang artinya adalah kurikulum dijadikan sebagai sarana dalam mentransmisikan nilai warisan budaya pada masa lampau yang relevan dengan masa kini pada generasi muda. Peran tersebut orientasinya pada masa lalu yang tujuannya Halaman 136 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Analisis Perbandingan Pengembangan Kurikulum dalam Sudut Pandang Filsafat Pendidikan Barat dan Islam Aulia Roifatul Khusna untuk membina tingkah laku peserta didik supaya relevan dengan nilai-nilai sosial yang ada di masyarakat. Selain itu. Kurikulum juga memiliki peran kreatif, yang mana kurikulum harus bisa mengembangkan suatu hal yang baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada saat ini dan di masa depan. Adanya kurikulum haruslah memberikan bantuan pada peserta didik dalam mengembangkan potensi yang ada pada diri peserta didik, mendapatkan ilmu pengetahuan yang baru, juga cara berpikir yang inovatif serta relevan dengan hidup mereka. Kemudian kurikulum juga mepunyai peran kritis dan evaluative, yaitu mengevaluasi dan memilih informasi baru yang akan ditransmisikan sambil mengadaptasi nilai-nilai dan budaya yang diwariskan ke masa kini. Kurikulum berfungsi sebagai kontrol sosial dalam kapasitas ini, menghilangkan nilai-nilai yang tidak relevan dan beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Dalam pendidikan, pastinya diperlukan yang namanya kurikulum. Dan di setiap negara kurikulum yang diterapkan pasti memiliki perbedaan, tak terkecuali kurikulum pendidikan Barat dengan kurikulum pendidikan Islam. Barat dan Islam mempunyai perbedaan dalam pandangan tentang pendidikan. Barat memiliki pijakan yang berbeda dari Islam yang dasar pijakannya ialah AlQurAoan. Sunnah, dan hasil dari ijtihad ulama sebagai konsep dari pendidikannya. Hal ini yang menjadikan ciri pendidikan yang ada di barat dan pendidikan Islam Keduanya mempunyai karakter masing-masing yang berbeda hingga output yang dihasilkan juga berbeda. Adanya perbedaan tersebut seringkali membuat kurikulum yang satu lebih unggul dari kurikulum yang lain. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk meneliti pengembangan kurikulum pendidikan jika dilihat dalam sudut pandang filsafat pendidikan Barat dan Islam. PENGERTIAN PENGEMBANGAN KURIKULUM Pengembangan adalah upaya untuk meningkatkan keterampilan teknologi, kebijakan, pemikiran dan perilaku sesuai kebutuhan melalui pendidikan dan pelatihan. Pengembangan merupakan perencanaan sistem pendidikan yang logis dan strategis untuk menentukan segala sesuatu yang akan dilaksanakan dalam proses pembelajaran dengan memperhatikan kemampuan dan keterampilan peserta didik. 3 Pengembangan adalah suatu usaha pendidikan, baik formal maupun informal, yang diselenggarakan dengan baik, terorganisir, terarah, teratur dan bertugas untuk mengenalkan, menumbuhkan, membimbing, mengembangkan landasan yang benar, utuh terbatas dan sesuai dengan kepribadian, pengetahuan dan keterampilan sesuai bakat dan keinginan Hari Prabowo. AuPENTINGNYA PERANAN KURIKULUM YANG SESUAI DALAM PENDIDIKANAy (Padang, n. 2 Mukarromah Mukarromah. AuPerbandingan Filsafat Pendidikan Barat Dan Islam,Ay Jurnal Pendidikan Islam 7, no. : 2, https://doi. org/10. 38073/jpi. 3 Abdul Majid. Perencanaan Pembelajaran (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 137 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Aulia Roifatul Khusna juga kemampuan sebagai suatu konsep pribadi yang berarti untuk meningkatkan, meningkatkan, mengembangkan menuju tercapainya manusia yang mandiri, bermartabat, bermutu dan kuat. Secara etimologi istilah curriculum asalnya ialah dari bahasa Latin, yaitu curro atau currere dan ula atau ulums yang memiliki arti racecorse, yaitu lapangan pacuan kuda, jarak tempuh untuk lomba lari, pacuan balapan, perlombaan, dan 5 Jadi, kata kurikulum asalnya ialah dari dunia olahraga pada zaman Romawi Kuno di Yunani, yang artinya ialah jarak yang oleh pelari mesti ditempuh dari garis awak hingga akhir. 6 Secara terminologis, kurikulum dalam pendidikan ialah sejumlah mata pelajaran yang mesti diselesaikan dan ditempuh siswa di sekolah untuk mendapatkan ijazah. 7 Menurut Samsul Nizar, kurikulum ialah arena pertandingan, tempat pelajaran bertanding dalam rangka penguasaan pelajaran dengan tujuan mencapai garis finish yang berupa ijazah, gelar sarjana ataupun gelar diploma. 8 Menurut Jacobs, seharusnya kurikulum tak cuma terfokus kepada alat yang diperlukan untuk mengembangkan penalaran dan konstruksi logis pengetahuan baru namun harusnya menanamkan budaya yang dapatmemelihara kreativitas peserta didik. Menurut Arifin, kurikulum ialah seluruh bahan pembelajaran yang mesti disajikan dalam proses kependidikan dalam suatu sistem institusional Pendidikan. 10 Wiliam B Ragan mengartikan kurikulum ialah all the experiences of children for which the school accepts responsibility yang artinya ialah kurikulum ialah semua pengalaman peserta didik yang ada di bawah tanggung jawab sekolah. Menurut Oemar Hamalik, kurikulum ialah program pendidikan yang oleh lembaga pendidikan disediakan bagi siswa. 12 Kurikulum ialah rencana dan konsep yang cakupannya berupa isi, tujuan, metode, serta penilaian pembelajaran yang dalam pendidikan digunakan. Hal tersebut melibatkan 4 Eunike Awalla dkk. AuPengembangan Kompetensi ASN Di Kantor BKD Melonguane Kabupaten Kepulauan Talaud,Ay Administrasi Publik 4, no. : 3. 5 Abdul Wafi. AuKonsep Dasar Kurikulum Pendidikan Agama Islam,Ay Edureligia. Jurnal Pendidikan Agama Islam 1, no. : 134, https://doi. org/10. 33650/edureligia. 6 Syamsul Bahri. AuPengembangan Kurikulum Dasar Dan Tujuannya,Ay Jurnal Ilmiah Islam Futura 11, no. : 16Ae17. 7 M Asri. AuDinamika Kurikulum Di Indonesia,Ay Modeling: Jurnal Program Studi PGMI 4, no. : 194, http://w. id/index. php/modeling/article/view/128. 8 M R Alhaddad. AuHakikat Kurikulum Pendidikan Islam,Ay Raudhah Proud To Be Professionals: Jurnal http://ejournal. id/index. php/raudhah/article/download/23/22. 9 Joko Suratno dkk. AuKurikulum Dan Model-Model Pengembangannya,Ay Jurnal Pendidikan Guru Matematika 2, no. : 67. 10 Muhammad Muttaqin. AuKonsep Kurikulum Pendidikan Islam,Ay TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam 3, no. : 38, https://doi. org/10. 53649/taujih. 11 Nur Ahid. AuKonsep Dan Teori Kurikulum Dalam Dunia Pendidikan,Ay ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman 1, no. 1 (January 22, 2. : 19, https://doi. org/10. 15642/islamica. 12 Ahmad Taufik. AuPengembangan Kurikulum Pendidikan Islam,Ay EL-Ghiroh 17, no. (September 30, 2. : 82, https://doi. org/10. 37092/el-ghiroh. Halaman 138 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Analisis Perbandingan Pengembangan Kurikulum dalam Sudut Pandang Filsafat Pendidikan Barat dan Islam Aulia Roifatul Khusna peilihan materi, menentukan strategi pembelajaran, dan evaluasi hasil belajar Konsep dasar kurikulum ialah dasar yang sangat penting dalam mendesain serta menerapkan program pendidikan yang efektif. Sukmadinata dalam Hermino berpendapat bahwa terdapat tiga konsep mengenai kurikulum, yakni kurikulum sebagai sistem, substansi, serta bidang Kurikulum sebagai sistem ialah bagian dari sistem persekolahan, sistem masyarakat, serta sistem pendidikan. Cakupan dari sistem kurikulum ialah struktur personalia serta prosedur kerja bagaimana caranya dalam menyusun, melaksanakan, mengevaluasi, serta menyempurnakan kurikulum. Kemudian kurikulum sebagai suatu substansi oleh orang dipandang sebagai rencana kegiatan belajar, bagi peserta didik di sekolah, atau suatu perangkat tujuan yang ingin dicapai. Suatu kurikulum juga bisa menunjuk pada suatu dokumen yang isinya mengenai bahan ajar, tujuan, jadwal, kegiatan pembelajaran, serta Kurikulum cakupannya juga bisa pada lingkup tertentu, suatu sekolah, kabupaten, provinsi, atau seluruh negara. Lalu kurikulum sebagai bidang studi ialah bidang yang oleh para ahli kurikulum, pendidikan, dan pengajaran dijadikan sebagai bidang kajian. Sebagai bidang studi kurikulum memiliki tujuan untuk mengembangkan ilmu mengenai kurikulum dan sistemnya. Dengan melalui studi pustaka serta berbagai kegiatan percobaan dan penelitian, mereka menemukan sesuatu yang baru yang bisa menguatkan serta memperkaya bidang studi kurikulum. Pengembangan kurikulum ialah proses merencanakan kurikulum supaya dihasilkan rencana kurikulum yang komprehensif, luas, serta spesifik. Proses ini memiliki hubungan dengan seleksi organisasi berbagai komponen situasi belajar mengajar, yang diantaranya ialah spesifikasi tujuan yang disarankan, jadwal organisasi kurikulum, kegiatan, mata pelajaran, sumber, alat yang dipakai untuk mengukur pengembangan kurikulum yang mengacu kepada kreasi sumbersumer unit, rencana unit, serta garis pelajaran kurikulum ganda yang lain yang mempunyai tujuan agar proses pembelajaran mudah. SEJARAH PERKEMBANGAN KURIKULUM BARAT Berdasarkan laporan dari Yale terdapat dua fungsi utama dari pendidikan yakni Authe discipline and the furniture of the mindAy yang artinya disiplin dan perabot pikiran, yakni menguatkan kekuatan pikiran yang saat ini disebut dengan mengembangkan kemampuan berpikir, dan mengisi pikiran dengan konten atau yang saat ini disebut dengan pembelajaran pengetahuan dan 13 Septian Nur et al. Tahta Media Group (Tahta Media Group, 2. Dedi Lazuardi. AuManajemen Kurikulum SebagaiPengembangan Tujuan Pendidikan,Ay Al Idarah 7, no. : 101Ae2. 15 F Wati. S Kabariah, and A Adiyono. AuPenerapan Model-Model Pengembangan Kurikulum Di Sekolah,Ay Adiba: Journal Education, https://adisampublisher. org/index. php/adiba/article/view/224. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 139 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Aulia Roifatul Khusna Dan para pendidik yang telah menulis dokumen tersebut bersatu dalam pemahaman yang benar pada pendidikan, yang mana penguatan kekuatan pikiran tak bisa didapatkan melalui praktik mata pelajaran. Presiden Universitas Harvard. Charles Elliot juga memiliki pandangan yang sama. Ia percaya bahwa pendidikan ialah perkembangan sistematis dari kekuatan penalaran. Sebagai seorang ilmuwan, ia ingin mengembangkan bakat dasar seorang peneliti kepada para muridnya. Yang diantaranya ialah kemampuan untuk mengobservasi dan mendeskripsikan, mengkategorikan dan mencatat, menyimpulkan, dan memberikan gambaran dari kesimpulannya, jadi ia menambahkannya dalam kurikulum sarjana dan pascasarjana di Harvard. Elliot berpendapat bahwa mata pelajaran apapun itu, asal selama periode yang berkelanjutan bisa dipelajari, maka akan berpotensi untuk menjadi subjek Yang berarti dia tak seketat disipliner mental yang lain dalam hal Elliot memiliki pengalaman yang luas tak hanya dalam pendidikan tinggi, namun juga pada tingkat dasar dan sekolah menengah negeri, yang memiliki pengaruh yang besar pada hasil kerja keputusan komite. Ia sebagai seorang pendidik dan humanis mengembangkan Universitas Harvard menjadi institusi pendidikan tinggi yang masif dan modern dengan kurikulum yang Peraturan kampus menjadi fleksibel, ujian masuk yang diperkenalkan dan distandarisasi, sebuah praktik yang diperluas ke pendidikan negeri dan swasta. Dikarenakan ia adalah ketua komite sepuluh, karena pengaruhnyalah ujian dan kurikulum di sekolah menengah menjadi seragam, sedangkan sains dan humaniora menjadi seragam dan diberi tempat yang sama dalam pendidikan liberal. Pendidikan sekolah umum dilaksanakan dalam dua tingkatan yang diantaranya ialah tingkat dasar dan tingkat menengah. Kedua tingkatan ini cakupan pelajarannya ialah bahasa Inggris, matematika, sejarah, sains, serta bahasa asing. Kemudian Lowell, presiden Harvard berikutnya melanjutkan reformasi dan meningkatkan standar pendidikan di sekolah negeri. Ia mengenalkan bahasa asing dan matematika di kelas tujuh SMP di Amerika. Menurut Wiliam Harris, seorang tokoh sentral pengaruh rasionalisme pada filsafat, ia memiliki pandangan pada pendidikan didirikan dengan didasarkan oleh interpretasi pribadi Hegelianisme yang mana menurutnya pendidikan ialah sarana untuk mengembangkan pikiran supaya seseorang tersadar akan sosial, dirinya, lingkungan ekonomi dan mandiri. Ia memberikan definisi tentang tujuan pendidikan, yakni pendidikan ialah proses yang saat melaluinya, seorang individu dibimbing untuk mencapai tujuan kebebasan. Menurut Harris, supaya sosialisasi bisa berlangsung sesuai dengan keinginan dan tercapainya tujuan para siswa perlu sekali mengenal lebih dekat sekedar akademisi. Sopan santun, akhlak, dan pemanfaatan peluang sosial yang tepat juga mesti diajarkan sehubungan dengan pendidikan. Bentuk pendidikan yang lain seperti pendidikan agama, perdagangan dan bisnis, serta politik yang Halaman 140 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Analisis Perbandingan Pengembangan Kurikulum dalam Sudut Pandang Filsafat Pendidikan Barat dan Islam Aulia Roifatul Khusna mesti dibatasi oleh lembaga sosial khusus yang bisa melakukan pekerjaan itu. Menurutnya sebuah kesalahan apabila menuntut sekolah segala macam Karena menurutnya pendidikan bisnis dan perdagangan, pendidikan agama, pendidikan kenegarawan dan politik haruslah berasal dari pengasuhan keluarga. Menurutnya pendidikan harus berdasarkan kurikulum yang dibangun berdasarkan kurikulum sumber daya terbaik peradaban Barat yang isinya lima jendela jiwa, begitu ia suka menyebutnya. Lima jendela jiwa tersebut terdiri dari tata bahasa, sastra dan seni, matematika, geografi, sejarah. Hal ini ialah sumber daya yang paling baik yang melaluinya budaya ras akan disebarka ke sebagaian besar warga Amerika. Sedangkan di Inggris, dewan Pengembangan Kurikulum Sekolah menerbitkan kurikulum nasional untuk pendidikan dasar dan menengah di Inggris. Sejak tahun 1982. Dewan Pengembangan Kurikulum dan Dewan Ujian Nasional telah menjadi organisasi yang berbeda, sehingga memungkinkan pengembangan sistem pendidikan yang terdesentralisasi di Inggris. Dalam perubahan kurikulum, sebuah proses yang ketat dilakukan dan para ahli diikutsertakan. Kepala sekolah adalah orang pertama yang mengusulkan modifikasi, yang kemudian didukung oleh sekolah-sekolah lain dan dikirim ke OFSTEAD (Office for Standards in Education. Children's Services and Skill. , sebuah organisasi yang tidak memihak yang ditunjuk secara pribadi oleh Ratu Elizabeth. Setelah mengundang Dewan Pengembangan Kurikulum Sekolah (SCDC) untuk menetapkan kurikulum. OFSTEAD meneruskan hasilnya ke Menteri Pendidikan, yang kemudian mendistribusikannya ke sekolah-sekolah. Prosedur ini menggunakan pendekatan dari bawah ke atas dan memakan waktu sekitar satu tahun, dengan kepala sekolah sebagai pengusul utama. Dua belas disiplin ilmu tercakup dalam kurikulum nasional, dengan bahasa Inggris, matematika, dan sains diwajibkan untuk siswa berusia lima hingga lima belas tahun. Disiplin ilmu tambahan termasuk seni, sejarah, teknologi, bahasa asing, dan musik juga tersedia untuk siswa. Undang-undang negara tidak mengatur pendidikan agama, karir, atau seks, tetapi sekolah-sekolah tertentu dapat memasukkan mata pelajaran ini. Kurikulum di Inggris memiliki beberapa tujuan yang diantaranya: Menumbuhkan rasa ingin tahu anak dengan memungkinkan mereka untuk bernalar dan mengajukan pertanyaan, kemudian menggunakan keterampilan tersebut untuk menyelesaikan tugas. Menumbuhkan toleransi terhadap variasi etnis dan agama dalam kehidupan serta rasa hormat terhadap standar moral. Eduard Hanganu. AuThe Development https://doi. org/10. 13140/RG. The American Curriculum,Ay Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 141 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Aulia Roifatul Khusna Anak-anak dibantu untuk memahami dunia tempat mereka tinggal dan pentingnya kerja sama internasional. Anak-anak menerima dukungan dalam menggunakan bahasa secara tepat dan kreatif ketika berbicara, membaca, dan menulis. Anak-anak menerima bantuan dalam memahami pentingnya kontribusi yang dibuat oleh negara-negara untuk mencapai dan melestarikan kebutuhan dasar kehidupan, serta peran penting yang dimainkan oleh perdagangan dan industri dalam proses ini. Berikan anak-anak dasar yang kuat dalam matematika, sains, dan teknologi sehingga mereka dapat memperoleh berbagai keterampilan dan siap menghadapi dunia kerja yang berkembang pesat. Untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil secara sosial, ajarkan anakanak cara berkembang dalam seni, sains, dan agama. Mendorong pertumbuhan dan perkembangan sebagai respons terhadap faktor-faktor lingkungan yang mengganggu kapasitas mereka untuk belajar. ini dicapai dengan meningkatkan jumlah dana yang dibutuhkan. Pada kurikulum Pendidikan di Prancis. Kementerian Pendidikan Nasional, yang dipimpin oleh seorang menteri, bertanggung jawab untuk memusatkan dan mengawasi pendidikan di Perancis. Ada tiga tingkat utama dalam sistem Pendidikan Dasar: Pendidikan prasekolah (Ecole Maternell. dimulai pada usia 2 tahun dan berlanjut hingga usia 16 tahun. Tiga tingkat membentuk pendidikan prasekolah, dengan penekanan pada kehidupan kelompok, pengenalan huruf dan angka, dan keterampilan dasar. Bahasa Prancis, membaca, menulis, matematika, sejarah, ilmu bumi, kewarganegaraan, dan seni, semuanya tercakup dalam kurikulum pendidikan dasar. Pendidikan Menengah Pertama: Setelah empat tahun di sekolah dasar, siswa melanjutkan ke tingkat pendidikan ini. Siswa memilih jurusan untuk melanjutkan studi mereka di sekolah menengah atas setelah menyelesaikan tingkat ini. Pendidikan menengah atas dibagi menjadi perguruan tinggi, yang lebih kontemporer dan mudah beradaptasi, dan sekolah tinggi, yang lebih selektif dan sebanding dengan sekolah menengah atas. Siswa di kedua jenis sekolah ini bersiap-siap untuk ujian Baccalaureate, yang setara dengan ujian kelulusan sekolah menengah atas di Indonesia. Buku-buku pelajaran dan pengajaran di sekolah negeri tidak dipungut biaya. 17 Arsilawita. Rusdinal, and Azwar Ananda. AuSistem Pendidikan Inggris Menjawab Tantangan Revolusi Industri 4. 0,Ay Jurnal Pendidikan Tambusai 5, no. : 1176Ae77. 18 Anggun Irma. Mordiani Damanik, and Tsalis Yaumil Fadilah. AuSistem Pendidikan Di Negara Eropa (Inggris. Prancis. Jerman Dan Beland. ,Ay RAZIQ: Jurnal Pendidikan Islam 2, no. 2 (November 2. : 105Ae6, https://jurnal. id/index. php/raziq/article/view/74. Halaman 142 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Analisis Perbandingan Pengembangan Kurikulum dalam Sudut Pandang Filsafat Pendidikan Barat dan Islam Aulia Roifatul Khusna Menteri pendidikan negara bagian di Jerman menggunakan tiga alat yang berbeda untuk menentukan kurikulum mereka sesuai dengan undang-undang yang relevan: pertama, tabel yang berisi daftar jumlah jam pelajaran per minggu dan mata pelajaran berdasarkan AukelasAy dan jenis sekolah. kedua, pedoman dan ketiga, izin untuk menulis dan membeli buku pelajaran. Tujuan kurikulum yang spesifik dipublikasikan bersamaan dengan pedoman kurikulum, sedangkan tujuan kurikulum secara luas ditetapkan oleh peraturan sekolah . eringkali terdapat di bagian pembukaan surat keputusa. Buku-buku tersebut dipilih oleh kementerian dan terdiri dari strategi pengajaran yang disarankan, kurikulum, dan terkadang contoh rencana pelajaran. Tidak ada buku pelajaran yang boleh digunakan di kelas bahasa Jerman tanpa persetujuan dari kementerian. Pilihan pendekatan pengajaran tertentu sepenuhnya tergantung pada Telah menjadi jelas bahwa strategi pengajaran yang Auberpusat pada guruAy telah semakin ditinggalkan dan digantikan dengan bekerja dengan kelompok-kelompok kecil siswa dalam kerangka pendekatan Auberpusat pada siswaAy seiring dengan menurunnya rasio siswa-guru . ari 30:1 pada tahun 1960 menjadi 15:1 pada tahun 1. Gagasan Aupengajaran terbukaAy, yang menekankan Aupembelajaran mandiriAy, telah mendapatkan daya tarik di sekolah dasar dan beberapa sekolah menengah pertama sejak akhir tahun 1980-an. SEJARAH PERKEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM Pada Pendidikan Islam kurikulum dikenal dengan kata manhaj yang mempunyai arti jalan yang terang yang oleh seorang pendidik dan siswa dilalui dengan tujuan mengembangkan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan juga Imam Ghazali tak menyebutkan secara langsung apa kurikulum Pendidikan Islam, namun ia memberikan penjelasan maksud bahwa kurikulum itu berdasarkan pada dua kecondongan yakni kecondongan pada agama serta tasawuf yang mana ilmu-ilmu agama tersebut diatas segalanya sebagai alat untuk mensucikan diri dari pengaruh kehidupan dunia. Lalu kecondongan pragmatis yang artinya ilmu mempunyai manfaat untuk manusia baik di dunia dan akhirat. Oleh karenanya, dalam menyusun kurikulum mesti mengandung ilmu yang bermanfaat yang bisa dipahami, serta disampaikan dengan Pada hakikatnya idelogi pendidikan Islam tidak lepas dari landasan pendidikan islam, landasan pendidikan islam ialah islam, dan landasan islam 19 Ilwan Muslim and Hilmin Hilmin. AuSISTEM PENDIDIKAN DI JERMAN,Ay Cendikia: Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran . 302Ae3, https://jurnal. org/index. php/cendikia/article/view/2103. 20 Yudi Candra Hermawan. Wikanti Iffah Juliani, and Hendro Widodo. AuKONSEP KURIKULUM DAN KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM,Ay Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam 10, no. 1 (May 3, 2. : 41, https://doi. org/10. 22373/jm. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 143 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Aulia Roifatul Khusna adalah Al QurAoan dan Hadits. Oleh karena itu, landasan ideologi pendidikan islam adalah Al QurAoan dan sunnah. Eggi Sudjana mengatakan pemikiran islam terdiri dari segala macam pemikiran yang menjadi pedoman gerak kehidupan masyarakat yang berkaitan dengan pemikiran ilmu pengetahuan, ekonomi, politik, seni dan budaya, sistem ibadah dan lembaga-lembaga untuk melaksanakan pemikiran tersebut berdasarkan Al QurAoan dan sunnah serta sumber hukum islam lain. Kandungan teoritis konsep pendidikan Islam di era globalisasi menurut KH. Abdurrahman Wahid adalah seorang pemikir. Hal ini menunjukkan bahwa konsep belajar dan konsep ini mempunyai ciri khas tersendiri. Hal ini misalnya terlihat pada sebagian tujuan pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua konsep pendidikan terpenuhi. Dalam kasus fundamentalisme, misalnya, hanya satu demonstrasi saja yang dapat Selain itu, terdapat indikasi yang terdapat pada konsep pendidikan Hal ini juga terjadi pada bidang lain yaitu kurikulum dan sistem. Pada umumnya, kurikulum Islam tak memiliki perbedaan dengan kurikulum konvensional, sebaliknya, perbedaan hanya ada dalam materi tambahan itu sendiri. Apabila ditinjau pada aspek untuk mencapai tujuan Pendidikan Islam, kurikulum digambarkan sebagai media untuk memahami kalam Allah (QurAoan dan hadit. Sesuai dengan yang ada pada beberapa surah yang ada di al-QurAoan, seperti surah Luqman ayat 13-19 yang acuannya pada konsep aspek tauhid, akhlak. Syariah, terdapat dalam al-QurAoan beberapa prinsip dasar yang bisa dianggap sebagai suatu aturan atau pedoman dalam Pendidikan Islam. Dengan cara ini Pendidikan agama Islam dipecah menjadi tiga cabang ilmu yang berbeda yakni aqidah, akhlak, serta Syariah. Hal-hal yang disebutkan pada kurikulum studi Islam seperti yang telah diajarkan ialah contoh pesan keislaman yang oleh lembaga Pendidikan dipakai, dan oleh sebab itu, mereka mesti memiliki fungsi sebagai panduan untuk siswa. Di Indonesia kurikulum Pendidikan Islam ada tiga, yakni Kurikulum pesantren, kurikulum madrasah, serta kurikulum sekolah Islam. Berbeda dengan lembaga pendidikan konvensional seperti madrasah dan sekolah, pesantren, lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, memiliki keunikan Di masa lalu, pembelajaran di pesantren lebih didasarkan pada pengetahuan kyai daripada kurikulum yang ditentukan. Kitab yang diajarkan, seperti Jurymiyah atau Ihya' Ulumuddin, yang berfungsi sebagai AukurikulumAy konvensional, sering kali dirujuk dalam nama pesantren. 21 Ahmad Wahyu Hidayat. AuIdeologi Pendidikan Islam Dalam Kurikulum ( Studi Kasus SMA IT ABU BAKAR Yogyakart. Ay (UIN Sunan Kalijaga, n. 22 Arif HIdayat. AuKONSEP DAN IDEOLOGI PENDIDIKAN ISLAM DI ERA GLOBALISASI (Studi Pemikiran KH. Abdurrahaman Wahi. ,Ay 2019. 23 Binti Astuti. AuPendekatan Perenialisme Dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam,Ay Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia 3, no. 3 (September 30, 2. : 422, https://doi. org/10. 14421/njpi. Halaman 144 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Analisis Perbandingan Pengembangan Kurikulum dalam Sudut Pandang Filsafat Pendidikan Barat dan Islam Aulia Roifatul Khusna Ilmu-ilmu agama termasuk tafsir, hadis, fiqih, dan tasawuf merupakan fokus utama pesantren tradisional, yang memiliki tingkatan mulai dari tingkat awal hingga tingkat tsalis. Di sisi lain, pesantren modern telah merangkul pendidikan formal di berbagai tingkatan, mulai dari taman kanak-kanak hingga universitas, dan menyediakan berbagai kurikulum berdasarkan afiliasi mereka dengan Kementerian Riset. Teknologi, dan Pendidikan Tinggi atau Kementerian Agama. Pesantren ini menggunakan sistem pendidikan tradisional yang hanya mencakup ilmu-ilmu agama dengan teknik bandungan dan sorogan. Metode sorogan, di mana ustadz atau kiai memberikan pelajaran kepada setiap murid secara individu, merupakan salah satu teknik yang digunakan dalam proses pendidikan di pesantren ini. Metode ini diperuntukkan bagi santri tingkat rendah, atau mereka yang baru saja mahir membaca Al-Qur'an. Kiai secara keseluruhan dapat menggunakan sorogan untuk menangkap pertumbuhan intelektual anak-anak. Kiai dapat memberikan pengarahan yang lengkap sehingga ia dapat fokus untuk mengajar santri tertentu berdasarkan pengamatan langsung terhadap bakat dan kapasitas dasar mereka. Pendekatan lain adalah teknik bandungan, yang melibatkan murid-murid untuk mendengarkan ustadz atau kiai membaca, menerjemahkan, menjelaskan, dan mengulas teks. Mereka fokus pada kitab itu sendiri dan mencatat informasi dan arti penting dari katakata yang digunakan oleh kiai dan ustadz. Pada kurikulum madrasah, mengingat keberadaan lembaga yang sebenarnya, apakah itu di lingkungan atau di luar pesantren, merupakan salah satu elemen kunci yang mempengaruhi variasi isi dan struktur kurikulum. Jika ditilik, beberapa sumber belajar mengacu dan didasarkan pada kitab kuning, kurikulum madrasah di lingkungan pesantren cenderung lebih mendalam dalam hal pengetahuan dan praktik keagamaan. Madrasah yang berada di lingkungan masyarakat cukup menggunakan kurikulum dari Kementerian Agama, yang lebih berfokus pada pemahaman umum daripada agama dan kegiatan keagamaan. Tidak hanya madrasah swasta, madrasah yang berstatus negeri pun menunjukkan perbedaan ini. Secara historis, kurikulum madrasah jauh lebih beragam, yang mencerminkan berbagai jenis dan misi lembaga pada masa itu. Beberapa madrasah terutama dipercayakan untuk menciptakan tenaga pengajar agama Islam, sementara yang lain difokuskan pada kepentingan dakwah dan hanya berusaha mendorong siswa untuk mempelajari pengetahuan agama secara Struktur kurikulum yang bervariasi dan materi yang berfungsi 24 Saiwanto Saiwanto et al. AuKurikulum Pendidikan Islam,Ay Jurnal Sosial Dan Sains 2, no. (September 15, 2. : 1046, https://doi. org/10. 59188/jurnalsosains. 25 Ari Prayoga. Irawan Irawan, and Ahmad Rusdiana. AuKarakteristik Program Kurikulum Pondok Pesantren,Ay Jurnal Al-Hikmah 2, no. : 81. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 145 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Aulia Roifatul Khusna sebagai panduan untuk kegiatan belajar sehari-hari merupakan konsekuensi alami dari pendekatan kelembagaan yang bervariasi. Menurut Kolintama & Iman . , saat ini banyak orang yang menganggap madrasah sebagai sekolah yang istimewa. Di tengah-tengah masalah moral dan agama serta pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan filosofi eksistensi manusia, tampaknya masyarakat menjadi lebih tertarik dan peduli terhadap madrasah. Sistem yang oleh madrasah berusaha diterapkan ialah, madrasah adalah lembaga pendidikan yang menggabungkan sistem pendidikan umum, yang mengajarkan topik-topik yang luas, dengan sistem pesantren, yang mengajarkan pelajaran agama Islam. Salah satu ciri khas madrasah yang membedakannya dengan sekolah umum dan pondok pesantren adalah adanya integrasi antara pelajaran agama dengan pelajaran umum. Dewasa ini, sulit untuk membedakan antara sekolah Islam dan madrasah dalam hal konten kurikulum. Kedua realitas ini telah berubah secara signifikan dari apa yang sebelumnya diterima secara luas. Dulu ada keyakinan bahwa murid-murid di sekolah umum, terutama yang diklasifikasikan sebagai sekolah Islam, pasti kurang terampil dalam mata pelajaran agama dibandingkan dengan murid-murid di madrasah. Sekarang ini, evaluasi seperti itu tidak sepenuhnya salah atau kurang akurat. Banyak murid di sekolah Islam yang fasih berbahasa Arab dan hafal beberapa bagian dari Al-Quran. Di sisi lain, terlepas dari kurangnya kemampuan bahasa Arab mereka, berapa banyak siswa madrasah yang tidak dapat mengingat surat-surat sederhana dalam juz 'amma? Persyaratan nyata yang harus dipatuhi oleh semua pihak yang terlibat dalam peningkatan kurikulum sekolah Islam adalah deregulasi sistem pendidikan Islam, yang ditandai dengan persaingan ketat antara madrasah dan sekolah Islam. ANALISIS PERBANDINGAN KURIKULUM PENDIDIKAN BARAT DAN ISLAM Pendidikan Barat Pijakan Filosofis: Humanisme, empirisme, dan rasionalisme sering kali menjadi dasar pendidikan Barat. Fokusnya adalah memaksimalkan potensi setiap orang melalui pemikiran rasional dan inventivitas. Tujuan Pendidikan: . Meningkatkan kemampuan penalaran dan berpikir kritis, . Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan praktis yang relevan dengan tuntutan masyarakat kontemporer, . Menanamkan prinsip keberlanjutan global, kerja sama internasional, dan toleransi. 26 Saiwanto et al. AuKurikulum Pendidikan Islam. Ay Megawati and Kasim Yahiji. AuKARAKTERISTIK PENGEMBANGAN KURIKULUM MADRASAH ALIYAH DALAM KMA 183 DAN 184 TAHUN 2019,Ay An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam 4, no. 1 (August 3, 2. : 88, https://doi. org/10. 51806/an-nahdlah. 28 Saiwanto et al. AuKurikulum Pendidikan Islam. Ay Halaman 146 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Analisis Perbandingan Pengembangan Kurikulum dalam Sudut Pandang Filsafat Pendidikan Barat dan Islam Aulia Roifatul Khusna Struktur Kurikulum: . Kurikulum didesain dengan fokus pada disiplin ilmu dasar seperti aritmatika, fisika, bahasa, seni, dan sejarah, . Politik, bisnis, dan pelajaran agama terkadang dianggap sebagai ruang lingkup institusi lain, . Dengan penekanan pada pembelajaran dan penemuan yang diarahkan sendiri, pendekatan Auberpusat pada siswaAy menjadi semakin populer. Pendekatan Praktis: . Kurikulum Barat sering dimodifikasi sebagai respons terhadap kemajuan teknologi, permintaan pasar tenaga kerja, dan penelitian ilmiah, . Pembuatan kurikulum, misalnya, sangat dipengaruhi oleh lembaga pendidikan lokal dan administrator sekolah seperti contohnya di Inggris. Pendidikan Islam Pijakan Filosofis: Berdasarkan Al-QurAoan. Hadis. Ijtihad ulama. Tujuan Pendidikan Islam ialah pengintegrasian ilmu dunia dan akhirat. Tujuan Pendidikan: . Mencetak generasi manusia yang beriman serta bertakwa dengan prioritas utama berupa akhlak yang terpuji, . Mengembangkan ilmu pengetahuan yang memiliki manfaat bagi dunia dan akhirat, . Menanamkan prinsip tauhid. Syariah, serta akhlak pada seluruh aspek Struktur Kurikulum: . Pada pesantren tradisional . , terfokus pada ilmu agama seperti tafsir, fiqih, dan juga tasawuf, . Pada pesantren modern dan madrasah menerapkan system integrase pelajaran umum seperti sains dan matematika dengan pelajaran agama, . Sekolah Islam modern seringkali menerapkan kurikulum nasional namun untuk pelajaran agama lebih Pendekatan Praktis: . Metode pembelajaran tradisional yang meliputi sorogan dan bandungan, . Materi pelajaran yang sumbernya dari kitab kuning, al-Qur. an, dan hadis yang pada penerapannya dengan sistematis dan KESIMPULAN Kurikulum pendidikan Islam dan Barat berbeda secara signifikan. Humanisme, empirisme, dan rasionalisme menjadi dasar dari pendidikan Barat, yang menekankan pengembangan pemikiran kritis, kreativitas, dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan modern. Struktur kurikulumnya mudah beradaptasi, berfokus pada siswa, dan cepat beradaptasi dengan perubahan pasar dan teknologi. Pendidikan Islam, di sisi lain, didasarkan pada Al-Qur'an. Hadis, dan ijtihad ulama dan bertujuan untuk menciptakan generasi yang bertakwa yang mengintegrasikan pengetahuan ukhrawi dengan pengetahuan duniawi. Dengan menggunakan metode dan materi tradisional yang didasarkan pada Al-Qur'an Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 147 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Aulia Roifatul Khusna dan kitab kuning, kurikulum ini memberikan penekanan kuat pada akhlak, tauhid, dan syariah. Keduanya memiliki kapasitas untuk saling melengkapi satu sama lain, memadukan kecakapan spiritual dan intelektual untuk menciptakan individu DAFTAR PUSTAKA