Al-Mundziry dan Aual-Targhyb wa al-Tarhyb AMARUDDIN ASRA Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Indragiri (UNISI) Tembilahan Riau Jl. Ki Hajar Dewantara. No. Indragiri Hilir. Tembilahan. Riau. Telp . 22418 Abstrak: Al-Targhyb wa al-Tarhyb adalah sebuah kitab yang terdiri dari haditshadits Nabi SAW mengenai keutamaan-keutamaan yang dapat dicapai oleh seorang muslim ketika melakukan amalan-amalan baik, yang kemudian dinamakan dengan hadits-hadits targhyb ( Pada sisi lain kitab ini juga memuat hadits-hadits yang menjelaskan keburukan-keburukan yang akan menimpa seorang muslim jika melakukan hal-hal tidak baik. Hadits-hadits semacam ini disebut dengan hadits-hadits tarhyb ( Ditulis oleh pakar hadits pada masanya dengan sistematika yang amat baik, berupa keseimbangan antara penyebutan perihal targhyb dan tarhyb dari hadits Nabi SAW, penerapan bab, penisbahan hadits kepada sumber aslinya, merumuskan hadits-hadits yang absah dan yang tidak absah ataupun yang diragukan menggunakan shighyt tamrydh dan AoanAoanah guna mempermudah pembaca, kemudian pencantuman daftar nama-nama periwayat bermasalah yang kadang diikuti dengan keputusan penulis. Kata Kunci: al-targhyb wa al-tarhyb, sistematika al-targhyb wa al-tarhyb PENDAHULUAN Segala dianugerahkan kepada Allah SWT, yang senantiasa merahmati hamba-Nya yang berkenan mempelajari sunnah-sunnah Rasul-Nya. Kemudian shalawat serta salam yang tulus kita ucapkan kepada Rasulullah SAW yang menyampaikan risalah kerasulannya kepada umatnya berdasarkan wahyu. Alhamdulillah, hingga saat ini karyakarya para cendikiawan muslim dari abad ke abad tetap eksis di kalangan pengkaji ilmu agama. Salah satunya adalah alTarghyb wa al-Tarhyb karya al-Imym alHyfizh al-Mundziry yang kaya akan Sehingga kitab ini banyak menjadi sorotan pengkaji keislaman, khususnya dalam ilmu hadits. Kitab ini pun tak luput dari telaah tokoh kontemporer. Sebut saja Syeikh Muhammad Nyshiruddyn al-Albyny, ia berhasil menyu-sun kitab yang memuat hadits-hadits yang ia nilai sebagai hadits shahyh dan dhaAoyf yang terdapat di dalam kitab al-Targhyb wa al-Tarhyb ini. Namun terlepas dari pa-paran Syeikh Muhammad Nyshiruddyn al-Albyny tentang kitab ini, di sini penulis hanya akan mengurai sedikit tentang kitab al-Targhyb wa al-Tarhyb ini, me-todologi penulisan, serta ihwal penulisnya. BIOGRAFI Al-MUNDZIRI Nama dan Kelahirannya Al-Mundziry -dengan segala titelnyaadalah AoAbdul AoAzhym Ibn AoAbdil Qawy Ibn AoAbdillah Ibn Salymah Ibn SaAod, al-Hyfizh Jurnal Al-hikmah Vol. No. April 2011 ISSN 1412-5382 al-Kabyr, al-Imym al-Tsabt. Syaikh al-Islym. Zaky al-Dyn. Aby Muhammad al-Mundziry al-Syymy -tsumma- al-Mishry (Al-Dzahaby, 1419H:. Al-Subky menjulukinya dengan waliyyullyh, turtajy al-Rahmah bi dzikrihi wa yustanzalu ridhy al-Rahmyn bi duAoyAoihi . eorang wali yang dengan menyebut namanya serta dengan doanya rahmat dan ridha Allah diharapkan turu. (Al-Subky, 1413H:. Al-Mundziry dilahirkan di daerah Ghurrah pada bulan SyaAoban, 581 Hijriyah (Al-Dzahaby, 1419H:. Hingga saat berumur 75 tahun tepatnya pada bulan Dzul QaAodah tahun 656 Hijriyah ia wafat di Mesir. Semasa perjalanannya ke beberapa daerah selama bertahun-tahun, berbagai ilmu pengetahuan berhasil ia peroleh. Hingga bisa dikatakan kemampuannya dalam ilmu agama -khususnya haditsmelebihi tokoh-tokoh sejawatnya pada masa itu (Ibnu Katsir, t. Hal ini sangat mungkin terjadi lantaran ia berguru kepada para cendikiawan hadits yang tergolong huffyzh al-Hadyts dan didukung oleh kecerdasannya yang mumpuni. Bahkan berdasarkan pernyataan al-Dzahaby, al-Mundziry telah memulai belajar hadits serta seluk beluknya dari bebe-rapa orang guru semenjak tahun 591 Hijriyah, tepatnya saat ia berumur 10 ta-hun. samping itu ia pun menekuni al-QiryAoyt alSabAo (Al-Dzahaby, 1419H:. Guru dan Murid al-Mundziry Di Makkah ia belajar dan meriwayatkan hadits dari al-Hyfizh Aby AoAbdillyh Ibn al-BinyAo. Di Madynah ia belajar dan meriwayatkan hadits dari al-Hyfizh JaAofar Ibn Amyrisyn ( Di Damaskus ia belajar dari al-Hyfizh AoUmar Ibn Thabirzadz ) dan al-Hyfizh Aby al-Yaman alKindy. Dan di beberapa kota lainnya seperti al-Iskandariyyah. Harryn dan Bayt alMaqdis dari al-Hyfizh al-Muthahhar Ibn Aby Bakr al-Baihaqy dan al-Hyfizh AoAly alMufaddhal al-Maqdisy (Al-Dzahaby, 1419H:. Kepakarannya dalam hadits dan mushthalah-nya menarik para pelajar dari berbagai daerah untuk menggali ilmu Bahkan al-Dzahaby yang dikenal sebagai seorang yang pakar hadits dan alHyfizh mengakui bahwa kebanyakan gurugurunya adalah murid dari al-Mundziry. Audiantara guru-guru kami yang belajar hadits darinya adalah alDimyythy. Ibn al-Zhyhiry. Aby al-Husayn alYynayny. Aby AoAbdillyh al-Qazzyz. IsmyAoyl Ibn al-NashrAy (Al-Dzahaby, 1419H:. Lebih dari itu, ulama besar seperti Qydhy al-Quddhyt Taqiyy al-Dyn Ibn Daqyq al-AoIed dan Sulthyn al-AoUlamyAo AoIzz al-Dyn Ibn AoAbdissalym pun merupakan murid dari alMundziry (Al-Subky, 1421H: . Oleh karena itu, mengenai kualitas al-Mundziry Ibn AoAbdissalym men-taAodyl al-Mundziry dengan sebutan Imym Hujjah Tsabt Mutatsabbit yang tiada bandingan pada masanya dalam ilmu hadits dengan segala cabangnya (Al-Dzahaby, 1419H:. AL-TARGHIB WA AL AL-TARHyaB MIN AL-HADITS AL-SYARIF Sekilas tentang al-Targhyb wa al-Tarhyb Selain Mukhtashar Shahyh Muslim. Mukhtashar Sunan Aby Dywyd, al-MuAojam dan kitab fikih, al-Mundziry menulis karya yang dinilai fenomenal yaitu kitab alTarghyb wa al-Tarhyb min al-Hadyts alSyaryf. Sebuah buku yang terdiri dari hadits-hadits Nabi SAW mengenai hal-hal yang layak diperoleh dan patut diamalkan oleh seorang muslim serta konsekuensi Hadits-hadits semacam ini masuk pada kategori Targhyb ( Pada sisi lain kitab ini juga memuat hadits-hadits yang menjelaskan hal-hal yang patut dijauhi oleh seorang muslim serta konsekuensi tidak baiknya bila didekati atau Jurnal Al-hikmah Vol. No. April 2011 ISSN 1412-5382 dilakukan. Hadits-hadits semacam ini masuk pada kategori Tarhyb ( Aplikasi etimologi dari dua kata ini yakni al-Targhyb dan al-Tarhyb dapat ditemukan contohnya pada pendahuluan kitab ini. Al-Mundziry menuliskan. Ausesungguhnya Tuhanmu benar-benar melakukan apa saja yang Dia kehendaki, dan Dia menyukai . ika hamba-Nya mengharapka. pahala dari-Nya. Sebaliknya Dia mengantisipasi . amba-Ny. dari hukuman-NyaAy. Latar Belakang Penulisan Kitab alTarghyb wa al-Tarhyb Hampir serupa dengan kitab alInshyf karya al-Baqillyny dan al-Mujtaby (Sunan al-NasyAoy al-Sughr. karya al-NasyAoy yang penulisannya dilatarbelakangi oleh permintaan khalifah pada masanya, penulisan kitab al-Targhyb wa al-Tarhyb ini pun mempunyai latar belakang penulisan. Namun hal yang membedakan antara alInshyf dan al-Mujtaby dengan al-Targhyb wa al-Tarhyb adalah orang kedua yang Ketika al-Inshyf dan alMujtaby ditulis atas permintaan khalifah, lain halnya dengan al-Targhyb wa alTarhyb yang dilatarbelakangi oleh permintaan para santri al-Mundziry. Setelah menyelesaikan penulisan Mukhtashar Sunan Aby Dywyd dan kitabkitab fikih, ia diminta oleh para santrinya yang begitu perhatian terhadap ilmu agama untuk menulis sebuah karya yang mencakup aspek-aspek al-Targhyb dan alTarhyb yang berasal dari hadits-hadits Nabi SAW tanpa perlu berpanjang-panjang dalam menuliskan sanad dan pembahasan Setelah berikhtiar kepada Allah SWT seraya meyakini bahwa permintaan para santrinya tersebut memang tulus, maka ia pun menulis al-Targhyb wa alTarhyb yang ia nilai dengan ungkapan. Aukecil namun dengan limpahan ilmuAy (Al-Mundziry, 1424H: . Sumber Pengambilan Kandungan Kitab al-Targhyb wa al-Tarhyb Sesuai dengan namanya, yakni alTarghyb wa al-Tarhyb min al-Hadyts alSyaryf, tampak pengambilannya berasal dari hadits-hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh imam-imam kutub sittah, termasuk al-Marysyl karya Aby Dawyd, alSunan al-Kubry dan Kityb al-Yawm wa alLaylah karya al-NasaAoy, tiga kitab al-MuAojam karya al-Thabryny. Musnad Aby YaAoly. Musnad al-Bazzyr. Shahyh Ibn Hibbyn. Shahyh Ibn Khuzaimah, al-Mustadrak Aoaly al-Shahyhayn karya al-Hykim, kityb-kitab karya Ibn Aby al-Dunyy. SyuAoab al-yamyn dan al-Zuhd karya al-Baihaqy (Al-Mundziry, 1424H: . Juga terdapat kitab dengan judul yang sama dengan karya al-Mundziry ini, yaitu al-Targhyb wa al-Tarhyb karya Aby al-Qysim al-Ashbihyny yang menjadi referensi al-Mundziry dalam menuliskan al-Targhyb wa al-Tarhyb karyanya. hanya mengambil tema-tema yang tidak terdapat pada kitab-kitab yang disebutkan di atas (Khalyfah, t. Sistematika Penulisan Kitab al-Targhyb wa al-Tarhyb Corak penulisan kitab al-Targhyb wa al-Tarhyb dapat dikatakan memiliki sistematika yang sangat maju pada masanya. Di samping tersusun rapi bab per bab dengan urutan model al-Ahamm fa alAhamm . endahulukan masalah yang lebih urge. seperti urutan Kityb al-AoIlm. Kityb al-Thahyrah lalu Kityb al-Shalyh dan seterusnya, al-Mundziry menuliskan panduan membaca kitabnya ini pada pendahuluan berupa jenis hadits yang ia cantumkan hanya berkaitan dengan alTarghyb wa al-Tarhyb, melainkan sebagian kecil hadits yang tidak berkaitan dengan Jurnal Al-hikmah Vol. No. April 2011 ISSN 1412-5382 al-Targhyb wa al-Tarhyb lantaran rangkaian hadits tersebut mencakup aspek alTarghyb wa al-Tarhyb dan aspek lainnya (Al-Mundziry, 1424H: . Penyandaran Kepada Shyhib al-Kityb Seperti kitab-kitab lainnya semisal Riyydh al-Shylihyn karya al-Nawawy, setelah menampilkan hadits dalam kitabnya ini al-Mundziry menyandarkan periwayatan kepada imam yang meriwayatkan hadits tersebut seumpama kepada alBukhyry. Muslim dan kepada yang lainnya dengan ungkapan rawyhy al-Bukhyry wa Muslim ( Jika satu hadits yang ditampilkan itu diriwayatkan oleh banyak periwayat seperti para imam alKutub al-TisAoah, biasanya al-Mundziry hanya menampilkan beberapa saja guna meringkasnya, terlebih jika hadits tersebut juga diriwayatkan oleh alBukhyry dan Muslim dalam al-Shahyhain maka al-Mundziry hanya menuliskan penyandaran riwayat kepada dua orang imam ini atau hanya kepada salah satunya (Al-Mundziry, 1424H: . Misal, hadits targhyb dalam menuntut ilmu: AuDari MuAoywiyah ra, ia berkata. Rasulullah SAW telah bersabda. Ausiapa yang Allah kehendaki untuk diberi kebaikan, dia akan diberikan pemahaman agamaAy. (HR. al-Bukhyry dan Musli. Mengomentari Sanad Sebagaimana lumrahnya para pakar hadits yang sering mengomentari kualitas dan keotentikan hadits yang mereka munculkan, al-Mundziry pun melakukan hal yang sama. Namun tidak semua hadits yang dimunculkannya akan dikomentari, hadits-hadits diriwayatkan oleh para periwayat yang biasanya kitab-kitab mereka tidak selalu dikenal sebagai kitab yang bernuansa hadits shahih layaknya shahih al-Bukhyry dan Muslim. Meskipun kualitas haditshadits itu ia komentari, namun ia tetap tidak menyebutkan rentetan sanadnya, karena tujuan utama dari komentar itu hanya untuk mengetahui apakah hadits itu termasuk shahih, hasan atau pun lemah, bahkan palsu tanpa perlu menampilkan perbedaan pendapat dari pakar jarh wa taAodyl Misal, targhyb menuntut ilmu: Dari Hudzaifah Ibn al-Yamyn ra, ia Rasulullah SAW telah bersabda. Aukeutamaan ilmu lebih baik dari keutamaan beribadah, dan sebaik-baik sikap beragamamu adalah sikap waraAoAy. Diriwayatkan oleh al-Thabryny dalam alMuAojam al-Awsath, dan al-Bazzyr . alam musnadny. dengan sanad Hasan. Kendatipun kitab-kitab semacam ini rentan akan penggunaan hadits palsu dalam masalah al-Targhyb wa al-Tarhyb dan fadhyAoil al-AAomyl, al-Mundziry sebagaimana isyarat darinya- tetap konsisten untuk menampilkan haditshadits dinilainya non-palsu. Ia pun menilai banyak penulis kitab yang tasyhul . ersikap longgar saat men-tajry. dalam menggunakan hadits-hadits al-Targhyb wa al-Tarhyb dan fadhyAoil al-AAomyl, bahkan ketika meriwayatkan hadits itu mereka tidak menyebutkan indikasi kepalsuan hadits itu (Al-Mundziry, 1424H: . Namun jika memang di dalam sanad hadits yang ia munculkan dalam kitabnya ini terdapat periwayat yang dinilai pemalsu -meskipun diperselisihkan- maka ia memberikan shighah tamrydh dengan kata ruwiya ( (Al-Mundziry, 1424H: . Misal, hadits targhyb tentang ayat-ayat dan zikir-zikir yang dibacakan di pagi dan di sore hari: Jurnal Al-hikmah Vol. No. April 2011 ISSN 1412-5382 Diriwayatkan dari AoUtsmyn Ibn AoAffyn ra, ia bertanya kepada Rasulullah SAW tentang maqylyd langit dan bumi. Lalu Nabi SAW bersabda. Auaku belum pernah ditanyai masalah ini oleh siapapunAy, maksud . aqylyd langit dan bum. itu adalah kalimat ly ilyha illy Allyh -hingga- wa huwa Aoaly kulli syaiAoin qadyrAy. Wahai AoUtsmyn, siapa saja yang mengucapkannya sepuluh kali di pagi hari maka Allah akan memberinya enam kebaikan, -hingga- dan jika dia wafat pada hari itu, maka dia dicap sebagai syuhadyAo. Diriwayatkan oleh Ibn Aby AoyCshim. Aby YaAoly dan Ibn al-Sunny, dan -riwayat- Ibn al-Sunny adalah yang Aupaling baikAy sanadnya dibanding yang lainnya. dalamnya terdapat periwayat yang munkar al-Hadyts. Ada yang mengatakan di dalamnya terdapat pemalsu, namun ini tidak jauh beda. Allyhu AAolam (AlMundziry, 1424H: . Identifikasi Kualitas Hadits dengan Shighah Agar memudahkan pembaca untuk dimunculkan, al-Mundziry memberikan shighah tertentu. Jika hadits yang ia munculkan berpredikat shahyh, hasan, atau yang mendekati keduanya . shahyh li ghairih atau hasan li ghairi. , maka ia memberikan shighah AoanAoanah dengan kata Aoan ( ). Begitu pula jika sanad hadits yang dimunculkannya berstatus mursal, munqathiAo, muAodhal, atau terdapat periwayat yang mubham, ataupun status periwayat dan rentetan sanadnya diperselisihkan dalam hal kekredibelan dan kesinambungannya, maka al-Mundziry juga menggunakan shighah AoanAoanah. Namun perbedaannya dengan AoanAoanah yang di atas adalah. AoanAoanah yang kedua ini dibarengi dengan penjelasan sisi kelemahan sanadnya berupa status mursal, munqathiAo, muAodhal dan lain sebagainya, namun tetap konsisten untuk tidak berpanjang lebar dalam menampilkan kecacatan hadits tersebut (Al-Mundziry, 1424H: . Kemudian jika dalam sanad hadits yang ia tampilkan terdapat periwayat yang dianggap pendusta, tertuduh dusta, pemalsu, disepakati matryk-nya, suka melenyapkan hadits, sangat lemah atau semata-mata lemah, dan tidak didapati ulama yang men-taAodyl-nya hingga tidak ada kemungkinan adanya indikasi lain yang dapat menaikkan kualitas hadits ini al-Mundziry menggunakan shighah tamrydh dengan kata ruwiya ( ), sebagaimana sedikit disinggung di atas. Dua macam shighah ini dapat ditilik kembali pada tiga buah contoh riwayat di atas. Pengelompokkan Periwayat Diperselisihkan Dan yang tidak kalah penting, pada bagian akhir dari kitab ini ia menuliskan daftar nama-nama periwayat yang diperselisihkan kualitasnya berdasar huruf abjad yang terdapat di dalam sanad hadits yang ia cantumkan dalam kitabnya (Al-Mundziry, 1424H: . Tidak hanya mengemukakan pendapatnya, keputusan jarh wa taAodyl yang beragam oleh para pakar hadits sebelum dirinya pun ia tampilkan (Al-Mundziry, 1424H: . Jurnal Al-hikmah Vol. No. April 2011 ISSN 1412-5382 Tentunya selain bertujuan menyingkatkan isi kitabnya, keberagaman keputusan jarh wa taAodyl oleh para pakar inilah yang al-Mundziry mencantumkan nama-nama itu pada bab tentang periwayat yang diperselisihkan Jika nama-nama periwayat yang ia tuliskan pada akhir kitabnya ini dihitung, terdapat 186 periwayat yang diperselisihkan statusnya oleh ulama (AlMundziry, 1424H: . Namun terkadang alMundziry -sebagaimana pernyataannyatidak menyebutkan beberapa orang yang diperselisihkan -dalam daftar ini-(AlMundziry, 1424H: . Jika begitu, jumlah 186 ini bisa menanjak naik hingga lebih kurang 200 periwayat. Namun, hal ini bukan tanpa alasan, karena al-Mundziry pernah menyatakan. Aujika para periwayat hadits dalam alTarghyb wa al-Tarhyb ini kredibel, namun diperselisihkan, maka aku menilainya hasan, mustaqym, ly baAosa bih jika terdapat kualitasnyaAy (Al-Mundziry, 1424H: . Pemahaman yang dapat kita ambil dari pernyataan ini adalah, jika keseluruhan periwayat yang diperselisihkan itu ditampilkan pada daftar yang ia tulis, maka besar kemungkinan banyak hadits yang akan diperselisihkan kualitasnya bahkan ditolak meskipun sudah mencapai kualitas hasan maupun hasan li ghairih hanya lantaran terdapat satu periwayat yang diperselisihkan kualitasnya. Misal, hadits targhyb seseorang untuk bertahan duduk di tempat shalatnya setelah shalat subuh dan ashar: Dari AoAbdullah Ibn Ghybir, bahwasannya Umymah dan AoUtbah Ibn AoAbd ra menceritakan kepadanya dari Rasylullyh SAW. Beliau bersabda, siapa berjamaAoah lalu dia tetap pada posisinya hingga dia melaksanakan shalat sunat dhuha maka baginya adalah semisal pahala orang melaksanakan haji dan umrah secara sempurna. Diriwayatkan oleh alThabryny, sementara sebagian periwayatnya diperselisihkan, namun hadits ini memiliki banyak syawyhid (AlMundziry, 1424H: . Meskipun di dalamnya terdapat periwayat yang diperselisihkan, namun hal ini tidak mengganggu kualitas haditsnya yang layak diamalkan, bahkan syawyhid Kualitasnya pun dapat ditandai dengan shighah yang digunakan oleh al-Mundziry, yakni AoanAoanah yang ia rumuskan untuk menandai keotentikan hadits yang digunakannya. Sikap Al-Mundziry Mengenai status hadits yang ia munculkan, ia mempunyai sikap tersendiri di tengah-tengah perbedaan pendapat ulama mengenai kualitas sanad hadits Al-Mundziry menuturkan sebagaimana di atas-, jika para periwayat hadits itu kredibel, namun terdapat seorang periwayat yang diperselisihkan, maka ia menilainya hasan, mustaqym, ly baAosa bih atau ungkapan lainnya tergantung kondisi sanad dan matan serta syawyhid mendukung kekuatannya. Bahkan ia juga mengingatkan kepada murid-muridnya yang menghadiri majelis imlyAo-nya terhadap beberapa periwayat seperti Aby Dywyd yang tasyhul dengan konsep sukytnya, al-Tirmidzy dengan tahsyn-nya, kemudian Ibn Hibbyn dan al-Hykim dengan tashhyh-nya. Namun menurutnya peringatan ini bukan dalam rangka mengkritik mereka, akan tetapi sebagai hal yang patut diamati oleh pembaca. Jurnal Al-hikmah Vol. No. April 2011 ISSN 1412-5382 Untuk periwayatan Aby Dywyd yang dipakai oleh al-Mundziry dalam kitabnya, ia meyakini bahwa kualitas hadits yang tidak dikomentari oleh Aby Dywyd tidak kurang dari kualitas hasan, bahkan tidak jarang terdapat hadits yang mencapai syarat yang ditentukan oleh al-Bukhyry dan Muslim sehingga al-Bukhyry atau Muslim juga meriwayatkan hadits yang sama dengan riwayat Aby Dywyd (AlMundziry, 1424H: . SIMPULAN Al-Targhyb wa al-Tarhyb adalah sebuah kitab yang terdiri dari haditshadits Nabi SAW mengenai keutamaankeutamaan yang dapat dicapai oleh seorang muslim ketika melakukan amalanamalan baik, yang kemudian dinamakan dengan hadits-hadits Targhyb ( Pada sisi lain kitab ini juga memuat haditshadits yang menjelaskan keburukankeburukan yang akan menimpa seorang muslim jika melakukan hal-hal tidak baik. Hadits-hadits semacam ini disebut dengan hadits-hadits Tarhyb ( Ditulis oleh pakar hadits pada masanya dengan sistematika yang amat baik, berupa keseimbangan antara penyebutan perihal targhyb dan tarhyb dari hadits Nabi SAW, penerapan bab, penisbahan hadits kepada sumber aslinya, merumuskan hadits-hadits yang absah dan yang tidak absah ataupun yang dikeragui menggunakan shighyt tamrydh dan AoanAoanah guna mempermudah pembaca, kemudian pencantuman daftar nama-nama periwayat bermasalah yang kadang dibarengi dengan keputusan Alhamdulillyhi Rabbil AoyClamyn, tulisan singkat ini dapat terselesaikan meski menyisakan kekurangan. Namun, kekurangan ini tentunya tidak akan memberikan cacat terhadap kitab ini lantaran nilai kandungannya yang sangat layak dipuji dan diamalkan. DAFTAR RUJUKAN Al-Dzahaby. Syams al-Dyn. Tadzkirah al-Huffyzh, edisi Zakariya AoUmairat. Beirut: Dyr al-Kutub alAoIlmiyyah. Al-Subky. Tyj al-Dyn. Thabaqyt alSyyfiAoiyyah al-Kubry, edisi Mahmyd Muhammad al-Thanyhy. Beirut: Hijr. Al-Mundziry. AoAbd al-AoAzhym. alTarghyb wa al-Tarhyb min al-Hadyts al-Syaryf, edisi Ibryhym Syamsuddyn. Beirut: Dyr al-Kutub al-AoIlmiyyah. Ibn Katsyr. Aby al-FidyAo. al-Bidyyah wa al-Nihyyah. Beurit: al-Maktabah alSyymilah Khalyfah. Hyjy. Kasyf alZhunyn. Beirut: al-Maktabah alSyymilah. Jurnal Al-hikmah Vol. No. April 2011 ISSN 1412-5382