AKADEMIK Jurnal Mahasiswa Humanis Vol. No. September 2025 E-ISSN 2774-8863 Transformasi Digital Islam di Kota Jambi : Kajian terhadap Orientasi Baru Pembelajaran Berbasis Teknologi Jamrizal1. Izhar Bafadhal2 Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Indonesia Jamrizal@uinjambi. id1, izharbafadhal16@gmail. Submitted: 07th July 2025 | Edited: 09th August 2025 | Issued: 01st September 2025 Cited on: Jamrizal. , & Bafadhal. Transformasi Digital Islam di Kota Jambi : Kajian terhadap Orientasi Baru Pembelajaran Berbasis Teknologi. AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis, 5. , 1342-1350. ABSTRACT The rapid advancement of digital technology has significantly impacted the education sector, including Islamic education in Jambi City. Islamic institutions have gradually integrated digital platforms to support teaching and learning processes, leading to more flexible and interactive ways of delivering religious content. This study aims to explore how new orientations in technology-based learning are being implemented in Islamic education within the socio-cultural context of Jambi. Using a qualitative descriptive approach and library research method, data were collected from relevant scientific literature, government documents, and digital publications. The findings reveal a clear transformation from traditional to digital Islamic learning models, characterized by the use of online platforms, multimedia content, and social media-based religious Teachers have adopted the role of digital facilitators, while students have become more active and independent learners. Despite notable challenges such as limited access to technology and low digital literacy, the integration of digital tools has opened up opportunities for creative, contextual, and inclusive Islamic education. This research contributes to the theoretical understanding of digital transformation in religious education and offers practical insights into developing localized digital learning strategies rooted in Islamic values and cultural identity. Keywords: Islamic Digital Transformation. Technology-Based Learning. Islamic Education. Jambi City. Digital Literacy. Religious Pedagogy PENDAHULUAN Dalam dua dekade terakhir, revolusi digital telah merevolusi hampir seluruh sektor kehidupan, termasuk pendidikan. Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat bantu, melainkan telah menjadi komponen integral dalam proses pembelajaran di berbagai jenjang pendidikan (MuAomin, 2019. Muttaqin et al. , 2. Dalam konteks Indonesia, digitalisasi pendidikan semakin menonjol setelah pandemi COVID-19, yang mempercepat adopsi pembelajaran daring sebagai bentuk adaptasi terhadap kondisi krisis (Widnyani et al. , 2. Pendidikan Islam, sebagai bagian penting dari sistem pendidikan nasional, turut mengalami pergeseran signifikan. Di tengah arus globalisasi dan perkembangan AKADEMIK Jurnal Mahasiswa Humanis Vol. No. September 2025 E-ISSN 2774-8863 teknologi, lembaga pendidikan Islam menghadapi tantangan untuk tetap relevan tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritualitas dan etika Islam (Irawan & Rohman, 2. Kota Jambi, dengan karakter religius yang kuat serta latar belakang budaya Islam Melayu, menjadi konteks yang menarik dalam mengamati transformasi ini. Keunikan lokal ini belum banyak dikaji secara mendalam dalam literatur pendidikan Islam digital, khususnya pada bagaimana nilai-nilai lokal terintegrasi dengan pembelajaran berbasis teknologi (Stiawan, 2. Selama pandemi, lembaga-lembaga pendidikan Islam di Kota Jambi, seperti madrasah dan pesantren, mulai mengadopsi berbagai platform digital seperti Zoom. Google Classroom. WhatsApp, dan aplikasi keislaman dalam proses belajar-mengajar (Awaliana & Ramadhani, 2. Meskipun dihadapkan pada keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital, serta kesenjangan akses di daerah pinggiran, upaya ini menunjukkan kemauan beradaptasi yang signifikan (Arianto, 2. Namun, adopsi teknologi secara cepat juga menimbulkan kekhawatiran akan menurunnya kualitas penghayatan spiritual dalam pendidikan, serta munculnya konten keislaman digital yang tidak tervalidasi. Transformasi digital tidak hanya menyangkut aspek teknis, tetapi juga menyentuh paradigma pedagogis dalam pendidikan Islam. Peran guru sebagai satu-satunya sumber pengetahuan kini bergeser menjadi fasilitator dalam lingkungan digital yang terbuka dan dinamis (Putra & Pratama, 2. Siswa pun menjadi lebih aktif dalam mengeksplorasi materi melalui media sosial, video, dan aplikasi Islami (Ghufron et al. , 2. Meski demikian, belum ada kajian yang secara spesifik menelaah bagaimana lembaga pendidikan Islam di Kota Jambi mengembangkan orientasi pembelajaran baru yang berbasis teknologi, sembari tetap berpijak pada nilai-nilai Islam dan budaya lokal. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengisi kekosongan literatur dengan mengkaji bentuk-bentuk transformasi digital dalam pendidikan Islam di Kota Jambi. Fokus utama adalah mengidentifikasi orientasi baru pembelajaran yang berkembang di lingkungan madrasah, pesantren, dan lembaga keislaman nonformal. Dengan mengangkat konteks lokal Jambi, penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pendidikan Islam digital yang kontekstual, etis, dan inklusif. AKADEMIK Jurnal Mahasiswa Humanis Vol. No. September 2025 E-ISSN 2774-8863 LANDASAN TEORI Transformasi digital dalam pendidikan merujuk pada proses perubahan sistem pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) guna meningkatkan efektivitas, aksesibilitas, dan keterlibatan peserta didik dalam proses belajar (Purwanto, 2. Dalam konteks pendidikan Islam, digitalisasi tidak sekadar perubahan bentuk media, tetapi menyentuh aspek nilai, budaya, dan spiritualitas. Digitalisasi harus mampu mendukung proses internalisasi nilai-nilai Islam melalui cara yang relevan dengan zaman (Zulaiha & Syamsuddin, 2. Salah satu teori yang relevan dalam kajian ini adalah teori pembelajaran konstruktivistik, yang menekankan peran aktif peserta didik dalam membangun pemahaman melalui eksplorasi, termasuk melalui media digital (Hamid & Surur, 2. Dalam pendekatan ini, teknologi dipandang sebagai ruang belajar yang terbuka, memungkinkan interaksi lintas sumber, refleksi kritis, dan personalisasi pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik. Selain itu, teori digital pedagogy menjadi acuan dalam memahami bagaimana teknologi bukan hanya sebagai alat bantu, melainkan sebagai ruang interaksi pembelajaran yang mengubah relasi guru-siswa serta struktur penyampaian materi (Fatimah & Malik, 2. Pendekatan ini menekankan perlunya adaptasi peran pendidik sebagai fasilitator digital, pembuat konten edukatif, dan pembimbing etika bermedia. Dalam pendidikan Islam, integrasi nilai menjadi aspek utama. Teori integratifspiritual dalam pendidikan Islam menyatakan bahwa pembelajaran berbasis teknologi tidak boleh lepas dari tujuan utama pendidikan, yaitu pembentukan insan beriman dan berakhlak (Fauzi & Sholihin, 2. Oleh karena itu, transformasi digital dalam pendidikan Islam harus selaras dengan maqashid syariah dan prinsip akhlak digital. Selain itu, pendekatan konteks lokal juga penting untuk dipertimbangkan. Kota Jambi dengan karakteristik budaya Islam Melayu memiliki potensi kuat untuk mengembangkan model pembelajaran Islam digital berbasis nilai-nilai lokal (Yuliana & Arifin, 2. Model ini menekankan sinergi antara teknologi, adat, dan nilai religius sebagai kerangka pendidikan yang utuh. Teori literasi digital religius juga turut memperkaya kajian ini. Literasi digital dalam pendidikan Islam mencakup kemampuan menyaring informasi keislaman yang beredar di dunia maya, membedakan antara sumber otoritatif dan tidak, serta AKADEMIK Jurnal Mahasiswa Humanis Vol. No. September 2025 E-ISSN 2774-8863 membangun sikap etis dalam interaksi digital (Amin & Lestari, 2. Dengan meningkatnya akses terhadap konten dakwah digital, siswa perlu dibekali keterampilan ini sebagai bagian dari kurikulum pembelajaran Islam yang relevan dengan era digital. Dengan demikian, kerangka teoritis dalam kajian ini mencakup: . teori transformasi digital dan digital pedagogy, . konstruktivisme dalam pembelajaran berbasis TIK, . integrasi nilai-nilai spiritual Islam, serta . literasi digital religius berbasis budaya lokal. Keempat kerangka ini menjadi pijakan untuk memahami bagaimana orientasi baru pembelajaran Islam berbasis teknologi terbentuk dalam konteks sosial dan budaya di Kota Jambi. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka . ibrary researc. , yang bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami secara mendalam dinamika transformasi digital dalam pendidikan Islam, khususnya dalam konteks lokal Kota Jambi. Metode ini dipilih karena mampu memberikan pemahaman konseptual dan reflektif terhadap isu yang sedang berkembang, serta cocok untuk mengkaji fenomena yang belum banyak diungkap melalui data lapangan (Sari & Ramadhani, 2. Pengumpulan data dilakukan melalui telaah terhadap berbagai sumber tertulis yang relevan, seperti jurnal ilmiah, buku akademik, laporan kebijakan, dan dokumen digital yang dipublikasikan secara nasional maupun internasional dalam rentang waktu Pemilihan memperhatikan tiga kriteria utama: . relevansi dengan topik transformasi digital pendidikan Islam, . kredibilitas sumber, dan . keterbaruan publikasi, minimal sejak tahun 2019 (Lubis, 2. Literatur yang bersifat normatif-teologis namun tidak mengandung analisis empiris atau konseptual secara langsung terhadap pembelajaran berbasis teknologi tidak diikutsertakan dalam analisis. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif melalui pendekatan tematik, yaitu dengan mengidentifikasi, mengelompokkan, dan menyintesis tema-tema utama dari literatur yang dikaji (Wahyuni, 2. Proses analisis mencakup tiga tahapan: pertama, eksplorasi terhadap konsep-konsep utama dalam digitalisasi pendidikan Islam. kedua, pemetaan bentuk-bentuk transformasi dan orientasi baru AKADEMIK Jurnal Mahasiswa Humanis Vol. No. September 2025 E-ISSN 2774-8863 dan ketiga, penyimpulan secara kritis berdasarkan hasil sintesis temuan teori dan konteks lokal. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan pembacaan intertekstual lintas referensi (Rahman & Suyatno, 2. Dengan metode ini, penelitian diharapkan mampu memberikan kontribusi rekomendasi praktis dalam merancang strategi pembelajaran Islam berbasis teknologi yang kontekstual dan etis di Kota Jambi. HASIL PENELITIAN Bentuk Transformasi Digital dalam Pendidikan Islam di Kota Jambi Transformasi digital dalam pendidikan Islam di Kota Jambi menunjukkan perubahan yang bersifat sistemik dan bertahap, baik dari sisi pendekatan pedagogis, pemanfaatan media, hingga manajemen kelembagaan. Lembaga pendidikan Islam seperti madrasah dan pesantren mulai mengadopsi teknologi digital sebagai bagian dari pembelajaran formal maupun nonformal, terutama sejak pandemi COVID-19 yang mempercepat proses digitalisasi. Penggunaan platform daring seperti Zoom. Google Classroom. WhatsApp, hingga Learning Management System (LMS) lokal menjadi media alternatif dalam menggantikan metode tatap muka. Sebagian madrasah di Kota Jambi telah mengembangkan konten video, modul digital, serta pembelajaran sinkron dan asinkron. Kondisi ini sejalan dengan temuan Khusnadin et al. yang mencatat bahwa lembaga pesantren mengalami adaptasi positif melalui pemanfaatan multimedia dakwah dan pendidikan berbasis digital. Lebih lanjut, guru agama di Jambi memanfaatkan media sosial seperti YouTube. Instagram, dan TikTok untuk menyampaikan materi keislaman secara visual dan Perubahan ini juga sejalan dengan studi Rizal et al. , yang menyatakan bahwa platform media sosial memiliki daya jangkau tinggi dalam mendekatkan nilainilai Islam kepada generasi digital. Namun demikian, tantangan tetap muncul, seperti keterbatasan infrastruktur internet di wilayah pinggiran, serta disparitas akses terhadap perangkat digital di kalangan peserta didik. Dari sisi administrasi, banyak lembaga mulai menerapkan sistem digital untuk absensi, evaluasi, dan komunikasi dengan orang tua. Hal ini menunjukkan pergeseran ke AKADEMIK Jurnal Mahasiswa Humanis Vol. No. September 2025 E-ISSN 2774-8863 arah efisiensi tata kelola berbasis teknologi, sebagaimana juga ditemukan oleh Ghufron et al. dalam studi mereka tentang digitalisasi sistem pendidikan Islam. Namun, transformasi ini tidak hanya bersifat teknis. Di Kota Jambi, pendidikan Islam juga mengalami penyesuaian dengan budaya lokal yang menjunjung tinggi nilai kesopanan dan akhlak. Beberapa madrasah menerapkan pendekatan integratif antara konten digital dan pendidikan karakter Islam berbasis kearifan lokal, sejalan dengan temuan Yuliana dan Arifin . tentang pentingnya peran budaya Melayu dalam membingkai digitalisasi pembelajaran agama di Jambi. Orientasi Baru Pembelajaran Islam Berbasis Teknologi Orientasi pembelajaran Islam di Kota Jambi telah mengalami pergeseran dari pendekatan satu arah berbasis ceramah menjadi pembelajaran partisipatif berbasis Dalam model baru ini, guru tidak lagi berfungsi sebagai satu-satunya sumber ilmu, melainkan sebagai fasilitator dalam ekosistem pembelajaran daring yang dinamis. Ini menguatkan temuan Putra dan Pratama . yang menekankan pentingnya peran guru sebagai desainer dan mediator pembelajaran dalam konteks digital. Siswa juga menunjukkan perubahan perilaku belajar yang signifikan. Generasi digital di Jambi cenderung lebih responsif terhadap media visual, kuis daring, dan video dakwah singkat. Hal ini menuntut guru untuk merancang konten pembelajaran yang tidak hanya informatif, tetapi juga menarik dan kontekstual. Temuan ini konsisten dengan penelitian Manan . , yang menekankan perlunya integrasi akhlak digital dalam pendidikan Islam untuk membentuk karakter siswa yang bertanggung jawab dalam ruang maya. Sebagai respons terhadap tantangan akses teknologi, beberapa sekolah mengembangkan strategi blended learning dan pemanfaatan modul cetak sebagai Di sisi lain, pemerintah daerah dan Kementerian Agama juga telah berperan dalam mengadakan pelatihan TIK bagi guru, menunjukkan pentingnya sinergi antarpemangku kepentingan sebagaimana dikemukakan oleh Azman et al. Orientasi baru ini juga didukung oleh tumbuhnya komunitas dakwah digital remaja dan ustaz muda yang memanfaatkan platform digital untuk membangun jejaring keislaman berbasis konten edukatif. Ini memperluas makna pendidikan Islam tidak hanya pada ruang kelas formal, tetapi juga dalam ranah komunitas daring yang lebih luas, sebagaimana ditunjukkan oleh studi Anita Candra Dewi et al. AKADEMIK Jurnal Mahasiswa Humanis Vol. No. September 2025 E-ISSN 2774-8863 Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa transformasi digital dalam pendidikan Islam di Kota Jambi telah membentuk pola pembelajaran baru yang adaptif, kolaboratif, dan kontekstual. Namun, agar transformasi ini berkelanjutan, diperlukan penguatan literasi digital religius, kompetensi guru, serta pengembangan kurikulum yang memadukan teknologi dan nilai-nilai spiritual Islam secara harmonis. KESIMPULAN Transformasi digital dalam pendidikan Islam di Kota Jambi mencerminkan perubahan menyeluruh dalam pendekatan pedagogis, peran pendidik, serta pola interaksi pembelajaran. Lembaga pendidikan Islam, baik formal maupun nonformal, telah memanfaatkan berbagai platform digital, media sosial, dan konten multimedia sebagai sarana penyampaian nilai-nilai keislaman yang lebih fleksibel, partisipatif, dan Peran guru bergeser dari satu-satunya sumber pengetahuan menjadi fasilitator dalam ekosistem digital, sementara peserta didik semakin aktif dalam proses belajar melalui eksplorasi mandiri berbasis teknologi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa transformasi ini tidak hanya menyangkut adopsi teknologi, tetapi juga mencakup penyesuaian terhadap nilai-nilai budaya lokal dan spiritualitas Islam. Meskipun demikian, tantangan signifikan masih dihadapi, seperti keterbatasan akses infrastruktur, rendahnya literasi digital sebagian guru dan siswa, serta potensi menurunnya penghayatan nilai-nilai akhlak di ruang digital. Implikasi teoretis dari penelitian ini memperkaya wacana transformasi pendidikan Islam berbasis teknologi dengan menambahkan perspektif lokalitas dan nilai religius dalam praktik pembelajaran digital. Adapun secara praktis, hasil kajian ini dapat menjadi rujukan bagi lembaga pendidikan Islam, pengambil kebijakan, dan komunitas pendidik untuk merancang strategi pembelajaran digital yang tidak hanya adaptif secara teknologi, tetapi juga kuat secara nilai. Untuk menjamin keberlanjutan dan kebermaknaan transformasi ini, diperlukan kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam penguatan literasi digital religius, pengembangan kurikulum kontekstual, serta pelatihan teknologi bagi tenaga pendidik. Ke depan, penelitian lanjutan dapat diarahkan pada studi lapangan yang mengevaluasi efektivitas model pembelajaran Islam berbasis teknologi dalam meningkatkan kualitas AKADEMIK Jurnal Mahasiswa Humanis Vol. No. September 2025 E-ISSN 2774-8863 pendidikan dan penghayatan spiritual peserta didik secara empiris di berbagai daerah, termasuk di luar Kota Jambi. DAFTAR PUSTAKA