PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KELOMPOK TANI GUNA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA BARUH BAHINU DALAM KECAMATAN PARINGIN SELATAN KABUPATEN BALANGAN Muslimah1. Husaini2. Reno Affrian3 Program Studi Administrasi Publik Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Amuntai e-mail: muslimah26mei@gmail. ABSTRAK Permasalahan diantaranya kurangnya sarana dan prasarana penunjang pertanian yang dibutuhkan oleh Kelompok Tani, belum optimalnya pemerataan bantuan yang dibutuhkan oleh anggota Kelompok Tani di Desa Baruh Bahinu Dalam Kecamatan Paringin Selatan Kabupaten Balangan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pemberdayaan Masyarakat Kelompok Tani Guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Desa Baruh Bahinu Dalam Kecamatan Paringin Selatan Kabupaten Balangan dan faktor yang Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data yang diambil melalui penarikan sampel secara purposive sampling berjumlah 12 orang. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui Kelompok Tani di Desa Baruh Bahinu Dalam Kecamatan Paringin Selatan kabupaten balangan tersebut kurang baik. Sub variable pemungkinan pada indikator kultur/budaya hanya sehari-hari kurang baik dan indikator struktur dalam jabatan kelompok tani Sub variabel pada indikator penguatan peningkatan pengetahuan dalam melaksanakan pelatihan kelompok tani kurang baik dan indikator pengembangan keterampilan dalam memberdayakan pertanian kurang baik. Sub variabel perlindungan pada indikator asuransi pertanian dalam menjamin keselamatan petani baik dan indikator penguatan kelembagaan petani dalam kelompok tani baik. Sub variabel penyokongan pada indikator bimbingan pelatihan kelompok tani kurang baik dan indikator dukungan dalam pemberian bantuan kurang baik. Sub variabel pemeliharaan pada indikator keselarasan antara fungsi dan tugas adalah baik dan indikator keseimbangan dalam tanggung jawab dan kinerja baik. Faktor yang mempengaruhi yakni faktor pendukung adalah sumberdaya manusia dan bantuan terhadap anggota kelompok tani sedangkan faktor penghambat adalah fenomena alam dan tidak tersedianya alat-alat modern dan pengembangan keterampilan yang baik untuk kegiatan pertanian anggota kelompok tani Desa Baruh Bahinu Dalam. Pemberdayaan masyarakat kelompok tani guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Baruh Bahinu Dalam Kecamatan Paringin Selatan Kabupaten Balangan,maka disarankan kepada Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Balangan agar menambah anggaran terhdap bantuan pemberdayaan pertanian di Desa Baruh Bahinu Dalam guna meningkatkan kesejahteraan petani Kata Kunci : Kelompok Tani Desa Baruh Bahinu Dalam Kecamatan Paringin Selatan Kabupaten Balangan. ABSTRACT Problems include the lack of agricultural supporting facilities and infrastructure needed by the Farmer Group, not optimal distribution of assistance needed by members of the Farmer Group in Baruh Bahinu Dalam Village. South Paringin District. Balangan Regency. The purpose of this study was to determine the Community Empowerment of Farmer Groups to Improve Community Welfare in Baruh Bahinu Dalam Village. South Paringin District. Balangan Regency Identity Card (KIA) program to the community so that they can understand the importance of the Child Identity Card (KIA) program by involving community and the factors that influence it. This research uses a qualitative approach with descriptive type. The data collection techniques used were interviews, observation and documentation. The results of the study showed that community empowerment through Farmer Groups in Baruh Bahinu Dalam Village. South Paringin District. Balangan Regency was not good. Sub-variables on the indicator of culture/culture only daily is not good and the indicator of structure in the position of the farmer group is good. Sub-variables on the indicator of strengthening knowledge improvement in carrying out farmer group training is not good and the indicator of skill development in empowering agriculture is not good. Sub-variable protection on agricultural insurance indicators in ensuring the safety of farmers is good and indicators of institutional strengthening of farmers in farmer groups is good. Sub-variable support on the indicator of farmer guidance is good. Keywords: Farmers Group of Baruh Bahinu Dalam Village. South Paringin Subdistrict. Balangan Regency Muslimah. Husaini. Reno Affrian | Pemberdayaan Kelompok Tani A| 64 PENDAHULUAN Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya untuk memberdayakan masyarakat yang karena ketidakmampuannya baik karena faktor internal maupun eksternal. Pemberdayaan diharapkan mampu mengubah tatanan hidup masyarakat kearah yang lebih baik, sebagaimana citacita bangsa untuk mewujudkan masyrakat yang adil, demokratis, sejahtera dan maju. Mata Pencaharian, karena Desa Baruh Bahinu Dalam merupakan Desa pertanian, maka sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Masyarakat Desa Baruh Bahinu Dalam didominasi oleh masyarakat tani yang mempunyai banyak potensi ekonomi di bidang pertanian yang dapat dikembangkan, salah satunya adalah budidaya tanaman padi dan karet. Kelompok Tani Harapan Indah adalah Lembaga Pelaku utama sektor pertanian yang bersifat nirlaba, sukarela dan sosial yang berbasis keanggotaan bagi pelaku utama pertanian di Desa Baruh Bahinu Dalam Kecamatan Paringin Selatan. Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan Selatan. Kelompok Tani adalah salah satu bentuk dari lembaga tani ini berbasis keanggotaan. Anggotanya adalah pelaku utama di bidang pertanian dari sejumlah masyarakat Desa Baruh Bahinu Dalam yang jumlahnya terus berubah dari waktu ke waktu. Kelompok Tani ini terbentuk dan memulai kegiatannya pada tahun 2008 dan secara resmi dinyatakan berdiri pada tanggal 26 Agustus 2015, yang dihadiri oleh 49 orang . umlah anggota terdafta. Kelompok Tani Harapan Indah pada umumnya adalah petani yang sama-sama bergerak dibidang pertanian bertujuan untuk mengatasi berbagai masalah anggota secara individu maupun kelompook sehingga mencapai harapan sesuai visi misi kelompok tani. kepemilikan lahan anggota rata-rata satu Ha dan jumlah ternak dengan dominasi usaha di sub sektor Pertanian Padi dan usaha produktif pendukung di sub sektor Perkebunan. Oleh karenanya Kelompok Tani Harapan Indah bertujuan untuk menggali potensi yang ada pada anggota kelompok untuk bisa berdaya guna dengan sumber daya alam yang ada, agar lebih mandiri dengan sumber daya manusia yang ada dan bisa memberi dampak positif pada Masyarakat di Desa Baruh Bahinu Dalam Kelompok Tani ini didirikan dan dikendalikan oleh anggota kelompok yang berfungsi sebagai kelas belajar, wahana kerjasama dan sebagai unit produksi bagi sesama anggota sesuai Anggaran Dasar Kelompok Tani Harapan Indah. Keberadaan Kelompok Tani ini dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang tergabung dengan Kelompok Tani di Desa Baruh Bahinu Dalam dalam membantu meningkatkan pendapatan dan hasil produksi. Berdasarkan hasil wawancara dengan ketua Kelompok Tani tersebut dapat diketahui bahwa eksistensi Kelompok Tani sangat membantu dalam rangka meningkatkan pendapatan yang berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Adapun permasalahan yang dihadapi Kelompok Tani di Desa Baruh Bahinu Dalam Kecamatan Paringin Selatan Kabupaten Balangan dimana kualitas sumber daya manusia masih lemah, kreativitas yang dimiliki masih rendah, dan partisipasi dalam memanfaatkan lahan masih kurang sehingga menyebabkan pemasaran rendah. Permasalahan yang dihadapi Masyarakat Kelompok Tani di Desa Baruh Bahinu Dalam yaitu: Terbatasnya anggaran yang didapat untuk pembelian pupuk dan kebutuhan untuk pertanian lainnya, sehingga mengakibatkan kurangnya pasokan pupuk untuk kebutuhan masyarakat Kelompok Tani yang ada di Desa Baruh Bahinu Dalam Kecamatan Paringin Selatan Kabupaten Balangan. Kurangnya pelatihan pertanian yang didapat oleh para petani untuk dapat memaksimalkan hasil pertanian di Desa Baruh Bahinu Dalam. Petani masih kurang berdaya dan Sebagian masih digaris kemiskinan, sehingga cara mereka bertani menggunakan cara tradisional. Muslimah. Husaini. Reno Affrian | Pemberdayaan Kelompok Tani A| 65 METODE Penulis dalam penelitian ini mengambil lokasi penelitian di lakukan pada Desa Baruh Bahinu Dalam Kecamatan Paringin Selatan Kabupaten Balangan. Pendekatan penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dimana peneliti berupaya untuk mengamati, mengumpulkan dan menganalisa data serta mengungkapkan secara jelas Pemberdayaan Masyarakat Kelompok Tani Guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Desa Baruh Bahinu Dalam Kecamatan Paringin Selatan Kabupaten Balangan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Menurut Mulyana dalam Feni Rita Fiantika, dkk . mendiskripsikan penelitian kualitatif sebagai penelitian yang menggunakan metode ilmiah untuk mengungkapkan suatu fenomena dengan cara mendeskripsikan data dan fakta melalui kata-kata secara menyeluruh terhadap subjek penelitian terkait dengan Kelompok Tani di Desa Baruh Bahinu Dalam Kecamatan Paringin Selatan Kabupaten Balangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data yang diambil melalui penarikan sampel secara purposive sampling berjumlah 12 orang. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis dengan teknik kondensasi data, tampilan tata dan penarikan Salah satu model analisis data dalam penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi dikemukakan oleh Spradley dalam Feny Rita Fiantika, dkk . dengan langkah sebagai berikut : . analisis ranah . , . melakukan observasi terfokus, . analisis komponensial serta . ) analisis tema. Analisis data pada prinsipnya merupakan penelaahan dalam mencari pola . Laporan penelitian kualitatif sebagian besar menyusun teks. Menurut Miles. Hubernan and Saldana dalam Feny Rita Fiantika, dkk . 2:70-. tentang analisis data kualitatif, mereka melihat analitis data dibagi dalam tiga aliran aktivitas paralel: . kondensasi data . ata condensatio. , . presentasi data . ata displa. , dan . inferensi/validasi . onclusion drawing/verificatio. PEMBAHASAN Pemberdayaan Masyarakat Melalui Kelompok Tani Guna Meningkatkan Kesejahteraan Mayarakat Desa Baruh Bahinu Dalam Kecamatan Paringin Selatan Kabupaten Balangan. Pemungkinan Pemungkinan yaitu menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat miskin berkembang secara optimal. Pemberdayaan harus mampu membebaskan masyarakat miskin dari sekat-sekat kultural dan struktural yang menghambat. Budaya/Kultur Dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi dapat disimpulkan bahwa budaya/kultur masih kurang baik karena hanya memberikan menjadikan budaya bertani untuk kebutuhan sehari-hari saja. Dan pada indokator struktur pelaksanaannya sudah baik karena sudah sesuai dengan fungsi dan kinerjanya dilapangan. Struktur Dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi dapat disimpulkan bahwa struktur pelaksanaannya sudah baik karena sudah sesuai dengan fungsi dan kinerjanya dilapangan. Penguatan Penguatan melalui memperkuat pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki masyarakat miskin dalam memecahkan masalah dan memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Pemberdayaan Muslimah. Husaini. Reno Affrian | Pemberdayaan Kelompok Tani A| 66 harus mampu menumbuhkembangkan segenap kemampuan dan kepercayaan diri masyarakat miskin yang menunjang kemandirian mereka. Peningkatan Pengetahuan Dari hasil wawancara dan observasi dapat disimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan baik karena adanya pemberian pelatihan untuk mengembangkan pertanian. Pengembangan Keterampilan Dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi dapat disimpulkan bahwa pengembangan keterampilan juga baik dikarenakan adanya upaya pengembangan keterampilan dalam pembuatan pupuk secara organik. Perlindungan Perlindungan yaitu melindungi masyarakat terutama kelompokAekelompok lemah agar tidak tertindas oleh kelompok kuat, menghindari terjadinya persaingan yang tidak seimbang . palagi tidak seha. anatara yang kuat dan yang lemah, dan mencegah terjadinya eksploitasi kelompok kuat terhadap kelompok lemah. Pemberdayaan harus diarahkan pada penghapusan segala jenis diskriminasi dan dominasi yang tidak menguntungkan rakyat kecil. Asuransi Pertanian Dari hasil wawancara dan observasi dapat disimpulkan bahwa pada aspek Asuransi pertanian sudah baik karena adanya sudah baik karena adanya pemberian jaminan keselamatan kerja untuk para anggota kelompok tani. Penguatan Kelembagan pertanian Dari hasil wawancara dan observasi dapat disimpulkan bahwa pada aspek Penguatan Kelembagan pertanian baik karena adanya Lembaga kelompok tani maka masyarakat petani terbantu karena adanya Lembaga yang dapat membantu memenuhi kebutuhan petani dalam mengembangkan pembudidayaannya Penyokongan Penyokongan yaitu memberikan bimbingan dan dukungan agar masyarakat miskin mampu menjalankan peranan dan tugas-tugas kehidupannya. Pemberdayaan harus mampu menyokong masyarakat miskin agar tidak terjatuh ke dalam keadaan dan posisi yang semakin lemah dan Bimbingan Dari hasil wawancara dan observasi dapat disimpulkan bahwa pada aspek bimbingan yang masih kurang dikarenakan masih terbatasnya dukungan yang diberikan seperti hanya fokus pada penyaluran pupuk dan pelatihan pupuk organik. Dukungan Dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi dapat disimpulkan bahwa pada aspek dukungan yang mana juga masih kurang baik karena masih memerlukan sumberdaya yang lain bagi petani bukan hanya dari segi pupuk dan Teknik pembuatan pupuk organik. Pemeliharaan Pemeliharaan artinya memelihara kondisi yang kondusif agar tetap terjadi keseimbangan distribusi kekuasaan antara berbagai kelompok dalam masyarakat. pemberdayaan harus mampu menjamin keselarasan dan keseimbangan yang memungkinkan setiap orang memperoleh kesempatan berusaha. Keselarasan Dari hasil wawancara dan observasi dapat disimpulkan bahwa pada aspek pemeliharaan yang mana indiktornya keselarasan yang baik dalam hal fungsi Kelompok Tani dengan Kelompok Taninya itu sendiri yang sudah sesuai dalam menjalankan fungsi Kelompok Tani. Keseimbangan Dari hasil wawancara dan observasi dapat disimpulkan bahwa pada aspek keseimbangan yang baik dalam distribusi kekuasaan antar anggota Kelompok Tani dimana pemerataan hak-hak antar anggota dan pemberian kesempatan yang sama terhadap anggota Kelompok Tani. Muslimah. Husaini. Reno Affrian | Pemberdayaan Kelompok Tani A| 67 B. Faktor yang mempengaruhi pemberdayaan Kelompok Tani di Desa Baruh Bahinu Dalam Kecamatan Paringin Selatan Kabupaen Balangan: Faktor Pendorong Adanya keinginan sumberdaya manusia dari masyarakat dalam bertani dan membudidayakan tanaman. Adanya bantuan pupuk terhadap para anggota Kelompok Tani Faktor Penghambat. Fenomena alam seperti banjir yang menyebabkan kesulitannya petani dalam membudidayakan tanamannya. Tidak tersedianya alat-alat modern dan pelatihan yang kurang untuk anggota kelompok tani sehingga masyarakat hanya sering bertani secara tradisional. SIMPULAN Pemberdayaan Pertanian Mayarakat Melalui Kelompok Tani Guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat I Desa Baruh Bahinu Dalam Kecamatan Paringin Selatan Kabupaten Balangan adalah cukup hal ini dapat dilihat dari indikator Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui Kelompok Tani di Desa Baruh Bahinu Dalam Kecamatan Paringin Selatan kabupaten balangan tersebut kurang Sub variable pemungkinan pada indikator kultur/budaya hanya sehari-hari kurang baik dan indikator struktur dalam jabatan kelompok tani baik. Sub variabel pada indikator penguatan peningkatan pengetahuan dalam melaksanakan pelatihan kelompok tani kurang baik dan indikator pengembangan keterampilan dalam memberdayakan pertanian kurang baik. Sub variabel perlindungan pada indikator asuransi pertanian dalam menjamin keselamatan petani baik dan indikator penguatan kelembagaan petani dalam kelompok tani baik. Sub variabel penyokongan pada indikator bimbingan pelatihan kelompok tani kurang baik dan indikator dukungan dalam pemberian bantuan kurang baik. Sub variabel pemeliharaan pada indikator keselarasan antara fungsi dan tugas adalah baik dan indikator keseimbangan dalam tanggung jawab dan kinerja baik. Faktor yang mempengaruhi yakni faktor pendukung adalah sumberdaya manusia dan bantuan terhadap anggota kelompok tani sedangkan faktor penghambat adalah fenomena alam dan tidak tersedianya alat-alat modern dan pengembangan keterampilan yang baik untuk kegiatan pertanian anggota kelompok tani Desa Baruh Bahinu Dalam. (Baihaqi, 2022. Raudah. Amalia and Nida, 2022. Trio et al. , 2. DAFTAR PUSTAKA