Vol. 5 No. 2 Tahun 2024 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 Artikel Review Sebuah Ulasan: Pemanfaatan Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternate. di Bidang Obat dan Makanan Norainny Yunitasari1*. Jannatun NaAoimah1 1Program Studi D3 Farmasi. Fakultas Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Gresik. Indonesia *Corresponding author: yunitasari060688@umg. ABSTRACT Butterfly pea flower (Clitoria ternate. is a plant known as a source of natural dyes. It has many biological activities, including as an antioxidant and anti-inflammatory. The biological activities of butterfly pea flowers are none other than the presence of several active compounds, namely alkaloids, tannins, glycosides, steroids, saponins, flavonoids, phenols, and resins. The active compounds in butterfly pea flowers encourage literature review research to determine the extent of utilization that has been carried out on butterfly pea flower extract in the fields of medicine and food. The literature review conducted in this study used the PRISMA method. The database used is Google Scholar using the keywords "cara AND pemanfaatan AND bunga AND telang". This method has several inclusion criteria, namely . including original articles, . articleAos core discusses how to utilize butterfly pea flowers and . the article has a complete Article identity includes journal name, volume, number, and page. The results of the study can be concluded that butterfly pea flower extract has been utilized in the fields of medicine and food. In the field of medicine, butterfly pea flower extract is used as an antiseptic hand gel, ointment, lozenges, and nutraceuticals. In the field of food, it is used as a formaldehyde detection, borax detection, and natural dye. The results of this literature review are expected to inspire further research to discuss whether butterfly pea flower extract still has the same properties after being transformed into various preparations. Keywords: butterfly pea flower, natural dye, prisma ABSTRAK Bunga telang (Clitoria ternate. adalah tanaman yang dikenal sebagai sumber pewarna alami. Tanaman ini memiliki banyak aktivitas biologi, yaitu diantaranya sebagai antioksidan dan Aktivitas biologi yang dimiliki oleh bunga telang tidaklah lain karena adanya beberapa senyawa aktif yaitu senyawa alkaloid, tanin, glikosida, steroid, saponin, flavonoid, fenol, dan resin. Banyaknya senyawa aktif yang terkandung dalam bunga telang mendorong dilakukannya penelitian literature review untuk mengetahui sejauh mana pemanfaatan yang sudah dilakukan pada ekstrak bunga telang di bidang obat dan makanan. Literature review yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan metode PRISMA. Database yang digunakan adalah google scholar dengan menggunakan kata kunci yaitu Aucara AND pemanfaatan AND bunga AND telangAy. Literature review dengan metode PRISMA ini memiliki beberapa kriteria inklusi, yaitu . termasuk artikel original, . inti artikel adalah membahas tentang cara pemanfaatan bunga telang dan . artikel memiliki identitas lengkap. Identitas artikel meliputi nama jurnal, volum, nomor, dan halaman. Hasil kajian dapat disimpulkan bahwa ekstrak bunga Disubmit: 22/11/2023 Diterima: 03/10/2024 Dipublikasi: 29/11/2024 DOI: 10. 24853/mjnf. Vol. 5 No. 2 Tahun 2024 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 telang sudah dimanfaatkan di bidang obat dan makanan. Di bidang obat, ekstrak bunga telang digunakan sebagai gel antiseptik tangan, salep, tablet hisap, dan nutrasetikal. Pada bidang makanan digunakan sebagai deteksi formalin, deteksi boraks, dan pewarna alami. Dari hasil literatur review ini diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk dilakukan lebih lanjut penelitian yang membahas tentang apakah ekstrak bunga telang masih tetap memiliki khasiat yang sama setelah berubah menjadi berbagai macam sediaan ini. Kata kunci: butterfly pea flower, pewarna alami, prisma PENDAHULUAN Bunga telang (Clitoria ternate. adalah tanaman dalam famili Fabaceae dan memiliki julukan sebagai Aubutterfly pea flowerAy. Pemanfaatan bunga telang sebagai bahan pewarna dan bunga penghias telah dikenal baik di Indonesia dan dunia . Kondisi optimum untuk proses ekstraksi pewarna dari bunga telang adalah pada suhu 70 0C dan pada pH asam . H . Untuk mendapatkan warna biru cerah dari bunga telang yang tinggi antioksidan sebaiknya menggunakan pelarut air, yang juga memiliki beberapa keunggulan lainnya yaitu ekonomis dan ramah lingkungan . Bunga telang dapat dijadikan sebagai indikator terhadap kesegaran bahan pangan, dikarenakan akan mengalami perubahan warna apabila terjadi perubahan pH . Bunga ini memiliki beberapa aktivitas biologi, salah satunya sebagai terapi untuk penyakit diabetes mellitus melalui fungsinya sebagai antioksidan dan antiinflamasi . Clitoria ternatea terlaporkan mengandung beberapa senyawa aktif, diantaranya yaitu alkaloid, tannin, glikosida, steroid, saponin, flavonoid, fenol, dan resin . Banyaknya kandungan senyawa aktif dan aktivitas biologi yang dimiliki oleh bunga telang penting sekali dilakukan sebuah penelitian literatur review terkait pemanfaatan bunga telang yang sudah dilakukan. Hal ini bertujuan untuk melihat produk apa saja yang sudah memanfaatkan bunga telang dan agar dapat diaplikasikan oleh masyarakat secara luas. Sejauh ini sudah banyak dilakukan literature review pada bunga telang. Namun dari literatur review yang sudah dilakukan ada beberapa artikel yang tidak menggunakan metode PRISMA dalam proses seleksi artikel . Ae. dan untuk artikel yang sudah menggunakan metode PRISMA memiliki kata kunci dan database yang berbeda dengan penelitian ini . Pada artikel yang sudah menggunakan metode PRISMA dalam pencarian data tersebut juga memiliki topik pembahasan yang berbeda dengan literatur review ini, yaitu pada artikel tersebut membahas terkait pembuktian bunga telang sebagai antidiabetes secara in vitro dan in vivo dan pada artikel ini dibahas terkait sejauh mana ekstrak bunga telang sudah dimanfaatkan atau dibuat menjadi suatu sediaan di bidang obat dan makanan. METODE Artikel literature review ini menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyse. Pada metode PRISMA ini dilakukan beberapa tahapan yang dilakukan, yaitu menetapkan strategi pencarian literatur . enentuan database dan kata kunc. , penentuan kriteria inklusi untuk seleksi artikel, dan pelaksanaan seleksi artikel. Adapun pembahasan dari tiap tahapan dapat dijabarkan sebagai berikut. Disubmit: 22/11/2023 Diterima: 03/10/2024 Dipublikasi: 29/11/2024 DOI: 10. 24853/mjnf. Vol. 5 No. 2 Tahun 2024 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 Strategi Pencarian Literatur Database elektronik yang digunakan dalam pencarian literatur pada artikel ini adalah google scholar. Pada pencarian literatur menggunakan kata kunci yaitu Aucara AND pemanfaatan AND bunga AND telangAy. Literatur yang digunakan terbit dalam rentang tahun 2014 sampai 2023. Waktu pencarian literatur dimulai dari tanggal 10 sampai 11 November Artikel-artikel yang dikaji adalah artikel yang dipublikasi pada jurnal-jurnal nasional. Kriteria Inklusi Pencarian literatur memiliki beberapa kriteria inklusi. Kriteria inklusi yang digunakan dalam pencarian literatur ini adalah . termasuk artikel original, . inti artikel adalah membahas tentang cara pemanfaatan bunga telang dan . artikel memiliki identitas lengkap. Identitas artikel meliputi nama jurnal, volum, nomor, dan halaman. Seleksi Literatur Semua literatur yang muncul dengan kata kunci yang ditentukan akan melewati beberapa tahap seleksi. Seleksi pertama yaitu membatasi tahun terbit dari artikel yang digunakan . tahun terakhi. Artikel yang sudah tersaring dari seleksi pertama akan melewati tahap seleksi selanjutnya yaitu terbebas dari duplikasi dan harus berupa fulltext. Hasil seleksi yang kedua selanjutnya masuk pada tahap seleksi ketiga yaitu harus memenuhi kriteria inklusi yang sudah Adapun keseluruhan tahapan seleksi dapat dilihat pada Gambar 1. Gambar 1. Diagram PRISMA penelusuran dan seleksi literatur Disubmit: 22/11/2023 Diterima: 03/10/2024 Dipublikasi: 29/11/2024 DOI: 10. 24853/mjnf. Vol. 5 No. 2 Tahun 2024 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 Ekstraksi Data Pengkajian literatur difokuskan pada jenis produk/sediaan pemanfaatan bunga telang dan juga proses pembuatan produk/sediaan tersebut. Selain itu, juga diamati artikel yang dikaji itu berupa artikel penelitian atau pengabdian kepada masyarakat. HASIL DAN PEMBAHASAN Ada beberapa jenis produk/sediaan yang dihasilkan dalam upaya pemanfaatan bunga telang sebagai salah satu tanaman obat keluarga. Berikut hasil kajian dari beberapa literatur, baik dari artikel penelitian maupun artikel pengabdian kepada masyarakat (Tabel . Tabel 1. Bentuk produk/sediaan pemanfaatan bunga telang Bentuk Pemanfaatan Jenis Artikel Referensi Deteksi formalin pada makanan Artikel penelitian . Pewarna alami pada minuman soda Artikel penelitian . Deteksi boraks pada kerupuk puli Artikel penelitian . Tablet hisap Artikel penelitian . Gel antiseptik tangan Artikel penelitian . Nutrasetikal bunga telang Artikel pengabdian masyarakat Salep bunga telang Artikel pengabdian masyarakat Deteksi formalin Formalin atau formaldehid (Gambar . adalah salah satu zat kimia berbahaya yang dilarang untuk digunakan, tetapi masih saja ditemui kecurangan di beberapa produsen makanan untuk dijadikan sebagai bahan pengawet makanan . Menurut data di Pubchem, formalin memiliki beberapa karakteristik, diantaranya yaitu: Zat kimia yang memiliki sifat corrosive, acute toxic, irritant, dan health hazard. Zat kimia yang dapat digunakan dalam produksi kosmetik, antiseptik, pupuk, kertas, dan kayu lapis Memiliki kemampuan dekomposisi yang sangat lambat pada suhu dibawah 300oC . ika tanpa katali. Dari data pubchem tersebut dapat disimpulkan bahwa zat kimia ini tidaklah layak untuk dijadikan sebagai bahan pengawet makanan. Salah satu upaya untuk mengetahui keberadaan formalin dalam makanan adalah dilakukannya pembuatan deteksi formalin pada makanan dengan salah satunya melalui pemanfaatan bunga telang. Kemampuan bunga telang untuk dijadikan deteksi keberadaan formalin dalam makanan sudah dibuktikan melalui pemberian ekstrak etanol bunga telang . Adapun prosedur dalam pendeteksian formalin dengan ekstrak etanol bunga telang, dapat diketahui dari tahapan berikut ini: Pembuatan ekstrak etanol bunga telang Proses ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan perbandingan sampel dan pelarut . tanol p. a 95%) yaitu 1:4. Pelarut diasamkan dengan HCl 1% dengan perbandingan pelarut dan asam yaitu 99:1. Maserasi dilakukan selama 3x24 jam. Proses ini menghasilkan ekstrak cair tanpa dilakukan proses pengentalan ekstrak. Disubmit: 22/11/2023 Diterima: 03/10/2024 Dipublikasi: 29/11/2024 DOI: 10. 24853/mjnf. Vol. 5 No. 2 Tahun 2024 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 Persiapan sampel yang akan diuji Persiapkan sampel makanan, seperti ayam. Persiapan kontrol negatif dan kontrol positif. Kontrol positif disiapkan dengan cara merendam sampel dalam formalin 10% selama 6 jam, sedangkan kontrol negatif tidak dilakukan proses perendaman sampel dalam formalin. Sampel makanan dari dua kontrol dihaluskan dan disaring untuk diperoleh filtrat sampel. Proses pengujian sampel Filtrat sampel . aik untuk kontrol positif dan kontrol negati. diambil sebanyak 2 mL dan dimasukkan ke dalam tabung reaksi. Tahap selanjutnya adalah dilakukan penambahan beberapa tetes ekstrak etanol bunga telang. Pengujian dilakukan sebanyak 3 kali tiap Keberadaan formalin ditunjukkan dengan adanya perubahan warna menjadi biru lebih cerah . Gambar 2. Struktur kimia dari formalin Pewarna alami Bunga telang adalah salah satu tanaman yang mengandung metabolit sekunder golongan antosianin (Gambar . , yang dikenal sebagai pewarna alami dari tanaman . Antosianin mampu memberikan warna oranye, merah, biru, atau ungu (Tabel . Potensi bunga telang untuk dijadikan sebagai pewarna alami telah dimanfaatkan sebagai pewarna alami pada minuman bersoda . Adapun prosedur dalam pemanfaatan bunga telang sebagai pewarna alami pada minuman bersoda, dapat diketahui dari tahapan berikut ini: Persiapan bunga telang Ada beberapa proses dalam tahapan ini, diantaranya yaitu: proses sortasi basah . anya dipilih mahkotanya saj. , proses pelayuan di bawah naungan minim selama 8 jam dan setiap 2 jam sekali dilakukan proses pembalikan, proses pengeringan menggunakan food dehydrator dengan kondisi suhu 60 AC selama 4 jam, proses penghalusan menjadi bubuk dengan cara digiling dan diayak dengan ukuran 60 mesh, dan terakhir dilakukan pengukuran kadar air. Ekstraksi bunga telang Ada beberapa tahapan dalam proses ekstraksi, yaitu: bubuk bunga telang diekstraksi dengan pelarut aquades menggunakan metode berbantuan ultrasonik . erbandingan bubuk bunga telang dan aquades adalah 5 gram bubuk dalam 250 mL pelaru. selama 90 menit dengan nilai amplitudo 65%, saat proses ekstraksi dilakukan penambahan konsentrasi asam asetat 0,05 %, proses penyaringan hasil ekstraksi menggunakan kertas whatman no. secara vakum, dan proses penguapan menggunakan rotary evaporator pada suhu 55 AC dan rpm 55 selama 150 menit untuk mendapatkan ekstrak kental. Proses pemanfaatan bunga telang sebagai pewarna minuman soda Pencampuran ekstrak kental bunga telang dengan minuman bersoda dengan perbandingan 1:50 . kstrak: minuman bersod. atau setara dengan 5 mL ekstrak bunga telang dan 250 Disubmit: 22/11/2023 Diterima: 03/10/2024 Dipublikasi: 29/11/2024 DOI: 10. 24853/mjnf. Vol. 5 No. 2 Tahun 2024 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 mL minuman bersoda. Selanjutnya dilakukan tahapan pengecekan terkait stabilitas warna pada minuman bersoda selama 9 hari dan setiap 3 hari dilakukan pengujian. Selama proses pengujian stabilitas warna, minuman bersoda yang sudah diwarnai dengan ekstrak bunga telang disimpan pada suhu ruang (A 27 AC) dan suhu refrigerator (A 4-5 AC) . Gambar 3. Kerangka dasar antosianin Tabel 2. Senyawa-senyawa antosianin . Senyawa Antosianin Warna Pelargonidin Orange Cyanidin Orange - merah Peonidin OCH3 Orange - merah Delphinidin Merah Petunidin OCH3 OH Merah Malvidin OCH3 OCH3 Biru - merah Deteksi boraks Boraks atau asam boraks (H3BO. adalah senyawa kimia turunan logam berat boron yang berfungsi sebagai antijamur, pengawet kayu, dan antiseptik pada kosmetik memiliki ciri-ciri yaitu serbuk halus berwarna putih, tidak berbau dan berasa agak asam . Menurut Permenkes no. 033 tahun 2012 menjelaskan bahwa boraks adalah bahan yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan . Namun dalam masyarakat masih dijumpai kesalahgunaan boraks. Ada 14 sampel bakso dari 15 penjual bakso yang mangkal di daerah Padang Bulan Kecamatan Medan Baru terdeteksi adanya boraks di bakso yang dijualnya . Dari kondisi ini penting sekali adanya upaya kita untuk memperluas cara bagaimana deteksi boraks bisa dilakukan. Deteksi boraks sudah dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya dengan memanfaatkan kunyit . , dengan menggunakan spektrofotometri . , dan menggunakan FTIR-ATR . Deteksi boraks juga dapat digunakan dengan menggunakan bunga telang. Adapun prosedur deteksi boraks dengan menggunakan bunga telang adalah sebagai berikut: Pembuatan ekstrak bunga telang Mahkota bunga telang diambil untuk diekstraksi dengan metode maserasi. Sebelum dimaserasi, mahkota bunga dipotong-potong dan ditimbang sebanyak 10 gram. Potongan mahkota selanjutnya dimasukkan ke dalam botol warna coklat dan ditambah dengan pelarut etanol sebanyak 50 mL. Setelah proses maserasi dilakukan proses penyaringan untuk mendapatkan ekstrak etanol bunga telang yang berwarna biru pekat. Disubmit: 22/11/2023 Diterima: 03/10/2024 Dipublikasi: 29/11/2024 DOI: 10. 24853/mjnf. Vol. 5 No. 2 Tahun 2024 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 Analisis borak dengan ekstrak bunga telang Sampel yang diuji dihaluskan dan dilarutkan ke dalam etanol dengan perbandingan 1:2 . ampel:pelaru. selama 10 menit. Selain mempersiapkan sampel, juga dipersiapkan larutan boraks sebagai kontrol positif . gram boraks dalam 10 mL etano. Ekstrak etanol bunga telang dimasukkan ke dalam gelas dan diberi tanda untuk sampel dan kontrol positif, masing-masing 5 mL. Setelah itu dimasukkan juga larutan sampel dan larutan boraks ke dalam gelas yang sudah ditandai dan diberi ekstrak etanol bunga telang tersebut. Selanjutnya ditunggu selama 30 menit dan diamati perubahan warnanya . Tablet hisap Tablet hisap adalah sediaan farmasi yang mudah hancur dalam mulut yang perlu ada bahan tambahan seperti pemanis untuk membuat lebih menarik dan menutupi rasa tidak enak dari bahan aktifnya . Sediaan farmasi dengan bahan aktif ekstrak bunga telang juga sudah dibuat ke dalam bentuk tablet hisap dengan menambahkan manitol dan sukrosa. Adapun prosedur pembuatan tablet hisap dari ekstrak bunga telang adalah sebagai berikut: Pembuatan ekstrak bunga telang Delapan kilogram bunga telang dikeringkan dengan lemari pengering pada suhu 45 0C selama 1 hari. Bunga telang yang sudah kering diblender dan diambil 500 gram untuk Proses ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70% selama 3 hari. Filtrat yang diperoleh dikentalkan sampai diperoleh ekstrak kental. Pembuatan tablet hisap bunga telang Formulasi dari sediaan tablet hisap bunga telang adalah sebagai berikut ekstrak bunga telang, manitol . , sukrosa . , polivinilpirolidon K-30 . , talkum (Glida. Mg stearat . , dan aerosil . Pengeringan menggunakan oven pada suhu 40-500C selama 1 hari dan juga menggunakan ayakan mesh 12 dan 16 . Gel antiseptik tangan Tangan adalah bagian tubuh yang dapat menjadi media untuk tumbuh kembangnya suatu Salah satu cara sederhana untuk meminimalisir terjadi perkembangbiakan mikroba tersebut, maka penting sekali dilakukannya cuci tangan. Dalam cuci tangan diperlukan air dan bahan tambahan lainnya, yaitu seperti antiseptik. Antiseptik adalah bahan kimia yang berfungsi sebagai pencegah atau pembunuh mikroorganisme. Hand sanitizer . el antisepti. adalah sediaan farmasi antiseptik yang didalamnya mengandung alkohol dengan persentase 60-95% . Bunga telang juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan aktif dalam pembuatan gel Adapun prosedur pembuatan gel antiseptik dari ekstrak bunga telang adalah sebagai Ekstraksi bunga telang Bunga telang diekstraksi dengan menggunakan pelarut etanol. Pembuatan gel antiseptik bunga telang Formulasi gel antiseptik mengandung beberapa bahan diantaranya ekstrak bunga telang . at akti. , karbopol 940 . asis ge. , trietanolamin (TEA) . , gliserin . Disubmit: 22/11/2023 Diterima: 03/10/2024 Dipublikasi: 29/11/2024 DOI: 10. 24853/mjnf. Vol. 5 No. 2 Tahun 2024 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 metil paraben . , dan akuades . Karbopol dilarutkan dalam akuades panas . ampai laru. Selanjutnya ditambahkan metil paraben dan dihomogenkan. Ekstrak bunga telang dilarutkan ke dalam gliserin. Ekstrak bunga telang yang sudah larut dalam gliserin dimasukkan ke dalam karbopol yang sudah dibuat sebelumnya. Tahap selanjutnya ditambahkan TEA sedikit demi sedikit sampai homogen dan terakhir ditambahkan sisa akuades . Nutrasetikal Nutrasetikal adalah substansi yang dapat berupa pangan atau bagian dari pangan yang memberikan manfaat kesehatan atau medis, termasuk pencegahan dan pengobatan penyakit . Bunga telang juga dapat dijadikan sebagai nutrasetikal berupa minuman antidiabetes dengan prosedur sebagai berikut: Ekstraksi bunga telang Bunga telang diekstraksi dengan cara direbus menggunakan air. Hasil ekstraksi disaring dan diperoleh ekstrak kental bunga telang. Pembuatan minuman nutrasetikal bunga telang Ekstrak kental bunga telang ditambah dengan biji chia, lemon, gula rendah kalori dan air hangat . Salep Salep adalah sediaan setengah padat ditujukan untuk pemakaian topikal pada kulit atau selaput lendir . Salep adalah sediaan farmasi yang dapat berkhasiat sebagai penghambat mikroba di kulit . Bunga telang juga dapat dijadikan sebagai salah satu bahan aktif dalam pembuatan salep. Adapun proses dalam pembuatan salep dengan memanfaatkan bunga telang adalah sebagai berikut: Mengekstraksi bunga telang Pembuatan salep Langkah awal dalam membuat salep adalah mencampurkan adeps lanae dan vaselin album hingga homogen. Tahap selanjutnya adalah menambahkan ekstrak bunga telang dan diaduk sampai homogen . SIMPULAN Bunga telang sudah banyak dimanfaatkan sebagai bahan aktif dalam pembuatan sediaan yang berfungsi sebagai obat dan makanan. Di bidang obat, ekstrak bunga telang digunakan sebagai gel antiseptik tangan, salep, tablet hisap, dan nutrasetikal. Pada bidang makanan digunakan sebagai deteksi formalin, deteksi boraks, dan pewarna alami. Dari literatur review ini diharapkan munculnya inspirasi untuk penelitian lanjutan dalam rangka pembuktian apakah dalam hasil pemanfaatan bunga telang sebagai obat dan makanan masih mengandung senyawa aktif yang secara alami terkandung di dalam bunga telang. Selain itu, mungkin perlu adanya penelitian lanjutan sampai uji in vitro dan in vivo untuk hasil pembuatan sediaan di bidang Disubmit: 22/11/2023 Diterima: 03/10/2024 Dipublikasi: 29/11/2024 DOI: 10. 24853/mjnf. Vol. 5 No. 2 Tahun 2024 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada tim prodi D3 Farmasi Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gresik atas masukan dan koreksi dalam penulisan naskah ini. KONFLIK KEPENTINGAN Penulis menyatakan bahwa data-data yang tertulis dalam naskah ini tidak ada konflik kepentingan dengan pihak manapun. Jika di kemudian hari ditemukan adanya hal tersebut, tanggung jawab sepenuhnya mengenai hal tersebut berada di pihak penulis. REFERENSI