Dakwatul Islam Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Berbasis Pengarusutamaan Gender (Elemen Peradaban JurnalSejarah Ilmiah Prodi Islam PMI Kelas Xii Fase F) Institut Agama Islam Diniyah Pekanbaru Volume ( 9 ) Nomor ( 2 ). Juni 2025 https://ojs. id/index. php/DakwatulIslam P-ISSN: 2581-0987 E-ISSN: 2828-5484 DESAIN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI BERBASIS PENGARUSUTAMAAN GENDER (ELEMEN SEJARAH PERADABAN ISLAM KELAS XII FASE F) Meta Ratna Sari. Lailan Rafiqah Magister Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Diniyah Pekanbaru lailan@diniyah. Abstrak Penelitian ini membahas desain pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Karakter berdasarkan pendekatan gender mainstreaming. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis konten. Hasil penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut: . Penerapan gender mainstreaming dalam Pendidikan Agama Islam, unsur sejarah, pada kelas XII fase F dapat dilakukan dengan mengintegrasikannya ke dalam kurikulum secara bertahap melalui pendekatan kontribusi, pendekatan penambahan, pendekatan transformasional, dan pendekatan aksi sosial. Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Karakter Berbasis Pengarusutamaan Gender sebagai berikut: A) Tujuan Pembelajaran: Menganalisis peran dan teladan ulama Islam yang menyebarkan ajaran Islam di Indonesia. Memahami peran organisasi Islam di Indonesia dalam membangun dan memajukan negara. B) Materi/Isi Pembelajaran: . Membaca Al-Qur'an, . Cerita Sejarah yang Menginspirasi, . Wawasan Islam. Peran Ulama Islam pada Masa Perjuangan Kemerdekaan. Peran Organisasi pada Masa Perjuangan Kemerdekaan. Penerapan Karakter. Refleksi, . Ringkasan. Metode Pembelajaran: metode rasional . anhaj Aoaql. , metode intuitif . anhaj dhawq. , metode dialogis . anhaj jadal. , metode perbandingan . anhaj muqaran. , metode kritis . anhaj naqd. D) Strategi Pembelajaran: Strategi Penyelidikan. E) Prinsip Pembelajaran: bermakna dan menyenangkan, membangun kemampuan untuk menjadi pembelajar seumur hidup, mendukung pengembangan kompetensi dan karakter siswa, pembelajaran yang relevan. F) Evaluasi Pembelajaran: penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Kata kunci: Desain Pembelajaran. Pendidikan Agama Islam dan Karakter. Pengarusutamaan Gender Abstract This study discusses the design of Islamic Religious Education and Character Education learning based on gender mainstreaming. The type of research used is library The analysis technique in this study uses content analysis. The results of this study can be described as follows: . Gender mainstreaming in Islamic religious education, history elements, grade XII phase F can be done by integrating it into the curriculum in stages through a contribution approach, additive approach, transformational approach, and social action approach. Design of Islamic Religious Education and Character Education Learning Based on Gender Mainstreaming as follows: A) Learning Objectives: Analyze the role and exemplary role of Islamic scholars Jurnal Dakwatul Islam Vol. 9 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 2828-5484 who spread Islamic teachings in Indonesia. Understand the role of Islamic organizations in Indonesia in building and advancing the country. B) Lesson Material/Content: . Let's read the Quran, . Inspirational Historical Stories, . Islamic Insight. The Role of Islamic Scholars During the War of Independence. The Role of Organizations During the War of Independence. Application of Character. Reflection, . Summary. Learning Methods: rational method . anhaj Aoaql. , intuitive method . anhaj dhawq. , dialogical method . anhaj jadal. , comparative method . anhaj muqaran. , critical method . anhaj naqd. D) Learning Strategy: Inquiry strategy. E) Learning Principles: meaningful and enjoyable, building capacity to become lifelong learners, supporting the development of studentsAo competencies and characters, relevant learning. F) Learning Evaluation: assessment of attitudes, knowledge and skills. Keywords: Learning Design. Islamic Religious Education and Character. Gender Mainstreaming Pendahuluan Salah satu faktor yang paling menentukan tercapainya sasaran di bidang pendidikan adalah perencanaan yang baik. Perencanan mesti didukung dengan adanya data yang akurat dan mutakhir, akan membantu proses penyusunan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat(Baktiar Nasution, 2. Seiring perkembangan zaman, paradigma pembelajaran telah mengalami pergeseran. Pada awalnya, pembelajaran mengacu pada paradigma behaviorisme kemudian baeralih kepada paradigma kognitivisme, dan sekarang implementasi kurikulum merdeka menggunakan paradigma konstruktivisme( Askar, at al, 2. Capaian Pembelajaran (CP) pada kurikulum merdeka banyak merujuk kepada teori belajar konstruktivisme dengan pengembangan (UbD) dikembangkan oleh Wiggins dan Tighe. Paradigma konstruktivisme lebih menekankan pada keaktifan siswa dalam belajar. Hal ini telah mengubah proses belajar yang dulu dianggap menegangkan dan berpusat pada guru sebagai satu-satunya sumber belajar . eacher centered learnin. Maka dari itu, diperlukan keterampilan guru dalam mendesain pembelajaran. Desain pembelajaran merupakan sebuah proses yang sistematis pengembangan paket pembelajaran yang menggunakan beberapa teori belajar dan teori pembelajaran yang meliputi strategi, metode, media dan teknik yang digunakan dalam proses pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai( Askar, at al, 2. Secara sederhana, desian pembelajaran dapat dipahami sebagai konsep yang disusun untuk Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Berbasis Pengarusutamaan Gender (Elemen Sejarah Peradaban Islam Kelas Xii Fase F) membantu dan mempermudah dalam kegiatan belajar mengajar tidak terkecuali dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Rasional mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti sebagai usaha sadar dan terencana untuk menyiapkan peserta didik dalam meyakini, memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran Islam melalui kegiatan pembimbingan, pengajaran dan pelatihan. Berangkat dari rasionalitas tersebut, mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti perlu didesain tidak hanya sekadar mengajarkan teori saja melainkan juga pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan. Berdasarkan prinsip pembelajaran dalam kurikulum merdeka, diantaranya adalah pembelajaran yang relevan. Yaitu pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan . ustainable livin. Berbicara tentang pembelajaran berorientasi pada keberlanjutan dalam Sustainable Development Goals (SDG. /, terdapat 17 tujuan dan sasaran yang akan dicapai pada tahun 2030. SDGs/TPB tersebut telah dideklarasikan baik oleh negara maju maupun negara berkembang pada saat Sidang Umum PBB September 2015. Satu diantara 17 . ujuh bela. tujuan dan sasaran tersebut adalah pengarusutamaan gender. Konsep gender pada dasarnya tidak menyoal tentang perbedaan peran dan fungsi antara laki-laki dengan perempuan secara anatomi biologis. Sebab struktur biologis yang melekat pada laki-laki atau perempuan bersifat kodrat dan tidak dapat diubah. Gender yang dimaksud adalah identifikasi perbedaan peran, fungsi dan tanggung jawab antara laki-laki dengan perempuan hasil dari kontruksi masyarakat. Konsep gender bukan hanya tentang perempuan, melainkan keduanya. Sekalipun laki-laki dan perempuan telah mendapat kesempatan yang sama secara hukum. Namun dampak nyata dari ketidakadilan gender masih marak dibarbagai bidang. Badan Pusat Statistik Provinsi Riau merilis pada bidang pendidikan. Rata-rata Lama Sekolah (RLS) perempuan lebih rendah dibandingkan laki-laki (Perampuan: 9,32 dan laki-laki: 9,. , padahal jumlah penduduk perempuan lebih banyak dari laki-laki . erempuan: 3. jiwa dan laki-laki: 3. Indikator tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan juga sangat rendah dibandingkan laki-laki . erempuan: 44,27 dan laki-laki: 83,. Pengarusutamaan gender Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dinilai perlu disusun melalui desain pembelajaran. Berdasarkan pengamatan awal, masih ditemukan bias gender pada buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti yang diterbitkan oleh Jurnal Dakwatul Islam Vol. 9 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 2828-5484 Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Pusat Perbukuan (BSKAP) Kementerian Pendidikan. Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Riste. bekerja sama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) untuk jenjang SMA/sederajat. Pada jenjang SMA/sederajat yang dibagi menjadi dua fase, yaitu fase E untuk kelas X dan fase F di kelas XI-XI. CP elemen Pejarah Peradaban Islam pada fase F ialah memahami peran tokoh ulama dalam perkembangan peradaban Islam dan peran organisasi-organisasi Islam di Indonesia. Merujuk pada buku teks yang disediakan pemerintah masih terdapat bias Hal ini terlihat dari tidak ditemukannya tokoh-tokoh perempuan dalam buku ajar, sehingga diperlukan adanya desain pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti berbasis pengarusutamaan Gender. Desain pembelajaran berbasis pengarusutamaan gender akan memberikan pemahaman dan keteladanan kepada peserta didik terkait tokoh-tokoh Islam secara komprehensif. Metode Jenis penenelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian perpustakaan . ibrary researc. Penelitian pustaka membatasi kegiatannya hanya pada bahan-bahan koleksi perpustakaan saja tanpa melakukan riset lapangan(Mestika Zed. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah Keputusan Kepala Badan Standar Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset dan Teknologi nomor 033/H/KR/2022 Tentang Perubahan atas Keputusan Keputusan Kepala Badan Standar Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset dan Teknologi nomor 008/H/KR/2022 Tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini. Jenjang Pendidikan Menengah pada Kurikulum Merdeka. Adapun sumber data sekunder dalam penelitian ini bersumber dari buku-buku, karya ilmiah, dokumen, jurnal artikel dan majalah yang berkaitan tentang Sumber tertulis lainnya juga dapat diperoleh dari lembaga arsip nasional atau daerah(Agus Triyono, 2. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis konten . ontent analysi. Teknik ini merupakan salah satu teknik analisis data mendalam(Almira Keumala Ulfah, at al, 2. Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Berbasis Pengarusutamaan Gender (Elemen Sejarah Peradaban Islam Kelas Xii Fase F) Hasil dan Pembahasan Pengarusutamaan Gender dalam Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Peraturan Menteri Pendidikan Nasional no 84 tahun 2008 tentang pedoman pelaksanaan Pengarusutamaan Gender bidang pendidikan menyebutkan bahwa pengarusutamaan gender (PUG) Pendidikan adalah strategi yang dibangun untuk mengintegrasikan gender menjadi satu dimensi integral dari perencanaan, penyusunan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi terhadap kebijakan, program dan kegiatan pembangunan dalam bidang pendidikan. Pemendiknas ini merupakan pengejawantahan dari Intruksi Presiden (Inpre. Nomor 9 tahun 2000 Tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional. Pada praktiknya, kesetaraan gender dapat diketahui melalui indikator yang meliputi akses, partisipasi, kontrol dan manfaat. Pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti terdiri atas lima elemen, salah satu diantaranya adalah elemen Sejarah Peradaban Islam. Pada elemen ini siswa akan mempelajari sejarah peradaban Islam dari masa-kemasa mulai dari munculnya Islam yang dibawakan oleh Rasulullah Saw hingga menyebar ke Indonesia dan dunia. Peserta didik perlu memahami bagaimana peradaban Islam tersebar hingga ke daerah nya sendiri. Dalam hal ini. Upaya yang dapat dilakukan dalam rangka mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan pada bidang pendidikan agama Islam adalah melalui desain pembelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti berbasis pengarusitamaan gender. Desain pembelajaran berbasis gender diperlukan karena buku ajar siswa masih terdapat bias gender. Prinsip utama pendidikan Islam berperspektif gendar meliputi lima prinsip. Yaitu prinsip integerasi, keseimbangan, persamaan, pendidikan seumur hidup dan prinsip Prinsip Integrasi Prinsip integrasi ialah pendidikan Islam senantiasa mengembangkan segala potensi dan bakat manusia tanpa membedakan jenis kelamin. Allah Swt berfirman: AOI Na a aOA a A aE eIa I eIa a ea AaEcaA a AIEa I eI aE eIa I eIa aE aa a eaO a eIaO a eA a aA aIEA a a Ea aN eIa aca aN eIa aIcaO E aO aA a a e a aA AOca aN eIa aOeaIca aN eIa aIcaa a eO I eIa ae aNA a aAOEO aOCaaEaO aOCaEaOa EEaAca a caIA a aA eI aN eIA a AaO a e aO I eIa aON eIa aOaOaOa AOA ac AaEEa aOA ac a a aOU I eIa eIA aEEaa eIaNaa aeIaa Eca aOA a AE eI aNA Artinya:a AuMakaa Tuhana merekaa memperkenankana permohonannyaa . engana berfirma. , "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, . sebagian kamu adalah turunan Jurnal Dakwatul Islam Vol. 9 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 2828-5484 dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nyaapahalaayangabaik. Aya(QS. aAliaImrana. :a. a Prinsip Keseimbangan Prinsip keseimbangan maksudnya pendidikan Islam mengambil jalan tengah antara kepentingan hidup dunia dan akhirat, kebutuhan jasmani dan rohani, materil dan spiritual, termasuk keseimbangan kebutuhan gender baik secara praktis maupun ac aIA ac aO eaa AO aI aEA AOA a a AA a aEEaa uEaOeEaa aOEa aea eEAA a Aa IaAOaEaa IIaa Eca eIOa aOae eIa aE aI a eA a AaEEaa EA a Acaa E a aOE a eIA ac aAEa u caIA aEEa E Oacaa eE aI eAOIA Artinya:a AuDana carilaha padaa apaa yanga telaha dianugerahkana Allaha kepadamua . negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari . duniawi dan berbuat baiklah . epada orang lai. sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di . Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-oranga yanga berbuata kerusakan. Aya (QS. a AlQasas . : . Prinsip Persamaan Prinsip persamaan maksudnya manusia pada dasarnya memiliki persamaan derajat tanpa membedakan suku, etnis dan jenis kelamin. Firman Allah Swt: a aAI aEaa aO a eIaO aO aa eEIa aE eIA ac AIA ac aO u caIa a eE a aI aE eIa eI aA aEEA ac AaEEa aeCa aE eIa uA ae Aa uIca aEa eCIa aE eIa IA a acAOa aOca aN EIA a aOU aOCaaEa EaA aAEOIa aOA Artinya:aAuHaiamanusia,asesungguhnyaaKamiamenciptakanakamuadariaseorangalakilaki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya AllahaMahaaMengetahuialagiaMahaaMengenal. Aya(QS. aAl-Hujurat . : . Prinsip pendidikan seumur hidup Pendidikan seumur hidup artinya pendidikan yang ditanamkan kepada manusia dalam konsep Islam mendorong setiap laki-laki dan perempuan tanpa batas usia. Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Berbasis Pengarusutamaan Gender (Elemen Sejarah Peradaban Islam Kelas Xii Fase F) Prinsip idealism Prinsip idealism maksudnya pendidikan Islam menghantarkan manusia untuk mencapai nilai-nilai Islam yang ideal berupa insan paripurna yang memiliki moral a uE EOa eaaOIA a AaO aI aEa eCaa eE caIa aOuE eIA Artinya:aAuDanaAkuatidakamenciptakanajinadanamanusiaamelainkanasupayaamerekaa menyembah-Ku. Aya(QS. aAz-Zariyat . : . Strategi pengarusutamaan gender dalam pendidikan agama Islam dapat dilakukan pengarusutamaan gender tersebut Strategi diimplementasikan melalui: Pertama. Pendekatan Kontribusi (Contribution Approac. yaitu dengan memasukkan isu-isu gender dalam kurikulum pendidikan. Kedua. Pendekatan Aditif (Additive Approac. alternatif yang dapat dilakukan pada tahap kedua dengan mengkolerasikan ide-ide pengarusutamaan gender dengan kurikulum yang sudah ada atau masih berlaku. Ketiga. Pendekatan Transformasional (Transformation Approac. pada tahapan ini lembaga pendidikan memiliki peran penting untuk mentransformasikan atau merombak kurikulum secara menyeluruh dengan muatan yang berbasis kesetaraan gender. Keempat. Pendekatan Aksi Sosial (Sosial Action Approac. yaitu dengan mengajak peserta didik secara aktif untuk mendiskusikan persoalan terkait ketidakadilan gender yang terjadi di lingkungan sekitar. Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Berbasis Pengarusutamaan Gender Tujuan akhir dari kompetensi dalam kurikulum merdeka disebut sebagai Capaian Pembelajaran (CP). Pemerintah telah menetapkan CP namun tidak cukup kongkret untuk memandu pembelajaran sehari-hari. CP perlu diurai menjadi tujuan-tujuan pembelajaran yang lebih operasional dan kongkret. Meskipun demikian, pemerintah menawarkan tiga alternatif bagi pendidik. Pertama, pendidik dapat mengembangkan sepenuhnya alur tujuan pembelajaran. Kedua, pendidik mengembangkan alur tujuan pembelajaran berdasarkan contoh yang disediakan pemerintah. Ketiga, menggunakan contoh yang sudah disediakan pemerintah dalam Platform Merdeka Mengajar (PMM) tanpa harus mengembangkannya sendiri. Jurnal Dakwatul Islam Vol. 9 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 2828-5484 Desain pembelajaran pendidikan agama islam berbasis pengarusutamaan gender pada penelitian ini diterapkan pada pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti pada elemen sejarah peradaban Islam pada kelas XII berdasarkan capaian pembelajaran kurikulum merdeka dapat diuraikan sebagai berikut: Tujuan Pembelajaran Menganalisis peran dan keteladanan tokoh ulama penyebar ajaran Islam di Indonesia Memahami peran organisasi-organisasi Islam di Indonesia dalam membangun dan memajukan negara Materi/Isi Pembelajaran Ayo Kita Membaca al-Quran QS. Ali Imran . : 195 AOI Na a aOA a A aE eIa I eIa a ea AaEcaA a AIEa I eI aE eIa I eIa aE aa a eaO a eIaO a eA a aA aIEA a a Ea aN eIa aca aN eIa aIcaO E aO aA a a e a aA AOca aN eIa aOeaIca aN eIa aIcaa a eO I eIa ae aNA a aAOEO aOCaaEaO aOCaEaOa EEaAca a caIA a aA eI aN eIA a AaO a e aO I eIa aON eIa aOaOaOa AOA ac AaEEa aOA ac a a aOU I eIa eIA aEEaa eIaNaa aeIaa Eca aOA a AE eI aNA Artinya:a AuMakaa Tuhana merekaa memperkenankana permohonannyaa . engana berfirma. , "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, . sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik. " (QS. Ali Imran . : . QS. An-Nahl . : 97 a U aE U I eIa aEaa a eOa a eIaO aON aaOa aIe IIa AaEaIaeO aOIcaNaa a aOA aIa aI EaIaO aO e aIEaOIA a aI eIA a AOca aaU aOEaIa e aOIca aN eIa a e aNa eIa a eA a aAIEA Artinya:a AuBaranga siapaa yanga mengerjakana amala saleh,a baika laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahalaayangalebihabaikadariaapaayangatelahamerekaakerjakan. Aya(QS. aAn-Nahl . : . Kisah Sejarah Inspiratif Chadijah Ali Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Berbasis Pengarusutamaan Gender (Elemen Sejarah Peradaban Islam Kelas Xii Fase F) Chadijah Ali adalah tokoh perempuan Riau yang lahir di Pekanbaru 21 Oktober1925. Putri dari Haji Muhammad Ali tersebut telah mengabdikan dirinya untuk pemberdayaan perempuan melalui pendidikan hingga wafat pada 5 September 1986. Perhatian beliau terhadap pendidikan kaum perempuan diwujudkan dengan mendirikan lembaga pendidikan khusus untuk anak perempuan bernama Diniyah Putri pada 1 September 1965. Lembaga pendidikan yang didirikan bersama Asmah Malin. Radenmas Oentoro Koesmarjo dan Bakri Sulaiman tersebut telah melahirkan banyak anak perempuan di Riau yang terampil dan mandiri. Pengabdiannya di bidang pendidikan tidak hanya mendirikan dan memimpin Diniyah Putri. Chadijah Ali juga berjuang bersama-sama teman-temannya mendirikan YLPI dan Universitas Islam Riau dan Universitas Lancang Kuning. Kiprahnya untuk pemberdayaan umat di bidang pendidikan dilengkapinya bersama rekan-rekannya dengan memperjuang kepentingan umat Muslim dengan mendirikan Yarsi Riau dan membuka RSI Ibnu Sina Pekanbaru. Faktor politik gender Pemerintah Orde Baru menjadi latar belakang berdirinya Diniyyah Putri Pekanbaru. Didukung oleh suasana pembangunan Pekanbaru sebagai ibukota Provinsi Riau pada masa itu baru dibentuk sangat memerlukan infrastruktur termasuk sarana pendidikan telah memberikan kesempatan kepada Diniyah Putri Pekanbaru untuk tumbuh dan berkembang. Saat ini yayasan Diniyyah Pekanbaru memiliki program pendidikan mulai dari Taman Asuh Anak Shaleh (TAAS). Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT). Madrasah Tsanawiyah (MT. Madrasah Aliyah (MA) hingga Institut Agama Islam (IAI). Perhatian besar Chadijah Ali terhadap pendidikan meninggalkan wasiat kepada anak-anaknya:aAuJikakuameninggalananti,ajanganaharapkana harta dan tanah yang akan kalian dapati. Tidak, tidak akan pernah!. Akan tetapi yang aku tinggalkan untuk kalian adalah lembaga pendidikan Diniyyah Puteri ini, kalian harusameneruskanaperjuanganabundaAy. Seabrek peran beliau sandang mulai dari menjadi pengurus Perwari dan menjadi guru di SKP Perwari . , menjadi pegawai Jawatan Penerangan Kabupaten Kampar . Aktif di Yayasan Kesatuan Wanita Islam . 4- 1. dan pernah menjadi Wakil Ketua. Aktif di Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI), menjadi salah seorang pendiri . dan sekaligus merangkap sebagai bendahara . , sebagai Dewan Penyantun Universitas Islam Riau . , menjadi pengurus Muslimat-Masyumi dan Aisyiah Muhammadiyah. Pernah menjadi Ketua Ranting Jurnal Dakwatul Islam Vol. 9 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 2828-5484 Aisyiah Senapelan, menjadi Ketua Aisyiah Kota Pekanbaru tahun 1950, dan Ketua Aisyiah Wilayah Riau . 2Ae1. - Masuk organisasi politik Masyumi hingga partai tersebut dibubarkan . , menjadi anggota DPRD Kabupaten Kampar . 0Ae 1. , anggota DPRD Kota Pekanbaru . 5- 1. , anggota DPR Provinsi Riau . Sejak tahun 1980 Chadijah Ali dalam kepengurusan Yarsi Riau dan sebagai Wakil Ketua i . 2- 1. Atas jasa-jasanya Gubernur Riau telah memberikan penghargaan sebagai tokoh Perempuan Riau kepada Chadijah Ali. Wawasan Keislaman Peran ulama Islam Pada Masa Perang Kemerdekaan Peran ulama tidak hanya membina kader-kader umat Islam, tetapi ada juga turut berjuang secara fisik sebagai pimpinan perang. Sejarah telah mencatat peran ulama baik dari kalangan laki-laki tetapi juga dari kaum perempuan pada masa kemerdekaan. Tokoh-tokoh Islam tersebut diantaranya: KH. Ahmad Dahlan KH. Ahmad Dahlan merupakan putra dari kekempat dari pasangan KH. Abu Bakar dan Siti Aminah. Beliau lahir di Kauman-Yogyakarta, 1 Agustus 1868 M. dari organisasi Islam Muhammadiyah. Gerakan Muhammadiyah yang gigaungkan oleh KH. Ahmad Dahlan sangat menentang penjajahan Belanda. Namun di sisi lain. KH. Ahmad Dahlan tidak anti pati untuk mengadopsi sesuatu yang dianggap baik dari Barat untuk kemajuan bangsa. Misalnya dengan mengganti model pembelajaran sorongan dan bandongan dengan model pembelajaran klasikal. KH. aHasyimaAsyAoari KH. a Hasyima AsyAoaria lahira padaa 24a Dzulqaidaha 1287a H/14a Februaria 1871a Ma dia desa Gedang-Jombang. aAyahnyaabernamasyAoariadanaibunyaabernamaaHalimah. aBeliaua mengeluarkan fatwa yang paling fenomenal dalam upaya merebut kemerdekaan yaitu Resolusi Jihad. Imam Bonjol Imam Bonjol lahir di Bonjol-Sumatera Barat tahun 1772 dengan asli Peto Syarif Ibnu Pandito Bayanuddin. Imam Bonjol termasuk ulama yang berjuang langsung secara fisik sebagai pimpinan tinggi dalam perang Padri periode 1821-1837 yang menentang pendudukan Belanda di Sumatera Barat dan sekitarnya. Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Berbasis Pengarusutamaan Gender (Elemen Sejarah Peradaban Islam Kelas Xii Fase F) Tengku Agung Tengku Agung merupakan gelar dari Syarifah Latifah lahir di Tanjungpura. Langkat pada tahun 1896 M. Beliau merupakan permaisuri Sultan Syarif Kasim II sebagai Sultan Siak Kedua belas dan dianugerahi gelar Tengku Agung pada 3 Maret 1915 M. Pada tahun 1927 Tengku Agung didukung Sultan Syarif Kasim II mendirikan sekolah khusus untuk anak perempuan yaitu Sultanah Latifah School. Teungku Fakinah Teungku Fakinah lahir Tahun 1856 M di desa Lam Diran dari ayah bernama Teungku Asahan dan ibunya bernama Teungku Fathimah. Teungku merupakan gelar bagi untuk ulama yang sudah melewati belajar di diyah atau rangkang . yang jauh dari tempat kelahirannya bahkan sampai ke Mekah untuk mendalami ilmu agama. Perjuangan Teungku Fakinah tidak hanya di bidang pendidikan dengan mendirikan diyah tetapi terjun langsung ke medan perang dalam melawan Hindia belanda yang melancarkan agresi militer ke Aceh pada tahun 1873 M. Syahidnya Tengku Ahmad membuat Teungku Fakinah menggantikan posisinya sebagai pemimpin laskar. Sebagai seorang perempuan Teungku Fakinah mampu menjadi panglima perang sekaligus sebagai seorang ulama perempuan. Rahmah el Yunisiyah Rahmah el Yunusiyah lahir pada 20 Desember 1900 M DI Bukit Sarungan. PadangaPanjangadariapasanganaRafiAoahadanaSyaikhaMuhammadaYunusabinaImamuddin. Perjuangan Rahmah el Yunusiyah dalam membangun Madrasah Lil Banat tidaklah mudah di tengah budaya yang masih menganggap tabu seorang perempuan menjadi Perlawanan Rahmah el Yunusiyah terhadap Hindia Belanda dengan menolak kebijakan belanda yang memberlakukan peraturan Goeroe Ordonatie 1932 M untuk mendaftarkan sekolah dan guru-guru agar mendapat izin. Sikap keras Rahmah el Yunusiyah ini dibujuk oleh Hindia Belanda sengan menawarkan subsidi kebutuhan pendidikan, namun ia juga menolak bantuan tersebut. Tidak hanya di bidang pendidikan. Rahmah el Yunusiyah mempelopori pembentukan Tentara Keamana Rakyat (TKR) sebagai tindak lanjut dari denkrit presiden Soekarno pada 5 Oktober Rahmah el Yunusiyah mengupayakan kebutuhan logistik dan pembelian senjata dari harta yang dimilikinya. Ia mengatur kompleks Perguruan Diniyah Putri untuk dapur umum TKR. Selain itu Rahmah el Yunusiyah juga mempelopori pembentukan pasukan Jurnal Dakwatul Islam Vol. 9 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 2828-5484 Ekstrenis dan Sabil Muslimat yang bertugas untuk merampas senjata api dan perlengkapan militer dari markas-markas Hindia Belanda. Peran Organisasi Pada Masa Perang Kemerdekaan Serikat Islam Sejarah organisasi Islam di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari Sarekat Islam (SI). SI adalah organisasi rakyat terbesar pada awal abad ke20. KH Samanhudi mendirikan organisasi yang awalnya bernama Sarekat Dagang Islam ini pada 1905 di Solo. Namanya berubah menjadi Sarekat Islam pada tahun 1912 atas prakarsa HOS Tjokroaminoto. Agus Salim. AM Sangaji, dan KH Samanhudi. Pada awalnya organisasi ini bergerak di bidang keagamaan serta bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup bangsa dalam perniagaan, namun seiring waktu berkembang menjadi gerakan politik dan sosial serta dakwah Islam. Keangotaan SI yang begitu masif ini sangat mengkhawatirkan pemerintah Hindia Belanda, karena pidato Tjokroaminoto dalam setiap pertemuannya selalu membakar semangat massa. Muhammadiyah Organisasi Islam Muhammadiyah didirikan di kota Yogyakarta oleh K. Ahmad Dahlan pada tanggal 18 November 1912. Kontribusi pemikiran Muhammadiyah sejak awal kemerdekaan sangat besar. Keterlibatan Muhammadiyah dalam perumusan dasar negara ditunjukkan oleh Ki Bagus Hadikusumo dan Kahar Muzakir dalam ikut keanggotaan BPUPKI guna merumuskan dasar negara dan akhirnya BPUKI diganti PPKI. Abdul kahar Muzakir. Agus Salim. Abi koesno. Wahid Hasyim para utusan golongan Islam merumuskan dasar negara dengan ide terkenalnya yaitu piagam Jakarta. Peranan Muhammadiyah bagi kemajuan bangsa menitikberatkan pada tiga pilar penting yaitu pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Pada bidang pendidikan Muhammadiyah memdirikan lembaga pendidikan tidak kurang dari 4. 623 TK/TPQ, 604 SD/MI, 1. 772 SMP/MTs, 1. 143 SMA/SMK/MA, 71 SLB, 172 Perguruan Tinggi. Adapun bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Muhammadiyah menjadi penyalur zakat fitrah dan maal kepada asnaf, pendirian panti asuhan, panti miskin, panti jompo, pendirian, balai kesehatan, poliklinik. Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) dan Rumah Sakit Umum (RSU). Keseriusan Muhammadiyah dalam pemberdayaan ekonomi telah berdampak positif, tidak hanya dalam kancah regional tapi juga internasional dan puncaknya Muhammadiyah telah menjadi anggota resmi Dewan Ekonomi dan Sosial Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Berbasis Pengarusutamaan Gender (Elemen Sejarah Peradaban Islam Kelas Xii Fase F) PBB (UN-ECOSOC). Dalam pemberdayaan keperempuanan. Muhammadiyah memiliki wadah yang disebut dengan Aisyiyah. Nahdhatul Ulama Nahdhatul Ulama lahir pada tanggal 31 Januari 1926 M bertepatan dengan 16 Rajab 1344 H di Kota Surabaya yang dibidani oleh para tokoh utama yaitu. KH. Hasyim Asy`ari. KH Abdul Wahab Hasbullah, dan KH. Bisri Syamsuri. Dalam perjalanannya. NU memainkan peranan yang cukup besar bagi bangsa Indonesia. Tokoh NU terlibat sebagai anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) sehingga terlibat langsung dalam perumusan pernyataan kemerdekaan. Kegiatan politik NU semakin kental pada masa Hal ini ditunjukkan pada Muktamar NU di Surabaya tanggal 22 Oktober aDalamamuktamaratersebut,aNUamengeluarkanaAuResolusiaJihadAyayangamenyatakana bahwa perjuangan untuk merdeka adalah Perang Suci . NU secara komprehensip memberi wadah bagi gerakan laki-laki dan perempuan secara seimbang melalui badan otonom . NU. Seperti banom NU yang berbasis usia dan kelompok masyarakat tertentu bagi kalangan perempuan secara khusus seperti Muslimat NU. Fatayat NU. Korps PMII Putri (KOPRI). Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU). Sementara banom khusus laki-laki terdapat Gerakan Pemuda Ansor NU. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Ikatan Pelajar NU (IPNU),. Selain banom. NU juga menaungi 18 . elapan bela. lembaga Persatuan Islam Persis merupakan bagian dari sejarah organisasi Islam di Indonesia yang didirikan oleh para ulama pembaharu di Bandung pada 12 September 1923. Ulama pendirinya adalah KH Zamzam dan A. Hassan untuk menghilangkan bidah, khufarat, takhayul, taklid dan syirik yang masih dipraktikkan sebagian umat Islam. Sebagaimana dengan organisasi Islam lainnya. Persis juga memberikan perhatian besar pada kegiatan pendidikan dengan mendirikan lembaga pendidikan berupa sekolah dasar, kursus, kelompok diskusi, pengajian dan pesantren. Persis juga memiliki perhatian terhadap pendidikan perempuan dengan pesantren bagian perempuan pada tahun 1941. Jurnal Dakwatul Islam Vol. 9 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 2828-5484 Penerapan Karakter Setelaha mengkajia materia tentanga AuPerana Organisasia Islama dia IndonesiaAy,a diharapkan peserta didik dapat dapat menerapkan karakter pelajar dalam kehidupan sehari-hari sebagai berikut: Materi yang Dipelajari Karakter yang Diharapkan Memberikan kontribusi terbaik untuk kemajuan Indonesia yang bebas dari ketidakadilan gender Proil Pelajar Pancasila. Religius. Kebhinekaan Global. Bergotong Royong. Mandiri. Bernalar Kritis dan Kreatif. Refleksi Badan Pusat Statistik masih menunjukkan minimnya partisipasi perempuan di berbagai bidang. Bagaimana sikap yang tepat dalam menanggapi hal tersebut. Coba uraikan menurut kalian! Rangkuman KH Samanhudi mendirikan organisasi yang awalnya bernama Sarekat Dagang Islam ini pada 1905 di Solo. Namanya berubah menjadi Sarekat Islam pada tahun 1912 atas prakarsa HOS Tjokroaminoto. Agus Salim. AM Sangaji, dan KH Samanhudi. Organisasi Islam Muhammadiyah didirikan di kota Yogyakarta oleh Ahmad Dahlan pada tanggal 18 November 1912. Aisyiyah merupakan organisasi Ortonom muhammadiyah dalam pemberdayaan perempuan. Nahdhatul Ulama (NU) lahir pada tanggal 31 Januari 1926 M bertepatan dengan 16 Rajab 1344 H. NU memiliki Banom yang mewadahi gerakan laki-laki dan perempuan secara seimbang seperti di kalangan perempuan terdapat Muslimat NU. Fatayat NU. KOPRI dan IPPNU. Sementara dikalangan laki-laki terdapat Gerakan Pemuda Ansor NU. PMII dan IPNU. Persis didirikan oleh para ulama pembaharu di Bandung pada 12 September 1923. Persis memiliki perhatian terhadap pendidikan perempuan dengan mendirikan pesantren khusus perempuan pada tahun 1941. Metode Pembelajaran MetodeaRasionala(ManhajaAoAql. Metode rasional adalah metode yang dipakai untuk memperoleh pengetahuan dengan menggunakan pertimbanganpertimbangan atau kriteria-kriteria kebenaran yang Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Berbasis Pengarusutamaan Gender (Elemen Sejarah Peradaban Islam Kelas Xii Fase F) bisa diterima rasio dengan mendayagunakan akal secara maksimal untuk memahami kebenaran al-QurAoana dana al-Sunnah dengan baik. Dalam perspektif gender, metode rasional digunakan untuk memahami Islam sebagai agama yang ramah terhadap lakilaki maupun perempuan. Metode Intuitif (Manhaj Dhawq. Melalui metode intuitif seseorang mampu menguak tabir misteri dan menjawab pertanyaan mendasar, antara lain: Mengapa laki-laki dan perempuan dalam hal status, peran, dan tanggung jawab masih dibedakan? Mengapa kesetaraan gender penting dalam mewujudkan kehidupan yang harmonis? Pertanyaan-pertanyaan kritis di atas dapat dijawab melalui metode intuitif seperti tafakur, kontemplasi, introspeksi, dan sejenisnya agar sensitifitas gender seseorang semakin terasah. Metode Dialogis (Manhaj Jadal. Metode dialogis adalah metode yang disajikan dalam bentuk dialog atau percakapan antara dua orang ahli atau lebih berdasarkan argumentasi- argumentasi yang bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Metode dialogis dalam pendidikan Islam diharapkan mampu menjembatani kesenjangan perspektif, keyakinan, dan perbedaan pengalaman antara lakilaki dan perempuan akibat konstruksi sosial masyarakat. Metode Komparatif (Manhaj Muqaran. Dalam konteks pendidikan Islam yang berkesetaraan gender metode komparatif digunakan untuk membandingkan konsep dan implementasi pendidikan Islam yang netral gender, bias gender, dan responsif gender. Perbandingan ini diharapkan dapat mendorong perubahan pada pendidikan yang masih netral gender dan bias gender menuju pendidikan responsif gender. Metode Kritik (Manhaj Naqd. Pada dasarnya konsep pendidikan Islam yang bersumber dari nilai-nilai al-QurAoana dan al-Sunnah tidak mengindikasikan diskriminasi terhadap jenis kelamin tertentu, namun ditemukan sejumlah penerapan pendidikan Islam yang bias gender akibat penafsiran teks yang cenderung ahistoris, penggunaan metode penafsiran yang kurang tepat, dan infiltrasi budaya patriarkhi. Strategi Pembelajaran Strategi yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah strategi inquiry. Strategi ini merupakaian rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses Jurnal Dakwatul Islam Vol. 9 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 2828-5484 perfikir secara kritis dan analisis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban. Strategi ini juga dinamakan strategi heuristik yang berasal dari bahasa Yunani yaitu heuriskeinayangaberartiaAusayaamenemukanAy. Prinsip-Prinsip Pembelajaran Prinsip pembelajaran PAI pada dasarnya tidak jauh berbeda dari prinsip belajar pada umumnya. Mengacu pada dalam kurikulum merdeka prinsip pembelajaran dapat dijabarkan sebagai berikut: Pembelajaran perkembangan dan tingkat pencapaian peserta didik sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan. Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas menjadi pembelajar sepanjang hayat. Proses pembelajaran mendukung perkembangan kompetensi dan karakter peserta didik secara holistik. Pembelajaran yang relevan. Evaluasi Pembelajaran Penilaian Sikap Berilah tanda checklist . pada kolom yang sesuai dengan pilihan sikap Anda! Pernyataan STS Terjadi perbedaan dalam masalah peran perempuan di ruang publik, tidak asal berpendapat atau bicara yang hanya menimbulkan kegaduhan dalam masyarakat dan tetap menjaga keutuhan dan kerukunan bermasyarakat. Masyarakat yang hiterogen dan homogen diperlukan kebesaran hati untuk menerima perbedaan, tetap saling bahu membahu dalam kemaslahatan umum, tanpa memandang asal usul, sentimen agama, suku, golongan atau ras bahkan jenis kelamin. Keterangan: SS = Sangat Setuju. S = Setuju. TS = Tidak Setuju. STS = Sangat Tidak Setuju Penilaian Pengetahuan Jawablah pertanyaan ini dengan benar berikan argumentasi secukupnya! Setiap organisasi Islam memiliki cara pandang yang berbeda dalam mengamalkan ajaran agama. Namun memiliki tujuan utama yang sama untuk mencapai kemerdekaan Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Berbasis Pengarusutamaan Gender (Elemen Sejarah Peradaban Islam Kelas Xii Fase F) dan memberikan kontribusi besar untuk kemajuan Indonesia. Coba analisis persamaan dan perbedaan yang terdapat pada organisasi Islam tersebut dalam mewadahi gerakan kaum perempuan! Penilaian Keterampilan Lembar Portofolio Catatlah dampak yang kamu rasakan dan dirasakan oleh masyarakat dengan hadirnya ormas Islam berbasis perempuan di lingkungan mu! Nama Ormas Islam Dampak yang dirasakan masyarakat dan diri pribadi Simpulan Dari uraian yang telah dipaparkan maka dapat ditarik kesimpulan tentang Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Berbasis Pengarusutamaan Gender, sebagai berikut: Pengarusutamaan gender dalam Pendidikan Agama Islam dapat dilakukan dengan mengintegrasikannya dalam kurikulum secara bertahap melalui pendekatan kontribusi . ontribution approac. , pendekatan aditif . dditive approac. , pendekatan transformasional . ransformation approac. , pendekatan aksi sosial . osial action approac. Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Berbasis Pengarusutamaan Gender sebagai berikut: . Tujuan Pembelajaran: Menganalisis peran dan keteladanan tokoh ulama penyebar ajaran Islam di Indonesia. Memahami peran organisasi-organisasi Islam di Indonesia dalam membangun dan memajukan negara. Materi/Isi Pelajaran: . Ayo membaca al-Quran, . Kisah Sejarah Inspiratif, . Wawasan Keislaman. Peran ulama Islam Pada Masa Perang Kemerdekaan. Peran Organisasi Pada Masa Perang Kemerdekaan. Penerapan Karakter. Refleksi, . Rangkuman. Metode Pembelajaran: metode rasional . anhaja Aoaql. ,a metodea intuitifa . anhaja dhawq. ,a metodea dialogisa . anhaja jadal. ,a metode komparatif . anhaj muqaran. , metode kritik . anhaj naqd. Strategi Pembelajaran: Strategi inquiry. Prinsip Pembelajaran: bermakna dan menyenangkan, membangun kapasitas menjadi pembelajar sepanjang hayat, mendukung perkembangan kompetensi dan karakter peserta didik, pembelajaran yang relevan. Evaluasi Pembelajaran: penulaian sikap, pengetahuan dan keterampilan. Jurnal Dakwatul Islam Vol. 9 No. 2 Juni 2025 E-ISSN: 2828-5484 Referensi