https://jurnal. id/index. php/pustakamitra DOI : https://doi. org/10. 55382/jurnalpustakamitra. Vol. No. E ISSN : 2808-2885 Optimalisasi Pengetahuan dan Keterampilan Pembuatan Katalog Digital Pelaku UMKM Desa Wisata Nusantara Banyumas Indah Puspitasari1. Kristianto Setiawan2. Gigih Ariastuti Purwandari3. Eka Dyah Puspita Sari4. Lely Tri Wijayanti5 Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, fakultas Ilmu Budaya. Universitas Jenderal Soedirman, 1*indah. puspitasari@unsoed. Abstract It is undeniable that currently. MSMEs really need digital marketing to expand their market. One of the needs that people are interested in when shopping is the ease of viewing and selecting the products offered. This convenience can be facilitated by creating a digital catalog. Besides being easy to share, digital catalogs are also able to provide clear information to buyers. It is hoped that digital catalog can increase the number of This activity has the following objectives: first is to determine the knowledge possessed by participants about digital catalogs, and second is to determine the skills possessed by participants about digital catalog creation techniques. This activity carried out based on training and mentoring to introduce digital catalogs and copywriting techniques with the AIDA concept which includes Attention. Interest. Desire and Action. The training, practice and mentoring were done by the teaching and learning cycle method. It was included . Building knowledge, . Modeling, . joint construction and, . independent construction. To measure the level of success of the activity there were three types of evaluation. The first evaluation was the initial stage through Pre-test via Gform to determine the level of initial understanding and knowledge. Second evaluation was the stage of implementing the activity through observation, discussion, practice and assessment of the final product. The last evaluation was post-test G-form questionnaire. With this evaluation stages, the knowledge and skill domains of the participants were evaluated to determine their understanding of digital catalogs. In conclusion, from the results of the training there was an increase in knowledge of 29. 06% and an increase in the skills of participants in making digital catalogs from 20% to 80%. Keywords: digital marketing, digital catalogue, copywriting, promotion. MSME Abstrak Tidak dipungkiri bahwa saat ini pelaku UMKM sangat membutuhkan digital marketing untuk memperluas pasar Salah satu kebutuhan yang diminati saat orang berbelanja adalah kemudahan dalam melihat dan memilih produk yang ditawarkan. Kemudahan ini bisa difasilitasi dengan pembuatan katalog digital. Selain mudah untuk dibagikan, katalog digital juga mampu memberikan informasi yang jelas kepada pembeli. Sehingga harapannya, katalog digital ini mampu meningkatkan jumlah penjualan. Kegiatan ini memiliki tujuan yakni untuk . mengetahui pengetahuan . yang dimiliki peserta tentang katalog digital. mengetahui keterampilan . yang dimiliki peserta tentang teknik pembuatan katalog digital. Kegiatan ini dilakukan dengan berbasis pelatihan dan pendampingan untuk mengenalkan tentang katalog digital serta teknik copywriting dengan AIDA konsep yang meliputi Attention. Interest. Desire dan Action. Metode yang digunakan berupa pelatihan, praktik dan pendampingan dengan metode teaching and learning cycle. Building knowledge, . Modelling, . joint construction and, . independent construction dan . Untuk mengukur tingkat keberhasilan kegiatan ada tiga jenis evaluasi: . tahap awal melalui Pre-test melalui Gform Submitted : 31-07-2025 | Reviewed : 25-08-2025 | Accepted : 30-09-2025 Indah Puspitasari1. Kristianto Setiawan2. Gigih Ariastuti Purwandari3. Eka Dyah Puspita Sari4. Lely Tri Wijayanti5 Jurnal Pustaka Mitra Vol . 5 No. 341 Ae 347 guna mengetahui tingkat pemahaman dan pengetahuan awal, . tahap pelaksanaan kegiatan/ proses kegiatan melalui pengamatan, diskusi, praktek dan penilaian produk akhir . tahap akhir melalui post- test kuesioner Gform. Dengan tahap evaluasi ini, ranah knowledge dan skill para peserta dievaluasi guna mengetahui peningkatan pemahaman mereka tentang katalog digital. Kesimpulannya, dari hasil pelatihan terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 29. 06 % dan peningkatan keterampilan peserta pembuatan katalog digital dari 20 % menjadi 80%. Kata kunci: digital marketing, katalog digital, digital catalogue, copywriting, promotion. UMKM. A 2025 Author Creative Commons Attribution 4. 0 International License Pendahuluan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Selain mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. UMKM juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal hingga nasional. Namun, di era digital yang semakin berkembang, pelaku UMKM dihadapkan pada tantangan untuk mengikuti transformasi digital guna meningkatkan daya saing mereka . Salah satu komunitas penggerak UMKM dan pariwisata di Kabupaten Banyumas adalah Desa Wisata Nusantara (Dewisn. Dewisnu berdiri pada tanggal 14 Pebruari 2018 atas inisiatif dari 9 (Sembila. orang pendiri yang tertarik dengan pengembangan desa sebagai subyek pembangunan agar menjadi sebuah desa yang unggul dibidang ekonomi dan seni budaya . Desa Wisata Nusantara memiliki cabang tersebar di 30 provinsi dan salah satunya ada di Kabupaten Banyunas, yang selanjutnya disebut Desa Wisata Nusantara Banyumas. Desa Wisata Nusantara Banyumas diketuai oleh Bapak Eko Katamto pegiat wisata dari desa Gerduren. Banyumas. Potensi yang dimiliki Dewisnu adalah pertama, potensi sumber daya manusia yang aktif dan semangat untuk membangun bersama desa wisata Jumlah anggota yang terlibat di group whatsapp Dewisnu sebanyak 149 orang dan terbagi menjadi pegiat desa wisata dan pegiat UMKM . Kedua, potensi produk-produk wisata yang bervariatif dan berbasis kearifan lokal. Produk mereka berpotensi untuk dipromosikan dan dijual dikalangan lokal, nasional dan internasional, seperti kerajinan lidi, payung tradisional, dan lain-lain . Produk tersebut berpotensi eksport, sehingga media promosi berbahasa Inggris dibutuhkan untuk dapat menjaring potential buyer dari luar negeri . Beberapa produk seperti sapu lidi pernah di ekspor oleh Indonesia untuk pasar India dan Korea, produk anyaman juga pernah di ekspor ke negara- negara Eropa. Amerika dan Australia . Sehingga, jika dapat memaksimalkan potensi ini. Dewisnu dapat menjadi komunitas yang mampu menggerakkan UMKM dengan baik. Desa Wisata Nusantara Kabupaten Banyumas merupakan salah satu komunitas masyarakat pegiatan UMKM dan pariwisata yang berpotensi untuk berkembang pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif . Di desa ini, pelaku UMKM yang memproduksi berbagai produk lokal unggulan, mulai dari kerajinan tangan hingga produk kuliner khas daerah Banyumas. Namun, meskipun produk-produk tersebut memiliki nilai jual yang tinggi. Dewisnu mengalami kendala atau msalah pada keterbatasan pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia dalam pemasaran digital. Hal itu menjadi meningkatkan omset penjualan . Sehingga tantangan utama mereka adalah kapasitas sumber daya manusia dan minimnya pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran produk. Pembuatan katalog digital menjadi salah satu solusi strategis yang dapat membantu pelaku UMKM untuk mempromosikan produk secara lebih luas, efektif, dan efisien . Dengan adanya katalog digital, produk dapat dipresentasikan secara profesional melalui platform online, sehingga dapat diakses oleh pasar yang lebih luas, termasuk konsumen domestik dan internasional. Oleh karena itu, optimalisasi pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam membuat katalog digital sangat diperlukan agar mereka mampu bersaing di pasar digital yang semakin kompetitif . Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM di Desa Wisata Nusantara Banyumas dalam pembuatan katalog digital. Melalui pelatihan dan pendampingan intensif, diharapkan para pelaku usaha dapat memanfaatkan teknologi digital sebagai alat pemasaran yang efektif, sehingga dapat meningkatkan daya saing dan memperluas jaringan pemasaran produk mereka. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan keterampilan teknis. Submitted : 31-07-2025 | Reviewed : 25-08-2025 | Accepted : 30-09-2025 Indah Puspitasari1. Kristianto Setiawan2. Gigih Ariastuti Purwandari3. Eka Dyah Puspita Sari4. Lely Tri Wijayanti5 Jurnal Pustaka Mitra Vol . 5 No. 341 Ae 347 tetapi juga untuk memberdayakan pelaku UMKM agar lebih siap menghadapi tantangan digitalisasi dalam bisnis mereka. Metode Pengabdian Masyarakat Kegiatan dilaksanakan di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman di tahun pelaksanaan kegiatan Sasaran kegiatan pelatihan ini adalah pelaku UMKM Desa Wisata Nusantara Banyumas . sebanyak 30 peserta. Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada tanggal 27-28 Juli 2024, namun kegiatan pendampingan dilaksanakan 1 bulan sebelum dan setelahnya. Metode kegiatan pelatihan ini adalah dengan melakukan kegiatan penggabungan antara teori dan Pelatihan dilakukan dengan langkahlangkah sebagai berikut: . Pre-test, . Pemaparan materi dengan metode Building Knowledge dan Modelling, . Praktik dengan metode Joint construction dan independent construction, . pendampingan, . post-test. Metode teaching and learning cycle yang meliputi Building Knowledge. Modelling. Joint Construction, dan Independent Construction diambil dari teori SFL genre- based approach . Langkah-langkah pelatihan meliputi empat tahap, yang merupakan tahapan teaching and learning cycle yaitu building knowledge, modeling, join construction dan independent construction. Building knowledge of the field (BKOF) yaitu kegiatan yang digunakan untuk membangkitkan dan membangun pemahaman materi. BKOF meliputi pengembangan kesiapan dan pemahaman peserta terkait dengan materi . , pengembangan pemahaman peserta tentang materi- materi yang relevan dan diskusi pengalaman. Modeling yaitu tahap memberikan materi dan contoh yang autekntik. Teks Model yang digunakan didapat dengan cara mencari di internet bisa berupa video, teks ataupun gambar. Tim pengabdi dan peserta sama-sama melihat tampilan dan tulisan yang ada pada teks tersebut. Join construction yaitu tahap mengajak peserta untuk berlatih bersama-sama menganalisis kasus Independent construction yaitu tahap peserta untuk berlatih secara individual. Instrumen evaluasi meliputi dua hal yaitu. pre-test dan post-test. Digunakan untuk mengukur aspek kognitif peserta pelatihan. Pre- test dan post test terdiri dari 15 soal pilihan ganda. Pertanyaan terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian pertanyaan terkait pemahaman copywriting, pemahaman desain dan visualisasi brosur, dan pemahaman katalog digital. Masing-masing bagian terdiri dari lima pertanyaan. Instrumen evaluasi kedua yaitu unjuk kerja. penilaian keterampilan . peserta didasarkan kepada pertanyaan dasar, apakah pernah membuat katalog digital atau belum. Selanjutnya, kami juga menyediakan form penilaian produk yang terdiri 1. Kreativitas desain . %), 2 Kesesuaian tema dengan elemen visual . %), 3 Kejelasan informasi dan teks . %), 4. Tata letak dan estetika . %), dan 5. Kerapian & ketaatan instruksi . %). Hasil dan Pembahasan Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat dimulai dengan acara pembukaan. Setelah pembukaan acara dilanjutkan dengan menjabarkan rancangan dan rencana kegiatan pelatihan selama 2 hari. Pada sesi ini, para peserta juga diminta untuk mengidentifikasi dan menyampaikan permasalahan yang ditemui di lapangan saat kegiatan pembuatan brosur dan katalog digital. Setelah itu, peserta melakukan pretest yang telah disediakan pada link google form. Kegiatan pre-test ini bertujuan untuk mengukur kompetensi awal para peserta. Soal pre-test adalah pertanyaan-pertanyaan berisi aspek - aspek yang harus dipenuhi pada tercapainya kompetensi meliputi analisis masalah dan kebutuhan, analisis pemahaman copywriting, analisis pemahaman katalog digital. Kegiatan pertama adalah pelatihan copywriting. Pemaparan materi meliputi materi definisi, konsep AIDA, jenis-jenis gaya bahasa promosi, penggunaan teknologi AI untuk copywriting . Selanjutnya kegiatan modelling: memberikan contoh-contoh copywriting dan melakukan penulisan headline produk secara bersama- sama serta diberikan Kegiatan terakhir untuk sesi copywriting adalah dengan melakukan penulisan copywriting untuk produk mereka. Kegiatan kedua adalah pelatihan visualisasi brosur. Pemaparan materi meliputi definisi, unsur-unsur brosur, hierarki visual, tipografi dan komposisi warna, aplikasi desain brosur. Selanjutnya, kegiatan modelling dilakukan dengan memberikan contohcontoh brosur yang pernah dibuat kemudian dibahasa kekurangan dan kelebihannya. Kemudian, peserta melakukan desain brosur secara bersamasama dan diberikan feedback. Terakhir, peserta melakukan desain brosur untuk produk mereka secara mandiri. Gambar 1. Kegiatan pelatihan Submitted : 31-07-2025 | Reviewed : 25-08-2025 | Accepted : 30-09-2025 Indah Puspitasari1. Kristianto Setiawan2. Gigih Ariastuti Purwandari3. Eka Dyah Puspita Sari4. Lely Tri Wijayanti5 Jurnal Pustaka Mitra Vol . 5 No. 341 Ae 347 Tabel 1. Nilai Pre test dan post test aspek peningkatan pengetahuan . peserta Aspek Copy Gambar 2. Foto produk untuk katalog Kegiatan ketiga adalah pelatihan pembuatan katalog digital. Pemaparan materi meliputi definisi, unsur-unsur katalog, dan langkah Ae langkah membuat katalog digital. Selanjutnya, kegiatan modelling dilakukan dengan memberikan contoh-contoh katalog yang pernah dilihat dan dibuat kemudian dianalisis kekurangan dan Kemudian, pemateri melakukan tutorial membuat katalog digital, peserta melakukan desain katalog digital secara bersamasama dan diberikan feedback. Terakhir. Peserta melakukan desain katalog digital untuk produk mereka secara mandiri, dan didampingi oleh Brosur seperti pada gambar 3. Gambar 3. Brosur produk . ebelum pelatiha. Hasil pengetahuan . spek kogniti. meliputi pelatihan copywriting, visualisasi brosur dan katalog digital adalah dengan melihat hasil dari pretest dan post test Berikut hasil pre test dan post test : Visualisasi Katalog Digital Kognitif Pre Test (%) Post Test( Kenaikan Definisi Perbedaan dan content Elemenelemen dalam Cara menarik Teknik Rata-rata Pernah desain brosur Elemenelemen penting dalam Tipografi Hierarki visual dalam Penataan ruang . Rata-rata Definisi Unsur-unsur Teknik Pembuatan Pengalaman Penggunaan Katalog Rata-rata Nilai . ari 44,933 74,667 29,06667 Dari data di tabel 1 menunjukkan bahwa terdapat kenaikan rata-rata nilai peserta dari 44,93 ke 74,66 atau mengalami kenaikan sebesar 29. 06 %. Setiap rubrik penilian mengalami peningkatan. Submitted : 31-07-2025 | Reviewed : 25-08-2025 | Accepted : 30-09-2025 Indah Puspitasari1. Kristianto Setiawan2. Gigih Ariastuti Purwandari3. Eka Dyah Puspita Sari4. Lely Tri Wijayanti5 Jurnal Pustaka Mitra Vol . 5 No. 341 Ae 347 Hasil dari peningkatan kognitif atau pemahaman peserta juga dapat terlihat dari peningkatan ketrampilan . spek skil. desain katalog digital yang mereka buat. Awalnya hanya 20 % UMKM ( 6 UMKM) yang pernah membuat dan menggunakan katalog digital, namun sekarang dengan adanya praktik bersama, ketrampilan pembuatan katalog digital menjadi 80% . UMKM). Penilaian keterampilan pembuatan katalog ada di tabel 2. Tabel 2. Nilai Produk Katalog Digital Rubrik Nilai Rata-rata Kreatifitas desain . %) Kesesuaian tema dengan 75 elemen visual . %) Kejelesan informasi dan 75 %) Tata Letak dan estetika 75 Kerapihan dan ketaatan instruksi . %) Rata-rata nilai Nilai Konversi Penilaian produk yang terdiri 1. Kreativitas desain . %), 2 Kesesuaian tema dengan elemen visual . %), 3 Kejelasan informasi dan teks . %), 4. Tata letak dan estetika . %), dan 5. Kerapian & ketaatan instruksi . %). Sehingga nilai rata-rata keterampilan UMKM dalam membuat katalog Beberapa contoh katalog yang telah dibuat pada gambar 1-8. Gambar 5. Katalog produk setelah pelatihan Gambar 6. Foto produk sebelum pelatihan Gambar 4. Foto Produk sebelum pelatihan Submitted : 31-07-2025 | Reviewed : 25-08-2025 | Accepted : 30-09-2025 Indah Puspitasari1. Kristianto Setiawan2. Gigih Ariastuti Purwandari3. Eka Dyah Puspita Sari4. Lely Tri Wijayanti5 Jurnal Pustaka Mitra Vol . 5 No. 341 Ae 347 masyarakat dan kemasyarakatan khususnya di Kabupaten Banyumas. Sehingga visi Desa wisata Nusantara sejalan dengan visi kami para akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman. Pelatihan pembuatan katalog digital bagi pelaku UMKM Desa Wisata Nusantara Banyumas bertujuan agar mereka siap dengan seiring usaha pemerintah dalam meningkatkan sektor pariwisata. Hal ini dikarenakan, pemerintah terus memperbaiki enam masalah utama dalam pengembangan pariwisata Indonesia salah satunya adalah meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM). Sehingga nantinya pengembangan industri kreatif dapat menjadi sektor andalan pendapatan Indonesia . Setelah kegiatan pengabdian terlaksana, tentunya ada evaluasi yang dilaksanakan oleh tim yaitu mengukur tingkat keberhasilan program ini. Ukuran keberhasilan dari kegiatan ini adalah . peserta mengalami peningkatan pengetahuan melalui pemahaman materi copywriting, teknik visualisasi brosur, dan katalog digital yang dibuktikan dengan peningkatan pemahaman di preAetest dan post-test. Peserta mengalami peningkatan ketrampilan copywriting, teknik visualisasi brosu, dan katalog digital yang dibuktikan dengan peningkatan kualitas brosur dan katalog digital yang mereka produksi. Gambar 7. Katalog produk setelah pelatihan Seperti yang kita lihat pada gambar 3, bahwa media promosi yang sebelumnya digunakan adalah ketikan teks dan gambar di Microsoft words. Kemudian di gambar 4, promosi dengan foto dan dibagikan di media sosial. Di gambar 6, promosi mengunakan foto dan desain canva sederhana. Setelah pelatihan gambar 5 dan gambar 7 adalah contoh katalog digital yang telah dibuat, selanjutnya katalog dapat dibagikan di media sosial untuk mempermudah pembeli memilih produknya. Kesimpulan Kendala yang dihadapi dalam kegiatan pelatihan ini antara lain: peserta memiliki latar belakang yang berbeda usia, pendidikan, ketrampilan dasar. Kendala yang kedua adalah alat atau teknologi yang Mereka sudah memiliki Hp Android, namun hp yang mereka miliki terbatas pada kapasitas Sehingga saat mereka akan menginstal aplikasi-aplikasi yang dibutuhkan tidak bisa langsung terinstal. Mereka harus menghapus aplikasi yang lain yang ada di hp mereka. Harapannya di tahun- tahun depan. UMKM Desa Wisata Nusantara Banyumas dapat lebih adaptif, tidak hanya fokus ke pengembangan produk saja, namun juga mampu meningkatan keterampilan komunikasi, keterampilan penggunaan teknologi untuk promosi, dan keterampilan kolaborasi dengan berbagai pihak, sehingga produk akan banyak dikenal luas. Ucapan Terimakasih