(JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 . Oktober 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. GAMBARAN KADAR C-REACTIVE PROTEIN (CRP) PADA PENDERITA ASAM URAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SITI FATIMAH AZ-ZAHRA PROVINSI SUMATERA SELATAN DESCRIPTION OF C-REACTIVE PROTEIN (CRP) IN GOUT PATIENTS AT SITI FATIMAH AZ-ZAHRA REGIONAL PUBLIC HOSPITAL SOUTH SUMATRA PROVINCE Siti NurhidayahA. Hamril Dani2. Refai3. Anton Syailendra4. Ihsan Tarmizi5 1,2,3,4,5, Poltekkes Kemenkes. Palembang. Indonesia . mail korespondensi: sitinurhidayah@student. ABSTRAK Latar Belakang: Asam urat merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar asam urat dalam darah . dan dapat memicu inflamasi. C-Reactive Protein (CRP) adalah protein fase akut yang meningkat saat terjadi peradangan dan dapat menjadi indikator inflamasi pada penderita asam urat. Pemeriksaan CRP dapat memberikan gambaran adanya inflamasi, terutama pada pasien dengan komorbiditas seperti hipertensi dan diabetes mellitus (DM). Tujuan: Mengetahui gambaran kadar CRP pada penderita asam urat di RSUD Siti Fatimah Az-Zahra Provinsi Sumatera Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 30 penderita asam urat dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pemeriksaan laboratorium CRP dengan metode aglutinasi. Hasil: Sebanyak 30% responden memiliki kadar CRP tidak normal, sementara 70% normal. Pada responden dengan riwayat penyakit, kadar CRP tinggi ditemukan pada 36,4% Sementara pada responden tanpa riwayat penyakit tersebut, kadar CRP tinggi hanya sebesar 10,5%. Kesimpulan: Mayoritas penderita asam urat memiliki kadar CRP normal. Namun, kadar CRP lebih tinggi pada pasien dengan riwayat penyakit DM, yang menunjukkan peran komorbiditas dalam meningkatkan risiko inflamasi. Saran: Kepada para klinisi seyogyanya melakukan pemeriksaan asam urat untuk melihat tingkat inflamasi pada penderita asam urat, terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit hipertensi atau diabetes melitus. Kata Kunci: Hiperurisemia. CRP, hipertensi. DM, inflamasi ABSTRACT Background: Gout is a metabolic disease characterized by elevated uric acid levels in the blood . and can trigger inflammation. C-Reactive Protein (CRP) is an acute-phase protein that increases during inflammation and can serve as an indicator of inflammation in gout CRP testing can provide insight into the presence of inflammation, especially in patients with comorbidities such as hypertension and diabetes mellitus (DM). Objective: To determine the CRP levels in gout patients at Siti Fatimah Az-Zahra Regional General Hospital. South Sumatra Province. Methods: This study used a descriptive observational design with a crosectional approach. A total of 30 gout patients were selected using accidental sampling. CRP levels were examined using the agglutination method. Result: A total of 30% of respondents had abnormal CRP levels, while 70% had normal levels. Among respondents with a history of disease, elevated CRP levels were found in 36. 4% of cases. In contrast, among those without such a medical history, elevated CRP levels were found in only 10. 5% of cases. Conclusion: The majority of gout patients have normal CRP levels. However. CRP levels tend to be higher in patients with a history of diabetes mellitus, indicating the role of comorbidities in increasing the risk of Suggestion: Clinicians are advised to perform uric acid tests to assess the level of inflammation in patients with gout, especially those with a history of hypertension or diabetes Keywords: hyperuricemia. CRP, hypertension. DM , inflammation | 52 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 . Oktober 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. pentingnya perhatian terhadap faktor risiko PENDAHULUAN dan komplikasi penyakit asam urat, salah Penyakit tidak menular menjadi Sumatera Selatan Provinsi prevalensi penyakit sendi sebesar 7,0% Salah satu di antaranya adalah gout pada penduduk usia 15 tahun ke atas, . sam ura. , yang merupakan bentuk dengan prevalensi gout arthritis meningkat kelompok usia di atas 75 tahun (Riskesdas 21,39% menyebabkan peradangan dan nyeri hebat. Sumsel. Data dari World Health Organization Daerah (RSUD) Siti Fatimah Az- Zahra (WHO) menunjukkan prevalensi global sebagai rumah sakit rujukan provinsi gout arthritis mencapai 34,2%, dengan mencatat rata-rata 20 kasus asam urat per angka tertinggi tercatat di negara maju bulan, dengan total 300 kasus dalam tiga seperti Amerika Serikat, yaitu 13,6% per 000 penduduk (Di et al. , 2. bahwa RSUD Siti Fatimah merupakan Rumah Hal Sakit Umum ini menunjukkan lokasi yang representatif untuk mengkaji aspek klinis terkait asam urat, termasuk Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi pemeriksaan inflamasi melalui kadar C- asam urat berdasarkan diagnosis tenaga Reactive Protein (CRP). Indonesia, 11,9%. CRP adalah protein fase akut yang diproduksi oleh hati sebagai respons tertinggi ditemukan pada kelompok usia lanjut, terutama usia di atas 75 tahun (RJ et inflamasi, termasuk gout, hipertensi, dan , 2. Provinsi dengan prevalensi diabetes mellitus (DM) (Gitasari, 2. tertinggi termasuk Jawa Timur . ,7%). Penelitian diikuti oleh Jawa Barat . ,1%) dan DKI adanya hubungan antara kadar asam urat Jakarta . ,6%) (Amrullah et al. , 2. yang tinggi dan peningkatan kadar CRP. Prevalensi yang tinggi ini menunjukkan terutama pada pasien dengan komorbiditas 24,7%. Kadar CRP | 53 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 . Oktober 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. seperti hipertensi dan DM. Studi oleh Yusrita . menemukan bahwa 72,7% lansia dengan kadar asam urat tinggi CRP positif, menunjukkan adanya inflamasi. Hal ini didukung oleh Pratama et al. yang menunjukkan peningkatan kadar CRP seiring peningkatan kadar asam urat. Berdasarkan uraian di atas, maka penelitian dengan tujuan untuk mengetahui gambaran kadar C-Reactive Protein (CRP) pada penderita asam urat di Rumah Sakit Umum Daerah Siti Fatimah Az-Zahra Provinsi Sumatera Selatan. primer melalui pemeriksaan laboratorium dan observasi rekam medis. Pemeriksaan CRP dilakukan dengan metode aglutinasi semi-kuantitatif Glory Diagnostics sensitivitas minimal 6 mg/L. Alat yang mikropipet, rotator, centrifuge, vacutainer, dan NaCl 0,9%. Data dianalisis secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi kadar CRP dan bivariat untuk mengetahui distribusi kadar CRP berdasarkan riwayat Penelitian ini merupakan penelitian penyakit . ipertensi/DM). Hasil disajikan BAHAN DAN METODE Data Karena penelitian ini adalah pendekatan cross-sectional yang bertujuan dilakukan uji keabsahan seperti pada studi untuk menggambarkan kadar C-Reactive Keabsahan data dijamin melalui Protein (CRP) pada penderita asam urat. prosedur standar laboratorium dan validasi Penelitian dilaksanakan di Laboratorium hasil berdasarkan protokol pemeriksaan RSUD Siti Fatimah Az-Zahra Provinsi CRP. Sumatera Selatan pada bulan Maret hingga April 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien penderita asam urat yang menjalani pemeriksaan laboratorium CRP selama periode penelitian, dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang yang dipilih menggunakan | 54 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 . Oktober 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. Rumah Sakit Umum Daerah Siti Fatimah HASIL Berdasarkan analisa dari data-data kadar CRP pada penderita asam urat di Az-Zahra Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2025, disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut: Tabel 1. Distribusi Frekuensi Kadar CRP pada Penderita Asam Urat di Rumah Sakit Umum Daerah Siti Fatimah Az-Zahra Provinsi Sumatera Selatan Kadar CRP Normal Tidak Normal Total Jumlah Frekuensi (%) Berdasarkan tabel 1 di atas, peneliti normal didapatkan . %) dan kategori mendapatkan kadar CRP pada penderita CRP tidak normal didapatkan . % ) dari asam urat di RSUD Siti Fatimah Az-Zahra Provinsi Sumatera Selatan, kategori CRP Tabel 2. Distribusi Frekuensi KAdar CRP pada Penderita Asam Urat di Rumah Sakit Umum Daerah Siti Fatimah Az-Zahra Provinsi Sumatera Selatan Berdasarkan Riwayat Penyakit (Hipertensi,DM) Riwayat Penyakit (Hipertensi & DM) Ada Tidak ada Jumlah Kadar CRP Tidak Normal Normal Berdasarkan Tabel 2, bahwa dari Total ,6%) penderita asam urat yang memiliki kadar CRP normal. Sementara itu, sebanyak 11 orang memiliki pada kelompok tanpa riwayat penyakit, riwayat penyakit, sedangkan 19 orang tidak hanya 2 orang . ,5%) yang memiliki memiliki riwayat tersebut. Pada kelompok kadar CRP tidak normal, dan mayoritas dengan riwayat penyakit, terdapat 4 orang yaitu 17 orang . ,5%) memiliki kadar . ,4%) yang memiliki kadar CRP tidak CRP normal. Secara keseluruhan, sebanyak | 55 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol A. No A. ( . ), bulan tahun DOI: 10. 36086/medlabscience. 6 orang . ,0%) dari total responden memiliki kadar CRP melebihi normal, sedangkan 24 orang . ,0%) memiliki kadar CRP normal. , yang menemukan bahwa sebagian besar lansia dengan kadar asam urat tinggi CRP menunjukkan adanya inflamasi. Demikian PEMBAHASAN pula Pratama et al. menemukan Hasil penelitian menunjukkan bahwa CRP peningkatan kadar CRP berbanding lurus dengan kadar asam urat, menunjukkan hubungan yang erat antara hiperurisemia Hal ini sejalan dengan konsep dan respons inflamasi. bahwa peningkatan kadar asam urat tidak Sebaliknya, selalu diikuti dengan inflamasi aktif yang signifikan, kecuali jika dipicu oleh faktor Marrena et al. , yang melaporkan komorbid atau serangan akut gout. CRP peningkatan CRP secara konsisten pada meningkat ketika terjadi proses peradangan membedakan riwayat komorbid. Perbedaan sistemik, sehingga kadar normal pada sebagian besar pasien dapat mencerminkan karakteristik sampel dan fase penyakit saat fase tenang . dari penyakit. Namun, pengambilan data, di mana penelitian ini pada pasien dengan riwayat hipertensi dan melibatkan pasien yang sebagian besar diabetes mellitus, proporsi kadar CRP tidak dalam fase serangan akut. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kadar CRP pada komorbid seperti DM dan hipertensi penderita asam urat dipengaruhi oleh faktor komorbid, usia, dan kemungkinan fase inflamasi kronik ringan yang berkontribusi klinis penyakit, bukan semata-mata oleh CRP. kadar asam urat itu sendiri. Hal ini Hiperglikemia dan gangguan endotel pada menggarisbawahi pentingnya pemeriksaan DM, serta stres oksidatif akibat hipertensi. CRP sebagai indikator tambahan untuk diketahui merangsang produksi sitokin mendeteksi inflamasi pada pasien dengan inflamasi yang memicu peningkatan CRP risiko tinggi. (Muliyah, 2. KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian Temuan Yusrita Berdasarkan | 56 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol A. No A. ( . ), bulan tahun DOI: 10. 36086/medlabscience. dilakukan terhadap penderita asam urat didapatkan kadar CRP tidak normal sebesar 30% dan kadar CRP normal sebesar 70%. Kadar CRP berdasarkan kategori ada riwayat penyakit kadar CRP tidak normal sebesar 36,4% dan kadar CRP normal sebesar 63,6%. Kategori tidak ada riwayat penyakit kadar CRP tidak normal sebesar 10,5% dan kadar CRP normal sebesar 89,5%. Disarankan seyogyanya memeriksakan CRP untuk melihat tingkat inflamasi pada penderita asam urat, terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit hipertensi atau diabetes Masyarakat diharapkan untuk menerapkan pola hidup sehat seperti mengurangi konsumsi makanan tinggi purin . eroan, seafood, daging mera. , menjaga berat badan ideal, rutin melakukan aktivitas fisik, menghindari alcohol dan Hal menurunkan risiko peningkatan kadar asam urat dan CRP. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Dosen Pembimbing, seluruh staf DAFTAR PUSTAKA