JURNAL AKUNTANSI DAN EKONOMI BISNIS Vol. 6 No. 1 April 2017 PENGARUH KEPERILAKUAN ORGANISASI TERHADAP KEGUNAAN SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH DI PEMERINTAH KOTA KEDIRI JAWA TIMUR Oleh: NovieAstuti POLITEKNIK KEDIRI ABSTRACTION The purpose of this study was to test the direct effect of behavioral factors such as the organization's supervisor support, clarity of purpose and training to improve the usefulness of the Regional Financial Accounting System. This study uses behavioral factors as the Organization of Independent Variables and Regional Financial Accounting System as Dependent Variables. The samples were as many as 15 government agencies in the town of Kediri using sample Questionnaires were distributed 100 kuesioner number and returned to the author of a number of 75 questionnaire. Data already entered if using multiple linear regression. The results of data processing are superior support variable has a value of 3. 438 t CU greater than t table is . 438 > 2. with a p-value of 0. 001 is accepted at significance level of 5% . < A positive value indicates a positive influence. This means that support supervisor affect the usefulness of financial accounting system daearah and H1 are accepted. Variable clarity of purpose has CU 3,047 t value is greater than t table of 2. 042 which is 3. 042 or p-value of 0. 003 is accepted at significance level of 5% . < 0. That is the purpose of clarity effect on the area of financial accounting system usability and H2 are accepted. Training variables have the value of 1,346 t CU smaller than t table of 2. 042 which is 1. 042 or p-value of 0. 183 was rejected at the 5% significance level . > 0. Keywords: Behavioral Factors Organization. Regional Financial Accounting System. PENDAHULUAN Latar Belakang Otonomi daerah merupakan bagian dari demokratisasi dalam sistem yang powershare pada setiap level pemerintahan serta menuntut kemandirian sistem manajemen di daerah. Distribusi kewenangan/kekuasaan, disesuaikan dengan kewenangan pusat dan daerah termasuk kewenangan keuangan. Proses pengambilan keputusan ekonomi, sosial, dan politik, diperlukan informasi akuntansi, yang salah satunya berupa laporan keuangan. Pemerintah Daerah selaku pengelola dana publik harus mampu menyediakan informasi keuangan yang diperlukan secara akurat, relevan, tepat waktu, dan dapat dipercaya sehingga dituntut untuk memiliki sistem informasi yang andal. Tujuan pemerintah dalam rangka memantapkan otonomi daerah Pemerintah Daerah hendaknya sudah mulai memikirkan investasi untuk pengembangan sistem informasi NOVIE ASTUTI akuntansi (Sri Dewi Wahyundaru, 2. Pernyataan Sri dewi wahyundaru tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa diperlukan sistem dan prosedur pengelolaan keuangan daerah yang baru untuk menggantikan sistem keuangan lama yang selama ini digunakan oleh Pemerintah Daerah yaitu Manual Administrasi Keuangan Daerah (MAKUDA) yang telah diterapkan sejak 1981. Sistem MAKUDA tersebut sudah tidak dapat lagi mendukung kebutuhan pemerintah untuk diperlukan saat ini. Pengembangan sistem memerlukan suatu perencanaan dan pengimplementasian yang hati-hati, untuk menghindari adanya Suatu implementasi sistem tidak hanyaditentukan pada penguasaan teknis belaka, namun banyak penelitian menunjukkanbahwa faktor perilaku dari individu pengguna sistem sangat menentukan kesuksesanimplementasi (Bodnar JURNAL AKUNTANSI DAN EKONOMI BISNIS Vol. 6 No. 1 April 2017 dan Hopwood, 1. Faktor perilaku yang akan dibahas dalampenelitian ini meliputi faktor organisasional . elatihan, kejelasan tujuan dan dukungan atasa. yang juga berpengaruh dalam implementasi sistem yang berkaitan dengan masalah individu personal. Penelitian tentang implementasi inovasi pengukuran kinerja pemerintahan dilakukan Cavalluzzo Ittner menunjukkan bahwa beberapa faktor teknik dan faktor organisasional meliputi komitmen manajemen, otoritas pengambilan keputusan, berhubungan dengan implementasi inovasi sistem pengukuran. Chenhall . dalam penelitiannya menunjukkan bahwa faktor ABCM(Activity Based Costing Manajeme. pada Hal ini menunjukkan bahwa dalam pengimplementasian sistem baru, perlu dipertimbangkan faktor-faktor perilaku seperti komitmen dari sumber daya yang terlibat, dukungan manajemen puncak, kejelasan tujuan dan pelatihan. Terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tetang Pedoman Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, berbagai peraturan serta perundang-undangan diharapkandapat dijadikan landasan yang kokoh bagi pengelola keuangan negara dalam rangka menjadikan govermance dan clean Pemerintah Daerah pengelola dana publik harus mampu menyediakan informasi keuangan yang diperlukan secara akurat, relevan, tepat waktu dan dapat dipercaya sehingga dituntut untuk memiliki sistem informasi yang andal. Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai Bagaimana pengaruh dukungan atasan terhadap kegunaan sistem akuntansi keuangan daerah di pemerintah kota Kediri Jawa Timur? Bagaimana pengaruh kejelasan tujuan terhadap kegunaan sistem akuntansi keuangan daerah di pemerintah kota Kediri Jawa Timur? NOVIE ASTUTI Bagaimana pengaruh pelatihan terhadap kegunaan sistem akuntansi keuangan daerah di pemerintah kota Kediri Jawa Timur? Tujuan Penelitian Sesuai dengan perumusan masalah, maka tujuan penelitian dijelaskan sebagai berikut : menguji pengaruh dukungan atasan, kejelasan tujuan dan pelatihan terhadap kegunaan sistem akuntansi keuangan daerah di pemerintahan kota Kediri Jawa Timur Manfaat atau Kegunaan Penelitian Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Memberikan informasi bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneliti lebih kegunaan sistem akuntansi keuangan daerah di pemerintah kota Kediri Jawa Timur. Hasil penelitian ini secara akademis adalah sebagai masukan bagi kegiatan penelitian pengembangan wawasan dan dapat memberikan kontribusi dalam menambah literatur mengenai faktor kegunaan sistem akuntansi keuangan Hasil penelitian ini secara praktis dapat dalamimplementasi sistem akuntansi keuangan daerah yang transparansi dan TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI Perilaku Organisasi Perilaku Organisasi sistematis tentang tindakan dan sikap yang dituhukan oleh orang-orang dalam organisasi (Robbins. Tampubolon merupakan studi mengenai perilaku manusia dalam organisasi yang mana dengan menggunakan ilmu pengetahuan tentang Perilaku organisasi ini mendasar JURNAL AKUNTANSI DAN EKONOMI BISNIS Vol. 6 No. 1 April 2017 pada analisis terhadap manusia yang ditujukan bagi kemanfaatan orang. Secara singkat Luthsan . mengemukakan perilaku organisasi sebagai pemahaman, prediksi, dan manajemen perilaku manusia dalam berorganisasi. Sikap seseorang dalam Sistem Akuntansi Keuangan Daerah berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh lingkungan di dalam organisasi dan faktor personal. Faktor lingkungan organisasi dapat mempengaruhi jalannya implementasi Sistem Akuntansi Keuangan Daerah diimplementasikan yang pada akhirnya akan Faktor lingkungan organisasi yang dibahas dalam penelitian ini meliputi dukungan atasan, kejelasan tujuan dan Menurut Boston mengidentifikasi Public Choice Theory,teori agensi dan transactional cost economics sebagai paradigma yang dominan ketika siap untuk mereformasi pemerintah. Public Choice Theory menganggap semua tingkah laku manusia didominasi oleh kepentingan pribadi, public choice diaplikasikan sebagai usaha untuk peran pemerintah, meningkatkan transparansi dan lain-lain. Teori Agensi dengan asumsi peningkatan kepentingan pribadi yang menyebabkan konflik antara principal dan kontraktual untuk mengetahui masalah moral hazard dan asimetri informasi, transactional cost economics berfokus pada struktur pemerintahan yang optimal. Menurut Yin . melakukan penelitian dengan multiplecase design dengan sub unit yang menjadi peran penting. Fokus pada orang-orang yang memiliki pengaruh dalam organisasi secara umum dan Pentigrow . melakukan penelitian yang lebih spesifik yang menyadari pentingnya kelas eksekutif inti yang mengontrol pengendalian dan alokasi sumber Dezin . meneliti gambaran dari unsur pokok organisasi yang terpisah . anajemen dan anggota yang dipili. dengan keuangan dalam local authorities. Penelitian ini telah menggunakan wawancara semi directed. NOVIE ASTUTI Yang diinterview adalah CEO (Chief Executive Office. , direktur keuangan, direktur strategi dan orang-orang yang memegang peran pokok . endidikan, pelayanan, sosial, ekonom. Contigency theory, dipelopori oleh Burn dan Stalker (Otley, 1. , dalam penelitian tahun 1950-an di Inggris tentang task mengidentifikasi tipe struktur dan praktek menejemen yang tepat untuk berbagai kondisi Hasilnya mekanistis . engan ciri-ciri pembagian tugas yang spesifik dan tea. tepat untuk lingkungan yang stabil, sedangkan organisasi yang dinamis . engan ciri-ciri struktur yang fleksibe. tepat untuk lingkungan yang tidak Otley . , menyatakan teori kontijensi didasarkan pada premis bahwa tidak ada sistem yang secara universal selalu tepat diterapkan pada seluruh organisasi pada setiap keadaan, tetapi sistem akuntansi faktor-faktor situasional dalam organisasi. Kesesuaian . yang lebih baik antara sistem pengawasan dengan variabel kontijensi menghasilkan Berdasarkan pada Contingency theory, dapat dikatakan bahwa keberhasilan implementasi keuangan daerah, tergantung pada kondisi Pemda yang bersangkutan. JURNAL AKUNTANSI DAN EKONOMI BISNIS Vol. 6 No. 1 April 2017 GAMBAR 1. STRUKTUR ORGANISASI APBD DI PEMERINTAHAN KOTA KEDIRI WALIKOTA WAKIL WALIKOTA KETUA DPRD WALIKOTA ---- DAERAHKOTA --------SEKRETARIS SEKRETARIS DPRD STAF AHLI BAPPEDA WAKIL WALIKOTA DINAS PENDIDIKAN SEKRETARIS I DPRD WALIKOTA WALIKOTA DINAS PERINDAGTAMB & ENERGIAN DINASWALIKOTA KESEHATAN WALIKOTA DINASTA PERHUB KOMUNIKASI WALIKOTA DINAS KEBUDAYAAN PARIWISATA PEMUDA & OLAHRAGA DINAS PEKERJAAN UMUM DINAS KOPERASI USAHA MIKRO KECIL & MENENGAH DINAS PERTANIAN DINAS SOSIAL DAN TENAGA KERJA DINAS PENDAPATAN PENGEL KEU & ASET DINAS KEPENDUDUKA N & CATATAN SIPIL DINAS TATA RUANG KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH BADAN PEMBERD PEREMPUAN & KANTOR LINGKUNGAN HIDUP KANTOR KESBANGPOL & LINMAS WALIKOTA ASISTEN PEMERIN TAHAN & KESRA BAGIAN ADM PEM BAGIAN HUMAS & PROTOKOL BAGIAN KESRA KANTOR PERPUS ARSIP KANTOR PEMBERD MASYARAKAT ASISTEN PEREKO NOMIAN PEMBAN GUNAN BAGIAN ADMINIS TRASI BAGIAN ADMINIS TRASI PERENCA NAAN ASISTEN ADMINIST RASI UMUM BAGIAN HUKUM BAGIAN ORGANISASI BAGIAN UMUM BAGIAN PDE PDAM. PD BPR KANTOR PELAYANAN PERIJINAN KECAMATAN INSPEKTORAT KELURAHAN KANTOR KETAHANAN PANGAN INSPEKTORAT Penyusunan dan penyajian laporan keuangan pemerintah daerah yang mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun Standart Akuntansi Pemerintahan (SAP), pasal 97 Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, dan dalam pasal 239 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor Selanjutnya berdasarkan pasal 308 dan pasal 309 Peraturan Mentri Dalam Negri Nomor 59 Tahun 2007 tentang perubahan atas Peraturan Mentri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Berdasarkan didukung oleh beberapa teori maupun pemikiran yang ada diatas, diajukan hipotesis sebagai berikut: faktor dukungan atasan (X. Kejelasan tujuan (X. dan pelatihan (X. peningkatan kegunaan sistem akuntansi keuangan daerah (Y. Adapun model hipotesis penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut: Hipotesis NOVIE ASTUTI JURNAL AKUNTANSI DAN EKONOMI BISNIS Vol. 6 No. 1 April 2017 GAMBAR 2. MODEL HIPOTESIS Dukungan atasan (X. Sistem akuntansi Kejelasan tujuan (X. keuangan daerah (Y) Pelatihan (X. METODE PENELITIAN Rancangan Penelitian Yang Digunakan Desain penelitian yang digunakan dalam reserarch, karena merupakan penelitian yang menjelaskan hubungan kausal antara variabel melalui pengujian hipotesis. Menurut Umar . , desain kausal berguna untuk menganalisis hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya atau bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel lainnya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan survei. Kerlinger . , penelitian yangdilakukan pada populasi besar atau kecil,tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadiankejadian relatif, distribusi dan hubunganhubungan antara variabel sosiologi maupun Singarimbun dan Effendi . , yang disebut penelitian survei artinya bahwa informasi yang dikumpulkan responden dengan menggunakan kuesioner. Populasi dan Sampel Menururt Sugiyono . , bahwa populasi adalah wilayah generalisasi terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya. Sedangkan menurut Umar . , populasi diartikan sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel. NOVIE ASTUTI TABEL 1. KOMPOSISI JUMLAH SAMPEL No. Kantor Distribusi Kuesioner Kantor Lingkungan Hidup Dinas Pendidikan Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Dinas Kesehatan Dinas Tata Ruang Kebersihan Pertamanan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Badan Kepegawaian Daerah Kantor Satpol PP Dinas Kebudayaan Pariwisata Olah Raga (Disbudparpor. 10 Dinas Pasar 11 Kantor PDE (Pengolahan Data Elektroni. 12 Dinas Pekerjaan Umum 13 Badan Pembangunan dan Perencanaan Daerah (Bapped. 14 Kantor Kecamatan 15 Kantor Kelurahan Jumlah kuesioner Agung . berpendapat sampel adalah himpunan unit observasi yang memberikan keterangan atau data yang diperlukan oleh suatu studi. Sedangkan Umar , bahwa yang dimaksud dengan sampel adalah merupakan bagian kecil dari suau Dengan demikian yang dimaksud dengan sampel dalam peneliian ini adalah PNS yang bekerja di bagian keuangan kantor JURNAL AKUNTANSI DAN EKONOMI BISNIS Vol. 6 No. 1 April 2017 pemerintahan Kota Kediri jabatan lebih dari 1 tahun Validitas danReliabilitas Instrumen Penelitian Instrumen penelitian ini agar dapat mengukur variabel yang tepat dan relevan maka diperlukan adanya suatu alat ukur untuk pengumpulan data yang valid dan reliabel. Uji Validitas Instrumen penelitian ini dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan dan dapat mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat. Singarimbun & Effendi . berpendapat kemampuan instrumen penelitian mengukur mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat. Meurut Umar . untuk menguji validitas instrumen dilakukan dengan cara mengkorelasikan skore setiap item dengan total skore variabelnya melalui teknik korelasi Auproduct momentAy, dengan rumusan sebagai berikut: Oc Oc Oc Oc Oc Oc Oc Keterangan: koefisien korelasi antara item . dengan skor total X skore jawaban setiap item Y skore total N jumlah subyek uji coba Dalam pengujian ini validitas selanjutnya, ditent ukan tingkat derajat kesalahan 10 % ( 0,. Artinya suatu item pertanyaan atau pernyataan dapat dikatakan valid, jika nilai p kurang dari 0,10 . < 0,. Uji Reliabilitas Singarimbun Effendi menunjukkan sejauh mana alat pengukur dipercaya atau dapat diandalkan. Menurut Arikunto . , pengujian reliabilitas data yang didapat dianalisis dengan teknik reliabilitas alpha cronbach atau yang dikenal NOVIE ASTUTI dengan sistem SIA (Standardized Item Alph. , yang rumusnya seperti berikut: hit Keterangan: k jumlah butir item pertanyaan r rata-rata nilai korelasi alpha Penghitungan pengujian dilakukan dengan membandingkan antara nilai dengan nilai tabel reliabilitas dari Ebel dan Frisbie . Jika nilai r tabel maka dianggap TABEL 2. HUBUNGAN JUMLAH BUTIR DENGAN RELIABILITAS INSTRUMEN Jumlah Butir Reliabilitas 0,20 0,33 0,50 0,67 0,80 0,89 Sumber : Diadaptasi dari Ebel dan Frisbie . Teknik Analisa Data Dalam menganalisa data menurut Nasir . , mengungkapkan bahwa setelah data didapat dan agar data tersebut bermakna maka data harus dianalisis yang sesuai dan mudah dipahami. Menurut Hakim dan Kumadji . Metode analisis dalam penelitian ini adalah analisis dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan inferensial. Analisis Deskriptif. Analisis deskriptif beratkan pada penggambaran atau deskripsi data yang telah diperoleh. Analisis ini digunakan untuk menjawab tujuan penelitian satu dan dua, yaitu untuk memperoleh gambaran tentang faktor-faktor pelatihan, kejelasan tujuan, dukungan atasan dan pemanfaatan informasi terhadap kegunaan Sistem Akuntansi Kegunaan Daerah. Analisis Inferensial. Analisis inferensial merupakan analisis data kuantitatif Analisis ini bertujuan untuk JURNAL AKUNTANSI DAN EKONOMI BISNIS Vol. 6 No. 1 April 2017 diajukan,denganmenggunakan korelasi dan regresi linier berganda, dengan rumus sebagai berikut: Y CU aO Dimana: Y CU Sistem Akuntansi Keuangan Daerah X1 CU Pelatihan X2 CU Kejelasan tujuan X3 CU Dukungan atasan aO CU Konstanta . CU Koefisien regresi e CU Faktor pengganggu Selanjutnya dari hasil perhitungan analisis regresi linier berganda tersebut dapat dilakukan analisis nilai sebagai berikut: Uji koefisien regresi secara keseluruhan dengan cara membandingkan F hitung kepercayaan A 0,10. Bila F hitung > F tabel maka hipotesis diterima. Uji t, yaitu untukmenguji keberartian membandingkan t hitung dengan t tabel pada tingkat kepercayaan A 0,10. Bila t hitung > t tabel maka hipotesis diterima. Nilai RA . oefisien determinas. , untuk mengetahui berapa % pengaruh variabel bebas (X) yang dimasukkan dalam model mempengaruhi variabel terikat (Y), sedangkan sisanya dipengaruhi oleh (X) dimasukkan ke dalam model. Gujarati . model dianggap baik bila koefisien determinasi sama dengan satu atau mendekati satu. Nilai r . oefisien Korelasi Parsia. ,untuk mengukur kedekatan hubungan antara masing-masing variabel bebas dengan variabel terikat. Nilai r parsial mempunyai jarak -1 sampai 1, apabila makin mendekati -1 atau 1 berarti makin erat hubungan negatif atau Apabila nilai r mendekati nolberarti terdapat kekuatan hubungan yang lemah, sebaliknya jika nilai yang paling besar diantara variabel-variabel NOVIE ASTUTI bebas menunjukkan variabel tersebut paling kuat hubungannya dengan variabel-variabel bebas menunjukkan hubungannya dengan variabel terikat. Pengujian Asumsi Klasik MenurutGujarati . hipotesis, agar diperoleh nilai perkiraan yang tidak bias dan efisien dari model persamaan regresi linier berganda dengan metode kuadrat terkecil biasa atau OLS (Ordinary Leasrt Squar. terhadap tiga atau lebih variabel yang diamati, maka haruslah memenuhi asumsi-asumsi klasik sebagai berikut: Uji Asumsi Kolinearitas Ganda (Muliticollinearit. Gujarati . mengemukakan bahwa multikolinearitas berarti adanya korelasi linier yang tinggi . endekati sempurn. , diantara dua variabel atau lebih variabel bebas. Untuk mengetahui tidak adanya multikolinearitas, digunakan Uji AuVariance Inflation FactorAy (Vi. , yaitu jika nilai VIF C 10 berarti tidak terjadi kolinearitas antara variabel bebas. Uji Asumsi Heteroskedastisitas Salah satu asumsi dasar dari regresi linier adalah variabel residual harus sama untuk semua pengamatan atau yang disebut Oleh karena itu menurut Gujarati . untuk mengetahui terjadinya heteroskedastisitas atau homoskedastisitas perlu dilakukan pengujian Glejser (Glejser tes. Jika hasil pengujian menunjukkan nilai Sign T > A 0,10, maka homogenitas ragam terpenuhi atau tidak terjadi heteroskedastisitas. Uji Asumsi Autokorelasi Uji asumsi autokorelasi adalah untuk melihat apakah terjadi hubungan atau tidak antara data pengamatan. Gujarati . autokorelasi terjadi korelasi diantara data pengamatan, dimana munculnya suatu data dipengaruhi oleh data sebelumnya. Untuk menggunakan teknik uji Durbin Watson d Test. Jika nilai uji Durbin Watson mendekati dua, maka tidak terjadi autokorelasi. Uji Asumsi Kenormalan Uji asumsi kenormalan adalah untuk melihat apakah nilai residual tersebar normal JURNAL AKUNTANSI DAN EKONOMI BISNIS Vol. 6 No. 1 April 2017 atau tidak. Jika uji kenormalan menggunakan Komogorov-Smirnov Goodness of Fit Test. Residual tersebut secara normal, jika 2-tailed p > . Uji Asumsi Linearitas Pengujian Standarrized Scallerplot, yaitu dengan melihat distribusi atau penyebaran nilai residual. Jika tersebar acak dan tidak membentuk pola tertentu, maka asumsi linearitas terpenuhi. Instrumen Penelitian Metode statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan Path Analysis atau analisis jalur. Path Analysis atau analisis jalur adalah suatu teknik pengembangan dari regresi linier Teknik ini digunakan untuk menguji besarnya sumbangan . yang ditunjukkan oleh koefisien jalur pada setiap diagram jalur dari hubungan kausal antar terhadap Y. Teknik analisis jalur ini menggunakan program Analisis of Moment Structure 4. 01 (AMOS 4. 100 eksemplar dan diharapkan kuesioner bisa kembali minimal 50 eksemplar. Adapun pengambilan sampel dilakukan dengan teknik convenience sampling yaitu pengambilan sampel terhadap responden yang mudah ditemui dan bersedia menjadi sampel. Sumber Kuesioner Kuiesioner yang dipakai pada penelitian ini adalah kuesioner penelitian dari Shoff Yatuz Zahro yang berjudul AuPengaruh Faktor Keperilakuan Organisasi Dalam Implementasi Sistem Akuntansi Keuangan Daerah (Studi Kasus Instansi Pemerintahan se-Kota Madiu. Au. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pengiriman dan Pengembalian Kuesioner Penelitian ini dilaksanakan di Kota Kediri dengan mengambil sampel pegawai negeri yang menjabat sebagai bendahara di instansi Pemerintahan Kota Kediri. Adapun daftar dinas yang diberikan kuesioner adalah sebagai Prosedur Pengumpulan Data Kuesioner disebarkan dengan caramengantar langsung kepada responden. Waktu yang diperlukan untuk pengumpulan data selama 2 Kuesioner yang disebarkan sejumlah TABEL 3. DAFTAR DINAS DI PEMERINTAHAN KOTA KEDIRI YANG DIBERIKAN No. Kantor Kantor Lingkungan Hidup Dinas Pendidikan Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Dinas Kesehatan Dinas Tata Ruang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Badan Kepegawaian Daerah Kantor Satpol PP Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Olah Raga (Disbudparpor. Dinas Pasar Kantor PDE (Pengolahan Data Elektroni. Dinas Pekerjaan Umum Badan Pembangunan dan Perencanaan Daerah NOVIE ASTUTI Distribusi Kuesioner Kuesioner Kembali JURNAL AKUNTANSI DAN EKONOMI BISNIS Vol. 6 No. 1 April 2017 (Bapped. Kantor Kecamatan Kantor Kelurahan Jumlah kuesioner yang didistribusikan % tingkat pengembalian kuesioner % data yang tidak diolah peneliti dikarenakan: data tidak kembali ke peneliti dan pengisian data tidak lengkap Adapun dilakukan dengan teknik convenience sampling responden yang mudah ditemui dan bersedia menjadi sampel. Dari 100 kuesioner yang dibagikan, ada 75 kuesioner yang kembali. Kemudian dari jumlah tersebut, seluruh kuesioner diisi secara lengkap, sehingga seluruhnya dapat digunakan dalam analisa TABEL 4. TABEL KORELASI Kor Kor Tan Tid Kol Kor Kor <0,4 >0,4 Uji t . ntuk Uji Hipotesi. Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui signifikasi dari terhadap variabel dependen secara Variabel dukungan atasan memiliki nilai t CU 3,438 lebih besar dari t tabel yaitu . ,438 > 2,. dengan nilai p-value sebesar 0,001 diterima pada taraf signifikasi 5% . <0,. Nilai positif menunjukkan pengaruh Artinya dukungan atasan sistem akuntansi keuangan daearah dan H1 dinyatakan diterima. Variabel memiliki nilai t CU 3,047 lebih besar dari t tabel sebesar 2,042 yaitu 3,047 > 2,042 NOVIE ASTUTI atau nilai p-value sebesar 0,003 diterima pada taraf signifikasi 5% . <0,. Artinya kejelasan tujuan sistem akuntansi keuangan daerah dan H2 dinyatakan diterima. Variabel pelatihan memilki nilai t CU 1,346 lebih kecil dari t tabel sebesar 2,042 yaitu 1,346 < 2,042 atau nilai pvalue sebesar 0,183 ditolak pada taraf signifikasi 5% . >0,. Artinya pelatihan tidak berpengaruh terhadap kegunaan sistem akuntansi keuangan Pada penelitian terdahulu berpengaruh pada Sistem Akuntansi Keuangan Daerah, tetapi di penelitian ini pelatihan tidak berpengaruh pada kegunaan sistem akuntansi keuangan daerah dikarenakan fenomena yang terdapat dilapangan dimana pelatihan yang diadakan berkaitan dengan kegunaan SAKD masih kurang, selain itu latarbelakang pendidikan pegawai atau staf di bagian keuangan bukan dari jurusan akuntansi mengakibatkan pencapaian hasil belum sesuai dengan apa yang diharapkan, pelatihan yang dilakukan belum mengikut sertakan keuangan, perpindahan jabatan serta disebabkan bergantinya regulasi baru, pelatihan yang satu belum terampil sudah disusul dengan pelatihan baru ini akan mengakibatkan kebingungan para pengelola keuangan di SKPD. Tabel 5. Uji T Collinearity Statistics Model Sig. (Constan. Tolerance VIF JURNAL AKUNTANSI DAN EKONOMI BISNIS Vol. 6 No. 1 April 2017 Dependent Variable: SAKD GAMBAR 3. UJI NORMALITAS Uji heteroskedasis bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variabel dari residual yang satu dengan yang lainnya. Apakah termasuk dalam heteroskedasis atau termasul dalam GAMBAR 4. UJI MULTICOLLINEARITY Pada gambar 4 menunjukkan bahwa pada data penelitian ini menggunakan data toleransi signifikan dan data VIF untuk uji Uji multikolinearitas ini bertujuan untuk mengukur arah dan besarnya pengaruh variabel independen secara akurat. GAMBAR 5. UJI ASUMSI HETEROSKEDASTISITAS NOVIE ASTUTI KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan danpengujian hipotesis, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dari faktor organisasi yang diuji, faktor keperilakuan organisasi yang meliputi dukungan atasan dan kejelasan SAKD (Sistem Akuntansi Keuangan Daera. Penelitian ini mempunyai implikasi yang luas dimasa yang akan datang, khususnya untuk penelitian-penelitian yang berkaitan dengan hubungan faktor perilaku dalam implementasi inovasi sistem. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan suatu gambaran kepada Pemerintah Daerah bahwa kesuksesan inplementasi sistem tidak hanya ditentukan oleh faktor teknis dan dana saja, namun faktor perilaku dari pengguna juga perlu diperhatikan. Dalam penelitian ini pengambilan responden terbatas pada bagian keuangan saja di beberapa instansi di Kota Kediri, sehingga kemungkinan akan menghasilkan hasil yang berbeda, maka perlu diperluas dibagianbagian yang lain dan instansi yang lebih banyak lagi. Saran Penelitian menambah variabel lain tidak terbatas pada faktor perilaku tapi juga faktor teknis dalam rangka implementasi SAKD perlu untuk Perlu penelitian dengan sampel yang lebih banyak dan tidak terbatas pada Dinas. JURNAL AKUNTANSI DAN EKONOMI BISNIS Vol. 6 No. 1 April 2017 Kantor dan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah saja, namun diperluas untuk seluruh Dinas di Pemerintahan Kota maupun Pemerintahan Kabupaten. Perlu pengembangan instrumen, yaitu disesuaikan dengan kondisi dan lingkungan dari obyek yang diteliti. Keterbatasan Hasil pengujian yang berbeda dengan peneliti sebelumnya kemungkinan juga diakibatkan oleh perbedaan obyek yang Responden penelitian terbatas pada Kota Kedirisajasehingga kemungkinan akan menghasilkan hasil sebelumnya, maka perlu diperluas di wilayahKabupaten dan propinsi lain di Indonesia supaya dapat digeneralisasi. Penelitian ini hanya dilakukan pada satu waktu . ross sectiona. sehingga ada kemungkinan perilaku individu berubah dari waktu ke waktu. DAFTAR PUSTAKA