Jurnal Bisnis Tani Vol 10. No 1. April 2024 Universitas Teuku Umar ISSN 2477-3468 15 - 22 ANALISIS PENDAPATAN DAN NILAI TAMBAH SAWO DI DESA PENDEBAH KECAMATAN KAMAL KABUPATEN BANGKALAN Taufik R. A Nugroho . Mardiyah Hayati. Dian Eswin Wijayanti Program Studi Agribisnis Universitas Trunojoyo Madura. Bangkalan. Indonesia Email : taufikrizal@trunojoyo. Abstract Sawo is one of the leading commodities in Pendebah Village. Kamal District. Bangkalan Regency. However, the marketing of sawo is still constrained by relatively low prices when the harvest season arrives, which has an impact on farmers' income. This can be solved one of them by creating added value from the sawo to increase farmers' income. The objectives of this study were . to analyze the income of sawo processing business and . to analyze the added value of processed sawo into processed food products. This research was conducted purposively in Pendebah Village. Kamal District. Bangkalan Regency. The results showed that the monthly net income was Rp 2,393,500, the business managed costs effectively and generated more revenue than operating costs, the Revenue Cost Ratio (RCR) result was 1. This indicates the efficiency of production and sales cost However, it should be noted that too high a ratio may indicate excessive cost savings, which may lead to poor quality products or services. In addition, the analysis results show that the processing of sawo brownies has high added value with three indicators of added value, with a profit of 87. This shows that the processing of mustard brownies is very financially profitable because it not only saves resources but is also effective. Keywords: Income Analysis. Value-added. Mustard brownies Abstrak Sawo merupakan salah satu komoditas unggulan di Desa Pendebah. Kecamatan Kamal. Kabupaten Bangkalan. Tetapi, pemasaran sawo masih terkendala harga yang relatif rendah ketika musim panen tiba sehingga berdampak terhadap pendapatan petani. Hal ini bisa dicarikan solusi salah satunya dengan menciptakan nilai tambah dari sawo tersebut untuk dapat meningkatkan pendapatan petani. Tujuan penelitian ini yaitu . menganalisis pendapatan usaha pengolahan sawo dan . menganalisis nilai tambah olahan sawo menjadi produk olahan pangan. Penelitian ini dilakukan secara sengaja di Desa Pendebah. Kecamatan Kamal. Kabupaten Bangkalan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pendapatan bersih bulanan adalah Rp 2. 500, usaha ini mengelola biaya dengan efektif dan menghasilkan pendapatan lebih besar daripada biaya operasional, hasil Revenue Cost Ratio (RCR) sebesar 1,19. Ini menunjukkan efisiensi manajemen biaya produksi dan penjualan. Namun, perlu diperhatikan bahwa rasio yang terlalu tinggi dapat menunjukkan penghematan biaya yang berlebihan, yang dapat menyebabkan produk atau layanan tidak berkualitas. Selain itu, hasil analisis menunjukkan bahwa proses pengolahan brownies sawo memiliki nilai tambah tinggi dengan tiga indikator nilai tambah, dengan keuntungan sebesar 87,8%. Ini menunjukkan bahwa pengolahan brownies sawo sangat menguntungkan secara finansial karena tidak hanya menghemat sumber daya tetapi juga efektif. Kata Kunci: Analisis Pendapatan. Nilai tambah. Brownis sawo Jurnal Bisnis Tani Vol 10. No 1. April 2024 Universitas Teuku Umar ISSN 2477-3468 15 - 22 Tren positif ini terus berlanjut PENDAHULUAN Sektor pertanian memiliki peranan hingga tahun 2023, di mana produksi sawo penting dalam pembangunan ekonomi melonjak tajam menjadi 12. 452 kwintal. Ini negara baik jangka panjang dan jangka menunjukkan peningkatan sebesar 53,2% Selain itu, sektor pertanian juga dibandingkan dengan produksi pada tahun Secara keseluruhan, selama periode Jika 2020 hingga 2023, produksi sawo di Kabupaten Bangkalan meningkat hampir makin meningkat positif, maka sektor tiga kali lipat, dari 4. 250 kwintal menjadi pertanian berperan besar untuk menjaga 452 kwintal. Peningkatan yang konsisten tingkat pertumbuhan dan perkembangan setiap tahunnya mencerminkan adanya ekonomi nasional. Subsektor perkebunan merupakan salah satu sektor pertanian yang memiliki potensi cukup besar untuk dukungan dari pihak terkait dalam upaya terus dikembangkan. meningkatkan produksi sawo di daerah Salah satu komoditas subsektor tersebut (BPS Bangkalan, 2. Usahatani sawo masih didominasi perkebunan adalah tanaman sawo. Desa Pendebah merupakan salah satu daerah menyebabkan minat generasi muda di Desa Kecamatan Kamal. Kabupaten Bangkalan, on-farm Pendebah relatif rendah untuk bekerja dan Jawa Timur. Sehingga buah sawo menjadi membuka usaha di bidang pengolahan hasil salah satu komoditas unggul di daerah Dalam rangka menciptakan nilai Produksi sawo di Kabupaten tambah, maka produk hasil pertanian perlu Bangkalan menunjukkan tren peningkatan diolah lebih lanjut menjadi suatu produk. yang signifikan dalam periode empat tahun Buah sawo dapat dimanfaatkan menjadi Pada tahun 2020, produksi sawo beberapa produk seperti manisan, dodol, tercatat sebanyak 4. 250 kwintal. Angka ini meningkat secara substansial pada tahun sebagainya (Fitrasyah et al. , 2. Melihat masih adanya prospek untuk 64,0% lebih dikembangkan, sehingga memerlukan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. upaya dalam meningkatkan pendapatan Pada tahun 2022, produksi sawo kembali Hal tersebut perlu dilakukan demi mengalami peningkatan, mencapai 8. peningkatan nilai tambah produk sawo, kwintal, atau meningkat sebesar 16,6% dari peningkatan pendapatan dan terciptanya Jurnal Bisnis Tani Vol 10. No 1. April 2024 Universitas Teuku Umar lapangan kerja. Oleh karena itu, tujuan ISSN 2477-3468 15 - 22 P = Harga Produk (R. penelitian ini adalah : . menganalisis Metode hayami merupakan metode yang pendapatan usaha pengolahan sawo dan . menganalisis nilai tambah olahan sawo kilogram bahan baku setelah mendapatkan menjadi produk olahan pangan. perlakukan (Aji et al. , 2. Besarnya nilai tambah merupakan selisih dari harga METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan secara sengaja di Desa Pendebah. Kecamatan Kamal. Kabupaten output dengan sumbangan input lainnya dan harga bahan baku. Bangkalan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah primer untuk menghitung pendapatan dan nilai tambah serta data sekunder yang diperoleh dari literatur. Analisis Tabel 1. Analisis Perhitungan Nilai Tambah Metode Hayami Variabel Nilai Satuan Output ton/th ton/th Bahan Baku Tenaga Kerja HOK/th digunakan untuk mengetahui berapa besar D=A/B ton/th pendapatan usaha pengolahan sawo. E=C/B HOK/th A =TR - TC Faktor Konversi Koefisien Tenaga Kerja Langsung Harga Output Upah Rata-rata tenaga kerja Rp/ton Rp/HO Rp/hto Keterangan : = Pendapatan (R. sumbangan input 10 nilai output TR = Total Penerimaan (R. TC = Total Biaya (R. Total Harga bahan baku 11 nilai tambah Rasio nilai tambah menggunakan rumus sebagai berikut : TC = FC VC Imbalan Tenaga Kerja Keterangan : Bagian Tenaga Kerja TC = Total Biaya (R. 13 keuntungan FC = Biaya Tetap (R. tingkat keuntungan VC = Biaya Variabel (R. Penerimaan menggunakan rumus sebagai berikut : 14 Marjin Pendapatan tenaga kerja langsung TR = Q . Keterangan : TR = Total Penerimaan (R. Q = Jumlah Produk (K. sumbangan input Keuntungan Rp/th J=DxF Rp/th K=J-H-I L (%)= (K/J)X100 Rp/th M=E X G N (%) = (M/K) X O = K-M P (%) = (O/K) X Q = J-H R (%) = (M/Q) X S (%) = (I/Q) X T (%) = (O/Q) X Rp/HO Rp/th Rp/th Jurnal Bisnis Tani Vol 10. No 1. April 2024 Universitas Teuku Umar ISSN 2477-3468 15 - 22 Tabel 2. Biaya Variabel Pembuatan Brownies Sawo HASIL PEMBAHASAN Uraian Telur Harga Satuan (Rp/@) merupakan kegiatan penting yang dapat mempengaruhi produksi suatu usaha. Hal Gula Pasir Tepung Terigu Vanili Soda Kue tersebut dikarenakan bahan baku akan menentukan keberhasilan produksi dan keberlanjutan usaha. Bahan baku utama Dark Cooking Chocolate Mentega Bubuk Coklat Susu Kental Manis Cokelat Total Asal dan Jenis Bahan Baku Kegiatan dalam proses pengolahan brownies sawo ini adalah sawo matang. Selain itu, bahan input lain yang diperlukan dalam pengolahan Jumlah Jumlah (R. Sumber : Data Primer . , 2024 brownies sawo diantaranya adalah telur, gula pasir, tepung terigu, vanili, soda kue. SP. Dark Cooking Chocolate (DCC), mentega, bubuk coklat dan susu kental manis coklat. Mentega terbesar dalam produksi brownies sawo menentukan kualitas produk akhir, baik dari Analisis Pendapatan segi tekstur, rasa, maupun stabilitas adonan Usaha pengolahan brownies sawo merupakan (Gisslen. McGee. Figoni. menggabungkan keunikan rasa sawo dengan popularitas brownies. Analisis pendapatan dari usaha ini penting untuk memahami kelayakan Tabel 3. Biaya Tetap (Penyusuta. Pembuatan Brownies Sawo Uraian Juml (Uni. Jumlah (R. Umur Ekon . Biaya Penyusut (Rp/th. brownies sawo adalah yang paling besar di Oven antara biaya variabel lainnya karena perannya Mixer Loyang Alat Lainny ekonominya serta prospek ke depan. Biaya mentega dalam pembuatan yang krusial dalam menentukan kualitas produk akhir, harga yang relatif tinggi, dan Total Penyusutan Sumber : Data Primer . , 2024 Pengelolaan yang tepat terhadap biaya ini dapat membantu dalam mencapai efisiensi biaya dan memastikan keberlanjutan usaha. Biaya penyusutan oven lebih besar dibandingkan peralatan lain karena harga perolehan yang tinggi, penggunaan intensif. Jurnal Bisnis Tani Vol 10. No 1. April 2024 Universitas Teuku Umar Keberadaan oven sangat ISSN 2477-3468 15 - 22 relatif singkat. produksi sebesar Rp 12. 500, pendapatan bersih yang diperoleh adalah Rp 2. 500 per produksi brownies sawo karena perannya yang esensial dalam proses pemanggangan, memastikan pengolahan brownies sawo memiliki potensi keuntungan yang baik dengan manajemen meningkatkan efisiensi produksi. Oven Ini biaya yang efisien (Horngren et al. , 2020. Warren et al. , 2017. Gisslen, 2. memanggang brownies, mengubah adonan Revenue Cost Ratio (RCR) Usaha menjadi produk jadi dengan tekstur dan rasa Brownies Sawo sebesar 1,19 mengindikasikan yang diinginkan (Figoni, 2. Oven industri bahwa usaha brownies sawo mengelola biaya dengan efektif, menghasilkan pendapatan lebih konsistensi kualitas setiap batch. Tanpa oven besar dibandingkan biaya operasional. Rasio ini yang baik, hasil pemanggangan bervariasi, menunjukkan efisiensi dalam manajemen biaya produksi dan penjualan. Namun, rasio yang reputasi bisnis (Gisslen, 2. penghematan biaya yang berlebihan, yang Tabel 3. Biaya Tetap (Tenaga Kerj. Pembuatan Brownies Sawo Uraian Jumlah . Harga Satuan (Rp/@) Jumlah (R. Tenaga Kerja Sumber : Data Primer . , 2024 berpotensi mengorbankan kualitas produk atau Pengelolaan biaya harus seimbang untuk memastikan efisiensi tidak mengurangi kualitas, yang dapat berdampak negatif pada kepuasan pelanggan dan reputasi bisnis (Horngren. Datar. , & Rajan. Biaya tenaga kerja dalam produksi brownies sawo terdiri dari gaji karyawan. Total biaya tenaga kerja bulanan memberikan gambaran tentang komponen signifikan dalam manajemen keuangan dan penetapan harga Warren. Reeve. , & Duchac. Gisslen. Tabel 4. Produksi Brownies Sawo. Nilai Produksi dan Pendapatan Usaha Pembuatan Brownies Sawo produk (Smith. Berdasarkan Table 4, bahwa produksi brownies sawo dengan rata-rata 250 loyang per bulan, dengan harga jual Rp 60. 000 per loyang. Setelah Uraian Brownies Sawo Harga Jual Bolu (Rp/Loyan. Nilai Produksi / Peneriman (R. Biaya Produksi (R. Pendapatan (Rp/th. Produksi Perbulan Produksi Pertahun Sumber : Data Primer . , 2024 Jurnal Bisnis Tani Vol 10. No 1. April 2024 Universitas Teuku Umar ISSN 2477-3468 15 - 22 Hasil analisis menunjukkan bahwa Analisis Nilai Tambah Nilai tambah adalah konsep penting nilai tambah pada proses pengolahan dalam ekonomi dan bisnis yang merujuk brownies sawo mencapai 78,4%, dengan pada peningkatan nilai produk atau jasa marjin pemasaran sebesar Rp 153. melalui produksi, distribusi, atau layanan per tahun dan keuntungan mencapai tambahan, yang meningkatkan kegunaan, 87,8%. Berdasarkan kriteria nilai tambah, kualitas, atau daya tarik produk sehingga yang terbagi menjadi tiga indikator: . konsumen bersedia membayar lebih tinggi nilai tambah <15% dikategorikan rendah, (Kotler & Keller, 2. nilai tambah 15%-40% dikategorikan sedang, dan . nilai tambah >40% Tabel 5. Analisis Nilai Tambah Brownies Sawo Uraian Output. Input. Harga Ouput /Total Produksi (Brownies Saw. Loyang Input Green Bean (K. Input Tenaga Kerja (Rp/HOK) Faktor Konversi Koofesien Tenaga Kerja Harga Output (Rp/K. Upah Tenaga Kerja (Rp/HOK) Nilai Konversi Tingkat Keuntungan (%) maka pengolahan brownies sawo masuk dalam kategori nilai tambah tinggi. D=A/B E=C/D Hal ini menegaskan bahwa proses pengolahan brownies sawo tidak hanya efisien dalam memanfaatkan sumber daya Peneriman Keuntungan (Rp/K. Harga Baku/ Kg Harga Input Lain (Rp/K. Nilai Ouput Olahan J=DxF Nilai Tambah (R. K=J-H-I Rasio Nilai Tambah (%) L%=(K/J)x100 Pendapatan Tenaga Kerja (Rp/K. M=ExG Pangsa Tenaga Kerja (%) N=(M/K)x100 Keuntungan (Rp/K. O=K-M dikategorikan tinggi (Dilana et al. , 2. Jlh Nilai P%=(O/J)x100 Efisiensi yang tinggi dalam produksi dan distribusi brownies sawo memastikan bahwa setiap tahapan proses mampu memberikan nilai ekonomi yang signifikan, profitabilitas usaha secara keseluruhan. Keunggulan pengolahan brownies sawo sebagai model yang baik dalam industri makanan ringan, menunjukkan bahwa strategi manajemen Balas Jasa Pemilik Faktor Produksi Marjin (Rp/K. Q=J-H R%= Tenaga Kerja (%) (M/Q)x100 Modal (%) Keuntungan (%) biaya dan pemasaran yang diterapkan sangat efektif dalam menciptakan nilai S%=(I/Q)x100 T%=(O/Q)100 tambah yang substansial. Sumber : Data Primer . , 2024 Jurnal Bisnis Tani Vol 10. No 1. April 2024 Universitas Teuku Umar ISSN 2477-3468 15 - 22 the Fundamentals of Baking Science. John KESIMPULAN Berdasarkan analisis, produksi brownies Wiley & Sons. sawo rata-rata 250 loyang per bulan dengan Fitrasyah. Utami. Rahman. Tangkas. harga jual Rp 60. 000 per loyang menghasilkan . Utami. Aiman. A Mappiratu. penerimaan Rp 15. 000 per bulan dan . Bolu Kukus Berbahan Dasar Buah pendapatan bersih Rp 2. 500 setelah biaya Sawo Manila dan Tepung MOCAF sebagai produksi Rp 12. Revenue Cost Ratio Menu (RCR) sebesar 1,19 menunjukkan pengelolaan Kesehatan Masyarakat, 13. , 658Ae675. biaya yang efektif, meski harus seimbang untuk Gisslen. Professional Baking. John menjaga kualitas. Nilai tambah pada proses Selingan Alternatif. Jurnal Wiley & Sons. pengolahan brownies sawo mencapai 78,4%. Horngren. Datar. , & Rajan. dengan marjin pemasaran Rp 153. 000 per . Cost Accounting: A Managerial tahun dan keuntungan 87,8%, masuk kategori Emphasis. Pearson Education. tinggi (Dilana et al. , 2. Proses pengolahan Khoirudin. , & MustaAoin. Analisis ini efisien dan menguntungkan, menjadikannya Determinan Ketimpangan Pendapatan di model yang baik dalam industri makanan ringan. Daerah Istimewa Yogyakarta. Tirtayasa Ekonomika, 15. , https://doi. org/10. 35448/jte. DAFTAR KEPUSTAKAAN Aji. Yudhistira. , & Sutopo. Kusumiyati. Farida. Sutari. , & Mubarok. Analisis Nilai Tambah Pengolahan Ikan . Mutu buah sawo selama periode Lemuru Menggunakan Metode Hayami. simpan berbeda. Jurnal Kultivasi, 16. Jurnal Ilmiah Teknik Industri, 17. , 56. 451Ae455. https://doi. org/10. 23917/jiti. Nuzuliyah. Analisis Nilai Tambah Arianti. , & Waluyati. Analisis Produk Olahan Tanaman Rimpang (Added Nilai Tambah dan Strategi Pengembangan Value Analysis of Rhizome Produc. Jurnal Agroindustri Gula Merah di Kabupaten Teknologi Dan Manajemen Agroindustri. Madiun. Jurnal Ekonomi Pertanian Dan 7. Agribisnis, 3. , 256Ae266. https://doi. org/10. 21776/ub. 31Ae38. Retrieved http://w. McGee. On Food and Cooking: The Science and Lore of the Kitchen. Scribner. Dilana. , et al. Indikator Nilai Tambah Putra. Gunawan. , & Purnomo. dalam Pengolahan Produk. Journal of . Analisis Pendapatan dan Nilai Economic Studies. Tambah Figoni. How Baking Works: Exploring Industri Pengolahan Kopi : Pendekatan Metode Hayami. Indonesian. Jurnal Bisnis Tani Vol 10. No 1. April 2024 Universitas Teuku Umar ISSN 2477-3468 15 - 22 Journal Of Development Economics, 3. , 994Ae1005. Retrieved https://journal. id/sju/index php/efficientAnalisis Thamrin. Novita. , & Hasanah. Kontribusi Pendapatan Pengupas Bawang Merah Terhadap Pendapatan Keluarga. JASc (Journal of Agribusiness Science. , 2. , 26Ae31. https://doi. org/10. 30596/jasc. Warren. Reeve. , & Duchac. Financial Managerial Accounting. Cengage Learning