TE DEUM: Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan Volume 15. Nomor 1 (Desember 2. : 91-102 ISSN 2252-3871 . , 2746-7619 . http://ojs. id/index. php/tedeum/index DOI: https://doi. org/10. 51828/td. Submitted: 16 Januari 2025 Accepted: 28 Desember 2025 Published: 30 Desember 2025 PENGARUH MUSIKALITAS GEREJAWI PEMANDU LAGU TERHADAP PERTUMBUHAN IMAN: KAJIAN TEOLOGI PRAKTIKA THE INFLUENCE OF CHURCH MUSICALITY ON FAITH FORMATION: A PRACTICAL THEOLOGY PERSPECTIVE Ratna Katharina,1 Vena Melinda Tiladuru,1 Immanuel Christmas Banunaek,1* Dreitsohn Franklyn Purba1 Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang. Indonesia *nuelkhalid@gmail. ABSTRACT This study aims to analyze the influence of church musicality among song leaders at STT SAPPI on the faith growth of the Church musicality is understood as the song leadersAo technical competence, musical leadership and control, song preparation, congregational participation, and spiritual readiness. Faith growth is measured through affective, cognitive, behavioral, commitment, and life transformation dimensions. The study employs a mixed-methods approach with purposive sampling involving 11 students actively serving as song leaders. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed through descriptive statistics, correlation analysis, and simple linear regression. The results indicate that the church musicality of song leaders is at a high level and has a positive and significant effect on faith growth . = 0. RA = 0. p < 0. These findings affirm that song leaders play a strategic role in shaping worship experiences that contribute holistically to the congregationAos faith growth. Keyphrases: church musicality song leaders. faith growth. practical theology. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh musikalitas gerejawi pemandu lagu STT SAPPI terhadap pertumbuhan iman jemaat. Musikalitas gerejawi mencakup kompetensi teknis, kepemimpinan musikal, persiapan nyanyian, partisipasi jemaat, serta kesiapan rohani pemandu lagu. Pertumbuhan iman diukur melalui dimensi afektif, kognitif, perilaku, komitmen, dan transformasi hidup. Penelitian menggunakan pendekatan metode campuran dengan sampel purposif terhadap 11 mahasiswa yang aktif melayani sebagai pemandu lagu. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji korelasi, dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musikalitas gerejawi berada pada kategori tinggi dan berpengaruh positif serta signifikan terhadap pertumbuhan iman jemaat . = 0,670. RA = 0,449. p < 0,. Temuan ini menegaskan bahwa pelayanan pemandu lagu memiliki peran strategis dalam membentuk pengalaman ibadah yang mendorong pertumbuhan iman secara holistik. Frase kunci: musikalitas gerejawi pemandu lagu. pertumbuhan iman. teologi praktika. PENDAHULUAN Musik merupakan unsur integral dalam ibadah Kristen yang tidak hanya berfungsi sebagai pengiring liturgi, tetapi juga sebagai sarana pewartaan iman dan pembentukan spiritual jemaat. Berbagai kajian teologi ibadah menegaskan bahwa nyanyian jemaat memiliki peran penting dalam menolong umat menghayati firman Tuhan, mengekspresikan iman, serta membangun persekutuan dengan Allah dan sesama 1. Dalam konteks ini, musik gerejawi tidak dapat dipahami semata-mata sebagai ekspresi estetis, melainkan sebagai medium teologis yang berkontribusi pada formasi iman jemaat 2. 1 Robert E. Webber. Worship Old and New (Grand Rapids: Zondervan, 1. , 97Ae100 2 Jeremy S. Begbie. Resounding Truth: Christian Wisdom in the World of Music (Grand Rapids: Baker Academic, 2. , 30Ae35 Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 92 | PENGARUH MUSIKALITAS GEREJAWI PEMANDU LAGU TERHADAP PERTUMBUHAN IMAN Sejumlah penelitian sebelumnya telah membahas musik gerejawi dari berbagai perspektif, seperti fungsi musik dalam liturgi, peran nyanyian jemaat dalam ibadah, serta dimensi teologis musik Kristen 3. Penelitian lain juga menyoroti peran worship leader atau pemandu lagu sebagai pelayan ibadah yang memengaruhi suasana dan keterlibatan jemaat4. Namun demikian, sebagian besar kajian tersebut bersifat konseptual-normatif atau deskriptif teologis, dan belum banyak yang mengkaji secara empiris-kuantitatif hubungan antara kualitas musikalitas gerejawi pemandu lagu dengan pertumbuhan iman jemaat. Di sisi lain, penelitian mengenai pertumbuhan iman jemaat umumnya difokuskan pada pengajaran firman, pendidikan Kristen, dan pembinaan rohani, dengan penekanan pada aspek kognitif dan perilaku Aspek pengalaman ibadah, khususnya pengalaman musikal yang dipimpin oleh pemandu lagu, masih relatif kurang mendapat perhatian sebagai faktor yang dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan iman secara holistik. Padahal, secara teologis dan pedagogis, ibadah merupakan ruang formasi iman yang melibatkan dimensi kognitif, afektif, dan eksistensial manusia6. Berdasarkan tinjauan tersebut, dapat diidentifikasi adanya kesenjangan penelitian . esearch ga. , yaitu belum adanya kajian yang secara sistematis dan terukur meneliti pengaruh musikalitas gerejawi pemandu lagu, yang mencakup kompetensi teknis, kontrol musikal, kepemimpinan musikal, persediaan nyanyian, partisipasi jemaat, dan persiapan rohani, terhadap pertumbuhan iman jemaat. Kesenjangan ini penting untuk dijembatani agar pemahaman tentang musik gerejawi tidak berhenti pada tataran normatif, tetapi juga didukung oleh temuan empiris. Oleh karena itu, penelitian ini menjadi penting karena memberikan kontribusi pada tiga aspek utama. Pertama, secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian teologi ibadah dan musik gerejawi dengan pendekatan empiris yang mengaitkan musikalitas pemandu lagu dengan pertumbuhan iman jemaat 7. Kedua, secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi bahan refleksi dan evaluasi bagi gereja dalam membina dan mempersiapkan pemandu lagu sebagai pelayan ibadah yang tidak hanya kompeten secara musikal, tetapi juga matang secara rohani. Ketiga, secara metodologis, penelitian ini menawarkan model pengukuran yang operasional dan kontekstual terhadap musikalitas gerejawi dan pertumbuhan iman, yang dapat dikembangkan lebih lanjut dalam penelitian sejenis8. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh musikalitas gerejawi pemandu lagu terhadap pertumbuhan iman jemaat, sehingga ibadah gerejawi dapat semakin dipahami dan dikembangkan sebagai ruang pembentukan iman yang utuh dan bermakna. Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut, penelitian menggunakan pendekatan penelitian campuran, kualitatif dan kuantitatif dengan metode survei. Penelitian dilaksanakan di STT SAPPI. Responden adalah mahasiswa yang melayani sebagai pemandu lagu dalam setiap kegiatan ibadah di lingkungan kampus. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert yang disusun berdasarkan kajian teologis dan musik gerejawi, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier sederhana untuk menguji pengaruh musikalitas gerejawi pemandu lagu terhadap pertumbuhan iman jemaat. Penelitian ini menempatkan ibadah sebagai ruang formasi iman yang bersifat holistik, di mana dimensi musikal, afektif, kognitif, dan eksistensial jemaat saling berkaitan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, kualitatif dan kuantitatif 9 dengan desain eksplanatori untuk menganalisis pengaruh musikalitas gerejawi pemandu lagu terhadap pertumbuhan iman Populasi penelitian ini adalah mahasiswa STT SAPPI. Sampel penelitian berjumlah 11 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan mahasiswa yang aktif berperan sebagai pemandu lagu dalam setiap kegiatan ibadah yang ada di lingkungan kampus. Penelitian dilaksanakan di Kampus STT SAPPI. Ciranjang. Kabupaten Cianjur. Jawa Barat, selama periode November 2024 hingga Mei 2025. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja karena di tempat inilah mahasiswa terlibat aktif dalam pelayanan kepemimpinan musik gerejawi, termasuk sebagai pemandu lagu dalam berbagai kegiatan ibadah. 3 James F. White. Introduction to Christian Worship, 3rd ed. (Nashville: Abingdon Press, 2. , 131Ae135 4 Constance M. Cherry. The Worship Architect (Grand Rapids: Baker Academic, 2. , 145Ae147 5 Thomas H. Groome. Christian Religious Education (San Francisco: HarperSanFrancisco, 1. , 184Ae186. 6 James W. Fowler. Stages of Faith (San Francisco: Harper & Row, 1. , 92Ae95. 7 Harold M. Best. Music Through the Eyes of Faith (San Francisco: Harper & Row, 1. , 54Ae56. 8 Robert W. Pazmiyo. Foundational Issues in Christian Education (Grand Rapids: Baker Academic, 2. , 121Ae123. 9 John W. Creswell. Research Design: Qualitative. Quantitative, and Mixed Methods Approaches, 4th ed. (Thousand Oaks. CA: Sage, 2. , 155Ae158. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. RATNA KATHARINA. DKK. | 93 Variabel independen dalam penelitian ini adalah musikalitas gerejawi pemandu lagu, sedangkan variabel dependen adalah pertumbuhan iman jemaat. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup dengan skala Likert lima poin yang mengukur musikalitas gerejawi pemandu lagu dan pertumbuhan iman Uji validitas dilakukan menggunakan korelasi item-total, sedangkan uji reliabilitas menggunakan CronbachAos Alpha dengan kriteria Ou 0,70. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linier sederhana pada taraf signifikansi 0,05. Definisi Operasional Penelitian Hipotesis penelitian adalah AuPengaruh musikalitas gerejawi pemandu lagu terhadap pertumbuhan imanAy. Variabel Independen (X): Musikalitas Gerejawi Pemandu Lagu Musikalitas gerejawi pemandu lagu diukur melalui kompetensi teknis, kontrol musikal, kepemimpinan musikal, persediaan nyanyian, kemampuan mendorong partisipasi jemaat, dan persiapan rohani, yang dinilai menggunakan angket skala Likert. Variabel Dependen (Y): Pertumbuhan Iman Pertumbuhan iman diukur melalui dimensi afektif, kognitif, perilaku, komitmen, dan transformasi hidup, yang mencerminkan perkembangan sikap batin, pemahaman iman, praktik hidup, kesetiaan rohani, serta perubahan sikap hidup sebagai buah iman Kristen. Indikator Variabel X Tabel 1. Indikator Variabel X Indikator Dimensi Kompetensi teknis Kontrol musikal Kepemimpinan Persediaan nyanyian/daftar lagu Partisipasi jemaat Persiapan rohani Ketepatan nada dan Dinamika dan ekspresi Pemberian aba-aba . Kesuaian lagu secara Kemampuan mengajak Kesiapan spiritual Butir (Skala Likert . Untuk Variabel X . usikalitas gerejawi pemandu lag. jumlah dimensi 6, julah item 24, skor minimum 24 dan skor maksimum 120. Indikator Variabel Y Dimensi Afektif Kognitif Perilaku Komitmen Transformasi Tabel 2. Indikator Variabel Y Indikator Butir pertanyaan (Skala Likert . Kedalaman pengalaman rohani Pemahaman iman Refleksi iman Praktik rohani Keterlibatan gerejawi Perubahan sikap hidup Untuk Variabel Y . ertumbuhan ima. , jumlah dimensi, jumlah item 24, skor minimum 24 dan skor Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 94 | PENGARUH MUSIKALITAS GEREJAWI PEMANDU LAGU TERHADAP PERTUMBUHAN IMAN Uji untuk analisis data: X dan Y merupakan data interval . asil agregasi Liker. Uji validasi dan uji reabilitas (CronbachAos Alpha Ou 0. untuk angket . Uji Korelasi Pearson. Uji Regresi Linier Sederhana: Pertumbuhan iman = 0 1 (Musikalitas gerejawi pemandu lag. PEMBAHASAN Landasan Teori Musik Gerejawi sebagai Praktik Teologis Dalam tradisi Kristen, musik gerejawi merupakan bagian integral dari ibadah dan berfungsi sebagai sarana ekspresi iman, serta pembentukan spiritual jemaat. Nyanyian jemaat tidak hanya menyampaikan pujian, tetapi juga mengandung dimensi teologis yang membentuk cara jemaat memahami dan menghayati iman mereka. Alkitab menunjukkan bahwa musik digunakan untuk mengajarkan firman Tuhan dan menolong umat menginternalisasi kebenaran iman melalui nyanyian rohani. Dengan demikian, musik tidak bersifat netral atau sekadar estetis, melainkan memiliki dimensi teologis yang membentuk iman dan kehidupan umat percaya10. Dalam Perjanjian Baru. Rasul Paulus menekankan pentingnya nyanyian rohani dalam membangun iman jemaat (Ef. 5:19. Kol. Dalam Mazmur 150:1-6, umat Tuhan menggunakan berbagai instrumen musik dalam memuliakan Tuhan. 12 Alkitab menunjukkan pentingnya peran musik dalam penyembahan, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. 13 Secara liturgis, musik berperan sebagai medium yang menjembatani teks iman dengan pengalaman religius jemaat. Melalui melodi dan syair, pesan teologis tidak hanya dipahami secara rasional, tetapi juga dialami secara afektif. 14 Oleh karena itu, kualitas pelaksanaan musik dalam ibadah turut menentukan kedalaman partisipasi dan penghayatan iman jemaat. Soedarmo15 menyatakan bahwa nyanyian gereja merupakan kesatuan dari liturgi sebagai respons umat atas firman Tuhan. Ada keterkaitan antara nyanyian Kristen mula-mula dengan tradisi Sinagoge, khususnya penggunaan Mazmur . engaruh tradisi Yahud. Ada transisi dari penggunaan Mazmur secara harfiah menuju penggubahan kidung-kidung baru . yang berpusat pada Kristus (Kristosentri. Jadi dalam ibadah kristen, musik atau nyanyian gereja berguna untuk mengajarkan doktrin, menyampaikan norma moral, pengetahuan . ungsi didakti. dan mempererat persekutuan . Menurut Silalahi16 musikalitas gerejawi juga mencakup pemahaman terhadap makna teologis dari lagu-lagu rohani, ekspresi iman melalui musik, serta kemampuan membangun suasana ibadah yang Oleh karena itu musikalitas gerejawi mencakup seluruh aspek musikal yang digunakan dalam ibadah dan kehidupan rohani jemaat, yang tidak hanya menekankan pada keterampilan teknis, tetapi juga mencakup dimensi teologis, spiritual, dan fungsional. Musik gerejawi berfungsi sebagai media penyembahan, pengajaran, serta pengalaman spiritual yang mendalam. Peran Pemandu Lagu dalam Ibadah Jemaat Pemandu lagu merupakan pelayan ibadah yang bertugas memfasilitasi partisipasi jemaat dalam nyanyian dan penyembahan. Peran ini tidak terbatas pada kemampuan memimpin lagu, tetapi juga mencakup tanggung jawab teologis dan pastoral untuk menolong jemaat terlibat secara aktif, sadar, dan bermakna dalam ibadah. Oleh karena itu, pemandu lagu berfungsi sebagai mediator antara musik, liturgi, dan jemaat. Ia membantu jemaat memahami arah ibadah dan mengekspresikan iman secara bersama-sama. 10 Robert E. Webber. Worship Old and New (Grand Rapids: Zondervan, 1. , 97Ae100. 11 Chandra Wahyuni. AuPelayanan Musik Dalam Praktik Ibadah Gerejawi:,Ay Journal of Religious and Socio-Cultural Vol. Nomor 1 (April 2. : 52. 46362/jrsc. iunduh 18 Februari 2025 12 Resa Junias. Niomey Selen S. Onibala, dan Sofia Margareta. AuMusik Menurut Alkitab Dan Implikasinya Dalam Ibadah Kristen,Ay Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 Nomor 2 (Desember 2. : 132. 55649/skenoo. iunduh 3 Januari 2. 13 Chandra Wahyuni. AuPelayanan Musik Dalam Praktik Ibadah Gerejawi:,Ay Journal of Religious and Socio-Cultural Vol. Nomor 1 (April 2. : 52. 46362/jrsc. iunduh 18 Februari 2. 14 Jeremy S. Begbie. Resounding Truth: Christian Wisdom in the World of Music (Grand Rapids. MI: Baker Academic, 2. , 30-35 15 R. Soedarmo. Nyanyian Gereja dan Perkembangannya (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1. , 15Ae20. 16 Silalahi. Benny. Musik dan Spiritualitas dalam Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2020. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. RATNA KATHARINA. DKK. | 95 Dengan demikian, kualitas pelayanan pemandu lagu berpotensi memengaruhi pengalaman ibadah dan pembentukan iman jemaat. Ciptoningtyas dan Susetyo18 menyatakan bahwa musik pengiring dan pemandu lagu yang sekaligus bertugas sebagai pemimpin ibadah merupakan komponen penting dalam ibadah Kristen, terutama di gereja-gereja karismatik yang menampilkan musik kontemporer dan dinamis. Pemimpin pujian membantu menciptakan suasana ibadah dengan memberikan motivasi, kata-kata penyemangat, kekuatan, dan memperkuat ayat-ayat Alkitab bagi jemaat. Pemandu lagu berperan menciptakan suasana ibadah yang khidmat, penuh perhatian, sedih, gembira, dan penuh rasa syukur. Oleh karenanya komunikasi dan koordinasi yang efektif antara pemimpin ibadah dan para musisi sangatlah penting. Pratowo, dkk 19 menunjukkan bahwa tim musik pujian . ermasuk pemimpin pujia. memiliki peran yang sangat penting dalam pengalaman ibadah anggota jemaat. Tim musik pujian membantu anggota jemaat untuk memiliki pengalaman berdoa yang penuh sukacita, memiliki hubungan yang erat dengan Tuhan, dan menciptakan suasana yang harmonis dan bahagia selama ibadah. Musikalitas Gerejawi Pemandu Lagu Musikalitas secara umum merujuk pada kemampuan memahami dan mengekspresikan unsur-unsur musik seperti ritme, melodi, harmoni, tempo, dan dinamika20. Dalam konteks gerejawi, musikalitas pemandu lagu tidak diukur berdasarkan penampilan artistik, melainkan berdasarkan kemampuan melayani jemaat secara musikal dan liturgis. Musikalitas gerejawi pemandu lagu mencakup kompetensi teknis, kepemimpinan musikal, sensitivitas terhadap konteks ibadah, serta kemampuan mengomunikasikan makna teologis lagu kepada jemaat. Pemandu lagu yang memiliki musikalitas gerejawi yang baik mampu menyesuaikan tempo, ekspresi, dan dinamika musik sehingga jemaat terdorong untuk bernyanyi dengan penghayatan iman, bukan sekadar mengikuti lagu secara mekanis. Dalam konteks ibadah, musikalitas pemandu lagu menjadi sarana untuk memfasilitasi partisipasi jemaat secara sadar dan bermakna 21. Manalu dan Simanjuntak22 mengemukakan bahwa iringan musik kristen AosetaraAo dengan vokal dalam membangun suasana ibadah yang khusuk. Oleh karena itu, personil song leader . emandu lag. perlu memiliki beberapa aspek musikalitas gerejawi yang harus dikuasai, seperti teknik vokal, teori musik, dan konsep iringan musik. Fasipe23 menyatakan kemampuan teknikal musik merupakan ketrampilan praktis pemandu lagu untuk menyayikan lagu-lagu ibadah secara tepat, terampil dan selaras dengan suasana Teknik musik yang baik memungkinkan pemandu lagu mampu mengekspresikan makna rohani secara lebih mendalam serta menciptakan atmosfer ibadah yang khidmat dan bermakna bagi jemaat. Namun, pencapaian kualitas teknik ini tidak bersifat instan, melainkan merupakan hasil dari proses pembelajaran dan latihan yang berkelanjutan dan profesional. Friscilia dan Samosir24 menyebutkan bahwa pemimpin musik mempunyai peran krusial dalam memimpin tim musik ibadah. Oleh karenanya pemimpin musik perlu mempunyai kemampuan memimpin tim musik ibadah. Pemimpin musik perlu mempunyai perencanaan strategis yang terstruktur sehingga menciptakan pengalaman ibadah yang lebih bermakna bagi jemaat dan berdampak. Oleh karenanya pemimpin musik/pemandu lagu perlu melengkapi diri dengan pelatihan dan kepemiminan yang kuat dan memastikan keberlanjutan jangka panjang dari keunggulan ibadah. Strategi terstruktur dapat diterapkan melalui tahap persiapan, latihan, pertunjukan yang terstruktur, dan berkontribusi pada suasana ibadah yang kaya secara spiritual dan kohesif. 17 James F. White. Introduction to Christian Worship, 3rd ed. (Nashville: Abingdon Press, 2. , 134. 18 Ciptoningtyas. Susetyo. The Symbolic Interaction between the Worship Leader and the Music Ministers in Christian Accompaniment Music at Isa Almasih Church. Deliksari Gunungpati. Semarang. Jurnal Seni Musik. 13 no. 1 (July,2. 15294/jsm. 19 Pratowo. Kaunang. M & Franklin. AuDescriptive Analysis On The Roles And Functions Of The Music Team In A WorshipAy. SoCul: International Journal of Research in Social Cultural Issues. : 934-943. 53682/soculijrccsscli. 20 Edwin E. Gordon. Learning Sequences in Music (Chicago: GIA Publications, 2. , 6Ae8. 21 John D. Witvliet. The Biblical Psalms in Christian Worship (Grand Rapids: Eerdmans, 2. , 212Ae214 22 Kartini R. Manalu dan Hendrik L. Simanjuntak. AuSong Leader Di Gereja HKBP: Fenomenologi PertunjukanAy. Harmoni: Jurnal Pendidikan Musik Gereja Vol. 1, no. 1(Desember 2. :11-20. https://harmoni. 23 Emmanuel Olusola Fasipe. AuThe Church dan Music Ministry,Ay Journal of Advances in Education and Philosophy Vol. Nomor 7 (Juli, 2. : 3. 36348/jaep. iunduh 4 April 2. 24 Sisca Priscilla dan Tanesya Hotris Samosir. Music Director Strategies within the Worship Music Team: A Study at BFA Church Yogyakarta. Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik . Vol. 5 No. 2 ( December, 2. : 84-93. eISSN: 2746-7473 Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 96 | PENGARUH MUSIKALITAS GEREJAWI PEMANDU LAGU TERHADAP PERTUMBUHAN IMAN Pertumbuhan Iman Pertumbuhan iman adalah proses pendewasaan rohani yang berkelanjutan, di mana orang percaya semakin mengenal Allah, mengalami pendalaman relasi dengan-Nya, serta menunjukkan perubahan sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Kristiani melalui karya Roh Kudus dan keterlibatan dalam komunitas iman. 25,26,27 Oleh karena itu secara teologis, pertumbuhan iman bersifat holistik karena mencakup dimensi kognitif . engenalan dan pemahaman ima. , afektif . elasi, sikap, dan kepercayaan kepada Alla. , serta perilaku atau praksis . indakan hidup yang mencerminkan ima. 28,29 Dalam perspektif biblika, pertumbuhan iman dipahami sebagai proses menuju kedewasaan rohani (Ef. Borrong30 menekankan bahwa iman Kristen yang dewasa secara teologis akan tampak dalam: tanggung jawab etis dan keterlibatan sosial sebagai wujud ketaatan kepada Allah. Eka Darmaputera31 memandang pertumbuhan iman sebagai proses pematangan. Iman yang bertumbuh selalu berkaitan dengan kesediaan untuk hidup taat dan bertanggung jawab di tengah masyarakat. Dimensi afektif pertumbuhan iman berkaitan dengan sikap batin, perasaan religius, dan kedekatan relasional dengan Tuhan. Dalam teologi dan pendidikan Kristen, iman tidak hanya dipahami secara rasional, tetapi juga dialami secara emosional dan relasional. Pengalaman iman yang afektif menolong individu merespons Allah dengan rasa syukur, hormat, dan kerinduan untuk hidup dekat dengan-Nya. Dimensi kognitif pertumbuhan iman menekankan pemahaman, refleksi, dan kesadaran iman. Iman Kristen mencakup proses memahami ajaran iman serta merefleksikannya dalam terang pengalaman hidup. Groome menegaskan bahwa iman bertumbuh ketika individu mampu mengaitkan kisah iman Kristen dengan realitas kehidupan sehari-hari melalui proses reflektif. Dimensi perilaku pertumbuhan iman menunjuk pada perwujudan iman dalam tindakan nyata dan etika hidup. Iman yang hidup akan tercermin dalam perilaku yang selaras dengan nilai-nilai Injil. Dalam perspektif teologi praktis, perilaku bukan sekadar tindakan moral, tetapi buah dari iman yang dihayati dan Calvin34 mengemukakan bahwa iman tidak dapat dipisahkan dari kehidupan yang dibentuk oleh ketaatan kepada Tuhan. Wright35 menegaskan bahwa iman Kristen bukan hanya apa yang diyakini, tetapi bagaimana seseorang hidup yaitu cara hidup yang dibentuk oleh kesetiaan kepada Kristus. Dimensi komitmen pertumbuhan iman berkaitan dengan kesetiaan dan keterikatan seseorang pada iman Kristen, yang diwujudkan melalui praktik rohani dan keterlibatan dalam kehidupan bergereja. Komitmen iman mencerminkan keputusan sadar untuk memelihara relasi dengan Tuhan dan berpartisipasi dalam persekutuan umat percaya. Dimensi transformasi menekankan perubahan hidup yang berkelanjutan sebagai buah dari pertumbuhan iman. Transformasi iman tidak berhenti pada perubahan perilaku eksternal, tetapi mencakup pembaruan cara pandang, sikap hidup, dan karakter. Dalam teologi Kristen, pertumbuhan iman dipahami sebagai proses pembaruan diri yang terus-menerus oleh karya Allah dalam hidup orang percaya37. Elias, dkk38 menyatakan ciri pertumbuhan iman dari seseorang dapat dilihat dari aktif beribadah, terlibat dalam kegiatan pelayanan, dan berperilaku baik. Sedangkan Sinaga 39 menunjukkan ciri 25 James W. Fowler. Stages of Faith: The Psychology of Human Development and the Quest for Meaning (San Francisco: Harper & Row, 1. , 4Ae5 26 Craig Dykstra. Growing in the Life of Faith: Education and Christian Practices (Louisville. KY: Westminster John Knox Press, 1. , 42Ae45. 27 J. Homrighausen dan I. Enklaar. Pendidikan Agama Kristen (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 45Ae47. 28 Thomas H. Groome. Christian Religious Education: Sharing Our Story and Vision (San Francisco: Harper & Row, 1. , 184Ae186. Homrighausen dan I. Enklaar. Pendidikan Agama Kristen (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 45Ae47. 30 Robert P. Borrong. Etika Kristen (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 21Ae23. 31 Eka Darmaputera. Pergulatan Kehadiran Kristen di Indonesia (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1. , 88Ae90. 32 James W. Fowler. Stages of Faith (San Francisco: Harper & Row, 1. , 92Ae95. 33Thomas H. Groome. Christian Religious Education (San Francisco: HarperSanFrancisco, 1. , 184Ae186. 34 John Calvin. Institutes of the Christian Religion, trans. Henry Beveridge (Grand Rapids. MI: Eerdmans, 1. , 3. 35 N. Wright. After You Believe: Why Christian Character Matters (New York: HarperOne, 2. , 58Ae61 36 Robert W. Pazmiyo. Foundational Issues in Christian Education (Grand Rapids: Baker Academic, 2. , 121Ae123. 37 James K. Smith. Desiring the Kingdom (Grand Rapids: Baker Academic, 2. , 32Ae35. 38 Thomson Framonty E. Elias. Ricky Donald Montang, dan Ketrince Yuliana Barry. AuPeran Hamba Tuhan Dalam Membina Pertumbuhan Iman JemaatAy. NERIA: Jurnal Pendidikan Agama Kristen. Vol 2 , o. olume 2 Nomor 2 (Oktober 2. 314 - 341. URL: https://ojs. id/index. php/jun_pak Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. RATNA KATHARINA. DKK. | 97 pertumbuhan iman diwujudkan melalui aktif mengikuti kegiatan di gereja, rajin berkomunikasi dengan Tuhan melalui doa, menunjukkan kasih yang semakin meningkat terhadap orang lain dimulai dari lingkungan terdekat, keluarga. Kii dan Silean40 mengemukakan bahwa hadir dan aktif dalam komunitas kristen atau gereja merupakan media pembelajaran dan penguatan pertumbuhan iman. Musikal gerejawi pemandu lagu merupakan pelayanan yang kontinyu dalam persekutuan kristen. Oleh karena itu menjadi musikal gerejawi pemandu lagu yang setia, berintegritas berdampak kepada pertumbuhan iman kepada dirinya dan juga Willard41 menjelaskan bahwa ketaatan rohani tumbuh melalui latihan-latihan rohani seperti doa, puasa, membaca firman, dll. Taat kepada Allah bukan reaksi sesaat, tetapi hasil pembentukan rohani. Musik menjadi ekspresi kehidupan yang diubahkan oleh Kristus, bukan hanya sadar keterampilan. Saat pemandu lagu terus mengembangkan musikalitasnya untuk Tuhan . ukan untuk pamer/show-of. , itu mendorong pemusik rendah hati . adar bahwa bakat itu anugera. Taat rohani yaitu menyesuaikan hati dengan kehendak Tuhan lewat musik, pertumbuhan karakter . isiplin, sabar, kerjasama ti. , peningkatan kedalaman iman karena para pemusik ibadah makin sering merenungkan lirik pujian, makna ibadah, dan mengalami kehadiran Allah. Musikalitas Pemandu Lagu dan Pertumbuhan Iman Secara teoretis, musikalitas gerejawi pemandu lagu memiliki keterkaitan dengan pertumbuhan iman Pemandu lagu yang memiliki musikalitas yang baik mampu menciptakan pengalaman ibadah yang partisipatif dan teologis, sehingga membantu jemaat menginternalisasi pesan iman melalui nyanyian. Dengan demikian, musikalitas pemandu lagu dapat dipahami sebagai salah satu faktor yang berkontribusi terhadap pertumbuhan iman jemaat dalam konteks ibadah gerejawi. Musik gerejawi yang dipandu dengan musikalitas yang baik dapat menolong jemaat mengalami keterlibatan emosional dan kognitif dalam ibadah. Begbie43 menegaskan bahwa musik memiliki kekuatan membentuk cara manusia memahami dan merespons realitas iman. Melalui nyanyian jemaat yang dipimpin secara tepat, pesan teologis lagu dapat diinternalisasi dan dihayati secara lebih mendalam. Dengan demikian, musikalitas gerejawi pemandu lagu berpotensi memengaruhi pertumbuhan iman jemaat. Semakin baik musikalitas pemandu lagu, semakin besar kemungkinan jemaat mengalami ibadah yang bermakna, yang pada gilirannya berkontribusi pada pertumbuhan iman secara holistik44. Pemusik yang bertumbuh akan menjadikan firman Tuhan sebagai sumber inspirasi dan arah pelayanan (Mzm. Lagu-lagu yang dibawakan menjadi sarana menyampaikan firman secara musikal dan menyentuh hati jemaat. Musik gerejawi yang mengandung kebenaran Alkitab membantu jemaat memahami ajaran firman Tuhan dengan lebih mendalam, sehingga berpengaruh pada pertumbuhan iman dan kehidupan rohani mereka. 45 Kharis Paskah. Kirisno Hadi, dan Vinsensius Lamen menunjukkan bahwa musik gereja bukan hanya berfungsi sebagai sarana penyembahan, tetapi juga berperan dalam membentuk pertumbuhan iman kaum muda. Hasil penelitian mengungkap bahwa para pemuda mengalami atmosfer rohaniah yang mendukung melalui musik gereja, sehingga tercipta rasa damai, sukacita, dan 39Nicolas Sinaga. AuSpiritualitas Ketaatan: Studi Deksriptif tentang Pertumbuhan Iman Anak Pasca Gempa di Desa Aek RajaAy. Jurnal Budi Pekerti Agama Kristen dan Katolik Volume. 2 No. 4 (Desember 2. : 73-89. DOI:https://doi. org/10. 61132/jbpakk. 40 Selviana Ina Kii. Riste Tioma Silean. AuPandangan Alkitab tentang Gereja Sebagai Komunitas Pembelajaran dan Pembinaan Pada Masa KiniAy. Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi. Volume 3 Nomor . Juni 2. : DOI: https://doi. org/10. 59581/jpat-widyakarya. 41 Willard. Dallas. The Spirit of the Disciplines: Understanding How God Changes Lives. San Francisco: HarperOne, 1988. 42 Swee Hong Lim. Ecclesial Worship and the Shaping of Faith (London: Routledge, 2. , 57Ae61. 43 Jeremy S. Begbie. Theology. Music and Time (Cambridge: Cambridge University Press, 2. , 246Ae248 44 Robert W. Pazmiyo. Foundational Issues in Christian Education (Grand Rapids: Baker Academic, 2. , 121Ae123. 45 Sara Mariana Nasution. Eben Haezarni. Punia Sihombing. Segen Pasaribu, dan Sartika Sitohang. AuPerkembangan Musik Gereja Implikasi Untuk Ibadah Gereja,Ay Jurnal Ilmiah Multidisipin. Vol. 1, no. 6 (Agustus 2. : 488 - 493. DOI. https://doi. org/10. 62017/merdeka 46 Paskah. Hadi, dan Lamen. AuPengaruh Musik Gereja Terhadap Pertumbuhan Iman Kaum Muda Di Gereja Gkpi Kalvari Patal. Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan. Provinsi Kalimantan Utara. Ay Jurnal Periago: Filsafat. Teologi dan Pendidikan Kristen. Vol. 1, no. 1 (Juli 2. : 1-18. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 98 | PENGARUH MUSIKALITAS GEREJAWI PEMANDU LAGU TERHADAP PERTUMBUHAN IMAN Hipotesis Penelitian Berdasarkan landasan teori tersebut, hipotesis penelitan ini dirumuskan sebagai berikut: Musikalitas gerejawi pemandu lagu berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan iman jemaat. Semakin baik kualitas musikalitas pemandu lagu, semakin besar kemungkinan jemaat mengalami pertumbuhan iman secara kognitif, afektif, dan perilaku. HASIL Deskriptif Tingkat Musikalitas Gerejawi Pemandu Lagu (X) Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif, variabel musikalitas gerejawi pemandu lagu (X) berada pada kategori tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa pemandu lagu dalam konteks penelitian memiliki kemampuan musikal gerejawi yang baik, yang tercermin dalam aspek penguasaan melodi, ritme, intonasi, serta kepekaan liturgis dalam memimpin jemaat bernyanyi. Selanjutnya, variabel pertumbuhan iman (Y) juga berada pada kategori tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa responden secara umum menunjukkan tingkat pertumbuhan iman yang baik, baik dari dimensi kognitif . emahaman ima. , afektif . enghayatan ima. , maupun perilaku . raktik hidup beriman dalam keseharia. Tabel 3. Statistik Deskriptif dan Kategori Variabel Penelitian Interval Kategori Musikalitas Gerejawi 3,50 Pemandu Lagu (X) 0,66 3,77Ae5,00 Tinggi Pertumbuhan Iman (Y) 0,63 3,97- 5,0-0 Tinggi Variabel Mean 3,86 Keterangan: Skala Likert 1Ae5. kategori ditentukan berdasarkan interval yang telah ditetapakan Tabel 1 memperlihatkan bahwa rata-rata skor musikalitas gerejawi pemandu lagu dan pertumbuhan iman jemaat berada pada kategori tinggi dengan sebaran data yang relatif homogen. Hasil ini menunjukkan bahwa baik musikalitas gerejawi pemandu lagu maupun pertumbuhan iman telah berkembang pada tingkat yang tinggi dalam konteks penelitian ini. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa responden tidak hanya memiliki musikalitas gerejawi yang baik, tetapi juga menunjukkan pertumbuhan iman yang kuat secara Kondisi tersebut memberikan gambaran awal yang positif mengenai situasi empiris penelitian ini, serta menjadi dasar yang relevan untuk dilakukan analisis inferensial guna menguji hubungan atau pengaruh antara musikalitas gerejawi pemandu lagu terhadap pertumbuhan iman jemaat Temuan deskriptif ini mengindikasikan bahwa pelayanan musik gerejawi tidak hanya berfungsi secara liturgis, tetapi juga berpotensi mendukung proses formasi iman jemaat. Uji Prasyarat Analisis Hasil Uji Normalitas dan Liniearitas Hasil uji prasyarat menunjukkan bahwa data berdistribusi normal (Asymp. Kolmogorov-Smirnov Z 0,20 > 0,. dan hubungan antar variabel (Musikalitas pemandu lagu Ae Pertumbuhan ima. bersifat linier . ji Deviation from Liniearity 0,781 > 0,. sehingga memenuhi asumsi analisis regresi linier. Hasil Uji Korelasi Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat antara musikalitas gerejawi dan pertumbuhan iman jemaat . = 0,670, p < 0,. Ini berarti bahwa semakin tinggi kualitas musikalitas gerejawi, semakin besar pula kontribusinya terhadap pertumbuhan iman. Musik gereja yang Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. RATNA KATHARINA. DKK. | 99 disampaikan dengan kualitas baik dan penghayatan spiritual dapat menjadi sarana penyembahan dan pengajaran yang efektif bagi jemaat. Hasil uji korelasi memperkuat pandangan bahwa musik gerejawi berperan sebagai media pertumbuhan spiritual, bukan sekadar sarana hiburan atau ritual ibadah belaka. Musikalitas yang baik, yang mencakup aspek teknik vokal, kesesuaian musik dengan fungsi ibadah, kepekaan rohanai dalam bermusik, pemahaman teologis lagu, dan pemahaman fungsi musik dalam ibadah gereja, mampu menggugah jemaat untuk . lebih terlibat secara emosional dan spiritual dalam ibadah, . merefleksikan kebenaran firman melalui lirik, dan . menjalin relasi yang lebih mendalam dengan Tuhan. Jeremy Begbie 47 menekankan bahwa musik dalam gereja dapat memperkuat penghayatan akan kebenaran Allah. Musik bukan hanya sebagai sarana hiburan, tetapi sebagai media yang merefleksikan kebenaran ilahi, membawa manusia pemahaman akan Allah dan penciptaan-Nya. Musik, menurutnya, dapat menjadi alat bagi gereja untuk merayakan dan menghayati iman secara mendalam. Donald Hustad48 menyebut bahwa pelayanan musik yang bermusikalitas tinggi adalah bentuk penginjilan dan pengajaran yang efektif. Musik dalam gereja bukan hanya pengisi waktu, tetapi merupakan bentuk penyembahan dan pengajaran yang sangat penting. Musik gerejawi harus lebih dari sekadar karya seni, musik gerejawi adalah pelayanan spiritual yang mempertemukan jemaat dengan kehadiran Allah melalui ekspresi iman yang kontekstual dan teologis. Karena itu, musikalitas gerejawi perlu dipahami sebagai bagian dari kehidupan ibadah, bukan hanya pertunjukan musik belaka. Implikasi praktis dari hasil korelasi ini, dapat disimpulkan bahwa. pembinaan musikalitas gerejawi perlu dianggap sebagai bagian integral dari pembinaan iman jemaat, . Gereja perlu memberi perhatian lebih kepada pelatihan musik gerejawi, termasuk aspek teknis dan rohani, . pemandu lagu dan pelayan musik perlu dibekali bukan hanya keterampilan musik, tetapi juga pengenalan akan teologi pujian dan penyembahan, dan . lagu-lagu yang dipilih dalam ibadah harus memiliki kedalaman rohani dan relevansi teologis, karena terbukti berpengaruh terhadap pertumbuhan iman jemaat. Hasil Analisis Regresi Sederhana Hasil analsis regresi menunjukkan persamaan Y = 38,902 0,670 X. Nilai konstanta sebesar 38,902 mengindikasikan bahwa tanpa pengaruh musikal gerejawi pemandu lagu, pertumbuhan iman tetap berada pada tingkat dasar tertentu. Koefisien regresi sebesar 0,670 (Sig. < 0,. menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan musikal gerejawi pemandu lagu berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan iman sebesar 0,670 satuan, sehingga hubungan antara kedua variabel bersifat positif. Jadi setiap peningkatan kualitas musikal gerejawi pemandu lagu akan diikuti oleh peningkatan pertumbuhan iman Nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 0,449 menunjukkan bahwa 44,9 %variasi pertumbuhan iman dapat dijelaskan oleh musikal gerejawi pemandu lagu, sedangkan sisanya sebesar 51,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Ini menegaskan bahwa musikal gerejawi pemandu lagu merupakan faktor penting, tetapi bukan satu-satunya unsur dalam pertumbuhan iman, yang juga dipengaruhi oleh pengajaran firman, persekutuan jemaat, doa, dan praktik hidup Kristen. Maka temuan penelitian ini menegaskan bahwa hipotesis yang diajukan AuPengaruh musikalitas gerejawi pemandu lagu terhadap pertumbuhan imanAy diterima. Integrasi Hasil Regresi dengan Teologi Pertumbuhan Iman Secara teologis, pertumbuhan iman mencakup dimensi kognitif, afektif, dan perilaku. Musik gerejawi berperan dalam: kognitif . embantu jemaat memahami kebenaran iman melalui lirik lag. , afektif . embangkitkan penghayatan dan kepekaan rohan. , dan perilaku . endorong respons iman yang nyata dalam kehidupan sehari-har. Dengan demikian, hasil regresi ini memperkuat pandangan bahwa pelayanan musikal gerejawi, khususnya peran pemandu lagu, merupakan bagian integral dari pembinaan iman jemaat. HASIL 47Jeremy S. Begbie. Resounding Truth: Christian Wisdom in the World of Music (Grand Rapids. MI: Baker Academic, 2. , 45. 48Donald P. Hustad. Jubilate II: Church Music in Worship and Renewal (Valley Forge. PA: Judson Press, 1. , 112. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 100 | PENGARUH MUSIKALITAS GEREJAWI PEMANDU LAGU TERHADAP PERTUMBUHAN IMAN Musikalitas Gerejawi sebagai Medium Formasi Iman Temuan penelitian ini menegaskan bahwa musikalitas gerejawi pemandu lagu tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi berperan sebagai medium pembentukan iman jemaat. Kepemimpinan musikal yang baik menolong jemaat terlibat secara aktif dan reflektif dalam ibadah, sehingga ibadah menjadi ruang pengalaman iman yang bermakna. Hal ini sejalan dengan pandangan bahwa musik gerejawi memiliki fungsi formasi rohani, bukan sekadar estetika ibadah49 dan juga berfungsi sebagai sarana penyembahan, pengajaran doktrin, dan alat untuk membangun persekutuan jemaat 50 Keterkaitan dengan Dimensi Afektif dan Kognitif Iman Hasil penelitian menunjukkan bahwa musikalitas gerejawi berkontribusi terhadap pertumbuhan iman pada dimensi afektif dan kognitif. Musik gerejawi yang dipandu secara baik mampu membangkitkan kepekaan rohani dan membantu jemaat merefleksikan makna iman. Musik menjadi sarana yang menjembatani pengalaman emosional dan pemahaman iman secara reflektif. Pengaruh terhadap Perilaku. Komitmen, dan Transformasi Lebih lanjut, musikalitas gerejawi pemandu lagu juga berpengaruh pada dimensi perilaku, komitmen, dan transformasi iman. Ibadah yang dipimpin secara musikal dan rohani mendorong jemaat untuk menghidupi iman dalam tindakan nyata, memelihara praktik rohani, serta mengalami perubahan sikap Hal ini menunjukkan bahwa musik gerejawi berperan dalam proses transformasi iman yang Implikasi Teologis dan Praktis Secara teologis, hasil penelitian ini menegaskan bahwa pertumbuhan iman jemaat bersifat holistik dan dipengaruhi oleh pengalaman ibadah yang melibatkan dimensi estetis, afektif, dan reflektif. Secara praktis, gereja perlu memandang pemandu lagu bukan sekadar pelengkap liturgi, tetapi sebagai pelayan ibadah yang memiliki peran strategis dalam pembinaan iman jemaat. Penelitian ini memperkuat pemahaman bahwa musikalitas gerejawi pemandu lagu berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan iman jemaat, baik dalam aspek afektif, kognitif, perilaku, komitmen, maupun transformasi hidup, sehingga musik gerejawi perlu ditempatkan sebagai bagian integral dari pelayanan pembinaan iman gereja. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi teologi praktika dan pelayanan musik gerejawi dengan menegaskan bahwa musikalitas pemandu lagu memiliki peran signifikan dalam membentuk pengalaman ibadah yang berdampak pada pertumbuhan iman jemaat. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan dan analisis evaluasi musikalitas gerejawi, ditemukan adanya distribusi yang seimbang antara kategori "baik" dan "rendah", yang mencerminkan variasi kemampuan teknis, liturgis, dan spiritual dari para pelayan musik di gereja. Kondisi ini menunjukkan perlunya pembinaan yang lebih sistematis dan menyeluruh dalam aspek musikal dan rohani. Musikalitas gerejawi pemandu lagu berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan iman jemaat. Musikalitas gerejawi yang mencakup kompetensi teknis, kontrol musikal, kepemimpinan musikal, kesiapan nyanyian, partisipasi jemaat, serta persiapan rohani pemandu lagu terbukti berkontribusi positif terhadap perkembangan iman jemaat secara holistik. Pertumbuhan iman jemaat dalam penelitian ini dipahami melalui dimensi afektif, kognitif, perilaku, komitmen, dan transformasi hidup. Temuan menunjukkan bahwa musikalitas gerejawi pemandu lagu tidak hanya berdampak pada pengalaman emosional dalam ibadah, tetapi juga membantu jemaat merefleksikan iman, menghidupi nilai-nilai Kristen dalam perilaku sehari-hari, memelihara komitmen rohani, serta mengalami perubahan sikap hidup sebagai buah iman. 49 Jeremy S. Begbie. Resounding Truth (Grand Rapids: Baker Academic, 2. , 22Ae25. 50 \Yuliarti. Ulva, and Alon Mandimpu Nainggolan. AuMemahami Perkembangan Musik Gerejawi Dan Signifikansinya Bagi Pelayan Musik. Ay Psalmoz: A Journal of Creative and Study of Church Music 2, no. 2 (July 31, 2. : 53Ae64. 51 Thomas H. Groome. Christian Religious Education (San Francisco: HarperSanFrancisco, 1. , 184Ae186. 52 James K. Smith. Desiring the Kingdom (Grand Rapids: Baker Academic, 2. , 32Ae35 Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. RATNA KATHARINA. DKK. | 101 Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa pemandu lagu memiliki peran strategis dalam ibadah gereja, bukan sekadar sebagai pelaksana teknis musik, melainkan sebagai pelayan ibadah yang turut berperan dalam proses pembentukan dan pertumbuhan iman jemaat. Musik gerejawi, ketika dipimpin secara musikal dan rohani, menjadi medium formasi iman yang efektif dalam kehidupan gereja. DAFTAR PUSTAKA