Ganesha Civic Education Journal Volume 6. Number 1. April 2024, pp. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 DOI: https://doi. org/10. 23887/gancej. Open Access: https://ejournal2. id/index. php/GANCEJ/index IMPLIKASI KONSEP WAWASAN NUSANTARA TERHADAP KETAHANAN NASIONAL PADA ASPEK SOSIAL BUDAYA DI ERA GLOBALISASI Satya Maulana Fahreza * Universitas Sebelas Maret. Indonesia ARTICLE INFO ABSTRAK Article history: Received 9 Januari 2024 Accepted 1 April 2024 Available online 30 April Dewasa ini perkembangan globalisasi terjadi dengan sangat cepat. Indonesia sebagai negara berkembang juga turut merasakan perkembangan globalisasi. Perkembangan IPTEK yang sangat cepat yang disebabkan oleh globalisasi berdampak terhadap berbagai macam kebudayaan dan tata perilaku negara asing dapat dengan mudah masuk ke Kata Kunci: Indonesia. Apabila hal ini dibiarkan begitu saja akan berdampak pada wawasan nusantara. lunturnya norma-norma luhur dan kebudayaan tradisional yang geopolitik Indonesia. merupakan identitas bangsa Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cara dalam menghadapi dampak negatif perkembangan Keywords: globalisasi di Indonesia. Penelitian menggunakan metode studi literatur archipelago insight. yang akan dilakukan dengan cara mengkaji dan mengulas artikel-artikel Indonesian geopolitics. penelitian atau studi kasus terdahulu yang membahas mengenai wawasan nusantara, geopolitik Indonesia, dan dampak globalisasi di Indonesia. Pengambilan data dilakukan dengan cara mengkaji bacaan berupa jurnal, kepustakaan, atau artikel yang memiliki tema tentang wawasan nusantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu cara untuk dapat menghadapi dampak negatif perkembangan globalisasi di Indonesia adalah dengan pemahaman konsep wawasan nusantara yang berkaitan dengan ilmu geopolitik yang dapat diperoleh melalui pendidikan formal maupun nonformal. Implikasi dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi mekanisme bagaimana Wawasan Nusantara dapat berfungsi sebagai filter atau benteng dalam menghadapi dampak negatif globalisasi terhadap nilai-nilai sosial budaya bangsa, seperti westernisasi yang berlebihan atau hilangnya identitas lokal. ABSTRACT Nowadays, the development of globalization is happening very rapidly. Indonesia as a developing country also feels the development of globalization. The very rapid development of science and technology caused by globalization has an impact on various cultures and foreign countries' behavior can easily enter Indonesia. this is left alone, it will have an impact on the erosion of noble norms and traditional culture which are the identity of the Indonesian nation. The purpose of this study is to find out how to deal with the negative impacts of the development of globalization in Indonesia. The study uses a literature study method which will be carried out by reviewing and reviewing previous research articles or case studies that discuss the Indonesian perspective. Indonesian geopolitics, and the impact of globalization in Indonesia. Data collection is carried out by reviewing readings in the form of journals, libraries, or articles that have the theme of the Indonesian The results of the study show that one way to deal with the negative impacts of the development of globalization in Indonesia is by understanding the concept of the Indonesian perspective related to geopolitical science which can be obtained through formal and non-formal education. The implication of this research is to identify the mechanism by which the Indonesian Archipelago Insight can function as a filter or fortress in facing the negative impacts of globalization on the nation's socio-cultural values, such as excessive westernization or the loss of local identity. This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright A 2024 by Author. Published by Universitas Pendidikan Ganesha. * Corresponding author. E-mail addresses: fahryreza13@student. Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. April 2024, pp. Pendahuluan Perkembangan teknologi informasi yang semakin berkembang adalah salah satu dampak yang dihasilkan oleh globalisasi. Tidak dapat dipungkiri bahwa globalisasi sangat berdampak pada Indonesia sebagai salah satu negara yang masih berkembang. Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan banyaknya daerah yang saling terpisah-pisah oleh perbedaan geografis dapat dengan mudah bertukar informasi (Annisa & Najicha, 2. Dengan terbukanya sumber informasi dari segala arah tersebut, bukan hal yang tidak mungkin bahwa sumber informasi tersebut adalah sebuah informasi yang salah atau palsu yang memiliki tujuan untuk menebarkan berita palsu yang dapat memecah belah bangsa. Seperti yang dimuat dalam CNN Indonesia. Kementrian Komunikasi dan Informatika melalui Mentri Kominfo Rudiantara memaparkan bahwa sebanyak 800 ribu situs yang ada di Indonesia terindikasi sebagai situs penyebar berita palsu. Selain itu, berbagai kebudayaan asing yang dimiliki oleh negara luar juga dapat dengan mudah masuk ke seluk beluk perilaku penduduk Indonesia. Hal tersebut akan menjadi ancaman apabila dapat masuk secara mendalam tanpa adanya penyaringan atau pembatasan yang dilakukan oleh masyarakat yang akhirnya akan mengubah atau bahkan menghilangkan kebiasaan atau norma dan kebudayaan lokal yang dimiliki negara Indonesia. Akibatnya, generasi muda lebih mengenali berbagai macam budaya yang dimiliki oleh negara lain dibandingkan budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Akan tetapi, tidak dapat dipungkiri bahwa dengan adanya sumber informasi yang beragam dapat digunakan untuk memperoleh suatu ilmu bermanfaat yang tidak pernah diketahui sebelumnya. Sekarsari . menyatakan sebagai mahasiswa yang sering dijuluki sebagai penggerak perubahan, sudah menjadi tanggung jawab yang sangat besar untuk dapat membantu masyarakat untuk lebih peka terhadap segala macam perubahan yang sedang terjadi di lingkukngan sekitar. Peran mahasiswa yang cerdas dan pandai dalam mengolah berbagai macam informasi yang ada sangat dibutuhkan untuk membimbing masyarakat untuk memajukan bangsa. Mahasiswa harus memiliki pemahaman yang mendalam mengenai wawasan nusantara agar dapat memilah-milah mana informasi yang dapat bermanfaat dan mana informasi yang dapat menyebabkan perpecahan atau perseteruan dalam masyarakat. Sehubungan dengan tantangan yang dimiliki oleh mahasiswa di atas, diperlukannya suatu bentuk pembelajaran yang mendalam untuk dapat memahami karakter bangsa yang Tinarta . menyatakan karakter kebangsaan yang berupa memahami kejadian di lingkungan sekitar dengan baik harus dimiliki oleh tiap individu. Suatu proses pembelajaran tersebut wajib untuk disampaikan kepada mahasiswa dalam mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan sesuai dengan UU RI No. 12 Tahun 2012 pasal 35 ayat 3 tentang Pendidikan Tinggi yang menyebutkan bahwa setiap kurikulum yang dimiliki oleh Pendidikan Tinggi wajib memuat mata kuliah Agama. Pancasila. Pendidikan Kewarganegaraan, dan Bahasa Indonesia. Mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan diberikan kepada mahasiswa untuk membentuk karakter yang cinta tanah air, disiplin, dan menjadi warga negara yang baik serta memiliki rasa persatuan dan kesatuan berdasarkan nilai Pancasila. UUD 1945. NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Dengan terbentuknya karakter warga negara yang cinta tanah air dan memiliki rasa persatuan dan kesatuan sudah menjadi kewajiban untuk menjaga bentuk kesatuan NKRI sebaik mungkin. Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan No. 84/E/KPT/2020 dijabarkan bahwa mahasiswa dituntut untuk dapat mencapai kompetensi penguasaan materi yang meliputi Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan. Identitas Nasional. Integrasi Nasional. Konstitusi di Indonesia. Kewajiban dan Hak Negara dan Warga Negara. Dinamika Demokrasi di Indonesia. Penegakkan Hukum di Indonesia. Wawasan Nusantara, dan Ketahanan Nasional. Metode Penelitian ini menggunakan metode studi literatur yang akan dilakukan dengan cara mengkaji dan mengulas artikel-artikel penelitian atau studi kasus terdahulu yang membahas mengenai wawasan nusantara, geopolitik Indonesia, dan dampak globalisasi di Indonesia. Pengambilan data dilakukan dengan cara mengkaji bacaan berupa jurnal, kepustakaan, atau Satya Maulana Fahreza / Implikasi Konsep Wawasan Nusantara Terhadap Ketahanan Nasional Pada Aspek Sosial Budaya Di Era Globalisasi Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. April 2024, pp. artikel yang memiliki tema tentang wawasan nusantara. Setelah didapatkan data-data yang diperlukan, kemudian akan dilakukan analisis untuk menjabarkan data-data yang telah dimiliki. Data-data yang sudah dijabarkan tersebut akan dikompilasi dan disimpulkan sehingga diperoleh kesimpulan tentang studi literatur yang sedang dilakukan. Hasil dan Pembahasan Geopolitik Indonesia Istilah geopolitik pertama kali dicetuskan oleh Frederich Ratzel . yang memiliki arti sebagai ilmu bumi politik. Kemudian oleh Rudolf Kjellen . dan Karl Haushofer . istilah geopolitik dikembangkan dan diperluas secara lebih lanjut menjadi politik geografi (Anggi, 2. Kedua istilah itu memiliki perbedaan yang berada fokus Ilmu bumi politik mempelajari tentang berbagai fenomena geografi dari sudut pandang politik. Sementara itu politik geografi atau disebut sebagai geopolitik mempelajari tentang berbagai fenomena politik dari sudut pandang geografi (Aridiantari, dkk, 2. Ratzel . dalam teori geopolitiknya yang disebut Teori Ruang menyebutkan bahwa pertumbuhan suatu negara mirip dengan pertumbuhan makhluk hidup yang akan membutuhkan suatu ruang hidup yang cukup agar dapat tumbuh subur dan berkembang. Kekuatan yang dimiliki suatu negara diperlukan untuk mewadahi pertumbuhannya dan mempertahankan kelangsungan hidupnya. Rudolf Kjellen . dalam teori geopolitiknya memiliki pokok-pokok inti yang sama dengan teori ruang yang dikemukakan oleh Ratzel yaitu negara adalah suatu organisme Dalam teorinya. Kjellen menyebutkan bahwa negara sebagai satuan biologis memungkinkan untuk mendapatkan ruang yang cukup luas agar rakyatnya dapat berkembang Selain itu, negara harus dapat meningkatkan kekuatan nasionalnnya untuk mencapat persatuan dan kesatuan dan mendapatkan batas-batas wilayah yang lebih baik. Sementara itu, teori geopolitik yang dikemukakan oleh Karl Haushofer . lebih bersifat mengedepankan ekspansi yang dapat memicu peperangan. Dalam teorinya. Haushofer berpendapat bahwa dalam mempertahankan kelangsungan hidup suatu bangsa tidak akan lepas dari hukum alam. Haushofer juga menyebutkan bahwa geopolitik adalah suatu bentuk doktrin negara yang lebih menitikberatkan soal strategi perbatasan dan mengharuskan pembagian baru kekayaan alam di dunia. Pandangan geopolitik bangsa Indonesia didasarkan pada pembukaan UUD 1945 alinea pertama yang menyebutkan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Bangsa Indonesia dengan tegas menolak penjajahan atau ekspansi dalam bentuk apapun karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Sementara itu, pandangan geopolitik Indonesia dalam batas-batas wilayah negara ditentukan pertama kali pada Deklarasi Djuanda tanggal 13 Desember 1957 yang menyempurnakan batas-batas wilayah yang diatur sebelumnya pada ketentuan Ordonasi 1939. Deklarasi Djuanda menjelaskan tentang perwujudan bentuk wilayah NKRI yang utuh dan bulat dengan batas-batas wilayah yang disesuaikan dengan asas negara Wawasan Nusantara Wawasan memiliki arti pandangan atau penglihatan, sementara nusantara digunakan untuk menggambarkan suatu kesatuan wilayah yang terdiri dari perairan dan kumpulan pulaupulau yang dimiliki oleh negara Indonesia yang terletak secara geografis di antara dua benua yaitu benua Asia dan benua Australia dan dua samudra yaitu samudra Hindia dan samudra Pasifik . Wawasan nusantara dapat diartikan sebagai cara bangsa Indonesia memandang lingkungan di sekitarnya yang berkaitan dengan aspek politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan untuk mewujudkan kepulauan Nusantara (Widayarti, 2. Wawasan nusantara adalah suatu bentuk rumusan landasan visional yang dapat memicu kesadaran untuk menjaga persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan. Sebagai bentuk dari geopolitik Indonesia, wawasan nusantara dikembangkan berdasarkan beberapa latar belakang Pembahasan mengenai latar belakang filosofi wawasan nusantara ditinjau dari, (Risnain. GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. April 2024, pp. Falsafah Pancasila Wawasan nusantara mengandung nilai keimanan, keadilan, persatuan dan kesatuan, musyawarah, dan kesejahteraan yang berdasarkan sila-sila di dalam Pancasila yang memiliki maksud untuk menciptakan kehidupan yang damai dari tiap-tiap generasi. Aspek Kewilayahan Nusantara Kondisi geografi Indonesia yang terletak pada dua benua dan dua samudra menjadikan posisi negara Indonesia sangat strategis untuk dilewati sebagai jalur lalu lintas perdagangan. Aspek Sosial Budaya Kondisi Indonesia yang memiliki beraneka ragam budaya, adat istiadat, agama, dan bahasa menjadi salah satu alasan dikembangkannya wawasan nusantara. Wawasan nusantara diperlukkan untuk dapat mencegah disintegrasi bangsa akibat keanekaragaman yang ada. Aspek Kesejarahan Perjuangan bangsa Indonesia untuk dapat sampai ke titik sekarang ini adalah suatu perjalanan yang sangat panjang dan tidak mudah. Mulai dari perjuangan bangsa Indonesia menghadapi berbagai macam penjajahan hingga akhirnya dilaksanakan Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang menjadi hasil dari perjuangan tersebut. Wawasan nusantara yang berfungsi sebagai rambu-rambu dalam menentukan suatu keputusan atau tindakan memiliki tujuan untuk dapat mewujudkan nasionalisme yang tinggi dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat dan bernegara rakyat Indonesia. Kepentingan nasional harus selalu lebih diutamakan dari pada kepentingan individu atau suatu kepentingan Dengan memiliki nasionalisme yang tinggi di segala bidang kehidupan diharapkan dapat mewujudkan tujuan nasional seperti yang dicantumkan dalam alinea ke empat pembukaan UUD 1945 yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan Globalisasi Globalisasi memiliki berbagai macam definisi tersendiri di kalangan ilmuwan. Hirts dan Thompson . menyatakan bahwa globalisasi adalah mitos bagi kaum skeptis. Bagi kaum globalis, globalisasi dianggap sebagai fenomena yang disebabkan oleh neoliberasi ekonomi (Wijayanto, dkk, 2. Sejak tahun 1980-an, globalisasi neoliberal yang percaya bahwa ada sebuah pasar global, menimpa dunia yang menyebabkan tingkat kemiskinan dan ketimpangan pendapatan di kalangan masyarakat semakin meluas. Banyak yang percaya bahwa ini disebabkan oleh dampak negatif globalisasi, namum ada juga yang berpendapat bahwa hal tersebut dapat terjadi karena mereka yang miskin tidak terdampak globalisasi. Salah satu ciriciri globalisasi yang sering disuarakan adalah bahwa dunia dan pasar-pasar global saling terkoneksi satu sama lain. Globalisasi adalah sebuah proses sosial yang mengakibatkan pembatasan wilayah geografis pada aspek sosial budaya menjadi kurang penting. Globalisasi dapat menjadi sebuah peluang yang menjanjikan demokrasi, keadilan, dan kemakmuran apabila dapat dikelola dengan baik. Globalisasi menjadi salah satu tantangan implementasi dari konsep wawasan nusantara. Selain perkembangan pasar ekonomi di ruang lingkup global, perkembangan iptek dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi juga mempengaruhi pola pikir bangsa Indonesia. Dalam tingkat persebaran iptek. Indonesia masih belum bisa dikatakan merata. Indonesia yang merupakan negara kepulauan dan memiliki kondisi geografi yang berbeda-beda memiliki kesulitan untuk melakukan persebaran iptek secara merata. Hal ini mempengaruhi kualitas sumber daya manusia yang ada di daerah-daerah yang belum terjamah oleh iptek (Risnain, 2. Oleh karena itu, dengan adanya globalisasi diharapkan dapat meningkatkan tata nilai sosial budaya yang memiliki cara hidup dan pola pikir yang baik. Selain itu, globalisasi dapat mempengaruhi keberadaan budaya yang ada pada daerah-daerah di Indonesia. Keberagaman budaya Indonesia sudah tidak dapat diragukan kembali jumlahnya. Tiap-tiap daerah memiliki budaya, kesenian, dan bahasa yang saling Satya Maulana Fahreza / Implikasi Konsep Wawasan Nusantara Terhadap Ketahanan Nasional Pada Aspek Sosial Budaya Di Era Globalisasi Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. April 2024, pp. berbeda satu sama lain. Tanpa adanya pengetahuan tentang konsep wawasan nusantara yang mendalam, berbagai perbedaan ini dapat memicu perpecahan. Berdasarkan ilmu geopolitik, wilayah NKRI disepakati hanya wilayah bekas jajahan Belanda saja sesuai yang diatur pada ketentuan Ordonasi 1939. Karena itu negara Indonesia tidak melakukan ekspansi ke wilayah lain. Selain itu ekspansi wilayah juga tidak dilakukan karena berkaitan dengan pembukaan UUD 1945 alinea ke empat yang dengan jelas menyatakan bahwa tujuan negara Indonesia setelah merdeka adalah ikut melaksanakan ketertiban dunia. Faktor pernah merasakan pahitnya menjadi negara yang dijajah juga mendasari mengapa Indonesia tidak melakukan ekspansi wilayah. Untuk dapat merekatkan negara Indonesia yang wilayahnya adalah kepulauan dibutuhkan persatuan dan kesatuan antar wilayah. Perekat tersebut dapat diwujudkan sebagai cara pandang bangsa dalam menghadapi lingkungan sekitar. Hal tersebut adalah konsep wawasan nusantara. Simpulan dan Saran Konsep wawasan nusantara adalah sebuah cara pandang bangsa yang berhubungan dengan wilayah disekitarnya. Dalam memahami keadaan lingkungan sekitar NKRI diperlukan pemahaman mengenai ilmu geopolitik yang mengatur batas-batas wilayah geografis millik negara Indonesia. Hal tersebut termasuk dalam empat aspek filosofi pembentukan konsep wawasan nusantara yaitu aspek kewilayahan. Selain aspek kewilayahan terdapat juga aspek sosial budaya, aspek kesejarahan, dan falsafah Pancasila. Konsep wawasan nusantara dapat digunakan untuk menghadapi era globalisasi yang semakin berkembang dewasa ini. Masyarakat Indonesia harus memiliki kesadaran bahwa globalisasi adalah salah satu bentuk tantangan nyata yang dapat menjadi pemecah belah persatuan dan kesatuan. Salah satu contoh dampak negatif adanya globalisasi adalah lunturnya norma-norma luhur yang dimiliki oleh masyarakat akibat masuknya budaya atau tata perilaku baru dari luar. Selain itu, kebudayaan asing yang berasal dari luar dapat menggerus budaya-budaya tradisional peninggalan nenek moyang yang dimiliki masyarakat Indonesia. Oleh karena itu diperlukan pembelajaran atau pendalaman materi mengenai konsep wawasan nusantara yang dapat ditempuh melalui pendidikan formal maupun nonformal. Daftar Rujukan Anggi. Penyadaran Generasi Muda Terhadap Perilaku Antikorupsi Melalui Pendidikan Antikorupsi. Ganesha Civic Education Journal, 4. , https://doi. org/10. 23887/gancej. Annisa. , & Najicha. Wawasan Nusantara Dalam Mememcahkan Konflik Kebudayaan Nasional. Jurnal Global Citizen: Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan, 10. , 40-48. Aridiantari. Lasmawan. , & Suastika. Eksistensi Tradisi Dan Budaya Masyarakat Bali Aga Pada Era Globalisasi di Desa Trunyan. Ganesha Civic Education Journal, 2. , 67-80. https://doi. org/10. 23887/gancej. Dwi Sulisworo. Geopolitik Indonesia. Hibah Materi Pembelajaran Non Konvensional. Universitas Ahmad Dahlan. Fadhila. , & Najicha. Pentingnya Memahami dan Mengimplementasikan Nilainilai Pancasila di Lingkungan Masyarakat. Pro Patria: Jurnal Pendidikan. Kewarganegaraan. Hukum. Sosial. Dan Politik, 4. , 204-212. Musa. Dampak pengaruh globalisasi bagi kehidupan bangsa Indonesia. Jurnal Pesona Dasar, 3. Pratama. Ada 800 Ribu Situs Penyebar Hoax di Indonesia. CNN Indonesia. Retrieved from http://w. com/teknologi/20161229170130Risnain. Rezim Provinsi Kepulauan Dalam Dalam Perspektif Negara Kesatuan Republik Indonesia. Wawasan Nusantara, dan Otonomi Daerah. Unizar Law Review (ULR), 3. Retrieved from https://e-journal. id/index. php/ulr/article/view/247 GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. April 2024, pp. Sekarsari. Pengaruh Disiplin Belajar dan Self-Efficacy Dengan Perilaku Menyontek Pada Mata Pelajaran PPKn Siswa Kelas IX di SMP Negeri 2 Campurdarat. Ganesha Civic Education Journal, 5. , 123-129. https://doi. org/10. 23887/gancej. Tinarta. Pengaruh Globalisasi Terhadap Perubahan Norma Kesopanan di Lingkungan Mahasiswa STEI ITB Angkatan 2020. Ganesha Civic Education Journal, 5. , 130-137. https://doi. org/10. 23887/gancej. Wijayanto. Fajrie. Zahro. N,F. Melintasi Globalisasi Melintasi Era Globalisasi : Eksplorasi Strategi Pelestarian Seni Kethoprak Wahyu Manggolo di Kabupaten Pati: Adaptasi Inovasi. Eksistensi Kethoprak Wahyu Manggolo, dan Globalisasi. GETER : Jurnal Seni Drama. Tari dan Musik. Vol 6 No 2. DOI: 10. 26740/geter. Satya Maulana Fahreza / Implikasi Konsep Wawasan Nusantara Terhadap Ketahanan Nasional Pada Aspek Sosial Budaya Di Era Globalisasi